Anda di halaman 1dari 2

1.

PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Filariasis (penyakit kaki gajah) adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria yang menyerang saluran dan kelenjar getah bening. Penyakit ini dapat merusak sistem limfe, menimbulkan pembengkakan pada tangan, kaki, glandula mammae, dan scrotum, menimbulkan cacat seumur hidup serta stigma sosial bagi penderita dan keluarganya. Secara tidak langsung, penyakit yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk ini dapat berdampak pada penurunan produktivitas kerja penderita sehingga menimbulkan beban bagi keluarganya dan juga dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit bagi negara. Menurut data dari kementrian kesehatan RI, jumlah penderita filariasis di indonesia yang paling tinggi adalah di kabupaten banggai kepulauan, sulawesi tengah, yang berjumlah 154 orang pada 2009. Secara umum, penyakit ini banyak di temukan di wilayah indonesia bagian timur. Namun, menurut data dari kementrian kesehatan RI, kota depok yang notabene adalah salah satu kota satelit untuk ibukota negara, mempunyai penderita filariasis yang terbanyak di provinsi jawa barat. Pada tahun 2009, jumlah penderita filariasis di kota ini sebanyak 46 orang. Namun, data ini didasarkan pada di temukannya mikrofilaria pada apusan darah tepi. Pemeriksaan darah tepi pada mikrofilaria mempunyai metode yang sulit, di karenakan pemeriksaan harus di lakukan pada malam hari dan cenderung meningkatkan hasil false negatif. Untuk pemeriksaan lebih sensitif pada penderita filariasis dapat di lakukan dengan metode PCR (polymerase chain reaction), dengan memeriksa darah tersangka filariasis untuk mendeteksi adanya antigen filariasis. Menurut data kementrian kesehatan, penyebab terbanyak filariasis di kota depok adalah wuchereria bancrofti, namun pada kenyataannya tidak semua penderita filariasis di kota depok mempunyai gejala inguinal limfedema, yang notabene merupakan gejala khas dari cacing wuchereria bancrofti. Penelitian yang akan kami jalankan bersifat observasi dan menilai hasil PCR pada pasien yang di curigai terkena filariasis. Tujuan Penelitian Tujuan Umum Mengetahui epidemiologi filariasis di kota Depok, Jawa Barat.

Tujuan Khusus 1. Menentukan perbedaan hasil penelitian antara metode pemeriksaan apusan darah tepi dan PCR 2. Menentukan spesies dominan filariodea yang ada di kota Depok, Jawa barat.

Identifikasi Masalah Filariasis (penyakit kaki gajah) adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria yang menyerang saluran dan kelenjar getah bening. Stadium lanjut dari filariasis yaitu elefantiasis, hidrokel, dan sebagainya, sehingga filariasis merupakan masalah kesehatan masyarakat yang akan menyebabkan penurunan kualitas hidup dan sosial ekonomi penderitanya. Terdapat kesulitan untuk mengidentifikasi mikrofilaria yang ada pada apusan darah tepi pasien, di karenakan mikrofilaria hanya keluar pada malam hari. Oleh karena itu, penting diteliti PCR pada pasien tersangka filariasis untuk mengetahui terdapat ada atau tidaknya infeksi filaria, serta spesies spesifik yang menginfeksi pasien, dan selanjutnya diupayakan tindakan terapeutik untuk menekan angka filariasis di kota depok dengan melakukan eradikasi berdasarkan temuan spesies spesifik pada pasien. Pertanyaan Penelitian Berapa banyak penderita filariasis yang ada di kota depok, Jawa Barat ? Manfaat Penelitian Manfaat bagi Subyek Penelitian Menambah pengetahuan tentang epidemiologi cacing filaria secara spesifik dengan penggunaan PCR. Manfaat bagi Peneliti Mengembangkan minat dan bakat dalam bidang penelitian Menambah pengalaman dalam bidang penelitian untuk mengasah wawasan Manfaat bagi Perguruan Tinggi Berpartisipasi dalam acara Dies Natalies Universitas Trisakti Menjadikan Universitas Trisakti sebagai pusat riset di kawasan Jakarta Barat Manfaat bagi Masyarakat Mahasiswa Memotivasi peneliti lain untuk turut serta mengadakan penelitian.