Anda di halaman 1dari 2

RANCANG BANGUN PROTOTYPE KOLEKTOR SURYA TIPE PLAT DATAR UNTUK PENGHASIL PANAS PADA PENGERING PRODUK PERTANIAN

DAN PERKEBUNAN Fadly Rian Arikundo Gedung Magister Pascasarjana Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. ABSTRACT The drying process is one of the important activities undertaken on agricultural and plantation products to improve quality. Therefore, the final project designed a drying chamber measuring 0.5 m x 0.5 m x 0.7 m using flat plate solar collector as a heat source with a size of 2 m x 0.5 m and using the heat of the sun as energy source. Plate collector will be absorbs the solar radiation that falls to the surface and converted into heat, here be happen the heat transfer conduction, convection and radiation. Plate temperature rises and heat will flow into the drying chamber by natural convection. From the results of the experiment and analysis conducted at 8:00 to 17:00 pm during clear weather conditions, obtained an average heat radiation that can be absorbed by the collector is 372.21 watts, the average heat loss in the collector is 161.32 watt and efficiency of the solar collector is obtained during the testing process is 40.13%. Keywords: dryer, solar collectors, heat transfer 1. Pendahuluan Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduk Indonesia mempunyai pencaharian di bidang pertanian, perkebunan ataupun bercocok tanam. Namun kualitas produk pasca panen masih sangat rendah. Sangat disayangkan para petani masih menjemur hasil panen secara langsung dibawah sinar matahari dan udara terbuka. Proses pengeringan produk-produk hasil pertanian dan perkebunan, seperti jagung, padi, singkong, kopi, karet, kakao, cengkeh, dan kemiri, ubi, kentang, seringkali terkendala faktor cuaca. Kondisi cuaca yang tidak menentu, terutama saat musim hujan, akan mengakibatkan proses pengeringan alami berlangsung tidak optimal. Ditambah lagi ketiadaan alat pengering menjadikan hasil pertanian berjamur dan rusak karena lembapnya udara. Akibatnya, harga jual produk-produk itu rendah. Petani pun mengalami kerugian yang tidak sedikit. Untuk mencegah kerugian yang dialami para petani, diperlukan suatu alat pengering. Dengan alat itu, jamur dan mikroba yang bisa merusak produk-produk pertanian dan perkebunan bisa dihilangkan. Umumnya kadar air yang tinggi memicu berkembangnya jamur dan mikroba. Tingkat kekeringan yang rendah berdampak pada kualitas dan harga produk. Agar petani tidak dibebani ongkos pengeringan yang tinggi, bahan bakar pengering harus berasal dari sumber yang ekonomis, ramah lingkungan, dan dapat diperbarui. Sebagai jawaban atas melambungnya harga bahan bakar minyak, alat tersebut harus hemat energi. Mengingat wilayah Indonesia memiliki sinar matahari cukup melimpah, terletak pada daerah khatulistiwa yang mempunyai iklim tropis dan radiasi surya hampir sepanjang tahun, sehingga pengembangan teknologi tepat guna yang memanfaatkan sinar matahari sebagai

energi alternatif sangat sesuai aplikasinya dalam bidang pengering berupa Pengering Tenaga Surya yang memanfaatkan sinar matahari untuk memanaskan udara pengering. Pemanfaatan energi sinar matahari dapat digunakan pada pengering untuk mengurangi pemakaian energi berbasis fosil yang akan menyebabkan pemanasan global. Pengolahan pasca panen hasil pertanian atau perkebunan mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, yang sekaligus juga merupakan sumber pemasukan devisa negara yang cukup besar. Dengan penerapan sistem energi sinar matahari pada teknologi ini, diharapkan akan mempercepat proses pengeringan. Selain untuk mempercepat pengeringan, juga dapat menjaga mutu dan kualitas produk pasca panen tersebut. Hal-hal inilah yang melatarbelakangi penelitian ini.