Anda di halaman 1dari 11

USULAN KEGIATAN SOSIAL: KEGIATAN REBOISASI UNTUK MENANGGULANGI MENINGKATNYA GLOBAL WARMING DI KAWASAN BALI

DIUSULKAN OLEH: Ni Kadek Medha Derti I.B Weda Sihnuaba Pamuteran I Wayan Darsana Komang Trisna Yuliawan NI Kadek Nita Suwandewi Nyoman Triani Arissana Yeni Putu Ayu Agnes Veriana Kadek Adi Lesmana Kadek Angga Winata Melinda Seniorita Purba 11/21 11/22 11/23 11/24 11/25 11/26 11/27 11/28 11/29 11/30

UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2012/2013

USULAN KEGIATAN SOSIAL A. JUDUL PROGRAM Kegiatan Reboisasi untuk Menanggulangi Meningkatnya Global Warming di Kawasan Bali. B. LATAR BELAKANG MASALAH Akhir-akhir ini pemanasan dibumi ini semakin meluas karena menipisnya lapisan ozon dibumi yang terjadi akibat efek rumah kaca, dan penebangan hutan sembarangan atau illegal loging yang mengakibatkan terjadinya pemanasan global. yang utama Untuk menanggulangiyaitu dengan diadakan reboisasi atau penanaman kembali. Seperti yang kita ketahui global warming menyebabkan cuaca di Indonesia tidak menentu. Meningkatnya suhu udara dengan sangat tinggi atau naiknya curah hujan. Contohnya adalah pulau dewata Bali. Merujuk pada data curah hujan bulanan selama periode Januari 1979 hingga Desember 2010, pola curah hujan bulanan di wilayah StaMet Ngurah Rai Denpasar-Bali menunjukkan trend kenaikan, seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Berdasarkan Gambar 1 curah hujan bulanan maksimum terjadi pada bulan Maret 1984 yakni sebesar 706,4 mm. Sedangkan curah hujan bulanan minimum terjadi pada bulan Juni 1996/2002, Juli 1982, Agustus 1994/1995/1997/1998/2000, September 1982/1999, dan Oktober 1994/2002 yaitu sebesar 0 mm.

Gambar 1. Pola Curah Hujan bulanan di Denpasar

Anomali cuaca dan iklim ini akan menimbulkan dampak yang lebih dramatis seperti yang akan terjadi pada Pulau Bali. Luas Pulau Bali kini 5.632 kilometer persegi, pada 2050 akan terendam seluas 489 kilometer persegi. Rendamannya akan semakin luas pada 2070, hingga mencapai 557 kilometer persegi. Dan yang lebih mencengangkan, kerendaman wilayah ini akan mengakibatkan terpisahnya Pulau Bali menjadi dua bagian. Tanah genting yang selama ini menjadi penghubung sebagian besar Pulau Bali dengan Nusa Dua, diantaranya terdapat pantai Kuta dan Sanur, akan tenggelam. Selain itu tingginya suhu udara di beberapa daerah di Bali sering membuat para penduduk gerah. Berdasarkan Gambar 2 menunjukkan bahwa wilayah Buleleng bagian timur dan Badung menunjukkan kecenderungan trend turun, hal tersebut mengindikasikan bahwa semakin pendeknya dry spell yang terjadi di wilayah tersebut sehingga wilayah tersebut cenderung semakin lebih basah. Untuk wilayah Gianyar, Tabanan bagian timur laut dan Karangasem menunjukkan kecenderungan trend naik, hal tersebut mengindikasikan bahwa semakin panjangnya dry spell yang terjadi di wilayah tersebut sehingga wilayah tersebut cenderung

semakin

lebih

kering.

