BUKU PandUan teKnis BantUan OPeRasiOnaL seKOLaH (BOs) Pada MadRasaH sWasta dan PPs taHUn anGGaRan 2013

UNTUK MADRASAH IBTIDAIYAH DAN MADRASAH TSANAWIYAH SERTA PPS ULA DAN PPS WUSTHA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA TAHUN 2013
i

ii

KATA PE NGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’alaikum Warohamatullahi Wabarakatuh Salah satu indikator penuntasan program Wajib Belajar 9 Tahun, diukur dengan capaian Angka Partisipasi Kasar (APK) tingkat SD/MI dan SMP/MTs. Pada tahun 2011, APK SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat telah mencapai 102,58% dan 89,57%. Hal ini menunjukkan telah adanya kemajuan yang signifikan pada pembangunan pendidikan di Indonesia. Peningkatan akses dan partisipasi, kualitas mutu dan pengelolaan yang akuntabel telah membuktikan adanya kemajuan dalam hal pembangunan pendidikan. Program BOS untuk semua peserta didik, Sekolah Dasar/ Madrasah lbtidaiyah (SD/MI) dan Sekolah Menengah Tingkat Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) baik laki-laki dan perempuan sejak tahun 2011 telah berhasil mempercepat target program Wajib Belajar 9 Tahun. Kementerian Agama telah memberikan kontribusi APK untuk tingkat Madrasah Ibtidaiyah/PPS Ula dan tingkat Madrasah Tsanawiyah/PPS Wusta untuk masing-masing sebesar 12,44% dan 19,86%. Dengan keberhasilan BOS pendidikan dasar tersebut, pada tahun 2012 pemerintah telah merintis implementasi BOS pada jenjang pendidikan menengah. Direncanakan pada tahun 2013, program Wajib Belajar 12 Tahun yang kemu- dian disebut Pendidikan Menengah Universal (PMU), akan mendapatkan alokasi dana BOS sesuai dengan standar biaya pendidikan. Kebijakan pemerintah ini merupakan upaya pemerintah untuk menyiapkan generasi anak Indonesia yang cerdas menjelang 100 tahun Indonesia merdeka.
iii

Dengan adanya perbedaan pengelolaan tersebut. Nur Syam. Wassalam Jakarta. Untuk itu. NIP 19580807 198603 1 002 iv .Si. sejak tahun 2010 mekanisme pengelolaannya dibedakan berdasarkan sasaran siswa di lingkungan madrasah negeri dan di lingkungan madrasah swasta dan Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) penyelenggara Wajar Dikdas. 17 Desember 2012 Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof. Dr. upaya untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan BOS.Berkenaan dengan hal tersebut. M. kepada seluruh Tim Manajemen BOS agar memahami dan melaksanakan pedoman ini dengan sebaik-baiknya. maka buku panduan pelaksanaan BOS pun dibedakan untuk madrasah negeri dengan madrasah swasta dan Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) penyelenggara Wajar Dikdas. sehingga dapat memudahkan pengelola BOS di semua tingkatan dalam memahami buku panduan ini dan dapat menjadi acuan bagi seluruh tim Manajemen BOS dalam melaksanakan program BOS di madrasah dan Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) penyelenggara Wajar Dikdas.

.... Ketentuan umum Madrasah/PPs penerima BOS .... 3......................... Manajemen BOS tingkat Provinsi... Waktu Pencairan dan Penyaluran dana BOS ............... TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA ....... A.......... 3.. Penyusunan Rencana Kerja Madrasah/PPs ............ Tujuan dan Sasaran BOS ......... 1......... 1. Tim Manajemen BOS tingkat Kabupaten/Kota .... B..... 2.. Landasan Hukum.................... Manajemen BOS tingkat Kabupaten/Kota ...... D... 1.. Pencairan dana BOS pada Madrasah Swasta/PPs ................ 2... Mekanisme Perencanaan dan Penganggaran BOS ...... Tim Manajemen BOS Tingkat Pusat...... A......................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR........................ Tugas dan Tanggung Jawab.............. 4.......................... 4....... 4..... C....................................................................................... Pengertian BOS....................... Tim Manajemen BOS tingkat Provinsi .... B...... v i iii 1 1 2 9 9 11 13 15 16 16 17 19 19 19 21 21 22 22 22 24 27 29 33 33 33 ................................. 1................... 3. 1................................. 2..... BAB SATU PENDAHULUAN... Program BOS dan Program Wajar Dikdas 9 Tahun yang Bermutu ....... BAB TIGA MEKANISME DAN IMPLEMENTASI PENGELOLAAN BOS PADA MADRASAH SWASTA DAN PONDOK PESANTREN SALAFIYAH ........................... DAFTAR ISI.. A............ Manajemen BOS tingkat Satuan Pendidikan....... Tim Manajemen BOS tingkat Satuan Pendidikan ......................... Manajemen BOS Tingkat Pusat .......... Pencairan dana BOS pada Madrasah Negeri .............................. Program BOS dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) ................... Pendahuluan.................. Organisasi ................................. BAB DUA ORGANISASI........... 2............

Manajemen BOS Pusat ........................... Sanksi..... Latar Belakang .................. MONITORING.................. 34 36 36 37 41 42 48 48 49 50 51 51 56 57 59 61 63 65 65 65 65 66 66 66 BAB ENAM PENGADUAN MASYARAKAT . 1...... B......... 4...................... Prosedur Penyusunan Laporan ....... Tim Manajemen BOS Pusat ...... Pengawasan Melekat............... 2................................................. Mekanisme Penyaluran dan Pengambilan Dana BOS..... Pembatalan BOS .... 4..... Pengawasan .. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota ............................................................ Manajemen BOS Provinsi ...... Mekanisme Penyaluran Dana .................. G............... 101 BAB SATU PENDAHULUAN... Perancangan dan Pengalokasian Anggaran BOS ............... Tahapan Penyaluran dana BOS: ....... 2......................... 3...... Pengawasan Fungsional Internal .................... 69 B......... Tugas dan Fungsi Layanan ...................... Media ... B....... 3..... PELAPORAN ... 70 2.................... BAB LIMA PENGAWASAN DAN SANKSI ............. B... A....................................... Manajemen BOS Kabupaten/Kota .... F................................................................ A................................................. Larangan Penggunaan Dana BOS .. Mekanisme Penggunaan Dana BOS ............ 69 A.. BAB EMPAT MONITORING DAN PELAPORAN .......... Mekanisme Pengambilan Dana BOS pada Madrasah Swasta/PPS .................................................... 3. 103 A........ D......... 103 vi . 71 3..... Pengawasan Masyarakat..... 1............ 2........................................................................... Pengawasan Eksternal ..... C....... E............................ 73 BAGIAN DUA BUKU PANDUAN TEKNIS KEUANGAN BOS .................. Tim Manajemen BOS Madrasah................ 70 1................ Tim Manajemen BOS Provinsi.............2... 1........................................... 71 LAMPIRAN BUKU SATU PANDUAN TEKNIS BOS ........................... Mekanisme Pembelian Barang/Jasa di Madrasah/PPs.....................

................................................... Mekanisme Rekapitulasi Laporan Keuangan ..... vii .... A........................... Formulir BOS K-10A.................................. Maksud dan Tujuan .. Formulir BOS K-8 ............................................................................................................................... C.................. Formulir BOS K-2 ......................... Formulir BOS K-7A .......................................... Formulir BOS K-7B .............. Formulir BOS K-13A............ Formulir BOS K-7C ...................... Formulir BOS K-10B ................................ Waktu Pelaporan....................................................................B............................. Formulir BOS K-6 .................. 104 105 105 109 110 110 113 117 119 120 121 122 123 124 125 126 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 BAB DUA PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN ............. Formulir BOS K-9 ......................................... D.............................. Formulir BOS K-4 ............................ Formulir BOS K-3 ....... BAB TIGA PERPAJAKAN ........................................................... Formulir BOS K-7E .................................................................. B........................... Formulir BOS K-7D ............................................... Formulir BOS K-5 ....................... Formulir BOS K-13B ......................... Formulir BOS K-12 ....................... Dokumen Laporan Keuangan .......................................................... Formulir BOS K-1 .. Formulir BOS K-11 .............................. LAMPIRAN BUKU DUA PANDUAN TEKNIS KEUANGAN BOS . Komponen Laporan Keuangan ...............................

viii .

BAGIAN SATU BUKU PANDUAN TEKNIS BOS .

2  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

keberhasilan program BOS dalam meningkatkan APK tersebut juga diiringi dengan upaya pemerintah.58% dan 89. Konsekuensi dari amanat undang-undang tersebut adalah pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik pada tingkat dasar (SD dan MI. sejak tahun Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  3 . Pada tahun 2011. Kementerian Agama yang menangani pendidikan Madrasah dan Pesantren memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan amanat UU tersebut. SMP dan MTs) serta satuan pendidikan lain yang sederajat. dan masyarakat. Walaupun demikian.86%.57%. Kontribusi MI/PPs Ula dan MTs/PPS Wustha atas APK nasional tersebut sebesar 12. APK SD/MI/Paket A dan SMP/MTs/Paket B telah mencapai 102.BAB SATU PENDAHULUAN A. Pemerintah Daerah. Pada Pasal 34 ayat 2 menyebutkan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah menjamin t e r se l e n g g a r a n y a w a j i b b e l a j a r m i n i m a l p a d a jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya. sedangkan dalam ayat 3 menyebutkan bahwa wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan Pemerintah. Salah satu indikator penuntasan program Wajib Belajar 9 Tahun diukur dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) SD dan SMP. Pendahuluan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa setiap warga negara yang berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar.44% dan 19.

pendekatan. pada perubahan tujuan. dan orientasi dalam peningkatan 4  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .2009.

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3264) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang. B. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3143).undang nomor 42 tahun 2009 tentang Perubahan ketiga atas Undang Undang nomor 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 150. 3.mutu pendidikan dasar yang terjangkau untuk semua kalangan masyarakat. 5. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3886). Landasan Hukum Landasan hukum dalam pelaksanaan program BOS Tahun 2013 meliputi semua peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 34 ayat (2) Undangundang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5069). yaitu: 1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia(Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 165. 4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 51. 2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  5 . Undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak(Lembaran Negara Tahun 1979 Nomor 32. Pasal 28 dan Pasal 31.

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Anak (Lembaran 6. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59.2002 tentang Perlindungan Negara Tahun 2002 Nomor 109). 7. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 113. 8. 9. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286). 10. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. Tambahan 6  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41. Tambahan Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  7 .Lembaran Negara 5254). Republik Indonesia Nomor 11.

14. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. 16. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741). Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. 12. 8  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . 15. 13.Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4863). 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 124. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 91. 17. Pemerintahan Daerah Provinsi. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89. Peraturan Pemerintah No. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4769). Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609). Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 90. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4864).

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  9 .18.

Tugas. dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi.(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 10  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157). 19. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5271). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 142). 20. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara. 21. Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang nomor 42 tahun 2009 tentang Perubahan ketiga atas Undang Undang nomor 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 4.

92 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. Tugas. Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  11 .

27.03/2003 tentang Penunjukkan Bendaharawan Pemerintah untuk Memungut. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 59/P Tahun 2011. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 . 26. 25. dan Melaporkan Pajak Penambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah beserta Tata Cara Pemungutan. 24. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014.Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 142). Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 12  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs 28. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 155). 22. Penyetoran dan Pelaporannya. Menyetor. MA/86/2000 tentang Pondok Pesantren Salafiyah sebagai Pola Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun. 1/U/KB/2000 dan No. Surat Keputusan Bersama antara Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Agama No. 23. Ke p u t u s a n M e n t e r i Ke u a n g a n N o m o r 5 6 3 / KMK.

Tahun 2008 tentang Buku. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  13 .

31. 30. 32. 14  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .03/2010 tentang Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 sehubungan dengan Pembayaran Atas penyerahan Barang dan Kegiatan di Bidang Impor atau Kegiatan Usaha di Bidang lain. Pe r a t u r a n M e n t e r i Ke u a n g a n N o m o r 1 5 4 / PMK. 34. 33. Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Organisasi Vertikal Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 851). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan S u m b a n g a n B i a y a Pe n d i d i k a n p a d a S a t u a n Pendidikan Dasar (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 665). Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 592). Peraturan Menteri Keuangan Nomor 162 Tahun 2102 tentang Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 1035). Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206 Tahun 2102 tentang Penetapan Bagian Penghasilan Sehubungan Dengan Pekerjaan Dari Pegawai Harian dan Mingguan Serta Pegawai Tidak Tetap Lainnya (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 1264). 35. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimum Pendidikan Dasar.29.

Kementerian Pendidikan Nasional RI. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  15 . Kesepakatan Bersama antara Kementerian Sosial RI. Kementerian Dalam Negeri RI.36. Kementerian Kesehatan RI.

Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor DJ. Jasa. Bahasa Arab dan Referensi untuk Raudatul Athfal. 38. Busthanul Athfal. 39. dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 26 sehubungan dengan Pekerjaan. dan pelaporan PPN dan 16  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . 41. 40. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP382/PJ/2002 tentang pedoman pelaksanaan pemungutan. dan Kegiatan Orang Pribadi. Madrasah Tsanawiyah. dan Madrasah Aliyah Tahun 2008. Ke s e p a k a t a n B e r s a m a a n t a r a Ke m e n t e r i a n Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan Kementerian Agama Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender dan Pemenuhan Hak Anak di Bidang Keagamaan. Kementerian Hukum dan HAM RI.I/375/2009 tentang Penetapan Buku Ajar Referensi. Penyetoran. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor Dj.I/196/2008 tentang Penetapan Buku Ajar Pendidikan Agama Islam (PAI). Pengayaan dan Panduan Pendidik untuk Madrasah Ibtidaiyah. Madrasah Ibtidaiyah.Kementerian Agama RI. Pendidikan Agama Islam pada Sekolah dan Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2009. penyetoran. Madrasah Tsanawiyah. dan Madrasah Aliyah. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dan Kepolisian Negara RI tentang Peningkatan Kesejahteraan Sosial Anak Jalanan pada tahun 2010. Tarbiyatul Athfal. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER57/ Pj/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-31/Pj/2009 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan. 37.

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  17 .PPNBm bagi pemungut PPN dan Pengusaha Kena Pajak Rekanan Pemerintah.

air. Pengertian BOS Bantuan Operasional Sekolah. dan daya saing. ada beberapa jenis pembiayaan investasi dan personalia yang diperbolehkan. dan pencitraan publik. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor DJ. peningkatan mutu. Namun demikian. banyak program yang telah.dibiayai dengan dana BOS. biaya non personalia adalah biaya untuk bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. C. Secara detail jenis biaya yang boleh dibiayai dari dana BOS dibahas pada penggunaan dana BOS.I/1997/2012tentang Buku Ajar. dan lain sebagainya. transportasi. jasa telekomunikasi. Program BOS dan Program Wajar Dikdas 9 Tahun yang Bermutu Dalam rangka penuntasan Wajib Belajar 9 tahun yang bermutu. serta tata kelola. sedang dan akan dilakukan. selanjutnya disingkat BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendanaan biaya operasional non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar. Buku Referensi . relevansi. asuransi. dengan persyaratan tertentu.Meskipun tujuan utama program Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  11 . yaitu pemerataan dan perluasan akses. 43. 1.I/725B/2010 tentang Penetapan Buku Ajar dan Referensi Madrasah Tahun 2010. konsumsi. Menurut PP 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan. uang lembur. akuntabilitas. pemeliharaan sarana dan prasarana. dan Buku Pengayaan Madrasah. Program-program tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3.42. yang meliputi biaya daya. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor DJ.

BOS harus memberikan kepastian bahwa tidak ada peserta didik perempuan dan laki-laki termasuk yang memerlukan pendidikan khusus dan layanan khusus (selanjutnya disebut “peserta didik”) karena faktor sosial. relevansi dan daya saing serta untuk tata kelola. b. ekonomi dan geografiputus sekolah seperti tidak mampu membeli baju seragam/alat tulis sekolah dan biaya lainnya. orang tua. BOS ha r us me nj amin ke pa st ian lulusa n setingkat MI dapat melanjutkan ke MTs/setara. f. c. d. maka setiap pengelola pendidikan harus memperhatikan hal-hal berikut: a. e. Kepala madrasah harus mengelola dana BOS secara akuntabel dan transparan. akuntabilitas dan pencitraan publik.BOS adalah untuk pemerataan dan perluasan akses. Kepala madrasah berkewajiban mengidentifikasi anak putus sekolah di lingkungannya untuk diajak kembali ke bangku sekolah/madrasah. BOS harus menjadi sarana penting untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan dasar 9 tahun yang bermutu. g. atau walinya memberikan sumbangan 12  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Kepala madrasah menjamin semua peserta didik perempuan dan laki-laki yang akan lulus dapat melanjutkan ke jenjang lebih lanjut. Melalui program BOS yang terkait dengan gerakan percepatan penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun. BOS tidak menghalangi peserta didik. program BOS juga merupakan program untuk peningkatan mutu.

sukarela yang tidak mengikat kepada Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  13 .

BOS harus menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemberdayaan madrasah dalam rangka peningkatan akses. b. Madrasah mengelola dana secara profesional. Melalui program BOS. 2.Pengelolaan sumbangan wajib melibatkan komite madrasah dalam hal pengelolaan dan keputusan realisasi penggunaannya. tidak terikat waktu dan tidak ditetapkan jumlahnya. dan dikelola secara mandiri oleh madrasah dengan melibatkan dewan guru dan Komite Madrasah. transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. dan mendorong partisipasi warga madrasah dan masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan di madrasah. Sumbangan sukarela dari orang tua siswa harus bersifat ikhlas. dan manajemen madrasah setidak-tidaknya untuk mencapai standar pelayanan minimal pendidikan dasar. mutu. 14  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Program BOS dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Dalam program BOS. warga madrasah diharapkan dapat lebih mengembangkan madrasah dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. serta tidak mendiskriminasikan mereka yang tidak memberikan sumbangan. c.madrasah. pemberian fleksibilitas yang lebih besar untuk mengelola sumber daya madrasah. dana diterima oleh madrasah secara utuh. Madrasah harus memiliki Rencana Jangka Menengah yang disusun 4 tahunan. Dengan demikian program BOS sangat mendukung implementasi penerapan MBS yang secara umum bertujuan untuk memberdayakan madrasah melalui pemberian kewenangan (otonomi).

