BUKU PandUan teKnis BantUan OPeRasiOnaL seKOLaH (BOs) Pada MadRasaH sWasta dan PPs taHUn anGGaRan 2013

UNTUK MADRASAH IBTIDAIYAH DAN MADRASAH TSANAWIYAH SERTA PPS ULA DAN PPS WUSTHA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA TAHUN 2013
i

ii

KATA PE NGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’alaikum Warohamatullahi Wabarakatuh Salah satu indikator penuntasan program Wajib Belajar 9 Tahun, diukur dengan capaian Angka Partisipasi Kasar (APK) tingkat SD/MI dan SMP/MTs. Pada tahun 2011, APK SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat telah mencapai 102,58% dan 89,57%. Hal ini menunjukkan telah adanya kemajuan yang signifikan pada pembangunan pendidikan di Indonesia. Peningkatan akses dan partisipasi, kualitas mutu dan pengelolaan yang akuntabel telah membuktikan adanya kemajuan dalam hal pembangunan pendidikan. Program BOS untuk semua peserta didik, Sekolah Dasar/ Madrasah lbtidaiyah (SD/MI) dan Sekolah Menengah Tingkat Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) baik laki-laki dan perempuan sejak tahun 2011 telah berhasil mempercepat target program Wajib Belajar 9 Tahun. Kementerian Agama telah memberikan kontribusi APK untuk tingkat Madrasah Ibtidaiyah/PPS Ula dan tingkat Madrasah Tsanawiyah/PPS Wusta untuk masing-masing sebesar 12,44% dan 19,86%. Dengan keberhasilan BOS pendidikan dasar tersebut, pada tahun 2012 pemerintah telah merintis implementasi BOS pada jenjang pendidikan menengah. Direncanakan pada tahun 2013, program Wajib Belajar 12 Tahun yang kemu- dian disebut Pendidikan Menengah Universal (PMU), akan mendapatkan alokasi dana BOS sesuai dengan standar biaya pendidikan. Kebijakan pemerintah ini merupakan upaya pemerintah untuk menyiapkan generasi anak Indonesia yang cerdas menjelang 100 tahun Indonesia merdeka.
iii

Si. Dr. kepada seluruh Tim Manajemen BOS agar memahami dan melaksanakan pedoman ini dengan sebaik-baiknya. Nur Syam. M. upaya untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan BOS. NIP 19580807 198603 1 002 iv . Dengan adanya perbedaan pengelolaan tersebut. sejak tahun 2010 mekanisme pengelolaannya dibedakan berdasarkan sasaran siswa di lingkungan madrasah negeri dan di lingkungan madrasah swasta dan Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) penyelenggara Wajar Dikdas. Untuk itu.Berkenaan dengan hal tersebut. 17 Desember 2012 Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof. sehingga dapat memudahkan pengelola BOS di semua tingkatan dalam memahami buku panduan ini dan dapat menjadi acuan bagi seluruh tim Manajemen BOS dalam melaksanakan program BOS di madrasah dan Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) penyelenggara Wajar Dikdas. maka buku panduan pelaksanaan BOS pun dibedakan untuk madrasah negeri dengan madrasah swasta dan Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) penyelenggara Wajar Dikdas. Wassalam Jakarta.

.... D...... Waktu Pencairan dan Penyaluran dana BOS ............................................ 1.. BAB DUA ORGANISASI........ Pencairan dana BOS pada Madrasah Negeri ..................... A.......DAFTAR ISI KATA PENGANTAR................................. 3.......... Penyusunan Rencana Kerja Madrasah/PPs ................. Manajemen BOS tingkat Satuan Pendidikan......... 3.............. 3..... 1............................... Organisasi .... 4...... Tim Manajemen BOS tingkat Satuan Pendidikan ................... TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA ......................................... C......... 2.................... Manajemen BOS tingkat Provinsi....................... 2..... BAB TIGA MEKANISME DAN IMPLEMENTASI PENGELOLAAN BOS PADA MADRASAH SWASTA DAN PONDOK PESANTREN SALAFIYAH .................. Pendahuluan.......... Tim Manajemen BOS Tingkat Pusat................ 4........... Ketentuan umum Madrasah/PPs penerima BOS ............................. A........ Landasan Hukum... Manajemen BOS Tingkat Pusat ............... 1............... Tugas dan Tanggung Jawab................. Program BOS dan Program Wajar Dikdas 9 Tahun yang Bermutu ...................... Program BOS dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) ......... DAFTAR ISI... Mekanisme Perencanaan dan Penganggaran BOS ........................................ 1................................. Manajemen BOS tingkat Kabupaten/Kota ....... Tujuan dan Sasaran BOS ..... 1............. 4..... Tim Manajemen BOS tingkat Kabupaten/Kota .... 2..................... Tim Manajemen BOS tingkat Provinsi ... B.............. A... Pengertian BOS...... B...................................... BAB SATU PENDAHULUAN...... Pencairan dana BOS pada Madrasah Swasta/PPs .. 2...... v i iii 1 1 2 9 9 11 13 15 16 16 17 19 19 19 21 21 22 22 22 24 27 29 33 33 33 ...........

........................... Perancangan dan Pengalokasian Anggaran BOS .................. D......... Mekanisme Pembelian Barang/Jasa di Madrasah/PPs.............. Media .... 69 B...... 69 A........................... 4.......... 2......... 103 vi ..................................... 3................................................................... Tahapan Penyaluran dana BOS: .......... Prosedur Penyusunan Laporan ....... 1...... B...... PELAPORAN ............. B.......... Pengawasan ...... C.................. 34 36 36 37 41 42 48 48 49 50 51 51 56 57 59 61 63 65 65 65 65 66 66 66 BAB ENAM PENGADUAN MASYARAKAT . BAB EMPAT MONITORING DAN PELAPORAN ..................... 4............................................. Mekanisme Pengambilan Dana BOS pada Madrasah Swasta/PPS ..................... Manajemen BOS Pusat .. Tim Manajemen BOS Pusat .......... Manajemen BOS Provinsi ............................ 101 BAB SATU PENDAHULUAN..................... 1...................... F.. G.. 2...................................................... B................................................ 103 A.......... Latar Belakang .............. Tim Manajemen BOS Madrasah...... Sanksi.......... 3.. 2.. 70 1............. Mekanisme Penyaluran dan Pengambilan Dana BOS......................................... A..................... Tugas dan Fungsi Layanan ............. 3........ Manajemen BOS Kabupaten/Kota . Pengawasan Fungsional Internal ......... Mekanisme Penyaluran Dana ............................. E. 70 2....................... 73 BAGIAN DUA BUKU PANDUAN TEKNIS KEUANGAN BOS .............................2........ A....... Pengawasan Masyarakat................................ MONITORING.................. Pengawasan Eksternal .......................... 1....... BAB LIMA PENGAWASAN DAN SANKSI ... 71 3......... 71 LAMPIRAN BUKU SATU PANDUAN TEKNIS BOS ......... Pengawasan Melekat...................... Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota ......... Larangan Penggunaan Dana BOS ... Mekanisme Penggunaan Dana BOS ..... Pembatalan BOS ...................... Tim Manajemen BOS Provinsi.............

............................................. Formulir BOS K-3 ... D......................................... Formulir BOS K-10A......................... Formulir BOS K-11 ... Formulir BOS K-9 .............................. Formulir BOS K-10B .................................. Formulir BOS K-12 .................. Formulir BOS K-13B .......................B.............................................. Formulir BOS K-4 ....................................... C. LAMPIRAN BUKU DUA PANDUAN TEKNIS KEUANGAN BOS ........................ Formulir BOS K-7B .................................... vii ......................... Komponen Laporan Keuangan ............... Formulir BOS K-7A ................................... Formulir BOS K-13A............................................................................................................ Mekanisme Rekapitulasi Laporan Keuangan ................................... Formulir BOS K-6 ....................................... Formulir BOS K-7E .............................. B........ Formulir BOS K-1 .................. Formulir BOS K-5 ..................................... BAB TIGA PERPAJAKAN ........... Dokumen Laporan Keuangan ............................................................................. 104 105 105 109 110 110 113 117 119 120 121 122 123 124 125 126 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 BAB DUA PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN ....... Formulir BOS K-2 ................................................................................................................................ Formulir BOS K-7D ... Formulir BOS K-7C ....... Maksud dan Tujuan .................................. A.................. Waktu Pelaporan................. Formulir BOS K-8 .....................

viii .

BAGIAN SATU BUKU PANDUAN TEKNIS BOS .

2  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

Walaupun demikian. dan masyarakat. Pada Pasal 34 ayat 2 menyebutkan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah menjamin t e r se l e n g g a r a n y a w a j i b b e l a j a r m i n i m a l p a d a jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.44% dan 19. Pada tahun 2011. sedangkan dalam ayat 3 menyebutkan bahwa wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan Pemerintah.57%.58% dan 89. keberhasilan program BOS dalam meningkatkan APK tersebut juga diiringi dengan upaya pemerintah. Kementerian Agama yang menangani pendidikan Madrasah dan Pesantren memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan amanat UU tersebut. sejak tahun Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  3 . Kontribusi MI/PPs Ula dan MTs/PPS Wustha atas APK nasional tersebut sebesar 12. APK SD/MI/Paket A dan SMP/MTs/Paket B telah mencapai 102.BAB SATU PENDAHULUAN A. Pendahuluan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa setiap warga negara yang berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. Pemerintah Daerah. Salah satu indikator penuntasan program Wajib Belajar 9 Tahun diukur dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) SD dan SMP.86%. Konsekuensi dari amanat undang-undang tersebut adalah pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik pada tingkat dasar (SD dan MI. SMP dan MTs) serta satuan pendidikan lain yang sederajat.

2009. pendekatan. pada perubahan tujuan. dan orientasi dalam peningkatan 4  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5069). 4.undang nomor 42 tahun 2009 tentang Perubahan ketiga atas Undang Undang nomor 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 150. yaitu: 1. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3143). 3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  5 . Pasal 28 dan Pasal 31. 2. B. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia(Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 165. 5. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak(Lembaran Negara Tahun 1979 Nomor 32.mutu pendidikan dasar yang terjangkau untuk semua kalangan masyarakat. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3886). Pasal 34 ayat (2) Undangundang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 51. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3264) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang. Landasan Hukum Landasan hukum dalam pelaksanaan program BOS Tahun 2013 meliputi semua peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 113. Anak (Lembaran 6. 7. Tambahan 6  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126.2002 tentang Perlindungan Negara Tahun 2002 Nomor 109). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. 9. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844). 8. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). 10.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41. Tambahan Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  7 . Republik Indonesia Nomor 11.Lembaran Negara 5254).

12. Pemerintahan Daerah Provinsi. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 90. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4863). Peraturan Pemerintah No. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741). 8  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4769). 17. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. 13. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 91. 14. 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 124. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609). Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20.Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496). 15. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4864). 16.

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  9 .18.

19. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 142).(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. 20. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5271). Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 10  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157). Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang nomor 42 tahun 2009 tentang Perubahan ketiga atas Undang Undang nomor 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 4. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara. 21. Tugas. dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112.

92 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. Tugas. Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  11 .

12  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs 28. 1/U/KB/2000 dan No. 26. Penyetoran dan Pelaporannya. 22. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. dan Melaporkan Pajak Penambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah beserta Tata Cara Pemungutan. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 59/P Tahun 2011. Surat Keputusan Bersama antara Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Agama No. Ke p u t u s a n M e n t e r i Ke u a n g a n N o m o r 5 6 3 / KMK. MA/86/2000 tentang Pondok Pesantren Salafiyah sebagai Pola Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun. 27. 25. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 .03/2003 tentang Penunjukkan Bendaharawan Pemerintah untuk Memungut. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014. 24. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 142). Menyetor. 23. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 155).

Tahun 2008 tentang Buku. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  13 .

32. 30. Pe r a t u r a n M e n t e r i Ke u a n g a n N o m o r 1 5 4 / PMK. Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 592). Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206 Tahun 2102 tentang Penetapan Bagian Penghasilan Sehubungan Dengan Pekerjaan Dari Pegawai Harian dan Mingguan Serta Pegawai Tidak Tetap Lainnya (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 1264).03/2010 tentang Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 sehubungan dengan Pembayaran Atas penyerahan Barang dan Kegiatan di Bidang Impor atau Kegiatan Usaha di Bidang lain. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan S u m b a n g a n B i a y a Pe n d i d i k a n p a d a S a t u a n Pendidikan Dasar (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 665). Peraturan Menteri Keuangan Nomor 162 Tahun 2102 tentang Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 1035). 31. 35. 34. 33. Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Organisasi Vertikal Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 851). 14  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .29. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimum Pendidikan Dasar.

Kementerian Dalam Negeri RI. Kesepakatan Bersama antara Kementerian Sosial RI.36. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  15 . Kementerian Pendidikan Nasional RI. Kementerian Kesehatan RI.

Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor DJ. Busthanul Athfal. Pendidikan Agama Islam pada Sekolah dan Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2009. Tarbiyatul Athfal. Madrasah Tsanawiyah.I/196/2008 tentang Penetapan Buku Ajar Pendidikan Agama Islam (PAI). Madrasah Tsanawiyah. dan Kegiatan Orang Pribadi. 38. 37. Bahasa Arab dan Referensi untuk Raudatul Athfal. 39. 40. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP382/PJ/2002 tentang pedoman pelaksanaan pemungutan.Kementerian Agama RI. dan Madrasah Aliyah. penyetoran. 41. Madrasah Ibtidaiyah. Kementerian Hukum dan HAM RI. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor Dj. dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 26 sehubungan dengan Pekerjaan. Ke s e p a k a t a n B e r s a m a a n t a r a Ke m e n t e r i a n Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan Kementerian Agama Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender dan Pemenuhan Hak Anak di Bidang Keagamaan. Penyetoran. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER57/ Pj/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-31/Pj/2009 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan. Pengayaan dan Panduan Pendidik untuk Madrasah Ibtidaiyah.I/375/2009 tentang Penetapan Buku Ajar Referensi. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dan Kepolisian Negara RI tentang Peningkatan Kesejahteraan Sosial Anak Jalanan pada tahun 2010. dan pelaporan PPN dan 16  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . dan Madrasah Aliyah Tahun 2008. Jasa.

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  17 .PPNBm bagi pemungut PPN dan Pengusaha Kena Pajak Rekanan Pemerintah.

biaya non personalia adalah biaya untuk bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor DJ. yaitu pemerataan dan perluasan akses. ada beberapa jenis pembiayaan investasi dan personalia yang diperbolehkan. dan daya saing. relevansi. Buku Referensi . pemeliharaan sarana dan prasarana. akuntabilitas. dan pencitraan publik. dan lain sebagainya. konsumsi. Pengertian BOS Bantuan Operasional Sekolah. C. asuransi.Meskipun tujuan utama program Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  11 . peningkatan mutu. selanjutnya disingkat BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendanaan biaya operasional non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar. banyak program yang telah. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor DJ. 43. uang lembur.dibiayai dengan dana BOS. jasa telekomunikasi. Program-program tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3. Menurut PP 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan. dengan persyaratan tertentu. dan Buku Pengayaan Madrasah. transportasi. sedang dan akan dilakukan. serta tata kelola.I/725B/2010 tentang Penetapan Buku Ajar dan Referensi Madrasah Tahun 2010.I/1997/2012tentang Buku Ajar. Secara detail jenis biaya yang boleh dibiayai dari dana BOS dibahas pada penggunaan dana BOS. Namun demikian. Program BOS dan Program Wajar Dikdas 9 Tahun yang Bermutu Dalam rangka penuntasan Wajib Belajar 9 tahun yang bermutu. 1.42. yang meliputi biaya daya. air.

maka setiap pengelola pendidikan harus memperhatikan hal-hal berikut: a. relevansi dan daya saing serta untuk tata kelola. Kepala madrasah harus mengelola dana BOS secara akuntabel dan transparan.BOS adalah untuk pemerataan dan perluasan akses. g. orang tua. d. BOS harus memberikan kepastian bahwa tidak ada peserta didik perempuan dan laki-laki termasuk yang memerlukan pendidikan khusus dan layanan khusus (selanjutnya disebut “peserta didik”) karena faktor sosial. BOS ha r us me nj amin ke pa st ian lulusa n setingkat MI dapat melanjutkan ke MTs/setara. program BOS juga merupakan program untuk peningkatan mutu. c. ekonomi dan geografiputus sekolah seperti tidak mampu membeli baju seragam/alat tulis sekolah dan biaya lainnya. Kepala madrasah berkewajiban mengidentifikasi anak putus sekolah di lingkungannya untuk diajak kembali ke bangku sekolah/madrasah. akuntabilitas dan pencitraan publik. Kepala madrasah menjamin semua peserta didik perempuan dan laki-laki yang akan lulus dapat melanjutkan ke jenjang lebih lanjut. Melalui program BOS yang terkait dengan gerakan percepatan penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun. atau walinya memberikan sumbangan 12  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . BOS harus menjadi sarana penting untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan dasar 9 tahun yang bermutu. e. BOS tidak menghalangi peserta didik. b. f.

sukarela yang tidak mengikat kepada Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  13 .

tidak terikat waktu dan tidak ditetapkan jumlahnya. dana diterima oleh madrasah secara utuh. c. 14  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Madrasah harus memiliki Rencana Jangka Menengah yang disusun 4 tahunan. serta tidak mendiskriminasikan mereka yang tidak memberikan sumbangan. Dengan demikian program BOS sangat mendukung implementasi penerapan MBS yang secara umum bertujuan untuk memberdayakan madrasah melalui pemberian kewenangan (otonomi). dan mendorong partisipasi warga madrasah dan masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan di madrasah. Program BOS dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Dalam program BOS. transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Madrasah mengelola dana secara profesional. BOS harus menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemberdayaan madrasah dalam rangka peningkatan akses. warga madrasah diharapkan dapat lebih mengembangkan madrasah dengan memperhatikan hal-hal berikut: a.madrasah. b. 2. Sumbangan sukarela dari orang tua siswa harus bersifat ikhlas.Pengelolaan sumbangan wajib melibatkan komite madrasah dalam hal pengelolaan dan keputusan realisasi penggunaannya. dan manajemen madrasah setidak-tidaknya untuk mencapai standar pelayanan minimal pendidikan dasar. dan dikelola secara mandiri oleh madrasah dengan melibatkan dewan guru dan Komite Madrasah. Melalui program BOS. pemberian fleksibilitas yang lebih besar untuk mengelola sumber daya madrasah. mutu.