Gambar 2. Peta Dryspell di Propinsi Bali Semua hal yang terjadi adalah dampak dari global warming yang sudah kita rasakan dampaknya. Ada beberapa cara untuk menanggulangi pemanasan global ini, salah satunya adalah dengan melakukan penanman kembali hutan atau yang lebih sering disebut dengan reboisasi. Secara lebih jelas reboisasi adalah penanaman kembali hutan yang telah ditebang (tandus, gundul). Reboisasi berguna untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia dengan menyerap polusi dan debu dari udara, membangun kembali habitat dan ekosistem alam, mencegah pemanasan global dengan menangkap karbon dioksida dari udara, serta dimanfaatkan hasilnya (terutama kayu). Selain itu cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbon dioksida di

udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca. Hutan sesungguhnya mempunyai peran yang sangat penting dalam mengurangi kadar CO2 di udara. Tumbuhan menyerap CO2 dan mengubahnya menjafdi O2, zat yang sangat dibutuhkan oleh manusia dan binatang untuk bernafas. Reboisasi untuk mengurangi kadar CO2 di udara membutuhkan biaya yang sangat besar mengingat luasnya lahan yang harus ditanami. Oleh karena itu perlu dilakukan terobosan penting untuk memperoleh sumber dana yang besar dan political will untuk mengupayakannya. Sudah sepantasnya jika mahasiswa dapat memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya. Pengaruh positif dapat dilakukan pada bidang apapun. Salah satunya adalahkelestarian lingkungan hidup demi menghambat proses pemanasan global

C. PERUMUSAN MASALAH Dengan latar belakang di atas maka dapat kita ketahui bahwa tingkat pemanasan global sudah mengkhawatirkan, maka dari itu kita perlu mengetahui bagaimana menerapkan reboisasi dan bagaimana cara untuk mengajak masyarakat Bali untuk melakukan reboisasi di kawasan hutan Bali. Dan juga untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya hutan bagi kelangsungan hidup masyarakat.

D. TUJUAN PROGRAM Tujuan dari program ini adalahagar menurunnya tingkat pemanasan global di Bali, dengan menerpakan reboisasi. dan mengajak masyarakat Bali untuk menerapkan reboisasi di kawasan hutan sekitar. Juga unutk menyadarkan masyarakat akan pentingnya hutan. Dengan adanya reboisasi tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya pemanasan global.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN Luaran yang diharapkan dari program ini adalah dapat menurunkan tingkat pemansan global dengan mengajak masyarakat Bali untuk menerapkan reboisasi

F. KEGUNAAN PROGRAM Kegunaan program reboisasi untuk menanggulangi global warming di kawasan Bali yaitu : (1) (2) (3) (4) (5) Menurunkan tingkat pemansan global di kawasan Bali Memperluas daerah hutan Bali Melestarikan hutan Bali Melestarikan lingkungan hidup Menyadarkan masyarakat akan pentingnya hutan

G. METODOLOGI PELAKSANAAN PROGRAM

1. Tahap pra pengiriman proposal. Tahap-tahap yang dilakukan meliputi: a) Pengumpulan Fakta Tahap ini adalah tahap menemukan sebuah ide. Pada tahap ini kami mencoba untuk melihat fakta-fakta yang terjadi di masyarakat dan lingkungan sekitar yang memungkinkan untuk dikembangkan. b) Identifikasi dan Perumusan Masalah Pada tahap ini kami mencoba merumuskan dan memberikan batasan pada permasalahan yang sudah kami miliki pada saat mengumpulkan fakta. 2. Tahap Pasca Persetujuan Proposal/Pelaksanaan Program Tahap ini meliputi beberapa kegiatan yaitu: a) Survey Lokasi
Pada tahap ini kita mencari lokasi yang digunakan untuk reboisasi di sekitar hutan kawasan Bali. Hutan yang cocok dengan reboisasi di Bali ialah hutan yang sudah tereksploitasi. Seperti kawasan hutan Batukaru, dan hutan Dasong. b) Persiapan Kerangka Kerja

Kerangka kerja pelaksanaan yang akan dilakukan harus dibuat sebagus mungkin dan dilengkapi dengan data-data yang telah ada. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan Dinas Kehutanan provinsi Bali bahwa program ini bermanfaat dan tepat sasaran. c) Kerja sama dengan Dinas kehutanan provinsi Bali . Pada tahap dilakukan rencana kerja yang akan diajukan kepada Dinas Kehutanan Provinsi Bali. d) Monitoring Sebagai langhka akhir kami melakukan monitoring apakah masyarakat Bali merasakan dampak dari program reboisasi ini.

