Anda di halaman 1dari 2

Disdik Siapkan PPDB Gelombang II *Hari Ini Tes Skolastik BOJONEGORO - Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro segera melakukan

koordinasi dengan sekolah-sekolah yang pagunya tidak terpenuhi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada 1-4 Juli. Koordinasi dilakukan sekaligus sebagai evaluasi terhadap pelaksanaan PPDB. Karena, disdik merencanakan membuka PPDB gelombang II untuk memenuhi pagu siswa pada sekolah negeri di Bojonegoro. Nanti ada (PPDB) gelombang dua, ujar Kepala Disdik Husnul Khuluq kemarin (5/7). Hanya, lanjut dia, mekanisme PPDB gelombang kedua masih akan dirapatkan dengan pihakpihak terkait. Termasuk kepala sekolah masing-masing. Karena itu, dia belum bisa menjelaskan banyak terkait pelaksanaan PPDB gelombang kedua. Pelaksanaan PPDB gelombang kedua sebenarnya sudah tertuang dalam surat keputusan Kepala Disdik Kabupaten Bojonegoro nomor 800/3963/412.40/2013. SK tersebut tentang Panduan PPDB dengan Sistem Online dan Offline pada SMP, SMA, dan SMK negeri tahun pelajaran 2013/2014. Pada pasal 12 SK kepala disdik dijelaskan, jadwal PPDB untuk pendaftaran gelombang kedua jenjang SMP, SMA, dan SMK dilaksanakan pada 10-11 Juli. Sedangkan PPDB gelombang pertama pada 1-4 Juli. Sementara itu, hingga penutupan PPDB 4 Juli lalu, masih ada ratusan bangku di belasan sekolah negeri di Bojonegoro, yang kosong. Di antaranya, SMAN 3 Bojonegoro, dari pagu 227, pendaftarnya hanya 160 siswa. Sehingga bangku kosongnya 67. Di bangku SMKN, yang belum terpenuhi pagunya antara lain SMKN 1 Bojonegoro. Tapi jumlahnya hanya sedikit. Dari pagu 512 siswa, pendaftarnya 508. Sedangkan di SMKN 1 Dander, dari pagu 288 ternyata pendaftarnya hanya 146. Pagu tidak terpenuhi juga terjadi pada jenjang SMP. Di antaranya SMPN 6 Bojonegoro. Dari pagu 224, yang mendaftar 160 siswa. Kemudian, SMPN 1 Kapas, dari pagu 224, pendaftarnya 140. Serta, SMPN Model Terpadu, dari pagu 128, pendaftarnya hanya 73. ( selengkapnya baca grafis). Sementara itu, proses PPDB kini mulai memasuki tahap tes bakat skolastik. Tes yang berfungsi untuk mengetahui bakat dan kemampuan anak didik di bidang keilmuan ini digelar hari ini (6/7). Wakil Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Nuswantoro mengharapkan disdik bisa menyelenggarakan PPDB dengan profesional. Khususnya pada tes skolastik. Sebab, bagi sekolah yang pendaftarnya melebihi pagu tentu ada persaingan antarpendaftar. Harus profesional, sebab ini (PPDB) merupakan kebutuhan masyarakat, tuturnya. Karena itu, politisi PDI Perjuangan ini pun menyatakan, pihaknya akan terus memantau proses penyelenggaraan PPDB. Sehingga, jika nanti ada laporan dari masyarakat, dewan akan menindaklanjutinya. Terkait warning DPRD, Kepala Disdik Husnul Khuluq mengatakan, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin agar pelaksanaan PPDB berjalan profesional. Sehingga, dalam pendistribusian soal-soal tes skolastik pun ada pengawalan dari pihak kepolisian. Sangat terjaga sebab langsung didampingi oleh petugas kepolisian, tuturnya. Soal-soal tes skolastiknya sendiri kemarin sudah tiba di kantor disdik. Keberadaannya saat ini dijaga pihak kepolisian. Sesuai rencana, pagi ini masing-masing sekolah akan mengambil naskah soal. Kemudian, soal-soal akan dikerjakan oleh peserta didik yang mendaftar di sekolah tersebut.

Khuluq menjamin tak ada permainan dalam proses tes skolastik. Sebab, usai dikerjakan, naskah soal akan langsung dibawa menuju sekretariat dan dikoreksi dengan proses scan. Kemudian, hasilnya digabungkan dengan item lainnya. Yakni, nilai ujian nasional dan prestasi non akademik. Para petugas sudah kami sumpah, tutur pejabat asal Gresik itu. Diketahui, soal-soal untuk tes skolastik jenjang SMA/SMK ada 100 butir, dengan pilihan lima jawaban. Jika benar skornya empat, salah minus satu, dan tidak menjawab skornya nol. Total skor maksimum 400 dan waktunya 120 menit. Sedangkan untuk jenjang SMP, jumlah soalnya 90 butir, dengan empat pilihan jawaban. Bila jawaban benar, skornya tiga. Tapi, jika jawabannya salah, skornya minus satu. Dan tidak menjawab skor 0. Dengan total skor maksimal 270, dan durasi waktunya 120 menit. Dari Tuban, memasuki hari kelima PPDB secara online kemarin, masih banyak sekolah negeri yang pagunya belum terpenuhi. Data Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tuban hingga pukul 15.00 kemarin menyebutkan, dari 17 sekolah jenjang SMA yang mengikuti PPDB online, hanya empat yang pagunya terpenuhi. Yakni, SMAN 3 Tuban, SMAN 1 Rengel, dan SMAN 1 Jatirogo. Sedangkan untuk jenjang SMKN, dari sembilan SMKN yang ikut PPDB online, ternyata hanya satu dari semua pagu jurusan yang terpenuhi. Yakni, SMKN 1 Jatirogo. Sementara SMKN lainnya, masih ada sejumlah jurusan yang pagunya belum terpenuhi. Misalnya, di SMKN 1 Tuban ada satu jurusan teknik konstruksi yang pagunya belum terpenuhi. Kemudian, SMKN 1 Singgahan ada satu jurusan busana butik yang belum terpenuhi, dan SMKN 1 Rengel, juga satu jurusan busana butik yang belum terpenuhi. Untuk SMKN lainnya masih banyak pagu jurusan yang belum terpenuhi. Tak hanya dari jenjang SMA dan SMK negeri. Dari 28 sekolah SMP yang ikut PPDB online, hanya 13 sekolah yang pagunya terpenuhi. Kepala Disdikpora Tuban Sutrisno mengatakan, masih banyaknya sekolah yang pagunya belum terpenuhi, kemungkinan besar karena masih ada hari terakhir, yakni hari ini. Oleh karena itu, dia memerkirakan hari ini pendaftarnya akan membeludak. Pendaftaran berakhir sampai besok (hari ini) dan kemungkinan sejumlah sekolah yang pagunya belum terpenuhi akan terpenuhi, katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin di ruang kerjanya. Disinggung jumlah siswa luar daerah yang masuk Tuban, Sutirno tidak bisa merincinya. Namun, berdasarkan surat rekomendasi yang sudah dikeluarkan disdikpora, jumlahnya mencapai 600 lebih. Terkait tes skolastik, Sutrisno menjelaskan, Tuban tidak menerapkannya. Sehingga, setelah siswa mendaftar, pihak sekolah akan meloloskan para siswa sesuai dengan skor yang diambilkan. Rinciannya, 60 persen nilai ujian nasional, 30 persen dari nilai rapor, dan 10 persen dari akademis dan nonakademis seperti piagam dan sebagainya. Tes skolastik itu kan kewenangan tiap kabupaten masing-masing. Dan di Tuban tak ada tes skolastik, tandasnya. (aam/tok/fiq) Tuban Tak Ada Tes Skolastik NURCHOLISH/RDR.BJN DISIMPAN: Soal tes skolastik yang akan diujikan pada hari ini masih disimpan dan dijaga oleh petugas kepolisian.