Anda di halaman 1dari 4

I.

Pendahuluan Seperti yang kita ketahui bahwa penyakit CVA(Celebro Vaskuler Accident) atau yang lebih dikenal oleh masyarakat dengan istilah stroke. Di Indonesia, stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah jantung dan kanker. Pada tahun 2004, stroke merupakan pembunuh nomor satu di RS Pemerintah di seluruh penjuru Indonesia. Diperkirakan ada sekitar 500.000 penduduk yang terkena stroke.(1)

II. Laporan Kasus Pak Dahlan 52 tahun, seorang pekerja kantor yang jarang sekali berolahraga, memiliki berat badan sedikit berlebih (Index masa tubuh atau body mass index = BMI adalah 32). Ia mempunyai kebiasaan merokok 2 bungkus rokok kretek sehari selama 38 tahun. Suatu pagi ia terbangun dengan keluhan merasa lemas pada sisi kanannya, merasa agak bingung, penglihatannya ganda dan bicara tidak jelas (pelo). Saat ke kamar mandi beberapa kali tersandung dan jatuh. Istrinya khawatir Pak Dahlan mengalami stroke. Penyakit stroke adalah penyakit akibat gangguan pada pembuluh darah otak, sehingga penyampaian darah ke otak terganggu akibat aliran darah tersumbat atau pecahnya pembuluh darah. (1) Salah satu jenis stroke adalah ischemia. Ischemia adalah aliran darah ke otak terganggu atau terhenti karena aterosklerosis (penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah) atau pembekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah ke otak. (2,3) Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral). Infark adalah pecahnya pembuluh darah yang terjadi karena penyumbatan pembuluh nadi dan pembuluh balik. (4) Akibat tersumbatnya pembuluh darah, diperlukan jalur alternatif lain untuk menyuplai darah ke otak, melalui peredaran darah kolateral. Hal ini terjadi untuk meminimalisir terjadinya stroke.(5,6)

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya stroke. Ada faktor yang dapat dikendalikan dan ada faktor yang tidak dapat dikendalikan. Faktor yang dapat dikendalikan yaitu stres, diabetes mellitus, hipertensi, migran, obesitas, merokok, penyakit jantung, alkohol, darah kental, cidera kepala dan leher, infeksi virus. Sedangkan yang tidak dapat dikendalikan yaitu usia, jenis kelamin, ras atau etnik dan genetik. (7,8) Adapun faktor resiko yang dimiliki Pak Dahlan adalah merokok, usia, obesitas dan kurang olahraga. Stroke dapat menyebabkan gangguan berbahasa atau berbicara yang disebut afasia. Yang menyebabkan gangguan bicara pada penderita stroke adalah tersumbatnya pembuluh darah ke otak sehingga menyebabkan pecahnya pembuluh darah dan terjadilah pendarahan di otak kususnya yang di serang adalah otak kiri. Sehingga fungsi otak yang berfungsi sebagai pusat komunikasi terganggu.(9,10) Berdasarkan hasil pemerikasaan lemak Pak Dahlan, menunjukkan bahwa kandungan trigliserida tinggi, total kolesterol tinggi, LDL tinggi dan HDL rendah. Untuk nilai normal trigliserida yaitu <200 mg/dl, total kolesterol <200 mg/dl, LDL<150 mg/dl, HDL 3565mg/dl..(1) Tekanan darah Pak Dahlan tinggi karena tekanan darah normal yaitu 120/80 mmhg. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan stroke karena terjadi pengendapan pada dinding arteri yang mempercepat pompa jantung.
(11)

Stroke dapat menyebabkan ipsilateral yaitu

penyumbatan pada salah satu bagian tubuh yang menyebabkan matinya fungsi bagian tubuh yang sama, dan contralateral yaitu penyumbatan pada salah satu bagian tubuh yang menyebabkan matinya fungsi bagian tubuh yang berlawanan. (12) Pada otak terdapat daerah Broca dan Wernicke yang berhubungan dengan saraf yang mengatur fungsi bahasa. Broca mengatur pergerakan motorik pada daerah bicara, sedangkan Wernicke mengatur pemahaman suatu hal. (8)

Gejala pada penderita stroke yaitu penderita merasa lemah, penglihatan kabur, tibatiba pusing, bingung, pingsan, kesulitan berjalan, mati rasa.
(3)

Agar seseorang terhindar dari

serangan stroke, sebaiknya tidak merokok, melakukan olahraga secara teratur, mengkonsumsi sayur dan buah, menghindarai makanan cepat saji, menghentikan konsumsi alkohol. (13)

III. Kesimpulan Berdasarkan hasil pemerikasaan tekanan darah dan lemak darahnya, Pak Dahlan mengalami stroke.

IV. Daftar Pustaka 1. Medicastore. Available at : http://www.medicastore.com/stroke/. 2. Stroke Association. What are the types of stroke? Available at : http://www.strokeassociation.org/presenter.jhtml?identifier=1014 3. Mayo Clinic. Mayo foundation for medical education and research. Available at : http://www.mayoclinic.com/helath/stroke/. 4. Corwin EJ. Buku saku patofisiologi. Jakarta :Penerbit Buku Kedokteran EGC;2001. 5. Price SA, Wilson LM. Patofisiologi:Konsep klinis proses-proses penyakit. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC;2006. 6. Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, editors. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia;2006. 7. Stroke Association. Stroke Risk Factors. Available at : http://www.strokeassociation.org/presenter.jhtml?identifier=4716

8. Sustrani L, Alam S, Hadibroto I, editors. Stroke:Informasi lengkap untuk penderita dan keluarganya. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama;2006.
9. Yayasan Stroke Indonesia. Available at : http://www.yastroki.or.id/read.php?id=49.

10. Mayo Clinic. Aphasia: Available at : http://www.mayoclinic.com/health/aphasia/DS00685. 11.High Blood Pressure. The Merck Manuals Online Medical Library: Home Edition for Patients and Carers. 2003. Available at : http://www.merck.com/mmhe/sec03/ch022/ch022a.html 12. Oshino S, Kato A, Hirata M, Kishima H, Saitoh Y, Fujinaka T, et al. Ipsilateral MotorRelated Hyperactivity in Patients With Cerebral Occlusive Vascular Disease. Stroke. 2008;39:2769-2775. 13. American Stroke Association. Avoiding another stroke. Available at : http://www.strokeassociation.org/presenter.jhtml?identifier=4716