Anda di halaman 1dari 24

Drug

addiction : chronic disorder characterized by the compulsive use of a substance resulting in physical, psychological or social harm to the user and continued use despite that harm. Drug dependence : Relates to physical and psychological dependence , or both. Impaired control over drug-taking behaviour is implied. Drug misuse : any use of a drug that varies from a socially or medically accepted use.
1

Physical

dependence : Physiologic adaptation to a drug, usually caracterized by tolerance and a withdrawal syndrome during abstinence . Psychological dependence : Emotional state of craving a drug, either for its positive effect or to avoid negative effect s associated with its absence .

Barbiturat

: mekanisme toleransi yg terjadi sec farmakokinetik, dmn ia menginduksi metabolismenya sendiri (auto metabolism). Benzodiazepin : toleransi sec. farmakodinamik dmn terjadi pengurangnya jumlah reseptor ataupun sensitifitas reseptor BZ. Alcohol :
merusak fungsi membran neuron. Potensiasi fungsi reseptor GABA A Menghambat fungsi reseptor NMDA Withdrawal yg terjadi dimediasi oleh symphatic overactivity.

Opiates

: toleransi sec. farmakodinamik dmn ia menyebabkan berkurangnya produksi enkephalin & down regulation reseptor opiat. ( dosis lbh besar dibutuhkan utk mencapai derajat inhibisi aktifitas NA yg sama ).

Banyak

diresepkan utk menghilangkan cemas diberbagai negara (USA,Eropa dan Jepang) dan disalah-gunakan. Termasuk daftar no: IV dari obat-obat yang dikontrol peredarannya. EFFEK: - Potensiasi inhibisi, menekan cemas membuat relaksasi berulang psychologic dependence.

Mempertahankan

jalan nafas dan mensupport ventilasi Pemberian FLUMAZENIL baik utk over dosis (OD) Benzodiazepin (melawan efek depresan SSP), tidak baik utk Barbiturat & etanol.
0,2mg/min IV initially, repeat up to 3 mg max. Support vital function.

Flumazenil

TIDAK di indikasikan pd keadaan suspected BZ overdose /TCA. !!


6

Disbbkan:

stop obat setelah penggunaan yang

kontinyu. Kebanyakan pd pemakaian obat2 dgn T1/2 < 24 jam (Etanol , secobarbital, methaqualone) bisa juga pada bbrp long acting BDZ. Tanda-tanda penting (tabel) berasal dari stimulasi SSP yng berlebihan: cemas, tremor, mual, muntah, delirium dan halusinasi (kejang kead.berbahaya).

Penanganan wthdrawal syndrome: Pemberian Sed-Hip yang long acting (Chlordiazepoxide, Diazepam) untuk menekan gejala akut tsb diikuti oleh penurunan dosis secara bertahap. Dapat diberikan Clonidine atau Propanolol untuk menekan aktifitas simpatis yang berlebihan. Syndroma therapeutic dpt tjd bila obat sbg terapi dihentikan setelah peng- gunaannya dlm waktu yang lama.

FLUNITRAZEPAM (Rohypnol) :
BDZ yang kuat dan onsetnya cepat sering digunakan dalam date rape. Ditambah dgn Alkohol ,chloralhidrate korban tdk mampu melawan.

-HYDROXYBUTYRATE (GHB) : Termasukdate rape drug berbentuk liquid dan powder , menyebabkan :

anmnesia, hypotonia, REM dan non-REM sleep dan Anesthesia.


9

Obat-obat yg sering disalah gunakan: - Heroin - Morfin - Oxycodone - Meperidine - Fentanyl


10

EFEK : Efek pemberian Heroin secara i.v menurut user: yaitu dlm bbrp detik merasakan rush atau orgasmic feeling diikuti euphoria dan kemudian tenang dan mengantuk (sedasi). i.v: cepat terjadi tolerans ketergantungan fisik dan psikis. Efek tsb lebih ringan bila dengan cara dirokok atau per-oral.

11

Over Dosis Opioid : menyebabkan depresi pernafasan dan dapat berlanjut menjadi koma death Penanganan OD (over dosis) : Naloxone i.v bantuan pernafasan. Withdrawal syndr Opioid: lakrimasi, rhinorrhea, kaku rahang, berkeringat, lemah, gooseflesh, mual, muntah tremor dan hyperpnea. Tidak terlalu fatal dibanding dgn W. syndr SedHip.

