Anda di halaman 1dari 6

PENDAHULUAN

Latar belakang Penghasil stroberi (Fragaria chiloensis L.) terbesar di dunia adalah negara Amerika Serikat, disusul Polandia, Italia, Jepang dan Meksiko. Keberhasilan industri stroberi di Amerika Serikat khususnya California, terutama karena ditemukannya kultivar-kultivar baru yang unggul, sistem penanaman dan teknik budi daya yang tepat, telah menempatkan Amerika Serikat (AS) menjadi negara penghasil stroberi terbesar di dunia. Dibandingkan dengan negara lainnya, usaha stroberi di Indonesia belum dilakukan secara optimal. Baru pada pertengahan tahun 1990-an, stroberi dikenal masyarakat Rancabali Bandung, Jawa Barat. Kemudian, merambah ke Ciwidey yang secara geografis letaknya lebih rendah dari Rancabali . Berkebun stroberi merupakan salah satu usaha di bidang agribisnis yang dapat ditekuni dan menjanjikan keuntungan. Permintaan buah stroberi cukup tinggi baik untuk dikonsumsi langsung, maupun diolah kembali menjadi produk makanan . Stroberi tumbuh cukup baik di daerah Ciwidey karena udaranya dingin menyerupai habitat aslinya. Jenis stroberi yang banyak ditanam penduduk adalah Fragaria nilgerrensis, yang oleh warga setempat lebih dikenal sebagai stroberi Nyoho. Stroberi jenis lain yang juga mulai dibudidayakan adalah stroberi California (Fragaria verca), Holland, dan Ananassa (Fragaria ananassa). Menurut beberapa petani, kultivar-

Universitas Sumatera Utara

kultivar itu dapat dibedakan dari bentuk buah dan warna merahnya. Buah stroberi Nyoho dan Ananassa agak mengerucut (konikal), sementara California dan Holland agak membulat (globosa). Buah stroberi dapat dipanen tiga hingga empat kali seminggu. Produksi stroberi di Ciwidey dan sekitarnya cenderung menurun dan warna buah kurang merah akibat cuaca yang tidak menentu. Penurunan volume produksi hingga 50 persen itu diduga akibat kualitas benih yang kurang baik serta hujan yang sering turun. Dengan lahan seluas 250 meter biasanya menghasilkan 40 kg stroberi, namun awal tahun 2009 produksi stroberi menjadi 20 kg. Selain di daerah Jawa Barat, tanaman stroberi juga dijumpai di Jawa Tengah, seperti Tawangmangu, Sukabumi, Cipanas, Lembang, Batu, dan Bedugul (Bali). Usaha stroberi telah mengukuhkan keberadaan Tawangmangu sebagai sentra baru penghasil stroberi. Namun produksi stroberi tidak dapat berjalan dengan baik, permasalahan utama yang dihadapi pada produksi buah stroberi adalah ; (1) strawberry yang ditanam di lahan terbuka di daerah Tawangmangu tidak dapat berbuah secara kontinu sepanjang tahun, dimana produksi buah tergantung pada musim. Pada saat musim hujan, tanaman stroberi tidak dapat berbuah, (2) pada analisis situasi di atas dijelaskan, pada saat cuaca cerah rata-rata dapat dipanen stroberi sebesar kurang lebih 30% (kelas A), 50% (kelas B) dan 20% (kelas C). Kemungkinan lain menurunnya produksi disebabkan belumnya sesuainya varietas stroberi yang ditanam dengan lokasinya. Hasil panen yang baik disebabkan

Universitas Sumatera Utara

karena adanya kerjasama antara varietas dengan lingkungannya, sedangkan kemampuan adaptasi varietas dengan lingkungan antara suatu varietas dengan varietas lainnya berbeda . Varietas unggul tidak tampak keunggulan produksinya didaerah yang kurang cocok untuk pertumbuhan tanamannya, hal ini karena varietas unggul tersebut tidak dapat beradaptasi terhadap lingkungannya sehingga tidak dapat tumbuh optimal dan memberikan hasil maksimal. Ketinggian tempat yang cocok untuk penanaman strawberry adalah sekitar 1000 1300 m dpl. Tanaman stroberi cocok diusahakan di daerah Tanah Karo. Salah satunya ada di Desa Tongkoh Kecamatan Tiga Panah ,Berastagi. Dengan ketinggian tempat 1200 m dpl , dengan produktivitas petani stroberi adalah 13.847,62 Kg/Ha masih jauh lebih rendah dari produktivitas stroberi menurut literatur (57.142,85 Kg/Ha). Kecamatan Merek, Kabupaten Karo dengan ketinggian tempat 1400 m dpl. Ketinggian tempat mempengaruhi perubahan suhu udara. Semakin tinggi suatu tempat, misalnya pegunungan, semakin rendah suhu udaranya atau udaranya semakin dingin. Semakin rendah daerahnya semakin tinggi suhu udaranya atau udaranya

semakin panas. Oleh karena itu ketinggian suatu tempat berpengaruh terhadap suhu suatu wilayah. Meski stroberi sudah banyak yang menanam, tetapi sampai saat ini produksinya belum bisa memenuhi permintaan pasar. Harga jual stroberi cukup menjanjikan. Petani

Universitas Sumatera Utara

yang menanam dilahan terbuka harganya mencapai Rp. 30.000,-/kg (grade A/terbaik), grade B Rp. 22.000,-/kg, dan grade C Rp. 15.000,-/kg (Cahyana, 2006). Menurut Eno (2007) khasiat stroberi adalah: (1) dapat mengurangi kadar

kolestrol, (2) dapat meredam gejala stroke, (3) Mengandung zat anti alergi dan anti radang, (4) Mengandung zat anti alergi dan anti radang, (5) Konsentrasi tujuh zat antioksidan yang ada pada stroberi lebih tinggi dibandingkan buah atau sayuran lain, sehingga stroberi merupakan buah yang efektif mencegah proses oksidasi pada tubuh (Oksidasi ialah hancurnya jaringan tubuh karena radikal bebas. Oksidasi juga bertanggung jawab pada proses penuaan), (6) Kebutuhan vitamin C orang dewasa perharinya dapat dicukupi oleh 8 buah stroberi, kebutuhan serat juga sekaligus bisa terpenuhi. Stroberi juga dapat bermanfaat bagi pertumbuhan anak, (7) Stroberi yang hanya sedikit mengandung gula juga cocok untuk diet bagi pengidap diabetes, (8) Apabila dimakan secara teratur, stroberi dapat menghaluskan kulit dan membuat warna kulit terlihat lebih cerah dan bersih. Khasiat yang terkenal lainnya adalah anti

keriput,(9) Dapat memutihkan atau membersihkan permukaan gigi, (10) Ampuh melawan encok dan radang sendi, (11) Daun stroberi berkhasiat karena memiliki zat astringent. Tiga hingga empat cangkir air hasil rebusan daun stroberi per hari, dapat efektif menghentikan serangan diare. Di dunia pertanian, ditemukan ada lebih dari 600 varietas buah stroberi dengan perbedaan rasa, warna, tekstur, ukuran dan bentuk. Varietas yang paling banyak disukai adalah varietas stroberi liar yang walaupun penampilannya kurang menarik karena

Universitas Sumatera Utara

bentuknya yang kecil dan tidak seragam, tapi aroma dan rasanya ternyata sangat kuat, juga berwarna lebih merah melebihi varietas yang berukuran besar. Berdasarkan latar belakang ini, penulis ingin meneliti pertumbuhan dan produksi beberapa varietas tanaman stroberi (Fragaria chiloensis L. ) pada beberapa ketinggian tempat yang berbeda di wilayah Sumatera Utara.

Perumusan Masalah Permintaan stroberi cukup tinggi sehingga seringkali permintaan pasar domestik saja tidak terpenuhi. Stroberi merupakan salah satu tanaman dengan nilai ekonomis yang penting di Sumatera Utara. Namun yang jadi permasalahan adalah belum ada jenis varietas stroberi yang sesuai dengan keadaan iklim pada pertumbuhannya berdasarkan ketinggian tempat penanaman yang berbeda-beda di Sumatera Utara yaitu 700 m dpl, 1200 m dpl dan 1400 m dpl sehingga hasil yang diperoleh belum optimal. Untuk mengatasi masalah tersebut maka dirasa perlu dilakukan suatu kajian terhadap faktorfaktor penghambat pertumbuhan stroberi di Sumatera Utara. Bertolak dari kenyataan tersebut, penulis mencoba melakukan suatu observasi dari beberapa faktor penghambat melalui kajian terhadap lokasi di Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara

Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pertumbuhan vegetatif beberapa varietas stroberi pada beberapa lokasi dengan ketinggian tempat yang berbeda di daerah Sumatera Utara, yaitu : Bandar Baru, Tongkoh dan Merek ( 700 mdpl, 1200 mdpl dan 1400 mdpl ) . Untuk mengetahui produksi beberapa varietas stroberi ditinjau dari kualitas dan kuantitas buahnya disetiap lokasi penelitian ( kadar gula, vitamin C, dan total asam).

Hipotesis Penelitian Ketinggian tempat akan mempengaruhi pertumbuhan dan produksi beberapa varietas stroberi. Varietas yang berbeda akan memberikan respon yang berbeda pada kualitas dan kuantitas buah pada setiap lokasi penelitian ( kadar gula, vitamin C, dan total asam).

Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu informasi ilmiah tentang pembudidayaan beberapa varietas stroberi dalam mendapatkan pertumbuhan dan potensi hasil pada beba erapa ketinggian tempat yang berbeda di Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara