Anda di halaman 1dari 47

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar belakang


Program kunjungan kasus merupakan pelayanan kedokteran keluarga yang bertujuan untuk lebih mengenal kehidupan pasien dan keluarganya sehingga diharapkan dapat mengetahui segala aspek kehidupan pasien agar dapat membantu keberhasilan pengobatan, dimana pada kedokteran keluarga tidak hanya melihat dari satu sudut pandang saja, tetapi secara holistik atau menyeluruh pada segala aspek yang ada dalam diri pasien. Menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dokter keluarga adalah dokter yang dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi komunitas dengan titik berat kepada keluarga. Ia tidak hanya memandang penderita sebagai individu yang sakit tetapi sebagai bagian dari unit keluarga dan tidak hanya menanti secara pasif, tetapi bila perlu aktif mengunjungi penderita atau keluarganya. Sasaran yang dimaksud tidak lain adalah keluarga sebagai suatu kesatuan. Keluarga merupakan suatu kelompok yang mempunyai peranan amat penting dalam mengembangkan, mencegah, mengadaptasi, dan atau memperbaiki masalah kesehatan yang ditemukan dalam keluarga. Dengan demikian apabila pemahaman tentang keluarga berhasil dimiliki, akan dapat dimanfaatkan dalam mengembangkan, mencegah, mengadaptasi dan atau memperbaiki masalah kesehatan yang ditemukan dalam keluarga dan atau masyarakat. (Azwar,
1996)

Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduaKepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

duanya. Penderita diabetes memerlukan perhatian khusus dalam penanganannya, karena terdapat banyak faktor yang mempengaruhinya, antara lain: pola hidup, faktor genetik, dan faktor lainnya yang tidak dapat diketahui jika hanya dilihat dari status kesehatan penderita saat berkunjung ke puskesmas. (Suyono, 2006) Menurut penelitian epidemiologi yang sampai saat ini dilaksanakan di Indonesia, kekerapan diabetes di Indonesia berkisar antara 1,4 dan 1,6%, kecuali di dua tempat yaitu di Pekajangan, suatu desa dekat semarang, 2,3% dan di Manado 6%. Penelitian terakhir antara tahun 2001 dan 2005 di daerah depok didapatkan prevalensi DM Tipe 2 sebesar 14,7% suatu angka yang sangat mengejutkan. Demikian juga di Makasar prevalensi diabetes terakhir tahun 2005 yang mencapai 12,5%. (Suyono, 2006) Data dari The National Health and Nutrition Examination Survey (NHNES) menunjukkan bahwa dari tahun 1999-2000, insiden hipertensi pada orang dewasa adalah sekitar 29-31%, yang berarti terdapat 58-65 juta orang hipertensi di Amerika, dan terjadi peningkatan 15 juta dari data NHANES III tahun 1988-1991. Hipertensi esensial sendiri merupakan 95% dari seluruh kasus hipertensi. (Yogiantoro, 2006) Alasan dilakukan kunjungan keluarga terhadap pasien Tuan K karena pasien menderita penyakit diabetes dan hipertensi yang tidak terkontrol dan malas minum obat secara teratur dalam 4 bulan terakhir. Dimana kadar gula darah sewaktu pasien tanggal 19 September 2011 adalah 230 mg/dl dan tekanan darahnya 160/90 mmHg.

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

I.2 Perumusan masalah


I.2.1 Pernyataan Masalah: Tidak terkontrolnya kadar gula darah dan tekanan darah Tn. K dengan Diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi derajat 2.

I.2.2 Pertanyaan masalah: 1. Apakah yang menyebabkan Tn. K menderita penyakit diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi derajat 2? 2. Apakah yang menyebabkan kadar gula darah dan tekanan darah Tn. K tidak terkontrol? 3. Apakah pengaruh lingkungan dan keluarga pasien dalam menjalani pengobatan diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi derajat 2 yang tidak terkontrol ? 4. Apakah alternatif jalan keluar untuk memecahkan masalah kesehatan yang dihadapi oleh pasien?

I.3. Tujuan I.3.1. Tujuan umum Terkontrolnya kadar gula darah dan tekanan darah pasien sehingga dapat meminimalkan komplikasi agar mencapai kualitas hidup yang optimal. I.3.2. Tujuan khusus Diketahuinya penyebab Tn. K menderita penyakit Diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi derajat 2.

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Diketahuinya terkontrol

penyebab kadar gula darah dan tekanan darah Tn. K tidak

Diketahuinya pengaruh lingkungan dan keluarga pasien dalam menjalani pengobatan diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi derajat 2 yang tidak terkontrol.

Diketahuinya alternatif jalan keluar untuk memecahkan masalah kesehatan yang dihadapi oleh pasien.

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

BAB II DATA KLINIS

II.1. Identitas pasien


Nama pasien Nama kepala keluarga Jenis kelamin Umur pasien Pekerjaan Alamat : Tn. K : Tn. K : Laki-laki : 68 tahun : Purnawirawan ABRI : Jln. Raya Joglo RT 001/RW 01 No.60 Kelurahan Joglo. Agama Suku bangsa Pendidikan terakhir pasien : Islam : Jawa : SLA

II.2. Status kesehatan


Anamnesa :

