Anda di halaman 1dari 16

PENDAHULUAN Ilmu Ushul Fiqh adalah salah satu bidang ilmu keislaman yang penting dalam memahami syariat-syariat

Islam dari sumber aslinya yaitu al-Quran dan Sunnah. Dalam Ushul Fiqh kita dikenalkan kaidah-kaidah umum pengambilan hukum, prinsip-prinsip umum syariat Islam, cara memahami suatu dalil dan penerapannya dalam kehidupan manusia. Karena pentingnya ilmu ini, maka Ushul Fiqh menjadi salah satu mata pelajaran pokok dalam Dirosah Islamiyah yang harus dikuasai, begitu juga di KMI Pondok Modern Darussalam Gontor yang diajarkan selama empat tahun dari kelas tiga sampai kelas enam. Buku yang ada ditangan kita ini disusun untuk pegangan bagi guru-guru pengajar pelajaran Ushul Fiqh untuk mempermudah para guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pengajar, adapun tujuan disusunnya buku pegangan ini adalah: 0 Sebagai rambu-rambu bagi para guru pengajar dalam kegiatan proses belajar mengajar. 1 Sebagai saran bagi para guru pengajar dalam mencapai tujuan dalam proses belajar-mengajar, baik tujuan umum maupun tujuan khusus 2 Memberi arahan kepada guru pengajar tentang hal-hal yang menjadi fokus dan inti dari pelajaran. 3 Meminimalisir kesalahan-kesalahan guru baik dalam pemahaman maupun metodologi pengajaran sehingga dapat mengajar secara efektif dan efesien. 4 Menghilangkan keragu-raguan guru dalam proses belajar mengajar. A. OBJEK KAJIAN USHUL FIQH Berdasarkan obyek Ushul Fiqh yang tertera dalam AlBayan jilid I hal: 9 yaitu: 1


(penetapan dalil-dalil untuk (pegambilan) hukum-hukum dan penetapan hukum-hukum berdasarkan dalil-dalil. Dapat disimpulkan bahwa obyek kajian Ushul Fiqh adalah: 0 ( )Dalil-dalil atau sumber hukum yang digunakan dalam menetapkan hukum syari. Dalam hal ini akan dipelajari dalil-dalil yang disepakati (al-Quran, Sunnah, Ijma dan Qiyas) dan dalil-dalil yang masih diperselisihkan (seperti: Istihsan, Maslahah mursalah dll.) Dalam mempelajari dan memahami dalil-dalil tersebut akan dijumpai dalil-dalil yang bertentangan secara zahir maka akan dipelajari juga cara mencari jalan keluar terhadap masalah tersebut dengan jalan

atau atau atau


pengguguran semua dalil tersebut. 1 Hukum-hukum syari yang merupakan buah atau hasil dari Ushul Fiqh itu sendiri yang meliputi pembagian, macam-macamnya, al-hakim, mahkum alaih dan mahkum fihi. 2 Pembahasan tentang kaidah-kaidah yang digunakan dan cara penggunaannya dalam pengambilan hukum dari dalil-dalil, baik melalui kaidah bahasa maupun melalui pemahaman terhadap tujuan syariah yang akan dicapai ( ) , tetapi yang akan banyak dibahas dalam buku pelajaran adalah pengambilan hukum melalui kaidah bahasa. 3 Pembahasan tentang orang yang berkopeten dalam pengistinbatan hukum yaitu mujtahid, syarat-syaratnya.

Dan juga akan dibahas tentang kedudukan muqallid dan muttabi dalam pandangan Islam. Maka diharapkan kepada guru pengajar kelas IV ketika memasuki judul menerangkan pembagian ini, dan selanjutnya bisa memisahkan judul-judul yang ada dan memasukkannya pada obyek kajian ushul fiqh. B. TUJUAN USHUL FIQH Adapun sasaran yang dituju dalam mempelajari Ushul Fiqh adalah: Mengetahui hukum-hukum Allah dengan dalil-dalilnya yang menyangkut persoalan Aqidah, Ibadah, Muamalah dan Akhlak. Mengetahui cara pengambilan hukum dari dalilnya dan cara mengembalikan hukum kepada dalilnya Jadi Ushul-Fiqh hanya sekedar mengetahui hukumhukum suatu pekerjaan baik berupa perintah, larangan maupun pilihan yang bedasarkan dalil, sedangkan tata-cara pelaksanaannya tidak menjadi tujuannya karena sudah termasuk dalam daerah pelajaran Fiqh. C. KEGUNAAN USHUL FIQH/ PENTINGNYA MATERI Diantara kegunaan mempelajari ilmu Ushul fiqh adalah: 1. Mengetahui kaidah-kaidah dan cara yang digunakan mujtahid dalam memperoleh hukum. 2. Mengetahui gambaran mengenai syarat-syarat yang harus dimiliki seorang mujtahid. 3. Mengetahui hukum-hukum melalui berbagai macam metode yang dirumuskan para mujtahid 3

4.

