Anda di halaman 1dari 6

Tepatnya senin tanggal lima belas bulan juni tahun dua ribu tiga belas, sehari setelah aku

menyerahkan hidupku pada Tuhan Yesus yang telah menebus dan menyelamatkanku dari kegelapan hidup yang menerkam dan menutupi hidupku selama ini. Aku telah berprioritas akan hidup dalam aturan agama yang telah ku miliki semenjak aku di dalam kandungan ibuku, aku akan berada di jalan yang telah Dia tunjukan pada umat manusia yang ada di bumi ini tak terkecuali siapapun dapat memperolehnya hanya dengan mempercayai dan menjalani semua ajaran yang telah Dia tuang dalam perjalan-Nya bersama dengan para murid dan pengikut yang setia menemani hingga hari saat Dia harus disalibkan oleh manusia sendiri dan sampai sekarang. Hari-hari yang telah ku lalui yang membuat aku akan takut jatuh dalam kegagalan dan tenggelam dalam duniaku sendiri, kini ku hadir ya Tuhan dalam jalan dan ajaran-Mu, biarlah semua yang hamba jalani tidak melenceng dari pada ajaran dan petunjuk yang telah Engkau berikan Bapa. Hari ini membuatku semakin menjadi takut akan kegagalan dan kebimbanganku semakin besar mengelabuiku dalam sikap dan pola pikirku, aku tahu ya Bapa, Engkau tidak akan pernah memberi hamba cobaan di luar batas yang mampu hamba emban ya Bapa, berilah hamba-Mu ini keteguhan dan keberanian dalam menjalani hidup yang telah Engkau tentukan. Nilai-nilai yang tidak memuaskan dalam pendidikan yang telah kulalui saat ini telah membuatku menjadi takut, terlebih setelah kontrakan yang kami cari dan temukanpun kini akan diisi oleh orang lain yang lebih akrab dengan orang pertama yang telah memesan kontrakan itu, ya Bapaku yang maha tahu dan maha penyayang, maha segalanya, kini hamba datang ya Tuhan dengan harapan dan keinginan untuk tetap mendapatkan kontrakan yang murah dan mudah aksesnya pada kampus kami ya Bapa, hamba juga memohon ya Bapa, Engkau kiranya memperhatikan nilai hamba

yang jatuh, biarlah Engkau yang menentukannya pada hamba-Mu ini Tuhan, jangan biarkan hamba di gerogoti kebimbangan dan ketakutan yang siap untuk menghancurkan hamba Tuhan, berilah hamba kesabaran dan ketabahan dalam menjalani ini semua ya Bapa, Amin Semakin panjang ku tulis isi hatiku pada kertas dan alat elektronik ini, semakin membuatku mengerti bahawa Tuhan sedang bekerja dalam hidupku, akankah aku hanya menyerah dan mengeluh kepada Tuhan yang telah sudi untuk memeperhatikan hamba-Nya yang selalu melupakan akan kebaikan yang telah diterimanya selama ini?. Semakin lama waktu yang telah kulalui semakin menyadarkan aku akan besarnya kuasa-Nya, jika Dia mau aku berada dalam situasi apapun, Dia bisa melemparku kedalamnya hanya karena Dia bisa. Sungguh Tuhan hamba memohon ampun akan kesalah hamba selam ini, hamba mohon ya Bapa sudilah kiranya Engkau mengampuni dan menerima hamba seperti anak yang telah dilahirkan kembali Bapa. Ubahlah hidupku yang telah rusak ini Tuhan agar berkenan di hadapanMu ya Tuhan, hamba tidak memiliki apapun untuk membayar semua kesalahan hamba kepada-Mu ya Tuhan, tapi hamba inging Engkau sudi menggunakan hidup hamba dalam perjalan-Mu ya Bapa, hamba memohon akan royalitas-Mu seperti kepada saudara-saudaraku yang lebih dulu dari padaku, Amin. Jumat sembilan belas juni pukul tiga lewat tiga pulu delapan pagi, aku tidak bisa memejamkan mataku seperti hari-hari yang telah kulalui, aku masih dalam pertumbuhan akan iman kepada Tuhan kita Yesus Kristus yang telah memberikanku begitu banyak hal yang tak pernah akan kubayangkan sebagai manusia. Dia selalu mengawasi dan memeliharaku seperti permintaanku pada-Nya

