Anda di halaman 1dari 9

Tiga Prinsip Pengambilan Gambar untu Berita Tv

well..w lagi males tidur dan males tidur..tapi mudah-mudahan jadi bisa bermanfaat tidak tidurnya gw malem ini..sebenernya ada rasa khawatir gw mengenai keberlangsungan anak - anak ilmu komunikasi di kampus gw yang baru..gw ga mau embel komunikasi tapi ga tau gimana caranya bikin atau memproduksi sebuah tayangan tv atau parahnya ga bisa make video cam recorder ato VCR..jadi mending kita sharing ok.. kalo yang udah berpengalaman dan kebetulan baca tolong tambahin yah atu benerin kek,,hehehe nah penjelasan gw mungkin tentang bagaimana wartawan tv kerja kita mulai dari kamera yang mereka pakai macam - macam dan jenis kamera kamera ada banyak macamnya, ada kamera foto ada juga kamera video nah gw pengen bahas kamera video ajah karena gw ga terlalu mahir motret. ada banyak jenis kamera video tapi bakal gw klasifikasikan berdasarkan jenis kaset atau tempat merekamnya si video ini : 1. HI-8

kamera hi8 nah itu tuh penampakan kameranya..kamera ini ukurannya gede dan udah jarang banget dipake sama wartawan karena ga praktis dan alat untuk mindahin data kaset ke komputer buat ngeditnya udah banyak ditinggalin sama tv jaman sekarang. namun pada masa jayanya kamera ini sempat jadi idola karena kualitasnya yang bagus dan mengurangi hand shaking atau gemetarnya tangan ketika pengambilan gambar. oh iya kamera ini kasetnya juga gede dan mahal jadi itulah alasannya kamera ini jarang yang make nih gambarnya

2. mini dv nah kamera ini yang paling laris digunakan para jurnalis video atau biasa disebut kontributor sama stasiun tv tempat mereka bekerja. mini dv adalah kaset yang digunakan oleh kamera kamera baik handycam maupun kamera besar..nah ukuran kaset yang kecil, murah dan kualitas yang mumpuni menjadikan kaset ini laris juga karena capturing atau pemindahan data kaset ke komputer lebih mudah dan cepat. nih gambar kasetnya

nah kalo kameranya bisa gede bisa kecil tergantung mau-maunya perusahaan yang bikin... nih contohnya

panasonic nv-gs75(ni kamera yang gw pake sekarang) atau kalo mau yang manteb bli ajah kamera yang kaya gini dan biasanya dipake sama kontributor yg banyak duitnya..hehehe

panasonic ag-dvx nah kalo di indonesia format digitalnya itu harus PAL bukan NTSC jadi kalo kebetulan punya rezeki bli kamera ini setting ke PAL dulu yah..baca ajah buku manual untuk cara settingnya.kamera mini dv biasanya susah cari yang baru jadi banyaknya second tapi kalo udah jadi kontributor tv nasional barang second ga masalah yang penting hasil gambarnya bagus. 3. memory card nah kalo jenis yang ini gw kurang ngerti tapi intinya sama kaya kamera dslr yang punya kartu memori buat nyimpen hasil gambar nah biasanya kamera ini juga punya.bahkan kamera jenis ini banyak yang menawarkan kualitas HD ato high definition tapi kalo di kantor gw kamera jenis ini ga kepake karena editor harus kerja dua kali buat ngerubah format digital menjadi format AVI di komputer. ni gambarnya

ok cukup untuk kamera sekarang kita beralih pada cara pengambilan gambar.. gw diajarin sama senior gw kalo untuk pengambilan gambar news atau berita prinsipnya cuma tiga yaitu : 1. long shot nah shoot ini berguna untuk menjelaskan suasana atau untuk gambaran pembuka. misalnya kalo lagi demo untuk pengambilan longshot usahakan kita berada di tempat yang bisa mengambil keseluruhan situasi misalnya di atas pohon atau di seberang jalan pokoknya harus kelihatan smua. kalo mau ngambil rumah ya harus keliatan dulu bentuk rumahnya semua itu namanya longshot nih contohnya.

2. medium shoot nah kalo yang ini adalah pengambilan gambar tengah 2 terlalu jauh jangan terlalu deket juga jangan.misalnya kalo kita ngambil gambar demo kita ambil sebagian jadi kelihatannya padet tapi ga terlalu deket. atau lebih gampangnya kalo orang kita mabil longshot itu keliatan dari kepala dari kaki nah medium shoot itu orang itu cuma keliatan sebatas pinggang ke kepala ato pinggang ke kaki..ni contohnya

medium shoot nah gambar di atas itu jika pengambilan gambarnya longshot maka akan diamil sampai kaki si pembicara atau juga bisa seluruh bagian podium terlihat,jadi maedium shot gunanya untuk lebih memfokuskan penonton agar melihat bagian - bagian gambar sehingga gambarnya bercerita contohnya gini ini gambar longshot

kita ga tau kan maksud si jurnalis apa nah kita ambil medium shot supaya penonton ngerti bagian gambar yang jadi ceritanya.. nah ini gambar medium shot nya

nah ternyata dia ingin menjelaskan bahwa siswa sedang memperhatikan sesuatu yang ada di depannya yaitu pelatihan jurnalistik pada gambar yang paling pertama tadi. 3. close up shoot nah ini lebih dikenal dengan detil gambar.misalnya kalo ngambil gambar rumah. longshotnya kan pasti rumah secara keseluruhan,mediumnya bagian - bagian rumah kaya pintu jendela dan sebagainya. nah detil atau close up itu untuk lebih menjelaskan gambar yang sudah diambil dengan tehnik medium shoot, misalnya nomor rumah atau kalo pintunya dibobol maling close upnya adalah bagian pintu yang rusak. contohnya adalah. long shoot

