Anda di halaman 1dari 48

Teori Sosial Kognitif (Rotter & Mischel)-rev4

Dra. Titie Werdiastuti, M.Si.

Teori Belajar Sosial Rotter


Ada 5 asumsi dasar: 1. Manusia berinteraksi dengan lingkungan yang bermakna bagi mereka (Rotter, 1982) 2. Kepribadian manusia merupakan sesuatu yang dipelajari. 3. Teori belajar sosial adalah kepribadian memiliki kesatuan dasar, artinya kepribadian relatif stabil. 4. Motivasi mengarah pada tujuan tertentu. 5. Manusia sanggup mengantisipasi peristiwa yang akan terjadi di depan

Pejelasan Asumsi Rotter


Ad.1. Manusia berinteraksi dengan lingkungan yang bermakna bagi mrk.
Pemaknaan/penting nya manusia melekat pada suatu peris tiwa

Reaksi manusia

Lanj.
Stimuli eksternal

Penguatan

Pemaknaan tertentu menurut kemampuan kognitif

Rotter yakin, bahwa


Interaksi Faktor pribadi

Perilaku manusia

Faktor lingkungan

Ad.2. Kepribadian manusia merupakan


sesuatu yang dipelajari Artinya @ Kepribadian tidak ditentukan atau dibatasi oleh usia perkembangan tertentu, melainkan diubah atau dimodifikasi manusia selama manusia sanggup belajar. @Manusia belajar dari pengalaman masa lalu, namun pengalaman masa lalu tidak konstan krn diwarnai pengalaman intervensif shg mempengaruhi persepsi

@ Kepribadian manusia cenderung berubah melalui pengalaman-pengalaman baru.

Ad.3 Teori belajar sosial


Kepribadian
Memiliki kesatuan dasar Artinya relatif stabil

Ad. 4 Motivasi mengarah pada tujuan tertentu.

Motivasi

Tujuan tertentu

Contoh: Tujuan mhs adalah lulus ujian maka bersedia menahan tekanan dan tegangan demi kelulusannya. Ada istilah hukum empiris efek (empiris law of effect) menurut Rotter, yaitu bahwa manusia sering diperkuat oleh perilaku yang menggerakkan mereka.

s
Ad.5. Manusia sanggup mengantisipasi peristiwa yang akan terjadi di depan @ Biasanya mereka dapat menggunakan
gerakan sebelumnya ke arah antisipasi peristiwa sbg kriteria untuk mengevaluasi penguatnya. Selain kelima asumsi dasar tersebut, Rotter jg berusaha memprediksi perilaku manusia

Perilaku manusia /Behavior Potential /BP (Rotter)


1. Potensi perilaku (BP) mengacu pd.peluang perilaku tertentu akan muncul dlm situasi ttt. 2. Ekspektansi (E) adalah harapan seseorang untuk mendapat penguatan 3. Nilai penguatan adalah kesukaan pribadi thd penguatan tertentu 4. Situasi psikologis adalah pola kompleks kaitankaitan yg dipahami seseorang selama periode wkt.tertentu.

Ad.1. Potensi Perilaku (Behavior potential/BP)


@ Adalah Sejumlah potensi perilaku dg.kekuatan yang
beragam muncul di beragam situasi psikologis. Contoh: kasus Megan menuju restoran (makan atau tidak makan,atau hanya melihat menu, kemudian jalan lagi, berhenti sebentar mempertimbangkan ingin makan atau tidak mempunyai sejuml.potensi perilaku) Perilaku Megan bisa dikatakan mendekati titik nol krn berada di antara titik yg ingin dan tidak ingin serta byang lain berada di antara ekstrem-ekstrem tsb

@ Jadi, bagaimana cara memprediksi perilaku? 1. Pendekatan pertama

Potensi Perilaku pada situasi apapun

Adalah fungsi dari ekspek tansi dan nilai penguatan

Contoh: Bila kita ingin tahu besarnya kemungkinan Megan akan merampok kasir daripada mau membeli makanankita bisa menganggap ekspektasi konstan, sedang nilai penguat beragam. Bila setiap potensi perilaku mencapai 70% penguatan ekspektansidpt. diprediksi kemungkinan relatif kemunculannya berdasarkan nilai penguatan setiap perilaku. Bila menodong kasir membawa nilai penguatan pos.lbh.besar daripd.membeli makanan perilaku ini memiliki potensi kemunculan paling besar.

m
2. Pendekatan kedua (untuk prediksi) adalah

Menganggap nilai penguatan konstan, sedangkan ekspektansi beragam

Bila total penguat setiap potensi perilaku memiliki nilai setara. maka perilaku dg. ekspektansi penguatan terbesar berpotensi untuk muncul

Konsep Rotter
Menggunakan beragam definisi perilaku yang intinya mengacu kepada

PERILAKU

@ Upaya manusia merespon sesuatu, implisit atau eksplisit, dapat diukur langsung atau Tidak @ termasuk generalisasi, problem solving, berpikir, Menganalisis, dsb

EKSPEKTANSI (E)
mengacu pada harapan seseorang bahwa penguatan tertentu atau seperangkat penguatan akan muncul pada situasi tertentu. Sifat Ekspektansi (E) 1. Umum (General Expectancies = GE) yang dipelajari lewat pengalaman sebelumnya dgn respon tertentu atau serupa. Mis.:mhs.kalau kerja keras seblmnya mendapat penguatan tinggipenghargaan di masa depanmaka akan bekerja keras di beragam situasi akademis.

