Anda di halaman 1dari 28

SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal

Pendidikan Nonformal (PNF) sebagai salah satu jalur pendidikan dalam sistem pendidikan nasional diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu mengatasi berbagai masalah sosial dan ekonomi, dimana salah satu penyebab timbulnya permasalahan sosial dan ekonomi tersebut adalah masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. Fakta empirik menyebutkan baik masyarakat perdesaaan maupun masyarakat marjinal perkotaan memiliki banyak permasalahan khususnya permasalahan pendidikan yang mengakibatkan masyarakat tersebut tidak dapat mengembangkan potensi yang ada. Jika permasalahan tersebut tidak diatasi secara serius dan kontinu maka bukan tidak mungkin bangsa kita akan berada di dalam keterpurukan dalam semua aspek kehidupan. Untuk menjawab serta mencoba mengatasi permasalahan tersebut dan dalam pengimplementasian sasaran pendidikan yang tertuang dalam Deklarasi Dakkar mengenai Pendidikan Untuk Semua yang diharapkan dicapai pada tahun 2015, Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal melalui Keputusan Dirjen PLS Nomor : Kep.595/E/KP/2006 tentang Pokok-Pokok Kebijakan Pelaksanaan Program Pendidikan Nonformal telah menetapkan pokok-pokok kebijakan program pendidikan nonformal dan informal untuk tahun 2006 sampai dengan 2009 meliputi : (1) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), (2) Pendidikan Keaksaraan, (3) Pendidikan Kesetaraan, (4) Pendidikan Kecakapan Hidup, (5) Peningkatan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan, (6) Pengarus Utamaan Gender (PUG/Gender Mainstreaming) sudah secara kontinu melakukan upaya dan mengambil langkah strategis dengan pola peran serta aktif masyarakat. Dalam mendukung program peningkatan pendidikan tersebut pada tahun 2008 ini Direktorat Jenderal PNFI melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) BP-PNFI Regional II Jayagiri memberikan dana bantuan langsung/block grant kepada UPTD BPKB/BP3LS dan SKB sebagai unit pelaksana teknis daerah yang melaksanakan program di masyarakat secara langsung. Pemberian dana bantuan langsung pada tahun 2008 ini memiliki beberapa tujuan khusus yaitu selain penuntasan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun melalui pendidikan kesetaraan, PAUD, serta keaksaraan juga bantuan untuk pengembangan kelembagaan bagi lembaga-lembaga yang berperan serta dalam peningkatan kualitas taraf hidup serta pendidikan masyarakat. Diharapkan dari pemberian dana bantuan langsung melalui UPTD BPKB/BP3LS dan SKB ini selain peningkatan taraf pendidikan masyarakat juga meningkatkan mutu serta kualitas lembaga pelaksana pendidikan nonformal tersebut sehingga pencapaian sasaran yang direncanakan lebih cepat terwujudkan. Diharapkan UPTD BPKB/BP3LS dan SKB dapat mengelola program kegiatan yang bersumber dana bantuan langsung secara prosedural sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah kerjanya masing-masing. Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal

