Anda di halaman 1dari 1

*Contoh Kasus Etika Kedokteran Beneficence

SKENARIO Tn.Budi, 68 tahun datang ke dokter dengan keluhan, Batuk-batuk sejak 2 bulan yang lalu, berkeringat terutama pada malam hari, disertai dengan adanya penurunan berat badan. Oleh dokter dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan BTA pada dahak pasien demi kebaikan pasien. Hasilnya pasien positif menderita TB paru. Dokter menyarankan untuk dilakukan pengobatan rutin dengan meminum obat secara teratur dan kontrol setiap sebulan sekali. Selain itu dokter juga menyarankan untuk menjaga kebersihan tempat tinggalnya, serta mencegah penularan pada orang-orang di sekitarnya dengan cara menggunakan penutup muka. Dan diupayakan agar tempat tinggalnya mendapat cukup sinar Matahari.

*Contoh Kasus Etika Kedokteran Beneficence


SKENARIO Ny.Arnie, 35 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit kepala terus-menerus, pandangannya terasa kabur sejak 3 hari yang lalu. Riwayat demam,mual,dan muntah disangkal oleh pasien. Ketika dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital dan pemeriksaan fisik, ditemukan bahwa ternyata tekanan darah pasien 150/90. Sehingga dokter mendiagnosa Ny.Arnie menderita hipertensi. Karena Ny.Arnie menggunakan surat keterangan tidak mampu (SKTM) sehingga dokter yang memeriksa Ny.Arnie memutuskan untuk menggunakan obat generik, dimana sebagai anti hipertensi dokter menggunakan captopril, untuk menurunkan tekanan darah pasien. Dokter juga menyarankan Ny.Arnie mengurangi mengkonsumsi makanan dan minuman berkadar garam yang tinggi, dan meningkatkan olahraga serta makanan bergizi.