2. Ekspektansi Spesific (Eprime) adalah dalam situasi apapun ekspektansi terhadap penguatan ditentukan oleh kombinasi antara ekspektansi spesifik (E,) dan ekspektansi Umum (GE) Contoh: Mhs. A Yg memiliki GE, bahwa nila akademis akan dihargai (nilai tinggi), namun A jg yakin kalau jumlah kerja keras yg setara di jurusannya tetap harus dilakukan sekalipun tidak mendapatkan penghargaan apapun.

3. Ekspektansi Total tehadap keberhasilan Adalah fungsi dari ekspektansi umum + spesific. Bila ekpektansi tinggi thd keberhasilanakan mengeluarkan banyak upaya dan tetap bertahan, walaupun pencapaian tujuan agak sulit dicapai. (Mis. motivasi jadi Sarjana, dll). Sebaliknya pribadi dg.ekspektansi total rendah individu tidak akan mengejar (kurang upaya)

NILAI PENGUATAN REINFORCEMENT VALUE /RV


@ Definisi: Preferensi seseorang untuk melekat
kepada penguatan tertentu meskipun kemungkinan bagi pemunculan penguatan berbeda-beda di semua tingkat. Contoh:ilustrasi si A dgn.mesin makanan n minuman, agar dapat mendapat snack, hrs membayar rp.75 sen, namun harapannya thd penguatan untuk coklat, kripik, popcorn, dll.semua bernilai setarashg.responnya tombol yg akan ditekannya, ditentukan oleh nilai penguatan setiap snack.

@ Yang mempengaruhi nilai penguatan adalah persepsi individu dalam menilai positif dan negatifnya suatu peristiwa dan kebutuhan manusia. @ Rotter menyebut hal ini sebagai penguatan internal (internal reinforcement) dan penguatan eksternal (eksternal reinforcement) Contoh: Jika Anda menyukai film populer, yg disukai oleh banyak orang(penguatan intrenal dan penguatan eksternal mendukung)

Namun bila kesukaan Anda thd.film berbeda dg. Temanteman penguatan internal dan eksternal bertentangan. @ Kontributor lain bagi penguatan adalah kebutuhan manusia kebutuhan manusia. @Umumnya penguatan spesifik cenderung meningkat nilainya seiring dengan penguatan pemuasan kebutuhan. @ Rotter percaya bahwa manusia sanggup menggunakan kognisi untuk mengantisipasi rantai peristiwa yang mengarah kepada bbrp.tujuan ke depan.

@ Tujuan akhir memberikan kontribusi bagi nilai penguatan setiap peristiwa ini secara berurutan. Penguatan saat ini nampak dalam bentuk rangkaian penguatan (sequence reinforcement), yang disebut Rotter sbg.kelompok-kelompok penguatan.Penguatan saat ini tidak muncul secara independent.

Situasi Psikologis
Perilaku bukanlah hasil peristiwa lingkungan atau sifat personal, melainkan lebih berasal dari interaksi seseorang dengan dengan lingkungannya. * Teori Belajar Rotter berhipotesis bahwa interaksi antara pribadi dan lingkungan adalah faktor krusial dalam membentuk perilaku

Situasi psikologis ini adalah Jalinan kompleks interaksi yang ada pada individu selama periode waktu tertentu(Rotter, hal.318) Manusia tidak pernah bersikap netral melainkan selalu merespon tentang apa /bagaimana persepsi /pemahaman individu (mereka) tentang lingkungan. Periode hubungan bisa beragam dari peristiwa sekejap sampai moment penguatan yang cukup lama.(Contoh: hal. 439).