Tujuan dan Sasaran BOS Secara umum program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat t e r h a d a p pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu. Membebaskan pungutan bagi seluruh peserta didikmiskin di tingkat pendidikan dasar. Rencana Jangka Menengah (Renstra) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT)disusun bersama-sama antara Kepala Madrasah. 3. b. sehingga sumbangan/pungutan tidak berlebih. Sumbangan/pungutan bagi madrasah yang telah memenuhi standar mutu di atas Standar Nasional Pendidikan (SNP) harus tetap mempertimbangkan fungsi pendidikan sebagai kegiatan nirlaba. Madrasah harus menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RAKM/PPS). Membebaskan pungutan bagi seluruh siswa MI negeri dan MTs negeri terhadap biaya operasi sekolah. dan Komite Madrasah dan diketahui oleh KepalaKantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. dimana dana BOS merupakan bagian integral di dalam RAK-M/PPS tersebut. guru. dan keputusan tersebut merupakan kesepakatan kepala madrasah. Secara khusus program BOS bertujuan untuk: a. kecuali pada madrasah yang ditetapkan sebagai madrasah yang telah memenuhi standar mutu di atas Standar Nasional Pendidikan (SNP). Dewan Guru.d. baik di madrasah negeri maupun madrasah swasta. dan Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  15 .

16  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .komite madrasah yang disetujui oleh kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota.

PPS penerima BOS adalah lembaga pondok pesantren yang menyelenggarakan kegiatan Wajar Dikdas dan santrinya tidak terdaftar sebagai siswa madrasah atau siswa sekolah. d. Madrasah/PPs penerima BOS adalah seluruh madrasah ibtidaiyah (MI). dapat menjadi sasaran program BOS setelah dilakukan verifikasi oleh Tim manajemen BOS Kabupaten/Kota. 4. c. Batas usia santri PPS yang menjadi sasaran penerima BOS adalah maksimal 25 tahun. Besar Biaya Satuan BOS Besar biaya satuan BOS yang diterima oleh madrasah/PPS. Pondok Pesantren Salafiyah (PPs) tingkat Ula. dihitung berdasarkan jumlah Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  17 . b. Bagi madrasah yang menyelenggarakan kegiatan Wajar Dikdas pada sore hari. adalah: a.Sasaran program BOS di lingkungan Kementerian Agama. untuk madrasah swasta/pps harus memiliki izin operasional. Madrasah Ibtidaiyah (MI) baik negeri maupun swasta. Madrasah Tsanawiyah (MTs) baik negeri maupun swasta. Pondok Pesantren Salafiyah (PPs) tingkat Wustha. madrasah tsanawiyah (MTs) dan Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) Ula dan Wustha penyelenggara Wajar Dikdas (Wajib Belajar Pendidikan Dasar) di seluruh Provinsi di Indonesia. MI dan MTs penerima BOS adalah lembaga madrasah yang menyelenggarakan kegiatan Wajar Dikdas dan siswanya tidak terdaftar sebagai siswa SD atau SMP.

siswa dengan ketentuan: 18  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

Semua madrasah swasta/PPs yang telah memiliki izin operasional dan tidak dikembangkan melalui program pemenuhan standar mutu diatas Standar nasional Pendidikan (SNP). Bila madrasah tersebut menolak BOS. Semua madrasah negeri wajib menerima program BOS. Untuk madrasah swasta/PPs yang mendapatkan bantuan dari Pemerintah dan/atau pemerintah daerah pada tahun ajaran berjalan dapat memungut biaya pendidikan yang digunakan hanya untuk memenuhi kekurangan biaya investasi dan biaya operasi. orang tua atau wali peserta didik. Madrasah/PPs yang menolak BOS harus melalui persetujuan orang tua siswa melalui komite madrasah/Yayasan dan tetap menjamin kelangsungan pendidikan peserta didik miskin di madrasah/PPs tersebut. 2. 4. wajib menerima dana BOS.000. maka madrasah dilarang memungut biaya dari peserta didik.Madrasah Ibtidaiyah/PPS Ula: Rp 580. Ketentuan umum Madrasah/PPs penerima BOS 1. 5. 3. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  19 .-/siswa/tahun Madrasah Tsanawiyah/PPS Wustha: Rp 710. Seluruh madrasah/PPs penerima program BOS harus mengikuti pedoman BOS yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama RI.000/siswa/tahun 5.

Bagi madrasah negeri yang ditetapkan sebagai madrasah yang telah memenuhi standar mutu diatas Standar nasional Pendidikan 20  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .6.

undangan dan dinilai meresahkan masyarakat. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota harus ikut mengendalikan dan mengawasi pungutan yang dilakukan oleh madrasah tersebut dengan mengikuti prinsip nirlaba dan dikelola dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi. Pencairan dana BOS pada Madrasah Negeri Pada Tahun Anggaran 2013. dana BOS telah dialokasikan dalam DIPA Satker selama 12 bulan untuk periode Januari sampai Desember 2013. dan tidak ditentukan jumlah maupun jangka waktu pemberiannya. tidak mengikat. D. 8. maka diperbolehkan memungut dana/ menerima sumbangan dari masyarakat yang mampu dengan persetujuan Komite Madrasah untuk memenuhi kekurangan biaya investasi dan biaya operasional yang diperoleh dari pemerintah dan atau pemerintah daerah.(SNP). Sesuai kewenangan pembinaan. Sumbangan dapat berupa uang dan/atau barang/jasa yang bersifat sukarela. Pemerintah dapat membatalkan pungutan yang dilakukan oleh madrasah/Pps apabila madrasah tersebut melanggar peraturan perundang. dan pencairan dananya dilakukan secara bertahap sesuai dengan perencanaan atas Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  21 . Waktu Pencairan dan Penyalurandana BOS 1. tidak memaksa. Madrasah/PPs dapat menerima sumbangan dari masyarakat dan orang tua/wali siswa yang mampu untuk memenuhi kekurangan biaya yang diperlukan oleh sekolah. 7. 9.

kebutuhan pembiayaan pada madrasah. 22  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

Triwulan keempat (bulan September sampai dengan bulan Desember) dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada awal bulan September 2013.2. d. Triwulan pertama (bulan Januari sampai dengan bulan Maret) dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada awal bulan Januari 2013. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  23 . yaitu: a. Triwulan kedua (bulan April sampai dengan bulan Juni) dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada awal bulan April 2013). Pencairan dana BOS pada Madrasah Swasta/PPs Pada Tahun Anggaran 2013. Triwulan ketiga (bulan Juli sampai dengan bulan September) dilakukan aling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada awal bulan Juli 2013. Penyaluran dana BOS dilakukan setiap periode triwulanan (3 bulanan). dana BOS akan diberikan selama 12 bulan untuk periode Januari sampai Desember 2013. yaitu semester 2 tahun pelajaran 2012/2013 dan semester 1 tahun pelajaran 2013/2014. b. c.

Secara umum. provinsi. kabupaten/kota. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA Pengelolaan program BOS di lingkungan Kementerian Agama dilakukan oleh Tim Manajemen BOS. Manajemen BOS Tingkat Pusat a) Pengarah Menteri Agama b) Pembina Sekretaris Jenderal c) Penanggung Jawab Program • • Direktur Jenderal Pendidikan Islam Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam d) Penanggung Jawab Kegiatan Direktur Pendidikan Madrasahselaku Ketua Tim Manajemen BOS Pusat Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok 24  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . susunan organisasi pengelola BOS sebagai berikut: A.BAB DUA ORGANISASI. dan madrasah/PPs. Organisasi 1. Struktur organisasi tersebut dibentuk berdasarkan pertimbangan ketersediaan anggaran. mulai dari tingkat pusat. termasuk penambahan serta pengurangan unsur yang ada.

Pesantrenselaku Manajemen BOS Pusat Wakil Ketua Tim e) Tim Pelaksana Kegiatan pada Direktorat Pendidikan Madrasah Ketua Tim Pelaksana : Kasubdit Kesiswaan atau pejabat lainnya yang ditunjuk menangani BOS Madrasah Wakil Ketua Tim Pelaksana : Kasubag Tata Usaha Anggota: · · · f) 2 (dua) orang Kepala Seksi pada Subdit Kesiswaan 1 (satu) orang Kepala Seksi lainnya yang menangani data dan Sistem Informasi 3 (tiga) orang staf pelaksana Tim Pelaksana Kegiatan pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ketua Tim Pelaksana : Kasubdit Pendidikan Kesetaraan atau pejabat lainnya yang ditunjuk menangani BOS Pondok Pesantren Salafiyah Wakil Ketua Tim Pelaksana : Kasubag Tata Usaha Anggota: · · · 2 (dua) orang Kepala Seksi pada Subdit Pendidikan Kesetaraan 1 (satu) orang Kepala Seksi lainnya yang menangani data dan Sistem Informasi 2 (dua) orang staf pelaksana Kasi Beasiswa dan Bantuan g) Sekretariat Tim Manajemen Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  25 Ketua: .

akan 26  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .Operasional Madrasah Dalam melaksanakan tugasny a.

Pontren/TOS) • Ketua Tim Pelaksana : Pejabat Eselon IV atau pejabat lainnya yang ditunjuk menangani BOS Sekretaris Tim Pelaksana Anggota (maksimal 4 orang disesuaikan dengan beban kerja) • • 3.dibantukonsultan (jika ada) dan staf pendukung. Manajemen BOS tingkat Kabupaten/Kota a) Pengarah • Bupati/Walikota • Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota • Ke p a l a K a n t o r Ke m e n t e r i a n Agama Kabupaten/Kota Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  27 . Manajemen BOS tingkat Provinsi a) Pengarah • • • Gubernur Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi b) Pembina Kabag Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian c) Penanggung Jawab Kegiatan • • Kabid Pendidikan Madrasah/TOSselaku Ketua Tim Manajemen BOS Provinsi Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren/TOSselaku Wakil Ketua Tim Manajemen BOS Provinsi d) Tim Pelaksana Kegiatan (Pendidikan Madrasah dan atau PD. 2.

28  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Pontren/TOS) • • • Ketua Tim Pelaksana Sekretaris Tim Pelaksana Anggota (maksimal jumlah tim pelaksana 4 orang disesuaikan dengan beban kerja) 4. Manajemen BOS tingkat Satuan Pendidikan a) Penanggung Jawab Kepala Madrasah/Penanggung Jawab PPs b) Tim Pelaksana • • Ketua Tim Pelaksana Pendidik/tenaga kependidikan yang diberi tanggung jawab dalam mengelola dana BOS di tingkat madrasah/PPs sebagai Bendahara Pembantu Pengeluaran Komite Madrasah/Yayasan (2 orang) • Catatan : - Rekruitmen Anggota tim pelaksana bertanggung jawab pada bidang keuangan. data.b) Pembina Kasubag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota c) Penanggung Jawab Kegiatan • • Kasi Pendidikan Madrasah/TOSselaku Ketua Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren/TOSselaku Wakil Ketua Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota d) Tim Pelaksana Kegiatan (Pendidikan Madrasah dan atau PD. perencanaan. monitoring dan evaluasi serta pengaduan masyarakat dan publikasi.

Mengumpulkan dan memutakhirkan data peserta didik yang dikirim dari setiap provinsi. Tugas dan Tanggung Jawab 1. d) e) Menetapkan biaya satuan BOS dan sasaran program BOS. susunan pengelola pada Tahun Anggaran 2013 dapat merujuk pada susunan pengelola Tahun Anggaran 2012 tanpa mengurangi tugas dan tanggung jawab yang ada. Pada tahapan transisi atas perubahan organisasi tersebut. f) g) Menetapkan distribusi alokasi BOS tiap provinsi berdasarkan data jumlah peserta didik penerima. Tim Manajemen BOS Pusat dapat menyalurkan dana BOS langsung ke Madrasah Swasta untuk memenuhi kekurangan alokasi BOS pada DIPA provinsi. h) Dalam kondisi tertentu. Tim Manajemen BOS Tingkat Pusat a) Direktur Jenderal Pendidikan Islam menetapkan dan menerbitkanKeputusan Tim Manajemen BOS tingkat Pusat dan Provinsi.- Penetapan Organisasi Pengelola BOS disesuaikan dengan anggaran yang ada. Melakukan verifikasi data jumlah peserta didik per-madrasah dengan Tim Manajemen BOS Provinsi. c) Menyusun rancangan program. kegiatan dan komponen. i) Menyediakan situs Sistem Informasi Manajemen BOS Online sebagai pendukung pengelolaan dana BOS dan media publikasi Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  29 . B. b) Menyusun dan menyiapkan peraturan yang terkait dengan pelaksanaan program BOS.

tentang daftar 30  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

s) Ti d a k m e l a k u k a n t i n d a k a n y a n g t i d a k diperkenankan. p) Berkoordinasi dengan Tim Manajemen BOS Provinsi dan Tim Manajemen BOS Kabupaten/ Kota serta dengan pihak lain yang terkait atas penanganan pengaduan yang perlu ditindaklanjuti. meliputi: · melakukan pungutan dalam bentuk apapun kepada Tim Manajemen BOS Provinsi/ Kabupaten/Kota/madrasah. n) Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  31 . o) Memonitor perkembangan penyelesaian penanganan pengaduan yang dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Provinsi dan atau Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota.madrasah penerima BOS. besarnya alokasi BOS dan penggunaan dana BOS tiap madrasah. m) Merencanakan dan melaksanakan monitoring dan evaluasi. k) Menetapkan alokasi dana pengelolaan dan manajemen (safe guarding) BOS untuk tingkat provinsi secara proporsional. Menyusun laporan pelaksanaan BOS secara nasional. q) r) Bersedia untuk diaudit oleh lembaga yang berwenang. l) Mengelola dana pengelolaan dan manajemen ( safe guarding ) BOS tingkat pusat sesuai ketentuan secara akuntabel dan transparan. j) Melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas pengelola BOS tingkat provinsi.

Menetapkan alokasi dana BOS untuk tiap madrasah negeri. e) f) g) Melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas pengelola BOS tingkat kabupaten/ kota. pengarang. h) Menyampaika n usulan penambahan dan pengurangan dana BOS pada DIPA Provinsi dan DIPA madrasah negeri setelah dilakukan penyesuaian jumlah siswa terutama setelah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). penerbit dan toko buku/ distributor. b) Mengumpulkan dan memutakhirkan data peserta didikyang dikirim dari setiap kabupaten/kota. Tim Manajemen BOS tingkat Provinsi a) Menetapkan dan Menerbitkan KeputusanTim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. 2. d) Merekapitulasi data jumlah peserta didik penerima dan alokasi dana BOS tiap kabupaten/ kota serta tiap madrasah/pps yang telah ditetapkan dan diusulkan oleh Tim Manajemen BOS kabupaten/kota.· melakukan pemaksanaan/h i m b a u a n atau kebijakan lain yang sejenis kepada madrasah dalam proses penentuan judul buku. c) Melakukan verifikasi data jumlah peserta didik per-madrasah/pps dengan Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota dan melaporkan ke Tim Manajemen BOS Pusat. 32  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Menetapkan alokasi dana BOS untuk tiap madrasah swasta/pps dan menyalurkannya tepat waktu dan tepat jumlah.

n) o) Memonitor perkembangan penyelesaian penanganan pengaduan yang dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Mengelola dana pengelolaan danmanajemen(safe guardin g ) B O S s e c a r a akuntabel dan transparan. Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat. q) Melaporkan setiap kegiatan yang dilakukan kepada Tim Manajemen BOS Pusat. j) k) Memastikan penggunaan dana BOS di madrasah/ pps berdasarkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatandan Anggaran Madrasah/ PPs (RKA-M/PPs). s) Dalam menjalankan Tugas dan Tanggung Jawab Tim Manajemen BOS Provinsi melibatkan peran serta musyawarah Kelompok Kerja Kepala Madrasah tingkat provinsi dan stakeholder lainnya. l) m) Merencanakan dan melaksanakan monitoring dan evaluasi. r) Melaporkan penggunaan dana pengelolaan dan manajemen (safe guarding) BOS kepada Tim Manajemen BOS Pusat. p) B e r t a n g g u n g j a w a b t e r h a d a p k a s u s penyimpangan penggunaan dana BOS di tingkat provinsi. Melakukan monitoring dan evaluasi penyaluran dana BOS melalui situs Sistem Informasi Manajemen BOS online. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  33 .i) Menetapkan alokasi dana pengelolaan dan manajemen (safe guarding) BOS untuk tingkat kabupaten/kota secara proporsional.

t) Bersedia untuk diaudit oleh lembaga yang berwenang. mendorong madrasah untuk melakukan pelanggaran terhadap ket e n t u a n penggunaan dana BOS. u) Ti d a k m e l a k u k a n t i n d a k a n y a n g t i d a k diperkenankan. d) Melakukan verifikasi data jumlah peserta didik per-madrasah dan melaporkan ke Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Tim Manajemen BOS tingkat Kabupaten/Kota a) Menyelenggarakan pelayanan pendidikan dasar sesuai Standar Pelayanan Minimal Pendidikan. penerbit dan toko buku/ distributor. meliputi: · melakukan pungutan dalam bentuk apapun kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/ Kota/madrasah. melakukan pemaksanaan/h i m b a u a n atau kebijakan lain yang sejenis kepada madrasah dalam proses penentuan judul buku. · · 3. b) Menetapkan dan menerbitkan KeputusanTim Manajemen BOS Madrasah Negeri. c) Mengumpulkan dan memutahirkan data peserta didikyang dikirim dari setiap madrasah. Menetapkan data j umlah peserta didik penerimadan alokasi dana BOS tiap madrasah swasta/PPs. pengarang. Melakukan koordinasi dengan Tim Manajemen BOS Provinsi dan dengan madrasah swasta/PPS e) f) 34  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

i) Melatih. j) k) Merencanakan dan melaksanakan monitoring dan evaluasi. l) Melakukan monitoring penyaluran dana BOS melalui situs Sistem Informasi Manajemen BOS online.dalam rangka penyaluran dana BOS. Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota dapat membentuk dan memberi kuasa kepada Tim Perencanaan Program BOS Madrasah atau bentuk lain yang sejenis dengan melibatkan peran serta Kelompok Kerja Kepala Madrasah. m) Memastikan penggunaan dana BOS di satuan pendidikan penerima BOS berdasarkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah/PPs (RKAM/PPs). Mengelola dana pengelolaan dan manajemen (safe guarding ) BOS secara akuntabel dan transparan. g) Melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas pengelola BOS tingkat satuan pendidikan penerima BOS. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  35 . Dalam hal proses verifikasi dan persetujuan Rencana Kerja Madrasah. membimbing dan mendorong satuan pendidikan penerima BOS dalam melaksanakan kewajibannya untuk melakukan input data yang diminta pada situs Sistem Informasi Manajemen BOS online. g) Menyampaika n usulan penambahan dan pengurangan dana BOS pada madrasah negeri setelah verifikasi dan menerima usulan terutama setelah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada madrasah tersebut.

melakukan pemaksanaan/h i m b a u a n atau kebijakan lain yang sejenis kepada madrasah dalam proses penentuan judul buku. meliputi: · melakukan pungutan dalam bentuk apapun kepada Tim Manajemen BOS madrasah. jawab dana terhadap kasus di tingkat p) Melaporkan pelaksanaan program BOS kepada Tim Manajemen BOS Provinsi. q) Melaporkan penggunaan dana pengelolaan dan manajemen BOS kepada Tim Manajemen BOS Provinsi. pengarang.n) o) Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat. mendorong madrasah untuk melakukan pelanggaran terhadap ket e n t u a n penggunaan dana BOS. · · 36  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . t) Bersedia untuk diaudit oleh lembaga yang berwenang. r) Mengumpulkan serta merekapitulasi data dan laporan dari satuan pendidikan penerima BOS. Bertanggung penyalahgunaan kabupaten/kota. s) Dalam menjalankan Tugas dan Tanggung Jawab Tim Manajemen BOS Provinsi melibatkan peran serta musyawarah Kelompok Kerja Kepala Madrasah tingkat kabupaten/kota dan stakeholder lainnya. u) Ti d a k m e l a k u k a n t i n d a k a n y a n g t i d a k diperkenankan. penerbit dan toko buku/ distributor.