Autoanamnesa dilakukan pada tanggal 19,22,23,28 September 2011 di rumah pasien. Keluhan utama :Kesemutan di kedua telapak kaki. Keluhan tambahan : pasien mengaku sering merasa haus, mengantuk di siang hari serta sering buang air kecil sebanyak 4 kali di malam hari. Pasien juga sering merasakan sakit kepala dan nyeri di daerah tengkuk.
Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Riwayat perjalanan penyakit Sejak 1 bulan yang lalu pasien mengeluh merasa kesemutan pada kedua kakinya yang hilang timbul. Awalnya pasien bersikap acuh terhadap kesemutan yang dirasakannya, tetapi sejak 1 minggu terakhir kesemutan dirasakan lebih sering dan mengganggu aktivitas. Kurang lebih 4 bulan yang lalu pasien sempat datang ke kegiatan bakti sosial yang diadakan di dekat rumahnya untuk mengecek gula darah, hasil gula darah sewaktu saat itu adalah 350 mg/dl dan pasien diberikan obat seperti yang diberikan oleh puskesmas yaitu glibenklamid 5 mg 1 x 1 sebanyak 5 tablet. Sebelumnya pasien tidak pernah mengetahui kadar gula darahnya. Setelah obat habis tepatnya tanggal 19 Mei 2011 pasien datang berobat ke Puskesmas Kelurahan Joglo 1 karena pasien merasakan sering buang air kecil di malam hari lebih dari 4 kali sejak beberapa minggu terakhir, kepalanya juga terasa sakit dan tengkuk lehernya terasa nyeri dan ingin memastikan kadar gula darahnya. Karena di Puskesmas tidak memiliki alat pengetesan gula darah, pasien tidak diperiksa kadar gula darahnya. Pasien juga diperiksa tekanan darahnya dan hasilnya 160/90 mmHg. Oleh dokter Puskesmas pasien diberikan vitamin B compleks 3x1 sebanyak 9 tablet, captopril 25mg 2x1 sebanyak 6 tablet. Pasien juga dianjurkan untuk memeriksakan kadar gula darahnya ke Puskesmas Kecamatan dan kembali lagi ke Puskesmas kelurahan Joglo 1 untuk memperlihatkan hasil kadar gulanya. Berdasarkan pengakuan pasien dan rekam medis, pasien sudah memiliki penyakit darah tinggi sejak 3 tahun yang lalu. 3 tahun yang lalu pasien datang berobat ke puskesmas dengan keluhan kepalanya pusing dan sekitar daerah tengkuk lehernya terasa kaku. Kemudian pasien di ukur tekanan darahnya, ternyata tekanan darah pasien 170/100mmHg. Oleh puskesmas diberikan captopril 25mg 2x1 sebanyak 6 tablet dan hidroclorotiazid (HCT) 25mg 1x1 sebanyak 3 tablet serta antalgin 3x1

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

sebanyak 9 tablet. Pasien mengaku minum obat darah tingginya hanya jika pasien merasa sakit kepala dan tengkuk lehernya terasa kaku. Pada tanggal 24 Mei 2011 pasien kembali ke Puskesmas Kelurahan Joglo 1 dengan membawa hasil kadar gula darah puasa 160 mg/dl (pemeriksaan tanggal 23 Mei 2011) kemudian pasien diberikan glibenklamid 5mg 1x1 sebanyak 3 tablet. Tekanan darah pasien saat itu 150/90 mmHg dan diberikan captopril 25mg 2x1 sebanyak 6 tablet. Pasien juga mengeluh sering merasa haus sehingga pasien sering minum air dan menggantuk di siang hari. Keluhan tersebut telah dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. Pasien mengaku sering mengkonsumsi lontong sayur dengan santan di pagi hari dan pasien menyukai makanan manis (roti dan biskuit manis yang dibeli di warung dekat rumahnya karena sering merasa lapar dan suka minum teh yang dicampur dengan madu setiap pagi dan siang) serta menyukai makanan yang asin. Menurut pasien, pasien tidak mengalami penurunan berat badan. Pasien juga mengaku bahwa pasien tidak merokok maupun minum minuman beralkohol. Penglihatan pasien masih baik. Pasien tidak suka melakukan olahraga karena pasien malas. Pasien tidak mengalami kelainan pada kulit (gatal-gatal maupun luka) dan gangguan ereksi. Pasien tidak pernah melakukan pemeriksaan profil lemak sehingga pasien tidak mengetahui apakah kadar kolesterolnya normal atau tidak. Pasien mengaku tidak pernah mengalami kelebihan berat badan. Pasien mengaku tidak pernah mengalami batuk lama ( 3 bulan) dan tidak berkeringat dimalam hari. Pasien tidak pernah merasakan nyeri pada saat berkemih dan warna urin jernih. Pasien datang ke puskesmas untuk mengambil obat kencing manis dan darah tinggi tetapi tidak rutin meminumnya.

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Riwayat penyakit dahulu : Penyakit darah tinggi Penyakit stroke Penyakit jantung Penyakit kencing manis Penyakit asma Penyakit maag Alergi Penyakit kulit ISK TBC : sejak 3 tahun yang lalu. : disangkal : disangkal : sejak 4 bulan yang lalu. : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal

Riwayat penyakit dalam keluarga : Ayah pasien telah meninggal pada tahun 1986 menurut pasien, ayah pasien meningggal karena sakit ginjal. Ibu pasien juga telah meninggal pada tahun 1988 karena penyakit demam berdarah. Penyakit darah tinggi Penyakit jantung Penyakit kencing manis Penyakit asma Penyakit maag : ada (ayah pasien) : disangkal : ada (ayah pasien) : disangkal : disangkal

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Penyakit ginjal Alergi TBC

: ada (ayah pasien) : disangkal : disangkal

II.3. Pemeriksaan fisik : yang dilakukan pada tanggal 19 September 2011 Keadaan umum : baik

Kesadaran Status generalis - Tinggi badan - Berat badan

: compos mentis

: 165 cm : 65 kg

IMT = BB(Kg) / TB2 (m2) = 65 / (1,65) 2 = 23,88kg/m2 Nilai IMT normal menurut WHO : 18,5 kg/m2 24,9 kg/m2 Status gizi -Tekanan darah : Normal :

o Pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya: Tanggal 19 Mei 2011 : 160/90 mmHg Tanggal 24 Mei 2011 : 150/90 mmHg o Tanggal 19 September 2011 : 160/90 mmHg