H. JADWAL KEGIATAN

No 1 2 3 4 5 6

Nama Kegitan Survey tempat (lokasi) Persiapan kerangka kerja Proses pendekatan Dinas Kehutanan provinsi Bali Proses pelaksaan kegiatan Monitoring kerangka kerja yang telah dilaksanakan Pembuatan laporan kerja

Minggu keI II III IV V VI VII VIII

I. BIAYA Biaya pelaksanaan selama 2 bulan No. Pengeluaran 1. Survey tempat 2. Penyiapan dan penggandaan modul 3. Pembuatan laporan 4. Pembelian alat 4.1. Cangkul 4.2. Sabit 4.3. Bibit pohon jati @50 bibit 4.4. Bibit pohon cemara @50 bibit 5. Monitoring 6. Transportasi 7. Dokumentasi kegiatan 7.1. Sewa Handycam + CD 7.2. Cuci cetak Total pengeluaran Rp. Rp. 50.000,50.000,Rp. 20.000,Rp. 20.000,Rp. 230.000,Rp. 230.000,Rp. 200,000,Rp. 100.000,Rp. 300,000,Rp. 100,000,Rp. 75,000,-

Rp. 1.375.000,-

J. DAFTAR PUSTAKA

http://www.forumkami.net/berita/54119-bali-tenggelam-akibat-pemanasan-globalwarming.html (diakses tanggal 14 agustus 2012)

http://www.bmkg.go.id/bmkg_pusat/Klimatologi/Informasi_Perubahan_Iklim.bmkg (diakses tanggal 14 agustus 2012)

http://mertosanankulon.wordpress.com/2010/08/14/reboisasi-dapat-mengantisipasiglobal-warming/ (diakses tanggal 14 agustus 2012)

K. LAMPIRAN Anggota Kelompok 1. Nama Nim Gugus No Absen : Ni Kadek Medha Derti : 1206305145 : 11 : 21

Komentar akan kontirbusinya dalam kelompok 2. Nama Nim Gugus No Absen : I.B Weda Sihnuaba Pamuteran : 1206305169 : 11 : 22

Komentar akan kontirbusinya dalam kelompok 3. Nama Nim Gugus : I Wayan Darsana : 1206205125 : 11

No Absen

: 23

Komentar akan kontirbusinya dalam kelompok

4. Nama Nim Gugus No Absen

: Komang Trisna Yuliawan :1206305183 : 11 : 24

Komentar akan kontirbusinya dalam kelompok 5. Nama Nim Gugus No Absen : NI Kadek Nita Suwandewi : 1206205162 : 11 : 25

Komentar akan kontirbusinya dalam kelompok

6. Nama Nim Gugus No Absen

: Nyoman Triani Arissana Yeni : 1206105077 : 11 : 26

Komentar akan kontirbusinya dalam kelompok 7. Nama Nim : Putu Ayu Agnes Veriana : 1206305138

Gugus No Absen

: 11 : 27

Komentar akan kontirbusinya dalam kelompok 8. Nama Nim Gugus No Absen : Kadek Adi Lesmana : 1206205172 : 11 : 28

Komentar akan kontirbusinya dalam kelompok 9. Nama Nim Gugus No Absen : Kadek Angga Winata : 1212014041 : 11 : 29

Komentar akan kontirbusinya dalam kelompok 10. Nama Nim Gugus No Absen : Melinda Seniorita Purba : 1212025045 : 11 : 30

Komentar akan kontirbusinya dalam kelompok

Beri Nilai