Ace Suryadi, Ph.D NIP. 130687374

KATA PENGANTAR
Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun sudah merupakan program pemerintah yang diamanatkan kepada Departemen Pendidikan Nasional agar dapat meningkatkan kulitas serta meningkatkan taraf hidup manusia Indonesia. Data dari United Nations Development Programs (UNDP) tahun 2007 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia berada pada peringkat 107, dimana salah satu aspek yang menentukan IPM tersebut adalah bidang pendidikan. Semakin rendah atau pendeknya tingkat pendidikan akan semakin rendah pula peringkat IPM Indonesia, tidak hanya itu saja dampak yang lebih memprihatinkan lagi adalah akan menurunnya taraf hidup masyarakat dan meningkatnya angka kemiskinan. Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal (BP-PNFI) Regional II Jayagiri sebagai Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Departemen Pendidikan Nasional mengemban tugas untuk berperan serta aktif mensukseskan program wajib belajar 9 tahun pada jalur pendidikan noformal dan informal. Melalui programprogram yang dilaksanakan diharapkan dapat mengakselerasi pencapaian target penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun. Untuk mencapai tujuan tersebut pada tahun 2008 BP-PNFI Regional II Jayagiri meluncurkan dana bantuan langsung (block grant) kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah BPKB/BP3LS dan SKB sebagai pelaksana teknis di lapangan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Adapun dana bantuan langsung yang akan disalurkan meliputi bidang PAUD, Keaksaraan serta Kesetaraan. Selain percepatan melalui penyaluran dana terhadap masyarakat, BP-PNFI merasa perlu juga untuk meningkatkan kualitas dari lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan nonformal agar tercapai peningkatan kualitas secara utuh, sehingga pada tahun 2008 terdapat pula dana bantuan langsung yang bertujuan untuk merevitalisasi kelembagaan lembagalembaga penyelenggara pendidikan nonformal. Adapun jenis-jenis bantuan langsung untuk kelembagaan adalah perawatan dan pengembangan sistem informasi, peningkatan sarana/fasilitas pendidikan dan peningkatan pendidikan kecakapan hidup. Penyaluran dana ini tentu saja melalui beberapa proses, untuk itu diperlukan adanya pedoman sebagai acuan bagi pihak-pihak terkait dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penyelenggaraan program tahun 2008. Dengan begitu diharapkan pedoman ini dapat berfungsi sebagai acuan bagi UPTD BPKB/BP3LS dan SKB dalam pengajuan usulan bantuan langsung. Kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam menyusun dan menerbitkan pedoman ini kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, semoga kerja keras serta upaya dalam ikut mensukseskan pendidikan dapat terlaksana dengan baik dan mendapat ganjaran dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Jayagiri, Pebruari 2008 Kepala BP-PNFI Regional II

Drs. H. Ade Kusmiadi, M.Pd NIP. 131288009

DAFTAR ISI
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ............................................................................... 1 B. Dasar Hukum ................................................................................. 2 C. Pengertian KPPT-CC ........................................................................ 2 D. Tujuan Pedoman............................................................................. 3 E. Tujuan Program.............................................................................. 3 II. SASARAN DAN PEMANFAATAN DANA A. Sasaran Program KPP-TCC dan Besaran Dana Bantuan ............................... 4 B. Pemanfaatan Dana Bantuan .............................................................. 4 C. Satuan PNF Penyelenggaran KPPT-CC ................................................... 4 D. Kriteria Peserta Didik ...................................................................... 5 E. Jenis Keterampilan ........................................................................ 5 III. PERSYARATAN LEMBAGA CALON PENYELENGGARA KPPT-CC A. Persyaratan Lembaga Pengusul ........................................................... 6 B. Persyaratan Administrasi................................................................... 6 IV. PROSEDUR PENYUSUNAN DAN PENGAJUAN PROPOSAL A. Penyusunan Proposal ...................................................................... 8 B. Mekanisme Pengajuan Proposal........................................................... 8 V. PENILAIAN PROPOSAL DAN PENETAPAN LEMBAGA PENERIMA DANA PROGRAM KPPT-CC A. Tim Penilai ................................................................................ 9 B. Mekanisme Penilaian Proposal ......................................................... 9 C. Penetapan Lembaga Penyelenggara .................................................. 10 D. Penyaluran Dana.......................................................................... 11 E. Pelaporan Kegiatan ...................................................................... 11 VI. INDIKATOR KEBERHASILAN DAN PENGENDALIAN MUTU A. Indikator Keberhasilan .................................................................. 13 B. Pengendalian Mutu .......................................................................13 VII. PENUTUP ......................................................................................... 15 LAMPIRAN ................................................................................................ 16 Lampiran 1: Sistematika Proposal KPP Terpadu (Community College) Lampiran 2: Surat Pernyataan