Bagi madrasah negeri. Tim Manajemen BOS Madrasah/PPs harus merencanakan kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan madrasah/PPs sesuai dengan Rencana Kerja Tahunan (RKT)/Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah/PPs (RKA-M/ PPs). b) Kepala Madrasah swasta menetapkan Tim Manajemen BOS madrasah. d) Melakukan input data pada situs Sistem Informasi Manajemen BOS online. segera melakukan usulan revisi sesuai ketentuan. h) Melakukan verifikasi kesesuaian jumlah dana BOS yang diterima dengan jumlah peserta Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  37 . Tim Manajemen BOS tingkat Satuan Pendidikan a) Menyelenggarakan pelayanan pendidikan dasar sesuai Standar Pelayanan Minimal Pendidikan. e) f) Melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas pengelola BOS madrasah/PPs. Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah/PPs (RAK-M/PPs) harus sesuaiberdasarkan pada Standar Biaya Umum (SBU) dan Bagan Akun Standar (BAS).4. atau Ketua Yayasan/ Penanggung jawab PPs menetapkan Tim Manajemen BOS PPs. g) Bagi madr asah neger i. c) Menyampaikan data peserta didik secara berkala ke Tim Manajemen BOS Kabupaten/ Kota. Jika terdapat ketidaksesuaian. Tim Manaj emen BOS Madrasah melakukan telaah dokumen anggaran untuk meneliti kesesuaian antara kegiatan dengan kode akun serta ketentuan lainnya yang dipersyaratkan.

didik yang ada. Setiap terjadi perubahan jumlah 38  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

(Formulir BOS-08A). dan Komite Madrasah/Yayasan. mengidentifikasi peserta didikdari keluarga miskin yang akan dibebaskan dari segala jenis iuran sesuai ketentuan. i) j) Mengelola dana BOS secara bertanggungjawab (akuntabel) dan transparan. Mengumumkan besar dana BOS yang digunakan oleh madrasah/PPs di papan pengumuman madrasah/PPs yang ditandatangani oleh Kepala Madrasah/Penanggung Jawab PPs. dan Komite Madrasah/Yayasan m) n) Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  39 .peserta didik terutama paska Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). (Formulir BOS-08B). Membuat laporan bulanan pengeluaran dana BOS dan barang-barang yang dibeli oleh madrasah/PPs yang ditandatangani oleh Kepala Madrasah/Penanggung Jawab PPs. Laporan realisasi disampaikan ke Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. l) Mengumumkan daftar komponen yang boleh dan yang tidak boleh dibiayai oleh dana BOS serta rencana penggunaan dana BOS di madrasah/PPs menurut komponen dan besar dananya di papan pengumuman madrasah/PPs. M e m b u a t l a p o r a n r e a l i sa si p e n g g u n a a n dana BOS triwulanan dan memasukkan data realisasi ke dalam sistem online. k) Bersama-sama dengan Komite Madrasah/ Yayasan. Tim Manajemen BOS madrasah/PPs wajib melaporkan ke Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota untuk diteruskan ke Tim Manajemen BOS provinsi/ Pusat. Bendahara Pengeluaran. Bendahara.

meliputi: · Melakukan manipulasi data jumlah peserta didik dengan maksud untuk memperoleh dana BOS lebih besar. · 40  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Bersedia diaudit oleh lembaga yang berwenang terhadap seluruh dana yang dikelola oleh madrasah/PPs. o) Bertanggungjawab terhadap penyimpangan penggunaan dana di madrasah/PPs.(lihat pertanggungjawaban Keuangan BOS). r) Ti d a k m e l a k u k a n t i n d a k a n y a n g t i d a k diperkenankan. p) q) Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat. Bertindak sebagai distributor atau pengecer buku kepada peserta didik di madrasah/ PPs. baik yang berasal dari dana BOS maupun dari sumber lain.

namun hal-hal yang berhubungan dengan rencana pengembangan madrasah/PPs ke depan dan mutu lulusan menjadi perhatian utama yang tidak boleh terabaikan. Pemenuhan SPM adalah acuan dalam penyusunan program. Rencana Kerja Tahunan (RKT). yaitu kesadaran dan komitmen bersama dari stakeholder madrasah/PPs untuk senantiasa berusaha meningkatkan mutu. dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah/PPs (RAK-M/ PPs). Langkah awal yang perlu dilakukan madrasah adalah pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Mekanisme Perencanaan dan Penganggaran BOS 1.Ketersediaan RK-M/PPs yang akurat akan membantu madrasah memenuhi tuntutan publik Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  41 . kemudian menganalisis kesenjangan. Program peningkatan mutu secara berkelanjutan harus dimulai dengan evaluasi diri madrasah/PPs. menyusun program dan kegiatan serta menuangkannya ke dalam Rencana Kerja Madrasah/PPs(RK-M/ PPs). Untuk dapat mengarah pada SNP. Penyusunan Rencana Kerja Madrasah/PPs Setiap madrasah harus terus melakukan upaya peningkatan mutu pendidikan yang merujuk kepada Standar Nasional Pendidikan (SNP).BAB TIGA MEKANISME DAN IMPLEMENTASI PENGELOLAAN BOS PADA MADRASAH SWASTA DAN PONDOK PESANTREN SALAFIYAH A. madrasah/PPsharus membangun budaya mutu.

dan RKAM Penyusunan Program dan Kegiatan Dana BOS yang diterima harus didaftar sebagai salah satu sumber penerimaan dalam RAK-M/PPS. Penetapan tersebut didistribusikan kepada DIPA Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan DIPA Madrasah Negeri. dan antara Penanggung Jawab PPs dengan Yayasan. Penggunaan dana BOS di madrasah/PPs harus didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara Kepala Madrasah/Dewan Guru dan Komite Madrasah untuk di madrasah swasta.tentang perlunya partisipasi. disamping dana yang diperoleh dari sumber lain yang sah. Dana BOS pada DIPA Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi ini merupakan anggaran yang akan dialokasikan kepada madrasah swasta dan PPs 42  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . keterbukaan dan akuntabilitas. Evaluasi Diri Madrasah Analisis Kesenjangan SNP-SPM RKM. 2. RKT. Hasil kesepakatan tersebut harus dituangkan secara tertulis dalam bentuk berita acara rapat yang dilampirkan tanda tangan seluruh peserta rapat yang hadir. Perancangan dan Pengalokasian Anggaran BOS Rancangan anggaran BOS ditetapkan berdasarkan data realisasi dan penyaluran p ada tahun sebelumnya.

pada provinsi tersebut. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  43 .

Tim Manajemen BOS Provinsi dan Tim Manajemen BOS Kabupaten/ Kota melakukan verifikasi ulang data jumlah siswa tiap madrasah/PPs sebagai dasar dalam menetapkan alokasi di tiap madrasah/PPs. Tim Manajemen BOS Pusat menetapkan alokasi dana BOS untuk madrasah/PPS pada tiap provinsi yang dituangkan dalam DIPA Kanwil Kementerian Agama Provisni. d. SK yang telah ditandatangani dilampiri daftar nama madrasah/pondok pesantren salafiyah dan besar dana bantuan yang diterima (Formulir BOS-03A dan Formulir BOS-03B).Pengalokasian dana BOS pada madrasah/PPS dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Madrasah/PPs yang bersedia menerima dana BOS harus menandatangani Surat Perjanjian Pemberian Bantuan (SPPB) sebagaimana pada Formulir BOS-01. Setelah menerima alokasi dana BOS dari Tim Manajemen BOS Pusat. . Tim Manajemen BOS Pusat mengumpulkan data jumlah siswa madrasah/PPS pada tiap kabupaten/kota melalui Tim Manajemen BOS Provinsi Provinsi baik secara offline maupun secara online melalui Sistem Informasi Manajemen BOS. c. b. Atas dasar data jumlah siswa madrasah/ PPS pada tiap kabupaten/kota tersebut. Ti m M a n a j e m e n B O S K a b u p a t e n / Ko t a menetapkan madrasah/PPS yang bersedia menerima BOS melalui Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kab/Kota.

Madrasah/PPs mengirimkan nomor rekening t e r s e b u t k e p a d a Ti m M a n a j e m e n B O S Kabupaten/Kota (Formulir BOS04). Oleh karena itu. harus membuka nomor rekening atas nama madrasah/PPs (tidak boleh atas nama pribadi). Mekanisme Penyaluran Dana Syarat penyaluran dana BOS untuk madrasah dan PPs adalah: a. . b. Dalam menetapkan alokasi dana BOS tiap madrasah/ PPs perlu dipertimbangkan bahwa dalam satu tahun anggaran terdapat dua periode tahun pelajaran yang berbeda. Tim Manajemen BOS Kab/Kota mengirimkan SK Alokasi BOS dan lampirannya tersebut kepada Tim Manajemen BOS Provinsi. segera setelah masa pendaftaran siswa baru tahun 2013 selesai. B. · Alokasi dana BOS untuk periode JuliDesember 2013 didasarkan pada data jumlah siswa semester pertama tahun pelajaran 2013/2014. Bagi madrasah/PPs yang belum memiliki rekening rutin. setiap madrasah/PPS diminta agar mengirimkan data jumlah siswa ke Tim Manajemen BOS Kab/Kota. Mekanisme Penyaluran dan Pengambilan Dana BOS 1. sehingga perlu acuan sebagai berikut: · Alokasi dana BOS untuk periode Januari-Juni 2013 didasarkan pada jumlah siswa semester kedua tahun pelajaran 2012/2013. tembusan ke madrasah/PPs penerima BOS.e.

Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota melakukan verifikasi dan mengkompilasi nomor rekening madrasah/PPS dan selanjutnya dikirim kepada .c.

nomor rekening dan nama bank yang telah dilegalisir oleh pejabat bank. Triwulan Kedua (bulan April-Juni) dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada bulan April 2013. madrasah/PPs menyertakan salinan halaman muka buku rekening yang memuat informasi nama madrasah. disertakan pula daftar madrasah/PPs yang menolak BOS (Formulir BOS-05B). Tahapan Penyaluran dana BOS: a. Penyaluran dana BOS untuk periode JanuariDesember 2013 dilakukan secara bertahap dengan ketentuan: 1) Dana BOS disalurkan setiap periode tiga bulanan. · · · . 2. Triwulan Keempat (bulan OktoberDesember) dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada bulan Oktober 2013. Triwulan Ketiga (bulan JuliSeptember) dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada bulan Juli 2013. d. Untuk memenuhi persyaratan penyaluran dana BOS di KPPN. 2) Dana BOS diharapkan dapat disalurkan dari KPPN ke madrasah/PPs di bulan pertama dari setiap periode tiga bulanan dengan ketentuan: · Triwulan Pertama (bulan JanuariMaret) dilakukan paling lambat akhir bulan Januari 2013.Tim Manajemen BOS Provinsi (Formulir BOS05A).

Tetapi apabila setelah PSB diperoleh jumlah siswa 90 orang. apabila data jumlah siswa tiap madrasah/PPs pada tahun ajaran baru diperkirakan terlambat. maka penyesuaian dana BOS pada periode Juli-September tersebut dilakukan pada penyaluran periode OktoberDesember.Desember dicairkan untuk 120 orang. maka periode OktoberDesember dicairkan untuk 80 orang.· Khusus penyaluran dana BOS periode Juli-September. kemudian untuk periode Juli-September dicairkan untuk 100 orang. maka periode Oktober. . Contoh: Jumlah siswa pada periode AprilJuni 100 orang. Selanjutnya bila ditemukan selisih setelah ditetapkan jumlah siswa pasca Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). segera menyampaikan laporan perubahan jumlah siswa yang ada pasca PPDB kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota dengan tembusan Tim Manajemen BOS Provinsi. · Bagi PPs yang melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbeda waktu dengan kalender pendidikan umum. maka jumlah dana BOS yang digunakan pada periode ini didasarkan pada data periode AprilJuni. Dengan pertimbangan tersebut. dana BOS yang berhak diterima akan sesuai dengan jumlah siswa keseluruhan. Jika setelah PPDB selesai diperoleh jumlah siswa 110 orang.

· Madrasah/PPs wajib melaporkan setiap perubahan jumlah siswa setiap .

6) Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota dan . 3) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi selanjutnya mengirimkan SPM-LS dimaksud kepada KPPN Provinsi. b. Penyaluran dana dilaksanakan oleh Tim Manajemen BOS Provinsi dengan tahap-tahap sebagai berikut: 1) Tim Manajemen BOS Provinsi mengajukan Surat Permohonan Pembayaran Langsung (SPP-LS) dana BOS sesuai dengan kebutuhan yang disertakan lampiran nomor rekening masing-masing madrasah/PPs penerima BOS. pengajuan Surat Permohonan Pembayaran Langsung (SPP-LS) dana BOS dilakukan setelah mendapatkan persetujuan penerbitan rekening penyalur dari Kementerian Keuangan. 4) KPPN Provinsi melakukan verifikasi terhadap SPM-LS untuk selanjutnya menerbitkan SP2D yang dibebankan kepada rekening Kas Negara. kemudian menerbitkan Surat Perintah Membayar Langsung (SPMLS).triwulan akibat terjadinya pindah/ mutasi atau meninggal atau lainnya. 5) KPPN mencairkan dana BOS langsung ke rekening masing-masing madrasah/PPS penerima BOS atau ke rekening Bank/Pos penyalur. Bagi provinsi yang menggunakan mekanisme bank/Pos penyalur. 2) Unit terkait di Kanwil Kementerian Agama Provinsi melakukan verifikasi atas SPP-LS dimaksud.

madrasah/PPs kesesuaian harus mengecek .

Mekanisme Pengambilan Dana BOS pada Madrasah Swasta/PPS a. Jika terdapat perbedaan dalam jumlah dana yang diterima. 8) Jika terdapat siswa pindah/mutasi ke madrasah/PPs lain setelah pencairan dana pada triwulan berjalan. maka perbedaan tersebut harus segera dilaporkan kepada Tim Manajemen BOS Provinsi untuk segera dilakukan penyesuaian lebih lanjut. maka dana BOS siswa tersebut dalam triwulan berjalan menjadi hak madrasah/PPs lama. maka madrasah/PPs diperbolehkan untuk menyimpan kelebihan dana tersebut pada rekening madrasah/PPs yang bersangkutan dan melaporkan kelebihan dana tersebut kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/ Kota untuk kemudian diperhitungkan dengan jumlah pencairan dana BOS pada triwulan berikutnya. misalnya akibat kesalahan data jumlah siswa. Ketentuan ini hanya berlaku pada tahun anggaran berjalan. 7) Jika dana BOS yang diterima oleh madrasah/ PPs pada salah satu tahap lebih besar dari jumlah yang seharusnya.dana yang disalurkan dengan alokasi BOS yang ditetapkan oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. 3. Pengambilan dana BOS dilakukan oleh Kepala Madrasah/PPs (atau bendahara BOS madrasah/ PPs) dengan diketahui oleh Ketua Komite Madrasah dan dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan (Formulir .

