Anda di halaman 1dari 48

MODUL : EMERGENCY RESPONSE

STANDAR PELAYANAN KESEHATAN PADA SITUASI EMERGENSI


Abdul Hadi Kadarusno, SKM, MPH

TUJUAN PEMBELAJARAN

Mampu menjelaskan standar pelayanan kesehatan pada situasi bencana dan pengungsian Mampu melaksanakan penilaian cepat kesehatan pada situasi bencana dan pengungsian

BAHASAN

Rapid response kesehatan Standar pelayanan kesehatan Penilaian cepat kesehatan

STANDAR ?
UNTUK MEMBERIKAN JAMINAN PELAYANAN KESEHATAN MINIMAL YANG HARUS DIPENUHI OLEH PENYELENGGARA PELAYANAN KESEHATAN

1. Rapid Health Assessment


Tujuan
Identifikasi kebutuhan kes-mas Perencanaan prioritas intervensi

Time frame
Dilaksanakan dalam 1- 4 hari setelah pengungsian Selesai dalam 3 hari

Methods
Pengamatan visual Survey cepat Wawancara, verbal autopsies Review informasi yang tersedia

2. SURVEILANS EMERGENCY
Tujuan:
menentukan status kesehatan secara terus menerus

identifikasi prioritas kesehatan deteksi KLB, monitor response estimasi incidence penyakit monitoring dampak program kesehatan

Standar (1) : Membangun sistim surveillance segera setelah rapid health assessment, baik di lapangan maupun di rumah sakit.

Standar (2): Harus ada jejaring kerja antara Survailans Dinas Kesehatan (yang membidangi kegiatan survailans di lapangan) dengan unit survailans rumah sakit, dalam kerangka sistem kewaspadaan dini/SKD.

3. PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR


Standar :
Pemberantasan penyakit menular harus dilakukan terhadap :
penyakit diare, campak, ISPA, malaria, demam berdarah. penyakit menular spesifik lokal.

Prediksi morbiditas
ISPA pada anak < 5 tahun Diare pada anak < 5 tahun Malaria pada populasi rentan

Penyakit Campak
Standar : Pemberian immunisasi campak pada anak usia 6 bulan 15 tahun

Penyakit Campak
Salah satu penyebab kematian tertinggi pada complex emergencies CFR sampai 20%
Gizi buruk Defisiensi vitamin A Kepadatan
infeksi pulmonal sekunder

Immunisasi secepatnya

Measles
Immunisasi semua > 6 bulan Imunisasi Massal sampai umur 12-15 tahun tujuan: 100% coverage antara 6 bulan dan 15 tahun

Penyakit Diare
Standar :
Untuk mencegah diare, harus ada penyediaan air bersih dan sanitasi yang memadai (kualitas dan kuantitas) Penatalaksanaan kasus yang cepat dan tepat.

Diare
Pathogens seperti halnya nonpengungsi Diare biasa
Rotavirus Escherichia coli etc.

Diare Epidemic
Cholera Bacillary dysentery

Diare
Pencegahan:
Safe water (> 20 litres / day / person) Latrines Perencanaan tempat yang tepat Distribusi sabun Promosi of ASI

Pengobatan:
Jaringan pojok oralit Pengobatan specific bila diperlukan

Cholera
Attack rates yang tinggi pada lokasi pengungsi (5%) Onset sering sangat cepat CFR sampai 25% bila tidak ditangani dengan baik Control
Kesiap-siagaan !!! Active case finding Tatalaksana kasus yang tepat Komponen utama: ORS

Penyakit ISPA
Standar : Tiap penderita pneumonia pada balita harus dapat ditanggulangi dengan tatalaksana kasus pneumonia.

ISPA

Pathogens seperti non-pengungsi 90% dari kematian disebabkan pneumonia


Kepadatan Malnutrisi Defisiensi Vitamin A Penampungan yang tidak memadai

Control
Deteksi dini kasus Tatalaksana kasus yang benar Imunisasi campak

Penyakit Malaria
Standar ; Pemberantasan Malaria melalui pengobatan penderita malaria dan pengendalian nyamuk melalui perbaikan lingkungan

Malaria
Pengungsian dari / ke daerah high transmission Peningkatan resistensi obat Control
Impregnated bed nets Vector control Prophylaxis untuk
wanita hamil anak kurang gizi

Pengobatan segera terhadap kasus

Penyakit Demam berdarah dengue


Standar : Pemberantasan Demam berdarah dengue melalui pengobatan penderita dan pengendalian nyamuk melalui perbaikan lingkungan

Penyakit menular lain yang penting


Penyakit menular spesifik lokal, Lain-lain ...