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

-Nadi: o Pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya: Tanggal 19 Mei 2011 : 80x/menit Tanggal 24 Mei 2011 : 82x/menit o Tanggal 19 September 2011 : 84x/menit -Pernafasan: o Pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya: Tanggal 19 Mei 2011 : 20x/menit Tanggal 24 Mei 2011 : 20x/menit o Tanggal 19 September 2011 : 24x/menit -Usia klinik : sesuai Keadaan regional o Kepala : bentuk normal, tidak teraba benjolan,rambut putih, terdistribusi merata, tidak mudah dicabut, tidak mudah patah. o Mata : palpebra superior et inferior tidak edema, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, pupil bulat isokor, diameter 3 mm, reflek cahaya +/+,visus 6/60 o Telinga : bentuk normal, ada serumen, tidak ada sekret.
Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

10

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

o Hidung

: bentuk normal tidak ada deviasi septum nasi, tidak ada sekret.

o Mulut

: bentuk normal, perioral tidak sianosis, lidah bersih, uvula ditengah, tonsil T1/T1 tenang, faring tidak hiperemis, mukosa mulut tidak ada kelainan.

o Gigi o Leher

: caries (+), ada beberapa gigi yang tanggal : trakea di tengah, kelenjar tiroid tidak teraba membesar.

o KGB

: submandibula, servikal, supra-infraklavikula, dan aksila tidak teraba membesar.

Kesan Thorax Paru-paru

: Keadaan regional dalam batas normal.

o Inspeksi o Palpasi o Perkusi

: simetris dalam diam dan pergerakan nafas : stem fremitus kiri dan kanan sama kuat : sonor pada kedua lapangan paru, batas paruhepar di ICS VI MCL dextra

o Auskultasi Kesan Jantung

: vesikuler, ronchi -/-, wheezing -/: Paru-paru dalam batas normal.

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

11

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

o Inspeksi o Palpasi

: tidak tampak pulsasi iktus kordis : teraba pulsasi iktus kordis di ICS IV MCL Sinistra.

o Perkusi batas atas batas kanan batas kiri o Auskultasi : ICS II parasternal line sinistra : Midsternal ICS IV line dextra : Midclavicula ICS IV sinistra : bunyi jantung I dan II murni, murmur (-), gallop () Kesan : Jantung dalam batas normal.

Abdomen
o Inspeksi o Palpasi : tampak datar, simetris : supel, nyeri tekan epigastrium (-), hepar & lien tidak teraba membesar, turgor kulit baik. o Perkusi o Auskultasi Kesan : timpani : bising usus normal : Abdomen dalam batas normal. : edema (-), deformitas ().

Ekstremitas superior et inferior Kesan

: Ekstremitas dalam batas normal.

Pemeriksaan neurologis: 1. Kesadaran : compos mentis, GCS 15

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

12

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

(E4 M6 V5) 2. Rangsang meningeal 3. Tanda-tanda TIK 4. Pupil 5. Nn. craniales 6. Motorik 7. Sensorik ::: bulat, isokor, 3 mm, RC +/+ : baik : simetris kanan - kiri : baik

8. Fungsi serebelum dan koordinasi : baik 9. Fungsi luhur 10. Refleks fisiologis 11. Refleks patologis Kesan : baik : +/+ : -/-

: Pemeriksaan Neurologis dalam batas normal.

II.4 Pemeriksaan laboratorium / penunjang lainnya : Pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya: Kadar gula darah sewaktu 4 bulan yang lalu : 350mg/dl Kadar gula darah puasa tanggal 23 Mei 2011: 160mg/dl

Kadar gula darah sewaktu tanggal 19 September 2011: 230 mg/dl

II.5 Diagnosa kerja : DM Tipe 2 tidak terkontrol II.6 Diagnosa tambahan : hipertensi derajat 2 tidak terkontrol II.7 Terapi yang telah diberikan oleh puskesmas:

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

13

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

1. Farmakologis: diberikan setiap kunjungan ke Puskesmas untuk 3 hari Glibenklamid 5mg 1x1 sebanyak 3 tablet Captopril 25mg 2x1 sebanyak 6 tablet Vitamin B compleks (B1 2mg, B6 2mg, B12 2mg, Niasinaida 20mg, Ca Pantotenat 10mg) 3x1 sebanyak 9 tablet Antalgin 3x1 sebanyak 9 tablet diminum jika sakit saja.

2. Non Farmakologis: Diet rendah gula Diet rendah garam Olahraga ringan teratur

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

14

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

BAB III DATA KELUARGA DAN LINGKUNGAN

III.1. Struktur keluarga Pasien merupakan anak tunggal, dimana ayah pasien menderita penyakit kencing manis dan darah tinggi. Istri pasien telah meninggal pada tanggal 8 Juni 2011 karena stroke dan menantu keempat pasien meninggal pada 14 Juni 2007 karena asma. Saat ini pasien tinggal bersama anak kedua beserta suaminya, anak keempat dan kelima cucunya. Tabel III.1. Struktur keluarga
Pendidikan No Nama L/P Tanggal Lahir (usia) Hubungan dg kepala keluarga Agama Status pernikahan terakhir Pekerjaan Keterangan

