Anda di halaman 1dari 13

Home

Portal

Gallery Calendar Search Query


Go

FAQ

Search

Display results as :

Posts

Topics

Memberlist

Advanced Search Usergroups Register

Log in Share | Actions ! Actions ! View posts since last visit View your posts View unanswered posts Topic being watched Add to your favourites Send to a friend Copy BBCode URL Print this page

Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN

Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan


Goto page : 1, 2, 3, 4, 5, 6 Author gitahafas Moderator Message Subject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Thu Aug 26, 2010 6:56 am 7 FAKTOR YANG BIKIN ORANG BUDEK Merry Wahyuningsih - detikHealth - Kamis, 24/06/2010 07:48 WIB Jakarta, Telinga merupakan indera yang penting bagi tubuh dan kelangsungan hidup. Namun, secara tidak sadar orang melakukan

kegiatan yang dapat membahayakan indera pendengarannya. Apa Number of posts: 6574 saja faktor yang bisa bikin orang budek? Seperti dilansir dari Age: 52 ABCNews, Kamis (24/6/2010), berikut 7 faktor yang bisa merusak Location: Jakarta dan membuat telingan budek: Registration date: 2008-09-30 1. Ear bud atau ear phone pada pemutar musik (music player) Ear bud membuat suara menjadi lebih keras, sehingga untuk waktu lama dapat memekakkan telinga. Selain itu, ear bud juga membuat perubahan dalam sistem pendengaran. Bila orang terbiasa mendengarkan suara dari ear bud yang dekat dan keras, maka besar kemungkinan ia sulit mendengarkan suara pada level normal atau lembut. 2. Mobil terbuka (openkap) Mengendarai mobil openkap membuat orang harus mendengar suara dengan level 88-90 Decibel (Db). Sebagai perbandingan, percakapan normal berada kisaran 50 Db, jalan lalu lintas sekitar 70 Db, mesin pemotong rumput sekitar 90 Db. Paparan berulang dari suara di atas 85 Db diketahui dapat menyebabkan kehilangan pendengaran permanen. 3. Obat-obatan Salah satu efek samping yang kurang dikenal dari beberapa jenis obat, seperti obat nyeri, antibiotik tertentu dan obat kemoterapi berbasis platinum, adalah gangguan pendengaran. 4. Rokok Satu pembuluh darah melayani koklea, yaitu organ telinga bagian dalam. Nikotin, vasokonstriktor yang menyebabkan pembuluh darah sedikit menyusut, dapat memiliki dampak yang luar biasa pada kapiler kecil yang melayani telinga. 5. Pekerjaan Bidang pekerjaan seperti musisi, buruh pabrik, pekerja konstruksi dan pemadam kebakaran adalah beberapa orang yang berisiko tinggi untuk terpapar konstan terhadap suara keras. 6. Diabetes Diabetes dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke telinga. Pembuluh darah sempit atau abnormal akibat diabetes dapat mencegah darah mencapai koklea, juga dapat mencegah proses pembersihan racun. Ini memiliki potensi untuk merusak sel-sel lembut di dalam telinga. 7. Anemia sickle cell Orang dengan anemia sickle cell sering mengalami kelelahan dan sakit karena sel-sel darah merahnya cacat yang berbentuk sabit tidak bulat. Padahal aliran darah normal penting untuk mencapai telinga. (mer/ir)

