P. 1
Metode Penelitian Administrasi

Metode Penelitian Administrasi

|Views: 12|Likes:
Dipublikasikan oleh Andi Amirullah
mata kuliah Sospol, bagi yang membutuhkan, silahkan download, akan lebih baik lagi jika demikian
mata kuliah Sospol, bagi yang membutuhkan, silahkan download, akan lebih baik lagi jika demikian

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Andi Amirullah on Aug 05, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/23/2014

pdf

text

original

Pengantar Awal Kuliah

 Siapa saja yang mempelajari MPS akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dibidang metode penelitian yg dpt digunakan untuk menyelidiki masalah atau fenomena sosial dan memberi solusi / jawaban atas masalah tersebut. .

 Penyelidikan tentang satu gejala/fenomena sosial maupun hubungan antara dua atau lebih gejala sosial melalui cara yg sistematis dan metodis (meggunakan metode ilmiah). .

 Langkah untuk pembuktian memerlukan proses yg teratur dengan langkah dan tahapan kegiatan yang jelas. Metode/Pendekatan Ilmiah : Prosedur yang sistematis dan terstandar serta menggunakan pembuktian-pembuktian yang obyektif. .

pengamatan. 5. penemuan.1. 2. Logis : sesuai logika. benar menurut penalaran. Sistematis : bahasannya tersusun teratur berurutan menurut sistem. Empiris : diperoleh dari pengalaman / kejadian nyata. Akumulatif/Dinamis : Bertambah terus. makin berkembang sejalan waktu dan tempat. 4. . Metodis : berdasarkan metode/cara yang kebenarannya diakui penalaran. 3. masuk akal.

8. Generalisabilitas (generalizability) : Sejauh mana temuan-temuan spesifik dapat diterapkan kesatu kelompok yang lebih besar atau sejauh mana temuan dapat digeneralisasi ke populasi yg lebih luas.6. Replikabilitas (replicability) : Replikasi atau pengulangan penelitian oleh peneliti lainnya untuk mengukuhkan penemuan penemuan atau memeriksa kebenarannya. atau diuji terhadap realitas yg obyektif melalui penelitian dan pengujian lebih lanjut. 7. . Kritis : hasil penelitian terbuka untuk dikritisi. diperiksa.

sehingga metode penelitiannyapun tetap. demografi. sejalan waktu dan tempat (mis ekonomi.Ilmu Eksakta Keteraturan alam semesta selalu berkualitas 100 % benar karena keteraturan ini tetap. fisika.)  Ilmu Sosial Keteraturan hubungan antar manusia dlm hidup bermasyarakat. tapi mendekati kebenaran. Untuk mengungkap kebenaran tsb dipinjam metode penelitian ilmu eksakta. astronomi. sosiologi. Hal itu karena keteraturan hidup manusia berubah/dinamis. biologi. kimia. kedokteran. ternyata hasil penelitian tidak 100 % benar. politik. (mis. dll. hukum. tidak berubah . dll.)  .

dan dikembangkan suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami. dibuktikan. . metode penelitian Administrasi dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan. memecahkan. dan mengantisipasi masalah dalam bidang administrasi .

.  iklim kerja dan  pranata. Situasi Kerja.  Hubungan Kerja  Perilaku.  organisasi  struktur  mekanisme kerja.

Ka Dinas Kabupaten Kota. Kecamatan. pembagian kekuasaan dan wewenang. Propinsi. Bupati/Walikota. Kelurahan. hubungan kerja kecamatan. Dirjen. Gubernur. mekanisme kerja. dll Wilayah Negara. propinsi.1. KaDinas Propinsi. dll Kebijaksanaan Negara: kebijakan yang dibuat MPR. kelurahan. Kabupaten/ Kota. 3. kabupaten/kota. DPR. Menteri. Kelembagaan Negara: struktur organisasi pusat. 2. . Presiden.

tambang minyak. anggaran perencanaan. distribusi penduduk antar wilayah/daerah. kinerja perencanaan. air. pengawasan perencanaan. basil perencanaan. 5. hubungan kerja antar lembaga tersebut. produk perencanaan. jenis kelamin. dl . Kekayaan Alam : hutan. 6.4. administrasi perencanaan. gas. adat istiadat. proses perencanaan. Kependukan : jumlah penduduk menurut usia. kabupaten/kota. udara. aspirasi. mekanisme perencanaan.batubara dll. Sistem perencanaan: kelembagaan perencanaan pusat propinsi. budaya masyarakat. status sosial ekonomi. kualitas penduduk. personil perencanaan. keyakinan dll.

Lembaga Sosial Kemasyarakatan. pemutusan hubungan kerja (manajemen pensiun). sistem pengawasan dan pengendalian. sistem mutasi dan promosi. . Partai Politik. Aparatur Negara : kelembagaan aparatur pusat. Menteri. DPR. penempatan. propinsi. sistem rekruitmen dan seleksi. sistem penggajian. evaluasi kinerja pegawai. Bupati/Walikota. kinerja pegawai. Presiden. 8. latihan prajabatan. Camat. sistem pembinaan pegawai. Masyarakat. Pejabat Eselon. dll. pendidikan dan pelatihan. sistem kepegawaian: analisis kebutuhan. peningkatan kesejahteraan. Gubernur. sarana dan prasarana kerja. iklim dan budaya kerja aparatur. Kepemimpinan : MPR. dll. Lurah. kabupaten/kota dan hubungan kerja.7.

distribusi anggaran. sistem penyusunan program dan anggaran. kabupaten. kinerja anggaran. sistem pembelanjaan. propinsi. kinerja pengawasan. departemen dan lembaga nondepartemen. dll. personil keuangan. anggaran pengawasan. Keuangan : kelembagaan keuangan pusat. sumber-sumber keuangan. hasil pengawasan. . kabupaten/kota. hubungan kerja antar lembaga tersebut. hubungan kerja antar lembaga tersebut. personil pengawasan.9. propinsi. Sistem pengawasan dan pengendalian: kelembagaan pengawasan pusat. sistem pengendalian dan pengawasan keuangan. 10.

Administrasi Negara bertujuan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat (public service)  Administrasi Negara dalam pencapaian tujuannya dilakukan berdasarkan peraturan perudang-undangan yang berlaku  Administrasi Negara dalam kegiatannya mengutamakan kebenaran sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan  Administrasi Negara cara kerjanya dianggap kurang begitu efisien  Administrasi Negara bersifat monopolistik. karena sifatnya mengutamakan kepentingan Umum  .

tetapi mengutamakan hasil yang dicapai  Administrasi Niaga cara kerjanya sangat efisien  Administrasi Niaga dalam kegiatannya sifatnya bebas  .Administrasi Swasta/Niaga bertujuan memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya  Administrasi Niaga dalam pencapaian tujuannya dilakukan dengan kebijakan yang bersifat menguntungkan (tidak sangat terikat dengan ketentuan yang telah ditetapkan)  Administrasi Niaga tidak selalu terikat dengan prosedur yang berlaku.

Sekian Dulu …………. .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->