1 2 3 4 5 6

K AD AG ARG WN

L P L L P

68 th 40 th 42 th 2 bulan 34 th

Kepala keluarga Anak ke-2 Menantu Cucu Anak ke-4

Islam Islam Islam Islam Islam

Menikah Menikah Menikah Belum Menikah Janda

Purnawirawan ABRI Akuntan Karyawan Tidak Bekerja Even Organizer

SLA S1 Ekonomi

Pasien Suami E

Belum sekolah D3 Sastra Inggris 5 SD

Anak ke-1 E -

MDM

10 th

Cucu

Islam

Belum Menikah

Pelajar

Anak ke-1 WN

MIM

9 th

Cucu

Islam

Belum Menikah

Pelajar

4 SD

Anak ke2 WN

KCK

8 th

Cucu

Islam

Belum Menikah

Pelajar

3 SD

Anak ke3 WN

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

15

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

MR

5 th

Cucu

Islam

Belum Menikah

Pelajar

TK

Anak ke-4 WN

Sumber: Hasil Wawancara

III.2. Genogram
Rw: hipertensi dan diabetes melitus

: wanita : wanita meninggal D: Tahun meninggal m: Tahun menikah

: Pria : Pria meninggal

: pasien

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

16

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

III.3 Riwayat imunisasi pasien dan keluarga Daftar keluarga K S ED AD EB WN ARG MDM MIM KCK MR Campak + + + + + _ + + _ _ BCG + + + + + + + + + + Vaksinasi Hepatit DPT + + + + + + + + + + Polio + + + + + + + + + + TT + + + + + _ + is + + + + + + + + + + Keterangan Tidak Imunisasi Imunisasi lengkap Imunisasi lengkap Imunisasi lengkap Imunisasi lengkap Imunisasi lengkap Imunisasi belum lengkap Imunisasi belum lengkap Imunisasi belum lengkap Imunisasi belum lengkap Imunisasi belum lengkap

III.4 Status sosial ekonomi

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

17

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Sumber penghasilan keluarga selama sebulan diperoleh dari penghasilan anak ke empat, menantu kedua dan dana pensium KK. Rata-rata penghasilan sebulan kurang lebih Rp 3.500.000 Kebutuhan keluarga dalam sebulan rata-rata : Untuk makan keluarga Biaya Listrik Biaya pendidikan Biaya Lain-lain Transport Kesehatan : Rp. 2.000.000 : Rp. 300.000 : Rp. 50.000 : Rp. 100.000 : Rp. 500.000 : Rp. 300.000 + Total : Rp. 3.250.000 Keseimbangan penghasilan pengeluaran dalam sebulan : baik III. 5. Pola berobat Pasien biasanya berobat di Puskesmas Kelurahan Joglo 1 III.6. Pola makanan pasien dan keluarga sehari-hari Makanan dimasak oleh anak perempuan pasien berupa sayur, lauk-pauk. Bahan makanan dibeli di pasar tradisional dan dicuci dengan air pompa sebelum dimakan. Pola makan keluarga pasien 3x sehari. Pola makan pasien teratur, 2X sehari yaitu makan pagi dan siang ditambah pasien suka ngemil roti dan biskuit manis di siang dan sore hari.

Tabel III.4. Pola makanan pasien sehari-hari


Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

18

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Waktu makan Makan Pagi Makan Siang Cemilan siang dan sore Sumber kalori Lontong (1 piring) teh madu (600ml,madu 3 sendok makan) Nasi (1 piring) ,teh madu (600ml,madu 3 sendok makan) Roti manis (3 potong) dan biskuit manis (5 buah)

Menu SayurSumber protein Tempe (1 potong),tahu (2 potong) Telur (1 butir),ayam (1 potong) Sawi putih Melon (3 potong) sayuran Nangka buahan _ BuahSusu -

Tabel III.5. Pola makanan keluarga pasien sehari-hari Menu SayurSumber kalori Lontong (1 piring) Sumber protein Tempe (1 potong),tahu (2 Nasi (1 piring) potong) Telur (1 butir),ayam (1 Nasi (1 piring) potong) Ikan bawal goreng(1 ekor) kangkung Sawi putih Melon (1 potong) sayuran Nangka buahan _ BuahSusu 1 gelas (125 ml) -

Waktu makan Makan Pagi Makan Siang Makan malam


Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

19

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Kalori lontong: 450 kalori Kalori nasi 1 piring: 242 kalori Kalori telur: 127 kalori Kalori 1000 gr madu: 3280 kalori Kalori sawi putih: 250 kalori/gr Kalori susu: 100 kalori

kalori tahu 1 potong: 32 kalori kalori tempe 1 potong: 32 kalori kalori ayam 1 potong: 255 kalori kalori 1 potong melon: 8,3 kalori/28gr kalori ikan bawal 120 kalori/ekor kalori kangkung: 100 kalori

Dilihat dari menu sehari-hari, maka kebutuhan gizi cukup.

III.7. Kondisi rumah Rumah pasien merupakan rumah milik pasien sendiri. 1. Luas rumah : 10 m x 8 m = 80 m2 Jumlah ruangan : 9 ruangan terdiri dari 1 ruang tamu / ruang keluarga, 1 dapur, 4 ruang tidur, 2 kamar mandi, 1 ruang makan Dinding rumah Atap rumah Lantai rumah 2. Lokasi rumah : terbuat dari tembok. : terbuat dari genteng. : dilapisi keramik : terletak jauh dari jalan raya, jalan setapaknya tidak dapat dilewati oleh mobil, dan letak rumah pasien dengan tetangga kanan-kiri saling berdekatan. 3. Ventilasi. - Insidentil :

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

20

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Pintu depan Jendela Permanen : Lubang angin

= 2 m x 0.8 m = 1,6 m2 = 0,7 m x 1 m = 0,7m2 (13 buah)

= 0,4 m x 0,7 m = 0,28m2 (8 buah)

