Anda di halaman 1dari 22

OSTEOSARKOMA

PEMBIMBING DR. DONNY, SPOT


PRESENTAN: MARTHA YUANITA LORU LASTUTY

Definisi
Osteosarkoma (osteogenik sarkoma) Osteosarkoma (osteogenik sarkoma) merupakan neoplasma sel spindle yang memproduksi osteoid.2 Osteosarcoma adalah tumor ganas primer dari tulang yang ditandai dengan pembentukan tulang yang immatur atau jaringan osteoid oleh sel-sel tumor. Osteogenik oleh karena perkembangannya berasal dari seri osteoblastik sel mesensim primitif. Osteosarkoma merupakan neoplasma primer dari

tulang yang paling sering terjadi.1

Epidemiologi
Insiden

dari osteosarkoma konvensional paling tinggi pada usia 10-20 tahun 75% osteosarcoma konvensional Osteosarkoma >> afrika amerika daripada kaukasian. Osteosarkoma konvensional lebih sering terjadi pada pria, dengan rasio 3:2 terhadap wanita. Perbedaaan ini dikarenakan periode pertumbuhan skeletal yang lebih lama pada pria

Faktor Resiko
Pertumbuhan tulang yang cepat

Paparan terhadap radiasi.


Predisposisi genetik: Displasia tulang, termasuk penyakit paget, fibrous dysplasia, enchondromatosis, dan hereditary multiple exostoses and retinoblastoma (germ-line form). Kombinasi dari mutasi RB gene (germline retinoblastoma) Li-Fraumeni syndrome (germline p53 mutation) Rothmund-Thomson syndrome (autosomal resesif yang berhubungan dengan defek tulang kongenital, displasia rambut dan tulang, hypogonadism, dan katarak).

Klasifikasi
Klasik ( Konvensional) 70% Osteosarkoma osteoblastic Osteosarcoma chondroblastic, Osteosarcoma fibroblastic Varian 25% Karakteristik klinik seperti pada kasus osteosarkoma rahang, osteosarkoma postradiasi, atau osteosarkoma paget; Karakteristik morfologi, seperti pada osteosarkoma telangiectatic, osteosarkoma small-cell, atau osteosarkoma epithelioid; dan Lokasi, seperti pada osteosarkoma parosteal dan periosteal

Predileksi Osteosarcoma

Gejala Klinis
Nyeri saat aktivitas Kekakuan

Pembengkakan atau adanya massa


Fraktur patologis Gejala sistemik : demam, berkeringat malam.

Gejala metastase: Paru : Sesak napas Otak : Kejang

Pemeriksaan Fisik
Inspeksi Tampak massa / pembengkakan pd lokasi tumor Peningkatan vaskularisasi pd kulit Palpasi Teraba massa pada lokasi tumor Nyeri Tekan +/ Kulit teraba hangat Range of Motion (ROM) menurun

Limfadenopati jarang

Osteosarcoma

Pasien dengan osteosarkoma di femur distal

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium

Monitor fungsi organ sebelum kemoterapi


Darah lengkap Fungsi Hati & Ginjal Elektrolit

LDH & ALP untuk prognosis X-Ray MRI Distribusi tumor & penyebarab ke jaringan lunak sekitarnya CT Scan Bone Scintigrafi

Radiografi

Angiografi Biopsi

Pemeriksaan Penunjang - Xray


Foto polos dari osteosarkoma dengan gambaran Codman triangle

(arrow) dan difus, mineralisasi osteoid diantara jaringan lunak. Perubahan periosteal berupa Codman triangles (white arrow) dan masa jaringan lunak yang luas (black arrow).

Pemeriksaan Penunjang - XRay

Sunburst appearance pada osteosarkoma di femur distal

Pemeriksaan Penunjang - MRI

Gambaran MRI menunjukkan kortikal destruksi dan adanya massa jaringan lunak.

Pemeriksaan Penunjang Bone Scintigrafi

Bone Scan yang membandingkan bagian bahu dengan oseosarcoma dan yang sehat

Stadium

Diagnosis Banding
Ewings sarcoma

Osteomyelitis
Osteoblastoma Giant cell tumor

Penatalaksanaan
Preoperatif

Kemoterapi
Operatif

Limb Sparing
Postoperatif

Kemoterapi

Penatalaksanaan Medika Mentosa


Kemoterapi Limb Salvage Procedure Meningkatkan survival rate penderita Mengurangi metastase ke paru Regimen standar kemoterapi yang dipergunakan

dalam pengobatan osteosarkoma:

Kemoterapi preoperatif (preoperative chemotherapy) induction chemotherapy atau neoadjuvant chemotherapy Kemoterapi postoperatif (postoperative chemotherapy) adjuvant chemotherapy

Penatalaksanaan - Pembedahan
Tujuan utama dari reseksi adalah keselamatan

pasien. Reseksi harus sampai batas bebas tumor. 80% pasien dengan osteosarkoma pada eksrimitas dapat ditangani dengan pembedahan limb salvage:

Autologous bone graft Allograft Prothesis Rotationplasty

Bila metastase Resection of pulmonary nodules

Penatalaksanaan Jangka Panjang


Siklus kemoterapi

Kontrol lokal
Kontrol pasien rawat jalan Hitung jenis darah Kimia darah Rekurensi osteosarcoma Follow up jangka panjang

Prognosis
Lokasi tumor

Ukuran tumor
Metastase Reseksi tumor

Nekrosis setelah diinduksi dengan kemoterapi