Anda di halaman 1dari 1

3 CIRI PERTUMBUHAN IMAN IBRANI 5:11-6:2 1. MAKANANNYA a. Fleksibel (apa saja dimakan) b.

Rasanya bervariasi (asam, manis, pahit, pedas, asin, dll) c. Makanan keras dan lembut 2. SIFAT & TINDAKANNYA a. Mau mendengar tdk mau menang sendiri b. Panca indra lebih terlatih c. Tahu membedakan yang baik dan yang jahat d. Sesuai kata dengan tindakan (Roma 2:20) 3. PENGETAHUANNYA a. Tidak mendasarkan pada doktrin dasar Kristen (KKB) b. Supaya tidak murtad Pertumbuhan memerlukan proses dan waktu. Pertumbuhan tauge perlu 3 hari tetapi pertumbuhan pohon beringin yang besar perlu 100 tahun. Kesimpulan: 1. Jangan hanya mau mendengar Firman Tuhan yang manis saja, makan semua. 2. Tinggalkan sifat kanak-kanak(1Kor 13:11) 3. Belajarlah firman Tuhan dengan teliti dan melakukannya (Yakobus 1:25) (BPW Lemah Gempal 6-11-05) walben s

TL Ibrani 5:11 Adapun dari halnya itu banyak yang hendak kita katakan, tetapi susah akan menerangkan dia, sebab sudah berat pendengaranmu. 5:12 Jikalau ditimbang lamanya, patut kamu menjadi guru, tetapi wajib pula orang mengajarkan kepadamu segala perkara alif-ba-ta dari firman Allah; maka kamu telah menjadi seperti yang wajib mendapat air susu, dan bukannya makanan yang biasa. 5:13 Karena masing-masing yang menyusu itu, tiada paham akan perkataan dari hal hakekat, sebab ia kanak-kanak. 5:14 Tetapi makanan yang biasa itulah bagi orang akil balig, yaitu kepada orang yang oleh sebab biasa menggunakan akalnya, dapat membedakan baik dan jahat. 6:1 Sebab itu baiklah kita berhenti daripada menerangkan pengajaran Kristus yang mula-mula itu, langsungkanlah kepada kesempurnaan: Janganlah lagi kita membubuh alas, yaitu dengan pengajaran hal tobat daripada perbuatan yang membawa kepada mati, dan iman kepada Allah, 6:2 dan pengajaran dari hal baptisan, dan dari hal meletakkan tangan atas orang, dan dari hal orang mati bangkit pula, dan hukuman yang kekal.

BIS Ibrani 5:11 Mengenai kedudukan Yesus sebagai Imam Agung, ada banyak yang perlu kami beritahukan kepadamu, tetapi sukar untuk menerangkannya sebab kalian lambat sekali mengerti. 5:12 Sebenarnya sudah waktunya bagimu untuk menjadi guru, tetapi nyatanya kalian masih perlu belajar dari orang lain tentang asas-asas pertama ajaran Allah. Kalian belum dapat menerima makanan yang keras; kalian masih harus minum susu saja. 5:13 Orang yang masih minum susu, berarti ia masih bayi; ia belum punya pengalaman tentang apa yang benar dan apa yang salah. 5:14 Makanan yang keras adalah untuk orang dewasa yang karena pengalaman, sudah dapat membeda-bedakan mana yang baik dan mana yang jahat. 6:1 Sebab itu, marilah kita maju ke pelajaran-pelajaran yang lebih lanjut tentang kedewasaan kehidupan Kristen, dan jangan hanya memperhatikan asasasas pertama ajaran agama kita. Jangan kita mengulangi lagi pelajaran dasar bahwa orang harus berhenti melakukan hal-hal yang tidak berguna dan harus percaya kepada Allah, 6:2 atau pelajaran dasar mengenai pembaptisan *pembaptisan: atau upacara pembersihan.* atau mengenai meletakkan tangan atas orang, atau mengenai hidup kembali sesudah mati atau hukuman yang kekal.

Jawa Ibrani 5:11)Mungguh jumeneng Gusti Ysus dadi Imam Agung iki, akh sing kudu dakkandhakak, nanging angl enggonku arep nerangak marang kow, jalaran kow padha lamban, *lamban: mboten gampil ngertos.* ora nggal ngerti. 12)Manut lawas enggonmu dadi wong precaya, wis pantes saupama kow dadi guru, nanging tekan seprn kow isih prelu diwulang bab dhasar-dhasaring pangandikan Gusti Allah. Kow isih butuh banyu susu, dudu pangan sing akas.13)Merga sing sapa isih butuh banyu susu, kuwi isih bocah, durung ngerti apa sing diarani bener lan apa sing diarani luput.14)Pangan sing akas kuwi mung kanggo wong-wong diwasa, sing wis kulina ngrasakak lan mbdak-mbdakak barang sing becik lan sing ala.6:1 Mulan ayo kita padha maju, ngancik piwulangpiwulang wong diwasa, sarta ninggal piwulang dhasar bab pangandikan Gusti Allah. Kita aja mung mbolanmbalni piwulang bab pamratobat, marni penggaw-penggaw kang tanpa guna, lan bab precaya marang Gusti Allah; 6:2 utawa bab adat tatacara baptis utawa bab berkah srana numpangak tangan, utawa bab tangin wong mati, sarta paukuman langgeng.