_________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Subject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Thu Aug 26, 2010 6:56 am EARPHONE Kebiasaan mendengarkan musik dengan alat yang langsung disumpalkan ke telinga ( earphone ) bisa mengganggu pendengaran bahkan menyebabkan tuli. Number of posts: 6574 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Bunyi yang dapat mengganggu pendengaran adalah bunyi yang memiliki intensitas tinggi ( bising ). Dengan memakai earphone maka semua intenstas bunyi suara musik langsung masuk kedalam telinga tanpa sedikitpun berkurang intensitasnya. Musik dari earphone rata rata menghasilkan intensitas suara sedikitnya 90 desibel. Berdasarkan peraturan yang berlaku, seseorang hanya diperbolehkan menerima energi suara maksimal 85 dB secara terus menerus maksimal 8 jam atau 48 jam seminggu. Suara dengan intensitas tinggi bila diperdengarkan tanpa aturan, akan menyebabkan penurunan pendengaran bahkan ketulian karena rusaknya sel sel rambut luar di rumah siput. Kerusakan sel sel rambut menyebabkan terganggunya proses mendengar. Akibatnya terjadi penurunan fungsi pendengaran. Pada awalnya penurunan fungsi pendengaran bersifat sementara, tetapi bila paparan bising berlangsung terus untuk waktu yang lama, maka kerusakan akan permanen. Ketulian akibat kebisingan atau intensitas bunyi yang tinggi sulit untuk disembuhkan. Hal ini dikarenakan terjadinya kerusakan di rumah siput ( koklea ). Satu satunya cara agar dapat mendengar lagi adalah dengan pemakaian alat bantu dengar. Sumber: Prof. DR. Dr. Jenny Bashiruddin Sp.THT ( K ) _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Subject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Thu Aug 26, 2010 6:57 am MENGENALI SUARA BISING YANG BERBAHAYA Kamis, 29 April 2010 | 11:12

KOMPAS.com Di sekitar kita, selalu saja ada suara yang terdengar. Bila suara itu dirasa sudah mengganggu kenyamanan atau mengganggu kegiatan sehari-hari, maka biasanya suara itu disebut suara bising. Terpapar keras dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan gangguan pendengaran yang menetap dan tidak dapat Number of posts: 6574 dipulihkan. Kerasnya bunyi (intensitas suara) diukur dengan satuan Age: 52 desibel (db), sedangkan pitch (frekuensi) suara diukur dengan hertz Location: Jakarta (Hz). Rusaknya pendengaran biasanya ditentukan oleh faktor-faktor Registration date: seperti kekerasan, pitch, dan lamanya paparan. 2008-09-30 Mereka yang bekerja di lingkungan bising diwajibkan memakai pelindung pendengaran, seperti earmuffs, penutup telinga, atau earplugs (penyumbat telinga). Ini terutama jika pekerja terpapar bising dengan kekuatan rata-rata lebih dari 90 db selama 8 jam sehari. Suara bising tidak hanya terdapat di tempat kerja. Bising yang berbahaya juga dapat terjadi di rumah atau di tempat rekreasi. Berikut sumber bunyi yang sering kita dengar dan besarnya desibel: Bisikan = 30 db Bercakap-cakap biasa = 60 db Dering telepon = 80 db Mesin pemotong rumput = 90 db Pengering rambut = 90 db Buldoser = 105 db Gergaji listrik = 110 db Sirine ambulans = 120 db Mesin pesawat jet saat take off = 140 db Tembakan senapan = 165 db _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Subject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Tue Aug 31, 2010 8:13 pm

POLUSI SUARA BISA MEMATIKAN Selasa, 31 Agustus 2010, 14:53 WIB Pipiet Tri Noorastuti, Mutia Nugraheni VIVAnews - Jangan sepelekan suara bising yang sering Anda dengar. Tanpa disadari suara-suara bising seperti knalpot motor, mesin mobil, atau klakson bisa memicu level stres yang tinggi. Number of posts: 6574 Polusi suarasemacam itu bisa memicu masalah kesehatan serius. Age: 52 Menurut badan kesehatan dunia (WHO), selalu mendengar polusi Location: Jakarta suara bisa meningkatkan risiko serangan jantung. Hati-hati juga Registration date: dengan paparan polusi suara sebesar 67 hingga 70 desibel (sama 2008-09-30 dengan polusi suara saat macet), karena memicu tekanan darah tinggi.