BOS-13) dengan menyisakan saldo minimum sesuai peraturan yang berlaku. Saldo minimum ini bukan .

b. dan tidak diperkenankan adanya pemotongan atau pungutan biaya apapun dengan alasan apapun dan oleh pihak manapun. Dana BOS harus diterima secara utuh sesuai dengan SK Alokasi yang dibuat oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. d. B u n g a B a n k / J a s a G i r o a k i b a t a d a n y a dana di rekening madrasah/PPs menjadi milik madrasah/PPs untuk digunakan bagi kepentingan madrasah B. Mekanisme Penggunaan Dana BOS Penggunaan dana BOS di madrasah harus didasarkan . c. Setiap triwulan. Bilamana terdapat sisa dana di madrasah/ PPS pada akhir tahun anggaran. Pengambilan dana tidak diharuskan melalui sejenis rekomendasi/ persetujuan dari pihak manapun. bukan berarti harus dihabiskan dalam periode tersebut.termasuk pemotongan. maka dana tersebut tetap milik kas madrasah/PPs (tidak disetor ke kas negara) dan harus digunakan untuk kepentingan madrasah/PPs. Besar penggunaan dana BOS tiap bulan disesuaikan dengan kebutuhan madrasah/PPs sebagaimana tertuang dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKA-M/PPS) atau RAPB-M/PPs. sehingga menghambat pengambilan dana dan jalannya kegiatan operasional madrasah/PPs. Penyaluran dana BOS yang dilakukan secara bertahap (tiga bulanan). madrasah/PPs harus melaporkan realisasi penggunaan dana BOS melalui Sistem Informasi Manajemen BOS online. e.

pada kesepakatan dan keputusan bersama antara .

Kepala Madrasah/Dewan Guru dan Komite Madrasah. di samping dana yang diperoleh dari Pemda atau sumber lain yang sah dan disetujui oleh Kasi Madrasah/TOS Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. PD Pontren (Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren)/TOS Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.kegiatan berikut: . dapat digunakan untuk membiayai komponen kegiatan. Dana BOS yang diterima oleh madrasah. Perencanaan kegiatan bersumber dana BOS harus sesuai dengan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKA-M/ PPs. yang harus didaftar sebagai salah satu sumber penerimaan dalam RAK-M/PPs/RAPB-M/PPs. penggunaan dana BOS didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara Penanggungjawab Program dengan Pengasuh Pondok Pesantren dan disetujui oleh Kasi PK. Khusus untuk Pesantren Salafiyah.

No 1 Klasifikasi Standar Nasional Pendidikan Siandar Kompelensi Lulusan Slandar Sarana dan Prasarna Komponen Pembiayaan PembeUan/ Penggandaan buku leks pelajaran dan Pengembangan Perpuslakaan Item Pembiayaan · Mengganti buku leks yang rusaklmenambah kekurangan untuk memenuhi rasio sallJ peserIa didik salu buku · Langganan publikasi belkala · AI<. konsumsi panilia. fotocopy. Gerakan Siswa Bersatu Menuju Madrasah RamahAnak • Usaha Kesehalan Sekolah (UKS) Termasuk untuk honor jam mengajar lambahan di luar jam pelajaran dan biaya transportasinya. dan pengembangan kapasilas individu peserta didik 4 Standar Penilaian Kegialan Ulangan dan Ujian • Ulangan harian. karya ilmiah remaja. alat kesenian dan biaya pendafiaran mengikuti lomba.ses infonmasi onUne · Memerlhara bukulkoleksi perpuslakaan · Peningkalan kompetensi tenaga puslakawan · Pengembangan database perpuslakaan · Memelihara perahot perpuslakaan Penjelasan •Perhatikan UU No 43 Tahun 2007 lenlang perpuslakaan · Perhatikan PerallJran Mendiknas No 2 Tahun 2008 ten tang Buku dan KepullJsan o. kesenian.2010 dan 2012 berkenaan dengan Penelapan Buku yang Telah Lulus Penilaian · Minimal 5% dari dana BOS · Pembelian buku dapat dilakukan dengan menunjukkan kesenjangan pencapaian Standar Pelayanan Minimal yang te~abalkan pada Rencana Ke~a Madrasah. biaya data entri dan uang lembur dalam rangka penerimaan peserta didikbaru 2 Standar Pengelolaan Pembelajaran Kegiatan dalam rangka penerimaan peserta didikbaru • Biaya pendaftaran • Penggandaan formulir • Administrasi pendaftaran • Pendaftaran ulang • Biaya pendalaan • Pembualan spanduk madrasahbebas pungulan 3 Standar Kompetensi Lulusan Standar Proses Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler unllJk peserta didik • PAKEM(MI) • Pengembangan Sekolah Ramah Anak di Madrasah • Pembelajaran Kontekstual (MTs) • Pengembangan pendidikan karakter • Pembelajaran remedial • Pembelajaran pengayaan • Pemanlapan persiapan ujian • OIahraga. • Ulangan umum. • Ujan sekolah Termasuk untuk fotocopy. palang merah remaja. biaya transportasi dan akomodasi peserta didiklguru dalam rangka mengikuti lomba. Termasuk untuk fotocopy.2009. penggandaan soat honor koreksi ujian dan honor guru dalam rangka penyusunan rapor slswa .~en Pendidikan Islam Tahun 2008. membeli alat olah raga.rohani Islam. pramuka.

kapur tulis. majalah ilmiah. Jika dalam keadaan mendesak dan IIdak ada sumber dana lainnya. dan telepon. jika di sekofah yang tidak ada jaringan listrik • Pengecatan. pensil. perbaikan lantai ubin/keramik dan perawatan fasilitas madrasah lalnnya Penjelasan Pengadaan/pembelian barang per belanja tidak melebihi Rp 10 juta 5 6 Slandar Pembiayaan Langganan daya danjasa Penggunaan Internet dengan mobile modem dapat dilakukan untuk maksimal pembelian voucher sebesar Rp. buku induk siswa.No Klasifikasi Standar Nasional Pendldikan Slandar Pembiayaan Komponen Pembiayaan Pembelian DahanDahan habis pakai Item Pembiayaan • 6uku tulis. sumber air bersih yang aman.000 per bulan 7 Slandar Sarana dan Prasarana Pemeliharaan dan Perawalan serta perkualanmadrasah Kamar mandi dan we siswa harus dljamln berfungsl dengan baik dengan rasio yang memadal (1:40 untuk we laki-Iaki dan 1:25 unluk we perempuan) . majalah penOKlikan. perbaikan pintu dan jendela • dan Per1\uatan atap struktur bangunan • Perbaikan mebeler. internet (fixed/mobile modem) baik dengan cara berlangganan maupun prabayar • Pembiayaan penggunaan internet termasuk untuk pemasangan baru • Membeli genset atau jenis lainnya yang lebih cocok di daerah tertentu misalnya panel surya. air. majalah sastra • Minuman dan makanan ""gan untuk kebutuhan sehari-hari di madrasah • Pengadaan suku cadang alat kantor • Ustrik. perbaikan atap bocor. kertas. seha~ dan hemal. buku invenlaris • Langganan koran. spidell. Madrasah swasta/Pps bofeh menggunakan tidak leblh dan 20% dana 60S yang diterima untuk belanja 8 Slandar Pendidik dan Tenaga Kependldikan Pembayaran honoIartum bulanan guru honoIer dan tenaga • Guru honorer (hanya untuk memenuhi SPM) admlnlstrasl • Pegawai (termasuk administrasl 60S . bahan praktikum. 250. dana 60S dapat digunakan untuk pembelian meja dan kursi siswa Jika meja dan kursi yang ada sudah rusak beral selelah dilakukan analisis keubuluhan dan RKAM dan telah mendapatl<an persetujuan dart Kepala Kantor Kemenlerian Agama KablKota. perbaikan sanitasi sekolah (kamar mandi dan wC).

baik dan pusat. hanya berlaku untuk daerah terpencillterdepan yang dilelapkan pemerintah. dlam rangka penguatan kelembagaan madrasah KKGlMGMP. perahu penyeberangan. dn) • Mernbeli seragam. adil'liyata dan ramah anak yang dlsetenggarakan oleh atau melibatkan lembaga pendldikan dan pengembangan prolesi dan kompetensi guru 9 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pengembangan prolesi guru • penguatan kelembagaan KKGlMGMP dan KKKMlMKKM. . Keputusan pengangkatan guru honor dan tenaga kependidikan honorer diterbitkan setiap tahun oleh Kepala Madrasah Dana BOS diperbolehkan hanya untuk biaya transport. sepatu dan alai lulis bagi peserta didikpenerima Beasiswa siswa miskin (BSM) sebanyak penerima SSM. KKKMlMKKM atau dalam rangka pemenuhan indlkator madrasah aman. uang sakudan penginapan seta pendaftaranOika ada) dalam rangka pengembangan prolesi guru. provinsi maupun kabupateru1<otadi madrasah tersebuC Pembelian alat transporlasi sederhana sebagai aset madrasah. bersih dan sehat.kepeodiclikan honorer • • • • untuk MI) Pegawai peIJlUstakaan Penjaga Madrasah Satpam Pegawai kebersihan pegawai (komponen honor rutin dan honor kegiatan) Pembayaran Guru Honor lebih dart 20% dapat dilakukan dengan menunjukkan kesenjangan pencapaian Standar Pelayanan Minimal yang terdisknpsi pada Rencana Kerja Madrasah setelah mendapatkan persetojuan dan Kepala Kantor Kementenan Agama Kal:tlKota. 10 Proses Standar Mernbantu peserta • Pernberian tambahan didik yangmiskin bantuan biaya transportasi Standar Kompetensi bagi siswa miskin yang menghadapi masalah biaya Lulusan transport dan dan ke sekolah Mernbeli alat lransportasi sederhana bagi peserta didikmiskin yang akan menjadi barang inventaris sekolah (misalnya sepeda.

46  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs

Dalam hal penggunaan dana BOS di madrasah, harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: • • Prioritas utama penggunaan dana BOS adalah untuk kegiatan operasional madrasah; Bagi madrasah yang telah menerima bantuan/ blockgrant atau alokasi anggaran yang memiliki kesamaan peruntukan dengan komponen pembiayaan BOS, maka tidak diperkenankan menggunakan dana BOS untuk peruntukan yang sama; Jika dana BOS tidak mencukupi untuk pembelanjaan yang diperbolehkan (13 item pembelanjaan), maka madrasah dapat mempertimbangkan sumber pendapatan lain yang sah diterima oleh madrasah;

• Pembelian barang/jasa per belanja tidak melebihi Rp. 10 juta; • Biaya transportasi dan uang lelah bagi guru PNS yang bertugas di luar jam mengajar, harus mengikuti batas kewajaran sesuai ketentuan.

Berdasarkan ketentuan tersebut Madrasah berkewajiban menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah/ PPS secara terintegrasi . RKAM/PPS disusun dengan mengidentifikasi dan mentargetkan proyeksi dari seluruh sumber pendapatan pembiayaan Madrasah dari Yayasan, Masyarakat, Pemda, dan BOS dan Lainnya yang kemudian dapat dijabarkan dalam rencana kerja dan anggaran dalam pembiayaan Madrasah selama 1 (satu) tahun Anggaran dan Pembelajaran, Sehingga dihasilkan Dokumen Rancangan Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah/PPs dengan sumber-sumber pendapatan serta rencana anggaran berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan dalam 1(satu) tahun yang dijadikan acuan pelaksanaan
Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  47

anggaran dalam rangka melaksanakan kinerjanya

48  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs

D. Prosedur Penyusunan Laporan • Laporan dana BOS meliputi aspek realisasi anggaran dan capaian kinerja berdasarkan Rencana Kerja Tahunan yang telah diterjemahkan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah/PPs.Capaian indikator Kinerja akan dibandingkan dengan indikator yang telah ditetapkan. Perbedaan yang ada akan menjadi bahan penyusunan Rencana Kerja Tahunan dan Rencana Kegiatan dan Anggaran pada tahun berikutnya. Laporan pada aspek realisasi penggunaan dana BOS disusun dan dilaporkan secara berkala sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang diatur dalam sistem pelaporan realisasi dana BOS;

E. Larangan Penggunaan Dana BOS • • • • Disimpan dalam jangka waktu lama dengan maksud dibungakan; Dipinjamkan kepada pihak lain; Membeli Lembar Kerja Siswa (LKS); Membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas madrasah dan memerlukan biaya besar, misalnya studi banding, studi tour (karya wisata) dan sejenisnya; Membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru; Membeli pakaian/seragam/sepatu bagi guru/ siswa untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris madrasah), kecuali untuk siswa miskin penerima BSM (Bantuan Siswa Miskin); Digunakan untuk rehabilitasi sedang dan berat; Membangun gedung/ruangan baru; Membeli bahan/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran; Menanamkan saham;
Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  49

• •

• • • •

Membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber dana pemerintah pusat atau pemerintah daerah secara penuh/wajar; Membiayai kegiatan penunjang yang tidak ada kaitannya dengan operasional madrasah, misalnya iuran dalam rangka perayaan hari besar nasional dan upacara keagamaan; Membiayai kegiatan dalam rangka mengikuti pelatihan/sosialisasi/pendampinga n terkait program BOS/perpajakan program BOS yang diselenggarakan lembaga di luar Kementerian Agama.

F. Mekanisme Pembelian Barang/Jasa di Madrasah/PPs Dalam rangka pembelian barang/jasa, Tim Madrasah/ PPs harus menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut: a. Tim Madrasah/PPs harus menggunakan prinsip keterbukaan dan ekonomis dalam menentukan barang dan tempat pembelian barang yang akan dibeli; b. Jika barang/jasa yang dibeli senilai lebih dari Rp. 5 juta, maka madrasah/PPs harus melakukan perbandingan harga di 2 atau lebih toko/penyedia jasa (Formulir BOS-14); c. Memperhatikan kualitas barang/jasa, ketersediaan, dan kewajaran harga; d. Membuat laporan singkat tertulis penetapan penyedia barang/jasa tentang

e. Diketahui oleh Komite Madrasah. f. Terkait dengan biaya untuk rehabilitasi ringan/ pemeliharaan bangunan sekolah, Tim Manajemen BOS Sekolah harus:
50  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs

Membuat rencana kerja. Memilih satu atau lebih pekerja untuk melaksanakan pekerjaan tersebut dengan standar upah yang berlaku di masyarakat G. Pembatalan BOS Apabila madrasah/PPs penerima BOS mengalami perubahan sehingga tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai penerima BOS atau tutup/bubar, maka bantuan dibatalkan dan dana BOS harus disetorkan kembali ke Kas Negara. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota bertanggungjawab dan berwenang untuk membatalkan madrasah/PPs tersebut sebagai penerima BOS.

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  51

cara. Penyaluran dan penggunaan dana BOS. Monitoring Bentuk kegiatan monitoring dan supervisi adalah melakukan pemantauan. Dalam pelaksanaannya. Administrasi keuangan BOS. 52  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . pembinaan dan penyelesaian masalah terhadap pelaksanaan program BOS. Pelayanan dan penanganan pengaduan Masalah BOS. Selain itu juga dilakukan monitoring terhadap pelayanan dan penanganan pengaduan.BAB EMPAT MONITORING DAN PELAPORAN A. menginvestigasi. Tim Manajemen BOS Provinsi. Komponen utama yang dimonitor antara lain: 1. 3. 5. sehingga pelayanan pengaduan dapat ditingkatkan. dan penggunaan yang tepat. dan Tim Manajemen BOS Kab/Kota. waktu. dan mendokumentasikan. 4. 2. monitoring pengaduan dapat dilakukan bekerjasama dengan lembaga-lembaga terkait. Alokasi dana BOS pada madrasah penerima bantuan. Secara umum tujuan kegiatan ini adalah untuk meyakinkan bahwa dana BOS diterima oleh yang berhak dalam jumlah. Pelaporan serta pengumuman rencana penggunaan dana BOS . Kegiatan ini dilakukan dengan mencari fakta. menyelesaikan masalah. Pelaksanaan kegiatan monitoring dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Pusat.

1. Monitoring oleh Tim Manajemen BOS Pusat Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  53 .

b. Responden adalah Tim Manajemen BOS Provinsi.a. Madrasah dan Bank/Pos penyalur (bila ada) d. Monitoring Capaian Program BOS Monitoring ditujukan untuk mengalisa dampak program BOS terhadap penuntasan Wajib Belajar 9 tahun yang bermutu serta implementasi penerapan MBS. Monitoring dilaksanakan pada saat persiapan pencairan dana. jumlah siswa miskin yang mendapatkan manfaat. Dampak program BOS terhadap penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun diukur berdasarkan peningkatan APK/APM. serta keseimbangan angka lulusan setingkat MI/setara dengan angka siswa yang melanjtkan ke jenjang lebih lanjut (MTs/setara) secara nasional. c. Monitoring Pelaksanaan Program Monitoring ditujukan untuk memantau: · · · Pencairan dan penggunaan dana BOS pada madrasah negeri Kinerja Tim Manajemen BOS Provinsi Pe n g g u n a a n d a n a p e n g e l o l a a n d a n manajemen(safeguarding) BOS di tingkat provinsi. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. pada saat pencairan dana dan pada saat paska pencairan dana/penggunaan dana. 54  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Merencanakan dan membuat jadual monitoring dengan mempertimbangkan monitoring yang telah dilaksanakan oleh Tim Manajemen BOS Provinsi dan atau Tim e.

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  55 .Manajemen BOS Kabupaten/Kota.

Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan penanganan pengaduan. · · · · Pengaduan ke Tim Manajemen BOS Pusat Kementerian Agama melalui nomor dan akses resmi yang ditentukan. Monitoring penyaluran/penc a i r a n d a n penggunaan dana dapat dilakukan secara khusus secara online. Kegiatan monitoring kasus pengaduan akan dilaksanakan sesuai dengan masalah dan kebutuhan di lapangan.f. g. Monitoring Kasus Pengaduan dan Penyimpangan Dana · Monitoring kasus pengaduan ditujukan untuk melakukan fact finding. Monitoring Capaian Program BOS Monitoring ditujukan untuk mengalisa dampak program BOS terhadap penuntasan Wajib Belajar 9 tahun yang bermutu serta implementasi penerapan MBS. Kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait dalam menangani pengaduan dan penyimpangan yang akan dilakukan sesuai kebutuhan. Dampak program BOS terhadap penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun diukur berdasarkan 56  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . investigasi. Responden disesuaikan dengan kasus yang terjadi. menyelesaikan masalah yang muncul di lapangan serta mendokumentasikannya. 2. Monitoring oleh Tim Manajemen BOS Provinsi a.

jumlah siswa miskin yang Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  57 .peningkatan APK/APM.

serta keseimbangan angka lulusan setingkat MI/setara dengan angka siswa yang melanjtkan ke jenjang lebih lanjut (MTs/setara) pada tingkat provinsi. Monitoring dilaksanakan pada saat persiapan pencairann dana. d. Monitoring penyaluran/penc a i r a n d a n penggunaan dana dapat dilakukan secara khusus secara online. g. Monitoring Pelaksanaan Program Monitoring ditujukan untuk memantau: · · · Pencairan dana BOS di madrasah negeri Penggunaan dana madrasah negeri BOS di tingkat Pe n g g u n a a n d a n a p e n g e l o l a a n d a n manajemen(safeguarding) BOS di tingkat kabupaten/kota. c. Responden terdiri dari Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. pada saat pencairan dana dan pasca pencairan dana/penggunaan dana BOS.mendapatkan manfaat. madrasah. Monitoring Kasus Pengaduan dan Penyimpangan Dana • Monitoring kasus pengaduan ditujukan untuk melakukan fact finding. e. menyelesaikan masalah yang muncul di 58  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . f. investigasi. b. Merencanakan dan membuat jadual monitoring dengan mempertimbangkan monitoring yang telah dilaksanakan oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota atau oleh Tim Manajemen BOS Pusat. murid dan/atau orangtua murid penerima bantuan.

• • • 3. b. Kerjasama dengan lembaga terkait dalam menangani pengaduan dan penyimpangan akan dilaukan sesuai kebutuhan. serta keseimbangan angka lulusan setingkat MI/setara dengan angka siswa yang melanjtkan ke jenjang lebih lanjut (MTs/setara) pada tingkat kabupaten/kota. Dampak program BOS terhadap penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun diukur berdasarkan peningkatan APK/APM. • Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan penanganan pengaduan. Responden disesuaikan dengan kasus yang terjadi. Monitoring Capaian Program BOS Monitoring ditujukan untuk mengalisa dampak program BOS terhadap penuntasan Wajib Belajar 9 tahun yang bermutu serta implementasi penerapan MBS.lapangan serta mendokumentasikannya. Monitoring Pelaksanaan Program Monitoring memantau: · · Penggunaan ditujukan untuk Pencairan dana BOS di madrasah negeri dana BOS di tingkat Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  59 . Kegiatan monitoring kasus pengaduan akan dilaksanakan sesuai dengan masalah dan kebutuhan di lapangan. Monitoring oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/ Kota a. jumlah siswa miskin yang mendapatkan manfaat.

serta capaian Standar Nasional Pendidikan.madrasah negeri dan kesesuaian dengan RKT/RAK-M/ PPS. 60  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

provinsi. penyerapan dan pemanfaatan dana. · B. Responden terdiri dari madrasah. masing-masing pengelola program di tiap tingkatan (pusat. Monitoring penyaluran/penc a i r a n d a n penggunaan dana dapat dilakukan secara khusus secara online. Monitoring dilaksanakan pada saat pencairan dana dan pasca pencairan dana.c. Responden disesuaikan dengan kasus yang terjadi. kabupaten/ kota. g. f. hal-hal yang dilaporkan oleh pelaksana program adalah yang berkaitan dengan statistik penerima bantuan. penyaluran. Secara umum. Kerjasama dengan lembaga terkait dalam menangani pengaduan dan penyimpangan yang akan dilakukan sesuai kebutuhan. hasil monitoring evaluasi dan Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  61 . Merencanakan dan membuat jadual monitoring dengan mempertimbangkan monitoring yang telah dilaksanakan oleh Tim Manajemen BOS Provinsi atau oleh Tim Manajemen BOS Pusat. Pelaporan Sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban dalam pelaksanaan program BOS. Monitoring Penanganan Pengaduan · Monitoring penanganan pe n g a d u a n bertujuan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah yang muncul di madrasah. madrasah) diwajibkan untuk melaporkan hasil kegiatannya kepada pihak terkait. h. d. murid dan/ atau orangtua murid. e.

Adapun petunjuk penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan disajikan secara terpisah pada Petunjuk Teknis Keuangan BOS. dan jumlah dana BOS pada madrasah negeri penerima bantuan pada tiap provinsi (Formulir BOS-03A) yang dilengkapi dengan jumlah alokasi dana 62  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Tahun Laporan Akhir Hal-hal yang perlu dilampirkan dalam laporan tersebut adalah: · Statistik Penerima BOS Statistik Penerima BOS berisikan tentang rekapitulasi jumlah siswa. sejauh mana pelaksanaan program berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Laporan Triwulan Laporan rincian realisasi dana BOS pada prinsipnya adalah laporan yang memberikan rincian mengenai progres pencairan dana BOS pada madrasah negeri dari KPPN pada tiap provinsi (Formulir BOS-K12) yang dilengkapi dengan rincian jumlah realisasi dana BOS pada tiap kabupaten/kota. a. Tim Manajemen BOS Pusat Tim Manajemen BOS Pusat harus melaporkan semua kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan Program BOS. apa yang telah dikerjakan. serta rekomendasi untuk perbaikan program di masa yang akan datang. jumlah lembaga. hambatan apa saja yang terjadi dan mengapa hal tersebut dapat terjadi. b. serta upaya apa yang diperlukan untuk mengatasi hambatan tersebut. 1. baik program yang sama maupun program lain yang sejenis.pengaduan masalah.

BOS untuk madrasah Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  63 .

negeri pada tiap kabupaten/kota. Tim Manajemen BOS Pusat menyusun statistik penerima bantuan berdasarkan data yang diterima dari Tim Manajemen BOS Provinsi. · Laporan Penggunaan Dana BOS Berisikan tentang laporan penggunaan dana BOS pada madrasah negeri di tiap provinsi yang sumber datanya diperoleh dari Tim Manajemen BOS Provinsi (Formulir BOS K-13). c. Hasil Monitoring dan Evaluasi Laporan monitoring adalah laporan kegiatan pelaksanaan monitoring oleh Tim Manajemen BOS Pusat.Laporan ini berisi tentang jumlah responden, waktu pelaksana a n , h a s i l monitoring, analisis, kesimpulan, saran, dan rekomendasi. d. Penanganan Pengaduan Masyarakat Tim Manajemen BOS Pusat merekapitulasi hasil penanganan pengaduan dan perkembangannya, baik yang telah dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Pusat, Tim Manajemen BOS Provinsi maupun Tim Manajemen BOS Kab/Kota. Laporan ini antara lain berisi informasi tentang jenis kasus, skala kasus, kemajuan penanganan, dan status penyelesaiannya; e. Kegiatan Lainnya Tim Manajemen BOS Pusat harus melaporkan kegiatan yang berkait dengan pelaksanaan program BOS, seperti sosialisasi, rapat koordinasi, workshop, publikasi, pengadaan, dan kegiatan lainnya.
64  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs

2. Tim Manajemen BOS Provinsi Tim Manajemen BOS Provinsi harus melaporkan semua kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan program BOS, sejauh mana pelaksanaan program berjalan sesuai dengan yang direncanakan, apa yang telah dikerjakan, hambatan apa saja yang terjadi, mengapa hal tersebut dapat terjadi, upaya apa yang diperlukan untuk mengatasi hambatan tersebut, serta rekomendasi untuk perbaikan program di masa yang akan datang, baik program yang sama maupun program lain yang sejenis. a. Laporan Triwulan Terkait dengan program BOS pada madrasah negeri, laporan yang harus dilampirkan pada laporan triwulan berisi tentang: · Rincian Realisasi Dana BOS Laporan rincian realisasi dana BOS pada prinsipnya adalah laporan yang memberikan rincian mengenai progres pencairan dana BOS pada madrasah negeri dari KPPN pada tiap kabupaten/kota (Formulir BOS K-10) yang dilengkapi dengan rincian jumlah realisasi dana BOS pada madrasah negeri di tiap kabupaten/kota. · Laporan Penanganan Pengaduan Tim Manajemen BOS Provinsi merekapitulasi h a s i l p e n a n g a n a n pengaduan danperkembang a n n y a , b a i k y a n g t e l a h dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Provinsi maupun Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Laporan ini antara lain berisi informasi tentang jenis kasus, skala kasus, kemajuan penanganan, dan status

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  65

penyelesaian (Formulir BOS-06, Formulir BOS-07). b. Laporan Akhir Tahun Terkait dengan program BOS pada madrasah negeri, hal-hal yang perlu dilampirkan dalam laporan tersebut adalah: · Statistik Penerima BOS Statistik penerima BOS berisikan tentang rekapitulasi jumlah siswa, jumlah lembaga, dan jumlah dana BOS pada madrasah negeri penerima bantuan pada tiap kabupaten/ kota (Formulir BOS-03B, Formulir BOS-03C) yang dilengkapi dengan jumlah alokasi dana BOS pada tiap madrasah negeri. Tim Manajemen BOS Provinsi membuat laporan berdasarkan data yang diterima dari Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota, dan dikirim ke Tim Manajemen BOS Pusat. · Laporan Penggunaan Dana BOS Berisikan tentang laporan penggunaan dana BOS pada madrasah negeri di tiap kabupaten/kota yang sumber datanya d i p e r o l e h d a r i Ti m M a n a j e m e n B O S Kabupaten/Kota (Formulir BOS-K11). · Hasil Monitoring dan Evaluasi Laporan monitoring adalah l a p o r a n kegiatan pelaksanaan monitoring oleh Tim Manajemen BOS Provinsi. Laporan ini berisi tentang jumlah responden, waktu pelaksanaan, hasil monitoring, analisis, kesimpulan, saran, dan re-komendasi. Laporan monitoring rutin dikirimkan ke Tim
66  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs

Manajemen BOS Pusat paling lambat Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  67 .

pengadaan. b a i k y a n g t e l a h dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Provinsi maupun Tim Manajemen BOS Kab/Kota. dan kegiatan lainnya. b. · Kegiatan Lainnya Tim Manajemen BOS Provinsi juga harus melaporkan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program BOS. Formulir BOS04B). Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota harus membuat laporan pada setiap triwulan dengan lampiran sebagai berikut: a. kemajuan penanganan. dan status penyelesaian (Formulir BOS-07. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota Terkait dengan program BOS pada madrasah negeri.15 hari setelah pelaksanaan monitoring. skala kasus. Hasil Penyerapan dan Penggunaan Dana BOS Berisikan tentang besar dana yang telah 68  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . · Penanganan Pengaduan Masyarakat Tim Manajemen BOS Provinsi merekapitulasi h a s i l p e n a n g a n a n pengaduan danperkembang a n n y a . seperti kegiatan sosialisasi dan pelatihan. 3. Laporan ini antara lain berisi informasi tentang jenis kasus. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota membuat laporan berdasarkan data yang diterima dari madrasah penerima bantuan BOS. Formulir BOS-08). Statistik Penerima BOS Statistik penerima BOS berisikan tentang jumlah alokasi dana BOS pada tiap madrasah negeri (Formulir BOS-04A.

dicairkan dan digunakan pada madrasah negeri (Formulir BOS-K8) yang harus dilaporkan setiap Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  69 .

Laporan ini berisi tentang jumlah responden. 2. Laporan penggunaan dana BOS dan sekaligus jumlah dana yang sudah dicairkan di KPPN 70  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . c. Formulir BOS07). Tim Manajemen BOS Madrasah Laporan dibuat pada tiap triwulan dan hal-hal yang perlu dilaporkan kepada Tim Manajemen BOS Kab/ Kota meliputi berkas-berkas sebagai berikut: 1. dan rekomendasi. kesimpulan. kemajuan penanganan. waktu pelaksanaan. Penanganan Pengaduan Masyarakat Ti m M a n a j e m e n B O S K a b u p a t e n / Ko t a merekapitulasi hasil penanganan pengaduan dan perkembangannya. saran. analisis. 4. dan status penyelesaian (Formulir BOS-06. Selain itu pada tiap akhir tahun harus membuat laporan penggunaan dana BOS pada tiap madrasah yang sumber datanya diperoleh dari madrasah (Formulir BOS-K9). Nama-nama siswa miskin yang dibebaskan dari biaya pendidikan (Formulir BOS-05). Laporan ini antara lain berisi informasi tentang jenis kasus. Laporan monitoring rutin dikirimkan ke Tim Manajemen BOS Provinsi paling lambat 15 hari setelah pelaksanaan monitoring.triwulan. baik yang telah dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/ Kota maupun oleh madrasah. hasil monitoring. d. skala kasus. Hasil Monitoring dan Evaluasi Laporan monitoring adalah laporan kegiatan pelaksanaan monitoring oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota.

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  71 .pada tiap triwulan (Formulir BOS-K7).

usia siswa (Formulir BOS 01-Adan Formulir BOS 01B). 5. 6. 4. jenjang kelas. jenis kelamin. 72  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Lembar pencatatan pengaduan (Formulir BOS07).3. Segala jenis barang yang dibeli dari dana BOS wajib dicatat dan dilaporkan sesuai dengan Simak BMN. Lembar pencatatan pertanyaan/kritik/saran (Formulir BOS-06). Pernyataan tentang jumlah siswa berdasarkan nama.

64  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

kebocoran dan pemborosan keuangan negara. baik di tingkat pusat. provinsi. 1. Pengawasan Fungsional Internal Instansi pengawas fungsional yang melakukan pengawasan program BOS secara internal adalah Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).BAB LIMA PENGAWASAN DAN SANKSI A. pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Pengawasan Kegiatan pengawasan yang dimaksud adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi atau menghindari masalah yang berhubungan dengan penyalahgunaan wewenang. Instansi tersebut bertanggungjawab untuk melakukan audit sesuai dengan kebutuhan lembaga tersebut atau permintaan instansi yang akan diaudit. kab/kota maupun madrasah. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  65 . Pengawasan Melekat Pengawasan melekat adalah pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan masing-masing instansi kepada bawahannya. pungutan liar dan bentuk penyelewengan lainnya. Pengawasan prgram BOS meliputi pengawasan melekat (Waskat). Prioritas utama dalam program BOS adalah pengawasan yang dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota kepada madrasah 2.

Provinsi dan Pusat. Lembaga tersebut melakukan pengawasan dalam rangka memotret pelaksanaan program BOS di madrasah. namun tidak melakukan audit. yaitu pengembalian dana BOS yang terbukti disalahgunakan ke kas negara. 66  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .3. agar segera dilaporkan kepada instansi pengawas fungsional atau lembaga berwenang lainnya. misalnya: 1. akan dijatuhkan oleh aparat/pejabat yang berwenang. Penerapan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. penurunan pangkat. Kabupaten/Kota. Instansi ini bertanggung jawab untuk melakukan audit sesuai dengan kebutuhan lembaga tersebut atau permintaan instansi yang akan diaudit. mutasi kerja). Apabila terdapat indikasi penyimpangan dalam pengelolaan BOS. Pengawasan Masyarakat Dalam rangka transparansi pelaksanaan program BOS. Pengawasan Eksternal Instansi pengawas eksternal yang melakukan pengawasan program BOS adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 4. B. Sanksi kepada oknum yang melakukan pelanggaran dapat diberikan dalam berbagai bentuk. 2. Sanksi Sanksi terhadap penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan negara dan/atau madrasah dan/atau siswa. Penerapan sanksi kepegawaian sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku (pemberhentian. program ini juga dapat diawasi oleh unsur masyarakat dan unit-unit pengaduan masyarakat yang terdapat di Madrasah.

Pemblokiran dana dan penghentian sementara seluruh bantuan pendidikan yang bersumber dari APBN pada tahun berikutnya kepada kabupaten/ kota dan provinsi. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  67 . 4. Penerapan proses hukum.3. yaitu mulai proses penyelidikan. penyidikan dan proses peradilan bagi pihak yang diduga atau terbukti melakukan penyimpangan dana BOS. bilamana terbukti pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja dan tersistem untuk memperoleh keuntungan pribadi. kelompok atau golongan.

68  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

Berikut adalah media yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi terhadap program baik yang bersifat masukan/saran.BAB ENAM PENGADUAN MASYARAKAT Program yang baik akan memastikan bahwa setiap pertanyaan. 3. 4. telepon. 2. atau melalui SMS. maupun keluhan. adalah: Apabila masyarakat menemukan masalah atau hal-hal yang perlu diklarifikasi. atau pengaduan dapat disampaikan secara langsung. Pengelolaan Pelayanan dan Penanganan Pengaduan Masyarakat dalam program BOS ditujukan untuk: 1. Menyediakan bentuk informasi dan data base yang harus disajikan dan dapat diakses publik. pertanyaan. surat atau email. M e m a s t i k a n s e t i a p p r o g r e s p e n a n g a n a n a k a n didokumentasikan secara jelas. Mengatur alur informasi pengaduan/temuan masalah agar dapat diterima oleh pihak yang tepat. maka dapat menyampaikannya melalui: Telepon : 0-800-140-1066 (bebas pulsa) atau 021-3864480. M e m a s t i k a n b a h w a p e n g e l o l a p r o g r a m a k a n menindaklanjuti setiap pengaduan yang masuk. A. Media Informasi. usulan dan keluhan mendapatkan respon. pertanyaan. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  69 .

