Anda di halaman 1dari 8

PORTOFOLIO KASUS BEDAH Apendisitis pada Anak

Diajukan kepada Yth. dr. Farah Heniyati

Disusun oleh : dr. Desi Mutiarati 2011. 011. 04. 15. UNSOED Pendamping : dr. Farah Heniyati NIP. 19670620 200212 1 003

RSUD BANJARNEGARA JAWA TENGAH 2012

PORTOFOLIO KASUS BEDAH

Borang Portofolio No. ID dan Nama Peserta : 2011. 011. 04. 15. UNSOED dr. Desi Mutiarati

No. ID dan Nama Wahana : RSUD Banjarnegara

Topik Tanggal (kasus) Pendamping

: Apendisitis pada Anak : 31 Mei 2012 : dr. Farah Heniyati

Obyektif Presentasi : Keilmuan Diagnostik Neonatus Deskripsi: Anak, 10 tahun, nyeri perut kanan bawah. Tujuan: Menegakkan diagnosis dan menetapkan manajemen apendisitis akut Bahan bahasan Cara membahas : : Tinjauan Pustaka Diskusi Riset Kasus Email Audit Pos Keterampilan Manajemen Bayi Anak Penyegaran Masalah Remaja Tinjauan Pustaka Ti Istimewa Dewasa Lansia Bumil

Presentasi dan Diskusi

DATA PASIEN Nama Usia Jenis Kelamin Alamat Tanggal Masuk : An. T : 10 tahun : wanita : Petir 04/05 : 31 Mei 2012

Data utama untuk bahan diskusi: 1. Diagnosis / Gambaran Klinis: Keluhan Utama : Nyeri perut kanan bawah Riwayat Penyakit Sekarang :

Pasien mengeluhkan nyeri perut kanan bawah sejak 3 hari yang lalu. Nyeri dirasakan seperti kram, nyeri timbul kambuhan dan memberat dalam 1 hari terakhir. Pasien juga mengeluhkan demam sejak 7 hari yang lalu. Demam muncul hilang timbul. Pasien juga mengaku belum BAB sejak 7 hari yang lalu, pasien masih bisa flatus. Pasien juga mengeluhkan mual muntah. 2. Riwayat pengobatan: Belum mendapatkan pengobatan dari tenaga kesehatan 3. Riwayat kesehatan/ penyakit: Riwayat keluhan serupa (-), Riwayat kejang disangkal, Riwayat asma disangkal 4. Riwayat keluarga: Riwayat keluhan serupa (-), Riwayat asma disangkal 5. Riwayat pekerjaan: Pelajar 6. Kondisi lingkungan social dan fisik: Lingkungan social baik, status ekonomi cukup dan lingkungan rumah baik. 7. Riwayat Imunisasi: -

Hasil pembelajaran: 1. Diagnosis apendisitis melalui anamnesis, pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang. 2. Pilihan terapi : konservatif dan bedah. 3. Indikasi pembedahan pada apendisitis . 4. Prognosis beserta komplikasinya. 5. Edukasi mengenai perawatan post operasi

Rangkuman hasil pembelajaran portofolio: 1. Subyektif Keluhan Utama : Nyeri perut kanan bawah Riwayat Penyakit Sekarang : .Pasien mengeluhkan nyeri perut kanan bawah sejak 3 hari yang lalu. Nyeri dirasakan seperti kram, nyeri timbul kambuhan dan memberat dalam 1 hari terakhir. Pasien juga mengeluhkan demam sejak 7 hari yang lalu. Demam muncul

hilang timbul. Pasien juga mengaku belum BAB sejak 7 hari yang lalu, pasien masih bisa flatus. Pasien juga mengeluhkan mual muntah.

