Anda di halaman 1dari 3

Indonesia Malaysia- Singapura 10-18 November 2013

Indonesia diambang kehancuran. Sepuluh tanda kehancuran suatu bangsa semuanya sudah nampak nyata terjadi di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah meningkatnya kekerasan di kalangan remaja, penggunaan bahasa & kata-kata yang memburuk, pengaruh kesetiaan remaja yang kuat dalam tindak kekerasan, meningkatnya perilaku merusak diri seperti narkoba, alkohol & sex bebas, dan makin kaburnya pedoman moral baik & buruk. Indonesia mengalami krisis multi dimensi dengan kerusakan bangsa dan negara yang menyeluruh, sehingga dikhawatirkan akan menjadi bangsa terbelakang dan halaman belakang di kawasan Pacific Rims. Bahkan, hasil Riset The Fund for Peace dan majalah Foreign Policy, menyatakan bahwa Indonesia saat ini berada di urutan 63 Indeks Negara Gagal (Failed State Index) 2012. Pergantian pemerintahan, perubahan model kepemimpinan, tak membuahkan hasil yang berarti. Dibutuhkan konsep kepemimpinan transformasional untuk menyelamatkan Indonesia dari kehancuran sistemik. Latihan Kepemimpinan dan Manajemen tingkat Akhir (LKMA) adalah bagian dari program pembinaan kesiswaan SMAIT Insantama. Program ini merupakan salah satu upaya mempersiapkan siswa Insantama menjadi orang-orang yang akan membawa Indonesia dan dunia menuju perubahan besar yang lebih baik. LKMA merupakan pembelajaran kepemimpinan yang terkonsep sebagai program lanjutan dari LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) 0 Be The Best not Be Asa, LDK I Taklukkan Cianjur!, dan LKMM (Latihan Kepemimpinan dan Manajemen tingkat Menengah) Problem Solving Masyarakat Desa yang diadakan di tahun pertama dan kedua. Dalam LDK, para siswa dilatih untuk belajar mengenali dan memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk membangun kualitas sikap mental kepemimpinan dan membangun kerjasama tim. Sedangkan dalam LKMM, para siswa diasah untuk peka terhadap lingkungan dengan belajar menganalisis kelemahan, kekuatan, potensi, dan peluang yang dimiliki oleh lingkungan sekitarnya.

LKMA sebagai program pembinaan kesiswaan lanjutan LDK dan LKMM tahun ini akan dilaksanakan di dua negara, yaitu Malaysia dan Singapura. Program ini akan dilaksanakan selama 9 hari, terhitung sejak tanggal 10-18 November 2013. Diikuti oleh 38 orang siswa kelas XII SMAIT Insantama dan 9 orang pendamping yang terdiri dari perwakilan Yayasan Insantama Cendikia, Wakil Kepala Sekolah, para guru, dan perwakilan orang tua siswa yang tergabung dalam Forum Orangtua Siswa (FOSIS). Kegiatan ini dilaksanakan untuk meraih empat tujuan, yaitu: 1) melatih penerapan konsep kepemimpinan transformasional, 2) mengkaji konsep dan praktek kepemimpinan dan manajemen yang diterapkan di berbagai institusi yang dikunjungi di Malaysia dan Singapura, 3) menjalin persahabatan antara siswa Indonesia dengan Malaysia dan Singapura serta tukar menukar informasi tentang perkembangan dunia kesiswaan di ketiga negara, serta 4) menjalin hubungan institusional antara SMAIT Insantama dengan institusi yang dikunjungi di Malaysia dan Singapura. Malaysia dan Singapura dinilai sangat layak untuk dijadikan negara tujuan dalam rangka mempelajari dan membandingkan konsep dan praktek konsep kepamimpinan dan manajemen. Malaysia merupakan satu dari beberapa negara yang nyaris tidak terkena dampak krisis dunia. Sedangkan Singapura adalah negara kota terkecil di Asia Tenggara yang memiliki peran strategis dalam perdagangan ASEAN bahkan dunia. Dalam kegiatan ini peserta dituntut untuk mampu membandingkan antara konsep kepemimpinan yang diterapkan di 3 negara ini, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Sebelum pelaksanaan LKMA ke Malaysia dan Singapura, siswa SMAIT Insantama sudah melaksanakan kegiatan pendahuluan sebagai simulasi di beberapa universitas di kawasan Bandung. Simulasi dilakukan selama 3 hari, terhitung sejak tanggal 21-24 Mei 2013 di UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), UNPAD (Universitas Padjajaran), dan ITB (Institut Teknologi Bandung). Pada kegiatan pendahuluan ini, siswa sudah mempelajari sistem manajemen dan kepemimpinan yang ada di masing-masing institusi yang

dikunjungi. Hal ini juga menjadi salah satu bekal pembelajaran dan perbandingan system kepemimpinan dan manajemen di 3 negara saat LKMA dilangsungkan. Institusi yang akan dikunjungi selama kegiatan LKMA antara lain Universitas (University of Malaya, Universiti Teknologi Malaysia, Universiti Kebangsaan Malaysia, International Islamic University Malaysia, National University of Singapore), Masjid (Masjid Negara, Masjid Besi Putrajaya), Majlis Ugama, Boarding School, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia dan Singapura. Selama kegiatan LKMA, para peserta belajar mengenai praktek manajemen even selama 11 bulan tahap persiapan. Dilanjutkan dengan melakukan kunjungan dan diskusi mengenai dunia kesiswaan dan pendidikan, komparasi kepemimpinan dan manajemen di Malaysia, Singapura, dan Indonesia, serta mengikuti pelatihan kepemimpinan dan manajemen di institusi yang dikunjungi di ketiga negara. Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersedia membantu keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini. Semoga hasil Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Tingkat Akhir ini, sebagai upaya aktif Siswa SMAIT Insantama dalam meningkatkan kompetensi dan perannya dalam konteks pembangunan sumberdaya manusia nasional, dapat bermanfaat bagi pengembangan pembinaan kesiswaan di SMAIT Insantama khususnya dan di Indonesia umumnya. Kegiatan ini juga membawa manfaat yang besar bagi terpeliharanya hubungan silaturahmi ketiga negara. Semoga Allah Swt meridlai langkah kami. Amin. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Sdr. Afifuddin Al-Fakkar (085810844437)/Abduh Daymu (081617272759).