5.

6. 7.

yang belum ada nash dan ketetapan ulama terdahulu. menjaga dari penyalahgunaan dalil untuk menghukumi sesuatu yang hanya berdasarkan akal dalam mengambil hukum tanpa melalui metode-metode yang telah disepakati ulama. Mengetahui kaidah-kaidah umum yang dapat diterapkan guna menetapkan hukum dari berbagai persoalan baik persoalan ibadah maupun muamalah. mengetahui kekuatan dan kelemahan suatu pendapat sesuai dengan dalil yang digunakan sehingga pelajar bisa melakukan tarjih. membantu pelajar dalam memahami buku Bidayatul Mujtahid dalam pelajaran Fiqh di kelas lima dan enam di KMI.

D. BUKU YANG DIPAKAI DAN SPESIFIKASINYA Adapun buku yang di pakai di KMI Pondok Modern Darussalam Gontor adalah buku :

1. 2.
Keduanya karangan Abdul Hamid Hakim. Sebenarnya dalam mempelajari buku Ushul Fiqh karangan Abdul Hamid Hakim melalui tiga tingkatan buku yaitu: 0 1

yang merupakan pengantar


ke ilmu Ushul Fiqh.

yang merupakan syarah secara

singkat dari buku

yang merupakan syarah secara

mendalam dari buku dan

Tetapi di KMI hanya menggunakan dua dari tiga buku tersebut yaitu

dan .

Adapun spesifikasi dari buku tersebut adalah; 1. Buku ini terdiri dari dua bagian yaitu bab pertama tentang istilah-istilah yang digunakan dalam ilmu ushul fiqh, dan bab kedua tentang kaidah-kaidah umum operasional dalam melaksanakan hukum Islam yang kita kenal dengan ( ). Maka yang harus ditekankan dalam mengajar oleh guru pengajar adalah: Pada bab pertama: - Mengenalkan istilah-istilah yang dipakai dalam pelajaran ushul fiqh dan beberapa kaidah ushuliyah, dan membuat gambaran umum tentang pelajar tersebut. - Menekankan tentang pentingnya istilah-istilah tersebut dan mewajibkan agar siswa hafal dan faham istilahistilah dan pengertiannya karena akan terus terpakai sampai kelas enam. Pada bab kedua: 0 Dalam mengenalkan kaidah-kaidah fiqhiyah pengajar menerangkan dari dalil yang menjadi sumber pengambilan kaidah tersebut kemudian ke kaidahkaidah yang keluar dari dalil tersebut. 5

).. ). akan keluar 7 kaidah fiqhiyah diantaranya: , ,


Contoh: dst. 1 Pengajar bisa memberikan contoh-contoh yang bisa difahami siswa dari kehidupan sehari-hari, tidak hanya terantung pada contoh yang ada didalam buku.

2. Di KMI Darussalam Gontor buku yang merupakan penjelasan dari buku dibagi menjadi tiga bagian : jilid pertama untuk kelas empat, jilid pertama untuk kelas lima dan jilid ketiga untuk kelas enam. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pengajar pada buku ini: 1. pada buku ini terjadi pengulangan materi dari buku namun lebih luas, maka diharapkan guru menjelaskan tentang cara penggunaan dari buku tersebut. a. Pengertian beberapa istilah lebih luas. b. Penambahan beberapa istilah pada satu judul yang tidak ditemukan sebelumnya. c. Penambahan kaidah-kaidah. 2. Di buku ini disodorkan beberapa perbedaan pendapat baik perorangan maupun mazhab, maka diharapkan bisa

menerangkan sebab-sebab perbedaan tersebut yang megakibatkan perbedan dalam menentukan hukum. 3. Bisa memberikan contoh yang lebih luas dengan kembali pada buku rujukan yang lain. 4. Bisa menerangkan kegunaan tiap-tiap judul dalam pengambilan hukum. 5. Karena buku ini aslinya satu antara satu judul dengan judul yang lain tidak bisa dipisahkan maka bagi pengajar kelas V harus menguasai materi kelas IV, begitu juga bagi pengajar kelas VI harus menguasai materi kelas IV dan V. E. TUJUAN PELAJARAN
1. TUJUAN KURIKULER

0 Siswa mengetahui ilmu fiqh dengan pengetahuan yang mendalam dan lengkap. 1 Siswa megetahui hukum-hukum dalam fiqh dengan keterangan yang jelas dari sumber-sumber hukum yang ada. 2 Siswa memahami sebab timbulnya mazhab dalam perkembangan hukum islam.
2. TUJUAN PEMBELAJARAN

