Anda di halaman 1dari 45

Kelainan Metabolik Sistemik

1. Gangguan metabolisme karbohidrat 2. Gangguan metabolisme protein 3. Gangguan metabolisme lemak

Gangguan metabolisme karbohidrat


1. Hipoglikemia 2. Penimbunan glikogen 3. Diabetes Melitus ( DM )

Hipoglikemia
Kadar glukosa dalam darah < normal Ditemukan pada :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Pemakaian insulin >> Pengobatan shock hipoglikemik pada psikosis Pembentukan insulin >> Penyakit Von Gierke Hipopituitarisme Hipoadrenalisme Cirrhosis hepatis Hepatoma

Hipoglikemia
Glukosa gangguan saraf :
* otak degenerasi sel ganglion * saraf tepi degenerasi axon

trombosis pada pembuluh darah kecil seluruh tubuh terutama Susunan Saraf Pusat

Penimbunan Glikogen (Glycogen storage disease)


Jarang dijumpai Penimbunan terjadi pada :
Hati, ginjal, jantung dan otot bergaris

Dibagi atas 3 jenis :


1. 2. 3. Penyakit Von Gierke Glycogenosis generalisata Sindroma Mc Ardle

Perbedaan ketiganya berdasarkan atas sifat biokimiawi yang berbeda-beda

Penyakit Von Gierke


Paling sering dijumpai Disertai dengan penimbunan glikogen pada hati dan ginjal Terjadi kekukarangan enzim glukosa-6phosphatase glukosa-6-phosphat tidak dapat diubah menjadi glukosa terjadi penumpukan glikogen

Glycogenosis generalisata
Penimbunan glikogen pada jantung dan otot rangka Secara biokimiawi lokalisasi kesalahan belum diketahui

Sindroma Mc Ardle
Penimbunan glikogen pada seluruh tubuh, jantung yang paling ringan Tidak dijumpai phosphorilase pada otot-otot sehingga tubuh tidak sanggup memobilisasi glikogen pada otot Bersifat herediter

Makroskopis
Walaupun sifat kelainannya berbeda, tetap memberikan gambaran makroskopis yang sama Organ membesar, pucat dan keras Pada hati : vakuol berisi glikogen di dalam sitoplasma dan inti Pada ginjal : glikogen dijumpai pada epitel tubulus proksimal dan distal Pada otot jantung & otot rangka : serabut otot membesar dengan vakuol-vakuol halus

Klinik
Bila dijumpai pada bayi kematian sebelum usia dewasa Kasus klasik :
Pertumbuhan terganggu Kurus Perut membesar disebabkan oleh hepatorenomegali Kejang-kejang Koma hipoglikemik

Pada glycogenosis jantung :


Terjadi kesukaran makan dan perkembangan Kesukaran bernafas & gangguan jantung Kematian disebabkan oleh gangguan jantung & infeksi

Diabetes Mellitus ( DM )
Merupakan penyakit menahun yang berhubungan dengan gangguan metabolisme karbohidrat Dasarnya : Defisiensi atau gangguan faal Insulin Disertai hiperglikemia dan glikosuria dan gangguan sekunder dalam metabolisme protein dan lemak Paling banyak menyebabkan kematian Insiden :
Usia 50- 60 tahun > 40 tahun Pria : wanita = 2 : 3 Bersifat herediter (resesif autosomal)

Diabetes Mellitus ( DM )
Etiologi :
Defisiensi insulin dari pankreas, relatif atau absolut Berhubungan hormon pertumbuhan (Growth hormone) dari hipofise dan hormon steroid dari kelenjar adrenal Timbulnya DM bila terjadi ketidak seimbangan ketiga kelenjar tersebut.

Pankreas

Insulin dihasilkan oleh sel-sel beta sedangkan sel alpha menghasilkan glukagon Glukagon bersifat hiperglikemik dan glikogenolitik anti-insulin Cara kerja insulin : ada 2 teori :
1.

2.

Teori Levine : mentransfer glukosa melalui membran sel otot rangka dan sel yang lain Teori lain : fosforilasiglukosa dalam sel (terutama sel hati) glukosa-6-fosfat

Hipofise
Bagian anterior hipofise menghasilkan hormon pertumbuhan (growth hormone) yang bersifat diabetogenik dengan menghambat enzim Hexokinase ( hexokinase inhibitor ) dalam proses fosforilasi Pada hiperaktif hipofise DM

Kelenjar adrenal
Hormon steroid yang dihasil kan oleh kortex adrenal glukoneogenesis ( perubahan protein karbohidrat ) Glukoneogenesis yang terus menerus merangsang sel-sel beta pankreas bekerja lebih keras untuk menghasilkan insulin sel-sel beta rusak defisiensi insulin DM

