Anda di halaman 1dari 23

Pertemuan 1 : Dasar Umum Pernikahan

@hattasyamsuddin Mata Kuliah Fiqh Munakahat Dan Tarbiyatul Aulad

Pembahasan :
a. Definisi Nikah b. Dasar Hukum Nikah c. Hikmah & Tujuan Pernikahan

Bab 1 : Definisi Nikah menurut Bahasa & Istilah

Nikah Secara Bahasa


1. Dari kata Nakaha-yankihu yang berarti : mengawini dan menggauli 2. Bermakna juga dhomma wa jamaa : menggabungkan dan menghimpun 3. Dalam perkataan arab juga bermakna : alwath-u yang berarti bersetubuh

Nikah secara Istilah Syari


Adalah melaksanakan akad dengan seorang wanita dengan maksud untuk mendapatkan kenikmatan dengannya dan mendapatkan anak (keturunan) serta manfaat-manfaat yang lain yang ada berhubungan dengan berbagai kemaslahatan dilaksanakan nikah * Syeikh Muhammad Utsaimin

Dalam UU No 1 tahun 1974


Perkawinan : ikatan lahir dan batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia yang kekal berdasarkan ketuhanan yang maha esa.

Bab 2 : Dasar Pernikahan & Hukumnya

Dari Al-Quran
Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hambahamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. An Nuur: 32)

Dari As-Sunnah
Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baaah , maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya. (HR. Bukhari MUslim).

Hukum Asal Pernikahan : Sunnah


)
Beliau bersabda : Demi Allah .. sungguh aku ini yang paling takut kepada Allah di antara kamu sekalian, aku juga yang paling bertakwa pada-Nya, tetapi aku shalat malam dan juga tidur, aku berpuasa dan juga berbuka, dan aku juga menikahi wahita. Maka barang siapa yang tidak suka dengan sunnahku maka bukanlah bagian dariku (HR Bukhori)

Sunnah dalam Kondisi :


Mampu secara standar layak finansial Lingkungan yang baik tidak mengarah pada zina Kualitas keshalihan yang terjaga.

MENJADI WAJIB, ketika :


Kemampuan finansial untuk memberi nafkah Lingkungan dan kondisi yang memudahkan pada perzinaan Latar belakang keimanan dan keshalihannya belum memadai Puasa sudah tidak mampu lagi menahan gejolak dan kegelisahannya

MENJADI HARAM, ketika :


Bisa dipastikan akan menzalimi istrinya. Baik kezaliman biologis, psikologis atau juga finansial.

MENJADI MAKRUH, ketika :


Seseorang dalam kondisi DIKHAWATIRKAN (bukan dipastikan) akan merugikan pasangannya. Misal : Berpenghasilan tapi tidak layak Emosional dan labil, ringan tangan Tidak mempunyai keinginan pada istri

Mengapa Haram & Makruh ?


Allah SWT berfirman Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karuniaNya. (QS An- Nuur ayat 33) Dari Ibnu Masud, Rasulullah SAW bersabda : Wahai segenap pemuda, barang siapa diantara kamu telah mempunyai kemampuan (jimak) maka hendaklah segera menikah, karena itu lebih menundukkan pandangan, dan menjaga kemaluan. Barang siapa yang belum mampu (memberi nafkah) maka hendaklah ia berpuasa, karena itu menjadi perisai baginya (HR Jamaah)

Bab 3 : Hikmah & Tujuan Disyariatkan Pernikahan

1# Memenuhi Perintah Allah dan Meneladani Rasulullah SAW


Kisah tiga sahabat yg bersemangat meniru amalan rasulullah saw secara berlebihan :beliau bersabda : Maka barang siapa yang tidak suka dengan sunnahku maka bukanlah bagian dariku (HR Bukhori)

2# Memelihara Eksistensi Manusia


Beliau -shallalaahu alahi wa sallaam- bersabda, . Nikahilah wanita yang subur dan penyayang. Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya umatku (pada hari kiamat). (HR abu Daud)

3# Menciptakan Ketentraman Hati


.

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan Dia jadikan di antaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Ar-Ruum 21)

4# Menjaga Nasab dari Pencampuran


Rasulullah saw bersabda, Seorang anak adalah milik tempat tidur (ibunya), dan bagi lelaki pezina hanya mendapatkan batu (hukuman rajam) *HR Bukhori Muslim)

5# Memelihara diri dari syahwat


Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah , maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan (HR Bukhori Muslim)

6# Mewariskan Nilai Islam dlm Keluarga



Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pempimpin bagi orang-orang yang bertakwa ( QS Furqon 74)

Selamat Mengikuti Perkuliahan