Anda di halaman 1dari 24

Disusun oleh: Muhammad Naufal Nordin 112011261 Yenti Puspita Sari 112012092

Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pd lensa yg dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa, atau akibat keduanya. Biasanya kekeruhan mengenai kedua mata dan berjalan progresif. Akibat kekeruhan lensa mata, sinar yang masuk akan terganggu sehingga terjadi gangguan ketajaman penglihatan sampai kebutaan

Katarak merupakan penyebab kebutaan nomor 1 di Indonesia. Peningkatan kasus katarak biasanya banyak terjadi pada usia diatas 70 tahun. Katarak senilis terjadi kira-kira 50% pada orang dengan usia 65-74 tahun dan 70% pada usia 75 tahun

Penuaan merupakan penyebab katarak yang terbanyak (katarak senilis), tetapi banyak juga faktor lain yang mungkin terlibat. Faktor risiko katarak meliputi:
Faktor individu, yaitu usia, jenis kelamin, ras, genetic. Faktor lingkungan, termasuk kebiasaan merokok, paparan sinar

UV, nutrisi, status sosioekonomi, tingkat pendidikan, penggunaan alkohol, diabetes, dehidrasi, hipertensi, penggunaan steroid, Indeks Massa Tubuh Faktor protektif , yaitu penggunaan aspirin, terapi pengganti hormone pada wanita.

Penyebab yang masih diperdebatkan adalah nutrisi, alkoholisme, dehidrasi, dan Indeks Massa Tubuh.

Katarak adalah suatu kekeruhan pada lensa mata yang bisa terjadi akibat :

Penuaan Kelainan pada mata Kelainan metabolisme Trauma Keracunan obat Infeksi virus pada pertumbuhan janin Keturunan

Berdasarkan umur:
Katarak kongenital usia < 1tahun, biasa pada bayi

yg ibunya menderita rubela, DM, hipoparatiroid, toksoplasmosis Katarak juvenil usia > 1 tahun, biasanya merupakan lanjutan katarak kongenital Katarak senilis usia>50 tahun, biasanya degeneratif

Katarak komplikata terjadi akibat penyakit mata atau penyakit sistemik endokrin

PENYAKIT MATA YANG DAPAT MENYEBABKAN KATARAK

PENYAKIT SISTEMIK ENDOKRIN YG DAPAT MENYEBABKAN KATARAK

Ablasi retina Retinitisis pigmentosa Glaukoma Tumor intraokular Nekrosis anterior segmen Trauma mata

Diabetes mellitus Hipoparatiroid Galaktosemia Distrofi miotonia Keracunan obat (tiotepa IV, steroid local lama, steroid sistemik, oral kontraseptik dan miotika antikolinesterase)

Ada 2 teori terjadinya katarak, yaitu:


Teori hidrasi kegagalan mekanisme pompa aktif

pada epitel lensa yg berada di subkapsular anterior air tdk dapat dikeluarkan dari lensaair tambah banyak tekanan osmotik me yangmenyebabkan kekeruhan lensa Teori sklerosis lebih banyak terjadi pada lensa manula dimana serabut kolagen terus bertambah pemadatan serabut kolagen di tengah serabut tersebut semakin bertambah banyak sklerosis nukleus lensa

Katarak insipien
Visus msh baik kekeruhan sedikit di bagian perifer

Katarak imatur
Visus 6/60-1/60 Kekeruhan sebagian Hidrasi kortekslensa mencembungblok pupilglaukoma fakomorfik

Katarak matur
Visus 1/300 Kekeruhan seluruhnyasinar dipantulkan kembali

Katarak hipermatur
Visus 1/~ Kekeruhan seluruhnya Lensa cairkeluar dr kapsulmakrofag makan protein lensasumbat anyaman trabekulumglaukoma fakolitik

Kapsula Menebal dan kurang elastic (1/4 dibanding anak) Mulai presbipoic Bentuk lamel kapsul berkurang atau kabur Terlihat bahan granular

Epitel makin tipis Sel epitel (germinatif )pada ekuator bertambah besar dan berat) Bengkak dan vakuolisasi mitokondria yang nyata Serat lensa Serat irreguler Pada korteks jelas kerusakan serat sel Brown sclerotic nucleus, sinar UV lama kelamaan merubah protein nukleus lensa, sedang warna coklat protein lensa nucleus mengandung histidin dan triptofan dibanding normal Korteks tidak berwarna karena kadar asam askorbat tinggi dan menghalangi foto oksidasi.