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan) di Indonesia sebesar 2,13 juta, yaitu dari 39,30 juta (17,75 persen) dalam bulan Maret 2006 menjadi 37,17 juta orang (16,58 persen) pada Maret 2007. Sedangkan, Bank Dunia melaporkan bahwa tahun 2006 terdapat sekitar 108,7 juta penduduk Indonesia yang rentan terhadap kemiskinan. Sejalan dengan hal tersebut, BPS (2006) menyatakan bahwa terdapat 11,1 juta penduduk (10,4%) usia 15 tahun ke atas yang menganggur, sementara 29,9 juta orang setengah menganggur. Dari sekitar 11,1 juta orang yang dinyatakan penganggur terbuka, dilihat dari latar belakang pendidikannya terbagi menjadi: 31,78% berlatar pendidikan SD ke bawah; 25,76% berpendidikan SLTP; 36,44% berpendidikan SLTA; serta 6,05% berlatar belakang pendidikan diploma dan sarjana. Total angkatan kerja berkisar 106,3 juta orang dengan pertambahan sekitar 500.000 orang per tahun, 10,9 juta orang di antaranya merupakan penganggur terdidik (Agustus 2006). Selain itu, putus sekolah dalam dan antar jenjang tiap tahun terus terjadi yang berdampak pada penambahan jumlah kemiskinan, pengangguran dan buta aksara. Fakta di lapangan menunjukan bahwa masalah pengangguran bukan hanya disebabkan oleh kesenjangan antara jumlah pencari kerja dan kesempatan kerja yang tersedia. Sesungguhnya banyak kesempatan kerja tersedia baik di dalam maupun di luar negeri, tetapi pencari kerja tidak memiliki kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan calon penguna tenaga kerja. Akibatnya, kesempatan kerja tersebut tidak termanfaatkan, maka konsekuensinya jumlah penganggur makin bertambah. Peran pendidikan nonformal dalam mengatasi masalah penganguran salah satunya adalah melalui layanan kursus dan pelatihan yang memberikan bekal pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dibutuhkan dalam mencari kerja. Namun demikian, lemabaga kursus dan pelatihan pada umumnya masih berorientasi pada supply, yaitu menyediakan peserta didik sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan demand atau permintaan pasar. Akibatnya, angkatan kerja tetap tidak terserap.

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah melalui Balai Pengembanagn Pendidikan Non Formal dan Informal (BP-PNFI) Regional II Jayagiri, Direktorat Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal mengeluarkan kebijakan tentang Rintisan Kursus Para Profesi Terpadu Community College (KPP Terpadu (Community College)) yang didanai melalui mekanisme blockgrant. Agar program rintisan KPP Terpadu (Community College) tersebut terlaksana sesuai dengan harapan, maka diperlukan adanya suatu pedoman penyaluran dana blockgrant rintisan KPP Terpadu (Community College) yang dapat dijadikan acuan oleh pihak-pihak yang terkait. B. Dasar Hukum 1. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan 3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasioanl Nomor 13/U/2005 tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah 4. DIPA BP-PNFI Tahun Anggaran 2008 tentang Penyaluran Block Grant Rintisan KPP Terpadu (Community College) C. Pengertian KPP Terpadu (Community College) Kursus Para-Profesi (KPP) adalah salah satu program pendidikan nonformal yang dilaksanakan melalui satuan-satuan pendidikan nonformal bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan serta sikap dan kepribadian yang mengarah pada profesionalisme untuk menjadi tenaga kerja dan/atau berusaha secara mandiri. Community College adalah suatu lembaga pendidikan yang menawarkan layanan program untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di suatu tempat tertentu. Pada dasarnya, community college memberikan tiga jenis layanan program pendidikan, yaitu: Pertama: program non gelar setingkat diploma, dimana peserta didik memperoleh pendidikan yang diperlukan sebagai syarat untuk mencari pekerjaan. Kedua: program sertifikasi pada area vokasional/pelatihan tertentu (seperti: keperawatan, reparasi computer, kebidanan, pengobatan alternative, las listrik, dll). Ketiga: program layanan yang memenuhi kebuuthan masyarakat setempat, seperti: pendidikan kesetaraan, kelompok belajar usaha, pendidikan anak usia dini , dll. Community College ini merupakan tindak lanjut dari penerapan sistem Broad Based Education melalui pemberian pelatihan dalam beberapa kompetensi sehingga lulusannya memiliki keahlian yang berkualitas dan langsung bisa diserap di dunia industri. Pelaksanaan program Community College ini diharapkan dapat mengembangkan soft skills dan hard skills masyarakat sesuai tuntutan dunia kerja.