Total ventilasi : (8 x 0,28 m2) + (13 x 0,7 m2) + 1,6 m2 = 12,94 m2 Persentase luas ventilasi dibandingkan dengan luas bangunan : Luas ventilasi/Luas lantai x 100% = m2 / m x 100 % = % Persentasi : 12,94 m2 / 70 m2 x 100 % = 18,49%. Karena ventilasi rumah yang ideal adalah 15 % - 20 % dari luas lantai rumah maka ventilasi rumah ini termasuk kriteria ideal. 4. Pencahayaan di rumah. Pencahayaan rumah baik pada siang hari. Pasien biasa menggunakan penerangan listrik digunakan pada malam hari saja. 5. Air bersih : - Penggunaan air. Kebutuhan air untuk mandi, mencuci dan memasak diperoleh dari sumur pompa. Kualitas air sumur pompa tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Penilaian air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari: memenuhi syarat air bersih. - Kebiasaan minum. Keperluan minum sehari-hari menggunakan air Aqua galon. Kualitas air Aqua galon tidak berwarna serta tidak berbau.
Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

21

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Penilaian air minum yang dipakai : memenuhi syarat air bersih. - Kebiasaan mandi. Rata-rata mandi dua kali sehari dengan air sumur dan memakai sabun mandi. 6. Sampah : Sampah dibuang ke tanah lapang kemudian dibakar. 7. Limbah Pembuangan air kotor Keadaan selokan 8. Pembuangan tinja. Tempat pembuangan tinja Jarak septik tank ke sumur Reservoir kakus Bagian kakus 9. Tempat mandi. Terdapat 2 kamar mandi berada di dalam rumah menyatu dengan jamban. Masingmasing kamar mandi menggunakan 2 ember penampungan air serta 1 bak mandi. Dinding kamar mandi terbuat dari tembok dan lantai dari keramik. : jamban leher angsa : 10 meter : Tinja disalurkan ke septik tank. : Kakus jongkok, dinding dari tembok : Di selokan. : Air mengalir.

10. Alat kesejahteraan dalam keluarga. Keluarga pasien mempunyai 3 buah televisi 20 inci, 3 buah kipas angin, 2 sepeda motor, dan 2 sepeda anak.

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

22

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

III.8. Denah Lokasi

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

23

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Jalan Almubaroq 2

Jalan joglo I

Jalan Migas

Rumah Pasien

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

24

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

III.9. Denah Rumah

8 meter
T U B S

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

10 m et er
25

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

III.10 Mandala of Health Body, Mind and Spirit terkontrol. Level pertama : Human biology : - Genetik - Gangguan metabolik - Proses penuaan Family : Ayahnya menderita diabetes mellitus dan : Pasien DM tipe 2 dan hipertensi tipe 2 tidak

hipertensi. Pasien tinggal bersama anak kedua dan suaminya, anak keempat dan kelima cucunya. Personal behaviour makan makanan manis dan asin. Psycho-socio-economic environment : pasien adalah seorang pensiunan ABRI, lulusan SLA dan memiliki dana pensiun yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Physical environment : terdapat warung dekat rumah yang : malas minum obat dan berolahraga, pasien suka

memungkinkan pasien lebih sering membeli cemilan ringan. Level kedua : Sick care system : jarak rumah pasien ke puskesmas tidak terlalu

jauh 2 KM, obat diperoleh dari puskesmas sesuai dengan keluhan pasien, biaya berobat
Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

26

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

di puskesmas dapat dijangkau oleh pasien, pelayanan di puskesmas tidak begitu lengkap karena tidak ada alat untuk memeriksaan kadar gula darah pasien. Work Life style : tidak bekerja (pensiunan ABRI). : Suka makan makanan manis dan asin serta suka

ngemil makanan ringan, tidak merokok dan minum alkohol. Level ketiga : The community The human made environment Culture Biosphere : Rajin beribadah ke masjid :: suka makan makanan manis : Global warming

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

27

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

28

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

BAB IV RESUME DAN PERMASALAHAN


IV.1. Resume Tn K seorang pensiunan ABRI umur 68 tahun, tinggal bersama dengan anak keduanya beserta suami, anak keempat dan lima cucunya. Datang dengan keluhan sering merasa kesemutan pada kedua kakinya yang hilang timbul sejak 1 bulan yang lalu tetapi dalam 1 minggu terakhir kesemutan dirasakan lebih sering dan menggangu aktivitas. Keluhan lainnya kepala terasa sakit,tengkuk lehernya terasa nyeri. Pasien juga sering merasa haus sehingga pasien sering minum, menggantuk di siang hari. Pasien juga sering buang air kecil di malam hari lebih dari 4 kali. Pasien juga suka makanan asin dan manis (suka makan roti dan biskuit manis karena sering merasa lapar serta minum air teh yang dicampur dengan madu). Suka sarapan lontong sayur yang bersantan. Pasien juga mengaku malas berolahraga. Pasien juga mengaku bahwa pasien tidak merokok maupun minum minuman beralkohol. Berdasarkan rekam medis dan pengakuan pasien, pasien sudah memiliki penyakit darah tinggi sejak 3 tahun yang lalu. Saat itu pasien datang berobat ke puskesmas dengan keluhan kepalanya pusing dan sekitar daerah tengkuk lehernya terasa kaku. Kemudian pasien di ukur tekanan darahnya, ternyata tekanan darah pasien 170/100mmHg. Oleh puskesmas diberikan captopril 25mg 2x1 sebanyak 6 tablet dan hidroclorotiazid (HCT) 25mg 1x1 sebanyak 3 tablet serta antalgin 3x1 sebanyak 9 tablet diminum jika sakit saja. Sedangkan penyakit diabetesnya baru diketahui 4 bulan yang lalu. Ayah pasien

menderita penyakit kencing manis dan darah tinggi. Obat yang telah diberikan captopril 25 mg 2x1, glibenklamid 5 mg 1x1, vitamin B compleks 3x1 tetapi tidak diminum secara teratur.
Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