Rencana Jangka Menengah (Renstra) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT)disusun bersama-sama antara Kepala Madrasah. dan Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  15 . Sumbangan/pungutan bagi madrasah yang telah memenuhi standar mutu di atas Standar Nasional Pendidikan (SNP) harus tetap mempertimbangkan fungsi pendidikan sebagai kegiatan nirlaba. b. Membebaskan pungutan bagi seluruh peserta didikmiskin di tingkat pendidikan dasar. Secara khusus program BOS bertujuan untuk: a. baik di madrasah negeri maupun madrasah swasta. sehingga sumbangan/pungutan tidak berlebih. dimana dana BOS merupakan bagian integral di dalam RAK-M/PPS tersebut. Dewan Guru.d. kecuali pada madrasah yang ditetapkan sebagai madrasah yang telah memenuhi standar mutu di atas Standar Nasional Pendidikan (SNP). Membebaskan pungutan bagi seluruh siswa MI negeri dan MTs negeri terhadap biaya operasi sekolah. Tujuan dan Sasaran BOS Secara umum program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat t e r h a d a p pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu. guru. Madrasah harus menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RAKM/PPS). dan Komite Madrasah dan diketahui oleh KepalaKantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. 3. dan keputusan tersebut merupakan kesepakatan kepala madrasah.

16  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .komite madrasah yang disetujui oleh kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota.

Pondok Pesantren Salafiyah (PPs) tingkat Ula. PPS penerima BOS adalah lembaga pondok pesantren yang menyelenggarakan kegiatan Wajar Dikdas dan santrinya tidak terdaftar sebagai siswa madrasah atau siswa sekolah. madrasah tsanawiyah (MTs) dan Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) Ula dan Wustha penyelenggara Wajar Dikdas (Wajib Belajar Pendidikan Dasar) di seluruh Provinsi di Indonesia. Pondok Pesantren Salafiyah (PPs) tingkat Wustha. Besar Biaya Satuan BOS Besar biaya satuan BOS yang diterima oleh madrasah/PPS. untuk madrasah swasta/pps harus memiliki izin operasional. b. dapat menjadi sasaran program BOS setelah dilakukan verifikasi oleh Tim manajemen BOS Kabupaten/Kota. MI dan MTs penerima BOS adalah lembaga madrasah yang menyelenggarakan kegiatan Wajar Dikdas dan siswanya tidak terdaftar sebagai siswa SD atau SMP. 4. Madrasah Tsanawiyah (MTs) baik negeri maupun swasta.Sasaran program BOS di lingkungan Kementerian Agama. Batas usia santri PPS yang menjadi sasaran penerima BOS adalah maksimal 25 tahun. dihitung berdasarkan jumlah Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  17 . adalah: a. Madrasah Ibtidaiyah (MI) baik negeri maupun swasta. Madrasah/PPs penerima BOS adalah seluruh madrasah ibtidaiyah (MI). d. c. Bagi madrasah yang menyelenggarakan kegiatan Wajar Dikdas pada sore hari.

siswa dengan ketentuan: 18  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

Ketentuan umum Madrasah/PPs penerima BOS 1. 2. Madrasah/PPs yang menolak BOS harus melalui persetujuan orang tua siswa melalui komite madrasah/Yayasan dan tetap menjamin kelangsungan pendidikan peserta didik miskin di madrasah/PPs tersebut. wajib menerima dana BOS. 5. maka madrasah dilarang memungut biaya dari peserta didik. Untuk madrasah swasta/PPs yang mendapatkan bantuan dari Pemerintah dan/atau pemerintah daerah pada tahun ajaran berjalan dapat memungut biaya pendidikan yang digunakan hanya untuk memenuhi kekurangan biaya investasi dan biaya operasi.000/siswa/tahun 5. Semua madrasah swasta/PPs yang telah memiliki izin operasional dan tidak dikembangkan melalui program pemenuhan standar mutu diatas Standar nasional Pendidikan (SNP). Bila madrasah tersebut menolak BOS.-/siswa/tahun Madrasah Tsanawiyah/PPS Wustha: Rp 710. orang tua atau wali peserta didik. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  19 . 3. Semua madrasah negeri wajib menerima program BOS. 4.Madrasah Ibtidaiyah/PPS Ula: Rp 580.000. Seluruh madrasah/PPs penerima program BOS harus mengikuti pedoman BOS yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama RI.

6. Bagi madrasah negeri yang ditetapkan sebagai madrasah yang telah memenuhi standar mutu diatas Standar nasional Pendidikan 20  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

dan tidak ditentukan jumlah maupun jangka waktu pemberiannya. Madrasah/PPs dapat menerima sumbangan dari masyarakat dan orang tua/wali siswa yang mampu untuk memenuhi kekurangan biaya yang diperlukan oleh sekolah. Sesuai kewenangan pembinaan. 7. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota harus ikut mengendalikan dan mengawasi pungutan yang dilakukan oleh madrasah tersebut dengan mengikuti prinsip nirlaba dan dikelola dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi.(SNP). 8. Sumbangan dapat berupa uang dan/atau barang/jasa yang bersifat sukarela. tidak memaksa.undangan dan dinilai meresahkan masyarakat. dan pencairan dananya dilakukan secara bertahap sesuai dengan perencanaan atas Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  21 . Pencairan dana BOS pada Madrasah Negeri Pada Tahun Anggaran 2013. dana BOS telah dialokasikan dalam DIPA Satker selama 12 bulan untuk periode Januari sampai Desember 2013. 9. D. Waktu Pencairan dan Penyalurandana BOS 1. tidak mengikat. maka diperbolehkan memungut dana/ menerima sumbangan dari masyarakat yang mampu dengan persetujuan Komite Madrasah untuk memenuhi kekurangan biaya investasi dan biaya operasional yang diperoleh dari pemerintah dan atau pemerintah daerah. Pemerintah dapat membatalkan pungutan yang dilakukan oleh madrasah/Pps apabila madrasah tersebut melanggar peraturan perundang.

22  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .kebutuhan pembiayaan pada madrasah.

Penyaluran dana BOS dilakukan setiap periode triwulanan (3 bulanan). Pencairan dana BOS pada Madrasah Swasta/PPs Pada Tahun Anggaran 2013. Triwulan pertama (bulan Januari sampai dengan bulan Maret) dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada awal bulan Januari 2013. Triwulan keempat (bulan September sampai dengan bulan Desember) dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada awal bulan September 2013. Triwulan kedua (bulan April sampai dengan bulan Juni) dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada awal bulan April 2013). yaitu: a. yaitu semester 2 tahun pelajaran 2012/2013 dan semester 1 tahun pelajaran 2013/2014. d. dana BOS akan diberikan selama 12 bulan untuk periode Januari sampai Desember 2013. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  23 . b. c. Triwulan ketiga (bulan Juli sampai dengan bulan September) dilakukan aling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada awal bulan Juli 2013.2.

susunan organisasi pengelola BOS sebagai berikut: A. provinsi. Organisasi 1. mulai dari tingkat pusat. Struktur organisasi tersebut dibentuk berdasarkan pertimbangan ketersediaan anggaran. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA Pengelolaan program BOS di lingkungan Kementerian Agama dilakukan oleh Tim Manajemen BOS. dan madrasah/PPs.BAB DUA ORGANISASI. kabupaten/kota. termasuk penambahan serta pengurangan unsur yang ada. Secara umum. Manajemen BOS Tingkat Pusat a) Pengarah Menteri Agama b) Pembina Sekretaris Jenderal c) Penanggung Jawab Program • • Direktur Jenderal Pendidikan Islam Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam d) Penanggung Jawab Kegiatan Direktur Pendidikan Madrasahselaku Ketua Tim Manajemen BOS Pusat Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok 24  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

Pesantrenselaku Manajemen BOS Pusat Wakil Ketua Tim e) Tim Pelaksana Kegiatan pada Direktorat Pendidikan Madrasah Ketua Tim Pelaksana : Kasubdit Kesiswaan atau pejabat lainnya yang ditunjuk menangani BOS Madrasah Wakil Ketua Tim Pelaksana : Kasubag Tata Usaha Anggota: · · · f) 2 (dua) orang Kepala Seksi pada Subdit Kesiswaan 1 (satu) orang Kepala Seksi lainnya yang menangani data dan Sistem Informasi 3 (tiga) orang staf pelaksana Tim Pelaksana Kegiatan pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ketua Tim Pelaksana : Kasubdit Pendidikan Kesetaraan atau pejabat lainnya yang ditunjuk menangani BOS Pondok Pesantren Salafiyah Wakil Ketua Tim Pelaksana : Kasubag Tata Usaha Anggota: · · · 2 (dua) orang Kepala Seksi pada Subdit Pendidikan Kesetaraan 1 (satu) orang Kepala Seksi lainnya yang menangani data dan Sistem Informasi 2 (dua) orang staf pelaksana Kasi Beasiswa dan Bantuan g) Sekretariat Tim Manajemen Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  25 Ketua: .

Operasional Madrasah Dalam melaksanakan tugasny a. akan 26  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

2. Manajemen BOS tingkat Kabupaten/Kota a) Pengarah • Bupati/Walikota • Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota • Ke p a l a K a n t o r Ke m e n t e r i a n Agama Kabupaten/Kota Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  27 .dibantukonsultan (jika ada) dan staf pendukung. Manajemen BOS tingkat Provinsi a) Pengarah • • • Gubernur Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi b) Pembina Kabag Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian c) Penanggung Jawab Kegiatan • • Kabid Pendidikan Madrasah/TOSselaku Ketua Tim Manajemen BOS Provinsi Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren/TOSselaku Wakil Ketua Tim Manajemen BOS Provinsi d) Tim Pelaksana Kegiatan (Pendidikan Madrasah dan atau PD. Pontren/TOS) • Ketua Tim Pelaksana : Pejabat Eselon IV atau pejabat lainnya yang ditunjuk menangani BOS Sekretaris Tim Pelaksana Anggota (maksimal 4 orang disesuaikan dengan beban kerja) • • 3.

monitoring dan evaluasi serta pengaduan masyarakat dan publikasi. perencanaan. 28  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Pontren/TOS) • • • Ketua Tim Pelaksana Sekretaris Tim Pelaksana Anggota (maksimal jumlah tim pelaksana 4 orang disesuaikan dengan beban kerja) 4. Manajemen BOS tingkat Satuan Pendidikan a) Penanggung Jawab Kepala Madrasah/Penanggung Jawab PPs b) Tim Pelaksana • • Ketua Tim Pelaksana Pendidik/tenaga kependidikan yang diberi tanggung jawab dalam mengelola dana BOS di tingkat madrasah/PPs sebagai Bendahara Pembantu Pengeluaran Komite Madrasah/Yayasan (2 orang) • Catatan : - Rekruitmen Anggota tim pelaksana bertanggung jawab pada bidang keuangan. data.b) Pembina Kasubag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota c) Penanggung Jawab Kegiatan • • Kasi Pendidikan Madrasah/TOSselaku Ketua Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren/TOSselaku Wakil Ketua Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota d) Tim Pelaksana Kegiatan (Pendidikan Madrasah dan atau PD.

Tim Manajemen BOS Tingkat Pusat a) Direktur Jenderal Pendidikan Islam menetapkan dan menerbitkanKeputusan Tim Manajemen BOS tingkat Pusat dan Provinsi. b) Menyusun dan menyiapkan peraturan yang terkait dengan pelaksanaan program BOS. kegiatan dan komponen. susunan pengelola pada Tahun Anggaran 2013 dapat merujuk pada susunan pengelola Tahun Anggaran 2012 tanpa mengurangi tugas dan tanggung jawab yang ada. B. i) Menyediakan situs Sistem Informasi Manajemen BOS Online sebagai pendukung pengelolaan dana BOS dan media publikasi Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  29 . Tugas dan Tanggung Jawab 1. c) Menyusun rancangan program. Pada tahapan transisi atas perubahan organisasi tersebut. f) g) Menetapkan distribusi alokasi BOS tiap provinsi berdasarkan data jumlah peserta didik penerima. Tim Manajemen BOS Pusat dapat menyalurkan dana BOS langsung ke Madrasah Swasta untuk memenuhi kekurangan alokasi BOS pada DIPA provinsi. Melakukan verifikasi data jumlah peserta didik per-madrasah dengan Tim Manajemen BOS Provinsi. h) Dalam kondisi tertentu.- Penetapan Organisasi Pengelola BOS disesuaikan dengan anggaran yang ada. Mengumpulkan dan memutakhirkan data peserta didik yang dikirim dari setiap provinsi. d) e) Menetapkan biaya satuan BOS dan sasaran program BOS.

tentang daftar 30  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

q) r) Bersedia untuk diaudit oleh lembaga yang berwenang. s) Ti d a k m e l a k u k a n t i n d a k a n y a n g t i d a k diperkenankan. meliputi: · melakukan pungutan dalam bentuk apapun kepada Tim Manajemen BOS Provinsi/ Kabupaten/Kota/madrasah. m) Merencanakan dan melaksanakan monitoring dan evaluasi. besarnya alokasi BOS dan penggunaan dana BOS tiap madrasah. n) Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat.madrasah penerima BOS. p) Berkoordinasi dengan Tim Manajemen BOS Provinsi dan Tim Manajemen BOS Kabupaten/ Kota serta dengan pihak lain yang terkait atas penanganan pengaduan yang perlu ditindaklanjuti. j) Melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas pengelola BOS tingkat provinsi. o) Memonitor perkembangan penyelesaian penanganan pengaduan yang dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Provinsi dan atau Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  31 . Menyusun laporan pelaksanaan BOS secara nasional. k) Menetapkan alokasi dana pengelolaan dan manajemen (safe guarding) BOS untuk tingkat provinsi secara proporsional. l) Mengelola dana pengelolaan dan manajemen ( safe guarding ) BOS tingkat pusat sesuai ketentuan secara akuntabel dan transparan.

penerbit dan toko buku/ distributor. 2. 32  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . pengarang. d) Merekapitulasi data jumlah peserta didik penerima dan alokasi dana BOS tiap kabupaten/ kota serta tiap madrasah/pps yang telah ditetapkan dan diusulkan oleh Tim Manajemen BOS kabupaten/kota. Menetapkan alokasi dana BOS untuk tiap madrasah swasta/pps dan menyalurkannya tepat waktu dan tepat jumlah. h) Menyampaika n usulan penambahan dan pengurangan dana BOS pada DIPA Provinsi dan DIPA madrasah negeri setelah dilakukan penyesuaian jumlah siswa terutama setelah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). b) Mengumpulkan dan memutakhirkan data peserta didikyang dikirim dari setiap kabupaten/kota. Tim Manajemen BOS tingkat Provinsi a) Menetapkan dan Menerbitkan KeputusanTim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. e) f) g) Melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas pengelola BOS tingkat kabupaten/ kota. Menetapkan alokasi dana BOS untuk tiap madrasah negeri. c) Melakukan verifikasi data jumlah peserta didik per-madrasah/pps dengan Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota dan melaporkan ke Tim Manajemen BOS Pusat.· melakukan pemaksanaan/h i m b a u a n atau kebijakan lain yang sejenis kepada madrasah dalam proses penentuan judul buku.

j) k) Memastikan penggunaan dana BOS di madrasah/ pps berdasarkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatandan Anggaran Madrasah/ PPs (RKA-M/PPs). Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat.i) Menetapkan alokasi dana pengelolaan dan manajemen (safe guarding) BOS untuk tingkat kabupaten/kota secara proporsional. Melakukan monitoring dan evaluasi penyaluran dana BOS melalui situs Sistem Informasi Manajemen BOS online. r) Melaporkan penggunaan dana pengelolaan dan manajemen (safe guarding) BOS kepada Tim Manajemen BOS Pusat. Mengelola dana pengelolaan danmanajemen(safe guardin g ) B O S s e c a r a akuntabel dan transparan. q) Melaporkan setiap kegiatan yang dilakukan kepada Tim Manajemen BOS Pusat. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  33 . l) m) Merencanakan dan melaksanakan monitoring dan evaluasi. n) o) Memonitor perkembangan penyelesaian penanganan pengaduan yang dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. p) B e r t a n g g u n g j a w a b t e r h a d a p k a s u s penyimpangan penggunaan dana BOS di tingkat provinsi. s) Dalam menjalankan Tugas dan Tanggung Jawab Tim Manajemen BOS Provinsi melibatkan peran serta musyawarah Kelompok Kerja Kepala Madrasah tingkat provinsi dan stakeholder lainnya.

