P. 1
Perda.retribusi kendaraan

Perda.retribusi kendaraan

|Views: 4|Likes:
Dipublikasikan oleh Becky Price

More info:

Published by: Becky Price on Aug 10, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/12/2015

pdf

text

original

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEMBATA NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG

PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEMBATA NOMOR 8 TAHUN 2004 TENTANG RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LEMBATA,
Menimbang

Mengingat

bahwa retribusi daerah merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang penting guna membiayai penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan pembangunan daerah untuk memantapkan otonomi daerah yang seluas-luasnya, nyata dan bertanggung jawab; b. bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah maka Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor merupakan salah satu sumber penerimaan daerah yang dapat diatur pemanfaatannya untuk pembangunan Daerah; c. bahwa sehubungan dengan besarnya tarif retribusi yang ada pada Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 8 Tahun 2004 tentang Pengujian Kendaraan Bermotor sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan ekonomi dan/atau nilai uang maka perlu ditinjau kembali; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b dan huruf c, perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 8 Tahun 2004 tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor; : 1. Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 115, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1649); 2. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1980 tentang Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1980 Nomor 13, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3186); 3. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang – Undang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209); 4. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3480); 5. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3685) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Perubahan atas UndangUndang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
: a.

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 246, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4048); 6. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851); 7. Undang-Undang Nomor 52 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Lembata (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 180, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3901), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2000 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 52 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Lembata (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 79, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3967); 8. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 9. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang – undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 10. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 11. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1993 tentang Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1993 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3528); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4139); 14. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 15. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4587); 16. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemeritahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan

Keuangan Daerah; 18. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 67 Tahun 1993 tentang Tata Cara Pemeriksaan Persyaratan Teknis dan Laik Jalan Kendaraan Bermotor di Jalan; 19. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 71 Tahun 1993 tentang Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor; 20. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 72 Tahun 1993 tentang Perlengkapan Kendaraan Bermotor; 21. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 81 Tahun 1993 tentang Pengujian Type Kendaraan Bermotor; 22. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 174 Tahun 1997 tentang Pedoman Tata Cara Pemungutan Retribusi Daerah; 23. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 175 Tahun 1997 tentang Tata Cara Pemeriksaan di Bidang Retribusi Daerah; 24. Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 7 Tahun 2003 tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lembata (Lembaran Daerah Tahun 2003 Nomor 7 Seri E Nomor 1); 25. Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 8 Tahun 2004 tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor (Lembaran Daerah Tahun 2004 Nomor 9 Seri C Nomor 2); 26. Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pokok – pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Tahun 2007 Nomor 4 Seri E Nomor 3), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pokok – pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Tahun 2009 Nomor 1 Seri E Nomor 1); 27. Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 1 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Kabupaten Lembata (Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor 1 Seri E Nomor 1); 28. Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah (Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor 3 Seri D Nomor 2); Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN LEMBATA DAN BUPATI LEMBATA MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN

DAERAH TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEMBATA NOMOR 8 TAHUN 2004 TENTANG RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR. Pasal I

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 8 Tahun 2004 tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor (Lembaran Daerah Tahun 2004 Nomor 9 Seri C Nomor 2) diubah sebagai berikut : Ketentuan Pasal 13 ayat (2) huruf a, huruf b, huruf e dan huruf f diubah sehingga berbunyi sebagai berikut :

Pasal 13 (1) Struktur dan besarnya tarif retribusi ditetapkan berdasarkan klasifikasi pengujian dan jenis kendaraan bermotor. (2) Besarnya tarif retribusi ditetapkan sebagai berikut : a. Pengujian berkala pertama kali dan / atau pengujian perubahan bentuk : 1. Mobil bus, mobil barang, traktor head / kendaraan khusus sebesar Rp 80.000,00.-(delapan puluh ribu rupiah) per kendaraan; 2. Mobil penumpang umum sebasar Rp 75.000,00.- (tujuh puluh lima ribu rupiah) per kendaraan; 3. Kereta gandengan/kerta tempelan sebesar Rp 60.000,00.- (enam puluh ribu rupiah) per kendaraan. b. Pengujian berkala kedua dan / atau berikutnya : 1. Mobil bus, mobil barang, traktor head / kendaraan khusus sebesar Rp 80.000,00.-(delapan puluh ribu rupiah) per kendaraan; 2. Mobil penumpang umum sebasar Rp 75.000,00.- (tujuh puluh lima ribu rupiah) per kendaraan; 3. Kereta gandengan/kerta tempelan sebesar Rp 60.000,00.- (enam puluh ribu rupiah) per kendaraan.

