Anda di halaman 1dari 2

Metode yang dapat digunakan dalam memilih lokasi : Kualitatif : penilaian faktor-faktor yang ditetapkan terlebih dahlu oleh

h tim khusus yang sengaja dibentuk Transportasi : digunakan untuk menambah lokasi atau relokasi bisnis Analisa Biaya : dimaksudkan untuk menghitung beban biaya produksi untuk masingmasing alternatif lokasi produksi Layout merupakan rancangan lokasi produksi yang dihadapi dan bersifat situasional yangtergantung pada : fasilitas produksi, ruang yang tersedia, jenis produksi skala produksi, dsb. Layout dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi dalam hal : ruang gerak, ruang kerja, kantor, gudang, pergerakan antaran, dst.

Tipe-tipe Layout : Tipe Proses : mengatur alur kerja proses yang memiliki pekerja dengan tugas sama dan bekerja dalam satu kelompok. Dalam tipe ini, produk bergerak dari satu stasiun kerja ke stasiun kerja lainnya, walaupun tidak semua stasiun harus dilewati. Tipe ini sesuai untuk produk yang TIDAK BANYAK MEMILIKI PERBEDAAN (misal percetakan) Tipe Produk : mengatur stasiun kerja dalam satu garis dimana produk akan melewati garis tersebut. Biasanya produksi dilakukan secara terus menerus dengan jumlah produksi setiap proses cukup besar. (misal makanan kaleng) Tipe posisi tetap : produk sulit atau tidak dapat dipindahpindahkan, sehingga produk lebih memungkinkan dikerjakan dalam posisi tetap sedangkan pekerja dan peralatan produksi didatangkan sesuai dengan kebutuhan (missal kapal, stadion) Pengelolaan material : pembelian dan persediaan A. Pembelian Agen pembeliaan (Purchasing Agent) : Pihak dari perusahaan yang ahli menentukan dimana tempat yang tepat untuk membeli berbagai jenis barang yang diperlukan Prosedur Pembelian Rangkaian langkah yang dilaksanakan oleh perusahaan ketika akan membeli suatu barang atau produk yang meliputi : spesifikasi produk dan pemasok, daftar permintaan ke agen pembelian, order pemesanan ke supplier (tender, harga, tanggal pengantaran, dst), penetapan pengantaran, penerimaan dan pemeriksaan pesanan. Cara menentukan jumlah pembelian : Hand to mouth purchasing : sama dengan yang dibutuhkan Forward Purchasing : pembelian dalam jumlah yang cukup banyak untuk keperluan selama jangka waktu tertentu Anticipatory Purchasing : pembelian dengan jumlah yang sangat besar dengan maksud engantisipasi masalah keperluan yang mungkin timbul Hal-hal yang harus dihindari dalam Pembelian adalah Single Source Purchasing (Pembelian hanya dilakukan dari satu pemasok saja). Lebih sering dilakukan adalah Bidpurchasing (Meminta tawaran dari berbagai pemasok dan memilih salah satu yang terbaik). Setelah memnentukan pemasok harus dilakukan Contract Purchasing yaitu negoisasi antara pemasok dan perusahaan untuk menentukan harga, tanggal pengantaran, dan kondisi-kondisi lain dalam penjualan tersebut. Pertimbangan akhir dalam mengambil kebijakan pembelian adalah membuat sendiri atau membeli ( make vs buy atau in house vs out house). B. Persediaan atau inventory

Pasokan barang yang dimiliki perusahaan yang digunakan proses produksi atau untuk penjualan kepada konsumen.