29

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan : Keadaan umum Kesadaran Usia Klinik Tekanan darah: Pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya: Tanggal 19 Mei 2011 : 160/90 mmHg Tanggal 24 Mei 2011 : 150/90 mmHg Tanggal 19 September 2011 : 160/90 mmHg Nadi: Pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya: Tanggal 19 Mei 2011 : 80x/menit Tanggal 24 Mei 2011 : 82x/menit Tanggal 19 September 2011 : 84x/menit Pernafasan: Pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya: Tanggal 19 Mei 2011 : 20x/menit Tanggal 24 Mei 2011 : 20x/menit Tanggal 19 September 2011 : 24x/menit IMT Keadaan regional Thorax : 23,88 kg/m2 : normal : normal : Baik : Compos Mentis : Sesuai

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

30

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Jantung Abdomen Ekstremitas superior et inferior Pemeriksaan neurologis

: normal : normal : normal : normal

Pemeriksaan laboratorium / penunjang lainnya : Pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya: Kadar gula darah sewaktu 4 bulan yang lalu : 350mg/dl Kadar gula darah puasa tanggal 23 Mei 2011: 160mg/dl Kadar gula darah sewaktu tanggal 19 September 2011: 230mg/dl Diagnosa Kerja: Diabetes Melitus tipe 2 tidak terkontrol

Diagnosa Tambahan: Hipertensi derajat 2 tidak terkontrol

Terapi yang sudah diberikan oleh puskesmas 1. Farmakologis: diberikan setiap kunjungan ke Puskesmas untuk 3 hari a. Glibenklamid 5 mg 1x1 sebanyak 3 tablet b. Captopril 25 mg 2x1 sebanyak 6 tablet c. Vitamin B compleks 3x1 sebanyak 9 tablet d. Antalgin 3x1 sebanyak 9 tablet 2. Non farmakologis: Diet rendah gula

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

31

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Diet rendah garam Olahraga ringan teratur

IV.2 Diagnosis holistik Aspek personal o Kesemutan di telapak kaki, sering buang air kecil di malam hari sebanyak 4 kali, sering haus dan mengantuk di siang hari serta sakit kepala dan nyeri pada tengkuk leher. Aspek klinis o Diabetes Melitus tipe 2 dan hipertensi derajat 2 tidak terkontrol Aspek internal o Malas minum obat o Suka makan makanan manis dan asin o Malas olahraga Aspek eksternal o Kurangnya pengawasan keluarga terhadap keteraturan pasien minum obat dan pola makan. o Ayahnya menderita penyakit kencing manis dan darah tinggi.

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

32

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Aspek fungsional o 4 (ada sedikit hambatan tugas sehari-hari).

BAB V PENATALAKSANAAN HOLISTIK KOMPREHENSIF DAN PROGNOSIS

V.I. Penatalaksanaan holistik komprehensif V.I.1 Aspek personal o Diobati kesemutannya dengan pengobatan farmakologis berupa pemberian obat vitamin B12 3x1 sebanyak 9 tablet. o Diobati sakit kepalanya dan nyeri di tengkuk leher dengan antalgin 3x1 sebanyak 9 tablet dan captopril 25mg 2x1 sebanyak 6 tablet. o Diobati buang air kecil di malam hari, sering haus, mengantuk di siang hari dengan glibenklamid 25mg 1x1 sebanyak 3 tablet.

V.I.2 Aspek klinis / Diagnosis klinis Farmakologis :


Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

33

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Diberikan obat anti hiperglikemi oral (OHO) yaitu glibenklamid 5mg 1x1/hari Diberikan obat antihipertensi golongan ACE Inhibitor yaitu captopril 25mg 2x1/hari.

Non farmakologis: Ket: Kalori total yang dibutuhkan IMT = 23,88 kg/m2 BMR/hari = 1321,8/24jam BMR/jam = 55 kkal Diet Diabetes Energi (kalori) Menu dengan Pengganti Makanan Susu 1 Roti / biskuit Keju Buah (Penukar) gelas (penukar) (Lembar) 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas porsi porsi 1 porsi 1 porsi 1 porsi 1 porsi 1 porsi 1 porsi 1 porsi 1 porsi 1 porsi 1 porsi 1 porsi 1 porsi 1 porsi 2 porsi 2 porsi 1 porsi 2 porsi 1 porsi 2 porsi 2 porsi 1 porsi 1 porsi 1 porsi 2 porsi 2 porsi 1 porsi 1 porsi 2 porsi 2 porsi 1 porsi 1 porsi 1 porsi

1300 Kalori Sarapan Makan Siang Makan Malam 1500 Kalori Sarapan Makan Siang Makan Malam 1700 Kalori Sarapan Makan Siang Makan Malam 1900 Kalori Sarapan Makan Siang Makan Malam 2100 Kalori Sarapan Makan Siang Makan Malam 2300 Kalori Sarapan

300 500 425 337 675 425 337 675 600 475 675 650 512 812 737 587

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

34

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Makan Siang 900 1 gelas 2 porsi 2 porsi 1 porsi Makan Malam 737 1 gelas 1 porsi 2 porsi 1 porsi Keterangan: 1 Penukar Roti / Biskuit : 2 iris roti (70 g) atau 5 buah biskuit (50) g Keju (rendah lemak) : 1 lembar (35 g) atau telur 1 butir (tidak lebih 3 butir seminggu) 1 Penukar buah : 1 buah pisang (50g) atau 1 buah jeruk (110g) atau 1 potong pepaya (110 gr) 1 gelas susu: 250 cc = 5 sendok takar susu pengganti - Memberikan penjelasan kepada pasien tentang aturan makan yang benar untuk penderita diabetes mellitus yaitu makan sehari 6x dengan jarak waktu 3 jam sekali. Memeriksakan kadar gula darah dan tekanan darahnya secara teratur agar kadar gula darah dan tekanan darahnya dapat terus terkontrol. Memberikan pasien penjelasan dan pengertian tentang penyakit yang diderita bahwa penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan namun dapat dikendalikan . Memberikan motivasi pada pasien untuk meminum obat secara teratur dan batasi makanan berkadar gula dan garam tinggi. Garam yang dianjurkan adalah seperempat sendok teh untuk setiap jenis masakan. Berolahraga secara teratur selama 20-30 menit/hari. Memberitahu keluarga bahwa dibutuhkan kepatuhan dan kedisiplinan dalam meminum obat dan menjaga pola makan.

