Anda di halaman 1dari 1

Materi pendukung pertemuan 05-06, KASUS PERAMALAN KEUANGAN DAN ANALISIS RASIO PT.

Sidua Maras Jaya adalah anak perusahaan dari PT.Tungkir Maras milik TN.Manorus dan Untuk tahun 2005 telah dapat menysusun laporan keuangan berikut ini . PT. Sidua Maras Jaya Neraca Per 31 Desember 2005 ( $ 000) Aktiva Kas Piutang Persediaan Aktiva tetap (net) $ . 1 400 2.000 3.600 8.000 Utang dagang Utang wesel Obligasi Ekuitas: Modal saham Laba ditahan Total Pasiva Pasiva $ 1 600 1 500 3.000 5.000 3.900 8.900 $ 15.000

Total Aktiva

$ 15.000

PT.Rumah Tangga; Laporan Laba-Rugi Tahun 2005 Penjualan Harga pokok penjualan diluar depresiasi $ 20.000 Biaya operasional Tunai 7.000 Depresiasi 1.000 Bunga obligasi 2.000 Total Biaya Laba operasiionl Pajak 40% Laba bersih sesudah pajak (EAT) $ 35.000

$ 30.000 $ 5.000 . 2.000 $ 3.000

Asumsikan penjualan pada tahun 2006 meningkat menjadi $ 42.000, dengan Diveden Payout Ratio ( DPR) 50%.kepada pemegang saham Marjin Laba adalah atas penjualan 5%, Laba yang ditahan (retained earning) pada perhitungan rugi-laba akhir tahun 2005 .Tn. Manorus ingin penjualan $ 42.000 dapat dicapai dan walaupun dia harus mencari sumber dana dari luar ( External Financial Neded atau atau Additional Funds Needed(AFN) dengan segala konsekuensinya Memperhatikan situasi ekonomi yang tidak menentu di Indonesia, maka diprediksi pertumbuhan ekonomi sekitar 5% sampai 6% per tahun. Akibatnya perusahaan ini harus mempertahankan posisi bagian pasarnya di industri tersebut, atau PT. Sidua Maras ini dapat berkembang 5% sampai 6%. Pertumbuhan ekonomi ini mengakibatkan dampak inflasi pada perusahaan., khususnya AFN. Perhitungan PEFR dapat diselesaikan oleh Ktr.LGR. (Perhatikan rumus untuk ini dalam PPT). Ktr.LGR menghitung pada pertumbuhan 5% dan 6% , sehingga ada perbedaan anatara pertumbuhan 5% dan 6% tersebut. Kalau inflasi terjadi 10% atau dapat lebih dari 10%, misalkan laju inflasi per tahun ditambahkan pada laju pertumbuhan sebelumnya yaitu 5% dan 6% untuk mendapatkan laju pertumbuhan 15% atau20%. Kebutuhan AFN akan mengalami perubahan. Spontaneously generated funds atau dana spontan ini dbutuhkan oleh perusahaan untuk tahun 2006. a) Tn.Manorus sebagai Komisaris Utama PT.Sidua Maras Jaya meminta kepada Ktr. LGR untuk menghitung dana dari luar(modal dari luar atau EFN) dan mempersiapkan Neraca Pro Forma dan Income Statement akhir tahun tahun 2006.Untuk tahun 2006 telah dibuat prediksi semua biaya-biaya naik sebesar 2 % dari total biaya tahun 2005. b) Menghitung PEFR pada tingkat pertumbuhan 5% dan 6%, dan analisis perbedaannya. c) Menghitung PEFR dengan dampak inflasi 15% dan 20 % pada tingkat pertumbuhan 5% dan 6 %. d) Mempersiapkan analisis rasio-rasio sehubungan dengan posisi0 Neraca dan Rugi-Laba Pro Forma tahun 2005 dan tahun 2006 e) Ktr. LGR juga diminta oleh perusahaan untuk memberikan analisis kondisi perusahaan pada tahun yang akan dating sesuai dengan data-data tersebut diatas (secara keseluruhan).