Rumus prediksi dasar


* Rumus prediksi dasar: BP x1, S1, ra = f (E x1,ra,S1 + Rva,S1) Potensi bagi perilaku x untuk muncul dalam situasi 1 dalam kaitannya dg.penguatan a adalah fungsi dari ekspektansi bahwa perilaku x akan diikuti oleh penguatan a dalam situasi 1 dan nilai penguatan a dalam situasi 1. Contoh kasus la Juan (baca hal.439 Feist & Feist)

Kebutuhan-Kebutuhan
Menurut Rotter (1982) mendefinisikan kebutuhan sebagai perilaku atau perangkat perilaku yang menggerakkan manusia mencapai satu tujuan tertentu. Perbedaan kebutuhan dan tujuan , jika diarahkan kpd lingkungan,yang muncul adalah tujuan, namun jika diarahkan pada manusia, yang muncul adalah kebutuhan. Contoh (baca hal.440 Feist & Feist)

Kategori Kebutuhan
* Rotter & Hochreich (1875) mendata enam
kategori kebutuhan, dimana setiap kategori mempresentasikan kelompok perilaku yang berkaitan secara fungsional, yaitu perilakuperilaku yang mengarah pada penguatan yang sama atau serupa Enam kategori kebutuhan: 1. Status-pengakuan Artinya kebutuhan ingin diakui oleh orang lain 2. Dominasi

Artinya : Kebutuhan mengontrol perilaku orang lain.Biasanya dalam bentuk meyakinkan teman untuk menerima gagasan Anda adalah gagasan spesifik dominasi 3. Independensi kebutuhan untuk menjadi bebas dari dominasi orang lain 4. Ketergantungan pada proteksi kebutuhan akan proteksi dan ketergantungan 5. Cinta dan afeksi kebutuhan untuk diterima orang lain yg.dianggap memiliki perasaan hangat dan positif. 6. Rasa nyaman fisikKebutuhan paling dasar berupa makan, kesehatan yang baik

Komponen-Komponen Kebutuhan
1. Potensi Kebutuhan (need potential/NP)Mengacu pada kemungkinan kemunculan seperangkat perilaku yang saling berkaitan secara potential menuju pemuasan tujuan yang sama atau serupa. 2. Kebebasan Bergerak (Freedom of Movement ,FM) Mengacu pada keseluruhan ekspektansi manusia untuk diperkuat ketika melakukan tindakan-tindakan menuju pemuasan-

pemuasan kebutuhan umumnya. 3. Nilai kebutuhan (need value/ NV) Mengacu derajad seseorang lebih menyukai seperangakat penguatan ketimbang perangkat penguatan yang lainnya. Rotter, chance dan Phares (1972) mendefinisikan nilai kebutuhan sebagai nilai preferensi rata-rata seperangkat penguatan yang berkaitan secara fungsional

Rumus Prediksi Umum


* Dalam rumus prediksi umum, nilai kebutuhan
analog dengan nilai penguatan. Saat kebebasan bergerak dianggap konstan, manusia akan melakukan rantai perilaku yang mengarah kepada pemuasan kebutuhan yang paling disukai. Jika manusia memiliki ekspektansi setara untuk memperoleh reinforcement positif bagi perilaku yang ditujukan memuaskan kebutuhan tertentu akan menjadi determinan utama perilakunya.

Lanj.
Rotter memperkenalkan rumus prediksi umum sbb. Rumus: NP= f (FM+NV) NV= nilai kebutuhan FM=Kebebabasan bergerak. Potensi kebutuhan (NP) adalah fungsi dari kebebasan bergerak (FM) dan nilai kebutuhan (NV). Contoh : kasus La Juan

Dua Skala paling populer untuk mengukur Ekspektansi Umum (Rotter) 1. Skala Kontrol Eksternal-Internal 2. Skala Kepercayaan Antarpribadi

Kontrol Internal dan Eksternal Penguatan


Penguatan tidak otomatis menentukan perilaku Manusia berusaka mencapai tujuan tujuannya karena memiliki ekspektansi umum bahwa perjuangannya akan berhasil * Locus of control adalah ekspektasi umum yang didasarkan pada keyakinan bisa tidaknya mereka mengontrol hidup mereka.

Skala Kepercayaan Antar Pribadi


Adalah ekspektansi umum yang dipegang individu bahwa kata-kata, janji, pernyataan lisan maupun tulisan seseorang dapat diandalkan. Kepercayaan antar pribadi sebagai kepercayaan terhadap komunikasi orang lain ketika masih belum ada bukti untuk kemunculan ketidakpercayaan, sementara keluguan adalah mempercayai secara bodoh atau naif kata-kata orang. Untuk mengukur perbedaan kadar kepercayaan antar pribadi Rotter mengembangkan Skala Kepercayaan antar pribadi.

Perilaku Maladaptif
Menurut Rotter, perilaku maladaptif adalah perilaku apapun yang gagal menggerakkan seseorang mendekati tujuan yang diinginkan. Hal ini sering muncul dari kombinasi antara tingginya nilai kebutuhan dan rendahnya kebebasan bergerak, meski bukan berarti tak terelakkan, kebanyakan hal ini berakar dari tujuan yang sangat tidak realistik yang jauh di luar kemampuan seseorang untuk meraihnya (Rotter 1964).