12

Caffein & Nicotine: Dalam minuman dan tembakau adalah legal meskipun mempunyai efek medis yang merugikan. Penybab kematian yg dapat dicegah Meningkatkan insidens; peny.jantung, ggn pernafasan dan neoplasme (kanker) Gej.putus obat (+) ktgt.fisik
13

Lesu Iritabel Sakit

kepala kebiasaan tsb. Toksisitas : CNS stimulation tremor, insom nia, gelisah, arrithmia, respiratory paralysis (nicotine)

* cemas * mental discomfort halangan utk merubah /stop

14

Efek:

Euphoria , Percaya diri (PD) Ktgt Psych Obat2 a.l: Dextroamphetamine Methamphetamine (speed) bentuk kristal yang dpt dihirup Penggunaan dg dosis besar dan kronis psikosa (delusi dan paranoia) sulit dibedakan dg schizophrenia M.o.a: memblok atau mengubah arah neurotransmitter transporter (DAT) yg sec.fisiologis me re-uptake ketiga monoamine transporter (Dopamin; Amphetamine dan Serotonin) dari synapse.
15

- Agitasi - Hyperthermia - Gelisah / tdk tenang - Hyperreflexia - Tachycardia - ( kejang ) Anti dotum : Spesifik (-) - menjaga temp tubuh - mencegah kejang Tolerans (+), W.syndr: appetite ,mengantuk, haus, depresi mental (perlu anti depresan

16

Mirip Amphetamine Dpt

(super speed)

dihirup Euphoria ; Percaya diri (PD) berlebihan, kewaspadaan. (Psychostimulant) Moa : Sangat kuat memblok DAT (Dopamin transporter), dan pd dosis besar juga memblok 5HTT dan NET (ingat TCAs dan SSRIs) Lht gambar!

17

(Umumnya obat2 gol ini berikatan dgn reseptor dan dpt dimanfaatkan utk terapi). PCP (Phencyclidine)

Memblok NMDA-type glutamate receptors. (exitatory transmission dan terlibat dlm synaptic plasticity dan memory) complex ; anestesia, delirium, halusinasi dan amnesia)

MDMA

(Methylenedioxymethamphetamine) = ECTACY.
Salah persepsi save drugs Punya efek pd dopaminergik tetapi efek UTAMA nya pd serotononergik.
18

MDMA:

Menyebabkan serotonon release ; inhibisi sintesisnya dan memblok serotonin reuptake.

Cannbinoids.

Suatu bahan yg diperoleh dari Marijuana) berikatan dgn Cannabinoid Receptors (CB1, CB2) di basal ganglia. Efek Cepat dan Kuat:

Euphoria, laughter,giddiness, depersonalization. 1-2 jam kemudian fgs kognitif terlibat spt: memory, reaction time, koordinasi dan sulit konsntrasi.

Caffein. Inhalant

(huffing): Male teenager


19

Inhalant

(huffing): Male teenager, termasuk organic solfent bisa didapati dirumah ataupun ditempat kerja (gasoline, toluene, ethylether, lem dll) Dosis kecil : dapat menyebabkan perubahan mood dan ataxia. Dosis besar/toksik : gangguan disosiasi dan halusinasi. Bahaya bisa mati lemas atau kerusakan organ hepar, sist syaraf , cardiac arrhytmia dan sudden death.
20

Ada

2 pendekatan . Yaitu : Pharmacologic and psychosocial approaches.

Detoxification.

Mengusahakan kadar obat dlm darah kembali ke normal (zero) dan mengusahakan tubuh dapat adaptasi bila tanpa menggunakan obat. Withdrawal symptom tergantung obat yg disalahgunakan dan berkisar dari mild dysphoria s/d life-threatening seizure. Nicotine >< nicotine sustained release transdermal patch atau chewing gum.
21

Heroin

>< Methadone. ( suatu long acting opioid oral tablet; slow onset dan long plasma half-life kadar methadone dalam plasma tetap konstan dlm wkt lama). Methadone tapered slowly untuk mencegah acute effect dari opioid withdrawal. Tambahan :

Diazepam (long acting, untuk withdrawal seizure) Clonodine , lofexidine : memblok sympathetic hyperactivity.

22

Signs and symptoms of overdose and withdrawal for selected drugs abuse
Drug
Amphetamines; methylphenidate; cocaine Barbiturates; benzodiazepines; ethanol Heroin; other opiod analgesics

Overdose Effects
Agitation, hypertension, tachycardia delusions, hallucinations, hyperthermia, seizures, death Slurred speech, "Drunken" behavior, dilated pupils, weak and rapid pulse, clammy skin, shallow respiration, coma, death Constricted pupils, clammy skin, nausea, drowsiness, respiratory depression, coma, death

Withdrawal Symptoms
Apathy, irritabillity, increased sleep time, disorientation, depression anxiety, insomania, delirium, tremors, seizures, death Nausea, chills, sweats, cramps, lacrimation, rhinorrhea, yawning, hyperpnea, tremor
23

Schedules of Controlled Drugs


Schedule I Criteria No medical use; high addiction potential methaqualone, PCP, DOM, MDMA Strong opoid agonits, cocaine, short half-life II Medical use; high addiction potential barbiturates, amphetamines,methylphenidate III Medical use; moderate potential for dependence IV Medical use; low abuse potential weak opoid agonist, zolpidem, zaleplon
24

Examples Flunitrazepam, heroin, marijuana, mesaline,

Anabolic steroids, codeine and moderate opoid agonists, dronabinol, thiopental Benzodiazepines, chloral hydrte, meprobamate,