Anda di halaman 1dari 9

Diare

Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja

berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat), kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200 g atau 200 ml/24 jam. Definisi lain memakai kriteria frekuensi, yaitu buang air besar encer lebih dari 3 kali per hari. Buang air besar encer tersebut dapat/tanpa disertai lendir dan darah.
Diare akut adalah diare yang onset gejalanya tiba-

tiba dan berlangsung kurang dari 14 hari, sedang diare kronik yaitu diare yang berlangsung lebih dari 14 hari. Diare dapat disebabkan infeksi maupun non infeksi. Dari penyebab diare yang terbanyak adalah diare infeksi. Diare infeksi dapat disebabkan Virus, Bakteri, dan Parasit.

Diare dibagi menjadi 4 macam, yaitu :

1) Diare Akut, yaitu diare yang berlangsung kurang dari 14 hari yangdapat mengakibatkan dehidrasi, sedangkan dehidrasi merupakan penyebab utama dari kematian bagi penderita diare. Berdasarkan banyaknya cairan yang hilang dari tubuh penderita, gradasi penyakit diare akut. Dibedakan dalam 4 katagori : Diare tanpa dehidrasi b) Diare dengan dehidrasi ringan, apabila cairan yang hilang 5%dari berat badan. c) Diare dengan dehidrasi sedang, apabila cairan yang hilangberkisar 6%-10% dari berat badan. d) Diare dengan dehidrasi berat, apanila cairan yang hilang lebihdari 10% dari berat badan
a)

2) Disentri, yaitu diare yang disertai darah dalam tinjanya sehingga dapat menyebabkan anoreksia, penurunan berat badan dengancepat, dan kemungkinan terjadinya komplikasi pada mukosa.

3) Diare persisten, yaitu diare yang berlangsung lebih dari 14 harisecara terus menerus sehingga dapat mengakibatkan penurunan berat badan dan gangguan metabolisme.
4) Diare dengan masalah lain seperti demam, gangguan gizi atau penyakit lainnya

Patogenesis
1). Gangguan osmotik akibat terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmetik dalam rongga usus meninggi sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit ke dalam rongga usus mengakibatkan isi rongga usus yang berlebihan akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare.

2). Gangguan sekresi akibat rangsangan tertentu seperti toksin pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekresi, air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan selanjutnya timbul diare karena terdapat peningkatan isi rongga usus.
3). Gangguan motilitas usus, dimana bila terjadi hiperperistaltik akan mengakibatkan kekurangannya kesempatan usus untuk menyerap makanan dan sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan, keduanya dapat menyebabkan diare.