Gejala
Penglihatan kabur spt berkabut
Silau

Tanda
Penurunan visus Refleks fundus (-)

Kekeruhan pada lensa mata


COA dangkal/dalam/normal Shadow test (+)/(-)/pseudopositif

Insipien Kekeruhan Cairan lensa Ringan Normal

Imatur Sebagian Bertambah (air masuk)


Terdorong Dangkal Sempit Positif Glaukoma fakomorfik 6/60-1/60

Matur Seluruh Normal

Hipermatur Massif Berkurang (air+massa lensa keluar)


tremulans Dalam Terbuka Pseudopositif Glaukoma fakolitik+uveitis 1/300 1/~

Iris COA Sudut COA

Normal Normal Normal

Normal Normal Normal Negatif 1/300

Shadow test Negatif Penyulit Visus Gambaran mata 6/6-6/20

Anamnesis
Ditanyakan: Identitas (nama, usia, pekerjaan, dll) keluhan utama+keluhan tambahan onset terjadinya keluhan bagaimana perjalanan penyakitnya riwayat penyakit dahulu,adakah trauma pada mata riwayat pengobatan dan apakah terjadi perbaikan/perburukan.
Didapatkan: rasa silau, penglihatan seperti berasap

dan ketajaman penglihatan yang menurun secara progresif.

Pemeriksaan mata

Perlu diperiksa: Visus segmen anterior meliputi segmen posterior meliputi fundus okuli dgn oftalmoskopi Bila dicurigai katarak dengan komplikasi glaucoma, perlu diperiksa tekanan bola mata dan pemeriksaan lapang pandang.

Palpebra Konjungtiva Kornea Ukuran pupil uji bayangan iris pada lensa/shadow test kedalaman COA

Didapatkan adanya:
visus menurun mata tampak tenang tampak kekeruhan lensa mata yang tampak sebagai opasiti/tampak lebih putih pada lensa mata bilik mata depan dapat dangkal/dalam sesuai stadium katarak uji bayangan iris/shadow test dapat (+)/(-)/pseudopositif sesuai stadium katarak Refleks fundus (-) tekanan bola mata dapat normal/ meningkat bila ada komplikasi glaukoma

Katarak
Opasiti Pada lensa

Sikatriks kornea
Pada kornea

Ulkus kornea
Pada kornea

Pterigum
Pada konjungtiva , dari celah kelopak temporal/nasal meluas ke kornea berbentuk segitiga

Gambaran mata

Non bedah penurun kadar sorbitol, pemberian aspirin, antioksidan vitamin C dan E, pirenoxine.
Bedah
EKEK (Ekstraksi Katarak Ekstra Kapsular)

EKIK (Ekstraksi katarak Intra Kapsular)


Fakoemulsifikasi

KOMPLIKASI DARI KATARAK

KOMPLIKASI DARI PEMBEDAHAN KATARAK

Glaukoma fakomorfik Galukoma fakolitik Lens-induced uveitis Subluksasi/dislokasi lensa

Kebocoran vitreous Prolaps iris Endoftalmitis Astigmatisme postoperatif Edema makula kistoid Ablasi retina Opasifikasi kapsul posterior

95% baik dengan pembedahan Ad vital : bonam Ad functionam: dubia ad bonam, tergantung pembedahan dan kondisi kesehatan pasien Ad sanationam : bonam