Anda di halaman 1dari 13

Servisitis dan kehamilan

Kelompok 1

Cervix dan Uterus

Frekuensi terjadinya kanker serviks


Di dunia Rata rata 270 ribu / tahun

Di Indonesia 40 -45/hari kasus dilaporkan 20 25/hari meninggal

Test standard mendeteksi kanker serviks


Pap smear : usap spatula pada serviks untuk mendeteksi perubahan sel Kolposkopi : (tes lanjut), melihat bagian dalam serviks Biopsi : sel diambil dan dipelajari

Arti dan penyebab penyakit menular seksual


Arti : Penyakit yg ditularkan melalui hubungan seksual, baik oral maupun anal dengan orang yang terinfeksi Penyebab : seks bebas
bertukar tukar pasangan

Human Papillomavirus
Arti : virus yang oleh penyakit menular seksual menyebabkan kutil kelamin Low risk tipe 6, 11, 42, dll - Tidak menimbulkan resiko kanker, hanya perubahan ringan pada serviks, bersifat sementara High risk tipe 16 dan 18, dll
Dapat menyebabkan kanker serviks

HPV Vaksin
Gardasil dan savarius :
Dianjurkan diberikan pada remaja umur 9 13 yang masih belum melakukan seks Diberikan selama 6 bulan untuk 1 set Badan dirangsang untuk membuat antibodi Tidak dianjurkan pada ibu hamil, karena belum diketahui dampak pada ibu hamil

Normal Gestations
38 42 minggu >42 minggu postmature <38 minggu premature

Calcium, asam folat , zat besi


Calcium untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin, 1000mg/hari Asam folat pencegahan cacat bayi, 1mg/hari Zat besi pembentukan sel darah merah pada ibu dan bayi, 27mg/hari

Hormon untuk test kehamilan


Human chorionic gonadotropin (HCG) Pemeriksaan positiv 7 10 hari selepas fertilisasi

Down syndrome
Arti : penyakit yang menyebabkan terganggunya mental dan fisik karena terbentuknya kromosom trisomi 21 sehingga total kromosom menjadi 47 Faktor faktor resiko :
Pada kehamilan sebelumnya dilahirkan anak down syndrome Umur genetik

Pemeriksaan laboratorium darah


Mengkaji PAPP-A dan HCG level dalam darah ibu Bila HCG tinggi risiko untuk anak mengidap down syndrome tinggi

Gestational diabetes
Ketika masa kehamilan, plasenta ibu mengeluarkan hormon yang menyebabkan insulin resisten Akibat : glukosa mengumpul dalam darah Konsekuensi : ibu abortus
air tuban berlebihan (hydramion) bayi bayi besar (makrosomia) premature kematian intrauterin