. nah gambar di atas nunjukin kalo ini adalah anggota paskibraka medium shoot

nah maksud medium shoot ini adalah gw pengen ngambil sosok komandan atau pimpinannya tapi gw butuh detil mukanya supaya penonton fokus. ketika narasi tayangan itu bilang gini.." bahwa rombongan paskibrak tersebut dipimpin oleh seorang siswa sma 8 yang bernama aji saka.." maka gambar yang muncul adalah close up

tapi hati2 kalo menggunakan tehnik ini usahakan untuk tidak goyang - goyang gambarnya, maka kalo memungkinkan sebisa mungkin jangan menggunakan fasilitas zoom kamera tapi deketin ajah objeknya,tapi kalo ga bisa maka boleh pake zoom dan tripod bisa membantu mengurangi gambar yang bergoyang akibat fasilitas zoom tersebut. ok itu prinsip mudahnya..gimana cara ngambil gambarnya.. kalo u semua punya hp yang ada fasilitas video recorder u bisa latihan caranya adalah u rekam apapun dengan longshot tahan selama sepuluh detik atau minimal 5 detik. lalu pause atau istilah kerennya cut. lalu ambil angle medium shoot setelah pas baru rekam kembali dan tahan selama lima detik sampai 10 detik.lalu kembali di cut. lalu ambil angle close up dan rekam lalu di cut.. ulangi ketiga tehnik tersebut dengan baik dan bercerita... misalnya kita mau ngambil tema orang nonton film harry potter di laptop maka gambarannya adalah seperti ini. long shot : ada orang lagi duduk di sebuah ruangan memegang laptop sambil sesekali mengetik medium shot : - gambar orang lagi megang laptop tampak depan -orang lagi megang laptop tampak belakang - ada laptop dan dibawahnya cover cd film close up shoot - muka orang dan ekspresinya - laptop dan layarnya - judul cover cd nya yaitu harry potter nah kalo itu udah diambil maka penonton bisa tahu kalo orang itu lagi ntn harry potter.

Teknik Pengambilan Gambar Berita di Televisi dan Maknanya Dalam media televisi, teknik pengambila gambar memiliki arti, nilai, dan definisi tersendiri. untuk camera angle / sudut pengambilan gambar memiliki empat komponen. Diantaranya adalah: 1. Normal angle/ eye level, menandakan kesamaan dan kesetaraan 2. High angle, menandakan kesendirian, tidak memiliki kekuatan, kurang dominasi dan kelemahan. 3. Low angle, menandakan dominasi, punya power atau kekuatan, dan dinamis 4. Canted angle, menandakan dinamis, exciting, dan kestabilan (Wurtzel and Acker, 1989, p.102&103) Di dalam buku (Selby&Cowdery, 1995), terdapat komponen-komponen lain dalam memakai kriteria-kriteria yang ada pada pengambilan gamar di televisi. Pada lensa, terdapat tiga jenis lensa: 1. Wide angle ,yang menandakan dramatis 2. Normal angle, manandakan normalitas keseharian 3. Narrow angle, menandakan keintiman Sedangkan pada fokus pengambilan gambar terdapat tiga komponen, yaitu: 1. Selective focus, untuk menarik perhatian khalayak dengan mengarahkan perhatian pada bagian tertentu 2. Soft focus, menandakan romantis dan nostalgia 3. Deep focus, menandakan pentingnya semua elemen dan semua unsur itu penting untuk diperhatikan Di dalam pencahayaan terdapat empat komponen, yaitu: 1. High key, menandakan kesenangan atau kebahagiaan 2. Low key, menandakan kesedihan 3. High contrast, menandakan teatrikal dan dramatis 4. Low contrast, menandakan dramatis dan realistik Kemudian, terdapat juga kriteria ukuran pengambilan gambar, diantaranya adalah: 1. Full shot, menandakan hubungan sosial 2. Long shot, menandakan jarak publik 3. Medium shot, menandakan hubungan personal dengan si subjek 4. Close up, menandakan keintiman 5. Big close-up, menandakan emosi, dramatis, dan kejadian penting Selain itu, ada juga kode sinematik yang memiliki enam komponen: 1. Pan (left and right), berarti mengikuti sambil mengamati 2. Tilt (up and down), berarti juga mengikuti dan mengamati 3. Fade in, berarti memulai 4. Fade out, berarti mengakhiri 5. Zoom in, yang menandakan observasi 6. Zoom-out, menandakan konteks