Pembagian tugas dan fungsi layanan pada program BOS adalah sebagai berikut: 1.id Website : bos. c. Mendistribusikan pengaduan yang diterima kepadapihak yang berkompeten. a.kemenag.go. sesuai masalah dan tingkatannya. b.Faksimil : 021-3864480 Email: bos@pendis. Tugas dan Fungsi Layanan Tim manajemen BOS melaksanakan fungsi-fungsi untuk melakukan tindak-lanjut terhadap informasi/ pengaduan yang diterima.kemenag.go. Memonitor progres penanganan pengaduan yang diterima.id Provinsi dan Kabupaten/Kota diharapkan juga menyediakan nomor telepon/email untuk menampung pertanyaan atau pengaduan masyarakat di masing. M e n g a n a l i s i s k e c e n d e r u n g a n m a s a l a h . Manajemen BOS Pusat Menerima dan mencatat informasi/pengaduan yang diterima. pertanyaan ataupun informasi sebagai bahan bagi input kebijakan manajemen BOS. Menjawab pertanyaan dan/atau meneruskan informasi yang diterima kepada pihak yang berkompeten. d.masing wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. B. Menyelenggarakan rapat koordinasi secara berkala dalam rangka menyampaikan informasi d a n / a t a u p e n g a d u a n u n 70  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

t u k m e n d o r o n g penyelesaiannya dengan pihak-pihak yang berkompeten.

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  71

e.

Menindaklanjuti pengaduan menurut fungsi dan kewenangan yang sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku; Membuat laporan perkembangan/status pengaduan program BOS secara regular yang merupakan agregat data dari seluruh provinsi.

f.

2. Manajemen BOS Provinsi a. Menerima dan mencatat semua informasi/ pengaduan yang diterima. b. Menjawab pertanyaan dan/atau meneruskan informasi yang diterima kepadapihak yang berkompeten.

c. Mendistribusikan pengaduan yang diterima kepada pihak yang berkompeten, sesuai masalah dan tingkatannya. d. e. Memonitor progres penanganan pengaduan yang diterima. Menyelenggarakan rapat koordinasi secara berkala dalam rangka menyampaikan informasi d a n / a t a u p e n g a d u a n u n t u k m e n d o r o n g penyelesaiannya dengan pihak-pihak yang berkompeten; Menindaklanjuti pengaduan menurut fungsi dan kewenangan yang sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku;

f.

g. Membuat laporan perkembangan/status pengaduan program BOS secara regular yang merupakan agregat data dari seluruh kabupaten/kota. 3. Manajemen BOS Kabupaten/Kota a. Menerima dan mencatat semua informasi/ pengaduan yang diterima.
72  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs

b.

Menjawab pertanyaan dan/atau meneruskan informasi yang diterima kepadapihak yang berkompeten.

c. Mendistribusikan pengaduan yang diterima kepadapihak yang berkompeten, sesuai masalah dan tingkatannya. d. e. Memonitor progres penanganan pengaduan yang diterima. Menyelenggarakan rapat koordinasi secara berkala dalam rangka menyampaikan informasi d a n / a t a u p e n g a d u a n u n t u k m e n d o r o n g penyelesaiannya dengan pihak-pihak yang berkompeten; Menindaklanjuti pengaduan menurut fungsi dan kewenangan yang sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku;

f.

g. Membuat laporan perkembangan/status pengaduan program BOS secara regular yang merupakan agregat data dari seluruh madrasah.

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  73

LAMPIRAN BOS Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  73 .

74  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

......... tentang penggunaan dana yang bersumbef dan dana 80S maupun yang berasal dari sumber lain................. Jumlah Bantuan C......... pemantauan dan evaluasi temyata Pihak Kedua tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan...•....•....• bef1indak alas nama Pemefinlah Republik Indonesia selaku Pemberi Tugas..........• KabIKota............• Kecamatan. setanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama. Tata Cara Pembayaran : Pembayaran dilakukan dengan cara transfer langsung ke MadrasahlPPs berdasarkan Surat Keputusan Penerima Bantuan yang diterbitkan oIeh Tun Manajemen BOS KabupatenIKota......• pada harL.....•. 1...• yang bertanda tangan di bawah ini: 1........ serta wajib menyelor kembati sebesar bantuan yang diterima ke Kas Nagata Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  75 ............... berdasarkan SK Nomor: tanggal ...... tahun ....................... Kedua belah pihak setuju dan bersepakal mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan oIeh Pihak Kedua sebagai berikut : a...•................................ setelah $I( Penerima Bantuan tersebut diterima oIeh TIm Manajemen 80S Provinsi............ Pihak Kedua bertanggung jawab ter1ladap pelaksanaan pekeljaan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan yang lelah ditentukan serta melaporkan kegiatannya kepada..•............ tanggal bulan..... .................... 2. Pihak kedua bersedia diaudit oIeh lembaga yang befwenang.. : Kepala MadrasahIPenanggung Jawab PPs ......... Jika berdasar1<anhasil audit................. Waktu Pelaksanaan d.... Nama Jabatan Alamat ....•..... Nama Jabatan Aiamat Bertindak atas nama Madrasah selaku Penerima Tugas.•. maka Pihak Kedua akan dikenai sanksi aOO hukuman sesual dengan peraturan yang beMaku. Sebagai Penanggungjawab Program 80S MadrasahlPPsm Kantor Kementerian Agama KabIKota.....• Desa .. b............................ 2.....FormulirBO~1 Ditandatanganioleh Kepala MadrasahlPenanggungjawabPPS dan Tim Manajemen BOS KabIKota SURAT PERJANJIAN PEMBERIANBANTUAN*) Tentang pemberian Bantuan Operasional Sekolah (80S) unruk biaya operasional sekolah eli MVMTslPPs UtaJPPs Wustha" ............. selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua. g.. Jenis Pekerjaan : Mengelola dana Bantuan Operasiooal Sekolah : Rp : butan .... ...... ......•.....

ooo ') Oibual rangkap 3 (liga). ) Sesuaikan dengan lembaga penerima banluan ..Pihak Pertama : Kepala SeksiMadrasahl PO Pontren ros Kab/Kota Pihak Kedua : Kepala MadrasahlPenanggung Jawab PPs Malerai Rp. 1 unluk dikirim ke Tim Manajemen 80S Provinsi.6. 1 unluk Tim Manajemen 80S KablKola (yang bennaterat).. 1 unluk Madrasah/PPs. ") Corel yang tidak perlu .

Pelajaran : KabupateniKota Provinsi Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama Jabatan menyaiakan dengan sesungguhnya jumlah slswa pada madrasah/PPs saya sebabagl berikut: Jenjang Kelas Jumlah Siswa 1 2 3 4' 5 6 Jenis Ketamin Lk2 P <7Th Usia =7-12 Th >12Th Demikian pemyataan ini saya buat dengan sesungguhnya agar dapat digunakan sebagaimana mestinya Kepata Madrasah/Penjab PPs Materai 6000 'Untuk PPS Ula sampai jenjang kelas 4 .Formulir BOS 02A Dibuat oleh MadrasahlPPs Dikirim ke TIm Manajemen BOS KabIKota dan TIm Manajemen BOS Provinsi PERNYATAAN TENTANG JUMLAH SISWA MAORASAH IBTIOAIYAH/PPS ULA Nama MadrasahIPPs NSM Alamat Madrasah/PPs : SemesterlT.

Pelajaran : Kabupaten/Kota Provinsi Yang bertanda langan di bawah ini. Nama Jabatan menyatakan dengan sesungguhnya jumlah siswa pada madrasahlPPs saya sebabagi berikut: Jenjang Kelas Jumlah Siswa 7 S' Jenis Kelamin Usia <13Th =13·15 Th >15 Th 9 Laki2 Pr Demikian pemyataan ini saya bual dengan sesungguttnya agar dapat digunakan sebagaimana mes~nya Kepala Madrasah/Penjab PPs Materai 6000 'Untuk PPS Wustha sampai jenjang kelas 2 .Formulir 805·28 Dibuat OIeh MadrasahiPPs Dikirim ke Tim Manajemen BOS KabIKota dan Tim Manajemen BOS Provinsi PERNYATAAN TENTANG JUMLAH SISWA MAORASAH TSANAWIYAHIPPS WUSTHA Nama Madrasah/PPs NSM Alamal MadrasahIPPs : SemesterfT.

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  79 .

(/) s: ::<.. UJ 1-- "" co o ..: "0 '!"! ~ :: < .: :J: l (/) c..'E " . z'" 'E" '" . '" :. o. :::> :z o e:: (/) I 80  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .!!! -c . c: (/) o en .: 0:: w Z c.

.04 Dibuat oleh MadrasahIPPS Dikirim ke Tim Manajemen BOS Kab/Kota SURAT PERNYATAAN PENGIRIMAN NOMOR REKENING MADRASAHIPPS Pada hari ini.. ............ . Telp Telp . .. 2.....Formullr BOS . .. tanggal .... No 3. alamal Bank kami kilimkan salinan halaman pertama Buku Tabungan Bank alas nama MadrasahJPPs : Nama MadrasahJPPs : NSM Afamat Madrasah/PPs : Jatan KeUDesa Kecamatan KabIKota No Rekening Atas Nama : 1... .. . No Telp .... Jabatan Nemor telepon yang bisa dil1ubungi jika fax yang kami kirimkan kurang jelas : 1. Jabatan ..... No Kepala MadrasahlPenanggung Jawab PPS ( ) .. . 2. ..

Cabang No. .Fotocopy tembar pertama dan Buku Tabungan pada Bank dilampir1<anlditempelkan Bank .. Rekening Bukti ini adala Cabang Bank Disahkan oleh Bank .

*. c: l! o ~ 'iO to C to 0 > c : en ~ ~ E to ' 0 c : .. E en Cl. ~ g. z w .... z " "ii i "' "...!lI . c .I .. to :::E 0:: E E 0 u. 'o " :"IE " '!. «o « :IE «z . .". Cl. o zz :::> ::.-0 ~ .. . i: en « '.~ .: > to 'iii 0 « 'en ~ eo c 0 en en 0 0 "" E D to 0: <Xl c 0... o '" :IE . ::."..5 .:: i= "" 0 .:: en -c : o CD « z « o ~. .e 0 0 ~ ~ . o "" .. e..

o ~ Z o 0 : : 0 c : > t o D t o ( .t o L c . E to to Z _N_N_N _ g ' 0 - E C Z . . ) - c " " : t o C D . .

!l! 0... z . Q. a. % ~ '0 " « til a: ::.5 s: "0 ~ :::> '" ' " .:: ::E Z '" a..:: ~ . CXl It) I- 0 ril 0 CXl ::> CD 0 0 c: CD a: ::::. :c co « e ' >t i a. 0. l- c: . ::E a: 0 u.c :':"... E co co Z co 0 « « ::E iii I - a: :5 ::> i2 W a: ~ ~ c: ~ co (/) ::. 'E" 'E" '"c: 'c": 'is' 'is' :':". D i5 i5 til 0 CXl 0 :5 z w :.c: 0'" 'en CO :.g s.: : a.~ 0 (/) . :.: Z 0 'en c: :::> D 's C O e : .t: I- :J co a:: (/) .

I: ~~ ig> I I: I jq - iff!! i s 1 1 r- ·. c: -o _ c o c . ~ .r I I I I I I I Ii C!.c V> -0 c co .< Xl f J f ~ 1 J ~ !!II ' : . .! ! ! !('O.. :en : 0 :. I i ~ ! i [ ~ 1 1 1J . ~ · .. ~ - ::<0 ~:..lJl .0 . :(0 :"0 ' co ~ : Q..

21 . .... :. (I) . ec > a...~ ~ : ... .§ '" I~ .... .J :::.: : 0 ~.0 ...' en 0 Q co <= <= '" m '" E . .= t- Q. .. "" :::IE g. (I) .=..'. (I) 0 .= :~ 0 0 ~ ....: > .. '" ... < ~ .: ~ 0 I~ en Q . '" ~ :i: ~ c. :z . ~ .21<= ee -'" E : .!! (I) ~ '" . = .. . ~ c." >- ._ <n <= <n => o.: ~ en 0 ~ :z .§ tu.=...._ 0 C 0 U) U) 0 .: . ::::E ::.. < .: E 0:: t0 . :::> (I) .". I~ I~ .. = .. .._ . ~ ~ CO c.: : _ : z :::> z .. = : .. -<= .!! a:: . ..><: '" '" ::..=. ....!! E Q.c ... 0 ' " .. 0 I X) :z I- :! a: w :z w .. . . .!! E !! I X ) '" .: <= 2! 0 .. = (I) !! _.

... "" '" I~ I~I~ Ii.. "" Q... ... (I) . '" ' I~I~ ! :.. ~ '" <n .g ... . :z . a. = 0...!: 0.: -.. . ~ 0 . :::> IX) i ~ ~ ~ ~ ....0 i . ..

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  87 .

..J ~ j IJJ Z j } 'II ~ J~ i i ~ ~ ~ ~ ! ~ .Ia ! § l < i i §~ r cn .: 1I ~ ~ Z ~- J 1~ §j ~ 1 i 11.. . ~I ~ ~ 88  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .!'! rn J ~~ 0..

'" ..s .. . ::! '5 is g s: l'! E ~ l'! -:-J..2 ~ ~ :J s e (/) c: ".. (/) z ~ ~ ~ f :l! ~ ~ ~ Z ttl tJ g? . l '! . ~ i II: 12 f ..g g ~ ! is i!i l'! t:1 ] 2 ~ ~ s: z ~ Z 0: ! '".~ 0 CD g (t: ~ ~ ~ '" g ~ s: al ~ c: s e ::::. . (/) E . _.~ g' l'! ~ ~ Ci5 Do ~ -!5.~ ::! E F ~ ~ ~ ~ ~ s .ti e e !!' E . ~ S --. c: (/) ~ ~ . ~ -a ~z ." .

z 0 .

. !! .<= ~ C > ... :> . . . .. . ... ... Z "' ". .' !! !!:: Z "" " :> 0CD ' c: 0 c: :! .: . 0 J :! " E' U ..Q.. Q. z 0 ~ "ar': ~ ...." ~' ." "' ~ z c: ..' D ~ " ' :> 0CD " ' c: C c: 0 :! . ".." .. ( I ) ~ '" Z'" C D "" c: ~ . ::> "- :> 0.. Z "" 0- ::> C> z . . ". ".. .e"' ." "" E !! !!: . <> ~ "' <> c: c: !! ". . Q. C> UJ (I) .. .. "~ ' " . . _ .. ...

.". .~ " ' ::: ". "2 " . .:....> :> ...' .. ~ . . ..: "' ".. " E' 0 (/) % . ..: !! '" '" .. "' 0:: !! .. ~ Q.!!! 0- CO C>... % !!:: ..' E :> 0:: !! Q...... 0 ~ ~ ::: ~ :! .~ (/) . >- . "' 0 Z (/) . "' "' e <. .' :> .. ~ 3: "' ... ..<= ~ . E C>."..". . '" 0. ~"' : E ..~ E (I) .. o» "' .... . ::> (/) z"' 0- "' :! 1:!: c: ~ ~ = z .<= ....<= "" <> Z .. 0- E n> E :> E '" . ~ .! e c: .m UJ 0 !!! C> Z ~ c... c: ~~ <> .

rtill Manajemen BOS ProvlKabiKotaiMadrasah ..FORMULIR BaS 10 Oiisi 0100 Tim Manajemen BOS KabIKota dan MadrasahiPPs LEMBAR PENCATATAN PERTANYAANlKRITIKISARAN 1...... Tanggal Penerlmaan Pertanyaan/Saran : Uraian Pertan yaan/Saran : 4. b... 5.. 2..n.....2.... klentitas PenanyaIPemberi Saran a... Nama Alamat ... Tindak Lanjut Saran: ........0... 3._. Melapor1lan: a.. Penerima PertanyaanlSaran : .........

OesaIKeluarahan . Alamat 2. Lekasi Kejadian a..FORMULIR B05·11 Diisi oIeh TIm Manajemen BOS Prov/KabIKota LEMBAR PENCATATAN PENGADUAN MASYARAKAT 1. Provinsi 4. RTIRWlDusun b. Uraian Pengaduan : 5. 6. Penyerldill : 7.. Tanggal Penyelidikan Dilakukan : . ldentitas Pengadu a. Temuan: 8. KabupatenlKota d. Tanggal Terima Pengaduan: 3. c. Nama b. KeputusanIRekomendasi: .

..n.... . Tim Manajemen 80S Prov/l<abiKota/Madrasah 20_ .. Melaporkan: a.. Pelaksanaan Kepulusan : 10. 11. Dokumen yang diterima . Tanggal pemberitahuan kepada Pengadu tenlang keputusanldan pelaksanaan kepulusan: ..9.

ser1a kegialan lain yang berkailan langsung dengan kegiatan tersebul. Dana BOS Boleh digunakan untuk (Sesuaikan dengan Panduan BOS) a. b.. studi tour (kal)'a wisata) dan sejenisnya <I... misalnya studi banding... c. Dana BOS Tidak Boleh digunakan untuk (Sesuaikan dengan Panduan BOS) a.•. B.... Membiayai kegiatan yang tidal< menjadi prioritas MadrasahIPPs dan memertukan biaya besar.. Pembiayaan seluruh kegiatan datam rangka penerimaan siswa baru: biaya pendaftaran. dan pendaftaran ulang. dst. sld . adminisfrasi pendaftaran.. Disimpan datam jangka waktu lama dengan maksud Dipinjamkan kepada pihak lain.. Rencana Penggunaan Dana BOS di MadrasahlPPs NO Komponen JumJah Dana (Rp) TOTAL Ketua Komite Madrasah Kepala MadrasahIPPs Bendahara ( ) ( MengetalU1Menyetujui ) ( ) Kepala KantOt Kerneoterian Agama KabIKota .... dibungakan.. C. ( ) ..• b.. Penggandaanlpembelian buku teks pelajaran (menambahlmengganti yang rusak)...... dst. C. A. penggandaan f(){lllulir.FORMULIR BOS·12A Dibuat oleh MadrasahlPPs Oitempel di Papan Pengumuman CONTOH RENCANA PENGGUNAAN DANA BOS PERIODE Jumlah Siswa : Siswa Jumlah Dana BOS : Rp ...

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  95 .

. Kepala Madrasah/Penanggungjawab PPs 96  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Uralan Rencana Penggunaan Jumlah Jumlah Menyelujul...•tanggal......FORMULIR 805·13 Dibuat oleh MadrasahIPPs Disimpan sebagai dokumen RENCANA PENGAMBILAN DANA Nama Madrasah/PPs Alamat MadrasahlPPs Kecamalan Kabupaten/Kota Provinsi No........ ... Kelua Komile Madrasah .......

