Anda di halaman 1dari 4

Tes Pajanan Pengamatan lingkungan Pengamatan lingkungan digunakan untuk mengkaji jenis bahan kimia dan kadar pajanan

di tempat kerja. Bila mungkin, pengamatan pekerja secara perorangan harus dilakukan daripada menggunakan sampel yang statis. Hal ini khususnya dilakukan pada pekerja yang harus bergerak mengitari tempat kerja dan tidak berada hanya disatu tempat proses kerja tertentu. Berkonsultasi dengan ahli kebersihan industry baik untuk mengamati lingkungan, namun, pada pebrik tertentu, petugas keselamatan atau teknisi dapat melakukan pengamatan bila mereka sudah dilatih. Pengetahuan tentang jenis bahan kimia yang menjadi pajanan serta kadar pajanan merupakan informasi yang sangat berguna yang dibutuhkan seorang dokter. Pengamatan biologis Pengamatan biologis adalah pelengkap pengamatan lingkungan. Teknik pengamatan biologis akan memberikan informasi tentang beban tubuh (pajanan internal) yang memberi gambaran keseimbangan antara penerimaan, biotransformasi, dan pengeluaran, kontras terhadap pengamatan lingkungan yang mengukur kadar pajanan udara di tempat kerja atau zona pernapasan. Pengamatan biologis khususnya berguna bila penyerapan melalui kulit atau secara tidak sengaja menelan, menjadi jalan masuk pajanan yang bermakna. Pajanan kulit terhadap bahan pelarut umum terjadi di antara tukang cat, pembersih lemak, dan tukang cetak (Chia dkk., 1993b). pada pekerja ini

sering memakai pelarut untuk membersihkan kulit yang ternoda cat/tinta atau minyak (Chia dkk., 1987). Menelan debu logan melalui mulut juga dapat menjadi faktor bermakna khususnya dalam beberapa praktik kebudayaan. Chia dkk., (1991) melaporkan bahwa menelan timah melalui mulut (melalui makan makanan dengan tangan yang terkontaminasi senyawa timah), di antara pekerja Melayu, dapat menjadi kemungkinan penyebab kadar timah hitam rata-rata dalam darah mereka lebih tinggi dibandingkan pekerja Tionghoa. Faktor lain yang memengaruhi adalah usia, lama pajanan, kebiasaan menghisap rokok, dan kadar timah hitam diudara yang harus disesuaikan dalam analisis. Hal penting yang perlu diperhatikan mengenai efek kronis adalah bahwa hasil pengamatan biologis yang dilakukan saat itu mungkin tidak mencerminkan keadaan pajanan masa lalu. Oleh karena itu, lebih berguna bila melihat hasil serial marker biologis dibandingkan hanya melihat satu hasil saja. Pengamatan biologis beberapa logam berat sudah dilakukan dengan cukup baik. Timah dan mangan dalam darah merupakan pengukuran yang baik mengenai beban tubuh, dmikian halnya dengan kadar air raksa, arsen, dan mangan dalam urine. Pengukuran aktivitas sel darah merah atau kolinesterase organofosfat. Namun, terdapat jumlah terbatas teknik monitoring biologis yang dapat diaplikasikan terhadap pelarut. Contoh pelarut yang mempunyai index pajanan biologis (BEI) termasuk karbon disulfide, dimetilformida (DMF), nheksana, methanol, metil kloroform, metil etil keton (MEK), perkloroetilin, stiren, toluene, trikloroetilen, xylen (ACGIH 1995). plasma akan berguna untuk menentukan efek akut

Walaupun untuk pelarut dengan BEI yang terbatas, teknik analisis bahan ini atau metabilotnya hanya ada di labolatorium tertentu di dunia. Tabel 7.2 menunjukkan ringkasan bebrapa metode biologis untuk pengamatan pajanan terhadap beberapa bahan kimia neurotoksik yang telah diketahui.