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

Kursus Para Profesi Terpadu (Community College) merupakan program layanan pendidikan berorientasi kecakapan hidup pada jalur pendidikan nonformal dengan strategi kooperatif-kolaboratif antara lembaga-lembaga pendidikan nonformal, formal (SMK/Poltek).LSP dan DUDI (Dunia Usaha dan Industri) dalam dan luar negeri serta pemerintah selaku pemangku kebijakan dalam rangka membelajarkan peserta didik agar memiliki kompetensi yang tersertifikasi di bidang keterampilan tertentu sebagai bekal untuk bekerja di dalam atau di luar negeri. D. Tujuan Pedoman Memberikan acuan yang jelas bagi lembaga-lembaga calon penyelenggaran dalam menyusun dan mengajukan proposal untuk mendapatkan block grant rintisan KPP Terpadu (Community College). E. Tujuan Program 1. Mensinergikan program Kursus Para Profesi (KPP) dengan Community College yang dapat memberikan pelatihan berbasis vokasi dan berorientasi kecakapan hidup serta memberikan sertifikasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan professional sekaligus memberikan jaminan untuk mendapatkan pekerjaan baik secara mandiri maupun bekerja pada dunia usaha dan industri. 2. Menyediakan masyarakat pelayanan dengan pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi sesuai bagi jenis/bidang keterampilan/vokasi bervariasi dengan

kebutuhan DUDI didalam dan luar negeri.

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

II. SASARAN DAN PEMANFAATAN DANA


A. Sasaran Program KPP-Terpadu (Community College) dan Besaran Dana Bantuan 1. Blockgrant KPP Terpadu (Community College) diberikan kepada UPTD SKB dan Lembaga Kursus Para Profesi yang potensial dalam kerangka pengembangan model untuk kepentingan BP-PNFI Regional II Jayagiri melalui pendekatan unit cost dengan total peserta didik berjumlah 1000 orang. 2. Rata-rata satuan biaya maksimal (unit cost) yang diberikan adalah Rp.2.700.000,- (dua juta tujuh ratus ribu rupiah) per peserta didik. B. Pemanfaatan Dana Bantuan Total dana blockgrant yang diterima (sesuai dengan jumlah peserta didik) dikelola oleh lembaga PNF calon penyelenggara rintisan KPP Terpadu (Community College) dengan alokasi meliputi biaya operasional penyelenggaraan program, biaya personal peserta didik, dan biaya pemantauan dan penilaian. 1. Biaya Operasional penyelenggaraan program (maksimal 50%), dipergunakan untuk honorarium pengelola dan pendidik, bahan dan peralatan praktek, bahan habis pakai termasuk ATK, dan biaya operasional tidak langsung seperti biaya daya dan jasa, pemeliharaan peralatan serta biaya operasional lainnya yang menunjang administrasi kegiatan kursus/pelatihan. 2. Biaya Personal (minimal 40%), dipergunakan untuk kepentingan peserta didik, misalnya: transport peserta didik, biaya ujian/sertifikasi, dan biaya penyaluran lulusan. 3. Biaya Pemantauan dan Penilaian (10%), dipergunakan untuk biaya transport dan uang saku petugas (termasuk petugas dari BP-PNFI dalam rangka mengontrol proses inovasi yang dilakukan) dalam melaksanakan pembimbingan dan pembinaan teknis untuk menjamin keberlangsungan lulusan program. C. Satuan PNF Penyelenggaran KPP-Terpadu (Community College) Satuan PNF yang dapat menyelenggarakan program KPP Terpadu (Community College) adalah lembaga-lembaga PNF di wilayah kerja Regional II Jayagiri,antara lain; 1. BPKB/BP3LS, UPTD SKB 2. Lembaga kursus dan pelatihan, yang terdaftar dalam Direktori Kursus dan Pelatihan tingkat Nasional maupun Provinsi