Riwayat Penyakit Dahulu: Riwayat keluhan serupa (-), riwayat trauma (-), Riwayat kejang (-), Riwayat asma (-)

Riwayat Penyakit Keluarga: Riwayat keluhan serupa (-), riwayat asma (-)

Anamnesis Sistem: Demam (+) Sistem Cerebrospinal Sistem Cardiovaskular Sistem Respirasi : kejang (-) : keringat dingin (-), nyeri dada (-) : sesak nafas (-), batuk (-), pilek (-)

Sistem Gastrointestinal : nyeri perut (+), BAB (-), flatus (+), mual (+), muntah (+) Sistem Genitourinari : BAK (+)

Sistem Muskuloskeletal : deformitas (-), krepiasi (-), pulsasi (-) Sistem Integumen : UKK (-)

2. Obyektif Keadaan Umum: Compos mentis, tampak kesakitan Tanda Vital Tekanan darah : 110/70 mmHg Nadi Pernapasan Suhu : 96 kali/menit, regular, kuat angkat : 22 kali/menit : 38C

Pemeriksaan fisik: Kepala Leher Thorax Cor : S1-2 murni, reguler : konjungtiva anemis -/-, sclera ikterik -/: JVP normal

Pulmo

: simetris kanan = kiri, retraksi (-), sonor +/+, vesikuler +/+,

Ronkhi -/-, wheezing -/Abdomen : Inspeksi : Datar Auskultasi : Bising usus (+) normal. Palpasi Perkusi : Nyeri tekan (+) inguinal dextra, defense muscular (+), rovsing sign (+). : Timpani. : Akral hangat, nadi kuat, perfusi jaringan baik, edema tungkai (-),

Ekstremitas

Psoas sign (+). Anogenital: RT nyeri pada jam 11-2. Pemeriksaan penunjang: Lab: (1 Juni 2012) Hemoglobin Hematokrit Leukosit Eritrosit Trombosit MCV MCH MCHC : 12,4 g/dl : 37,7 % : 20.600 /ul : 4,66 juta/ul : 356.000 /ul :81 fl :26,7 pgr :32,9 %

Malaria Widal

: negatif : O 1/80 H negatif

Urine Lengkap Warna : kuning Kekeruhan pH Berat jenis Protein Reduksi Bilirubin : keruh : 6,0 : 1020 :::5

Urobilinogen : + Keton Nitrit Blood Sedimen Leukosit Eritrosit Silinder Epitel Kristal Amorf Bakteri : 18-20 /LPB : 2-3 /LPB :: 2-3 /LPK ::::::-

Rontgen Abdomen 3 posisi: Gambaran meteorismus dengan fecal material yang prominent Tak tampak ileus, perforasi, maupun peritonitis

3. Assessment (penalaran klinis): Keluhan nyeri pada perut kanan bawah adalah suspek terdapatnya apendisitis. Gejala klasik apendisitis adalah nyeri kanan bawah, anoreksia, mual muntah. Pemeriksaan fisik apendisitis didapatkan adanya suhu meningkat, Nyeri pada palpasi titik McBurney, Tahanan otot dinding perut dan rebound tenderness, Rovsings sign, Psoas sign, dan Obturator sign. Diagnosis penunjang pada apendisitis dilakukan pemeriksaan darah lengkap untuk melihat angka leukosit dan neutrofil. Pada apendisitis akut, penanganan definitive dilakukan pembedahan (appendectomy).

4. Plan: Diagnosis : Apendisitis Akut

Pengobatan : IVFD RL 12 tpm makro Inj Amoxicillin 3 x 700 mg Inj Ranitidin 2 x ampul Paracetamol 3 x tab Konsul dokter bedah orthopedi.

Konsultasi : Dijelaskan secara rasional akan pentingnya konsultasi dengan dokter spesialis bedah sebagai upaya agar penyakit dapat ditangani dengan tepat.

Rujukan : Direncanakan untuk dilakukannya tindakan operatif oleh dokter bedah.

Kontrol : Kegiatan Mengobservasi tanda vital, dan tanda klinis Periode Setiap hari selama di RS Hasil yang diharapkan Tanda vital membaik Klinis pasien baik

pasien Merawat post operasi Setiap hari selama di RS Kepatuhan minum obat dan perawatan luka operasi Tidak ditemukan adanya tandatanda infeksi

3 hari setelah keluar Pasien rutin minum obatdengan RS benar dan dapat merawat luka operasi dengan baik sehingga mempercepat penyembuhan

Edukasi dan nasehat: hindari aktivitas berat,

Setiap kunjungan

Proses penyembuhan optimal, terhindar dari komplikasi dan kualitas hidup dapat membaik.

Banjarnegara, 2 Juni 2012 Mengetahui,

(dr. Farah Heniyati)