Penelitian pada pasien serangan jantung di 32 rumah sakit yang berbeda di Berlin menemukan, kebisingan lingkungan meningkatkan risiko serangan jantung tiga kali lipat pada wanita, dan 45 persen pada pria. Secara keseluruhan, masyarakat yang tinggal di daerah lalu lintas yang sibuk berisiko 46 persen lebih tinggi terkena serangan jantung dibandingkan mereka yang tinggal di daerah tenang. Polusi suara bisa memicu serangan jantung karena menimbulkan stres tingkat tinggi. Hal ini membuat hormon stres atau kortisol yang diproduksi lebih banyak dan membuat peningkatan denyut jantung, tekanan darah, dan lipid darah. Orang yang sudah memiliki penyakit jantung dapat sangat berisiko, dan kebisingan bisa menyebabkan perubahan irama jantung. Jika Anda selalu terpapar polusi suara, sebaiknya gunakan pelindung telinga. Anda bisa menggunakan ear plug atau flat attenuator. Alat tersebut biasa digunakan oleh teknisi musik saat menyiapkan konser. (pet) VIVAnews _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Subject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Mon Oct 04, 2010 7:44 pm

PERTAMA DIDUNIA, PENANGKAL VERTIGO DITANAM DI KEPALA Minggu, 24/10/2010 13:07 WIB AN Uyung Pramudiarja detikHealth Washington, Gangguan keseimbangan yang dicirikan dengan vertigo atau kepala pusing seperti melayang kini tidak lagi butuh obat. Untuk Number of posts: 6574 pertama kalinya, ilmuwan Amerika berhasil menanamkan teknologi Age: 52 penangkal vertigo secara permanen di dalam kepala. Jumat lalu Location: Jakarta (22/10/2010), seorang pria asal Washington yang tidak disebutkan Registration date: namanya menjalani operasi penanaman alat yang dinamakan 2008-09-30 vestibular prosthesis di kepalanya. Pria berusia 56 tahu itu adalah penderita Meniere's disease, sejenis gangguan keseimbangan pemicu vertigo. Alat berbentuk microchip yang tertanam di dalam kepala itu dikendalikan secara nirkabel dengan perangkat mini yang dipasang di belakang telinga. Bisa diaktifkan kapanpun saat serangan vertigo terjadi dan akan mempengaruhi pusat keseimbangan yang terletak di telinga. "Alat ini sebenarnya hanya untuk mengalihkan gejala. Tidak untuk menyembuhkan, hanya mengurangi vertigo hingga penyakit sesungguhnya berhasil disembuhkan," ungkap Dr James Phillips,

salah satu dokter dari University of Washington yang merancang alat tersebut dalam 4 tahun terakhir. Untuk benar-benar menyembuhkan, biasanya dokter akan melakukan operasi terhadap memberan telinga yang mengalami kerusakan. Langkah ini dapat mengatasi vertigo untuk selamanya, namun kadang-kadang mengorbankan fungsi pendengaran sehingga pasien menjadi agak tuli. Dikutip dari ScienceDaily, Minggu (24/10/2010), Meniere's disease merupakan gangguan keseimbangan yang menyebabkan penderitanya mengalami pusing dan mual muntah. Kepala terasa melayang atau vertigo serta telinga berdenging atau tinnitus merupakan gejala khas dari penyakit ini. Di Amerika, Meniere's disease umumnya menyerang orang dewasa usia 30 hingga 50 tahun. Meski kebanyakan hanya menyerang telinga kiri atau kanan saja, 30 persen penderita mengalami gangguan ini di kedua telinga sekaligus. _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !

Last edited by gitahafas on Sat Nov 20, 2010 10:00 am; edited 1 time in total gitahafas Moderator Subject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Yesterday at 7:32 pm

GEJALA KANKER NASOFARING MIRIP FLU BIASA Selasa, 23/11/2010 15:33 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Di Indonesia kanker nasofaring (bagian atas faring atau tenggorokan) merupakan kanker terganas nomor 4 setelah kanker rahim, payudara dan kulit. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari gejala kanker ini, karena gejalanya hanya seperti gejala Number of posts: 6574 flu biasa. Kanker nasofaring atau dikenal juga dengan kanker THT Age: 52 adalah penyakit yang disebabkan oleh sel ganas (kanker) dan Location: Jakarta terbentuk dalam jaringan nasofaring, yaitu bagian atas faring atau Registration date: tenggorokan. Kanker ini paling sering terjadi di bagian THT (telinga 2008-09-30 hidung tenggorokan), kepala serta leher. Di Indonesia, kanker nasofaring merupakan keganasan yang menduduki peringkat terbanyak bidang Telinga, Hidung, Tenggorokan (THT), serta menduduki peringkat ke-4 dari seluruh keganasan, setelah kanker rahim, payudara dan kulit. "Tapi kanker ini sulit untuk didiagnosa pada stadium dini karena tidak memiliki gejala yang khas. Gejalanya hanya seperti gejala flu biasa," jelas dr Budianto Komari, Sp.THT dari KSMF THT RS Kanker Dharmais, dalam acara penyuluhan ilmiah untuk awan 'Diagnosa & Penatalaksanaan Karsinoma Nasofaring' di RS Kanker Dharmais, Jakarta, Selasa (23/11/2010). Menurut dr Budi, banyak