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

3. Lembaga PNF sejenis lainnya, seperti Perusahaan penyaluran tenaga kerja yang memiliki lembaga kursus dan pelatihan D. Kriteria Peserta Didik Kriteria peserta didik, adalah sebagai berikut: 1. Penduduk usia produktif (18-35 tahun), perempuan maupun laki-laki, yang berasal dari keluarga kurang mampu/miskin, dibuktikan dengan surat keterangan dari aparat desa/kelurahan setempat. 2. Minimal berpendidikan SMP/diutamakan Paket B atau yang sederajat, dropout sekolah menengah atau lulus sekolah menengah tidak melanjutkan/diutamakan lulusan Paket C. 3. Belum memiliki keterampilan dan pekerjaan tetap sebagai mata pencaharian. 4. Memiliki kemauan untuk belajar, dibuktikan dengan Surat Pernyataan Kesanggupan untuk mengikuti program sampai tuntas. 5. Prioritas berdomisili dalam wilayah kabupaten/kota yang sama dengan lokasi tempat lembaga penyelenggara KPP-Terpadu (Community College). E. Jenis Keterampilan Keterampilan yang diselenggarakan dalam program KPP-Terpadu (Community College) adalah jenis keterampilan, dengan kriteria: 1. Sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat 2. Mempunyai peluang yang tinggi di pasar kerja DUDI, baik di tingkat nasional maupun intemasional (untuk bidang jasa); 3. Mampu mengembangkan potensi daerah dan berbasis bahan baku lokal sehingga menjadi produk unggulan yang memiliki nilai jual tinggi (untuk bidang produksi) 4. Rumpun (jenis) keterampilan yang dapat diselenggarakan melalui program KPP Terpadu (Community College), antara lain: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. Pariwisata (spa, perhotelan, tataboga) Garment Alas Kaki Pertanian (tanaman buah dan tanaman sayur) Logam mesin ( sub sector las) Telematika (operator komputer) Akupuntur Penata laksana rumah tangga plus (PLRT) Baby sitter (Pengasuh) Otomotif Elektronika Security Kecantikan Vokasi lainnya yang dinilai cepat memperoleh kesempatan kerja/pekerjaan dan penghasilan

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

III. PERSYARATAN LEMBAGA CALON PENYELENGGARA KPPTCC

A. Persyaratan Lembaga Pengusul Lembaga calon penerima blockgrant rintisan KPP-Terpadu (Community College) harus mengajukan proposal dan harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan. B. Persyaratan Administrasi 1. Memiliki badan hukum yang dibuktikan dengan Akta Notaris atau keterangan legalitas sejenis lainnya. 2. Memiliki ijin operasional dari instansi berwenang, dan diprioritaskan dari Dinas Pendidikan. 3. Memiliki rekening bank dan NPWP yang masih aktif atas nama lembaga (bukan rekening dan NPWP pribadi). 4. Memiliki surat rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kab/Kota 5. Membuat dan melampirkan Surat Pernyataan Kesanggupan menyelenggarakan program rintisan KPP-Terpadu (Community College) secara sungguh-sungguh sesuai proposal yang disetujui, dengan dibubuhi materai secukupnya (contoh terlampir). 6. Bagi UPTD BPKB/BP3LS/SKB yang menyelenggarakan Kursus Para Profesi dengan bekerjasama dengan Lembaga Kursus dibuktikan dengan surat Nota Kesepahaman Bersama (MoU). Nota Kesepahaman Bersama disusun untuk memastikan keberlangsungan program berupa pelaksanaan pembelajaran, program magang, penyaluran peserta didik hasil program KPP terpadu (community college) hingga kepastian jaminan minimal masa kerja. Adapun materi minimal yang harus tercakup dalam Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara lain: a. Tujuan Kerjasama b. Lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan c. Hak dan Kewajiban/ tugas dan tanggungjawab masing-masing pihak

