Anda di halaman 1dari 20

SKIZOFRENIA

Prevalensi
1% dari populasi dunia (0,85%) Insidens 1: 10.000 orang pertahun Prevalensi berdasar jenis kelamin, wanita gejala lebih ringan , lebih sedikit rawat inap. Onset pada laki-laki terjadi lebih awal drpd wanita Onset puncak laki2 umur 15-25 th, wanita 25 -35 th, jarang pada usia<10/>50 th.

Kriteria Diagnosis Skizofrenia menurut DSM IV


A. Gejala Karakteristik
Dua atau lebih berikut ditemukan selama periode 1 bulan. 1. waham; 2. halusinasi; 3. bicara terdisorganisasi (sering menyimpang/inkoheren) 4. perilaku terdisorganisasi atau katatonik yang jelas 5. gejala negative yaitu pendataran afektif, alogia atau tidak ada kemauan (avolition).

B. Disfungsi sosial/pekerjaan;
Seperti pekerjaan, hubungan interpersonal atau perawatan diri.

C. Durasi sekurang-kurangnya 6 bulan D. Penyingkiran gangguan skizoafektif dan gangguan alam perasaan
Gangguan skizoafektif dan gangguan alam perasaan dengan ciri psikotik telah disingkirkan karena: 1. tidak terdapat episode depresif berat, manik atau campuran yang terjadi bersama-sama dalam fase aktif, atau 2. jika episode suasana perasaan terjadi selama gejala fase aktif, durasi totalnya lebih singkat dibanding durasi periode aktif dan residual.

E. Penyingkiran zat/kondisi medis umum F. Hubungan dengan gangguan perkembangan pervasive

Jenis dan Tipe Skizofrenia


Menurut DSM IV Tipe paranoid Ditandai oleh waham kejar dan atau waham kebesaran, waham cemburu. Tipe hebefrenik

Cirinya isi pikir dan arus pikir sangat terdisorganisasi, penampilan dan perilaku sosial rusak, inkoherensi, kekanak-kanakan dan tampak bodoh (silly)

Tipe katatonik

Ciri khas yaitu adanya gangguan nyata pada fungsi motorik berupa stupor, negativisme, rigiditas, kegaduhan atau posturing. Terdapat waham yang jelas, halusinasi, inkoherensi tingkah laku kacau, namun tidak memenuhi klasifikasi tipe-tipe diatas. Pernah terjadi paling sedikit satu episode skizofrenia.

Tipe tak tergolongkan

Tipe residual

Perjalanan penyakit skizofrenia


Fase prodromal

Onset insidious yang terjadi selama berbulan-bulan atau lebih Ada perubahan perilaku seperti: penarikan diri secara sosial, hendaya dalam pekerjaan, afek tak serasi, avolition, ide aneh Muncul gejala psikotik seperti waham, halusinasi, bicara dan perilaku kacau Memerlukan intervensi medik Bisa akut eksaserbasi
Gejala-gejala fase aktif hilang, ada hendaya dalam perasaan Ada gejala negative, gejala positif berkurang

Fase aktif

Fase residual

KRITERIA MENURUT PPDGJ III


1. Ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan biasanya dua gejala atau lebih bila gejala-gejala itu kurang tajam atau kurang jelas): (a) - Thought echo - Thought insertion or withdrawal - Thought broadcasting (b) - Delusion of control - Delusion of influence - Delusion of passivity - Delusional perception (c) Halusinasi auditorik (d) Waham aneh yang menetap

2.

3.

4.