V.I.3 Aspek internal Memberikan pasien penjelasan dan pengertian tentang penyakit yang diderita bahwa penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan namun dapat dikendalikan . Memberikan motivasi pada pasien untuk meminum obat secara teratur dan batasi makanan berkadar gula dan garam tinggi
Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

35

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Berolahraga secara teratur

V.I.4 Aspek eksternal Menjelaskan pada keluarga tentang diet rendah gula dan garam. Menjelaskan pada keluarga tentang pentingnya keteraturan berobat untuk mengendalikan kadar gula darah dan tekanan darah. Menjelaskan kepada pasien dan keluarga pasien untuk berolahraga secara teratur. Memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga pasien agar berobat teratur ke puskesmas dan mengecek kadar gula darah serta tekanan darahnya secara teratur

V.I.5 Aspek status fungsional Memberi pengertian pada keluarga bahwa penyakit DM dan hipertensi tidak dapat disembuhkan namun dapat dikontrol. Memberi pengertian pada keluarga pasien agar ikut serta mendukung, memotivasi pasien untuk berobat secara teratur dan mengawasi pasien minum obat.

V. 2 Prognosis Ad vitam Ad functionam Ad sanationam : dubia ad bonam : dubia ad bonam : dubia ad malam.

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

36

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

BAB VI HASIL INTERVENSI MASALAH

Tanggal intervensi Tanggal pengamatan hasil intervensi Aspek personal Intervensi yang dilakukan:

: 22 September 2011 : 28 September 2011

o Diobati kesemutannya dengan pengobatan farmakologis berupa pemberian obat vitamin B12 complek 3x1 sebanyak 9 tablet. o Diobati sakit kepalanya dan nyeri di tengkuk leher dengan antalgin 3x1 sebanyak 9 tablet. o Diobati buang air kecil di malam hari, sering haus, mengantuk di siang hari dengan glibenklamid 25mg 1x1 sebanyak 3 tablet. Hasil intervensi:
Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

37

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Kesemutannya sudah berkurang sejak diberikan vitamin B12 3x1sebanyak 9 tablet. Buang air kecil di malam sudah jarang, sering haus serta sudah tidak sering mengantuk di siang hari sejak minum obat glibenklamid 5mg 1x1/hari. Sakit kepala dan nyeri ditengkuk leher sudah berkurang sejak minum antalgin 3x1/hari (jika diperlukan) dan captopril 25mg 2x1/hari.

Aspek klinis Intervensi yang dilakukan: o Diberikan obat anti hiperglikemi oral (OHO) yaitu glibenklamid 5mg 1x1/hari o Diberikan obat antihipertensi golongan ACE Inhibitor yaitu captopril 25mg 2x1/hari. Hasil intervensi: Kadar gula darah pasien sudah mulai terkontrol sejak minum obat glibenklamid 5mg 1x1/hari. Tanggal 22 September 2011 gula darah sewaktu: 218mg/dl

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

38

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Tanggal 23 September 2011 gula darah puasa : 139mg/dl Tanggal 28 September 2011 gula darah sewaktu 185mg/dl Tekanan darah pasien sudah mulai terkontrol sejak minum captopril 25mg 2x1/hari Tanggal 22 September 2011: 150/80mmHg Tanggal 23 September 2011: 150/90mmHg Tanggal 28 September 2011: 140/80mmHg

Aspek internal Intervensi yang dilakukan: - Memberikan pasien penjelasan dan pengertian tentang penyakit yang diderita bahwa penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan namun dapat dikendalikan.

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

39

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

- Memberikan motivasi pada pasien untuk meminum obat secara teratur dan batasi makanan berkadar gula dan garam tinggi. - Berolahraga secara teratur Hasil intervensi: Pasien sudah rajin minum obat yang dapat diketahui dengan turunnya kadar gula darah dan tekanan darah pasien. Sudah mulai mengurangi makanan manis dan asin. Sudah mau berolahraga walaupun cuma jalan pagi dari depan gang sampai ujung gang rumah pasien sambil mendorong cucunya.

Aspek eksternal Intervensi yang dilakukan: Menjelaskan pada keluarga tentang diet rendah gula dan garam. Menjelaskan pada keluarga tentang pentingnya keteraturan berobat untuk mengendalikan kadar gula darah dan tekanan darah. Menjelaskan kepada pasien dan keluarga pasien untuk berolahraga secara teratur.

Memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga pasien agar berobat teratur ke puskesmas dan mengecek kadar gula darah serta tekanan darahnya secara teratur

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

40

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Hasil intervensi: Keluarga (anak serta menantu) pasien lebih memberikan perhatian serta selalu mengingatkan pasien untuk minum obat tepat waktu dan menjaga pola makan.

Aspek fungsional Intervensi yang dilakukan: Memberi pengertian pada keluarga bahwa penyakit DM dan hipertensi tidak dapat disembuhkan namun dapat dikontrol. Memberi pengertian pada keluarga pasien agar ikut serta mendukung, memotivasi pasien untuk berobat secara teratur dan mengawasi pasien minum obat. Hasil Intervensi: Kesemutannya sudah sedikit berkurang, sehingga sudah tidak terlalu mengganggu tugas sehari-hari.

