Anda di halaman 1dari 4

PERCOBAAN III VOLTAMMETRI

I Tujuan Percobaan
Mahasiswa dapat menggunakan potentiostat dan menyusun rangkaian sel
elektrokimianya serta melakukan analisis voltametri untuk penentuan analit dalam
larutan.
II Dasar Teori
Voltametri adalah suatu teknik dalam analisis elektrokimia seperti
potensiometri, amperometri, polarografi dan konduktimetri. Analisis voltametri
dilakukan dengan mempolarisasi elektroda dalam sel elektrokimia pada serangkaian
potensial range tertentu dan mengamati perubahan arus yang dihasilkan oleh sel
akibat adanya proses oksidasi dan reduksi analit.
Voltametri dikembangkan berdasarkan prinsip polarografi yang dikenal
menggunakan tetesa air raksa (dropping mercury electrode / DME) sebagai elektroda
kerja. Elektroda yang terpolarisasi disebut elektroda kerja atau working electrode
(WE), sedangkan elektroda pasangannya yang tidak terpolarisasi adalah elektroda
referensi yang berupa kalomel (saturated calomel electrode / SCE) atau elektroda
Ag/AgCl. Selain dua elektroda tersebut, biasanya masih diperlukan elektroda
tambahan (counter/auxiliary electrode/CE) yang ikut mendukung system yang
menghasilkan arus cukup besar.
Potensial yang diterapkan pada elektroda dalam teknik voltametri ini bisa
bermacam-macam, yang menghasilkan beberapa varian teknik voltametri diantaranya
adalah : LSV (linear sweep voltammetry), CV (cyclic voltammetry), DPV
(differensian pulse voltammetry) dan SWV (square wave voltammetry).

2.1 LSV (linear sweep voltammetry)


Linear sweep voltammetry adalah istilah umum untuk suatu teknik voltametri
dimana potensial yang diberikan pada elektroda kerja dengan variasi waktu linier.
Metode ini juga mencakup polarography, siklik voltametri rotating disc voltametri.
Slope yang dihasilkan dari metode ini memiliki unit potensial (volt) per satuan waktu,
dan biasanya disebut scan rate percobaan.
Voltammogram dari LSV yaitu :

Nilai dari scan rate percobaan dapat divariasi dari tingkat rendah mV/sec (khusus
untuk polarography) sampai tingkat tinggi 1.000.000 V/sec (tercapai bila digunakan
ultra mikroelektrode sebagai electrode kerja). Dengan jalur linier potensial, arus
Faraday ditemukan untuk menaikkan scan rates yang lebih tinggi.
2.2 CV (cyclic voltammetry)
Cyclic voltammetry adalah yang paling umum digunakan dalam teknik
elektrokimia, dan berdasarkan pada kelinieran potensial dari kurva. Sehingga
perubahan potensial sebagai fungsi linier dari waktu. Tingkat perubahan potensial
dengan waktu mengarah pada scan rate.

Voltammogram dari CV yaitu :


2.3 DPV (differensian pulse voltammetry)
Differensian pulse voltammetry diperoleh dengan menambahkan secara
periodic pulse potensial (meningkatkan potensial sementara) untuk menjalankan
voltase yang digunakan pada LSV. Arus diukur hanya khusus untuk pulse dan
diakhiri pada penerapan pulse. Perbedaan antara kedua arus diplotkan sebagai fungsi
jalur potensial pada LSV.
Voltammogram dari DPV yaitu :

2.4 SWV (square wave voltammetry)


Square wave voltammetry dan differential pulse voltammetry keduanya
digunakan untuk analisis kualitatif dan kuantitatif. Metode ini mengambil keuntungan
dari timing sampel ke computer berulang kali pada dua titik relative terhadap waktu
penerapan tegangan square wave untuk electroda. Perbedaan antara dua nilai arus
diplotkan sebagai fungsi dari aplikasi potensial DC. Hasil yang diperoleh adalah
puncak dari voltammetryc wave , sesuai dengan aktivitas elektro dari spesies pada sel
elektrokimia.
Voltammogram dari SWV yaitu :