Atau paling sedikit dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada secara jelas: (a) halusinasi (b) Inkoherensi (c) Perilaku katatonik, seperti fleksibilitas cerea, negativisme, mutisme, dan stupor; (d) Gejala-gejala "negatif Adanya gejala-gejala khas tersebut diatas telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih. Deteriorasi atau gangguan fungsi sosial

TIPE SKIZOFRENIA MENURUT PPDGJ III


a. b. c. d. e. f. g. h. Skizofren paranoid Skizofren hebefrenik Skizofren katatonik Skizofren Tak terinci Depresif pasca skizofren Skizofren Residual Skizofren Lainnya Skizofren Yang tidak tergolongkan (YTT)

SKIZOFRENIA PARANOID (F20.0)


A. Merupakan tipe yang paling sering ditemukan B. Gambaran klinis didominasi oleh waham yang bersifat stabil, biasanya disertai oleh halusinasi C. KRITERIA DIAGNOSTIK - Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofren - Halusinasi/waham harus menonjol
Halusinasi pendengaran (ancaman, perintah),halusinasi penciuman atau pengecapan rasa/bersifat sexual waham yang berupa dikendalikan, dipengaruhi, passivity / kejar (paling khas waham kejar)

- Gangguan afektif, dorongan kehendak dan pembicaraan serta gejala katatonik yang tidak nyata

TIPE HEBEFRENIK (F20-1)


Kriteria Diagnosis : Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofren Diagnosis untuk pertama kali hanya ditegakkan pada usia remaja atau dewasa muda (onset usia 15-25 th) Ciri khas kepribadian pemalu dan senang menyendiri atau solitary

Menegakkan diagnosis skizofrenia tipe hebefrenik ini perlu dilakukan observasi selama 2-3 bln untuk melihat apakah gejala berikut ini bertahan atau tidak:

Perilaku tdk bertanggung jawab, solitary, menyendiri, hampa tujuan dan perasaan Afek dangkal (shallow) dan tidak wajar (inappropriate) Inkoheren

Terdapat gangguan afektif, dorongan kehendak dan gangguan proses pikir yang menonjol

TIPE KATATONIK (F20.2)


Skizofrenia tipe ini jarang ditemukan Kriteria diagnostik
1. 2.

3.

Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofren terdapat 1/ > gejala2 spt: stupor/mutisme, kegelisahan, posturing, negativisme, rigiditas, waxy flexibilitas / command outomatisme apabila pasien tidak komunikatif dan terdapat manifestasi perilaku katatonik maka untuk sementara penegakan diagnosis harus ditunda sampai ada bukti katatonik yang bukan dicetuskan o/ penyakit otak, gg metabolit, alkohol, atau obat2an

TIPE TAK TERINCI (F20.3)


Kriteria diagnostik
1. 2.

Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofren Tidak memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofren paranodi, hebefrenik, katatonik, residual, atau depresi pasca skozofren

TIPE DEPRESI PASCE SKIZOFRENIA (F.20.4)


Kriteria Diagnosis : Skizofrenia sudah berlangsung 1 tahun Gejala skizofrenia masih tetap ada Terdapat gejala2 depresif yang menonjol dan mengganggu, memenuhi episode depresif dan berlangsung min 2 minggu Apabila pasien tdk lagi menunjukkan gjl skizofren, diagnosis menjadi episode depresif

TIPE RESIDUAL (F.20.5)


Kriteria Diagnostik : Gejala negatif menonjol Ada riwayat satu episode psikotik yang jelas dimasa lalu yang memenuhi kriteria skizofren Paling sedikit melampaui kurun waktu 1 tahun dimana intensitas dan frekuensi gejala yang nyata sangat berkurang dan telah menimbulkan sindrom negatif - Tidak terdapat dimensia, penyakit otak organik, atau depresi kronis

TIPE SIMPLEK (F.20.6)


Kriteria Diagnosis : Diagnosis skizofren simplek sulit dibuat, tergantung pd pemantapan perkembangan yg perlahan dan progresif dari :

Gejala negatif yg khas dr skizofren residual tnp didahului rwyat halusinasi, waham, atau manifestasi lain dari episode psikotik

Kurang nyata gejala psikotiknya jika dibandingkan dengan skizofrenia tipe lain

Penatalaksanaan
Penanganan pasien skizofrenia dibagi secara garis besar menjadi: 1. Terapi somatik: terdiri dari obat anti psikotik 2. Terapi psikososial 3. Perawatan rumah sakit (Hospitalize)