Komplikasi
Akibat hiperglikemia menahun lemak dimobilisasi sebagai sumber tenaga menghasilkan benda-benda keton acidosis Mobilisasi lemak lipaemia dan kolesterolemia gangguan vaskuler

Patologi
Perubahan patologik bisa dijumpai pada berbagai organ :
Pankreas Pembuluh darah Mata Ginjal Kulit Susunan saraf hati

Pankreas
Sel-sel beta berkurang Morfologi :
Hialinisasi Fibrosis Vakuolisasi hidrofik Sebukan limfosit Nekrosis supuratif akut Granulasi sel-sel beta

Pembuluh darah
Terjadi arteriosklerosis yang merata Paling sering terjadi pada :
Aorta A. coronaria A. renali Retina

Mata
Terjadi Retinitis diabetik :
Perdarahan kecil-kecil tidak teratur (punctate hemorrhages) disertai pelebaran pembuluh darah retina. Pelebaran pembuluh darah dab berkelok-kelok stasis aliran diapedesis Sklerosis arteriol-arteriol di retina Silver Wire Effect

Ginjal
Dibicarakan pada penyakit ginjal ( Diabetic Nephropathy )

Kulit
Terjadi penimbunan lipid pada dermis di dalam makrofag disebut : Xanthoma Diabeticorum

Susunan saraf
Terjadi Demyelinisasi dan fibrosis pada saraf tepi dan medulla spinalis Sering terjadi disfungsi saraf tanpa kelainan anatomis

Hati
Terjadi perlemakan dan infiltrasi glikogen Perlemakan hepatomegali

Klinik
Gejala klasik :
Polyphagia Polydipsia Polyuria

Gejala lain :
Berat badan Lemah Mudah infeksi pada kulit Pruritus Perubahan pada retina Neuritis diabetik

Klinik
Kematian disebabkan oleh :
Infeksi saluran pernafasan Koma Infark miokardium Payah ginjal Gangren

Gangguan metabolisme protein


1. Defisiensi protein 2. Hipoproteinemia 3. Gangguan metabolisme protein :
Artritis pirai (Gout arthritis) Endapan asam urat pada ginjal

Defisiensi protein
In take Akan terjadi gangguan pada :
Pertumbuhan Pemeliharaan jaringan Pembentukan antibodi & protein serum

Menyebabkan kekurangan faktor lipotropik

Hipoproteinemia
Disebabkan oleh :
1. Ekskresi protein serum pada urin berlebihan pada penyakit ginjal 2. Pembentukan albumin terganggu pada penyakit hati 3. Absorpsi albumin terganggu pada akibat kelaparan atau penyakit usus

Akibat hipoproteinemia tekanan osmotik darah edema

Artritis Pirai (AP) = Gouthy Arthritis


Adalah suatu proses radang yang terjadi karena endapan (deposit) kristal as. Urat pada jaringan sekitar sendi ( tofus/tofi ) Epidemiologi :
Kadar as. Urat sangat bervariasi pada seseorang Tdk semua hiperurisemia akan menderita AP Kadar as. Urat darah bergantung pada faktor-faktor :
Kadar purin dalam makanan Faal ginjal Volume urin per hari Obat-obat diuretik/analgetik

Patogenesis, ada beberapa fase :


1. Presipitasi kristal monosodium urat
Merupakan proses awal Endapan terjadi pd tulang rawan, sinovium, bursa & tendon Fagositosis kristal

2. Respon lekosit

3. Fagositosis 4. Kerusakan lisosom


Pelepasan enzim kedalam sitoplasma kematian sel PMN Enzim terlepas ke dalam cairan sinovial respon radang kerusakan jaringan

5. Kerusakan sel & jaringan

Klasifikasi hiperurisemia
Konsentrasi as. Urat ditentukan oleh :
Sintesa Destruksi Eksresi Hiperurisemia Primer :
90 % karena ekskresi 10 % karena sintesa Bersifat kongenital Biosintesa Ekskresi

Klasifikasi :
1.