A. Untuk kelas III 1. Siswa dapat menyebutkan pengertian usul fiqh. 2. Siswa dapat menyebutkan sembilan hukum dengan pengertian masing-masing. 3. Siswa dapat menerangkan istilah-istilah yang digunakan dalam memahami dan mengeluarkan hukum dari dalil beserta contoh-contohnya. 7

a. Pengertian al-Amr (perintah) dan kaidahkaidahnya. b. Pengertian al-'Am dan lafadz yang menunjukkannya. c. Pengertian al-Khash dan Takhsis beserta pembagian Takhsis. d. Pengertian an-Naskh dan pembagiannya. e. Pengertian al-Mujmal dan al-Bayan beserta pembagian al-Bayan. f. Pengertian al-Mutlaq dan al-Muqayyad. g. Pengertian al-Mantuq dan al-Mafhum beserta pembagian keduanya. 4. Siswa dapat menyebutkan dan menerangkan sebagian sumber-sumber hukum yang menjadi landasan pengambilan hukum. a. Pekerjaan dan keputusan Rasul yang bisa dijadikan dalil dalam pengambilan hukum. b. Pengertian Ijma', kedudukannya dan bentukbentuknya. c. Pengertian Qiyas, rukunnya dan pembagiaanya. 5. Siswa dapat menerangkan pengertian Mujtahid, Muttabi' dan Muqallid, dan kedudukan masingmasing dalam Islam berserta dalil-dalilnya. 6. Pada bab Kaidah Fiqhiyah; a. Siswa dapat menyebutkan, menerangkan dan memberikan contoh dari kaidah-kaidah operasional hukum Islam. b. Siswa dapat mengembalikan kaidah-kaidah tersebut ke sumber aslinya yaitu al-Quar'an dan Sunnah. c. Siswa dapat menyebutkan kaidah kaidah yang keluar dari satu dalil.

B. Untuk kelas IV 1. Siswa dapat menerangkan pengertian usul fiqh baik secara bahasa atau istilah dan dapat membedakannya dengan ilmu fiqh. 2. Siswa dapat menjelaskan kaidah umum pengambilan hukum, obyek pembahasa usul fiqh, faedah mempelajarinya dan sandarannya. 3. Siswa dapat menyebutkan dan menjelaskan hukumhukum Islam dan istilah-istilah yang berhubungan dengannya. a. Pengertian hukum dan pembagiannya. b. Hakim, konsensus (Ijma') ulama tentang hakim setelah datangnya syari'at dan perbedaan pendapat tentang siapakah hakim sebelum datangnya syari'at. c. Pengertian Mahkum bihi, pembagiannya, syaratnya dan perbedaan pendapat tentang syarat syar'i (iman) sebagai syarat pembebanan. d. Pengertian Mahkum 'alaihi dan syaratnya. 4. Siswa dapat menerangkan istilah-istilah yang digunakan dalam memahami dan mengeluarkan hukum dari dalil beserta contoh-contohnya. a. al-Amr (perintah): i. Pengertian al-Amr (perintah). ii. Kaidah-kaidah Usuliyah yang berhubungan dengan al-Amr dalam mengeluarkan hukum dan cara penggunaannya. iii. Perbedaan pendapat baik perorangan maupun kelompok (mazhab) dalam mengambil hukum dari lafaz al-Amr. b. an-Nahyu (larangan): i. Pengertian an-Nahyu (larangan).

ii. Kaidah-kaidah Usuliyah yang berhubungan dengan an-Nahyu dalam mengeluarkan hukum dan cara penggunaannya. iii. Perbedaan pendapat baik perorangan maupun kelompok (mazhab) dalam mengambil hukum dari lafadz an-Nahyu. iv. Pembagian an-Nahyu (larangan). c. al-'Am (umum): i. Pengertian dan cakupan al-'Am. ii. Bentuk-bentuk lafadz 'Am. iii. Batasan ukuran minimal dalam lafadz 'Am. iv. Kaidah-kaidah yang berhubungan dengan penggunaan lafadz 'Am. C. Untuk kelas V 1. Siswa dapat menggunakan Takhsis dalam menyikapi dalil-dalil yang secara zahir bertentangan tetapi bisa disatukan, dan bisa menerangkan bentukbentuk Takhsis beserta contoh-contohnya. 2. Siswa dapat membedakan dan menggunakan lafadzlafadz yang membutuhkan keterangan (al-Mujmal) dan bentuk-bentuk keterangan (al-Mubayyan). 3. Siswa dapat membedakan dan menggunakan lafadzlafadz yang mempunyai arti lebih dari satu (alMusytarak) dan lafadz-lafadz yang berbeda tetapi mempunyai arti yang satu (al-Muradif). 4. Siswa dapat membedakan dan menggunakan lafadz Mutlaq dan Muqayyad pada tempat-tempat yang berbeda. 5. Siswa dapat memahami lafadz dari sisi dalalahnya berbentuk Mantuq dan Mafhum. 6. Siswa dapat menerangkan lafadz-lafadz yang yang membutuhkan peralihan dari arti sebenarnya ke arti