orang yang tidak menyadari menderita kanker nasofaring. Gejalanya yang tidak khas sering membuat kanker ini salah diagnosa. dr Budi menjelaskan, gejala dini kanker nasofaring antara lain: 1. Epitaksis (pendarahan hidung atau mimisan) ringan 2. Hidung tersumbat 3. Telinga berdenging sebelah 4. Diplopi (penglihatan ganda atau ada dua bayangan) 5. Ada benjolan di leher yang tidak sakit "Gejala-gejala ini sering dianggap gejala flu biasa dan diabaikan begitu saja, sehingga banyak orang yang tidak sadar menderita kanker nasofaring dan datang dalam keadaan terlambat," jelas dr Budi lebih lanjut. Kanker nasofaring disebabkan oleh beberapa faktor risiko antara lain adanya paparan virus Epstein-Barr. Virus EpsteinBarr sebenarnya banyak terdapat dimana-mana, bahkan di udara bebas. Hanya saja tidak semua akan menjadi kanker, virus ini akan tetap 'tidur' di nasofaring jika tidak dipicu faktor-faktor tertentu. Faktor-faktor pemicu aktifnya virus Epstein-Barr antara lain: 1. Genetik. Ras Mongoloid tercatat paling banyak menderita kanker nasofaring karena memiliki gen tertentu. 2. Cara hidup yang tidak sehat, seperti sering terkena polusi, asap, asap rokok, alkohol. 3. Cara makan yang tak sehat, seperti sering makan ikan asin, makanan awetan yang diasap atau fermentasi, dan memasak dengan kayu. 4. Pekerjaan dan keagamaan. Orang yang bekerja di pabrik yang banyak gas dan bahan kimia industri, peleburan besi, formaldehida, serbuk kayu. Dan kegiatan keagamaan seperti dupa dan menyan. Tapi menurut dr Budi, kanker nasofaring merupakan kanker yang bisa diobati. Kanker ini sensitif terhadap radioterapi dan kemoterapi, jadi kemungkinan sembuh sangat besar bisa dapat didiagnosa sejak awal. "Orang harus curiga bila menderita gejala-gejala yang mirip flu biasa ini, apalagi kalau orang tersebut memiliki keturunan yang menderita kanker atau sering menjalani gaya hidup tak sehat," tutup dr Budi. _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !

Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan


Page 6 of 6 Goto page : 1,

2, 3, 4, 5, 6 Permissions of this You cannot reply to topics in this forum forum: Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN Jump to:
ca2bbf

Go

Free forum | phpBB | Free forum support | Report an abuse | Free forum

Telinga berfungsi sebagai alat pendengaran dan keseimbangan. Agar kedua fungsi tersebut berjalan, telinga harus dijaga. Sayang, banyak orang yang kadung salah dalam hal menjaga kebersihan telinga. Misalnya, mengorek telinga.