Tim Manajemen BOS tingkat Kabupaten/Kota a) Menyelenggarakan pelayanan pendidikan dasar sesuai Standar Pelayanan Minimal Pendidikan. c) Mengumpulkan dan memutahirkan data peserta didikyang dikirim dari setiap madrasah. · · 3. b) Menetapkan dan menerbitkan KeputusanTim Manajemen BOS Madrasah Negeri. melakukan pemaksanaan/h i m b a u a n atau kebijakan lain yang sejenis kepada madrasah dalam proses penentuan judul buku. meliputi: · melakukan pungutan dalam bentuk apapun kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/ Kota/madrasah.t) Bersedia untuk diaudit oleh lembaga yang berwenang. Menetapkan data j umlah peserta didik penerimadan alokasi dana BOS tiap madrasah swasta/PPs. pengarang. penerbit dan toko buku/ distributor. u) Ti d a k m e l a k u k a n t i n d a k a n y a n g t i d a k diperkenankan. d) Melakukan verifikasi data jumlah peserta didik per-madrasah dan melaporkan ke Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Melakukan koordinasi dengan Tim Manajemen BOS Provinsi dan dengan madrasah swasta/PPS e) f) 34  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . mendorong madrasah untuk melakukan pelanggaran terhadap ket e n t u a n penggunaan dana BOS.

j) k) Merencanakan dan melaksanakan monitoring dan evaluasi. Mengelola dana pengelolaan dan manajemen (safe guarding ) BOS secara akuntabel dan transparan. Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota dapat membentuk dan memberi kuasa kepada Tim Perencanaan Program BOS Madrasah atau bentuk lain yang sejenis dengan melibatkan peran serta Kelompok Kerja Kepala Madrasah. g) Melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas pengelola BOS tingkat satuan pendidikan penerima BOS. Dalam hal proses verifikasi dan persetujuan Rencana Kerja Madrasah.dalam rangka penyaluran dana BOS. m) Memastikan penggunaan dana BOS di satuan pendidikan penerima BOS berdasarkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah/PPs (RKAM/PPs). l) Melakukan monitoring penyaluran dana BOS melalui situs Sistem Informasi Manajemen BOS online. i) Melatih. membimbing dan mendorong satuan pendidikan penerima BOS dalam melaksanakan kewajibannya untuk melakukan input data yang diminta pada situs Sistem Informasi Manajemen BOS online. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  35 . g) Menyampaika n usulan penambahan dan pengurangan dana BOS pada madrasah negeri setelah verifikasi dan menerima usulan terutama setelah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada madrasah tersebut.

u) Ti d a k m e l a k u k a n t i n d a k a n y a n g t i d a k diperkenankan. pengarang. · · 36  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . mendorong madrasah untuk melakukan pelanggaran terhadap ket e n t u a n penggunaan dana BOS. meliputi: · melakukan pungutan dalam bentuk apapun kepada Tim Manajemen BOS madrasah. s) Dalam menjalankan Tugas dan Tanggung Jawab Tim Manajemen BOS Provinsi melibatkan peran serta musyawarah Kelompok Kerja Kepala Madrasah tingkat kabupaten/kota dan stakeholder lainnya. t) Bersedia untuk diaudit oleh lembaga yang berwenang.n) o) Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat. jawab dana terhadap kasus di tingkat p) Melaporkan pelaksanaan program BOS kepada Tim Manajemen BOS Provinsi. r) Mengumpulkan serta merekapitulasi data dan laporan dari satuan pendidikan penerima BOS. q) Melaporkan penggunaan dana pengelolaan dan manajemen BOS kepada Tim Manajemen BOS Provinsi. Bertanggung penyalahgunaan kabupaten/kota. penerbit dan toko buku/ distributor. melakukan pemaksanaan/h i m b a u a n atau kebijakan lain yang sejenis kepada madrasah dalam proses penentuan judul buku.

Jika terdapat ketidaksesuaian. Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah/PPs (RAK-M/PPs) harus sesuaiberdasarkan pada Standar Biaya Umum (SBU) dan Bagan Akun Standar (BAS). c) Menyampaikan data peserta didik secara berkala ke Tim Manajemen BOS Kabupaten/ Kota. atau Ketua Yayasan/ Penanggung jawab PPs menetapkan Tim Manajemen BOS PPs. h) Melakukan verifikasi kesesuaian jumlah dana BOS yang diterima dengan jumlah peserta Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  37 . Tim Manajemen BOS tingkat Satuan Pendidikan a) Menyelenggarakan pelayanan pendidikan dasar sesuai Standar Pelayanan Minimal Pendidikan. Tim Manajemen BOS Madrasah/PPs harus merencanakan kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan madrasah/PPs sesuai dengan Rencana Kerja Tahunan (RKT)/Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah/PPs (RKA-M/ PPs). d) Melakukan input data pada situs Sistem Informasi Manajemen BOS online. Tim Manaj emen BOS Madrasah melakukan telaah dokumen anggaran untuk meneliti kesesuaian antara kegiatan dengan kode akun serta ketentuan lainnya yang dipersyaratkan. e) f) Melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas pengelola BOS madrasah/PPs. g) Bagi madr asah neger i.4. segera melakukan usulan revisi sesuai ketentuan. b) Kepala Madrasah swasta menetapkan Tim Manajemen BOS madrasah. Bagi madrasah negeri.

didik yang ada. Setiap terjadi perubahan jumlah 38  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

Tim Manajemen BOS madrasah/PPs wajib melaporkan ke Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota untuk diteruskan ke Tim Manajemen BOS provinsi/ Pusat. i) j) Mengelola dana BOS secara bertanggungjawab (akuntabel) dan transparan. mengidentifikasi peserta didikdari keluarga miskin yang akan dibebaskan dari segala jenis iuran sesuai ketentuan. dan Komite Madrasah/Yayasan. k) Bersama-sama dengan Komite Madrasah/ Yayasan. Bendahara Pengeluaran. Laporan realisasi disampaikan ke Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. (Formulir BOS-08A). l) Mengumumkan daftar komponen yang boleh dan yang tidak boleh dibiayai oleh dana BOS serta rencana penggunaan dana BOS di madrasah/PPs menurut komponen dan besar dananya di papan pengumuman madrasah/PPs. Mengumumkan besar dana BOS yang digunakan oleh madrasah/PPs di papan pengumuman madrasah/PPs yang ditandatangani oleh Kepala Madrasah/Penanggung Jawab PPs. dan Komite Madrasah/Yayasan m) n) Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  39 . Bendahara. (Formulir BOS-08B).peserta didik terutama paska Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). M e m b u a t l a p o r a n r e a l i sa si p e n g g u n a a n dana BOS triwulanan dan memasukkan data realisasi ke dalam sistem online. Membuat laporan bulanan pengeluaran dana BOS dan barang-barang yang dibeli oleh madrasah/PPs yang ditandatangani oleh Kepala Madrasah/Penanggung Jawab PPs.

Bertindak sebagai distributor atau pengecer buku kepada peserta didik di madrasah/ PPs.(lihat pertanggungjawaban Keuangan BOS). p) q) Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat. · 40  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . meliputi: · Melakukan manipulasi data jumlah peserta didik dengan maksud untuk memperoleh dana BOS lebih besar. baik yang berasal dari dana BOS maupun dari sumber lain. Bersedia diaudit oleh lembaga yang berwenang terhadap seluruh dana yang dikelola oleh madrasah/PPs. o) Bertanggungjawab terhadap penyimpangan penggunaan dana di madrasah/PPs. r) Ti d a k m e l a k u k a n t i n d a k a n y a n g t i d a k diperkenankan.

kemudian menganalisis kesenjangan. Untuk dapat mengarah pada SNP.Ketersediaan RK-M/PPs yang akurat akan membantu madrasah memenuhi tuntutan publik Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  41 . yaitu kesadaran dan komitmen bersama dari stakeholder madrasah/PPs untuk senantiasa berusaha meningkatkan mutu. madrasah/PPsharus membangun budaya mutu. dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah/PPs (RAK-M/ PPs). Rencana Kerja Tahunan (RKT). Penyusunan Rencana Kerja Madrasah/PPs Setiap madrasah harus terus melakukan upaya peningkatan mutu pendidikan yang merujuk kepada Standar Nasional Pendidikan (SNP).BAB TIGA MEKANISME DAN IMPLEMENTASI PENGELOLAAN BOS PADA MADRASAH SWASTA DAN PONDOK PESANTREN SALAFIYAH A. Pemenuhan SPM adalah acuan dalam penyusunan program. namun hal-hal yang berhubungan dengan rencana pengembangan madrasah/PPs ke depan dan mutu lulusan menjadi perhatian utama yang tidak boleh terabaikan. menyusun program dan kegiatan serta menuangkannya ke dalam Rencana Kerja Madrasah/PPs(RK-M/ PPs). Langkah awal yang perlu dilakukan madrasah adalah pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Mekanisme Perencanaan dan Penganggaran BOS 1. Program peningkatan mutu secara berkelanjutan harus dimulai dengan evaluasi diri madrasah/PPs.

disamping dana yang diperoleh dari sumber lain yang sah. dan RKAM Penyusunan Program dan Kegiatan Dana BOS yang diterima harus didaftar sebagai salah satu sumber penerimaan dalam RAK-M/PPS.tentang perlunya partisipasi. dan antara Penanggung Jawab PPs dengan Yayasan. Penggunaan dana BOS di madrasah/PPs harus didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara Kepala Madrasah/Dewan Guru dan Komite Madrasah untuk di madrasah swasta. Hasil kesepakatan tersebut harus dituangkan secara tertulis dalam bentuk berita acara rapat yang dilampirkan tanda tangan seluruh peserta rapat yang hadir. Penetapan tersebut didistribusikan kepada DIPA Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan DIPA Madrasah Negeri. RKT. keterbukaan dan akuntabilitas. Perancangan dan Pengalokasian Anggaran BOS Rancangan anggaran BOS ditetapkan berdasarkan data realisasi dan penyaluran p ada tahun sebelumnya. Dana BOS pada DIPA Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi ini merupakan anggaran yang akan dialokasikan kepada madrasah swasta dan PPs 42  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . 2. Evaluasi Diri Madrasah Analisis Kesenjangan SNP-SPM RKM.

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  43 .pada provinsi tersebut.

Setelah menerima alokasi dana BOS dari Tim Manajemen BOS Pusat. SK yang telah ditandatangani dilampiri daftar nama madrasah/pondok pesantren salafiyah dan besar dana bantuan yang diterima (Formulir BOS-03A dan Formulir BOS-03B). Atas dasar data jumlah siswa madrasah/ PPS pada tiap kabupaten/kota tersebut. Tim Manajemen BOS Provinsi dan Tim Manajemen BOS Kabupaten/ Kota melakukan verifikasi ulang data jumlah siswa tiap madrasah/PPs sebagai dasar dalam menetapkan alokasi di tiap madrasah/PPs. b.Pengalokasian dana BOS pada madrasah/PPS dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Madrasah/PPs yang bersedia menerima dana BOS harus menandatangani Surat Perjanjian Pemberian Bantuan (SPPB) sebagaimana pada Formulir BOS-01. . Tim Manajemen BOS Pusat mengumpulkan data jumlah siswa madrasah/PPS pada tiap kabupaten/kota melalui Tim Manajemen BOS Provinsi Provinsi baik secara offline maupun secara online melalui Sistem Informasi Manajemen BOS. d. c. Ti m M a n a j e m e n B O S K a b u p a t e n / Ko t a menetapkan madrasah/PPS yang bersedia menerima BOS melalui Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kab/Kota. Tim Manajemen BOS Pusat menetapkan alokasi dana BOS untuk madrasah/PPS pada tiap provinsi yang dituangkan dalam DIPA Kanwil Kementerian Agama Provisni.

b. Mekanisme Penyaluran dan Pengambilan Dana BOS 1. tembusan ke madrasah/PPs penerima BOS. sehingga perlu acuan sebagai berikut: · Alokasi dana BOS untuk periode Januari-Juni 2013 didasarkan pada jumlah siswa semester kedua tahun pelajaran 2012/2013. B. setiap madrasah/PPS diminta agar mengirimkan data jumlah siswa ke Tim Manajemen BOS Kab/Kota. · Alokasi dana BOS untuk periode JuliDesember 2013 didasarkan pada data jumlah siswa semester pertama tahun pelajaran 2013/2014. Bagi madrasah/PPs yang belum memiliki rekening rutin. Tim Manajemen BOS Kab/Kota mengirimkan SK Alokasi BOS dan lampirannya tersebut kepada Tim Manajemen BOS Provinsi. Dalam menetapkan alokasi dana BOS tiap madrasah/ PPs perlu dipertimbangkan bahwa dalam satu tahun anggaran terdapat dua periode tahun pelajaran yang berbeda. harus membuka nomor rekening atas nama madrasah/PPs (tidak boleh atas nama pribadi). Madrasah/PPs mengirimkan nomor rekening t e r s e b u t k e p a d a Ti m M a n a j e m e n B O S Kabupaten/Kota (Formulir BOS04). Mekanisme Penyaluran Dana Syarat penyaluran dana BOS untuk madrasah dan PPs adalah: a.e. segera setelah masa pendaftaran siswa baru tahun 2013 selesai. Oleh karena itu. .

Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota melakukan verifikasi dan mengkompilasi nomor rekening madrasah/PPS dan selanjutnya dikirim kepada .c.

Penyaluran dana BOS untuk periode JanuariDesember 2013 dilakukan secara bertahap dengan ketentuan: 1) Dana BOS disalurkan setiap periode tiga bulanan. Untuk memenuhi persyaratan penyaluran dana BOS di KPPN. Tahapan Penyaluran dana BOS: a. nomor rekening dan nama bank yang telah dilegalisir oleh pejabat bank. Triwulan Kedua (bulan April-Juni) dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada bulan April 2013. 2) Dana BOS diharapkan dapat disalurkan dari KPPN ke madrasah/PPs di bulan pertama dari setiap periode tiga bulanan dengan ketentuan: · Triwulan Pertama (bulan JanuariMaret) dilakukan paling lambat akhir bulan Januari 2013. Triwulan Keempat (bulan OktoberDesember) dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada bulan Oktober 2013. 2. disertakan pula daftar madrasah/PPs yang menolak BOS (Formulir BOS-05B). madrasah/PPs menyertakan salinan halaman muka buku rekening yang memuat informasi nama madrasah. Triwulan Ketiga (bulan JuliSeptember) dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada bulan Juli 2013.Tim Manajemen BOS Provinsi (Formulir BOS05A). · · · . d.

maka penyesuaian dana BOS pada periode Juli-September tersebut dilakukan pada penyaluran periode OktoberDesember. maka jumlah dana BOS yang digunakan pada periode ini didasarkan pada data periode AprilJuni. kemudian untuk periode Juli-September dicairkan untuk 100 orang.Desember dicairkan untuk 120 orang. · Bagi PPs yang melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbeda waktu dengan kalender pendidikan umum. Jika setelah PPDB selesai diperoleh jumlah siswa 110 orang.· Khusus penyaluran dana BOS periode Juli-September. . maka periode OktoberDesember dicairkan untuk 80 orang. apabila data jumlah siswa tiap madrasah/PPs pada tahun ajaran baru diperkirakan terlambat. maka periode Oktober. Contoh: Jumlah siswa pada periode AprilJuni 100 orang. segera menyampaikan laporan perubahan jumlah siswa yang ada pasca PPDB kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota dengan tembusan Tim Manajemen BOS Provinsi. Tetapi apabila setelah PSB diperoleh jumlah siswa 90 orang. Dengan pertimbangan tersebut. dana BOS yang berhak diterima akan sesuai dengan jumlah siswa keseluruhan. Selanjutnya bila ditemukan selisih setelah ditetapkan jumlah siswa pasca Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

· Madrasah/PPs wajib melaporkan setiap perubahan jumlah siswa setiap .

Bagi provinsi yang menggunakan mekanisme bank/Pos penyalur. 4) KPPN Provinsi melakukan verifikasi terhadap SPM-LS untuk selanjutnya menerbitkan SP2D yang dibebankan kepada rekening Kas Negara.triwulan akibat terjadinya pindah/ mutasi atau meninggal atau lainnya. 6) Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota dan . kemudian menerbitkan Surat Perintah Membayar Langsung (SPMLS). 2) Unit terkait di Kanwil Kementerian Agama Provinsi melakukan verifikasi atas SPP-LS dimaksud. 3) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi selanjutnya mengirimkan SPM-LS dimaksud kepada KPPN Provinsi. 5) KPPN mencairkan dana BOS langsung ke rekening masing-masing madrasah/PPS penerima BOS atau ke rekening Bank/Pos penyalur. b. Penyaluran dana dilaksanakan oleh Tim Manajemen BOS Provinsi dengan tahap-tahap sebagai berikut: 1) Tim Manajemen BOS Provinsi mengajukan Surat Permohonan Pembayaran Langsung (SPP-LS) dana BOS sesuai dengan kebutuhan yang disertakan lampiran nomor rekening masing-masing madrasah/PPs penerima BOS. pengajuan Surat Permohonan Pembayaran Langsung (SPP-LS) dana BOS dilakukan setelah mendapatkan persetujuan penerbitan rekening penyalur dari Kementerian Keuangan.

madrasah/PPs kesesuaian harus mengecek .

misalnya akibat kesalahan data jumlah siswa. Jika terdapat perbedaan dalam jumlah dana yang diterima. 8) Jika terdapat siswa pindah/mutasi ke madrasah/PPs lain setelah pencairan dana pada triwulan berjalan. maka madrasah/PPs diperbolehkan untuk menyimpan kelebihan dana tersebut pada rekening madrasah/PPs yang bersangkutan dan melaporkan kelebihan dana tersebut kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/ Kota untuk kemudian diperhitungkan dengan jumlah pencairan dana BOS pada triwulan berikutnya. maka perbedaan tersebut harus segera dilaporkan kepada Tim Manajemen BOS Provinsi untuk segera dilakukan penyesuaian lebih lanjut. Ketentuan ini hanya berlaku pada tahun anggaran berjalan. Mekanisme Pengambilan Dana BOS pada Madrasah Swasta/PPS a. maka dana BOS siswa tersebut dalam triwulan berjalan menjadi hak madrasah/PPs lama. Pengambilan dana BOS dilakukan oleh Kepala Madrasah/PPs (atau bendahara BOS madrasah/ PPs) dengan diketahui oleh Ketua Komite Madrasah dan dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan (Formulir . 7) Jika dana BOS yang diterima oleh madrasah/ PPs pada salah satu tahap lebih besar dari jumlah yang seharusnya. 3.dana yang disalurkan dengan alokasi BOS yang ditetapkan oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota.