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

d. Waktu pelaksanaan pekerjaan dan waktu berlakunya Nota Kesepahaman Bersama (MoU) e. Biaya yang timbul (bila ada) dan penanggungjawabnya. f. Tata cara penyelesaian masalah g. Tata cara pengorganisasian pelaksanaan pekerjaan Penyusunan isi nota kesepahaman dapat dilaksanakan dengan mendiskusikan tugas dan tanggungjawab serta kepentingan lembaga penyelenggara KPP Terpadu (Community College) dan kepentingan DUDI secara jelas dan dituangkan dengan tidak mengabaikan kerugian/kesulitan masing-masing pihak. 7. Memiliki surat akad kerjasama dengan pihak mitra jika melakukan kegiatan magang. 8. Memiliki "job order atau Demand Letter Attachement" (pesanan tenaga kerja) dibuktikan dengan surat pesanan dari dunia industri atau penyalur tenaga kerja (bukan memuat: Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan Jenis dan uraian pekerjaan atau jabatan Kualifikasi tenaga kerja Salary (gaji) yang diperoleh Syarat-Syarat Kerja Kondisi kerja Jaminan Sosial Jaminan Minimal masa kerja Masa berlakunya surat permintaan tenaga kerja MOU magang), prioritas tingkat nasional, atau lintas propinsi dan internasional. Job order atau Demand letter Attachment, sekurang-kurangnya

9. Lembaga diperbolehkan mengusulkan jumlah peserta didik sesuai dengan "job order atau Demand Letter Attachement" yang dimiliki. 10. Lembaga calon penyelenggara harus melampirkan profil lembaga dan profil lembaga mitranya (user) 11. Memiliki daftar calon peserta didik yang akan dibelajarkan. Dibuktikan dengan adanya data calon peserta didik dengan identitas selengkap mungkin (surat pernyataan peserta didik untuk mengikuti program sampai tuntas, izasah terakhir, foto) 12. Memiliki pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan kompetensi yang diajarkan. Dibuktikan dengan curriculum vitae pendidik dan tenaga kependidikan. 13. Memiliki struktur organisasi penyelenggaraan kursus para profesi termasuk mekanisme kemitraan

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

14. Memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk menyelenggarakan kursus paraprofesi. (teori dan praktek) 15. Foto-foto dokumentasi yang diperlukan.

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

IV. PROSEDUR PENYUSUNAN DAN PENGAJUAN PROPOSAL

A. Penyusunan Proposal 1. Lembaga yang berminat sebagai penyelenggara program rintisan KPP-Terpadu (Community College) wajib menyusun proposal. Penyusunan proposal dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang program yang akan dilaksanakan, antara lain meliputi; analisis situasi, rencana aksi, program aksi serta tindak lanjutnya. Program aksi harus memunculkan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang inovatif dan menjamin keberlangsungan program. Sistematika proposal, lihat lampiran; 2. Proposal dibuat dan ditandatangani oleh pimpinan lembaga calon penyelenggara program rintisan KPP-Terpadu (Community College); 3. Proposal harus direkomendasikan oleh pejabat yang berwenang, diantaranya oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat. B. Mekanisme Pengajuan Proposal 1. Proposal yang telah ditandatangani oleh ketua/pimpinan lembaga calon penyelenggara program rintisan KPP-Terpadu (Community College), disampaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat untuk mendapat rekomendasi; 2. Proposal setelah ditandatangani oleh ketua/pimpinan lembaga calon penyelenggara program KPP-Terpadu (Community College) serta mendapat rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota selanjutnya dikirim kepada Balai Pengembangan Pendidikan Non Formal dan Informal (BP-PNFI) Regional II Jayagiri untuk diseleksi. Proposal dikirim