c. Kendaraan wajib uji yang akan dimutasikan ke daerah lain dan telah habis masa berlaku tanda lulus uji, wajib melakukan pengujian berkala terlebih dahulu dengan dikenakan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b. d. Kendaraan numpang uji dari luar Daerah dikenakan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b. e. Biaya penggantian Tanda Bukti Lulus Uji yang rusak dan hilang; 1. Rp 25.000,00.- (dua puluh lima ribu rupiah) setiap buku uji;. 2. Rp 25.000,00.- (dua puluh lima ribu rupiah) sepasang tanda uji;. f. Biaya penggantian buku uji yang habis terpakai sebesar Rp 20.000,00.- (dua puluh ribu rupia) dan sepasang tanda uji sebesar Rp 20.000,00.- (dua puluh ribu rupiah). g. Kegiatan Pemeriksaan Kendaraan Bermotor yang dilaporkan rusak, pengadaan baru dan penghapusan kendaraan sebagai berikut : 1. Kendaraan roda 2 (dua) Rp. 10.000,00.- (sepuluh ribu rupia) per kendaraan. 2. Kendaraan roda 4 (empat) Rp. 15.000,00.- (lima belas ribu rupia) per kendaraan. 3. Kendaraan roda 6 (enam) Rp. 20.000,00.- (dua puluh riu rupiah) per kendaraan. Pasal II Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Lembata.

Ditetapkan

di

Lewoleba

pada tanggal, BUPATI LEMBATA, ANDREAS DULI MANUK Diundangkan pada tanggal, di

2009

2009

Lewoleba

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN LEMBATA, PETRUS TODA ATAWOLO

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEMBATA TAHUN 2006 NOMOR 4 SERI C NOMOR 3.

PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEMBATA NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURANDAERAH KABUPATEN LEMBATA NOMOR 8 TAHUN 2004 TENTANG RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR I. UMUM Dengan ditetapkannya Undang – Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Perubahan Atas Undang – Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan otonomi daerah yang luas, nyata, dan bertanggungjawab, pembiayaan pemerintahan dan pembangunan daerah yang berasal dari pendapatan hasil daerah, khususnya yang bersumber dari Retribusi Daerah perlu ditingkatkan sehingga kemandirian daerah dalam hal pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan

di daerah dapat terwujud. Untuk meningkatkan pelaksanaan pembangunan dan pemberian pelayanan kepada masyarakat serta peningkatan, pertumbuhan perekonomian di daerah diperlukan penyediaan sumber – sumber pendapatan hasil daerah yang hasilnya memadai. Upaya peningkatan pembiayaan dari sumber tersebut, antara lain, dilakukan dengan kinerja pemungutan, penyempurnaan dan penambahan jenis retribusi, serta pemberian keleluasaan bagi daerah untuk menggali sumber – sumber penerimaan khususnya dari sektor retribusi daerah. Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor merupakan salah satu jenis retribusi yang sangat potensial, karena memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pemasukan daerah. Sehubungan dengan ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah, maka Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor perlu disesuaikan sehingga dapat meningkatan penerimaan asli daerah guna kelancaran tugas – tugas pemerintahan, pelayanan kemasyarakat dan pelaksanaan pembangunan demi tercapainya Otonomi Daerah yang nyata dan bertanggung jawab. Bahwa Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 8 Tahun 2002 tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor tidak sesuai dengan perkembangan ekonomi dan nilai uang maka perlu ditinjau kembali.

II.

PASAL DEMI PASAL Pasal I Cukup Jelas Pasal II Cukup Jelas

TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEMBATA TAHUN 2009 NOMOR 4.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->