Saldo minimum ini bukan .BOS-13) dengan menyisakan saldo minimum sesuai peraturan yang berlaku.

b. Besar penggunaan dana BOS tiap bulan disesuaikan dengan kebutuhan madrasah/PPs sebagaimana tertuang dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKA-M/PPS) atau RAPB-M/PPs. maka dana tersebut tetap milik kas madrasah/PPs (tidak disetor ke kas negara) dan harus digunakan untuk kepentingan madrasah/PPs. Pengambilan dana tidak diharuskan melalui sejenis rekomendasi/ persetujuan dari pihak manapun. madrasah/PPs harus melaporkan realisasi penggunaan dana BOS melalui Sistem Informasi Manajemen BOS online. dan tidak diperkenankan adanya pemotongan atau pungutan biaya apapun dengan alasan apapun dan oleh pihak manapun.termasuk pemotongan. Setiap triwulan. Dana BOS harus diterima secara utuh sesuai dengan SK Alokasi yang dibuat oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Penyaluran dana BOS yang dilakukan secara bertahap (tiga bulanan). d. B u n g a B a n k / J a s a G i r o a k i b a t a d a n y a dana di rekening madrasah/PPs menjadi milik madrasah/PPs untuk digunakan bagi kepentingan madrasah B. sehingga menghambat pengambilan dana dan jalannya kegiatan operasional madrasah/PPs. c. e. Bilamana terdapat sisa dana di madrasah/ PPS pada akhir tahun anggaran. bukan berarti harus dihabiskan dalam periode tersebut. Mekanisme Penggunaan Dana BOS Penggunaan dana BOS di madrasah harus didasarkan .

pada kesepakatan dan keputusan bersama antara .

Perencanaan kegiatan bersumber dana BOS harus sesuai dengan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKA-M/ PPs.kegiatan berikut: . Khusus untuk Pesantren Salafiyah. di samping dana yang diperoleh dari Pemda atau sumber lain yang sah dan disetujui oleh Kasi Madrasah/TOS Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. dapat digunakan untuk membiayai komponen kegiatan. penggunaan dana BOS didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara Penanggungjawab Program dengan Pengasuh Pondok Pesantren dan disetujui oleh Kasi PK.Kepala Madrasah/Dewan Guru dan Komite Madrasah. PD Pontren (Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren)/TOS Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Dana BOS yang diterima oleh madrasah. yang harus didaftar sebagai salah satu sumber penerimaan dalam RAK-M/PPs/RAPB-M/PPs.

palang merah remaja. konsumsi panilia. Termasuk untuk fotocopy. • Ulangan umum.rohani Islam. dan pengembangan kapasilas individu peserta didik 4 Standar Penilaian Kegialan Ulangan dan Ujian • Ulangan harian. fotocopy. kesenian. biaya transportasi dan akomodasi peserta didiklguru dalam rangka mengikuti lomba. alat kesenian dan biaya pendafiaran mengikuti lomba. membeli alat olah raga.2010 dan 2012 berkenaan dengan Penelapan Buku yang Telah Lulus Penilaian · Minimal 5% dari dana BOS · Pembelian buku dapat dilakukan dengan menunjukkan kesenjangan pencapaian Standar Pelayanan Minimal yang te~abalkan pada Rencana Ke~a Madrasah.ses infonmasi onUne · Memerlhara bukulkoleksi perpuslakaan · Peningkalan kompetensi tenaga puslakawan · Pengembangan database perpuslakaan · Memelihara perahot perpuslakaan Penjelasan •Perhatikan UU No 43 Tahun 2007 lenlang perpuslakaan · Perhatikan PerallJran Mendiknas No 2 Tahun 2008 ten tang Buku dan KepullJsan o. pramuka. Gerakan Siswa Bersatu Menuju Madrasah RamahAnak • Usaha Kesehalan Sekolah (UKS) Termasuk untuk honor jam mengajar lambahan di luar jam pelajaran dan biaya transportasinya.No 1 Klasifikasi Standar Nasional Pendidikan Siandar Kompelensi Lulusan Slandar Sarana dan Prasarna Komponen Pembiayaan PembeUan/ Penggandaan buku leks pelajaran dan Pengembangan Perpuslakaan Item Pembiayaan · Mengganti buku leks yang rusaklmenambah kekurangan untuk memenuhi rasio sallJ peserIa didik salu buku · Langganan publikasi belkala · AI<. penggandaan soat honor koreksi ujian dan honor guru dalam rangka penyusunan rapor slswa . karya ilmiah remaja.2009.~en Pendidikan Islam Tahun 2008. • Ujan sekolah Termasuk untuk fotocopy. biaya data entri dan uang lembur dalam rangka penerimaan peserta didikbaru 2 Standar Pengelolaan Pembelajaran Kegiatan dalam rangka penerimaan peserta didikbaru • Biaya pendaftaran • Penggandaan formulir • Administrasi pendaftaran • Pendaftaran ulang • Biaya pendalaan • Pembualan spanduk madrasahbebas pungulan 3 Standar Kompetensi Lulusan Standar Proses Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler unllJk peserta didik • PAKEM(MI) • Pengembangan Sekolah Ramah Anak di Madrasah • Pembelajaran Kontekstual (MTs) • Pengembangan pendidikan karakter • Pembelajaran remedial • Pembelajaran pengayaan • Pemanlapan persiapan ujian • OIahraga.

jika di sekofah yang tidak ada jaringan listrik • Pengecatan. kapur tulis. sumber air bersih yang aman. buku invenlaris • Langganan koran. dana 60S dapat digunakan untuk pembelian meja dan kursi siswa Jika meja dan kursi yang ada sudah rusak beral selelah dilakukan analisis keubuluhan dan RKAM dan telah mendapatl<an persetujuan dart Kepala Kantor Kemenlerian Agama KablKota. perbaikan lantai ubin/keramik dan perawatan fasilitas madrasah lalnnya Penjelasan Pengadaan/pembelian barang per belanja tidak melebihi Rp 10 juta 5 6 Slandar Pembiayaan Langganan daya danjasa Penggunaan Internet dengan mobile modem dapat dilakukan untuk maksimal pembelian voucher sebesar Rp. pensil. dan telepon. kertas. bahan praktikum. majalah sastra • Minuman dan makanan ""gan untuk kebutuhan sehari-hari di madrasah • Pengadaan suku cadang alat kantor • Ustrik.000 per bulan 7 Slandar Sarana dan Prasarana Pemeliharaan dan Perawalan serta perkualanmadrasah Kamar mandi dan we siswa harus dljamln berfungsl dengan baik dengan rasio yang memadal (1:40 untuk we laki-Iaki dan 1:25 unluk we perempuan) . majalah penOKlikan. internet (fixed/mobile modem) baik dengan cara berlangganan maupun prabayar • Pembiayaan penggunaan internet termasuk untuk pemasangan baru • Membeli genset atau jenis lainnya yang lebih cocok di daerah tertentu misalnya panel surya. seha~ dan hemal. spidell. Jika dalam keadaan mendesak dan IIdak ada sumber dana lainnya. perbaikan sanitasi sekolah (kamar mandi dan wC). 250. majalah ilmiah. perbaikan pintu dan jendela • dan Per1\uatan atap struktur bangunan • Perbaikan mebeler. Madrasah swasta/Pps bofeh menggunakan tidak leblh dan 20% dana 60S yang diterima untuk belanja 8 Slandar Pendidik dan Tenaga Kependldikan Pembayaran honoIartum bulanan guru honoIer dan tenaga • Guru honorer (hanya untuk memenuhi SPM) admlnlstrasl • Pegawai (termasuk administrasl 60S . buku induk siswa.No Klasifikasi Standar Nasional Pendldikan Slandar Pembiayaan Komponen Pembiayaan Pembelian DahanDahan habis pakai Item Pembiayaan • 6uku tulis. perbaikan atap bocor. air.

baik dan pusat. Keputusan pengangkatan guru honor dan tenaga kependidikan honorer diterbitkan setiap tahun oleh Kepala Madrasah Dana BOS diperbolehkan hanya untuk biaya transport. perahu penyeberangan. adil'liyata dan ramah anak yang dlsetenggarakan oleh atau melibatkan lembaga pendldikan dan pengembangan prolesi dan kompetensi guru 9 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pengembangan prolesi guru • penguatan kelembagaan KKGlMGMP dan KKKMlMKKM. dlam rangka penguatan kelembagaan madrasah KKGlMGMP. dn) • Mernbeli seragam. 10 Proses Standar Mernbantu peserta • Pernberian tambahan didik yangmiskin bantuan biaya transportasi Standar Kompetensi bagi siswa miskin yang menghadapi masalah biaya Lulusan transport dan dan ke sekolah Mernbeli alat lransportasi sederhana bagi peserta didikmiskin yang akan menjadi barang inventaris sekolah (misalnya sepeda. bersih dan sehat. hanya berlaku untuk daerah terpencillterdepan yang dilelapkan pemerintah. KKKMlMKKM atau dalam rangka pemenuhan indlkator madrasah aman. sepatu dan alai lulis bagi peserta didikpenerima Beasiswa siswa miskin (BSM) sebanyak penerima SSM.kepeodiclikan honorer • • • • untuk MI) Pegawai peIJlUstakaan Penjaga Madrasah Satpam Pegawai kebersihan pegawai (komponen honor rutin dan honor kegiatan) Pembayaran Guru Honor lebih dart 20% dapat dilakukan dengan menunjukkan kesenjangan pencapaian Standar Pelayanan Minimal yang terdisknpsi pada Rencana Kerja Madrasah setelah mendapatkan persetojuan dan Kepala Kantor Kementenan Agama Kal:tlKota. . provinsi maupun kabupateru1<otadi madrasah tersebuC Pembelian alat transporlasi sederhana sebagai aset madrasah. uang sakudan penginapan seta pendaftaranOika ada) dalam rangka pengembangan prolesi guru.

46  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs

Dalam hal penggunaan dana BOS di madrasah, harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: • • Prioritas utama penggunaan dana BOS adalah untuk kegiatan operasional madrasah; Bagi madrasah yang telah menerima bantuan/ blockgrant atau alokasi anggaran yang memiliki kesamaan peruntukan dengan komponen pembiayaan BOS, maka tidak diperkenankan menggunakan dana BOS untuk peruntukan yang sama; Jika dana BOS tidak mencukupi untuk pembelanjaan yang diperbolehkan (13 item pembelanjaan), maka madrasah dapat mempertimbangkan sumber pendapatan lain yang sah diterima oleh madrasah;

• Pembelian barang/jasa per belanja tidak melebihi Rp. 10 juta; • Biaya transportasi dan uang lelah bagi guru PNS yang bertugas di luar jam mengajar, harus mengikuti batas kewajaran sesuai ketentuan.

Berdasarkan ketentuan tersebut Madrasah berkewajiban menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah/ PPS secara terintegrasi . RKAM/PPS disusun dengan mengidentifikasi dan mentargetkan proyeksi dari seluruh sumber pendapatan pembiayaan Madrasah dari Yayasan, Masyarakat, Pemda, dan BOS dan Lainnya yang kemudian dapat dijabarkan dalam rencana kerja dan anggaran dalam pembiayaan Madrasah selama 1 (satu) tahun Anggaran dan Pembelajaran, Sehingga dihasilkan Dokumen Rancangan Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah/PPs dengan sumber-sumber pendapatan serta rencana anggaran berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan dalam 1(satu) tahun yang dijadikan acuan pelaksanaan
Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  47

anggaran dalam rangka melaksanakan kinerjanya

48  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs

D. Prosedur Penyusunan Laporan • Laporan dana BOS meliputi aspek realisasi anggaran dan capaian kinerja berdasarkan Rencana Kerja Tahunan yang telah diterjemahkan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah/PPs.Capaian indikator Kinerja akan dibandingkan dengan indikator yang telah ditetapkan. Perbedaan yang ada akan menjadi bahan penyusunan Rencana Kerja Tahunan dan Rencana Kegiatan dan Anggaran pada tahun berikutnya. Laporan pada aspek realisasi penggunaan dana BOS disusun dan dilaporkan secara berkala sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang diatur dalam sistem pelaporan realisasi dana BOS;

E. Larangan Penggunaan Dana BOS • • • • Disimpan dalam jangka waktu lama dengan maksud dibungakan; Dipinjamkan kepada pihak lain; Membeli Lembar Kerja Siswa (LKS); Membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas madrasah dan memerlukan biaya besar, misalnya studi banding, studi tour (karya wisata) dan sejenisnya; Membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru; Membeli pakaian/seragam/sepatu bagi guru/ siswa untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris madrasah), kecuali untuk siswa miskin penerima BSM (Bantuan Siswa Miskin); Digunakan untuk rehabilitasi sedang dan berat; Membangun gedung/ruangan baru; Membeli bahan/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran; Menanamkan saham;
Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  49

• •

• • • •

Membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber dana pemerintah pusat atau pemerintah daerah secara penuh/wajar; Membiayai kegiatan penunjang yang tidak ada kaitannya dengan operasional madrasah, misalnya iuran dalam rangka perayaan hari besar nasional dan upacara keagamaan; Membiayai kegiatan dalam rangka mengikuti pelatihan/sosialisasi/pendampinga n terkait program BOS/perpajakan program BOS yang diselenggarakan lembaga di luar Kementerian Agama.

F. Mekanisme Pembelian Barang/Jasa di Madrasah/PPs Dalam rangka pembelian barang/jasa, Tim Madrasah/ PPs harus menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut: a. Tim Madrasah/PPs harus menggunakan prinsip keterbukaan dan ekonomis dalam menentukan barang dan tempat pembelian barang yang akan dibeli; b. Jika barang/jasa yang dibeli senilai lebih dari Rp. 5 juta, maka madrasah/PPs harus melakukan perbandingan harga di 2 atau lebih toko/penyedia jasa (Formulir BOS-14); c. Memperhatikan kualitas barang/jasa, ketersediaan, dan kewajaran harga; d. Membuat laporan singkat tertulis penetapan penyedia barang/jasa tentang

e. Diketahui oleh Komite Madrasah. f. Terkait dengan biaya untuk rehabilitasi ringan/ pemeliharaan bangunan sekolah, Tim Manajemen BOS Sekolah harus:
50  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs

Membuat rencana kerja. Memilih satu atau lebih pekerja untuk melaksanakan pekerjaan tersebut dengan standar upah yang berlaku di masyarakat G. Pembatalan BOS Apabila madrasah/PPs penerima BOS mengalami perubahan sehingga tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai penerima BOS atau tutup/bubar, maka bantuan dibatalkan dan dana BOS harus disetorkan kembali ke Kas Negara. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota bertanggungjawab dan berwenang untuk membatalkan madrasah/PPs tersebut sebagai penerima BOS.

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  51

Penyaluran dan penggunaan dana BOS. 3. cara. monitoring pengaduan dapat dilakukan bekerjasama dengan lembaga-lembaga terkait. Alokasi dana BOS pada madrasah penerima bantuan. Pelaksanaan kegiatan monitoring dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Pusat. 4. Kegiatan ini dilakukan dengan mencari fakta. Secara umum tujuan kegiatan ini adalah untuk meyakinkan bahwa dana BOS diterima oleh yang berhak dalam jumlah. menyelesaikan masalah. waktu.BAB EMPAT MONITORING DAN PELAPORAN A. Dalam pelaksanaannya. pembinaan dan penyelesaian masalah terhadap pelaksanaan program BOS. Monitoring Bentuk kegiatan monitoring dan supervisi adalah melakukan pemantauan. Pelayanan dan penanganan pengaduan Masalah BOS. dan mendokumentasikan. 5. 52  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Selain itu juga dilakukan monitoring terhadap pelayanan dan penanganan pengaduan. 2. sehingga pelayanan pengaduan dapat ditingkatkan. Komponen utama yang dimonitor antara lain: 1. dan Tim Manajemen BOS Kab/Kota. Administrasi keuangan BOS. Pelaporan serta pengumuman rencana penggunaan dana BOS . Tim Manajemen BOS Provinsi. dan penggunaan yang tepat. menginvestigasi.

Monitoring oleh Tim Manajemen BOS Pusat Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  53 .1.

serta keseimbangan angka lulusan setingkat MI/setara dengan angka siswa yang melanjtkan ke jenjang lebih lanjut (MTs/setara) secara nasional. Monitoring Pelaksanaan Program Monitoring ditujukan untuk memantau: · · · Pencairan dan penggunaan dana BOS pada madrasah negeri Kinerja Tim Manajemen BOS Provinsi Pe n g g u n a a n d a n a p e n g e l o l a a n d a n manajemen(safeguarding) BOS di tingkat provinsi. b. jumlah siswa miskin yang mendapatkan manfaat. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Responden adalah Tim Manajemen BOS Provinsi. Madrasah dan Bank/Pos penyalur (bila ada) d. Monitoring Capaian Program BOS Monitoring ditujukan untuk mengalisa dampak program BOS terhadap penuntasan Wajib Belajar 9 tahun yang bermutu serta implementasi penerapan MBS. Dampak program BOS terhadap penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun diukur berdasarkan peningkatan APK/APM. 54  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . c. Monitoring dilaksanakan pada saat persiapan pencairan dana. Merencanakan dan membuat jadual monitoring dengan mempertimbangkan monitoring yang telah dilaksanakan oleh Tim Manajemen BOS Provinsi dan atau Tim e.a. pada saat pencairan dana dan pada saat paska pencairan dana/penggunaan dana.