. a: ~ ~ c : E Q.. co e '6 c . ..._ < 0 ..> 0 l !1' :z: ! ! < VI < ::! e z .... :z: i5 c E c.2.. l l ..~ :::> :E "'" . '" ""< JI :z: < z is ! ! . .: ~0 ID 0 IX> .. . .... . " .. .. '"2 . ....E_ 2t . "0 D .. .. . ..... . . . e. c : g> E co c: : . !1' .. : : .. e . . .. ..2 _ 0 : : . .. 'i! z ... !! =a.i§ :." . : ~ ' "a '" E .".. . ~ . . e..! e.. . ... .. VI ."._ " IX> ~co ~ c ... CO 3t 2 0 .... :z: .e " " ".t:: : :E .. ~ "" ... . co ::. ". . ::l 'i: c : " 0 " (5 . :. .. ... < ci < IX> <e ~ ... .. go ....~ . . .. I D . . ... .

...~ .i l'l '" '" D e.. !! -e C z 0 "< w ::E ::E " .. . c :E -' 2- .....>< . . . E . j " . ~ z Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  97 .". .t:: c l! !! to to !! ~ C "" -. .. z -e 0 c < D ~ ~ .. . .. ..... ... " E e 's IX> e Z . to .

............. Harga penawaran tersebut dl atas berlaku tanggal ....FORMULIR 805·15 Dibuat oleh Madrasah/PPS Disimpan sebagai Dokumen KOP MADRASAHIPPS RENCANA KEBUTUHAN BARANGIJASA Kepada Yth.. ........ s............... (nama MadrasahIPPs) Kepala Madrasah/ Penanggungjawab PPs Bendahara Perwakilan Orang Tua Toko/Suplier 98  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs ..... kami memerlukan beberapa kebutuhan yang harus dibeli.............. 1 Barang/Jasa Spesifikasi Satuan Volume Harga Penawaran (Rp) .. TokoiSuplier di Dalam rangka pelaksanaan pekeljaan di (nama MadrasahIPPs). dst Bersama ini pula kami harapkan kepada Saudara untuk mengajukan penawaran harga kebutuhan. ...........d . Berikut ini kami sampaikan daflar kebuluhan yang diperlukan dengan rincian sebagai berikut : No..... Tim Manajemen BOS .....j(ebutuhan lersebut di alas sesuai dengan harga yang berlaku di tempal Saudara. 2 . 20 ....

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  99 .

100  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

BAGIAN DUA BUKU PANDUAN TEKNIS KEUANGAN BOS Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  101 .

102  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

penggunaan. pengelolaan. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  103 . Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Latar Belakang Sumber dana program BOS berasal dari APBN. dan madrasah/PPs dapat memenuhi tugasnya dengan mudah. kabupaten/ kota. Panduan teknis ini adalah sebagai acuan untuk pelaksanaan program BOS agar para pengelola di tingkat Provinsi.BAB SATU PENDAHULUAN A. Sehubungan dengan hal tersebut. Tim Manajemen BOS Provinsi. ada ketentuan teknis lain yang bersifat mempertegas dan memperjelas pelaksanaannya. Pengelolaan program melibatkan berbagai unsur antara lain Tim Manajemen BOS Pusat. dan pertanggungjawabannya harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan APBN. Dengan demikian pelaksanaan tugas dan fungsi Tim Manajemen BOS dapat dijalankan dengan baik. Selain itu. Madrasah/PPs. Semua unsur tersebut memerlukan pemahaman yang sama guna menghindari timbulnya hambatan dalam pelaksanaannya. dan instansi terkait lainnya. oleh karena itu ketentuan pelaksanaan keuangan yang meliputi penyaluran. Kementerian Agama menyusun Panduan Teknis Keuangan. Lembaga Keuangan. pencairan.

Maksud Panduan Teknis Keuangan dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang sama dan sebagai pedoman bagi pejabat pengelola dana program BOS. bagi Tim Manajemen BOS Provinsi. 2. serta terhindar dari penyimpangan. Tujuan Pa n d u a n Te k n i s Ke u a n g a n b e r t u j u a n a g a r pengelolaan dana BOS dilaksanakan dengan tertib administrasi.B. 104  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . transparan. akuntabel. Kabupaten/ Kota. dan pihak terkait lain. Maksud dan Tujuan 1. efisien dan efektif. Madrasah/PPs. tepat waktu.

2.BAB DUA PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN Penggunaan dana BOS sepenuhnya menjadi tanggungjawab lembaga yang kegiatannya mencakup pencatatan penerimaan dan pengeluaran uang serta pelaporan keuangan. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Dokumen ini disimpan di madrasah dan diperlihatkan kepada pengawas. A. dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan. Formulir ini harus ditandatangani oleh Kepala Madrasah. 3. Formulir BOS K-1 dibuat setahun sekali pada awal tahun ajaran. Contoh RKAM/RAPBM dapat dilihat sebagaimana pada lampiran Formulir BOS-K1. Dokumen Laporan Keuangan 1. Rencana Kegiatan dan Anggaran Madarasah (RKAM) atau RAPBM (Formulir BOS-K1) 1. namun demikian perlu dilakukan revisi pada semester kedua. R K A M / R A P B M h a r u s m e m u a t r e n c a n a penerimaan dan rencana penggunaan uang dari semua sumber dana yang diterima madrasah. madrasah dapat membuat BOS K1 tahunan yang dirinci per semester. Oleh karena itu. Komite Madrasah. RKAM perlu dilengkapi dengan rencana penggunaan secara rinci yang dibuat tahunan Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  105 . sehingga memudahkan proses pengawasan atas penggunaan dana. 4. dan Ketua Yayasan.

(Formulir BOS-K2) 106  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .dan tiga bulanan untuk setiap sumber dana yang diterima madrasah.

yaitu Buku Pembantu Kas. dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan. y a i t u y a n g berhubungan dengan pihak ketiga yang meliputi: · Kolom Penerimaan: dari penyalur dana (BOS atau sumber dana lain). dan Buku Pembantu Pajak.2. Buku yang digunakan adalah sebagai berikut: a. Kolom Pengeluaran: pembelian barang dan jasa. dan penerimaan jasa giro dari bank. Buku Kas Umum (Formulir BOS K-3) Buku Kas Umum disusun untuk masing-masing rekening bank yang dimiliki oleh madrasah. Tim Manajemen Kabupaten/Kota. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  107 . Transaksi yang dicatat dalam Buku Kas Umum juga harus dicatat dalam buku pem-bantu. penerimaan dari pemungutan pajak. biaya administrasi bank. Pembukuan Madrasah diwajibkan membuat pembukuan dari dana yang diperoleh madrasah untuk program BOS. Pembukuan dalam Buku Kas Umum meliputi semua transaksi eksternal. Buku Pembantu Bank. Dokumen ini disimpan di madrasah dan diperlihatkan kepada pengawas. baik dengan tulis tangan atau menggunakan komputer. Formulir yang telah diisi ditandatangani oleh Bendahara BOS dan Kepala Madrasah. · Buku Kas Umum ini harus diisi pada tiap transaksi (segera setelah transaksi tersebut terjadi dan tidak menunggu terkumpul satu minggu/bulan). pajak atas hasil dari jasa giro dan setoran pajak.

Buku Pembantu Kas (Formulir BOS K-4) B u k u Pe m b a n t u K a s m e m p u n y a i fungsi 108  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .b.

untuk mencatat transaksi penerimaan dan pengeluaran yang dilaksanakan secara tunai. Pembukuan terhadap seluruh penerimaan dan pengeluaran dapat dilakukan dengan tulis tangan atau menggunakan komputer. Buku Pembantu Pajak (Formulir BOS K-6) Buku Pembantu Pajak mempunyai fungsi untuk mencatat semua transaksi yang harus dipungut pajak serta me-monitor atas pungutan dan penyetoran pajak yang dipungut selaku pungut pajak. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  109 . e. Buku Pembantu Kas ini harus mencatat tiap transaksi dan ditandatangani oleh Bendahara dan Kepala Madrasah. maupun tunai) dan ditandatangani oleh Bendahara dan Kepala Madrasah. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. bendahara wajib mencetak BKU dan buku-buku pembantu sekurangkurangnya sekali dalam satu bulan dan menatausahakan hasil cetakan BKU dan buku-buku pembantu bulanan yang telah ditandatangani Kepala Madrasah dan Bendahara. dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan d. dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan. Buku Pembantu Bank (Formulir BOS K-5) Buku Pembantu Bank ini harus mencatat tiap transaksi penerimaan atau pengeluaran yang dilaksanakan khusus melalui bank (baik cek. c. giro. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Dokumen ini disimpan di madrasah dan diperlihatkan kepada pengawas. Dokumen ini disimpan di madrasah dan diperlihatkan kepada pengawas. f. Dalam hal pembukuan dilakukan dengan komputer.

maka yang salah agar dicoret dengan dua garus rapih rapih. Buku Kas Umum dan buku pembantunya serta bukti-bukti pengeluaran tidak boleh dibawa dan disimpan di kantornya 2. Apabila bendahara meninggalkan tempat kedudukannya atau berhenti dari jabatannya. Setiap akhir bulan. Buku Kas Umum dan Buku Pembantu ditutup oleh Bendahara dan diketahui oleh Kepala Mad-rasah. Semua transaksi penerimaan dan pengeluaran dicatat dalam Buku Kas Umum dan Buku Pembantu yang relevan sesuai dengan urutan tanggal kejadiannya. Laporan ini harus dilengkapi dengan surat pernyataan tanggung jawab yang menyatakan bahwa dana BOS yang diterima 110  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .g. dan Komite Madrasah. i. Apabila ada kesalahan atas penulisan angka/ huruf. Laporan ini dibuat triwulanan dan ditandatangani oleh Bebdahara. Realisasi penggunaan dana tiap sumber dana (Formulir BOS-K7) Laporan ini disusun berdasarkan Buku Kas Umum (Formulir BOS-K3) dari semua sumber dana yang dikelola oleh madrasah pada periode yang sama. k. Uang tunai yang ada di Kas Tunai tidak lebih dari Rp 10 juta. j. sehingga tulisan yang semula salah masih dapat dibaca kemudian diparaf. l. Apabila dalam satu bulan berjalan tidak/ belum terjadi transaksi peng e l u a r a n / penerimaan. Kepala Mad-rasah. maka tetap ada pem-bukuan dalam bulan tersebut dengan uraian NIHIL dan ditandatangani oleh Bendahara dan diketahui oleh Kepala Madrasah. h.

telah digunakan Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  111 .

000.000. Untuk itu..dan transaksi dengan nilai nominal lebih besar dari Rp 1. Untuk transaksi dengan nilai sampai Rp 250. 3.000.000. b.sampai dengan Rp 1.untuk membiayai kegiatan operasional madrasah. Setiap bukti pembayaran harus disetujui Kepala Madrasah dan lunas dibayar oleh Bendahara.000. Segala jenis bukti pengeluaran harus disimpan oleh Madrasah sebagai bahan bukti dan bahan laporan. Komponen Laporan Keuangan Laporan merupakan pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari dana BOS.000. sedang transaksi dengan nilai nominal antara Rp 250.tidak dikenai bea materai. Bukti pengeluaran uang dalam jumlah tertentu harus dibubuhi materai yang cukup sesuai dengan ketentuan bea materai.. Bukti pengeluaran a. e. Uraian pembayaran dalam kuitansi harus jelas dan terinci sesuai dengan peruntukkannya.- c. 1.dikenai bea meterai dengan tarif sebesar Rp 6.000.000. Setiap kegiatan wajib dibuatkan laporan hasil 112  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . laporan pertanggungjawaban harus memenuhi unsur-unsur sebagai berikut. f.dikenai bea meterai dengan tarif sebesar Rp 3. d. B. Setiap transaksi pengeluaran harus didukung dengan bukti kuitansi yang sah. Uraian tentang jenis barang/jasa yang dibayar dapat dipisah dalam bentuk faktur sebagai lampiran kuitansi.

pelaksanaan kegiatannya. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  113 .

dan Buku Pembantu Pajak beserta dokumen pen-dukung bukti pengeluaran dana BOS (kuitansi/faktur/nota/bonvendor/toko/supplier) wajib diarsipkan oleh Madrasah sebagai bahan audit. Mekanisme Rekapitulasi Laporan Keuangan Secara hirarki. C. disimpan dan ditata dengan rapi dalam urutan nomor dan tanggal kejadiannya. Waktu Pelaporan Laporan pertanggungjawaban keuangan tersebut disampaikan oleh madrasah/PPs kepada Tim Manajemen BOS kabupaten/kota setiap triwulan. Laporan penggunaan dana BOS di tingkat madrasah kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota meliputi laporan realisasi penggunaan dana per sumber dana (Formulir BOS-K7) dan surat pernyataan tanggung jawab yang menyatakan bahwa dana BOS telah diterima dan digunakan sesuai dengan peruntukan dana BOS. D.2. baik yang berupa laporan-laporan keuangan maupun dokumen pendukungnya. Rekapitulasi Laporan di Tim Manajemen BOS 114  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Seluruh arsip data keuangan. 3. laporan yang disampaikan setiap triwulan oleh madrasah/PPs dan diterima oleh Tim manajemen BOS Kabupaten/Kota akan direkapitulasi berdasarkan Formulir pada lampiran kemudian disampaikan ke Tim Manajemen BOS Provinsi selanjutnya disampaikan ke Tim Manajemen BOS Pusat. serta disimpan di suatu tempat yang aman dan mudah untuk ditemukan setiap saat. Buku Pembantu Kas. Buku Kas Umum. 1. 4. Buku Pembantu Bank.

Laporan Triwulan (Formulir BOS-K8) Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  115 .Kabupaten/Kota a.

Laporan ini merupakan rekapitulasi hasil penyerapan dana BOS pada MIN dan MTsN yang sumber datanya diperoleh dari setiap madrasah sebagaimana pada Formulir BOS-K7. Laporan Tahunan (Formulir BOS-K9) Laporan ini merupakan rekap i t u l a s i pertanggungjawaban penggunaan dana BOS pada masing-masing madrasah (Formulir BOS-K9). b. Laporan ini harus disampaikan pada Tim Manajemen BOS Provinsi pada tiap akhir triwulan. 2. Laporan ini sumber datanya diperoleh dari Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota sebagaimana pada Formulir BOS-K8 dan harus disampaikan kepada Tim Manajemen BOS Pusat pada tiap akhir triwulan. Laporan ini didasarkan pada laporan penggunaan dana BOS dari masing-masing madrasah sebagaimana Formulir BOS-K7 dan harus disampaikan pada Tim Manajemen BOS Provinsi paling lambat tanggal 15 Januari tahun berikutnya. Laporan Tahunan (Formulir BOS-K11) Laporan ini merupakan rekap i t u l a s i pertanggungjawaban penggunaan dana BOS pada madrasah negeri di tiap kabupaten/ kota (Formulir BOS-K11). Laporan ini datanya bersumber pada laporan dari Tim Manajemen BOS kabupaten/kota Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  111 . Rekapitulasi Laporan di Tim Manajemen BOS Provinsi a. Laporan Triwulanan (Formulir BOS-K10) Laporan ini merupakan rekapitulasi hasil penyerapan dana BOS pada madrasah negeri di tiap kabupaten/kota. b.

sebagaimana Formulir BOS-K9 dan harus disampaikan pada Tim 112112  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

3.Manajemen BOS Pusat paling lambat tanggal 30 Januari tahun berikutnya. Laporan Tahunan (Formulir BOS-K13) Laporan ini merupakan rekap i t u l a s i pertanggungjawaban penggunaan dana BOS pada madrasah negeri di provinsi (Formulir BOS-K13). b. Laporan ini datanya bersumber pada laporan dari Tim Manajemen BOS provinsi (Formulir BOS-K11) dan harus disampaikan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam dengan tembusan ke Menteri. Rekapitulasi Laporan di Tim Manajemen BOS Pusat a. Laporan Triwulanan (Formulir BOS- Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  113 . K12) Laporan ini merupakan rekapitulasi hasil penyerapan dana BOS pada madrasah negeri di tiap provinsi yang datanya bersumber dari laporan Tim Manajemen BOS Provinsi (Formulir BOS-K10) dan harus disampaikan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam dengan tembusan ke Menteri pada tiap akhir triwulan.