2. Hiperurisemia sekunder :

Gejala klinis
1. Hiperurisemia Asimptomatis :
As. Urat darah tanpa gejala arthritis, tofus atau batu urat Sebagian besar jenis primer 5 10 % jenis sekunder 85 90 % monoartikuler 50 % pada persendian : metatarso-falangeal Gejala :
Nyeri hebat Bengkak, merah, panas Bisa terjadi pada bahu, pinggul, tulang belakang, dll

2. Arthritis Pirai Akut :

Diagnosis
Berdasarkan kriteria : American Rheumatism Association ( ARA )
A. Terdapat kristal urat dalam cairan sendi atau Tofus B. Bila ditemukan 6 dari 12 gejala berikut :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Radang maksimum 1 hari Serangan arthritis akut > 1 kali Arthritis mono artikuler Sendi yang terkena kemerahan Bengkak & sakit pada sendi metatarso-falangeal I Serangan sendi metatarso-falangeal unilateral Serangan sendi tarsal uniletaeral Ada Tofus Hiperurisemua Pd Foto-X tampak krista subkortikal tanpa erosi Pd Foto-X tampak pembengkakan sendi asimetris Kultur bakteri cairan sendi (-)

Endapan as. Urat pada ginjal


Endapan pada ujung piramid ginjal bisa ditemukan pada :
Bayi Penderita lekemia & polisitemia

Kerusakan ginjal bisa berupa :


Infark asam urat Endapan pada tubulus colligens batu urat Endapan pada epitel tubulus dan jaringan peritubulus

Prognosis
Bisa dianggap hanya suatu gejala, bukan suatu penyakit Jarang menyebabkan kematian Bila bersamaan dengan penyakit lain mortalitas tinggi

Gangguan metabolisme lemak


1. 2. 3. 4. 5. Obesitas Defisiensi lemak Penimbunan abnormal Hiperlipidemia Penyakit Weber - Christian

Obesitas
Gangguan kompleks berupa bertambahnya berat badan > 10 % diatas normal akibat deposit lemak secara umum pada tubuh Lemak tertimbun pada jaringan subkutis, retroperitoneum, peritoneum dan omentum Penyebab :
Intake kalori > yang dibutuhkan Pada hipopituitarisme, hipotiroidisme hipometabolisme kalori yg dibutuhkan BB

Obesitas
Jenis-jenis :
O. Hipertrofik :
Sel lemak membesar, sedangkan jumlahnya tetap Berat badan mudah duturunkan

O. Hiperplastik Hipertrofik :
Sel lemak membesar dan jumlahnya bertambah Dimulai sejak kanak-kanak Berat badan sulit diturunkan

Penimbunan lemak dapat juga menyebabkan nodul mirip tumor dengan nyeri tekan (= Adiposis Dolorosa = Penyakit Dercum )

Defisiensi lemak
Terjadi pada :
Kelaparan ( starvation ) Malabsorption seperti pada :
Penyakit Celiac Sprue Penyakit Whipple disertai juga defisiensi protein, karbohidrat dan vitamin

Defisiensi lemak mobilisasi lemak vakuol (-) sel mengecil menyerupai sel lemak fetal Fetalization of fat

Defisiensi lemak
Lemak hilang cairan interstisial disebut Stadium Serous Atrophy of Fat Pada keadaan gizi buruk kehilangan lemak juga terjadi pada epikardium, periintestinal dan mesenterium. Akibat kehilangan lemak organ tubuh mengecil

Penimbunan abnormal
Penimbunan biasanya terjadi pada susunan Retikulo Endotelial :
Limpa Hati Kelenjar limfe Tulang

Penyakit-penyakit :
Hand-Schller Christian Niemann Pick Gaucher

Penimbunan abnormal
Gejala-gejala berupa perubahan yang terjadi pada organ-organ : limpa, hati, kelenjar limfe dan tulang Penyebab :
Hand-Schller Christian berhubungan dengan radang Niemann Pick & Gaucher disebabkan oleh perubahan dalam metabolisme kompleks lipid tertentu

Hiperlipemia
Gangguan metabolisme lemak kadar lipid darah total & kolesterol Bisa dijumpai pada :
DM yg tidak diobati Hipotiroidisme Nephrosis lipoid Penyakit hati : cirrhosis biliaris xanthomatosa

Gejala :
Penimbunan lemak pada :
Dinding pembuluh darah arteri arteriosklerosis Sel hati Epitel tubulus ginjal Sel retikuloendotelial

Pada subcutis Xanthoma ; penumpukan sel xanthom yang menyerupai tumor

Penyakit Weber - Christian


Merupakan panniculitis non-supuratif fokal dengan sarang-sarang nekrosis aseptik pada jaringan lemak Bisa dijumpai pada subcutis dinding perut akhirnya bersifat umum (menyeluruh) Penyebab belum diketahui dengan pasti, kemungkinan :
Karena kelainan metabolik Radang

Mikroskopis :
Sarang-sarang nekrosis lemak Makrofag berisi lemak Sel-sel datia Pembuluh darah reaksi radang (sebukan PMN, limfosit dan sel plasma) Bila kronis fibrosis dan jaringan parut