Anda di halaman 1dari 4

I.

Pendahuluan Seperti yang kita ketahui, bahwa kanker cervix di Indonesia terdapat 40-45 kasus/hari dengan jumlah kematian 20-25 orang/hari dan setiap 1 jam meninggal dunia. Kanker ini umumnya diderita oleh wanita yang melakukan aktifitas seksual yang tidak sehat atau wanita yang punya banyak pasangan seksual.( 1 )

II. Laporan Kasus Ibu I (30 thn) bekerja pada sebuah perusahaan farmasi sedang merencanakan kehamilan pertama, selama dua bulan ini Ibu Ivone dalam perawatan dr.J karena menderita cervisitis. Dua minggu yang lalu dr. J melakukan beberapa pemeriksaan. Pada pemeriksaan laboratorium terakhir tidak ditemukan penyebab dari kanker cervix. Dan dr.J memperbolehkan Ibu I untuk terus melanjutkan rencana kehamilannya. Dua bulan kemudian, Ibu I melakukan test kehamilan dan hasilnya positif. Lalu Ibu I menghubungi dr. J, dan dr. J memperkirakan bahwa Ibu I akan melahirkan pada tanggal 7 Maret. Lalu dr. J menganjurkan Ibu I untuk meminum vitamin prenatal yang berisi tambahan asam folat dan zat besi, satu kapsul per hari setiap hari. Dr. J juga menganjurkan untuk minum susu tiga gelas per hari, tidak merokok dan meneruskan olah raga yang ibu I lakukan selama ini. Pada usia kehamilan 14 minggu, dr. J juga menganjurkan agar ibu I melakukan pemeriksaan darah untuk menapis kelainan down syndrome. Pada usia kehamilan 12-14 minggu, ibu I menajalani pemeriksaan ultrasound. Kemudian pada usia kehamilan 24-28 minggu, ibu I melakukan skrining untuk gestational diabetes (GD).

Tes standar yang digunakan untuk mendeteksi adanya kanker cervix adalah PapSmear. Yaitu dengan cara mengusapkan spatula pada leher rahim, lalu diteliti perubahan sel-selnya. ( 2 ) Penyakit menular seksual adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual, baik oral maupun anal, terutama dengan orang yang telah terinfeksi human papillomavirus (HPV). HPV adalah virus yang menyebabkan kutil kelamin dan 90 % penyebab dari kanker cervix. ( 3 ) HPV memiliki dua tipe. High risk (berkaitan erat dengan penyebab kanker cervix) yang terdiri dari tipe 16,18,31,33,35,39,45, 51, 52, 56,58,59, 69,dan 68. Low Risk (hanya menimbulkan perubahan ringan pada daerah sekitar leher rahim, bersifat sementara) yang terdiri dari tipe 6, 11, 42, 43, dan 44. ( 4 ) Untuk mencegah kanker cervix, telah ditemukan vaksin HPV yang isinya adalah Gardasil. Vaksin ini memberikan perlindungan mencapai 98% untuk mencegah kanker cervix dengan cara membentuk antibodi di dalam tubuh. Vaksin ini sebaiknya diberikan pada wanita yang masih remaja dan belum melakukan aktifitas seksual. Vaksin ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil karena vaksin ini masih dalam tahap penelitian lebih lanjut.( 5 ) Lama kehamilan normal adalah sekitar 38-42 minggu. Pada ibu hamil, diperlukan tambahan kalsium, asam folat, dan zat besi. Kalsium diperlukan sebanyak 1000 mg per hari untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin. Asam folat diperlukan sebanyak 1 mg per hari untuk mencegah cacat. Sedangkan zat besi diperlukan sebanyak 27 mg per hari untuk pertumbuhan janin. ( 3 )

Hormon yang terdapat di dalam urin yang sering dipakai untuk pemeriksaan kehamilan yaitu HCG (hormone chorionic gonadotropin).(6) Tes ini bisa dilakukan paling cepat 7-10 hari setelah konsepsi.( 3 ) Down syndrome adalah keterbelakangan fisik dan mental pada seorang anak karena kelainan kromosom (terutama di kromosom 21). Faktor-faktor risiko down syndrome antara lain orang tua pembawa gen down syndrome, ibu yang hamil di usia yang tua, alcohol dan radiasi.( 3) Untuk mengetahui ada atau tidaknya down syndrome, dapat dilakukan uji skrining down syndrome, di mana darah diambil dan diperiksa kadar HCG dan PAPP-A ( pregnancy-associated plasma protein A ) nya. (3) Penyebab dari gestational diabetes adalah kadar glukosa yang tinggi sewaktu masa kehamilan akibat hormon yang di hasilkan oleh plasenta yang menghambat kerja isulin. Konsekuensi dari gestational diabetes terhadap ibu adalah abortus, air ketuban berlebih, DM tipe 2, dan kemungkinan menderita gestational diabetes pada kehamilan berikutnya. Sedangkan pada bayi yaitu bayi lahir dengan ukuran besar, kelainan pada bahu, prematur, gangguan bernafas, dan penyakit kuning.

III.Kesimpulan Ibu I dapat melanjutkan kehamilannya karena tidak ditemukannya HPV yang dapat menyebabkan kanker cervix. dan kehamilan ibu I akan berlangsung dengan baik sampai saat kelahiran karena tidak ditemukan gejala-gejala down syndrome dan gestational diabetes.

IV. Daftar Pustaka

1. Medicastore. Available at : http://www.medicastore.com/. Accessed October 30, 2008 2. National Cancer Institute. The Pap Test. Availabe at : www.cancer.gov/cancertopics/pap-test-things-to-know. Accesed October 30, 2008. 3. Mayo Clinic. Available at www.mayoclinic.com. Accessed October 30, 2008. 4. Center for Disease Control and Prevention http://www.cdc.gov/std/HPV/STDFact-HPV.htm. Accessed October 30, 2008. 5. National Library of Medicine http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/druginfo/meds/a607016.html. Accessed November 2, 2008 6. Pregnancy. http://pregnancy.lovetoknow.com/wiki/First_Response_Early_Result_Pre gnancy_Test. Accessed November 2, 2008