P. 1
Selang Kepercayaan dua Populasi

Selang Kepercayaan dua Populasi

4.0

|Views: 896|Likes:
Dipublikasikan oleh khoirul roziqin
laporan Praktikum Statdas Menggunakan MiniTab
laporan Praktikum Statdas Menggunakan MiniTab

More info:

Published by: khoirul roziqin on May 27, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Praktikum statistika dasar tentang selang kepercayaan untuk dua populasi diadakan agar mahasiswa mampu membuat, memahami dan menginterprestasikan secara benar.

1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan Khusus Diharapkan mahasiswa mampu menghitung selang kepercayaan untuk rata-rata dan proporsi. Menganalisis perubahan-perubahan yang terjadi pada selang kepercayaan dua populasi serta dapar menginterpretaasikannya dengan benar hasil selang kepercayaan.

1.2.2

Tujuan Umum

Diharapkan mahasiswa mampu membuat,memahami, dan menginterpretasikan secara benar problematika pada pendugaan parameter rata-rata dan proporsi untuk dua populasi dengan selang kepercayaan.

BAB II DASAR TEORI

Persamaan regresi adalah hubungan antara peubah bebas dengan peubah respon yang dicocokkan pada data percobaan. Peubah bebas adalah peubah yang dikendalikan dalam percobaan. Peubah bebas x1, x2, …, xk bukanlah peubah acak, tapi k besaran yang ditentukan sebelumnya oleh peneliti dan tidak mempunyai sifat-sifat distribusi. Sedangkan peubah respon adalah peubah yang bergantung pada satu atau lebih peubah bebas. (http://cokbin.blogspot.com) Salah satu system pendugaan parameter populasi berdasarkan statistic sample adalah dengan selang kepercayaan (Interfal Confidence) di mana system ini menghasilkan dugaan parameter yang representative terhadap parameternya dibandingkan system pendugaan titik (Walpole:1995) Idealnya selang yang baik adalah selang yang pendek dengan derajat kepercayaan yang tinggi. Banyak Selang Kepercayaan yang dapat dibentuk dalam suatu populasi adalah Tidak terhingga, anda bebas menetapkan derajat kebebasan dan lebar selangnya. (Guilford:1973) Analisis korelasi mencoba mengukur kekuatan hubungan antara dua peubah demikian melalui sebuah bilangan yang disebut koefisien korelasi. Koefisien korelasi linier didefinisikan sebagai ukuran hubungan kiner antara dua peubah acak X dan Y, dan dilambangkan dengan r. Jadi, r mengukur sejauh mana titik-titik menggerombol sekitar sebuah garis lurus. Bila titik-titik menggerombol mengikuti sebuah garis lurus dengan kemiringan positif, maka ada korelasi positif yang tinggi antara kedua peubah. Korelasi antar kedua peubah semakin menurun jika secara numeric dengan semakin memencarnya atau menjauhnya titik-titik dari suatu garis lurus. (www.ilmustatistik.org)

BAB III METODOLOGI 3.1 Perintah Pertama buka Menu yang akan dipilih: Stat Basic Statisticstics 2-Sample t

Pada dialog boxnya disidengan: Sample in differend columns dengan sample 2 alternative confidence level OK Pada dialog boxnya disidengan: Sample in differend columns dengan sample 2 alternative confidence level Assume equal variance OK 3.2 Percobaan Bagaimana pengaruh perubahan taraf nyata yang digunakan terhadap hasil pendugaan parameter dengan selang kepercayaan? Dengan alpha= 1% dan 10% serta selisih 2 proporsi p1=40%,p2=35% dan n=30. : isi dengan not equal : isi dengan nilai yang ditentukan : diberi tanda cek : tekan OK untuk melakukan analisis : isi first dengan sampel 1 dan second : isi dengan not equal : isi dengan nilai yang ditentukan : tekan OK untuk melakukan analisis : isi first dengan sampel 1 dan second

BAB IV PEMBAHASAN

~ α = 1%

P (-19,04 < µ data1 - µ data2 < 12,04) = 0,99 Artinya : nilai penduga untuk selisih rata-rata dua populasi melewati nilai 0 sehingga disimpulkan bahawa kedua populasi mempunyai rata-rata yang sama dengan tingkat kebenaran pendugaan 99%.

P (-56,38 < µ data1 - µ data2 < -24,22) = 0,99 Artinya : nilai penduga untuk selisih rata-rata dua populasi melewati nilai 0 sehingga disimpulkan bahawa kedua populasi mempunyai rata-rata yang sama dengan tingkat kebenaran pendugaan 99%.

P (-0,289836 < p1 - p2 < 0,356502) = 0,99 Artinya : nilai penduga untuk selisih rata-rata dua populasi melewati nilai 0 sehingga disimpulkan bahawa kedua populasi mempunyai rata-rata yang sama dengan tingkat kebenaran pendugaan 99%. ~ α = 10%

P (-12,83 < µ data1 - µ data2 < 5,83) = 0,90

Artinya : nilai penduga untuk selisih rata-rata dua populasi melewati nilai 0 sehingga disimpulkan bahawa kedua populasi mempunyai rata-rata yang berbeda dengan tingkat kebenaran pendugaan sebesar 90%.

P (-49,95 < µ data1 - µ data2 < -30,65) = 0,90 Artinya : nilai penduga untuk selisih rata-rata dua populasi melewati nilai 0 sehingga disimpulkan bahawa kedua populasi mempunyai rata-rata yang berbeda dengan tingkat kebenaran pendugaan sebesar 90%.

P (-0,173033 < p1 - p2 < 0,239700) = 0,90 Artinya : nilai penduga untuk selisih rata-rata dua populasi melewati nilai 0 sehingga disimpulkan bahawa kedua populasi mempunyai rata-rata yang berbeda dengan tingkat kebenaran pendugaan sebesar 90%.

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Dari percobaan kita dapat mengetahui semakin besar nilai taraf nyata maka semakin pendek selang kepercayaan yang dihasilkan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin besar tingkat kebenaran semakin besar pula selang kepercayaannya. Semakin besar selang kepercayaannya, maka semakin banyak pula kemungkinan jawaban yang termuat, oleh karena itulah tingkat kebenaran juga semakin tinggi. Dan begitu sebaliknya, semakin pendek selang kepercayaan maka semakin sedikit pula kemungkinan jawaban yang ada, sehingga kebenaran pun akan lebih sedikit. Dan untuk idealnya selang yang baik adalah selang yang pendek dengan derajat kepercayaan yang tinggi.

5.2 Saran Asisten dosen seharusnya lebih memperhatikan bagimana pemahaman dari mahasiswa bukan mengejar target selesainya bab dalam mata kuliah.

DAFTAR PUSTAKA

Guilford, J.P. and Benjamin Fruchter.Fundamental 1973.statistics in psychology and education.McGraw-Hill:Michigan. Johson, R. A. 1997. Statistical Concept and Metods. New York. Walpole, W.E..1995.Pengantar Statistika.PT Gramedia:Jakarta. Yitnosumarto, Ir. Sutoyo, M.Agr. Ph.D. 1990. Dasar – Dasar Statistika. H A Rajawali Persamaan : Jakarta. http://www.ilmustatistik.org http://cokbin.blogspot.com

LAMPIRAN

LAPORAN PRAKTIKUM STATISTIKA DASAR SELANG KEPERCAYAAN UNTUK DUA POPULASI Asisten : 1. Ainun Nadziirah 2. Saraswati

Oleh : Sigit Ariansyah (0810963071)

Program Studi Ilmu Komputer Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya Malang
2009

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->