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  55 .Manajemen BOS Kabupaten/Kota.

menyelesaikan masalah yang muncul di lapangan serta mendokumentasikannya. Monitoring Kasus Pengaduan dan Penyimpangan Dana · Monitoring kasus pengaduan ditujukan untuk melakukan fact finding. Monitoring penyaluran/penc a i r a n d a n penggunaan dana dapat dilakukan secara khusus secara online. 2. Kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait dalam menangani pengaduan dan penyimpangan yang akan dilakukan sesuai kebutuhan. Kegiatan monitoring kasus pengaduan akan dilaksanakan sesuai dengan masalah dan kebutuhan di lapangan. · · · · Pengaduan ke Tim Manajemen BOS Pusat Kementerian Agama melalui nomor dan akses resmi yang ditentukan. g.f. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan penanganan pengaduan. Responden disesuaikan dengan kasus yang terjadi. Monitoring oleh Tim Manajemen BOS Provinsi a. investigasi. Monitoring Capaian Program BOS Monitoring ditujukan untuk mengalisa dampak program BOS terhadap penuntasan Wajib Belajar 9 tahun yang bermutu serta implementasi penerapan MBS. Dampak program BOS terhadap penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun diukur berdasarkan 56  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

peningkatan APK/APM. jumlah siswa miskin yang Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  57 .

e. d. Monitoring dilaksanakan pada saat persiapan pencairann dana. Responden terdiri dari Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. murid dan/atau orangtua murid penerima bantuan. g. menyelesaikan masalah yang muncul di 58  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Monitoring penyaluran/penc a i r a n d a n penggunaan dana dapat dilakukan secara khusus secara online. investigasi.mendapatkan manfaat. b. Monitoring Kasus Pengaduan dan Penyimpangan Dana • Monitoring kasus pengaduan ditujukan untuk melakukan fact finding. f. Merencanakan dan membuat jadual monitoring dengan mempertimbangkan monitoring yang telah dilaksanakan oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota atau oleh Tim Manajemen BOS Pusat. Monitoring Pelaksanaan Program Monitoring ditujukan untuk memantau: · · · Pencairan dana BOS di madrasah negeri Penggunaan dana madrasah negeri BOS di tingkat Pe n g g u n a a n d a n a p e n g e l o l a a n d a n manajemen(safeguarding) BOS di tingkat kabupaten/kota. serta keseimbangan angka lulusan setingkat MI/setara dengan angka siswa yang melanjtkan ke jenjang lebih lanjut (MTs/setara) pada tingkat provinsi. madrasah. c. pada saat pencairan dana dan pasca pencairan dana/penggunaan dana BOS.

b. • • • 3. Monitoring Pelaksanaan Program Monitoring memantau: · · Penggunaan ditujukan untuk Pencairan dana BOS di madrasah negeri dana BOS di tingkat Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  59 . serta keseimbangan angka lulusan setingkat MI/setara dengan angka siswa yang melanjtkan ke jenjang lebih lanjut (MTs/setara) pada tingkat kabupaten/kota. • Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan penanganan pengaduan. jumlah siswa miskin yang mendapatkan manfaat. Monitoring oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/ Kota a.lapangan serta mendokumentasikannya. Responden disesuaikan dengan kasus yang terjadi. Monitoring Capaian Program BOS Monitoring ditujukan untuk mengalisa dampak program BOS terhadap penuntasan Wajib Belajar 9 tahun yang bermutu serta implementasi penerapan MBS. Kegiatan monitoring kasus pengaduan akan dilaksanakan sesuai dengan masalah dan kebutuhan di lapangan. Dampak program BOS terhadap penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun diukur berdasarkan peningkatan APK/APM. Kerjasama dengan lembaga terkait dalam menangani pengaduan dan penyimpangan akan dilaukan sesuai kebutuhan.

madrasah negeri dan kesesuaian dengan RKT/RAK-M/ PPS. serta capaian Standar Nasional Pendidikan. 60  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

· B. f. kabupaten/ kota. murid dan/ atau orangtua murid. d. Pelaporan Sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban dalam pelaksanaan program BOS.c. h. e. Monitoring Penanganan Pengaduan · Monitoring penanganan pe n g a d u a n bertujuan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah yang muncul di madrasah. Monitoring penyaluran/penc a i r a n d a n penggunaan dana dapat dilakukan secara khusus secara online. provinsi. Responden disesuaikan dengan kasus yang terjadi. hal-hal yang dilaporkan oleh pelaksana program adalah yang berkaitan dengan statistik penerima bantuan. penyerapan dan pemanfaatan dana. Kerjasama dengan lembaga terkait dalam menangani pengaduan dan penyimpangan yang akan dilakukan sesuai kebutuhan. Secara umum. penyaluran. Monitoring dilaksanakan pada saat pencairan dana dan pasca pencairan dana. g. Responden terdiri dari madrasah. Merencanakan dan membuat jadual monitoring dengan mempertimbangkan monitoring yang telah dilaksanakan oleh Tim Manajemen BOS Provinsi atau oleh Tim Manajemen BOS Pusat. hasil monitoring evaluasi dan Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  61 . masing-masing pengelola program di tiap tingkatan (pusat. madrasah) diwajibkan untuk melaporkan hasil kegiatannya kepada pihak terkait.

serta upaya apa yang diperlukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Adapun petunjuk penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan disajikan secara terpisah pada Petunjuk Teknis Keuangan BOS. Tahun Laporan Akhir Hal-hal yang perlu dilampirkan dalam laporan tersebut adalah: · Statistik Penerima BOS Statistik Penerima BOS berisikan tentang rekapitulasi jumlah siswa. apa yang telah dikerjakan. hambatan apa saja yang terjadi dan mengapa hal tersebut dapat terjadi. a. jumlah lembaga.pengaduan masalah. dan jumlah dana BOS pada madrasah negeri penerima bantuan pada tiap provinsi (Formulir BOS-03A) yang dilengkapi dengan jumlah alokasi dana 62  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Laporan Triwulan Laporan rincian realisasi dana BOS pada prinsipnya adalah laporan yang memberikan rincian mengenai progres pencairan dana BOS pada madrasah negeri dari KPPN pada tiap provinsi (Formulir BOS-K12) yang dilengkapi dengan rincian jumlah realisasi dana BOS pada tiap kabupaten/kota. b. sejauh mana pelaksanaan program berjalan sesuai dengan yang direncanakan. serta rekomendasi untuk perbaikan program di masa yang akan datang. Tim Manajemen BOS Pusat Tim Manajemen BOS Pusat harus melaporkan semua kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan Program BOS. baik program yang sama maupun program lain yang sejenis. 1.

BOS untuk madrasah Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  63 .

negeri pada tiap kabupaten/kota. Tim Manajemen BOS Pusat menyusun statistik penerima bantuan berdasarkan data yang diterima dari Tim Manajemen BOS Provinsi. · Laporan Penggunaan Dana BOS Berisikan tentang laporan penggunaan dana BOS pada madrasah negeri di tiap provinsi yang sumber datanya diperoleh dari Tim Manajemen BOS Provinsi (Formulir BOS K-13). c. Hasil Monitoring dan Evaluasi Laporan monitoring adalah laporan kegiatan pelaksanaan monitoring oleh Tim Manajemen BOS Pusat.Laporan ini berisi tentang jumlah responden, waktu pelaksana a n , h a s i l monitoring, analisis, kesimpulan, saran, dan rekomendasi. d. Penanganan Pengaduan Masyarakat Tim Manajemen BOS Pusat merekapitulasi hasil penanganan pengaduan dan perkembangannya, baik yang telah dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Pusat, Tim Manajemen BOS Provinsi maupun Tim Manajemen BOS Kab/Kota. Laporan ini antara lain berisi informasi tentang jenis kasus, skala kasus, kemajuan penanganan, dan status penyelesaiannya; e. Kegiatan Lainnya Tim Manajemen BOS Pusat harus melaporkan kegiatan yang berkait dengan pelaksanaan program BOS, seperti sosialisasi, rapat koordinasi, workshop, publikasi, pengadaan, dan kegiatan lainnya.
64  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs

2. Tim Manajemen BOS Provinsi Tim Manajemen BOS Provinsi harus melaporkan semua kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan program BOS, sejauh mana pelaksanaan program berjalan sesuai dengan yang direncanakan, apa yang telah dikerjakan, hambatan apa saja yang terjadi, mengapa hal tersebut dapat terjadi, upaya apa yang diperlukan untuk mengatasi hambatan tersebut, serta rekomendasi untuk perbaikan program di masa yang akan datang, baik program yang sama maupun program lain yang sejenis. a. Laporan Triwulan Terkait dengan program BOS pada madrasah negeri, laporan yang harus dilampirkan pada laporan triwulan berisi tentang: · Rincian Realisasi Dana BOS Laporan rincian realisasi dana BOS pada prinsipnya adalah laporan yang memberikan rincian mengenai progres pencairan dana BOS pada madrasah negeri dari KPPN pada tiap kabupaten/kota (Formulir BOS K-10) yang dilengkapi dengan rincian jumlah realisasi dana BOS pada madrasah negeri di tiap kabupaten/kota. · Laporan Penanganan Pengaduan Tim Manajemen BOS Provinsi merekapitulasi h a s i l p e n a n g a n a n pengaduan danperkembang a n n y a , b a i k y a n g t e l a h dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Provinsi maupun Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Laporan ini antara lain berisi informasi tentang jenis kasus, skala kasus, kemajuan penanganan, dan status

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  65

penyelesaian (Formulir BOS-06, Formulir BOS-07). b. Laporan Akhir Tahun Terkait dengan program BOS pada madrasah negeri, hal-hal yang perlu dilampirkan dalam laporan tersebut adalah: · Statistik Penerima BOS Statistik penerima BOS berisikan tentang rekapitulasi jumlah siswa, jumlah lembaga, dan jumlah dana BOS pada madrasah negeri penerima bantuan pada tiap kabupaten/ kota (Formulir BOS-03B, Formulir BOS-03C) yang dilengkapi dengan jumlah alokasi dana BOS pada tiap madrasah negeri. Tim Manajemen BOS Provinsi membuat laporan berdasarkan data yang diterima dari Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota, dan dikirim ke Tim Manajemen BOS Pusat. · Laporan Penggunaan Dana BOS Berisikan tentang laporan penggunaan dana BOS pada madrasah negeri di tiap kabupaten/kota yang sumber datanya d i p e r o l e h d a r i Ti m M a n a j e m e n B O S Kabupaten/Kota (Formulir BOS-K11). · Hasil Monitoring dan Evaluasi Laporan monitoring adalah l a p o r a n kegiatan pelaksanaan monitoring oleh Tim Manajemen BOS Provinsi. Laporan ini berisi tentang jumlah responden, waktu pelaksanaan, hasil monitoring, analisis, kesimpulan, saran, dan re-komendasi. Laporan monitoring rutin dikirimkan ke Tim
66  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs

Manajemen BOS Pusat paling lambat Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  67 .

· Kegiatan Lainnya Tim Manajemen BOS Provinsi juga harus melaporkan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program BOS. dan status penyelesaian (Formulir BOS-07.15 hari setelah pelaksanaan monitoring. b a i k y a n g t e l a h dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Provinsi maupun Tim Manajemen BOS Kab/Kota. Hasil Penyerapan dan Penggunaan Dana BOS Berisikan tentang besar dana yang telah 68  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Statistik Penerima BOS Statistik penerima BOS berisikan tentang jumlah alokasi dana BOS pada tiap madrasah negeri (Formulir BOS-04A. skala kasus. 3. Formulir BOS04B). dan kegiatan lainnya. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota harus membuat laporan pada setiap triwulan dengan lampiran sebagai berikut: a. seperti kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Laporan ini antara lain berisi informasi tentang jenis kasus. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota Terkait dengan program BOS pada madrasah negeri. b. Formulir BOS-08). Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota membuat laporan berdasarkan data yang diterima dari madrasah penerima bantuan BOS. pengadaan. · Penanganan Pengaduan Masyarakat Tim Manajemen BOS Provinsi merekapitulasi h a s i l p e n a n g a n a n pengaduan danperkembang a n n y a . kemajuan penanganan.

dicairkan dan digunakan pada madrasah negeri (Formulir BOS-K8) yang harus dilaporkan setiap Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  69 .

kemajuan penanganan. Hasil Monitoring dan Evaluasi Laporan monitoring adalah laporan kegiatan pelaksanaan monitoring oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. skala kasus. 4. waktu pelaksanaan. Laporan ini berisi tentang jumlah responden. Penanganan Pengaduan Masyarakat Ti m M a n a j e m e n B O S K a b u p a t e n / Ko t a merekapitulasi hasil penanganan pengaduan dan perkembangannya.triwulan. Tim Manajemen BOS Madrasah Laporan dibuat pada tiap triwulan dan hal-hal yang perlu dilaporkan kepada Tim Manajemen BOS Kab/ Kota meliputi berkas-berkas sebagai berikut: 1. Laporan penggunaan dana BOS dan sekaligus jumlah dana yang sudah dicairkan di KPPN 70  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . c. dan rekomendasi. Laporan ini antara lain berisi informasi tentang jenis kasus. Laporan monitoring rutin dikirimkan ke Tim Manajemen BOS Provinsi paling lambat 15 hari setelah pelaksanaan monitoring. d. saran. 2. kesimpulan. Formulir BOS07). hasil monitoring. baik yang telah dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/ Kota maupun oleh madrasah. Selain itu pada tiap akhir tahun harus membuat laporan penggunaan dana BOS pada tiap madrasah yang sumber datanya diperoleh dari madrasah (Formulir BOS-K9). Nama-nama siswa miskin yang dibebaskan dari biaya pendidikan (Formulir BOS-05). dan status penyelesaian (Formulir BOS-06. analisis.

pada tiap triwulan (Formulir BOS-K7). Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  71 .

jenjang kelas. Lembar pencatatan pengaduan (Formulir BOS07). 72  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Pernyataan tentang jumlah siswa berdasarkan nama. 5. 6.3. jenis kelamin. usia siswa (Formulir BOS 01-Adan Formulir BOS 01B). Lembar pencatatan pertanyaan/kritik/saran (Formulir BOS-06). 4. Segala jenis barang yang dibeli dari dana BOS wajib dicatat dan dilaporkan sesuai dengan Simak BMN.

64  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  65 . Pengawasan Kegiatan pengawasan yang dimaksud adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi atau menghindari masalah yang berhubungan dengan penyalahgunaan wewenang. pungutan liar dan bentuk penyelewengan lainnya.BAB LIMA PENGAWASAN DAN SANKSI A. Prioritas utama dalam program BOS adalah pengawasan yang dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota kepada madrasah 2. Instansi tersebut bertanggungjawab untuk melakukan audit sesuai dengan kebutuhan lembaga tersebut atau permintaan instansi yang akan diaudit. kebocoran dan pemborosan keuangan negara. Pengawasan Melekat Pengawasan melekat adalah pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan masing-masing instansi kepada bawahannya. baik di tingkat pusat. Pengawasan prgram BOS meliputi pengawasan melekat (Waskat). 1. kab/kota maupun madrasah. provinsi. Pengawasan Fungsional Internal Instansi pengawas fungsional yang melakukan pengawasan program BOS secara internal adalah Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.

Penerapan sanksi kepegawaian sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku (pemberhentian. program ini juga dapat diawasi oleh unsur masyarakat dan unit-unit pengaduan masyarakat yang terdapat di Madrasah. Provinsi dan Pusat. 2. Instansi ini bertanggung jawab untuk melakukan audit sesuai dengan kebutuhan lembaga tersebut atau permintaan instansi yang akan diaudit. Sanksi kepada oknum yang melakukan pelanggaran dapat diberikan dalam berbagai bentuk. misalnya: 1. Lembaga tersebut melakukan pengawasan dalam rangka memotret pelaksanaan program BOS di madrasah. 66  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . yaitu pengembalian dana BOS yang terbukti disalahgunakan ke kas negara. Kabupaten/Kota. agar segera dilaporkan kepada instansi pengawas fungsional atau lembaga berwenang lainnya. Apabila terdapat indikasi penyimpangan dalam pengelolaan BOS. akan dijatuhkan oleh aparat/pejabat yang berwenang. namun tidak melakukan audit. Sanksi Sanksi terhadap penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan negara dan/atau madrasah dan/atau siswa.3. mutasi kerja). 4. penurunan pangkat. Pengawasan Eksternal Instansi pengawas eksternal yang melakukan pengawasan program BOS adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pengawasan Masyarakat Dalam rangka transparansi pelaksanaan program BOS. B. Penerapan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi.

kelompok atau golongan. Penerapan proses hukum. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  67 . yaitu mulai proses penyelidikan. Pemblokiran dana dan penghentian sementara seluruh bantuan pendidikan yang bersumber dari APBN pada tahun berikutnya kepada kabupaten/ kota dan provinsi. bilamana terbukti pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja dan tersistem untuk memperoleh keuntungan pribadi. penyidikan dan proses peradilan bagi pihak yang diduga atau terbukti melakukan penyimpangan dana BOS.3. 4.

68  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

maka dapat menyampaikannya melalui: Telepon : 0-800-140-1066 (bebas pulsa) atau 021-3864480. M e m a s t i k a n b a h w a p e n g e l o l a p r o g r a m a k a n menindaklanjuti setiap pengaduan yang masuk. pertanyaan. A. Menyediakan bentuk informasi dan data base yang harus disajikan dan dapat diakses publik.BAB ENAM PENGADUAN MASYARAKAT Program yang baik akan memastikan bahwa setiap pertanyaan. Pengelolaan Pelayanan dan Penanganan Pengaduan Masyarakat dalam program BOS ditujukan untuk: 1. 4. atau pengaduan dapat disampaikan secara langsung. telepon. atau melalui SMS. Berikut adalah media yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi terhadap program baik yang bersifat masukan/saran. 2. adalah: Apabila masyarakat menemukan masalah atau hal-hal yang perlu diklarifikasi. M e m a s t i k a n s e t i a p p r o g r e s p e n a n g a n a n a k a n didokumentasikan secara jelas. surat atau email. Media Informasi. usulan dan keluhan mendapatkan respon. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  69 . 3. maupun keluhan. pertanyaan. Mengatur alur informasi pengaduan/temuan masalah agar dapat diterima oleh pihak yang tepat.

b. Menjawab pertanyaan dan/atau meneruskan informasi yang diterima kepada pihak yang berkompeten. Memonitor progres penanganan pengaduan yang diterima. sesuai masalah dan tingkatannya.kemenag.id Provinsi dan Kabupaten/Kota diharapkan juga menyediakan nomor telepon/email untuk menampung pertanyaan atau pengaduan masyarakat di masing. Tugas dan Fungsi Layanan Tim manajemen BOS melaksanakan fungsi-fungsi untuk melakukan tindak-lanjut terhadap informasi/ pengaduan yang diterima.kemenag. Pembagian tugas dan fungsi layanan pada program BOS adalah sebagai berikut: 1.go. a. pertanyaan ataupun informasi sebagai bahan bagi input kebijakan manajemen BOS. d. c. Manajemen BOS Pusat Menerima dan mencatat informasi/pengaduan yang diterima. B.masing wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. Menyelenggarakan rapat koordinasi secara berkala dalam rangka menyampaikan informasi d a n / a t a u p e n g a d u a n u n 70  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .id Website : bos.go. M e n g a n a l i s i s k e c e n d e r u n g a n m a s a l a h . Mendistribusikan pengaduan yang diterima kepadapihak yang berkompeten.Faksimil : 021-3864480 Email: bos@pendis.

t u k m e n d o r o n g penyelesaiannya dengan pihak-pihak yang berkompeten.

