Anda di halaman 1dari 5

HERNIA PADA BAYI DAN ANAK : APA YANG AKAN DILAKUKAN Dr.

I Nyoman Sukerena Spesialis Bedah Anak Hernia pada bayi dan anak dapat terjadi pada beberapa bagian tubuhnya, antara lain di pelipatan paha, umbilikus atau pusar dan sekat rongga dada dan perut disebut diafragma serta bagian-bagian lainnya. Yang umum terlihat langsung adalah hernia pada umbilikus atau pusar, serta hernia pada pelipatan paha karena dapat langsung ke kantung buah pelir. Pada dasarnya hernia pada bayi dan anak-anak terdapat perbedaan cara terjadinya dengan hernia orang dewasa dan orang tua. Pada bayi dan anak hernia terjadi karena tidak tertutupnya beberapa lubang yang pernah ada semasa bayi dalam kandungan, sebelum atau sesudah bayi lahir seharusnya lubang-lubang tersebut menutup, namun pada bayi dan anak yang mengalami hernia hal ini tidak terjadi. Hernia pada bayi dan anak seringkali tidak memberikan keluhan sebelum terjadi komplikasi. Umumnya adanya benjolan di tempat tempat tersebut seringkali tidak mendapatkan perhatian dari orang tua bayi dan anak karena tidak menimbulkan keluhan dan masalah untuk bayi dan anak tersebut, kecuali orang tua yang sangat sensitif dan sangat perhatian pada bayi dan anaknya Keluhan yang paling sering dari orang tua pasien terlihat dan teraba adanya benjolan pada umbilikus (pusar) atau pelipatan paha maupun kantong buah pelir pada laki-laki. Hernia pelipatan paha umumnya diketahui orang tua pasien setelah benjolannya besar dan memberikan rasa sakit pada bayi dan anak tersebut. Gejala lainnya timbul berupa sakit atau nyeri pada daerah terjadinya hernia akibat terjepitnya isi kantong hernia tersebut. Jika yang terjepit usus, maka gejala yang terlihat lebih hebat berupa muntah, perut kembung, gangguan berak dan lain-lainnya. Pada bayi dan anak wanita seringkali yang terjepit di dalam kantung hernia adalah indung telurnya sehingga bayi dan atau anak, tampak kesakitan bahkan dapat mengalami syok karena rasa sakitnya.. Hernia umbilikus yang tanpa komplikasi umumnya dapat tertutup sendiri pada usia anak lebih besar, sekitar usia 2 5 tahun, namun selama itu pusar atau umbilikus akan kelihatan menonjol besar sehingga secara kosmetis orang tua pasien menganggap itu suatu masalah. Pengobatan pada hernia umbilikalis dengan pembedahan diperlukan jika lubang yang terjadi 2 cm atau lebih, karena tidak mungkin akan menutup sendiri. Atau jika hernia

tidak menutup sampai anak usia sekolah maka pembedahan dapat direncanakan lebih awal. Hernia pelipatan paha, pembedahan merupakan terapi yang terbaik, begitu hernia ini telah ditegakkan diagnosisnya. Kalau hernia ini mengalami komplikasi terjadi tanda-tanda terjepitnya isi kantong hernia maka pembedahan harus dilakukan segera dengan persiapan minimal untuk menyelamatkan organ yang terjepit dalam kantong hernia. Risiko pembedahan segera ini akan meningkat, karena akan timbul beberapa risiko dari segi pembedahan dan pembiusan. Dengan demikian jika terdapat hernia pada pelipatan paha bayi dan anak-anak, pembedahan berencana sudah harus dipersiapkan tanpa memperhatikan usia dan berat badan bayi dan atau anak, karena pembedahannya sendiri merupakan tindakan untuk memutus hubungan rongga perut dengan kantong hernia. Yang menjadi pertimbangan hanya apakah pembiusan umum dapat dilakukan terhadap bayi dan anaktersebut. Pada anak yang lebih dari usia 1 tahun jika kondisi pasien, fasilitas rumah sakit memungkinkan maka pembedahan tanpa rawat inap dapat dilakukan untuk hernia pelipatan paha. Pengobatan hernia pada bayi dan anak-anak sekarang ini karena fasilitas dan tenaga untuk pembedahan dan pembiusan umum telah tersedia maka dapat dilakukan pada usia yang lebih dini dengan tetap memperhatikan dan mempertimbangkan syarat-syarat pembedahan dengan pembiusan umum. Keterlambatan atau penundaan pembedahan akan memberikan risiko teknis pembedahan menjadi lebih sulit dan kemungkinan terjadi komplikasi terutama pada hernia pelipatan paha dan hernia kantung buah pelir pada bayi dan anak laki-laki, berupa terjepitnya isi kantong hernia dengan segala konsekwensinya. Dengan demikian saran dan anjuran kami, jika bayi dan anak anda terlihat atau teraba ada benjolan di daerah pusar, lipatan paha sebaiknya dikonsultasikan ke tempat pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penilaian dan penjelasan lebih lanjut, dan mencegah keterlambatan dalam penanganan dan terjadinya komplikasi. Denpasar, Januari 2003