4. AIR BERSIH DAN SANITASI


Merupakan unsur yang penting yang sangat menentukan dalam kehidupan awal dari suatu bencana / pengungsian, sebagai faktor risiko

Para pengungsi sangat rentan terhadap kejadian penyakit menular.

PENYEDIAAN AIR BERSIH (1) Diarahkan untuk memenuhi kebutuan minimal air bersih bagi pengungsi / korban bencana Masalah utama kesehatan adalah disebabkan kebersihan buruk, akibat kekurangan air bersih dan konsumsi air yang tercemar.

PENYEDIAAN AIR BERSIH ( 2 )

Standar pasokan air :


Setiap orang memiliki akses terhadap air bersih yang mudah dan memadai untuk keperluan minum, memasak dan kebersihan pribadi dan rumah tangga.

PENYEDIAAN AIR BERSIH ( 3 ) Pemenuhan kebutuhan air bersih: Di Pengungsian : hari pertama minimal 5 Liter / org / hari hari berikutnya : 15 20 liter / org / hari. Di Rumah Sakit / Unit Pelayanan Kesehatan: 5 Liter/pasien rawat jalan 40-60 liter/pasien rawat inap / hari Volume tambahan diperlukan untuk peralatan cuci, dsb

PENYEDIAAN AIR BERSIH ( 4 ). STANDAR KUALITAS AIR: kualitas air cukup memadai untuk keperluan minum dan digunakan untuk kebersihan pribadi dan rumah tangga (Permenkes 916) TIDAK DITEMUKAN BAKTERI COLI TINJA per 100 ml AIR PADA TITIK PEMBAGIAN AIR

MASALAH ????

PENYEDIAAN AIR BERSIH ( 5 ). Standar sarana penyimpanan air Tiap keluarga pengungsi memiliki tandon air untuk mengambil maupun untuk menyimpan. ukuran : 10 - 20 L.

SARANA PEMBUANGAN KOTORAN / JAMBAN / SARANA SANITASI : Standar : Setiap orang memiliki akses terhadap sarana pembuangan kotoran / jamban yang baik memadai. Jamban harus terpelihara untuk memberikan kenyamanan,kebersihan dan keamanan dalam penggunaan.

SARANA PEMBUANGAN KOTORAN / JAMBAN / SARANA SANITASI ( 2 ): Penggunaan jamban : Di pengungsian : 1 buah untuk 20 orang.

Di Rumah sakit / Unit pelayanan kesehatan


1 jamban untuk 20 tempat tidur (pasien rawat inap) 1 jamban untuk pasien rawat jalan

PEMBUANGAN SAMPAH: Standar : Sampah harus dikelola dengan baik, karena merupakan tempat perindukan lalat dan tikus. Di tempat penampungan pengungsi harus disediakan tempat sampah, berupa:
bak sampah (kapasita 50-100 L) untuk menampung sampah dari 25 - 50 org kantong sampah : 1 lembar untuk 1 keluarga (3 hr)

PEMBERANTASAN VEKTOR (1)


Contoh : lalat, nyamuk dan tikus.

Standar : harus dilaksanakan pengendalian vektor sehinga tidak menjadi gangguan kesehatan Keberadaan vektor tersebut, antara lain terkait dengan pemilihan lokasi penampungan pengungsi (contoh : dekat dengan breeding places nyamuk) pengungsi tidak terpapar dari vektor.

PEMBERANTASAN VEKTOR (2) Standar : pengendalian dengan cara fisik, lingkungan dan kimiawi
LALAT : - PERBAIKAN PEGELOLAAN PEMBUANGAN SAMPAH. - PENYEMPORTAN INSEKTISIDA PADA TEMPAT PENGUMPULAN SAMPAH. NYAMUK: - PENYEMPROTAN INSEKTISIDA - MEMODIFIKASI BREEDING PLACES. - MENGGUNAKAN KELAMBU.

PENGELOLAAN MAKANAN
Standar : Pengawasan ketat perlu diberikan pada dapur umum yang menyediakan makanan bagi pengungsi. Pengawasan diarahkan untuk: Kualitas dan keamanan bahan makanan. Kebersihan peralatan /perabotan Kebersihan penjamah makanan. Tempat pengolahan dan penyimpanan makanan. Ketersediaan air bersih

PEMBUANGAN AIR LIMBAH. Risiko kesehatan : tercemarnya air bersih. Standar : air limbah harus disalurkan ke pembuangan yang tidak menjadi breeding places vektor dan sumber pencemaran. Harus disalurkan ke tempat tertentu, misal dgn membuat sumur peresapan dgn jarak > 30 meter dari tenda dan sumber air bersih.

PEMBUANGAN LIMBAH MEDIS Limbah medis, terutama benda-benda yang terkontamiasi dan benda tajam (jarum suntik), limbah medis berbahaya lainnya. Standar : limbah medis harus dikelola secara khusus.