Psikoterapi
Kelemahan: Memaksakan perubahan
perilaku melalui interaksi dengan orang lain. Ketertarikan Rotter lebih kepada perubahan yang bertahan lama dan memperluas orientasi pasien mengenai hidup. Dua cara terapi, yaitu: a. Mementingkan tujuan hidup b. Menghilangkan ekspektansi rendah

Psikoterapi (Mengubah Tujuan Hidup)


Ada 3 masalah utama: 1. Adanya konflik di antara dua atau lebih tujuan hidup yang terpenting. 2. Tujuan yang sifatnya destruktif 3. Menetapkan tujuan yang terlalu tinggi shg terus merasa frustrasi jika tidak mampu mencapainya.

Psikoterapi (Menghilangkan Ekspektasi-ekspektasi rendah)


Seseorang dapat memiliki kebebasan bergerak yang rendah minimal krn tiga alasan sbb.: 1. Tidak memilih keahlian atau informasi yg dibutuhkan untuk memperjuangkan keberhasilan tujuan-tujuan mereka (Rotter 1970)m 2. Rendahnya kebebasan bergerak, adalah kekeliruan mengevaluasi situasi saat ini. 3. 3. Generalisasi yang tidak tepat. Pasien sering keliru menggunakan suatu situasi sebagai bukti bahwa mrk tidak bisa berhasil di wilayah lain.

Tehnik Dasar Rotter (baca hal.448)


Mengajar pasien mencari alternatif dari arah suatu tindakan. Membawa pasien masuk ke dalam situasi sosial yang dirasakan menyakitkan, namun bukannya berbicara sebanyak mungkin melainkan diam dan mengamati saja Membantu pasien memahami motif-motif orang lain. Membantu pasien melihat konsekuensi jangka panjang dari perilaku mereka saat ini.

Teori Kepribadian Mischel (Paradoks Konsistensi)


Secara intuitif, perilaku manusia relatif konsistensi Mischel menilai, bahwa bukti empiris menunjukkan bahwa terdapat keragaman perilaku manusia, situasi ini disebut paradoks konsistensi (consistency paradox)

Interaksi antara Situasi dan Kepribadian


* Mischel mulai menyadari bahwa sebagian besar
orang memiliki konsistensi tertentu dlm perilaku * Namun, situasi spesifik yang berinteraksi dg.kompetensi, minat, tujuan, nilai dan ekspektansi seseorang yg saling menentukan perilaku * Perilaku tidak disebabkan oleh sifat-sifat personal secara global namun oleh persepsi individu itu sendiri thd situasi tertentu.

Sistim Kepribadian Afektif-Kognitif


* Merupakan penyebab keragaman perilaku seseorang dalam situasi yang berbeda walaupun sifatnya relatif stabil untuk waktu yg cukup lama. * Pola kompleks dan luas dari keragaman tingkah laku menjadi penanda perilaku kepribadian

Lanjutan Kepribadian Afektif-kognitif Prediksi Perilaku


Kepribadian memiliki stabilitas yang bersifat temporer krn perilaku memperlihatkan beragam dari satu situasi ke situasi yang lain. Prediksi perilaku juga bersandar sepenuhnya pada pengetahuan tentang: bagaimana, kapan kesatuan afektif-kognisi berperan

* Unit afektif-kognitif, meliputi: pengkodean,keyakinan, ekspektansi, keyakinan kompetensi, rencana dan strategi pengaturan diri, konsekuensi dan tujuan.

Lanjutan kepribadian Afektif-kognitif Variabel-Variabel Situasi Mischel yakin, bahwa pengaruh variabelvariabel situasi dan sifat pribadi ralatif dapat ditemukan dengan mengamati bermacammacam respon seseorang dalam situasisituasi tertentu. * Contoh: Pekerja yg mengundurkan diri dari pekerjaan mrk, umumnya alasan kemundurannya tergantung dari kebutuhan masing2 individu, keyakinan thd t. kemampuan, dan kemamp.diri menemukan pekerjaan yg cocok.

Unit-unit Afektif Kognitif


Cara pengkodean Cara manusia untuk mengonstrak dan mengkategorikan informasi Kompetensi dan Rencana pengaturan diriApa yg dpt mrk lakukan dan strategi-strategi untuk melakukannya. Ekspektansi dan keyakinan Konsekuensi yang diperkirakan akan muncul dari tindakan-tindakan seseorang Tujuan dan nilai yang dianut Response-response Kognitif Baca Feist and Feist hal.455

Konsep kemanusiaan
* Rotter & Mischel memandang manusia sbg.hewan kognitf yang persepsinya terhadap peristiwanya sendiri * Manusia sebagai hewan yang berorientasi pada tujuan dan tidak bisa di tes secara akurat. * Teori Mischel yang lebih memfokuskan diri pada variabel-variabel situasi dan tidak begitu mengindahkan fenomena ketidak konsistenan manusia.