Telinga terdiri dari telinga luar, tengah dan dalam. Ketiga bagian ini bekerjasama menangkap gelombang suara dan menjadikannya bunyi yang nyata. Awalnya, gelombang suara diterima oleh telinga luar. Telinga luar sendiri terdiri dari daun dan liang telinga. Daun telinga menampung suara, yang kemudian disalurkan ke liang telinga, jelas dr. Darnila Rani, Sp.THT dari RSCM. Dari liang telinga, suara kemudian masuk ke telinga tengah melalui gendang telinga. Di belakang gendang telinga, terdapat tulang pendengaran yang bentuknya menyerupai rantai. Tulang-tulang ini saling berhubungan pada sendi dan berfungsi mengantarkan gelombang suara hingga menggetarkan gendang dan sampai ke telinga dalam. Di telinga dalam terdapat alat penerima yang disebut rumah siput. Di dalam rumah siput terdapat ujung-ujung saraf, cairan, dan organ yang mengambang. Gelombang suara yang diantarkan gendang dan tulang telinga akan menggetarkan cairan dalam rumah siput, sehingga membuat organ yang mengambang bergerak dan menyentuh ujung-ujung saraf pendengaran. Proses yang tadinya menggunakan tenaga mekanik kemudian diubah menjadi tenaga listrik, dan disampaikan ke otak sehingga kita mendengar suara. Sementara sebagai alat keseimbangan, prosesnya lebih kompleks. Proses terjadi di telinga dalam. Telinga bekerjasama dengan organ lain seperti mata, sendi-sendi, otak dan lainnya. Jika ada dua organ yang tidak berfungsi, maka keseimbangan kita pun akan hilang.

Bahaya Mengorek Telinga Bentuk telinga dirancang untuk mengantisipasi masuknya kotoran. Liang telinga yang bersudut membuat kotoran, seperti debu atau serangga, sulit menembus bagian yang lebih dalam. Tugas menghalau kotoran juga dilakukan kelenjar rambut yang terdapat di bagian depan setelah liang telinga. Di sini juga diproduksi getah telinga yang bernama serumen. Kita lebih mengenalnya sebagai tai telinga atau getah. Tai telinga inilah yang akan menangkap kotoran dan dengan sendirinya membersihkannya. Orang sering salah kaprah menyangka tai telinga sebagai kotoran. Padahal, fungsinya sangat penting untuk membersihkan kotoran yang masuk. Secara alamaiah, kotoran yang masuk akan kering dan keluar sendiri. Tai telinga tidak usah dibuang, kecuali jika menggumpal dan menyumbat liang telinga sehingga menghalangi masuknya gelombang suara ke telinga dalam, tegas Darnila. Lagipula, tak banyak kasus orang yang mengalami penggumpalan getah ini. Dalam kadar normal, tai telinga hanya menutupi permukaan dinding telinga. Jika dibersihkan, getah akan diproduksi lagi. Maka, telinga sebaiknya tidak dibersihkan dengan cara dikorek. Cukup bersihkan bagian luar saja, yaitu daun dan muara liang telinga. Bagian lebih dalam dari itu, seumur hidup pun tak perlu dibersihkan, tegas Darnila. Salah satu yang sering dilakukan orang adalah mengorek telinga. Tak banyak yang tahu, mengorek telinga justru akan mengakibatkan terdorongnya getah telinga ke bagian yang lebih dalam yang bukan tempatnya. Jika getah ini dibersihkan, maka getah akan diproduksi lagi. Jika pengorekan dilakukan terus-menerus, getah yang terdorong akan menumpuk dan menyumbat, sehingga pendengaran pun menurun karena gelombang suara tak bisa disalurkan dengan baik. Mengorek telinga juga bisa mengakibatkan perbenturan sebab telinga kita bentuknya bersudut. Perbenturan ini akan mengakibatkan pembengkakan atau perdarahan. Pengorekan yang terlalu keras atau dalam juga bisa mengakibatkan trauma, ditambah dinding telinga kita mudah berdarah. Masih ada lagi, mengorek telinga juga bisa bikin kolaps. Anda mungkin pernah mengalami batuk-batuk saat mengorek kuping. Nah, hal ini disebabkan adanya refleks saraf pagus yang terdapat di dinding telinga. Saraf pagus membentang ke tenggorokan, dada sampai perut. Batuk-batuk adalah refleks yang ringan. Refleks yang berat dan berbahaya bisa mengakibatkan kolaps. Muka Tak Simetris Mengorek telinga juga bisa menyebabkan infeksi. Infeksi yang berat dan berada di tempat yang sensitif bisa menyebabkan kualitas pendengaran menurun, bahkan membuat muka jadi mencong (tak simetris), ujar Darnila. Salah satu saraf yang terdapat di telinga adalah saraf facialis. Saraf ini berada di belakang liang telinga. Fungsinya menggerakkan otot muka dan sebagai bagian yang menunjang pendengaran. Meski saraf ini dilindungi tulang, namun jika infeksi atau gangguan lain sudah mengenainya, maka bisa mengakibatkan muka menjadi mencong, mata tak bisa ditutup, dan lainnya, yang disebut kelumpuhan saraf facialis.