PENYULUHAN :
Tujuan : mendorong kebersihan perorangan dan lingkungan agar terjaga kesehatan.

Standar : di tempat penampungan pengungsi harus dilaksanakan kegiatan penyuluhan.


Diarahkan untuk : 1. Perilaku hidup bersih dan sehat. 2. Pemeliharaan sarana air bersih dan sanitasi 3. Perbaikan kebersihan lingkungan

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT. Contoh : - CUCI TANGAN SEBELUM MAKAN. - MAKAN DAN MINUM AIR YANG TELAH DIMASAK. - BUANG KOTORAN DI JAMBAN. - BUANG SAMPAH PADA TEMPAT SAMPAH.

MEDIA PENYULUHAN:

PENYEBARAN LEAFLET DAN POSTER PEMASANGAN SPANDUK. DLL. SEKALIGUS SEBAGAI IDENTITAS/ BENDERA JAJARAN KESEHATAN

PENYEDIAAN SARANA AIR BERSIH DAN SANITASI STANDAR : HARUS ADA KERJASAMA ANTARA KESEHATAN DGN SEKTOR / DINAS LAIN YANG BERTANGGUNG JAWAB DALAM PENYEDIAAN SARANA.
TERUTAMA PADA DINAS YANG BERTANGUNG JAWAB / MEMILIKI KEWENANGAN UNTUK PENYEDIAAN SARANA FISIK AIR BERSIH DAN SANITASI ( TENDA, AIR BERSIH, JAMBAN, PEMBUANGAN SAMPAH DAN LIMBAH, YAITU: DINAS PEKERJAAN UMUM / DINAS CIPTA KARYA / DINAS PERUMAHAN & PERMUKIMAN. PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM. DINAS SOSIAL. LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT / LSM

5. Sistem kewaspadaan dini (SKD) dan respon KLB


Standar : timbulnya kasus kasus yang menjurus KLB harus dilakukan penyelidikan epidemiologi dan respon cepat KLB untuk mecegah meluasnya kasus.

Sekuen Waktu Survailans SKD-KLB, KLB & Wabah

SKD-KLB

KLB

WABAH

Tahapan Alamiah & Peranan Surveilans dalam KLB / Bencana


Situasi Normal Ancaman KLB KLB terjadi Kembali Normal

Surveilans Rutin untuk SKD

Respon Cepat & Surveilans Intensif

Penanggulangan & Surveilans Intensif

Surveilans Rutin untuk SKD

Menentukan arah respon/penanggulangan Menilai keberhasilan respon/penanggulangan Menilai situasi & kecenderungan KLB

PANGAN DAN GIZI


Tahap penyelamatan Fase 1 (pengungsi baru dtng, blm di identifikasi, pemberian mkn sama, maks 5 hr) Fase 2 (sdh ada gambaran pengungsi, perencanaan pemberian mkn sdh terinci, 2.100 kkal, 40 gr lemak, 50 gr prot/hr) Tahap tanggap darurat Surveilans (screening, memantau perkembangan status gizi) Intervensi PMT (darurat terbatas, terapi) Penyuluhan

PANGAN DAN GIZI


Prev. gizi kurang >15% atau 10-14,9% dng faktor pemburuk Paket umum dan PMT darurat terbatas utk balita, bumil, buteki dan lansia PMT terapi bagi penderita gizi buruk Prev. gizi kurang 10-14,9% atau 5-9,9% dng faktor pemburuk PMT darurat terbatas pd balita, bumil, buteki dan lansia PMT terapi bagi penderita gizi buruk Prev. gizi kurang <10% tanpa faktor pemburuk atau <5% dng faktor pemburuk Normal (pelayanan melalui yankes setempat) PMT terapi bagi penderita gizi buruk

Penanganan dan Keamanan Bahan Pangan


 Tdk di dpt penyebaran penyakit akibat lokasi pengelolaan pangan  Petugas pengelola memiliki pengetahun cukup  Pengendalian mutu  Batas kadaluwarsa min. 6 bln sesudah diterima  Ada prasarana penyimpanan yg memadai  Bhn makanan sesuai dng yg biasa dikonsumsi dan tdk bertentangan dng tradisi/agama  Makanan utk balita memenuhi syarat dlm hal rasa dan sesuai dng kemampuan cerna  Mudah diakses  Adanya upaya pendampingan bagi yg tdk mampu mengolah/makan sendiri

Kebutuhan rumah tangga : Tiap KK memiliki piranti pokok : 1 panci bertutup, 1 baskom, 1 pisau dapur, 2 sendok kayu Tiap org memiliki : 1 piring mkn, 1 sendok, 1 cangkir Tiap KK memiliki 2 alat pengambil air kapasitas 1-20 lt dan penyimpanan air tertutup ukuran 20 lt