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  71

e.

Menindaklanjuti pengaduan menurut fungsi dan kewenangan yang sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku; Membuat laporan perkembangan/status pengaduan program BOS secara regular yang merupakan agregat data dari seluruh provinsi.

f.

2. Manajemen BOS Provinsi a. Menerima dan mencatat semua informasi/ pengaduan yang diterima. b. Menjawab pertanyaan dan/atau meneruskan informasi yang diterima kepadapihak yang berkompeten.

c. Mendistribusikan pengaduan yang diterima kepada pihak yang berkompeten, sesuai masalah dan tingkatannya. d. e. Memonitor progres penanganan pengaduan yang diterima. Menyelenggarakan rapat koordinasi secara berkala dalam rangka menyampaikan informasi d a n / a t a u p e n g a d u a n u n t u k m e n d o r o n g penyelesaiannya dengan pihak-pihak yang berkompeten; Menindaklanjuti pengaduan menurut fungsi dan kewenangan yang sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku;

f.

g. Membuat laporan perkembangan/status pengaduan program BOS secara regular yang merupakan agregat data dari seluruh kabupaten/kota. 3. Manajemen BOS Kabupaten/Kota a. Menerima dan mencatat semua informasi/ pengaduan yang diterima.
72  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs

b.

Menjawab pertanyaan dan/atau meneruskan informasi yang diterima kepadapihak yang berkompeten.

c. Mendistribusikan pengaduan yang diterima kepadapihak yang berkompeten, sesuai masalah dan tingkatannya. d. e. Memonitor progres penanganan pengaduan yang diterima. Menyelenggarakan rapat koordinasi secara berkala dalam rangka menyampaikan informasi d a n / a t a u p e n g a d u a n u n t u k m e n d o r o n g penyelesaiannya dengan pihak-pihak yang berkompeten; Menindaklanjuti pengaduan menurut fungsi dan kewenangan yang sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku;

f.

g. Membuat laporan perkembangan/status pengaduan program BOS secara regular yang merupakan agregat data dari seluruh madrasah.

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  73

LAMPIRAN BOS Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  73 .

74  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

........................ : Kepala MadrasahIPenanggung Jawab PPs ....... Sebagai Penanggungjawab Program 80S MadrasahlPPsm Kantor Kementerian Agama KabIKota............ g....................• bef1indak alas nama Pemefinlah Republik Indonesia selaku Pemberi Tugas...•..... Pihak Kedua bertanggung jawab ter1ladap pelaksanaan pekeljaan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan yang lelah ditentukan serta melaporkan kegiatannya kepada.....•...............• KabIKota... .......• Kecamatan... 1.. Pihak kedua bersedia diaudit oIeh lembaga yang befwenang.... tentang penggunaan dana yang bersumbef dan dana 80S maupun yang berasal dari sumber lain...... Jika berdasar1<anhasil audit. setelah $I( Penerima Bantuan tersebut diterima oIeh TIm Manajemen 80S Provinsi.... ..... Tata Cara Pembayaran : Pembayaran dilakukan dengan cara transfer langsung ke MadrasahlPPs berdasarkan Surat Keputusan Penerima Bantuan yang diterbitkan oIeh Tun Manajemen BOS KabupatenIKota.. pemantauan dan evaluasi temyata Pihak Kedua tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan........ b............• yang bertanda tangan di bawah ini: 1.... berdasarkan SK Nomor: tanggal .......... Jenis Pekerjaan : Mengelola dana Bantuan Operasiooal Sekolah : Rp : butan ............. Jumlah Bantuan C........ Kedua belah pihak setuju dan bersepakal mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan oIeh Pihak Kedua sebagai berikut : a..FormulirBO~1 Ditandatanganioleh Kepala MadrasahlPenanggungjawabPPS dan Tim Manajemen BOS KabIKota SURAT PERJANJIAN PEMBERIANBANTUAN*) Tentang pemberian Bantuan Operasional Sekolah (80S) unruk biaya operasional sekolah eli MVMTslPPs UtaJPPs Wustha" ....... .......• pada harL........ serta wajib menyelor kembati sebesar bantuan yang diterima ke Kas Nagata Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  75 ... 2......... selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua......•.... tanggal bulan.......... tahun ..... Waktu Pelaksanaan d....• Desa ................... Nama Jabatan Aiamat Bertindak atas nama Madrasah selaku Penerima Tugas.....•...... setanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama..........•.......................... Nama Jabatan Alamat ...........•....... 2..•.........•. maka Pihak Kedua akan dikenai sanksi aOO hukuman sesual dengan peraturan yang beMaku.

1 unluk Tim Manajemen 80S KablKola (yang bennaterat). ") Corel yang tidak perlu .6.ooo ') Oibual rangkap 3 (liga).. 1 unluk dikirim ke Tim Manajemen 80S Provinsi.. 1 unluk Madrasah/PPs. ) Sesuaikan dengan lembaga penerima banluan .Pihak Pertama : Kepala SeksiMadrasahl PO Pontren ros Kab/Kota Pihak Kedua : Kepala MadrasahlPenanggung Jawab PPs Malerai Rp.

Formulir BOS 02A Dibuat oleh MadrasahlPPs Dikirim ke TIm Manajemen BOS KabIKota dan TIm Manajemen BOS Provinsi PERNYATAAN TENTANG JUMLAH SISWA MAORASAH IBTIOAIYAH/PPS ULA Nama MadrasahIPPs NSM Alamat Madrasah/PPs : SemesterlT. Pelajaran : KabupateniKota Provinsi Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama Jabatan menyaiakan dengan sesungguhnya jumlah slswa pada madrasah/PPs saya sebabagl berikut: Jenjang Kelas Jumlah Siswa 1 2 3 4' 5 6 Jenis Ketamin Lk2 P <7Th Usia =7-12 Th >12Th Demikian pemyataan ini saya buat dengan sesungguhnya agar dapat digunakan sebagaimana mestinya Kepata Madrasah/Penjab PPs Materai 6000 'Untuk PPS Ula sampai jenjang kelas 4 .

Pelajaran : Kabupaten/Kota Provinsi Yang bertanda langan di bawah ini.Formulir 805·28 Dibuat OIeh MadrasahiPPs Dikirim ke Tim Manajemen BOS KabIKota dan Tim Manajemen BOS Provinsi PERNYATAAN TENTANG JUMLAH SISWA MAORASAH TSANAWIYAHIPPS WUSTHA Nama Madrasah/PPs NSM Alamal MadrasahIPPs : SemesterfT. Nama Jabatan menyatakan dengan sesungguhnya jumlah siswa pada madrasahlPPs saya sebabagi berikut: Jenjang Kelas Jumlah Siswa 7 S' Jenis Kelamin Usia <13Th =13·15 Th >15 Th 9 Laki2 Pr Demikian pemyataan ini saya bual dengan sesungguttnya agar dapat digunakan sebagaimana mes~nya Kepala Madrasah/Penjab PPs Materai 6000 'Untuk PPS Wustha sampai jenjang kelas 2 .

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  79 .

UJ 1-- "" co o .. (/) s: ::<. o. :::> :z o e:: (/) I 80  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .'E " ..!!! -c .. c: (/) o en .: 0:: w Z c.: "0 '!"! ~ :: < . z'" 'E" '" .: :J: l (/) c. '" :.

... No Telp .. No 3. 2........ .. No Kepala MadrasahlPenanggung Jawab PPS ( ) .. . alamal Bank kami kilimkan salinan halaman pertama Buku Tabungan Bank alas nama MadrasahJPPs : Nama MadrasahJPPs : NSM Afamat Madrasah/PPs : Jatan KeUDesa Kecamatan KabIKota No Rekening Atas Nama : 1........... . ..Formullr BOS . Telp Telp .. . tanggal ...... . Jabatan . 2. .. .04 Dibuat oleh MadrasahIPPS Dikirim ke Tim Manajemen BOS Kab/Kota SURAT PERNYATAAN PENGIRIMAN NOMOR REKENING MADRASAHIPPS Pada hari ini. Jabatan Nemor telepon yang bisa dil1ubungi jika fax yang kami kirimkan kurang jelas : 1....

.Fotocopy tembar pertama dan Buku Tabungan pada Bank dilampir1<anlditempelkan Bank . Rekening Bukti ini adala Cabang Bank Disahkan oleh Bank . Cabang No. .

.*. o zz :::> ::. c .:: i= "" 0 ... e.. ~ g.. E en Cl. o '" :IE . .:: en -c : o CD « z « o ~. c: l! o ~ 'iO to C to 0 > c : en ~ ~ E to ' 0 c : .~ .. ::. «o « :IE «z .-0 ~ .e 0 0 ~ ~ .. z " "ii i "' ".. z w .5 . 'o " :"IE " '!.".". to :::E 0:: E E 0 u. i: en « '.. o "" . Cl. ....!lI .: > to 'iii 0 « 'en ~ eo c 0 en en 0 0 "" E D to 0: <Xl c 0..I ..

.t o L c . o ~ Z o 0 : : 0 c : > t o D t o ( . . E to to Z _N_N_N _ g ' 0 - E C Z . ) - c " " : t o C D .

.:: ::E Z '" a.c: 0'" 'en CO :. ::E a: 0 u.5 s: "0 ~ :::> '" ' " . 0. :c co « e ' >t i a.: : a.. D i5 i5 til 0 CXl 0 :5 z w :. z . % ~ '0 " « til a: ::.. :.c :':".t: I- :J co a:: (/) .. CXl It) I- 0 ril 0 CXl ::> CD 0 0 c: CD a: ::::.!l! 0.. E co co Z co 0 « « ::E iii I - a: :5 ::> i2 W a: ~ ~ c: ~ co (/) ::. l- c: .g s.:: ~ . Q.~ 0 (/) . a.: Z 0 'en c: :::> D 's C O e : . 'E" 'E" '"c: 'c": 'is' 'is' :':".

I: ~~ ig> I I: I jq - iff!! i s 1 1 r- ·.r I I I I I I I Ii C!..c V> -0 c co . :(0 :"0 ' co ~ : Q. I i ~ ! i [ ~ 1 1 1J .. ~ - ::<0 ~:. :en : 0 :..! ! ! !('O.< Xl f J f ~ 1 J ~ !!II ' : . ~ .lJl . .0 . c: -o _ c o c .. ~ · .

.... (I) 0 . (I) .><: '" '" ::.=.: : 0 ~. < ~ ._ <n <= <n => o. . "" :::IE g.. . ..= t- Q.. :::> (I) .. = ..: > ..§ tu. .= :~ 0 0 ~ . :z .§ '" I~ . 0 I X) :z I- :! a: w :z w .: ~ 0 I~ en Q ... .. . -<= .". ec > a..=. . = (I) !! _. . ::::E ::.0 ... = ..: E 0:: t0 ...~ ~ : .21 ..!! a:: .._ . 0 ' " .21<= ee -'" E : ..c . . ~ .. ... :.'.=. (I) ... = : ... I~ I~ .: : _ : z :::> z ...J :::.: .. < . ..!! E !! I X ) '" . '" ~ :i: ~ c..._ 0 C 0 U) U) 0 . .' en 0 Q co <= <= '" m '" E . ~ ~ CO c." >- ...!! E Q.: <= 2! 0 .. ~ c.!! (I) ~ '" ...: ~ en 0 ~ :z . '" .

.. a. ..: -..... = 0. :z .. (I) .0 i . "" Q. ~ '" <n .g . . :::> IX) i ~ ~ ~ ~ ..... '" ' I~I~ ! :. ~ 0 .... .. "" '" I~ I~I~ Ii. ..!: 0..

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  87 .

.J ~ j IJJ Z j } 'II ~ J~ i i ~ ~ ~ ~ ! ~ ..Ia ! § l < i i §~ r cn .: 1I ~ ~ Z ~- J 1~ §j ~ 1 i 11. ..!'! rn J ~~ 0.. ~I ~ ~ 88  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

...~ 0 CD g (t: ~ ~ ~ '" g ~ s: al ~ c: s e ::::. ." . _.2 ~ ~ :J s e (/) c: ".s .'" . ~ i II: 12 f .ti e e !!' E . l '! . (/) E . .. (/) z ~ ~ ~ f :l! ~ ~ ~ Z ttl tJ g? . ~ -a ~z .. ::! '5 is g s: l'! E ~ l'! -:-J.~ g' l'! ~ ~ Ci5 Do ~ -!5. c: (/) ~ ~ .~ ::! E F ~ ~ ~ ~ ~ s .g g ~ ! is i!i l'! t:1 ] 2 ~ ~ s: z ~ Z 0: ! '". ~ S --.

z 0 .

z 0 ~ "ar': ~ . _ ... !! .' !! !!:: Z "" " :> 0CD ' c: 0 c: :! . ::> "- :> 0. ....." "" E !! !!: . ". .. "~ ' " . :> . . Q. . <> ~ "' <> c: c: !! ".. 0 J :! " E' U .. ." ~' ... Z "" 0- ::> C> z . .. .... ." "' ~ z c: .<= ~ C > .. ". . . .: .' D ~ " ' :> 0CD " ' c: C c: 0 :! .. Z "' "." . .Q.. ..e"' .. ". ( I ) ~ '" Z'" C D "" c: ~ ... C> UJ (I) . Q..

.' ... 0 ~ ~ ::: ~ :! .. . ~"' : E . '" 0...m UJ 0 !!! C> Z ~ c.' :> . .. "' 0:: !! . ~ .. "' "' e <....".<= "" <> Z .~ " ' ::: ".: "' "... ~ .:."..!!! 0- CO C>. ::> (/) z"' 0- "' :! 1:!: c: ~ ~ = z .. o» "' .<= .. .. ..> :> .. "' 0 Z (/) . % !!:: .. c: ~~ <> . ...<= ~ . .! e c: . ~ 3: "' . .' E :> 0:: !! Q...~ (/) ... " E' 0 (/) % .. ... 0- E n> E :> E '" . "2 " . >- ..~ E (I) .. ~ Q.: !! '" '" ... E C>... ."..

_..FORMULIR BaS 10 Oiisi 0100 Tim Manajemen BOS KabIKota dan MadrasahiPPs LEMBAR PENCATATAN PERTANYAANlKRITIKISARAN 1. Melapor1lan: a......... 3...... Nama Alamat .. 5.... Tindak Lanjut Saran: ... Tanggal Penerlmaan Pertanyaan/Saran : Uraian Pertan yaan/Saran : 4. klentitas PenanyaIPemberi Saran a.2. b....... Penerima PertanyaanlSaran : ...... 2..n. rtill Manajemen BOS ProvlKabiKotaiMadrasah ..0.......

OesaIKeluarahan . Lekasi Kejadian a. RTIRWlDusun b. ldentitas Pengadu a. KeputusanIRekomendasi: . Provinsi 4. Nama b. Alamat 2. Tanggal Terima Pengaduan: 3. c. KabupatenlKota d. Penyerldill : 7. Uraian Pengaduan : 5. 6.FORMULIR B05·11 Diisi oIeh TIm Manajemen BOS Prov/KabIKota LEMBAR PENCATATAN PENGADUAN MASYARAKAT 1.. Temuan: 8.. Tanggal Penyelidikan Dilakukan : .

9.. Pelaksanaan Kepulusan : 10. Tim Manajemen 80S Prov/l<abiKota/Madrasah 20_ . Dokumen yang diterima . Tanggal pemberitahuan kepada Pengadu tenlang keputusanldan pelaksanaan kepulusan: . 11. ... Melaporkan: a.n......

.. dst. studi tour (kal)'a wisata) dan sejenisnya <I... Penggandaanlpembelian buku teks pelajaran (menambahlmengganti yang rusak).. ( ) . C. dan pendaftaran ulang.... penggandaan f(){lllulir. Pembiayaan seluruh kegiatan datam rangka penerimaan siswa baru: biaya pendaftaran.• b. c....... b. ser1a kegialan lain yang berkailan langsung dengan kegiatan tersebul.•. misalnya studi banding. dibungakan.. Disimpan datam jangka waktu lama dengan maksud Dipinjamkan kepada pihak lain. sld . dst... B... Dana BOS Boleh digunakan untuk (Sesuaikan dengan Panduan BOS) a. Membiayai kegiatan yang tidal< menjadi prioritas MadrasahIPPs dan memertukan biaya besar.. adminisfrasi pendaftaran. Rencana Penggunaan Dana BOS di MadrasahlPPs NO Komponen JumJah Dana (Rp) TOTAL Ketua Komite Madrasah Kepala MadrasahIPPs Bendahara ( ) ( MengetalU1Menyetujui ) ( ) Kepala KantOt Kerneoterian Agama KabIKota . C... Dana BOS Tidak Boleh digunakan untuk (Sesuaikan dengan Panduan BOS) a. A..FORMULIR BOS·12A Dibuat oleh MadrasahlPPs Oitempel di Papan Pengumuman CONTOH RENCANA PENGGUNAAN DANA BOS PERIODE Jumlah Siswa : Siswa Jumlah Dana BOS : Rp ..

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  95 .

.•tanggal..... .... Kelua Komile Madrasah ..FORMULIR 805·13 Dibuat oleh MadrasahIPPs Disimpan sebagai dokumen RENCANA PENGAMBILAN DANA Nama Madrasah/PPs Alamat MadrasahlPPs Kecamalan Kabupaten/Kota Provinsi No........ Kepala Madrasah/Penanggungjawab PPs 96  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs ........ Uralan Rencana Penggunaan Jumlah Jumlah Menyelujul.