03/2010 tanggal 31 agustus 2010 tentang Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang dan kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha di bidang lain pasal 3 butir (1). dan melaporkan PPN dan PPnBM beserta tata cara pemungutan. maka bagi madrasah bukan negeri (madrasah swasta) atau pondok pesantren salafiyah tidak termasuk bendaharawan pemerintah. Keputusan Direktur Jenderal Pajak nomor KEP-382/ PJ/2002 tentang pedoman pelaksanaan pemungutan. maka peraturan perpajakan dalam penggunaan dana BOS pada madrasah bukan negeri (madrasah swasta) atau PPs diatur sebagai berikut: 114114  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . penyetoran dan pelaporannya. 2. menyetor. Undang-undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 1983 terakhir dengan Undang-undang nomor 42 tahun 2009 tentang Perubahan ketiga atas Undang Undang nomor 8 tahun 1983 tentang PPN barang dan jasa dan PPnBM serta KMK/563/2003 tentang penunjukkan bendaharawan pemerintah untuk memungut. Peraturan Menteri Keuangan nomor 154/PMK. Dengan demikian.BAB TIGA PERPAJAKAN Ketentuan perpajakan untuk program BOS mengacu pada peraturan Kementerian Keuangan sebagai berikut: 1. 3. sehingga tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22 dan atau PPN. Berdasarkan beberapa peraturan di atas. penyetoran dan pelaporan PPN dan PPNBm bagi pemungut PPN dan Pengusaha Kena Pajak Rekanan Pemerintah.

pensil dan bahan praktikum. 3. karena tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22. pengembangan profesi guru. Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS untuk pembelian/penggandaan Buku teks pelajaran dan/atau mengganti buku teks pelajaran yang sudah rusak adalah sebagai berikut: a. Atas pembelian buku-buku pelajaran umum. kitab suci. c. Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS untuk pembelian ATK/bahan/penggandaan dan lain-lain pada kegiatan penerimaan siswa baru. pembelian bahan-bahan untuk perawatan/ perbaikan ringan gedung madrasah/PPs. kapur tulis. b. dan pembelian peralatan ibadah oleh pesantren salafiyah adalah: a. Membayar PPN yang dipungut oleh pihak penjual (Pengusaha Kena Pajak) atas pembelian buku yang bukan buku-buku pelajaran umum. PPN yang terutang dibebaskan. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama. Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS dalam rangka pemberian honor pada kegiatan penerimaan siswa baru. kesiswaaan. pembelian bahan-bahan habis pakai. pengembangan profesi guru. dan penyusunan laporan BOS adalah sebagai berikut: Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  115 . b. Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh Pasal 22. kesiswaan. ujian madrasah/PPs dan laporan hasil belajar siswa. Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh Pasal 22. karena tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22. seperti buku tulis. ulangan umum. 2.1. dan buku-buku pelajaran agama. Membayar PPN yang dipungut oleh pihak penjual (Pengusaha Kena pajak). ulangan harian.

f.025. Pegawai Tidak Tetap (PTT). Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS dalam rangka membayar honorarium guru dan tenaga kependidikan honorer madrasah/PPS yang tidak dibiayai dari Pemerintah Pusat dan atau Daerah yang dibayarkan bulanan diatur sebagai berikut: g. Dengan perhitungan sebagai berikut: 1) Penghasilan sebulan XX 2) Dikurangi biaya jabatan 5%. e.d. harus dipotong PPh Pasal 21 yang bersifat final sebesar 5 % dari jumlah honor. harus dipotong PPh Pasal 21 dengan menerapkan tarif Pasal 17 UU PPh sebesar 5 % dari jumlah bruto honor.000. Atas pembayaran honor kepada guru PNS Golongan III. untuk jumlah sebulan sampai dengan Rp 2.000 sebulan (XX) 3) Penghasilan neto sebulan 4) Penghasilan neto setahun (X 12) 5) Dikurangi PTKP*) 6) Penghasilan Kena Pajak XX XX (XX) XX 7) PPh Pasal 21 terutang setahun 5% (jumlah s.(dua juta dua puluh lima ribu rupiah) tidak terhutang PPh Pasal 21. 4. Atas pembayaran honor kepada guru non PNS. maks Rp 500.d. 116116  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .. h. Penghasilan rutin setiap bulan untuk Guru Tidak Tetap (GTT) Tenaga Kependidikan Honorer. Atas pembayaran honor kepada guru PNS Golongan I dan II tidak dilakukan pemotongan PPh Pasal 21. Untuk jumlah lebih dari itu. PPh Pasal 21 dihitung dengan menyetahunkan penghasilan sebulan.

Rp 50 juta) dst XX Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  117 .

5.000 Rp 24.025.8) PPh Pasal 21 sebulan (:12) *) XX Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah: a.000 Rp 2. Tambahan status kawin c. Status sendiri b.300.000 keluarga.025. Berkenaan dengan kewajiban perpajakan untuk honor tenaga kerja lepas harian dan mingguan akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak. 118118  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Tambahan maksimal 3 orang @ tanggungan Rp 2.

LAMPI RAN KEUANGAN Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  119 .

118  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

<L ~ :x: .... s: e <U <U "0 C Q) c:o ~ '5 T"""":~':~~~":~ .. ..... <........ : ) .....J. .. e > Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  119119 ...:..... ..s E .. T'"" .. . '".... NNN ..... . o z N ~NM ••.J:: ....J:: '" E : :J .. ~ 'iii 's c a....:......... .

2: co ..._ j'" c F = <0 - Ii') ~~ ~~ g ~ ~ ':t M ~ ~ N 5 ~ e-- ..

C ~ Q) OJ) E 3 .s'": s: "iii <1"1 r-............. e " ii g i s . "'0 C al Q) "'0 ~ :::l s: Q) "'0 '" ::l: '" .:: '<. 0. 0. <t ~ ::l al tn .. '" '" If ) al Ill:: ::. 0 "'0 ...'t::: "'0 -:::: \D s: Q) ~ 3 0. ~ c :: "Z :0 Q) ~ (5~ . c .:: Z N 0 ...If) tn ~ :... c a.. .0 Q) '" 0. ~ 0 Q) ""' C ' i ii '" ::.. ":':l .:: Q) ~ 0... ':":l "C'0 . B eo Z E " ... Z 0 Q) "'0 0 :.. ~ Ill:: (5 ".

e ~ .' s 0..

... '" \! ) ~s:. . ... s: 'c" 'QI ~ 'E" rJ '' "" -0 c ::::J -0 ~'" 'E" . . s:0.. 0.J:J '" 0 .. 0. '" a "'.J:J QI 0. .- ~ QI .._.0._ ~ ~ ~... ::> '~ " ' -0 -0 '" '" c ~ CD QI e ~ 0:: 0 '" ..._ "" QI s '" c 'Vi ro s: C o "eo" .'~" C <:t :::> 'z ~ ::::J CD Z QI 0 m Vl 0. ::::J 0 -0 ro V> r-.. -0 0 C '~" _~ "" 0 Z N ....0.. 0:: 0 co s : ::. "" . 'Vi E Co s: e QI :0 c N d ~Z is is ' Vi 0. .. :...._ < ..: ~ . "" :ii ~ QI C ::::J '0 QI <D s' : ~ C QI r '" -0 CD '" ~ E .

J:J 0 I::::J 's C c ro Z '" 0 QI "" ' 0: :2 QI 0."" '" ''"" '" . QI ~ .

.' ~" J c: ~ ::> a> Z "" "" "" "" ci m V) 0.... Q) "0 "c 0 N 10 0 . J:> '" . .. c: CO 00 c: 00 f- . 0. s: ro : e :-0 10 ~~ :0 Q) o : c: 'E " <II <II to c: c: 0....".s. a. e -o ~ 10 10 ::: ~ 10 c: "" ci z .~ : . Q) OJ 10 s: E c: G OJ "... Iii ... e'" 's s: ~ 0.. ... 0. "0 10 10 toO -". ".

~ ~0 0.E Z 10 ::: " OJ J:> c: a. 10 0 "" 10 ~ "" OJ Z ..

.:) "3 ~ co .. « ~ :. <:t .. C C ~~ co ~ .... ~ Q 0... 0.. ..:) IV c: co '§ ::> .. 0... ' 0 i:5 ...s::..' e 0 '" a. . ~ s: 0 . en . '. s: 0.. Z ~ ~ w « co Q.:) 'C N . "iO 0 <XI " ~ C e Vl OJ ::l ::> s: :0 '0 OJ .. ... ID 0. 0.. ~ s: s: II:: ~ 0.. 0. z U'I .s 5 "i " OJ :. E OJ C OJ ~ s: . 0. .0 OJ ~ .... 0.....ID .. ::i: II:: ... . 0.". '" 0 . =i Q. s: e.D "OJ 00 " : C a:> ~ 0. .

. Vl 0. . '" . Q ) '.s: ~e e C " '" ci 0 OJ 'C Q) N 0 . 0.'"o " '" Z ~ . a..... "" "iO s : E < . C gg {!? C . 0...... . Q) "iO . 2 G Q) E z ':." e ... . Vl 0. Q) QO C Q) z 0 "" 2 . e ~ a.. .. . .. . . . '" ~ " " ... <.: 0... .s: . ~ e .

. z .. ~ :5 c C s c C 8 oS <> c e 8 8 C 8 C ~ ~ i e j oS· C c 8 ~ !j e oS C . 0 -.. ~ "" ! '" . . jj ..:> I. M ~ .. :5 ·~ f f ~ :! .. c c . R) I..... GO .. ii: ... 8 .s:::. ~ j ! . .... .. v> < I....J ~ LLJ o LLJ 0.. E ...s:::.. -: ~ :! .... ~ " "~ ~ ~ -e i ~ c . 0. .... \D -.0 t 0. R) R) "0 c: Q) co ~ ~ ~ I- ..:> Z . <> :! z ::E Q) ~ s t ~ ·E Z .. "0 R) R) VI R) I.. S 8 e e . ..

. <J jj " ~ N N N - .. e N i . '" . 0 M .

3 3 3.gas GIAI dan JaI1waIPtIajaJ'1n Penyusunan Program Semester PenyuwnanSbbus .J..1..l ._ 3.( Triwulan ke . "" .' 1 1 5._dst P~tlgln 2 22.2 6 2 ..2.in stand"..1 52 Mresi1TIk _ ~lIataan dst s ~ darl Ptft)abn GtcII.1 82.1. e .1 32 32.1 3.N""""'iangI<B"(ATKkSM) _ Pengadaan Nat ~ran (seblnl'l mapeiletmaSlJk Ptogt1m ~n ~Progam~an _ .._ S.1.4 3 ~ wnda. 2 . 1 $.1lemen Madtasah e..1 4.. .1 3.•.1 33.2. KegiaUn PengemIla~n ~VI$dan~1ltI ~natlPrcfilSekClltl pen~loIun Man..2 82.1 4.1 3.•. 8'1 1.._dst ~danPet8'MllranMeubeIW u 5.~n80S l(.••••. 2 R l .3 1.1 4.1 KabIKota Lain Lainnya •...f(78 OIIs1oleh J~(h'Sah CWrimk._dst ~ng...4 1_ _""""" .•.. ra'" du ptasarana Mad .J: Program Ma«a:sab Ptngecnbatlgln Kompeunsl Lulusan ptnyu$ul"llft ~~nMit'l..1. 1'1 5.....• dst OR) ~ Pefaltsanaan Penc:laftwan Peser1a Oidik BaN(PPOB) El$(1ak\jtiuAe._CIst PtngtfrOIng......2.mal Jumlatl Rutin ntuan Puut en unaan dana r sum .1 32.. lSI PtmbasllaTl. Kec:ama\an PefakSanaan Up Coba UAS8PWN n..a Pt'o'fin$1 -I 1 11 .bII(ou Kabu_ltNKot.2 1. . Kc:ca b .2 4.tatnEkStraktltiluJet ~ Program 3..2_ .In stJnda.. 12 2. ununDan. Pet!tantcWan dtt Kog ~"'E_~ Ptnyuauran ProsJ'am SU~ M::IruIomg clan Evaluasi 1$33 . . J Fonnulir eoS.2 Penti'1aan T_" ~ 4._d$l Mala Pelajatan Pn:I.'l.2 4.1 $'2 $. ptf.. Coba UAS8H1UN n.kNtINn ek$n1tttlet Keptaimukaan ._ 4 4.1SokOlah 80S 8antuan Somber Pendapatan Provin. ana SiOIla.'2 1. ProMS 2-3.3 2.ln.•_..•_dst ~ng .3.u..._KU"U ..2 3...3 dst I<egIa:Ian~P"'toriIn Penyusunan Prognm KetatalJSahaan ~ saraN PendUIUJI'a. ~KompetensiKepa&a~n .2 ~Tenag:al(eperMicftkan: P«I'ItIInaan TeNJ9l Ketatausahaan 4. sid Nama MadlUab KKamatJn •.•.2 ~~ Kegiatan 8etaiarMengajar: ~Sar...3.2..n pMdidik dan tenaga 1(I~Pf'ndidikan ~Gur\ldiGugus: Pening1ta1anI<lJalllasGuruKeias. lt!d MllaKutsiOUt\. lai nQkeIU "..AAAN P£RIOOETANGGAL : . rll'l'lM.T.REAU$A$I peNGGUNAAN DANA TIAP JENI$ ANGGARAN TAHUNA.3 .1.1 532 .. 6 1 "......'2 ..••••. -..I:'Ig 5 2 .1 ~ Ptmeflharaan dan Perawatan AJal( tcantorJlnventansSeldah: $. Petaltwnaan U. d$t 5 Ptngembangan .

.. DIy. Pegawai f'otngMIbItlg.tlncf".4arl J'N 7U 'ItT1II . pMlIWIyaan 11 7 .64 141 ~ 6.4 e'2 1 Hutlul9l'l Mup..ln ~ .ikat ~~lnbmasi"'..1 "h.. 1 7..d&l RIoI'Nh TII"WI "'.-nen ~L..net 4st KonIuI'nII G4JN I KonIumti ..

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  127 .

............ 1 2 3 4 Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Wlktu Penerlmlln {Rp} Penggunlln {Rp} lumllh 3.... KepalaMadrasah/PenjabPPs (Nama Lengkap & Stempel) 128  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . 2. 20 . Apabila di kemudian hari pernyataan ini tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarya.LAMPIRAN FORMULIR BOS K-7C Dibuat oleh Madrasah/PPs Dikirim ke Tim Manajemen BOS Kab/Kota PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Jabatan : KepalaMadrasah/PenjabPPs Alamat Dengan ini menyatakanbahwa : 1. PenggunaanBelanja Bantuan OperasionalSekolah(BOS)adalah sebagai berikut : No....... mendukung operasionalmadrasah/PPsdan tidak untuk keperluan pribadi....... saya bersediadikenakan sanksiadministrasidan/atau dituntut ganti rugi dan/etau lainnya sesuaidengan ketentuan peraturan perundang-undanganyang berlaku.... Belanja Bantuan OperasionalSekolah (BOS) telah digunakan dalam rangka .... Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya dan bermaterai cukup untuk dipergunakansebagaimanamestinya...... (Nama Kabupaten/Kota) .

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  129 .

130  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

0 .._ a.:: co CII "0 · c 0.< LJ.... E z ' " 00 VI 0 co ~< I Z « . . LJ....:... 2. . g ..~ .20. E~ ~c: ~ 0 .....J Ocr:: zO <0. ::I < :.. ::1< f-.t = ..: '':a " "... 0 Z V 'lLJ.D c: C1> V'I.:. E E .JO Oz N ci ~~ . . 0 LL.~ "' VI :x: E :x: coc: 00 '" 0".. :. S ::I ::::... e ~ i= c: .JZ Z 0. J ..JZ <::I Zt:) ot:) ~ "0 .J Z < co ':i 0....... C II 0 Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  131 .~ . ~ ~ a~0. <0 0 ~~ cc: ....

.. 0:: ~ ::> 0:: 0 rJl '~ Q. ~ ~ I'! ~ 0 rJl In <I> I- "" . . .. :::> :IE '" ' 0:: ::. . C£ 5l'c E ~ . ~ E !l .0 u. ..... . . ' " ~~ C 0 . o. . ~ . ~ ~ E -' . .. ~~ "! 0 :: . <II . ...i ~ .i "- s :::l .". . '.. 0 c .x . ... 0 ell « u. .0 co·s . . ..( .. '" . < I> :J: ~. l! 0 ......~ rJl 0 . 01 . . 0- E 0 i= IL 15 '". ~ 0 :: i ':'":". .. ...S I- . 0 :: il C C z E ~ I- '" ~$. e 0:: 0:: E rJl . .x 0:: ~~ ~0- ......

~ :z: ~ c : : z:5 . ~ N M .. . E ... E 01 ~ c. eo : c . Z 132  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs ...I ::.. . ~ ~ u.. "" V> 01 .. >........0 .... i u. <D ~ -e '" I- '" 0 .. ..::: 0 CD Z ¢ C< ¢ 0 :. in z a.0 :: s a.: C< in ::. '" " C . ... -' . . .. 0 :::> . 0¢ '" ' z . 0. . in 15 . .: 0 "" . 0 ." ! . I- ~ ::> 15 .~ <) ..

Z N o c. g ~ . "'0 ~ 3 it J.:> -Z V'lUJ ~Q. =>:3 IZ <Xl ~ I N Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  133 . UJZ Q. o < Xl ~ ~ I ~ Z ~ -'0 ~~ -. v. Z Oz ~=> 01.s: co fJ) co ::2 co " ' c 0 o ( 'aJ) ".:> In Z so cx: Q.~ 4: ~ ~~~+rHH++rH~+rH i ~ . ~ i=- C o e > co n.~ ZI.. Ocx: zO ~Q.

134  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

JI::> -4. (I> E 0 c:. go ~ z t= .s: (I> 0 0... z ~ ::>...:) . en l< . ee :E cn .. . j a.0 E ...:.! c : .. 1'0 . ::::E (I> => en 3: en ~ 0 u.J Z 4: .J'._ -e I - .... 1.'J0 e = '" § ~ o N .2 ~Z 0 Z .:::>£ 0."0 -e- 0 .._0 . R ' .... co 0> 0 0 co 4: 4: z = '" 0 .. ..-g..s 0 "" ~ j a.J z a:: 0 w Z V..... .. c: (I> (I>::::E ::£: ':::.: ::> . :.:) VIZ ~~ !:::: a..:..::. Z . ~ ~ a:> ~::l :> c: 0.0 -..... w 4:........s 0 ... e n -I.. .~_ . .::: ~ l- 4: I- . i= E.. s Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  135 . c. a::>Q:j ..~ :.. . " ::l '~ 1'0 1'0"0 c: 1'0 1'00. 4: :::.::: I.2 a:: :::c z ~ ~ ::. ~ .:. .. ~ z c: ICO o..:. ~ ::> . 0 '" c: :> ~ VI -c ....

'§ I- o Z o Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  136 .

Z 0 ... ~ ~" ~ -c .. .2 0.... s : f2 ?: ~ :::I >! 0 N z s ~ ~ 6 ~ -ro C) C) c: ~ -z C5 I- ro a... s ~ ~ I- Q.U) <t c.. Vi Z 6 X a: Q.. z ~ z ~ . i5 ~ s ~ ~ 9 < .. 5z w Q..:.. '"c": ~ <t Q. N m <: II> ~ . ~ ~ 0: ~ Z s t.. '0 . Q. s "C ~ ~ ~ ~ <'" t a: = Z e. Z C5 ~ Vi ~ ...

136  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

ci N z II -ci vi II 11 11 I 1 I I I 1 11111111 J 1 ~ Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  137 ..1 I I II II ~l ~ CD~ E a.

138  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful