Anda di halaman 1dari 5

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salmonella typhi (S. typhi), Salmonella paratyphi A (S.

paraty phi A), Salmonella paratyphi B (S. paratyphi B) dan Salmonella paratyphi C (S. p aratyphi C) merupakan penyebab infeksi utama pada manusia, biasanya cenderung me ningkat pada masyarakat dengan standar kebersihan rendah terutama pada daerah tr opik (Fathiariani, 2009). Infeksi oleh Salmonella sp. hampir selalu melalui jala n oral, yaitu melalui makanan dan minuman yang telah terkontamiasi, masuk ke mul ut, melewati saluran pencernaan, melalui dinding usus halus, masuk ke sistem lim pa, beredar melalui aliran darah, menyerang liver, kantung empedu, limpa, ginjal , dan sum-sum tulang, kemudian bakteri berkembang biak dan melakukan penyerangan ke berbagai organ (Wardani, 2008). Infeksi S. typhi, S. paratyphi A, S. paratyp hi B dan S.paratyphi C dapat muncul sebagai gastroenteritis, typhus abdominalis, dan septikemia (Triatmojo, 1994). Demam tifoid dan paratifoid merupakan penyaki t infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh S. typhi, sedangkan demam paratif oid disebabkan oleh spesies Salmonella enteriditis yaitu Salmonella enteriditis bioserotipe paratyphi A atau S. paratyphi A, Salmonella enteriditis bioserotipe paratyphi B atau S. paratyphi B, Salmonella enteriditis bioserotipe paratyphi C atau S. paratyphi C (Widoyono, 2005) Demam T ifoid atau typhus abdominalis, typhoid fever atau enteric fever merupakan penyak it sistemik yang akut yang 1 mempunyai

karakteristik demam, sakit kepala dan ketidakenakan abdomen, gejala ini berlangs ung lebih kurang 3 minggu yang juga disertai dengan gejalagejala sakit perut, pe mbesaran limpa dan erupsi kulit (Purwanto, 2009). Pada pemeriksaan laboratorium terdapat penurunan sel darah putih, dan terjadi peningkatan titer Widal. Titer w idal dikatakan meningkat bila titernya lebih dari 1/160 atau didapatkan kenaikan titer 2 kali lipat dari titer sebelumnya dalam waktu 1 minggu. Widal merupakan salah satu metode pemeriksaan yang dapat digunakan untuk membantu menegakkan diagnosa penyakit demam tipoid, akan tetapi pemeriksaan widal tersebu t memiliki sensitifitas dan spesifitas yang lemah (Muliawan, S, Y., dkk, 1999), untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan penunjang lain yang dapat digunakan untuk menegakkan diagnosa penyakit demam tipoid yaitu dengan melakukan kultur bakteri dari penderita demam tipoid pada sampel feses, urin, dan darah (Prasetyo, dkk, 2 009). Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang adalah salah satu sentra pelayanan kesehatan bagi masyarakat semarang. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan selama empat bulan terakhir di laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung perb ulan Agustus 2009 persentasi penderita demam tipoid 10,25% dari 1268 pasien, per bulan September 2009 sebesar 7,91% dari 1352 pasien, perbulan Oktober 2009 sebes ar 6 % dari 1700 pasien dan perbulan November sebesar 6,6 % dari 1852 pasien. 2

B. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang di atas maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut: Apakah dapat ditemukan strain bakteri Salmonella s p. pada feses, urin, dan darah penderita demam tipoid di Rumah Sakit Islam Sulta n Agung?. C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan umum Tujuan umum penelitian ini adalah isolasi da n identifikasi strain bakteri Salmonella sp. pada sampel feses, urin, dan darah penderita demam tipoid di Rumah Sakit Islam Sultan Agung semarang. 2. Tujuan Khu sus Tujuan khusus penelitian ini adalah : a. solasi dan identifikasi strain bakt eri Salmonella sp. pada sampel feses penderita demam tipoid di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang b. Isolasi dan identifikasi strain bakteri Salmonella sp. pada sampel urin penderita demam tipoid di Rumah Sakit Islam Sultan Agung semar ang c. Isolasi dan identifikasi strain bakteri Salmonella sp. pada sampel pemeri ksaan darah penderita demam tipoid di Rumah Sakit Islam Sultan Agung semarang. D . Manfaat Penelitian Manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini 3 adalah memberikan informasi kepada pranata laboratorium mengenai pentingnya

dilakukan pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosa demam tipoid dengan me lakukan isolasi dan identifikasi starin bakteri Salmonella sp. pada sampel feses , urin, dan darah penderita demam tipoid.