Infeksi akibat mengorek terlalu keras bisa berbentuk seperti bisul yang bernanah. Infeksi bisa terjadi di liang telinga, kelenjar rambut, bahkan sampai ke bagian telinga tengah di belakang gendang. Selain karena mengorek, infeksi telinga tengah yang disebut congek bisa pula disebabkan oleh adanya infeksi di saluran nafas, yang berasal dari belakang hidung lalu merambat ke saluran tuba eskafius yang menghubungkan rongga di belakang hidung dengan telinga tengah. Jika produksi nanah semakin banyak, maka gendang bisa pecah atau bocor. Akibat selanjutnya, pendengaran akan terganggu, lanjut Darnila. Di dalam telinga terdapat banyak sekali saraf. Itulah kenapa telinga sangat sensitif. Ketika kita sakit amandel, sakit gigi atau radang tenggorokan, telinga juga terasa sakit, karena telinga kita dilalui saraf perasa. Saraf ini akan mengalihkan rasa sakit di daerah lain sampai ke telinga. Hindari Musik Keras Banyak hal bisa menjadi penyebab menurunnya kualitas pendengaran. Dalam gangguan taraf ringan, orang hanya akan mampu mendengar bunyi dengan kapasitas 25 - 40 desibel saja, taraf sedang 40 - 60 desibel, dan jika lebih dari 60 desibel berarti berada dalam taraf berat. Penyebabnya beraneka ragam, mulai kelainan di telinga luar hingga dalam. Kelainan di telinga luar bisa disebabkan adanya penyumbatan oleh getah telinga, benda asing, bisul, atau tumor. Gangguan di telinga tengah seperti gendang pecah, perdarahan akibat benturan pada kecelakaan, terputusnya rantai tulang pendengaran atau keluarnya cairan karena alergi. Sementara di telinga dalam, gangguan berupa pingsan atau matinya sel rambut yang mengubah getaran mekanik jadi listrik lalu menyampaikannya ke otak. Pingsan atau matinya sel rambut disebabkan trauma bising, misalnya mendengar terlalu lama dan sering bunyi-bunyian yang amat keras, infeksi yang menjalar dari telinga tengah atau karena keracunan obat. Melalui peredaran darah, racun dari obat bisa sampai ke telinga dalam. Penyakit seperti darah tinggi dan diabetes juga bisa mengurangi pendengaran. Pasalnya, penyakit ini bisa sebabkan rusaknya pembuluh darah. Akibatnya, telinga dalam sebagai terminal tak mendapat makanan yang cukup, ujar Darnila. Sejumlah makanan juga bisa menyebabkan penurunan pendengaran jika menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Contohnya garam, lemak dan rokok. Turunnya pendengaran karena darah tinggi, diabetes dan keracunan obat bisa menyerang dua belah telinga. Sementara penyebab lainnya hanya menyerang telinga yang mengalami gangguan. Perlu diingat, gangguan di satu telinga tidak menjalar ke telinga yang lain. Kebanyakan gangguan yang terjadi di telinga luar dan telinga tengah bisa diatasi. Sedangkan jika mengenai telinga dalam agak sulit. Kalau sel rambut di telinga dalam hanya pingsan, misalnya akibat mendengarkan musik disko selama dua jam saja, maka pendengaran akan kembali setelah beberapa lama menghindar musik keras ini. Namun, jika terlalu sering mendengar musik atau bunyi-bunyian yang amat keras, bisa saja sel rambut itu patah dan akhirnya kualitas pendengaran rusak berat. Umumnya hal ini tak bisa diperbaiki, kata Darnila. Pendengaran menurun yang permanen juga bisa ditemukan pada bayi dengan kelainan bawaan. Biasanya pada mereka bisa dilakukan tes refleks. Tes ini bisa dilakukan oleh orang tua yang merasa curiga anaknya tidak bisa mendengar. Caranya dengan membunyikan

sesuatu di tempat tersembunyi, yang tidak bisa lihat matanya. Lihat saja, apakah saat mendengar bunyi ia langsung memberi respon atau tidak?

Obat Telinga
12 Juli 2008 oleh dollycool Obat telinga dapat terbagi menjadi :
1. Obat telinga sebagai antiseptik dan anti infeksi. Biasanya merupakan antibiotik seperti chlorampenikol, gentamisin, atau ofloxacin dengan tambahan penghilang sakit lokal (lidokain/benzokain). 2. Antiseptik telinga dengan kortikosteroid Pada kelompok obat telinga ini selain mengandung antibiotik dan penghilang sakit lokal juga ditambah kortikosteroid yang berfungsi untuk menghilangkan gejala alergi pada telinga. 3. Obat telinga lainnya Obat telinga ini diindikasikan untuk saluran telinga yang tersumbat oleh kotoran yang mengeras.

Obat telinga ini dibuat dalam bentuk sediaan khusus untuk telinga dengan pembawa yang mudah menyebar ke dalam liang telinga. Bentuk kemasannya pun didesain khusus untuk mempermudah pemberian obat telinga. Semua obat telinga tidak boleh digunakan untuk jangka panjang karena bisa menimbulkan ototoksik, superinfeksi. Bila permasalahan telinga disebabkan oleh jamur/virus tidak boleh menggunakan obat telinga yang mengandung antibiotik karena bisa menimbulkan superinfeksi. Selain itu antibu\iotik digunakan untuk infeksi oleh bakteri.
Telinga

Telinga terdiri dari :


1. Telinga luar : o Daun telinga o Saluran telinga berupa corong 2. Telinga tengah : mulai dari gendang telinga sampai di tulang pendengaran. 3. Telinga dalam : berisi organ pendengar dan organ keseimbangan.

Gambar anatomi telinga


Gangguan telinga

Gangguan telinga paling sering dijumpai dengan gejala-gejala yang umum berupa rasa nyeri, gatal, keluar cairan, rasa ada tekanan dalam telinga, rasa panas atau kombinasi dan gejalagejala tersebut. Secara umum gangguan telinga dapat terjadi pada:

Penyakit didalam telinga. Penyakit diluar telinga, misalnya penyakit atau kelainan pada daerah lidah, rahang bawah, orofaring, tonsil, atau sinus paranasalis.

Keadaan ini perlu diagnosa yang akurat sehingga memerlukan penanganan dokter. Pada umumnya gangguan telinga yang dapat diatasi dengan pengobatan sendiri adalah gangguan telinga luar berupa penumpukan serumen dan kemasukan benda asing. Penumpukan serumen Penumpukan serumen karena produksi kotoran telinga berlebihan yang tidak diimbangi dengan pengeluaran serumen. Pemumpukan serumen dapat dideteksi bila pada telinga mengalami gejala rasa nyeri, gatal dan pendengaran menurun. Penanggulangan penumpukan serumen adalah dengan mengeluarkan serumen dari telinga dengan bantuan alat atau obat yang tepat. Cara membersihkan telinga yang baik adalah;

Dengan menggunakan cotton bud (lidi berkapas) yang dicelup ke dalam cairan perhidrol (H202 3%) atau fenolgliserin.

Untuk membersihkan penumpukan serumen dapat juga dengan meneteskan terlebih dahulu cairan perhidrol (H202 3%) atau fenolgliserin ke dalam liang telinga, tunggu beberapa saat kemudian dibersihkan dengan alat pembersih telinga yang ujungnya lunak.

Untuk pemilihan obat telinga yang tepat sesuai kebutuhan dan keluhan anda ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter THT. Di apotik online medicastore anda dapat mencari obat telinga yang telah diresepkan dokter secara mudah dengan mengetikkan di search engine medicastore. Sehingga anda dapat memilih dan beli obat telinga sesuai kebutuhan anda. (info : www.medicastore.com) Posted in Tak Berkategori | & Komentar