10

yang lain tanpa keluar dari konteksnya (az-Zahir), dan perbedaan pendapat dari ulama dalam hal ini. 7. Siswa dapat menyikapi dan menerangkan dalil-dalil yang bertentangan yang tidak bisa disatukan dengan cara menghapus salah satunya (an-Naskh) dan perbedaan ulama dalam penggunaan naskh. 8. Siswa dapat menerangkan kedudukan al-Ijma' dalam kedudukannya sebagai sumber hukum Islam. D. Untuk kelas VI 1. Siswa dapat menerangkan cara penggunaan Qiyas dalam masalah-masalah yang tidak ada ketentuan hukumnya dalam al-Qur'an dan Sunnah maupun kesepakan ulama (Ijma'). 2. Siswa dapat menerangkan metode lain dalam pengambilan hukum terhadap masalah-masalah yang tidak ada ketetapan hukumnya baik di alQur'an, Sunnah, Ijma' maupun Qiyas dengan metode yang masih dipertentangkan oleh ulama dan menerangkan perbedaan pendapat ulama dalam menyikapi cara ini. 3. Siswa dapat menjelaskan kedudukan Mujtahid dalam pengistimbatan hukum dari sumber-sumber yang ada, dan syarat-syarat untuk menjadi seorang Mujtahid. 4. Siswa dapat menerangkan kedudukan Muttabi' dan Muqallid dalam pandangan Islam. 5. Siswa dapat menyikapi dan menerangkan dalil yang bertentangan yang tidak bisa disatukan dan tidak bisa pula dihapus salah satunya, yaitu dengan cara mencari yang terkuat diantaranya (at-Tarjih) dengan melihat dari beberapa sisi. G. KOMPETENSI/SIFAT-SIFAT PENGAJAR USHUL FIQH 11

1. Memahami ayat-ayat al-Qur'an yang berhubungan dengan hukum dan mengetahui sebab-sebab turunnya ayat tersebut. 2. Memahami hadist-hadist nabi yang berhubungan dengan hukum dan mengetahui sebab-sebab keluarnya hadist tersebut. 3. Mengetahui dan menguasai hukum Islam dan sejarah tasyri'nya. 4. Mengetahui kesepakatan ulama dan perbedaan dalam hukum serta alasan-alasan masing-masing. 5. Mengetahui bahasa arab serta cabang-cabangnya (nahwu, shorf, balaghoh dan mantiq) 6. Pandai mengamati suatu peristiwa dan cepat mengambil tidakan hukum. 7. pandai menggunakan qias terhadap masalah-masalah yang mincul serta mampu mengambil contoh-contoh fiqih yang kontemporer. 8. Mampu mengaitkan satu judul dengan judul yang lain. H. METODE PENGAJARAN A) Pendahuluan Menanyakan pelajaran yang lalu, kemudian menghubungkannya dengan judul yang baru serta menulisnya di papan tulis B) Penyajian 0 Menjelaskan kosa kata dengan metode modern 1Penjelasan 0 Mejelaskan pelajaran secara lebih rinci dan detail dari apa yang ada di buku daras dengan syarat tidak keluar dari 12

3 4 5

materi judul, dengan menggunakan bahan dan contoh yang lebih mudah 1 Guru menuliskan beberapa kesimpulan penting. Guru membaca buku pelajaran sebagai contoh bagi peserta didik setelah mereka mengetahui materi pelajaran di buku pelajaran mereka. Sebagian siswa membaca buku pelajaran secara bergantian satu persatu. Guru membaca tulisan di papan tulis atau menyuruh salah satu dari siswa sementara itu yang lainnya mendengarkannya bacaannya. Para siswa mencatat apa yang ada di papan tulis di bawah pengawasan guru, kemudian guru membaca buku absensi siswa. Dianjurkan bagi guru untuk menyuruh sebagian siswa membaca apa yang sudah dicatatnya untuk mengecek kebenaran catatan mereka setelah mereka selesai mencatat. Para peserta didik membaca pelajarannya dengan suara rendah sebagai persiapan evaluasi, sedangkan guru menghapus papan tulis.

D) Evaluasi 1.Pertanyaan berkenaan dengan isi materi pelajaran a. Pengertian b. Meminta penjelasan. c. Contoh-contoh. 2.Pertanyaan berkenaan dengan arti kosa kata

13

E) Penutup 0 Pesan dan nasehat yang berhubungan dengan materi pelajaran 1 Guru menutup pelajaran dengan salam

Penyusun: H. Edy Kusnanto Ahmad Munif. S.Ag.

14

15

16