Melewati gelap malam dan kini tergantikan oleh pagi, membuka mataku untuk merenungkan bahwa sungguh besar kasih yang telah Dia berikan sampai aku masih layak untuk menghirup udara di bumi, aku selalu bernyanyi dalam kesendirianku memuji dan memuliakan nama-Nya, karena ku tau pasti, Dia masih bekerja dalam hidupku dan mungkin saudara-saudari yang membaca tulisan ini. Aku selalu teringat sebuah film yang ku lihat beberapa kali melalui notebook sederhana milikku, sebuah film yang menginspirasi akan kebaikan Tuhan yang tidak pernah berhenti dalam hidup kita, walaupun kita tidak pernah menyadari hal-hal itu, saya yakin dan percaya, saat ini Tuhan tidak bekerja hanya pada diri saya dan saudara, tetapi Tuhan juga sedang bekerja dengan malaikat-malaikat-Nya untuk menunjukan jalan bagi saudarasaudara kita yang lain dalam menjalani hidup seperti yang telah diajarkan oleh seorang Anak Manusia yang dilahirkan oleh Perawan Suci Bunda Maria, ya... Dialah Tuhan kita yang telah sudi untuk turun ke bumi hina ini untuk menyelamatkan saya dan saudara akan dosa yang telah kita perbuat, bahkan dosa yang telah diturunkan oleh leluhur kita sebelum kita ada, Dia lah Tuhan kita Yesus Kristus sang jurus slamat saudara dan saya. Pada film Facing The Giants memberikan saya beberapa pesan yang mengubah hidup saya, disaat Grant Taylor yang diperankan oleh Alex Kedrick harus menghadapi masalah dalam gidupnya yang membuatnya tenggelam dalam ketakutan yang sangat besar yang siap untuk menelannya dalam kehancuran, Grant merupakan seorang pelatih futbol di sebuah Yayasan Pendidikan Kristen Shiloh, Grant telah mengajar selama 6 tahun di yayasan tersebut, kita bisa melihat bahwa seorang pelatih futbol di Yayasan Kristen melupakan kekuasan Tuhan yang telah senan tiasa berada di sampingnya. Seiring berjalannya waktu dan cobaan yang terus mengguncang hidupnya, Grant menyadari bahwa dirinya sedang dipakai oleh Tuhan untuk

memuliakan dan membesarkan nama-Nya, grant menyerahkan semua yang terjadi di tangan Tuhan, dia mengetahui bahwa Tuhan hanya akan mengirimkan hujan bagi lahan yang telah dipersiapkan untuk menerima hujan tersebut, perkataan dari seorang yang dipandang tidak normal mengubah Grant dan seluruh teamnya, akhirnya Grant menyadari akan kebesaran Tuhan sesungguhnya, Grant mulai mengubah cara pengajaran dan perkataannya terhadap murid-muridnya dan mengubah seluruh hidup muridmuridnya karena Tuhan mau. Dia memberikan sebuah filosofi team yang baru, Jika menang, kita memuliakan nama Tuhan, dan jika kita kalah, kita memuliakan nama Tuhan, sebuah filosofi yang sangat berarti dalam hidupnya tersebut yang membawa kemurahan hati Tuhan untuk mencampakkan team yang dia bina menjuarai piala daerah menghadapi sebuah team yang besarnya 3 kali lipat dari teamnya. Tetapi, mereka menang dalam kejuaraan tersebut, karena Tuhan bisa. Kesungguhan hati Grant dan istrinya membuat hati Tuhan semakin senang, dengan pemuliaan dan pernghormatan akan kekuasaan Tuhan, akhirnya Grant dan Istrinya dianugrahi oleh Tuhan kesuburan dalam keluarga, mulai dari masalah perekonomian, pekerjaan, dan yang paling luar biasa adalah Grant yang tidak dapat memiliki anak akhirnya diberkahi oleh Tuhan sebuah mukjizat dalam hidupnya hingga dia dan istrinya dapat memiliki anak yang selama ini mereka impikan, dan akhirnya merekapun dapat menjadi team keluarga dalam Tuhan. Saya dan saudara mungkin selama ini tidak menyadari bahwa hidup kita sedan digunakan oleh Tuhan, tetapi kita selalu melupakan dan menyangkal nama-Nya secara tidak sengaja karena sebuah alasan yang dunia, yang sering kali membuat Tuhan marah dan kecewa akan hidup hamba-Nya yang tidak mengakui-Nya. Seperti saya sebelumnya, Tuhan begitu

baik dalam hidup keluarga saya, saya adalah seorang anak dari keluarga sederhana, saya dibesarkan dalam keluarga kriseten. Orang tua saya selalu mengajak dan mengajarkan saya akan pengetahuan tentang Tuhan Yesus Krisuts. Setiap kali orang tua saya membawa serta saya dalam bait Allah, selalu tidur dan saya selalu mengabaikan firman-Nya. Selama saya masih duduk dalam bangku sekolah dasar sampai pada bangku sekolah menengah kejuruan, saya masih mengenal dan menghormati Tuhan yang selalu menjaga dan melindungi kami, Tuhan begitu baik dalam hidup saya, Dia memberikan saya kehidupan yang terbaik, Dia memberikanku peringkat yang luar biasa besar yang mengharumkan nama baik keluarga kami hanya karena Dia bisa. Tetapi saya mulai melukai hati-Nya saat keluarga kami dalam masalah yang tidak pernah berhenti, tetapi dengan penghormatan akan kekuasan Tuhan oleh mama, Dia mencampakanku di sebuah universitas ternama di Indonesia, Universitas Gadjah Mada yang selama ini menjadi impian anak-anak di Indonesia. Akan tetapi pribadi yang kumiliki selalu melukai hati-Nya, nama-Nya ku sangkal, kulupakan, penghormatan terhadap kekuasaan-Nya tidak pernah ku lakukan. Tetapi saya tau bahwa Tuhan tidak berhenti dalam hidupku, Dia memberikanku nilai yang baik, tetapi di saat saya terlena akan hidup di dunia yang selama ini ku jalani, Dia memberikan teguran yang sangat berat dan baru kusadari ketika duduk di bangku semester empat, nilai semester sebelumnya turun dan semester empatpun turun, itu karena saya mengabaikan-Nya. Tetapi saya yakin dan percaya, bahwa saya akan memiliki hidup yang sesuai dengan rancangan-Nya hari ini karena Dia mau dan saya berserah pada-Nya. Semakin hari saya merasa bahwa hidup yang kujalani selama ini tidak berguna, baik senang walaupun susah, berjalan seperti asap rokok yang

dilihat setelah dikeluarkan dari mulut seorang perokok dan lama-kelamaan hilang, bahkan lenyap. Saya berfikir apa gunanya jika hidup saya hanya bigini begitu saja, tidak berguna bagi pemuliaan dan penghormatan bagi-Nya. Perkuliahan dibuat bukan untuk menunjukan bahwa seorang pribadi manusia yang memiliki pendidikan hanya lulus, kerja, berkeluarga dan mati. Tidak, manusia menciptakan sistem pendidikan bukan sekedar untuk kehidupan semata, tetapi untuk memuliakan dan memuji nama Tuhan, begitu banyak pengetahuan yang dapat kita rasakan di bumi karena Tuhan ingin kita tau bahwa semua pengetahuan yang kita telan dan lihat adalah sebagian kecil sekali dari kekuasaan dan kebesaran-Nya.