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

41

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN


VI.1. Kesimpulan Dalam laporan kunjungan kasus ini telah dilakukan anamnesa, pemeriksaan fisik dan kunjungan ke rumah pasien yang bernama Tn. K, yang menderita penyakit diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi derajat 2 yang tidak terkontrol . Permasalahan yang dihadapi pasien dalam pengobatan diabetes ini karena : 1. - Faktor genetik - Pasien sangat suka makan makanan yang manis dan asin. 2. Pasien malas minum obat. 3. Kurangnya pengawasan keluarga dalam keteraturan pasien minum obat dan pola makan. 4. - Alternatif jalan keluar yang diberikan pada pasien berupa penjelasan mengenai penyakitnya dan bahaya yang dapat timbul bila berobat tidak teratur dan bahwa penyakit ini memerlukan pengobatan teratur seumur hidup dan menyarankan agar pasien tetap berpikiran positif dan tidak patah semangat dalam menjalani pengobatan, mengurangi makanan manis dan asin. - Alternatif jalan keluar yang diberikan kepada keluarga berupa pengertian tentang diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi derajat 2 agar dapat membantu pasien dalam mengatur pola makannya seperti jangan makan makanan yang manis dan asin serta dapat memotivasinya untuk rajin berolahraga serta minum obat secara teratur dan menjelaskan

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

42

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

bahwa penyakit diabetes ini tidak menular tetapi dapat diturunkan, sehingga ada kesadaran hidup sehat sedini mungkin dari anak-anaknya. VI.2. Saran

Menyarankan agar pasien rajin memeriksakan kadar gula darah minimal 1 bulan sekali
dan tekanan darah minimal 3 hari sekali ke Puskesmas dan minum obat yang diberikan dokter sesuai dosis secara teratur.

Menyarankan pasien untuk olahraga secara teratur selama 20-30 menit/hari. Menyarankan pasien untuk mengurangi asupan gula dan garam dalam makanan seharihari. Garam yang dianjurkan adalah seperempat sendok teh untuk setiap masakan.

Menyarankan kepada keluarga (anak serta menantu) agar lebih memberikan perhatian
serta selalu mengingatkan pasien untuk minum obat tepat waktu dan menjaga pola makan.

Diet Diabetes

Energi (kalori)

Menu dengan Pengganti Makanan Susu 1 Roti / Keju Buah (Penukar) gelas biskuit (Lembar) (penukar) 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas porsi porsi 1 porsi 1 porsi 1 porsi 1 porsi 2 porsi 1 porsi 1 porsi 2 porsi 2 porsi

1300 Kalori Sarapan Makan Siang Makan Malam 1500 Kalori Sarapan Makan Siang Makan Malam 1700 Kalori Sarapan

300 500 425 337 675 425 337

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

43

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Makan Siang 675 1 gelas 1 porsi 2 porsi Makan Malam 600 1 gelas 1 porsi 1 porsi 1 porsi 1900 Kalori Sarapan 475 1 gelas 1 porsi 1 porsi Makan Siang 675 1 gelas 1 porsi 2 porsi Makan Malam 650 1 gelas 1 porsi 1 porsi 2 porsi 2100 Kalori Sarapan 512 1 gelas 1 porsi 2 porsi Makan Siang 812 1 gelas 1 porsi 2 porsi 1 porsi Makan Malam 737 1 gelas 1 porsi 2 porsi 1 porsi 2300 Kalori Sarapan 587 1 gelas 1 porsi 1 porsi 1 porsi Makan Siang 900 1 gelas 2 porsi 2 porsi 1 porsi Makan Malam 737 1 gelas 1 porsi 2 porsi 1 porsi Keterangan: 1 Penukar Roti / Biskuit : 2 iris roti (70 g) atau 5 buah biskuit (50) g Keju (rendah lemak) : 1 lembar (35 g) atau telur 1 butir (tidak lebih 3 butir seminggu) 1 Penukar buah : 1 buah pisang (50g) atau 1 buah jeruk (110g) atau 1 potong pepaya (110 gr) 1 gelas susu: 250 cc = 5 sendok takar susu pengganti

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

44

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

DAFTAR PUSTAKA
Azwar A. (1996). Pengantar Pelayanan Dokter Keluarga, Yayasan Penerbitan Ikatan Dokter Indonesia, Jakarta, hal 2, 3, 41. Gustaviani, R. (2006). Diagnosis dan klasifikasi diabetes melitus, dalam: Sudoyo, A.W. (ads), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III, Edisi Keempat, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, hal 1857-59. Soegondo, S. (2006). Farmakologi pada pengendalian glikemia diabetes mellitus tipe 2, dalam: Sudoyo, A.W. (ads), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III, Edisi Keempat, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, hal 1860-63. (2006). Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus tipe 2 di Indonesia , Perkeni (perkumpulan endokrinologi Indonesia), Jakarta. Suyono, S. (2006). Diabetes mellitus di Indonesia, dalam: Sudoyo, A.W. (ads), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III, Edisi Keempat, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, hal 1852-56. Tessy, A. 2006. Hipertensi pada panyakit ginjal, dalam: Sudoyo, A.W. (ads), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid I, Edisi Keempat, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, hal 604-06. Yogiantoro, M. (2006). Hipertensi esensial, dalam: Sudoyo, A.W. (ads), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid I, Edisi Keempat, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, hal 599 603.

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

45

Kunjungan Kasus Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi derajat II Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1

Yunir, M. Soebardi, S. (2006). Terapi non farmakologi pada diabetes mellitus, dalam: Sudoyo, A.W. (ads), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III, Edisi Keempat, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, hal 1864-67..

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 21 September-30 September 2011

46