. . ::l 'i: c : " 0 " (5 . '"2 . . .. ".. I D ...... !! =a..e " " ".... . . .... . ~ "" ... :.. .._ " IX> ~co ~ c ..i§ :.2 _ 0 : : . . :z: . . !1' . . go .2.. .".~ :::> :E "'" ... . ... ..t:: : :E . .. ... . e. co e '6 c ... 'i! z .. "0 D . '" ""< JI :z: < z is ! ! ... : : . . ... CO 3t 2 0 .. . ..: ~0 ID 0 IX> .E_ 2t .. . co ::.. : ~ ' "a '" E . . .. " . .! e.. VI ... c : g> E co c: : . e.> 0 l !1' :z: ! ! < VI < ::! e z . :z: i5 c E c..~ .". l l ...... e . ._ < 0 . .. ." . . ..... < ci < IX> <e ~ . a: ~ ~ c : E Q.. ... ~ .

to .~ . ... .t:: c l! !! to to !! ~ C "" -. . j " . .i l'l '" '" D e.>< . E . . . z -e 0 c < D ~ ~ . . ..... ~ z Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  97 . c :E -' 2- ..... .".... !! -e C z 0 "< w ::E ::E " . " E e 's IX> e Z ... ...

......FORMULIR 805·15 Dibuat oleh Madrasah/PPS Disimpan sebagai Dokumen KOP MADRASAHIPPS RENCANA KEBUTUHAN BARANGIJASA Kepada Yth.... 2 ......d ..j(ebutuhan lersebut di alas sesuai dengan harga yang berlaku di tempal Saudara.... 20 ................. Harga penawaran tersebut dl atas berlaku tanggal .............. s... Berikut ini kami sampaikan daflar kebuluhan yang diperlukan dengan rincian sebagai berikut : No............ 1 Barang/Jasa Spesifikasi Satuan Volume Harga Penawaran (Rp) .. ..... dst Bersama ini pula kami harapkan kepada Saudara untuk mengajukan penawaran harga kebutuhan.. .. (nama MadrasahIPPs) Kepala Madrasah/ Penanggungjawab PPs Bendahara Perwakilan Orang Tua Toko/Suplier 98  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .... kami memerlukan beberapa kebutuhan yang harus dibeli...... TokoiSuplier di Dalam rangka pelaksanaan pekeljaan di (nama MadrasahIPPs).. Tim Manajemen BOS ..

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  99 .

100  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

BAGIAN DUA BUKU PANDUAN TEKNIS KEUANGAN BOS Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  101 .

102  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

dan madrasah/PPs dapat memenuhi tugasnya dengan mudah. Madrasah/PPs. Tim Manajemen BOS Provinsi. penggunaan. Semua unsur tersebut memerlukan pemahaman yang sama guna menghindari timbulnya hambatan dalam pelaksanaannya. pencairan. kabupaten/ kota. Sehubungan dengan hal tersebut. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Panduan teknis ini adalah sebagai acuan untuk pelaksanaan program BOS agar para pengelola di tingkat Provinsi. Selain itu. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  103 .BAB SATU PENDAHULUAN A. Dengan demikian pelaksanaan tugas dan fungsi Tim Manajemen BOS dapat dijalankan dengan baik. oleh karena itu ketentuan pelaksanaan keuangan yang meliputi penyaluran. Latar Belakang Sumber dana program BOS berasal dari APBN. dan pertanggungjawabannya harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan APBN. Lembaga Keuangan. Kementerian Agama menyusun Panduan Teknis Keuangan. dan instansi terkait lainnya. ada ketentuan teknis lain yang bersifat mempertegas dan memperjelas pelaksanaannya. Pengelolaan program melibatkan berbagai unsur antara lain Tim Manajemen BOS Pusat. pengelolaan.

bagi Tim Manajemen BOS Provinsi. efisien dan efektif. 2. 104  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .B. Kabupaten/ Kota. akuntabel. tepat waktu. Maksud dan Tujuan 1. transparan. Madrasah/PPs. serta terhindar dari penyimpangan. Tujuan Pa n d u a n Te k n i s Ke u a n g a n b e r t u j u a n a g a r pengelolaan dana BOS dilaksanakan dengan tertib administrasi. dan pihak terkait lain. Maksud Panduan Teknis Keuangan dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang sama dan sebagai pedoman bagi pejabat pengelola dana program BOS.

A.BAB DUA PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN Penggunaan dana BOS sepenuhnya menjadi tanggungjawab lembaga yang kegiatannya mencakup pencatatan penerimaan dan pengeluaran uang serta pelaporan keuangan. namun demikian perlu dilakukan revisi pada semester kedua. Formulir BOS K-1 dibuat setahun sekali pada awal tahun ajaran. RKAM perlu dilengkapi dengan rencana penggunaan secara rinci yang dibuat tahunan Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  105 . 4. 2. Contoh RKAM/RAPBM dapat dilihat sebagaimana pada lampiran Formulir BOS-K1. dan Ketua Yayasan. Komite Madrasah. Formulir ini harus ditandatangani oleh Kepala Madrasah. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Dokumen Laporan Keuangan 1. 3. sehingga memudahkan proses pengawasan atas penggunaan dana. Oleh karena itu. R K A M / R A P B M h a r u s m e m u a t r e n c a n a penerimaan dan rencana penggunaan uang dari semua sumber dana yang diterima madrasah. Dokumen ini disimpan di madrasah dan diperlihatkan kepada pengawas. dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan. madrasah dapat membuat BOS K1 tahunan yang dirinci per semester. Rencana Kegiatan dan Anggaran Madarasah (RKAM) atau RAPBM (Formulir BOS-K1) 1.

(Formulir BOS-K2) 106  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .dan tiga bulanan untuk setiap sumber dana yang diterima madrasah.

Pembukuan Madrasah diwajibkan membuat pembukuan dari dana yang diperoleh madrasah untuk program BOS. Formulir yang telah diisi ditandatangani oleh Bendahara BOS dan Kepala Madrasah.2. y a i t u y a n g berhubungan dengan pihak ketiga yang meliputi: · Kolom Penerimaan: dari penyalur dana (BOS atau sumber dana lain). penerimaan dari pemungutan pajak. biaya administrasi bank. Buku yang digunakan adalah sebagai berikut: a. Buku Kas Umum (Formulir BOS K-3) Buku Kas Umum disusun untuk masing-masing rekening bank yang dimiliki oleh madrasah. Kolom Pengeluaran: pembelian barang dan jasa. dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan. Dokumen ini disimpan di madrasah dan diperlihatkan kepada pengawas. baik dengan tulis tangan atau menggunakan komputer. Buku Pembantu Bank. Transaksi yang dicatat dalam Buku Kas Umum juga harus dicatat dalam buku pem-bantu. dan Buku Pembantu Pajak. yaitu Buku Pembantu Kas. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  107 . pajak atas hasil dari jasa giro dan setoran pajak. dan penerimaan jasa giro dari bank. Tim Manajemen Kabupaten/Kota. Pembukuan dalam Buku Kas Umum meliputi semua transaksi eksternal. · Buku Kas Umum ini harus diisi pada tiap transaksi (segera setelah transaksi tersebut terjadi dan tidak menunggu terkumpul satu minggu/bulan).

b. Buku Pembantu Kas (Formulir BOS K-4) B u k u Pe m b a n t u K a s m e m p u n y a i fungsi 108  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

Pembukuan terhadap seluruh penerimaan dan pengeluaran dapat dilakukan dengan tulis tangan atau menggunakan komputer.untuk mencatat transaksi penerimaan dan pengeluaran yang dilaksanakan secara tunai. dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan. Dalam hal pembukuan dilakukan dengan komputer. giro. maupun tunai) dan ditandatangani oleh Bendahara dan Kepala Madrasah. c. Buku Pembantu Bank (Formulir BOS K-5) Buku Pembantu Bank ini harus mencatat tiap transaksi penerimaan atau pengeluaran yang dilaksanakan khusus melalui bank (baik cek. Buku Pembantu Kas ini harus mencatat tiap transaksi dan ditandatangani oleh Bendahara dan Kepala Madrasah. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Dokumen ini disimpan di madrasah dan diperlihatkan kepada pengawas. dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan d. Buku Pembantu Pajak (Formulir BOS K-6) Buku Pembantu Pajak mempunyai fungsi untuk mencatat semua transaksi yang harus dipungut pajak serta me-monitor atas pungutan dan penyetoran pajak yang dipungut selaku pungut pajak. f. bendahara wajib mencetak BKU dan buku-buku pembantu sekurangkurangnya sekali dalam satu bulan dan menatausahakan hasil cetakan BKU dan buku-buku pembantu bulanan yang telah ditandatangani Kepala Madrasah dan Bendahara. e. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  109 . Dokumen ini disimpan di madrasah dan diperlihatkan kepada pengawas.

Laporan ini harus dilengkapi dengan surat pernyataan tanggung jawab yang menyatakan bahwa dana BOS yang diterima 110  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Buku Kas Umum dan buku pembantunya serta bukti-bukti pengeluaran tidak boleh dibawa dan disimpan di kantornya 2. maka yang salah agar dicoret dengan dua garus rapih rapih. Kepala Mad-rasah.g. Apabila bendahara meninggalkan tempat kedudukannya atau berhenti dari jabatannya. sehingga tulisan yang semula salah masih dapat dibaca kemudian diparaf. Laporan ini dibuat triwulanan dan ditandatangani oleh Bebdahara. Setiap akhir bulan. Buku Kas Umum dan Buku Pembantu ditutup oleh Bendahara dan diketahui oleh Kepala Mad-rasah. k. maka tetap ada pem-bukuan dalam bulan tersebut dengan uraian NIHIL dan ditandatangani oleh Bendahara dan diketahui oleh Kepala Madrasah. j. Uang tunai yang ada di Kas Tunai tidak lebih dari Rp 10 juta. i. Realisasi penggunaan dana tiap sumber dana (Formulir BOS-K7) Laporan ini disusun berdasarkan Buku Kas Umum (Formulir BOS-K3) dari semua sumber dana yang dikelola oleh madrasah pada periode yang sama. Apabila dalam satu bulan berjalan tidak/ belum terjadi transaksi peng e l u a r a n / penerimaan. h. Apabila ada kesalahan atas penulisan angka/ huruf. Semua transaksi penerimaan dan pengeluaran dicatat dalam Buku Kas Umum dan Buku Pembantu yang relevan sesuai dengan urutan tanggal kejadiannya. dan Komite Madrasah. l.

telah digunakan Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  111 .

- c. Komponen Laporan Keuangan Laporan merupakan pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari dana BOS.000. Segala jenis bukti pengeluaran harus disimpan oleh Madrasah sebagai bahan bukti dan bahan laporan.000.untuk membiayai kegiatan operasional madrasah. 3.tidak dikenai bea materai.000. laporan pertanggungjawaban harus memenuhi unsur-unsur sebagai berikut..000.dan transaksi dengan nilai nominal lebih besar dari Rp 1. 1. b.000.dikenai bea meterai dengan tarif sebesar Rp 6. Setiap bukti pembayaran harus disetujui Kepala Madrasah dan lunas dibayar oleh Bendahara. Uraian pembayaran dalam kuitansi harus jelas dan terinci sesuai dengan peruntukkannya.sampai dengan Rp 1. Untuk itu. e. d. f. Setiap kegiatan wajib dibuatkan laporan hasil 112  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .. sedang transaksi dengan nilai nominal antara Rp 250. Setiap transaksi pengeluaran harus didukung dengan bukti kuitansi yang sah.000.000. Bukti pengeluaran a. Bukti pengeluaran uang dalam jumlah tertentu harus dibubuhi materai yang cukup sesuai dengan ketentuan bea materai. B.dikenai bea meterai dengan tarif sebesar Rp 3. Untuk transaksi dengan nilai sampai Rp 250.000. Uraian tentang jenis barang/jasa yang dibayar dapat dipisah dalam bentuk faktur sebagai lampiran kuitansi.

pelaksanaan kegiatannya. Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  113 .

laporan yang disampaikan setiap triwulan oleh madrasah/PPs dan diterima oleh Tim manajemen BOS Kabupaten/Kota akan direkapitulasi berdasarkan Formulir pada lampiran kemudian disampaikan ke Tim Manajemen BOS Provinsi selanjutnya disampaikan ke Tim Manajemen BOS Pusat. D. Mekanisme Rekapitulasi Laporan Keuangan Secara hirarki. baik yang berupa laporan-laporan keuangan maupun dokumen pendukungnya. disimpan dan ditata dengan rapi dalam urutan nomor dan tanggal kejadiannya. Waktu Pelaporan Laporan pertanggungjawaban keuangan tersebut disampaikan oleh madrasah/PPs kepada Tim Manajemen BOS kabupaten/kota setiap triwulan. Buku Pembantu Bank. C. serta disimpan di suatu tempat yang aman dan mudah untuk ditemukan setiap saat. Seluruh arsip data keuangan. Laporan penggunaan dana BOS di tingkat madrasah kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota meliputi laporan realisasi penggunaan dana per sumber dana (Formulir BOS-K7) dan surat pernyataan tanggung jawab yang menyatakan bahwa dana BOS telah diterima dan digunakan sesuai dengan peruntukan dana BOS. 1. 3. Buku Pembantu Kas. 4. Rekapitulasi Laporan di Tim Manajemen BOS 114  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Buku Kas Umum. dan Buku Pembantu Pajak beserta dokumen pen-dukung bukti pengeluaran dana BOS (kuitansi/faktur/nota/bonvendor/toko/supplier) wajib diarsipkan oleh Madrasah sebagai bahan audit.2.

Kabupaten/Kota a. Laporan Triwulan (Formulir BOS-K8) Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  115 .

Laporan Tahunan (Formulir BOS-K9) Laporan ini merupakan rekap i t u l a s i pertanggungjawaban penggunaan dana BOS pada masing-masing madrasah (Formulir BOS-K9). Laporan Triwulanan (Formulir BOS-K10) Laporan ini merupakan rekapitulasi hasil penyerapan dana BOS pada madrasah negeri di tiap kabupaten/kota. Laporan ini didasarkan pada laporan penggunaan dana BOS dari masing-masing madrasah sebagaimana Formulir BOS-K7 dan harus disampaikan pada Tim Manajemen BOS Provinsi paling lambat tanggal 15 Januari tahun berikutnya. Laporan ini harus disampaikan pada Tim Manajemen BOS Provinsi pada tiap akhir triwulan. 2. b. Rekapitulasi Laporan di Tim Manajemen BOS Provinsi a. Laporan ini datanya bersumber pada laporan dari Tim Manajemen BOS kabupaten/kota Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  111 .Laporan ini merupakan rekapitulasi hasil penyerapan dana BOS pada MIN dan MTsN yang sumber datanya diperoleh dari setiap madrasah sebagaimana pada Formulir BOS-K7. Laporan ini sumber datanya diperoleh dari Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota sebagaimana pada Formulir BOS-K8 dan harus disampaikan kepada Tim Manajemen BOS Pusat pada tiap akhir triwulan. b. Laporan Tahunan (Formulir BOS-K11) Laporan ini merupakan rekap i t u l a s i pertanggungjawaban penggunaan dana BOS pada madrasah negeri di tiap kabupaten/ kota (Formulir BOS-K11).

sebagaimana Formulir BOS-K9 dan harus disampaikan pada Tim 112112  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

Laporan Triwulanan (Formulir BOS- Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  113 .Manajemen BOS Pusat paling lambat tanggal 30 Januari tahun berikutnya. Rekapitulasi Laporan di Tim Manajemen BOS Pusat a. b. Laporan Tahunan (Formulir BOS-K13) Laporan ini merupakan rekap i t u l a s i pertanggungjawaban penggunaan dana BOS pada madrasah negeri di provinsi (Formulir BOS-K13). Laporan ini datanya bersumber pada laporan dari Tim Manajemen BOS provinsi (Formulir BOS-K11) dan harus disampaikan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam dengan tembusan ke Menteri. K12) Laporan ini merupakan rekapitulasi hasil penyerapan dana BOS pada madrasah negeri di tiap provinsi yang datanya bersumber dari laporan Tim Manajemen BOS Provinsi (Formulir BOS-K10) dan harus disampaikan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam dengan tembusan ke Menteri pada tiap akhir triwulan. 3.

2. 3. Keputusan Direktur Jenderal Pajak nomor KEP-382/ PJ/2002 tentang pedoman pelaksanaan pemungutan.03/2010 tanggal 31 agustus 2010 tentang Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang dan kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha di bidang lain pasal 3 butir (1). Peraturan Menteri Keuangan nomor 154/PMK. maka peraturan perpajakan dalam penggunaan dana BOS pada madrasah bukan negeri (madrasah swasta) atau PPs diatur sebagai berikut: 114114  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Undang-undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 1983 terakhir dengan Undang-undang nomor 42 tahun 2009 tentang Perubahan ketiga atas Undang Undang nomor 8 tahun 1983 tentang PPN barang dan jasa dan PPnBM serta KMK/563/2003 tentang penunjukkan bendaharawan pemerintah untuk memungut. Dengan demikian. menyetor. sehingga tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22 dan atau PPN. maka bagi madrasah bukan negeri (madrasah swasta) atau pondok pesantren salafiyah tidak termasuk bendaharawan pemerintah.BAB TIGA PERPAJAKAN Ketentuan perpajakan untuk program BOS mengacu pada peraturan Kementerian Keuangan sebagai berikut: 1. penyetoran dan pelaporannya. dan melaporkan PPN dan PPnBM beserta tata cara pemungutan. Berdasarkan beberapa peraturan di atas. penyetoran dan pelaporan PPN dan PPNBm bagi pemungut PPN dan Pengusaha Kena Pajak Rekanan Pemerintah.

Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS dalam rangka pemberian honor pada kegiatan penerimaan siswa baru. pembelian bahan-bahan untuk perawatan/ perbaikan ringan gedung madrasah/PPs. dan buku-buku pelajaran agama. ujian madrasah/PPs dan laporan hasil belajar siswa. Membayar PPN yang dipungut oleh pihak penjual (Pengusaha Kena Pajak) atas pembelian buku yang bukan buku-buku pelajaran umum. dan penyusunan laporan BOS adalah sebagai berikut: Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  115 . pengembangan profesi guru. dan pembelian peralatan ibadah oleh pesantren salafiyah adalah: a. Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS untuk pembelian/penggandaan Buku teks pelajaran dan/atau mengganti buku teks pelajaran yang sudah rusak adalah sebagai berikut: a. pengembangan profesi guru. ulangan umum. Atas pembelian buku-buku pelajaran umum. Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh Pasal 22. Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh Pasal 22. 2. pembelian bahan-bahan habis pakai. c. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama. kapur tulis. b. seperti buku tulis. 3. ulangan harian. kesiswaan. kesiswaaan. PPN yang terutang dibebaskan. b. kitab suci.1. pensil dan bahan praktikum. Membayar PPN yang dipungut oleh pihak penjual (Pengusaha Kena pajak). karena tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22. Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS untuk pembelian ATK/bahan/penggandaan dan lain-lain pada kegiatan penerimaan siswa baru. karena tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22.

000.d.025. PPh Pasal 21 dihitung dengan menyetahunkan penghasilan sebulan. Pegawai Tidak Tetap (PTT). harus dipotong PPh Pasal 21 dengan menerapkan tarif Pasal 17 UU PPh sebesar 5 % dari jumlah bruto honor. f. 4. h.d. Untuk jumlah lebih dari itu. 116116  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs . Atas pembayaran honor kepada guru PNS Golongan III. maks Rp 500.. Atas pembayaran honor kepada guru PNS Golongan I dan II tidak dilakukan pemotongan PPh Pasal 21.(dua juta dua puluh lima ribu rupiah) tidak terhutang PPh Pasal 21.000 sebulan (XX) 3) Penghasilan neto sebulan 4) Penghasilan neto setahun (X 12) 5) Dikurangi PTKP*) 6) Penghasilan Kena Pajak XX XX (XX) XX 7) PPh Pasal 21 terutang setahun 5% (jumlah s. Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS dalam rangka membayar honorarium guru dan tenaga kependidikan honorer madrasah/PPS yang tidak dibiayai dari Pemerintah Pusat dan atau Daerah yang dibayarkan bulanan diatur sebagai berikut: g. Dengan perhitungan sebagai berikut: 1) Penghasilan sebulan XX 2) Dikurangi biaya jabatan 5%. untuk jumlah sebulan sampai dengan Rp 2. harus dipotong PPh Pasal 21 yang bersifat final sebesar 5 % dari jumlah honor. Atas pembayaran honor kepada guru non PNS. Penghasilan rutin setiap bulan untuk Guru Tidak Tetap (GTT) Tenaga Kependidikan Honorer. e.

Rp 50 juta) dst XX Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  117 .

Status sendiri b.000 Rp 2.025.000 Rp 24. 118118  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .8) PPh Pasal 21 sebulan (:12) *) XX Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah: a.300. Berkenaan dengan kewajiban perpajakan untuk honor tenaga kerja lepas harian dan mingguan akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak. Tambahan maksimal 3 orang @ tanggungan Rp 2.000 keluarga.025. Tambahan status kawin c. 5.

LAMPI RAN KEUANGAN Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  119 .

118  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

. <. <L ~ :x: .:...J:: ..... s: e <U <U "0 C Q) c:o ~ '5 T"""":~':~~~":~ ....... e > Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  119119 ..s E ...J.......J:: '" E : :J ...... . : ) .:. ...... NNN .......... . ... '"... T'"" . ~ 'iii 's c a...... . o z N ~NM ••...

._ j'" c F = <0 - Ii') ~~ ~~ g ~ ~ ':t M ~ ~ N 5 ~ e-- .2: co ...

.. B eo Z E " ...:: '<. '" '" If ) al Ill:: ::.:: Z N 0 .. ~ 0 Q) ""' C ' i ii '" ::... .. e " ii g i s ...... c . c a.. "'0 C al Q) "'0 ~ :::l s: Q) "'0 '" ::l: '" .:: Q) ~ 0.If) tn ~ :. <t ~ ::l al tn .. 0. ~ Ill:: (5 ". ":':l ... 0.s'": s: "iii <1"1 r-.... 0 "'0 .. Z 0 Q) "'0 0 :. ':":l "C'0 ..'t::: "'0 -:::: \D s: Q) ~ 3 0....0 Q) '" 0.. ~ c :: "Z :0 Q) ~ (5~ . C ~ Q) OJ) E 3 .

' s 0. e ~ ..

. ..._ < .._...0.. ::> '~ " ' -0 -0 '" '" c ~ CD QI e ~ 0:: 0 '" ...0. .: ~ ..J:J '" 0 . s: 'c" 'QI ~ 'E" rJ '' "" -0 c ::::J -0 ~'" 'E" . ::::J 0 -0 ro V> r-.. . "" . s:0. -0 0 C '~" _~ "" 0 Z N .. 0. '" \! ) ~s:. 'Vi E Co s: e QI :0 c N d ~Z is is ' Vi 0. "" :ii ~ QI C ::::J '0 QI <D s' : ~ C QI r '" -0 CD '" ~ E . ..'~" C <:t :::> 'z ~ ::::J CD Z QI 0 m Vl 0.- ~ QI .. . 0:: 0 co s : ::.J:J QI 0._ ~ ~ ~.. :.. ... 0... '" a "'._ "" QI s '" c 'Vi ro s: C o "eo" ..

QI ~ .J:J 0 I::::J 's C c ro Z '" 0 QI "" ' 0: :2 QI 0."" '" ''"" '" .

0. Iii .~ : . J:> '" ... a.' ~" J c: ~ ::> a> Z "" "" "" "" ci m V) 0. "0 10 10 toO -".. Q) OJ 10 s: E c: G OJ "..".. ". e'" 's s: ~ 0... c: CO 00 c: 00 f- .. .. e -o ~ 10 10 ::: ~ 10 c: "" ci z ... 0. Q) "0 "c 0 N 10 0 ..s.. .. s: ro : e :-0 10 ~~ :0 Q) o : c: 'E " <II <II to c: c: 0..

E Z 10 ::: " OJ J:> c: a.. ~ ~0 0. 10 0 "" 10 ~ "" OJ Z .

. z U'I .. 0.ID . 0.. ID 0.s::.... « ~ :..... 0. 0. s: 0.' e 0 '" a. . E OJ C OJ ~ s: .D "OJ 00 " : C a:> ~ 0... 0. C C ~~ co ~ . "iO 0 <XI " ~ C e Vl OJ ::l ::> s: :0 '0 OJ . 0.s 5 "i " OJ :.. . '" 0 . ' 0 i:5 .. ~ s: 0 .. . .:) "3 ~ co ... .:) IV c: co '§ ::> ..".. s: e. ~ s: s: II:: ~ 0.. ::i: II:: ... 0. . '.0 OJ ~ . en ... ~ Q 0.. . =i Q. <:t ...:) 'C N .. Z ~ ~ w « co Q....

. . .. . 0. '" ~ " " . ..s: .s: ~e e C " '" ci 0 OJ 'C Q) N 0 .. Q ) '.. e ~ a.. . Vl 0. 2 G Q) E z ':. C gg {!? C .'"o " '" Z ~ . <.. Q) "iO .. ... . ~ e .. "" "iO s : E < .. '" ." e .. .... a. Q) QO C Q) z 0 "" 2 . 0. .: 0. . Vl 0....

.... -: ~ :! . .... R) I. ~ "" ! '" .0 t 0.. v> < I. 0 -.s:::. z ......... ~ j ! .. . .. 8 . .J ~ LLJ o LLJ 0.. jj . .... ~ " "~ ~ ~ -e i ~ c . ii: .:> Z ..:> I.... c c .. M ~ . S 8 e e . E .. GO . ~ :5 c C s c C 8 oS <> c e 8 8 C 8 C ~ ~ i e j oS· C c 8 ~ !j e oS C .. "0 R) R) VI R) I.. 0.. \D -.s:::.. :5 ·~ f f ~ :! ... R) R) "0 c: Q) co ~ ~ ~ I- . <> :! z ::E Q) ~ s t ~ ·E Z .

. e N i . 0 M . <J jj " ~ N N N - .. '" .

.1 4. ..•.1 $'2 $.•_. Coba UAS8H1UN n.1 3.3 .bII(ou Kabu_ltNKot.2 6 2 ...' 1 1 5.. 1 $...4 1_ _""""" . .1 3.J. J Fonnulir eoS.n pMdidik dan tenaga 1(I~Pf'ndidikan ~Gur\ldiGugus: Pening1ta1anI<lJalllasGuruKeias.. rll'l'lM.REAU$A$I peNGGUNAAN DANA TIAP JENI$ ANGGARAN TAHUNA..( Triwulan ke . Kec:ama\an PefakSanaan Up Coba UAS8PWN n.•_dst ~ng .1 32 32..2..1 4.'2 1.2.kNtINn ek$n1tttlet Keptaimukaan ...•. ptf.mal Jumlatl Rutin ntuan Puut en unaan dana r sum .. ra'" du ptasarana Mad .3 dst I<egIa:Ian~P"'toriIn Penyusunan Prognm KetatalJSahaan ~ saraN PendUIUJI'a.3 1..2 4. 2 .1 532 ...a Pt'o'fin$1 -I 1 11 .1 3.2 ~Tenag:al(eperMicftkan: P«I'ItIInaan TeNJ9l Ketatausahaan 4.2 3.. Kc:ca b .3 3 3. ana SiOIla. ~KompetensiKepa&a~n .••••.1SokOlah 80S 8antuan Somber Pendapatan Provin.in stand"._d$l Mala Pelajatan Pn:I.. 1'1 5.T.2 ~~ Kegiatan 8etaiarMengajar: ~Sar. 6 1 ".N""""'iangI<B"(ATKkSM) _ Pengadaan Nat ~ran (seblnl'l mapeiletmaSlJk Ptogt1m ~n ~Progam~an _ .. sid Nama MadlUab KKamatJn •..u. "" ...2. lai nQkeIU "..'2 ..1.. ProMS 2-3. KegiaUn PengemIla~n ~VI$dan~1ltI ~natlPrcfilSekClltl pen~loIun Man.1.•.1.tatnEkStraktltiluJet ~ Program 3.1 33._ 3. Pet!tantcWan dtt Kog ~"'E_~ Ptnyuauran ProsJ'am SU~ M::IruIomg clan Evaluasi 1$33 .3.3 2. -... 12 2....2..4 3 ~ wnda.1 KabIKota Lain Lainnya •._ 4 4.In stJnda..• dst OR) ~ Pefaltsanaan Penc:laftwan Peser1a Oidik BaN(PPOB) El$(1ak\jtiuAe.1 82._dst P~tlgln 2 22..~n80S l(.l .AAAN P£RIOOETANGGAL : .••••.3. 8'1 1. Petaltwnaan U.1lemen Madtasah e. e ..2 Penti'1aan T_" ~ 4.1 4.._dst ~ng.1.'l.J: Program Ma«a:sab Ptngecnbatlgln Kompeunsl Lulusan ptnyu$ul"llft ~~nMit'l.._ S._KU"U ....ln._CIst PtngtfrOIng..2 1. 2 R l .gas GIAI dan JaI1waIPtIajaJ'1n Penyusunan Program Semester PenyuwnanSbbus .1 32.2 82. d$t 5 Ptngembangan .f(78 OIIs1oleh J~(h'Sah CWrimk._dst ~danPet8'MllranMeubeIW u 5.2 4. . lt!d MllaKutsiOUt\.1 ~ Ptmeflharaan dan Perawatan AJal( tcantorJlnventansSeldah: $.2_ .I:'Ig 5 2 ...1 52 Mresi1TIk _ ~lIataan dst s ~ darl Ptft)abn GtcII.. ununDan.•. lSI PtmbasllaTl.1....

.1 "h.ikat ~~lnbmasi"'.-nen ~L.d&l RIoI'Nh TII"WI "'..4arl J'N 7U 'ItT1II .net 4st KonIuI'nII G4JN I KonIumti .4 e'2 1 Hutlul9l'l Mup. DIy. Pegawai f'otngMIbItlg.tlncf".64 141 ~ 6..ln ~ . 1 7... pMlIWIyaan 11 7 ....

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  127 .

. 1 2 3 4 Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Wlktu Penerlmlln {Rp} Penggunlln {Rp} lumllh 3.... 20 ............ Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya dan bermaterai cukup untuk dipergunakansebagaimanamestinya. (Nama Kabupaten/Kota) . saya bersediadikenakan sanksiadministrasidan/atau dituntut ganti rugi dan/etau lainnya sesuaidengan ketentuan peraturan perundang-undanganyang berlaku... 2.... mendukung operasionalmadrasah/PPsdan tidak untuk keperluan pribadi. PenggunaanBelanja Bantuan OperasionalSekolah(BOS)adalah sebagai berikut : No... Apabila di kemudian hari pernyataan ini tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarya............. Belanja Bantuan OperasionalSekolah (BOS) telah digunakan dalam rangka ...LAMPIRAN FORMULIR BOS K-7C Dibuat oleh Madrasah/PPs Dikirim ke Tim Manajemen BOS Kab/Kota PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Jabatan : KepalaMadrasah/PenjabPPs Alamat Dengan ini menyatakanbahwa : 1.. KepalaMadrasah/PenjabPPs (Nama Lengkap & Stempel) 128  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs ..

Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  129 .

130  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

. E E ... 2..~ ..< LJ.... E z ' " 00 VI 0 co ~< I Z « . ...J Ocr:: zO <0..... LJ. <0 0 ~~ cc: ..0 ..JZ <::I Zt:) ot:) ~ "0 .. S ::I ::::. e ~ i= c: . ::I < :. 0 LL. ..J Z < co ':i 0.:.. J .:.JZ Z 0.:: co CII "0 · c 0.JO Oz N ci ~~ .. :.. ~ ~ a~0.D c: C1> V'I.: '':a " ". g . .._ a..20.. C II 0 Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  131 .t = ..~ "' VI :x: E :x: coc: 00 '" 0"... E~ ~c: ~ 0 .. ::1< f-. 0 Z V 'lLJ....~ .

... ~ 0 :: i ':'":". e 0:: 0:: E rJl ..x ..~ rJl 0 . . ..i "- s :::l .. 0 :: il C C z E ~ I- '" ~$.. '" .S I- . l! 0 .. '. . .. . . . 01 .... 0 c . .. ... < I> :J: ~. .. . .. ~ E !l .". . .. ~ ~ I'! ~ 0 rJl In <I> I- "" . ~ ~ E -' .0 u. o...( . C£ 5l'c E ~ .0 co·s .. .x 0:: ~~ ~0- . 0- E 0 i= IL 15 '". ' " ~~ C 0 . . ..i ~ .. :::> :IE '" ' 0:: ::.. 0 ell « u. .. ~ .. 0:: ~ ::> 0:: 0 rJl '~ Q. <II .. ~~ "! 0 :: .

. 0 :::> . . "" V> 01 . .. E 01 ~ c. . ~ :z: ~ c : : z:5 . '" " C . >.0 .. 0 . .. .: 0 "" . I- ~ ::> 15 . 0¢ '" ' z . -' .....~ <) ..... .." ! .I ::. ~ ~ u.... . i u. E .. in 15 .. eo : c ..: C< in ::. Z 132  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .. . in z a..0 :: s a... 0. ~ N M ..::: 0 CD Z ¢ C< ¢ 0 :. <D ~ -e '" I- '" 0 .

:> In Z so cx: Q. v. Ocx: zO ~Q. =>:3 IZ <Xl ~ I N Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  133 . g ~ .Z N o c. ~ i=- C o e > co n..:> -Z V'lUJ ~Q. o < Xl ~ ~ I ~ Z ~ -'0 ~~ -. UJZ Q.~ ZI. Z Oz ~=> 01.~ 4: ~ ~~~+rHH++rH~+rH i ~ .s: co fJ) co ::2 co " ' c 0 o ( 'aJ) ". "'0 ~ 3 it J.

134  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

.. ee :E cn ._0 ... 1... (I> E 0 c:. a::>Q:j .J'. .. c: (I> (I>::::E ::£: ':::.. 4: :::. .~_ . ~ ::> .s: (I> 0 0.......:.:) VIZ ~~ !:::: a..... . R ' . ... 0 '" c: :> ~ VI -c . en l< ."0 -e- 0 .~ :.::: ~ l- 4: I- . go ~ z t= . c.0 -.. :.0 E . 1'0 . ~ .. ~ z c: ICO o.-g.s 0 "" ~ j a.....J z a:: 0 w Z V.:.. ::::E (I> => en 3: en ~ 0 u. ..:) . ~ ~ a:> ~::l :> c: 0.J Z 4: . co 0> 0 0 co 4: 4: z = '" 0 ... w 4:..: ::> .:::>£ 0..:.s 0 .::: I. s Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  135 .. i= E.2 a:: :::c z ~ ~ ::...::._ -e I - ..:. Z ... e n -I..... . j a. . " ::l '~ 1'0 1'0"0 c: 1'0 1'00...JI::> -4. z ~ ::>...'J0 e = '" § ~ o N .2 ~Z 0 Z ..! c : .

'§ I- o Z o Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  136 .

.:.. Vi Z 6 X a: Q. i5 ~ s ~ ~ 9 < ..... 5z w Q.. '0 . s : f2 ?: ~ :::I >! 0 N z s ~ ~ 6 ~ -ro C) C) c: ~ -z C5 I- ro a. Z C5 ~ Vi ~ .. z ~ z ~ . ~ ~ 0: ~ Z s t. s ~ ~ I- Q.. s "C ~ ~ ~ ~ <'" t a: = Z e.U) <t c. N m <: II> ~ . .. Q... '"c": ~ <t Q... Z 0 ... ~ ~" ~ -c .2 0.

136  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

. ci N z II -ci vi II 11 11 I 1 I I I 1 11111111 J 1 ~ Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs  137 .1 I I II II ~l ~ CD~ E a.

138  Buku Panduan Teknis Pengelolaan BOS Madrasah Swasta & PPs .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful