Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

REMOTE LABORATORY

Tekanan Hidrostatik

Nama NPM Fakultas Departemen Kode Praktikum Tanggal Praktikum

: Mauhibiya Shofa : 1106010515 : Teknik : Teknik Kimia : MR03 : 8 Maret 2012

: Teknik : Teknik Kimia : MR03 : 8 Maret 2012 Unit Pelaksana Pendidikan Ilmu Pengetahuan

Unit Pelaksana Pendidikan Ilmu Pengetahuan Dasar (UPP IPD) Universitas Indonesia Depok, 2012

I.

Tujuan Praktikum Untuk mengukur massa jenis suatu cairan.

II. Prinsip Dasar

Zat yang tersebar di alam dibedakan dalam tiga keadaan (fase), yaitu fase padat, cair dan gas. Beberapa perbedaan di antara ketiganya adalah: 1) Fase padat, zat mempertahankan suatu bentuk dan ukuran yang tetap, meskipun suatu gaya yang besar dikerjakan pada benda tersebut. 2) Fase cair, zat tidak mempertahankan bentuk yang tetap melainkan mengikuti bentuk wadahnya. Tetapi seperti halnya fase padat, pada fase cair, zat tidak mudah dimampatkan, dan volumenya dapat diubah hanya jika dikerjakan gaya yang sangat besar. 3) Fase gas, zat tidak mempunyai bentuk tetap, tetapi akan berkembang mengisi seluruh wadah. Karena fase cair dan gas memiliki karakter tidak mempertahankan suatu bentuk yang tetap, maka keduanya mempunyai kemampuan untuk mengalir; dengan demikian keduanya disebut fluida. Fluida adalah zat alir, yaitu zat yang dalam keadaan biasa dapat mengalir. Salah satu ciri fluida adalah kenyataan bahwa jarak antar molekulnya tidak tetap, bergantung pada waktu. Ini disebabkan oleh lemahnya ikatan antara molekul (gaya kohesi).

Gaya kohesi antar molekul gas sangat kecil jika dibandingkan gaya kohesi antar molekul zat cair. Keadaan ini menyebabkan molekul-molekul gas menjadi relatif bebas sehingga gas selalu memenuhi ruang. Sebaliknya molekul-molekul zat cair terikat satu sama lainnya sehingga membentuk suatu kesatuan yang jelas, meskipun bentuknya sebagian ditentukan oleh wadahnya.

Akibat lainnya adalah kemampuannya untuk dimampatkan. Gas bersifat mudah dimampatkan sedangkan zat cair sulit. Gas jika dimampatkan dengan tekanan yang cukup besar akan berubah manjadi zat cair. Mekanika gas dan zat cair yang bergerak mempunyai perbedaan dalam beberapa hal, tetapi dalam keadaan diam keduanya mempunyai perilaku yang sama dan ini dipelajari dalam statika fluida.

A. STATIKA FLUIDA

Kerapatan dan Berat Jenis

Kerapatan (densitas) sutau benda, ρ, didefinisikan sebagai massa per satuan volume:

dengan m adalah massa benda dan V adalah volume benda. Dengan demikian, satuan internasional untuk

dengan m adalah massa benda dan V adalah volume benda. Dengan demikian, satuan internasional untuk kerapatan adalah kg/m 3 , dan dalam cgs adalah g/cm 3 . Selain kerapatan, besaran lain yang sering digunakan dalam menangani persoalan fluida adalah berat jenis. Berat jenis suatu benda didefinisikan sebagai perbandingan kerapatan benda tersebut terhadap kerapatan air pada suhu 4 0 C. Dengan demikian berat jenis merupakan besaran murni tanpa dimensi maupun satuan.

Tekanan Fluida

Gaya merupakan unsur utama dalam kajian mekanika benda titik. Dalam mekanika fluida, unsur yang paling utama tersebut adalah tekanan. Tekanan adalah gaya yang dialami oleh suatu titik pada suatu permukaan fluida persatuan luas dalam arah tegak lurus permukaan tersebut. Secara matematis, tekanan (P) didefinisikan melalui hubungan

Secara matematis, tekanan (P) didefinisikan melalui hubungan dimana dF adalah gaya yang dialami oleh elemen luas

dimana dF adalah gaya yang dialami oleh elemen luas dA dari permukaan fluida. Satuan tekanan adalah N/m 2 atau pascal (Pa).

Secara mikroskopik, gaya merupakan pertambahan momentum per satuan waktu yang disebabkan oleh tumbukan molekul-molekul fluida di permukaan tersebut. Permukaan ini bisa berupa permukaan batas antara fluida dengan wadahnya, tetapi ia bisa pula berbentuk permukaan imajiner yang kita buat pada fluida. Tekanan merupakan besaran skalar, bukan suatu besaran vektor seperti halnya gaya.

Hubungan Tekanan dengan Kedalaman

Dengan

menggunakan

hukum

newton,

kita

dapat

menurunkan

persamaan

menghubungkan tekanan dengan kedalaman fluida:

Dengan menggunakan hukum newton, kita dapat menurunkan persamaan menghubungkan tekanan dengan kedalaman fluida: yang

yang

P 0 adalah tekanan di permukaan.

B. TEKANAN HIDROSTATIK

Statika fluida (hidrostatik) merupakan cabang ilmu yang mempelajari fluida statis. Statika fluida mencakup kajian kondisi fluida dalam keadaan stabil (setimbang). Anikouchine

dan Sternberg (1981) mengatakan bahwa tekanan air pada setiap arah pada suatu badan air memiliki besaran yang sama, air akan bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan lebih rendah. Tekanan hidrostatik dapat digambarkan sebagai berikut:

Tekanan hidrostatik dapat digambarkan sebagai berikut: Dimana, P = tekanan hidrostatik (tekanan/unit area) ρ =

Dimana,

P = tekanan hidrostatik (tekanan/unit area)

ρ = massa jenis fluida (kg/m 3 )

g = percepatan gravitasi bumi (g = 9.8 m/s 2 )

h = kedalaman fluida dari permukaan (m)

Tekanan hidrostatik adalah tekanan zat cair yang diukur berdasarkan berat kolom air yang diukur dalam atmosfer (atm). Hal ini disebabkan karena adanya gaya gravitasi yang menyebabkan zat cair dalam suatu wadah tersebut selalu tertarik ke bawah. Makin tinggi zat cair dalam wadah, maka makin berat zat cair itu sehingga makin besar tekanan yang dihasilkan zat

cair pada dasar wadah. Pada percobaan ini tekanan di dasar tabung lebih besar dibanding dengan di atas tabung untuk menopang berat cairan di tabung. Massa cairan di tabung ini dapat dituliskan menjadi :

tabung untuk menopang berat cairan di tabung. Massa cairan di tabung ini dapat dituliskan menjadi :

dan beratnya adalah

tabung untuk menopang berat cairan di tabung. Massa cairan di tabung ini dapat dituliskan menjadi :

dengan, A = luas penampang tabung (m 2 )

dengan, A = luas penampang tabung (m 2 ) Gambar 1. Sebuah tabung berisi cairan Apabila

Gambar 1. Sebuah tabung berisi cairan

Apabila Po adalah tekanan pada bagian atas tabung dan P adalah tekanan yang terdapat pada dasar tabung, maka gaya ke atas yang disebabkan oleh beda tekanan adalah PA P o A. Maka didapatkan suatu persamaan sebagai berikut :

P o A. Maka didapatkan suatu persamaan sebagai berikut : dengan, P = tekanan pada bagian

dengan, P = tekanan pada bagian atas (Pa) P o = tekanan pada dasar tabung (Pa)

III.

PERALATAN

a. Piranti sensor tekanan

b. Silinder pejal ( d = 12.1 mm )

c. Termometer

d. Bejana (d = 16 mm)

e. Piranti penggerak silinder

f. Camcorder

g. Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis.

IV.

PROSEDUR PERCOBAAN

Eksperimen rLab ini dapat dilakukan dengan meng-klik tombol rLab di bagian bawah halaman ini.

a. Mengaktifkan web cam.

b. Memperhatikan tampilan video dari peralatan yang digunakan

c. Menurunkan bandul sejauh 1 cm.

d. Mengaktifkan motor dengan mengeklik radio button di sebelahnya.

e. Mengukur tekanan air dengan mengklik icon ukur!

f. Mengulangi langkah 1 hingga 3 dengan menurunkan bandul sejauh 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9 cm.

V.

TUGAS DAN EVALUASI

a. Pada penurunan bandul yang ke berapa hingga ke berapa yang mengakibatkan bandul tercelup di cairan ?

b. Ketika bandul diturunkan dan telah tercelup cairan, hitunglah perubahan kenaikan air dari satu langkah penurunan bandul ke langkah penurunkan bandul berikutnya.

c. Buatlah grafik yang menunjukan hubungan penurunan bandul dengan tekanan yang terukur di dasar tabung !

d. Hitunglah nilai kerapatan zat cair (ρ) yang digunakan, dengan menggunakan persamaan

(2).

P0 adalah tekanan yang terukur pada saat bandul tidak tercelup.

e. Buatlah analisis dari hasil percobaan ini.

VI.

PENGOLAHAN DATA DAN EVALUASI Berdasarkan teori yang menyatakan bahwa tekanan hidrostatik bergantung pada massa jenis suatu zat / fluida, ketinggian dan percepatan gravitasi menentukan apakah bandul tersebut tercelup atau belum tercelup tergantung pada seberapa besar dari penurunan bandul yang di variasikan. Pada penurunan bandul 1-3 cm, tidak menyebabkan perubahan tekanan yang terlalu besar, akan tetapi saat bandul diturunkan mulai dari 4 cm, perbedaan tekanan terlihat mencolok dan begitu besar. Hal ini menandakan bahwa bandul sudah mulai tercelup. Kemudian setelah

bandul diturunkan mulai dari 59 cm, tekanan yang ditimbulkan semakin besar. Hal ini disebabkan oleh pengaruh ketinggian dari bandul yang semakin besar dan berat fluida yang dipindahkan pun semakin besar yang mempengaruhi besar dari tekanan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghitung rata-rata dari masing-masing tekanan pada masing-masing penurunan bandul. Berikut adalah perhitungannya,

penurunan bandul. Berikut adalah perhitungannya, Penurunan Tekanan Rata-rata (cm) (KPa) (P)

Penurunan

Tekanan

Rata-rata

(cm)

(KPa)

(P)

1.0

10368.2

1.0

10573.3

10492.23

1.0

10535.2

2.0

10591.2

2.0

10561.6

10545.77

2.0

10484.5

3.0

10560.6

3.0

10539.4

10551.07

3.0

10553.2

4.0

10654.7

4.0

10700.1

10704.37

4.0

10758.3

5.0

10876.7

5.0

10767.8

10800.57

5.0

10757.2

6.0

11207.6

6.0

11042.7

11058.2

6.0

10924.3

7.0

11007.8

7.0

11016.2

11018.7

7.0

11032.1

8.0

11143.1

11158.27

8.0

11183.3

 

8.0

11148.4

9.0

11249.9

9.0

11300.6

11290.03

9.0

11319.6

Berdasarkan persamaan (2), dimana P = P 0 + ρ g h, maka

∆P = ρ g h y = mx + b

Y

X

Y

2

X

2

XY

10492.23

0.01

110086890.4

0.0001

104.9223

10545.77

0.02

111213264.9

0.0004

210.9154

10551.07

0.03

111325078.1

0.0009

316.5321

10704.37

0.04

114583537.1

0.0016

428.1748

10800.57

0.05

116652312.3

0.0025

540.0285

11058.2

0.06

122283787.2

0.0036

663.492

11018.7

0.07

121411749.7

0.0049

771.309

11158.27

0.08

124506989.4

0.0064

892.6616

11290.03

0.09

127464777.4

0.0081

1016.1027

97619.21

0.45

1059528387

0.0285

4944.1384

Dengan,

Sehingga, Berdasarkan ∆P = ρ g h y = mx + b maka, nilai

1059528387 0.0285 4944.1384 Dengan, Sehingga, Berdasarkan ∆P = ρ g h y = mx + b

m = 10529.65

ρ = 10529.65 / 9.8 ρ = 1074.45 kg/m 3 Untuk tekanan mula-mula, di ukur

ρ = 10529.65 / 9.8

ρ = 1074.45 kg/m 3

Untuk tekanan mula-mula, di ukur pada keadaan silinder belum tercelup. Keadaan silinder belum tercelup (0 cm) sampai pada penurunan 4 cm, oleh karena itu, rata-rata tekanan mula-mula P0 adalah

4 cm, oleh karena itu, rata-rata tekanan mula-mula P0 adalah = ( 10492.23 + 10545.77 +

= (10492.23 + 10545.77 + 10551.07 + 10704.37) / 4

= 10573.36 kPa

Berikut adalah grafik rata-rata tekanan, P (kPa) terhadap penurunan bandul (cm)

Penurunan

 

(cm)

Rata-rata (P)

10492.23

1

10545.77

2

10551.07

3

10704.37

4

10800.57

5

11058.2

6

11018.7

7

11158.27

8

11290.03

9

Grafik Perubahan Tekanan terhadap Penurunan Bandul

11400 11200 11000 10800 10600 10400 10200 10000 1 2 3 4 5 6 7
11400
11200
11000
10800
10600
10400
10200
10000
1
2
3
4
5
6
7
8
9
rata-rata tekanan (kPa)

penurunan bandul (cm)

10000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 rata-rata tekanan (kPa) penurunan bandul (cm)

Tekanan, P (kPa) terhadap penurunan (cm)

VII. ANALISIS DATA

1. Analisis Percobaan

Percobaan kali ini MR03, yaitu Tekanan Hidrostatik, dilakukan dengan tujuan untuk menghitung besar dari massa jenis zat cair yang digunakan dalam percobaan. Pada saat percobaan, terlebih dahulu praktikan diharuskan untuk mengaktifkan web cam. Hal ini dilakukan agar praktikan dapat melihat alat praktikum secara langsung, karena praktikum ini memerlukan gambaran visual pada saat praktikum dilaksanakan. Dalam video akan terlihat gambar dari peralatan yang digunakan, dan kita dapat memastikan bahwa alat bekerja dengan baik dengan jalan melihat adanya pergerakan pada silinder pada saat dilakukan penurunan silinder. Penurunan silinder dilakukan setiap 1 cm. Hal ini dilakukan untuk mengetahui besar dari tekanan yang dihasilkan tiap penurunan 1 cm silinder. Dalam satu kali penurunan, akan didapatkan 3 buah data pengamatan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan variasi data,

sehingga tingkat keakuratan dari hasil pengukuran semakin baik. Langkah awal yang dilakukan yaitu melakukan percobaan perhitungan tekanan dengan tidak memberikan penurunan pada silinder (h = 0). Hal ini dilakukan untuk mendapatkan perkiraan tekanan awal (Po). Pada saat silinder diberikan penurunan sebesar 1 cm, 2 cm, 3 cm, dan 4 cm dalam visualisasi video menunjukkan bahwa silinder belum tercelup ke dalam zat cair. Hal ini mengindikasikan bahwa data tekanan pada saat h = 1 cm sampai h = 4 cm merupakan tekanan awal (atau disebut sebagai tekanan lingkungan ). Pada saat silinder diberikan penurunan sebesar 5 cm hingga 9 cm, terlihat dalam visualisasi video bahwa silinder sudah tercelup ke dalam bejana berisi cairan.

2. Analisis Hasil

Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu menghitung nilai rata-rata tekanan yang kita dapatkan berdasarkan data pengamatan untuk tiap 1 cm penurunan silinder. Rumus yang digunakan dalam perhitungan rata-rata diatas yaitu sebagai berikut. Pada praktikum kali ini, tiap 1 cm penurunan silinder didapatkan 3 buah data tekanan. Sehinggga perhitungan akan menjadi sebagai berikut.

tekanan. Sehinggga perhitungan akan menjadi sebagai berikut. Perhitungan selanjutnya yaitu mencari nilai dari tekanan

Perhitungan selanjutnya yaitu mencari nilai dari tekanan awal Po (tekanan udara normal atau tekanan lingkungan). Tekanan ini diindikasikan pada saat percobaan dilakukan, yaitu tekanan ketika silinder belum tercelup ke dalam bejana yang berisi cairan. Dari pengamatan yang dilakukan praktikan, diketahui bahwa silinder belum tercelup ke dalam bejana ketika silinder diberikan penurunan hingga sebesar 4 cm. Dari pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa tekanan awal akan dihitung berdasarkan besar dari tekanan pada saat penurunan 1 cm, sampai 4 cm, yaitu dengan jalan merata-ratakan ketiga data tersebut. Menurut perhitungan yang telah dilakukan yaitu

dengan jalan merata-ratakan ketiga data tersebut. Menurut perhitungan yang telah dilakukan yaitu P o = 10573.36

P o = 10573.36 kPa

Langkah selanjutnya adalah menentukan massa jenis cairan yang digunakan yaitu dengan persamaan

P = Po + ρgh

Dengan bantuan metode kuadrat terkecil, nilai ρ (massa jenis) dapat ditentukan dan menghasilkan besar massa jenisnya

ρ = 1074.45kg/m 3

dan dengan persamaan yang sama, bisa ditentukan pula kenaikan cairan pada dinding tabung.

3. Analisis Grafik Pada praktikum tekanan hidrostatik ini, didapatkan satu buah grafik, yaitu grafik hubungan antara Tekanan ( P ) terhadap besar penurunan silinder. Berdasarkan grafik tersebut menunjukkan bahwa besar tekanan hidrostatik sebanding dengan besar penurunan bandul atau kedalaman suatu zat dalam fluida. Grafik hubungan antara tekanan dengan penurunan bandul

Grafik Perubahan Tekanan terhadap Penurunan Bandul

11400 11200 11000 10800 10600 10400 10200 10000 1 2 3 4 5 6 7
11400
11200
11000
10800
10600
10400
10200
10000
1
2
3
4
5
6
7
8
9
rata-rata tekanan (kPa)

penurunan bandul (cm)

10000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 rata-rata tekanan (kPa) penurunan bandul (cm)

Tekanan, P (kPa) terhadap penurunan (cm)

Dari grafik diatas terlihat bahwa grafik tersebut menunjukkan hubungan yang linear. Yang artinya semakin besar penurunan yang diberikan kepada silinder, maka akan semakin besar juga besar tekanan ( P ) yang dihasilkan. Namun, ada suatu hal yang menarik dari grafik diatas, yaitu terlihat pada besar penurunan 1 cm sampai 4 cm. Pada ketiga penurunan ini tidak menunjukkan suatu hubungan linear, malahan lebih cenderung kepada suatu hal konstan (tidak terdapat besar kenaikan tekanan yang mencolok). Dari hal ini, kita dapat menyimpulkan bahwa besar tekanan yang ditunjukkan pada ketiga kondisi tersebut merupakan tekanan udara normal/tekanan lingkungan, yang kita anggap sebagai tekanan awal ( Po ). kemudian setelah penurunan silinder sebesar 5 cm hingga 9 cm, grafik menunjukkan hubungan yang linear, yang berarti silinder sudah mulai tercelup ke dalam bejana berisi zat cair.

VIII.

KESIMPULAN

a. Massa jenis zat cair yang digunakan dalam percobaan ini yaitu 1074.45 kg/m 3 .

b. Sebelum bandul tercelup ke dalam bejana berisi zat cair, tekanan yang terbaca merupakan tekanan udara luar, yang merupakan tekanan awal ( Po).

c. Berdasarkan grafik, diketahui bahwa Tekanan (P) berbanding lurus dengan besar penurunan bandul (hubungan yang linear).

d. Besarnya tekanan hidrostatik tidak bergantung pada bentuk dari bejana yang digunakan.

e. Hidrostatik dipengaruhi oleh tekanan awal (P0), massa jenis zat cair, percepatan gravitasi (g), dan ketinggian dari fluida (h).

REFERENSI

Giancoli, D.C.; Physics for Scientists & Engineers, Third Edition, Prentice Hall, NJ,gravitasi (g), dan ketinggian dari fluida (h). REFERENSI 2000. Halliday, Resnick, Walker; Fundamentals of Physics,

2000.

Halliday, Resnick, Walker; Fundamentals of Physics, 7th Edition, Extended Edition, John Wiley & Sons, Inc., NJ, 2005.dari fluida (h). REFERENSI Giancoli, D.C.; Physics for Scientists & Engineers, Third Edition, Prentice Hall, NJ,