HERNIA PADA BAYI DAN ANAK : APA YANG AKAN DILAKUKAN Dr. I Nyoman Sukerena Spesialis Bedah Anak
Hernia pada bayi dan anak dapat terjadi pada beberapa bagian tubuhnya, antara lain di pelipatan paha, umbilikus atau pusar dan sekat rongga dada dan perut disebut diafragma serta bagian-bagian lainnya. Yang umum terlihat langsung adalah hernia pada umbilikus atau pusar, serta hernia pada pelipatan paha karena dapat langsung ke kantung buah pelir. Pada dasarnya hernia pada bayi dan anak-anak terdapat perbedaan cara terjadinya dengan hernia orang dewasa dan orang tua. Pada bayi dan anak hernia terjadi karena tidak tertutupnya beberapa lubang yang pernah ada semasa bayi dalam kandungan, sebelum atau sesudah bayi lahir seharusnya lubang-lubang tersebut menutup, namun pada bayi dan anak yang mengalami hernia hal ini tidak terjadi. Hernia pada bayi dan anak seringkali tidak memberikan keluhan sebelum terjadi komplikasi. Umumnya adanya benjolan di tempat tempat tersebut seringkali tidak mendapatkan perhatian dari orang tua bayi dan anak karena tidak menimbulkan keluhan dan masalah untuk bayi dan anak tersebut, kecuali orang tua yang sangat sensitif dan sangat perhatian pada bayi dan anaknya Keluhan yang paling sering dari orang tua pasien terlihat dan teraba adanya benjolan pada umbilikus (pusar) atau pelipatan paha maupun kantong buah pelir pada laki-laki. Hernia pelipatan paha umumnya diketahui orang tua pasien setelah benjolannya besar dan memberikan rasa sakit pada bayi dan anak tersebut. Gejala lainnya timbul berupa sakit atau nyeri pada daerah terjadinya hernia akibat terjepitnya isi kantong hernia tersebut. Jika yang terjepit usus, maka gejala yang terlihat lebih hebat berupa muntah, perut kembung, gangguan berak dan lain-lainnya. Pada bayi dan anak wanita seringkali yang terjepit di dalam kantung hernia adalah indung telur sehingga bayi dan atau anak, tampak kesakitan bahkan dapat mengalami syok karena rasa sakit. Hernia umbilikus yang tanpa komplikasi umumnya dapat tertutup sendiri pada usia anak lebih besar, sekitar usia 2 5 tahun, namun selama itu pusar atau umbilikus akan kelihatan menonjol besar sehingga secara kosmetis orang tua pasien menganggap itu

suatu masalah. Pengobatan pada hernia umbilikalis dengan pembedahan diperlukan jika lubang yang terjadi ukurannya 2 cm atau lebih, karena tidak mungkin akan menutup sendiri. Atau jika hernia tidak menutup sampai anak usia sekolah maka dapat dilakukan pembedahan berencana. Hernia pelipatan paha, pembedahan merupakan terapi yang terbaik, begitu hernia ini telah ditegakkan diagnosisnya. Kalau hernia ini mengalami komplikasi terjadi tandatanda terjepitnya isi kantong hernia maka pembedahan harus dilakukan segera dengan persiapan minimal untuk menyelamatkan organ yang terjepit dalam kantong hernia. Risiko pembedahan segera ini cukup tinggi, baik risiko dari segi pembedahan maupun pembiusan. Dengan demikian jika terdapat hernia pada pelipatan paha bayi dan anakanak, pembedahan berencana sudah harus dipersiapkan tanpa memperhatikan usia dan berat badan bayi dan atau anak, karena pembedahannya sendiri merupakan tindakan untuk memutus hubungan rongga perut dengan kantong hernia. Yang menjadi pertimbangan, apakah pembiusan umum dapat dilakukan terhadap bayi dan anaktersebut. Pada hernia pelipatan paha anak dengan usia lebih dari 1 tahun jika kondisi pasien, fasilitas rumah sakit memungkinkan dapat dilakukan pembedahan tanpa rawat inap. Pembedahan hernia pada bayi dan anak-anak sekarang ini telah dapat dilakukan, karena fasilitas dan tenaga untuk pembedahan dan pembiusan umum telah tersedia maka dapat dilakukan pada usia yang lebih dini dengan tetap memperhatikan dan mempertimbangkan syarat-syarat pembedahan dengan pembiusan umum. Keterlambatan atau penundaan pembedahan akan memberikan risiko teknis pembedahan menjadi lebih sulit dan kemungkinan terjadi komplikasi terutama pada hernia pelipatan paha dan hernia kantung buah pelir pada bayi dan anak laki-laki, berupa terjepitnya isi kantong hernia dengan segala konsekwensinya. Beberapa kasus hernia pelipatan paha, sering dikelirukan dengan hidrokel suatu benjolan di daerah pelipatan paha atau kantong buah pelir akibat penumpukan cairan yang dapat berasal dari rongga perut. Hidrokel ini karena isinya cairan, umumnya akan diserap secara perlahan sehingga benjolan di daerah itu menghilang pada usia tertentu. Jika hidrokel ini menetap atau membesar dengan cepat maka tindakan pembedahan untuk

memutus hubungan antara rongga perut dengan kantong hidrokel harus dilakukan agar tidak terjadi pengaruh lain terhadap perkembangan buah pelir bayi dan anak. Dengan demikian kami sarankan dan anjurkan, jika bayi dan anak anda terlihat atau teraba ada benjolan di daerah pusar, lipatan paha sebaiknya dikonsultasikan ke tempat pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penilaian dan penjelasan lebih lanjut, dan mencegah keterlambatan dalam penanganan dan terjadinya komplikasi. Denpasar, Januari 2003