Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Definisi Intususepsi adalah masuknya salah satu bagian ke bagian yang lain atau invaginasi dari salah satu bagian usus bagian usus kedalam lumen dan bergabung dengan bagian tersebut. Biasanya bagian proksimal masuk ke distal, jarang terjadi sebaliknya. Bagian usus yang masuk (menginvaginasi) disebut intussusceptum dan bagian yang menerima intussusceptum (diinvaginasi) disebut intussuscepiens. Sinonim dari intussusception adalah telescoping usus dan ivaginasi usus. II.2 Insidensi Insidensi intususepsi ini tidak diketahui secara pasti, masing-masing penulis mengajukan jumlah penderita yang berbeda-beda. kelainan ini umumnya ditemukan pada anak-anak dibawah satu tahun dan frekuensi menurun dengan bertambahnya usia anak. Umumnya invaginasi ditemukan lebih sering pada anak laki-laki dengan perbandingan antara laki-laki dan perempuan tiga banding dua. III.3 Etiologi Terbagi dua yaitu : 1. Idiopatik Menurut kepustakaan 90-95 % invaginasi pada anak dibawah umur satu tahun tidak dijumpai penyebab yang spesifik sehingga digolongkan sebagai infantile idiophatic intussusceptions. Pada waktu operasi hanya ditemukan penebalan dan dindin ileum

terminal berupa hyperplasia jaringan folikel submukosa yang diduga sebagai akibat infeksi virus. Penebalan ini merupakan titik awal (lead point ) terjadinya invaginasi. 2. Kausal Pada penderita invaginasi yang lebih besar (lebih dua tahun) adanya kelainan usus sebagi nyebab invaginasi seperti inverted meckels diverticulum, polip usus, leiomioma, leiosarkoma, hemangioma, blue rubber blep nevi, lymphoma dan duplikasi usus. Gross mendapatkan titik awal invaginasi berupa : divertikulum meckel, polip, duplikasi usus dan lymphoma pada 42 kasus dari 702 kasus invaginasi anak. II.4 Faktor-faktor yang dihubungkan dengan terjadinya Intususepsi Penyakit ini sering terjadi pada umur 3 12 bulan, dimana pada saat itu terjadi perubahan diet makanan dari cair ke padat, perubahan pemberian makanan ini dicurigai sebagai penyebab terjadi intususepsi. Intususepsi kadang-kadang terjadi setelah atau selama enteritis akut, sehingga dicurigai akibat peningkatan peristaltik usus. Gastroenteritis akut yang dijumpai pada bayi, ternyata kuman rota virus adalah penyebabnya, pengamatana 30 kasus invaginasu bayi ditemukan virus ini dalam fesesnya sebanyak 37 %. Pada beberapa penelitian terakhir ini didapati peninggian insidens adenovirus dalam feses penderita invaginasi. II.5 Jenis intususepsi Jenis intususepsi dapat dibagi menurut lokasinya pada bagian usu mana yang terlihat, pada ileum dikenal sebagai jenis ileo ileal. Pada kolon dikenal dengan jenis colo colica dan sekitar ileocaecal, jenis-jenis yang disebutkan diatas dikenal dengan intususepsi tunggal dimana dindingnya terdiri dari tiga lapisan. Jika dijumpai dindingnya terdiri dari lima lapisan, hal ini sering pada keadaan yang lebih lanjut disebut intususepsi ganda, sebagai contoh adalah jenis-jenis ileo-ileo colical. II.6 Patologi Pada intususepsi dapat berakibat obstruksi strangulasi. Obstruksi yang terjadi secara mendadak ini, akan menyebabkan bagian apex intususepsi menjadi oedem dan kaku, jika hal ini telah terjadi maka tidak mungkin untuk kembali normal secara spontan. Pada sebagian besar kasus invaginasu keadaan ini terjadi pada daerah ileo-caecal. Apabila terjadi obstruksi system limfatik dan vena mesenterial, akibat penyakit berjalan progresif dimana ileum dan

mesenterium masuk ke dalam caecum dan colon, akan dijumpai mukosa intususepsi menjadi oedem dan kaku. Mengakibatkan obstruksi yang pada akhirnya akan dijumpai keadaan strangulasi dan perforasi usus. II.7 Gambaran klinis Secara klasik perjalanan suatu intususepsi memperlihatkan gambaran sebagai berikut: Anak atau bayi yang semula sehat dan biasanya dengan keadaan gizi yang baik, tibatiba menangis kesakitan, terlihat kedua kakinya terangkat keatas , penderita tampak seperti kejang dan pucat menahan sakit, serangan nyeri perut seperti ini berlangsung dalam beberapa menit. Diluar serangan, anak atau bayi kelihatan seperti normal kembali. Pada waktu itu sudah terjadi proses intususepsi. Serangan nyeri perut datangnya berulang-ulang dengan jarak waktu 15-20 menit, lama serangan 2-3 menit. Pada umumnya selama serangan nyeri perut itu diikuti dengan muntah yang berisi cairan dan makanan yang ada dilambung, sesudah beberapa kali serangan dan setiap kalinya memerlukan tenaga, maka diluar serangan si penderita terlihat lelah dan lesu dan tertidur sampai datang serangan kembali. Proses invaginasi pada mulanya belum terjadi gangguan pasase isi usus secara total, anak masih dapat defekasi berupa feses biasa, kemudian feses bercampur darah segar dan lendir, kemudian defekasi hanya berupa darah segar bercampur lendir tanpa feses. Karena sumbatan belum total, perut belum kembung dan tidak tegang dengan demikian mudah teraba gumpalan usus yang terlibat intususepsi sebagai suatu masa tumor berbentuk bujur didalam perut di bagian kanan atas, kanan bawah, atas tengah atau kiri bawah. Tumor lebih mudah teraba pada waktu teraba peristaltik, sedangkan pada perut bagian kanan bawah teraba kosong yang disebut dance sign ini akibat caecum dan kolon naik ke atas, ikut proses intususepsi. Pembuluh darah mesenterium dari bagian yang terjepit mengakibatkan gangguan vensus return sehingga terjadi kongesti, oedem, hiperfungsi goblet sel serta laserasi mukosa usus, ini memeperlihat gejala berak darah dan lendir, tandai ini baru dijumpai sesudah 6-8jam serangan sakit yang pertama kali, kadang-kadang sesudah 12 jam. Berak darah lendir ini bervariasi jumlahnya dari kasus ke kasus, ada juga yang dijumpai hanya pada saat melakukan colok dubur. Sesudah 18 24 jam serangan sakit yang pertama, usus yang tadinya tersumbat partial berubah menjadi sumbatan total, di ikuti proses oedem yang semakin bertambah, sehingga