BALAI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN NON FORMAL DAN INFORMAL (BP-PNFI) REGIONAL II JAYAGIRI u.p PANITIA SELEKSI PROPOSAL BLOCKGRANT RINTISAN KPP-CC Jalan Jayagiri No 63 Lembang-Bandung 40391 Telp. (022) 2786017, Fax. (022) 2787474
ke alamat: 3. Proposal dikirim sebanyak 2 eksemplar, mulai 12 Mei 31 Mei 2008

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

V. PENILAIAN PROPOSAL DAN PENETAPAN LEMBAGA PENERIMA DANA PROGRAM RINTISAN KPPT-CC
A. Tim Penilai 1. Tim penilai proposal dibentuk, ditetapkan, dan bertanggungjawab kepada Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Non Formal dan Informal (BP-PNFI) Regional II Jayagiri. 2. Tim penilai minimal terdiri dari unsur tenaga fungsional dan struktural, praktisi, akademisi, dan orgasisasi mitra yang relevan. 3. Struktur tim penilai minimal terdiri dari seorang ketua, seorang sekretaris dan 3 orang anggota serta didukung oleh tim sekretariat; 4. Tim penilai proposal bekerja setelah mendapat Surat Keputusan dan melaporkan hasil penilaian kepada Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Non Formal dan Informal (BPPNFI) Regional II Jayagiri. B. Mekanisme Penilaian Proposal Penilaian proposal dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu: 1. Tahap pertama seleksi administratif, yang meliputi: a. Surat rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota mengenai pengajuan proposal. b. Kelengkapan administrasi keuangan: 1) 2) c. d. Rekening lembaga NPWP lembaga

Surat izin operasional menyelenggarakan kursus dan pelatihan. Surat Pernyataan Kesanggupan Lembaga untuk melaksanakan Program rintisan KPP-Terpadu (Community College ) secara sungguh-sungguh, dengan dibubuhi meterai secukupnya.

e.

Surat akad kerjasama/MOU bila lembaga bekerjasama dengan lembaga kursus dalam penyelenggaraan KPP-Terpadu (Community College).

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

10

f.

Surat akad kerjasama/MOU bila lembaga bekerjasama dengan pihak lain dalam pelaksanaan magang.

g.

Surat " job order atau Demand Letter Attachement" (pesanan tenaga kerja) dari DUDI

h.

Data calon peserta didik, dengan identitas selengkap mungkin (seperti ijasah terakhir, foto, dan lain-lain yang dianggap perlu).

i. j. k.

Surat Pernyataan Peserta Didik untuk mengikuti program sampai tuntas. Curiculum vitae pendidik dan tenaga kependidikan. Foto-foto dokumentasi yang diperlukan.

Proposal yang tidak lolos seleksi administratif dinyatakan gugur. Sedangkan yang lolos seleksi administratif akan dinilai pada tahap kedua

2. Tahap kedua seleksi melalui penilaian substansi/isi proposal: a. b. c. Proposal dinilai berdasarkan bobot penilaian oleh tim penilai. Total nilai diurutkan menjadi ranking dari yang terbesar sampai yang terkecil. Penilaian substansi/isi proposal dilakukan dengan menggunakan instrumen dan indikator yang telah ditetapkan secara obyektif dan transparan, yang meliputi: 1) 2) 3) Kejelasan analisis situasi dan kondisi; Kejelasan dan ketepatan rencana aksi; Kejelasan dan ketepatan program aksi yang terdiri dari: metodologi pembelajaran yang akan dilakukan (teori dan praktek), penetapan sasaran, jaminan mutu atas keberhasilan program, daya dukung sarana dan prasarana, dan kemitraan dengan dunia usaha/industri; 4) 5) 6) Kejelasan dan ketepatan rencana tindak lanjut; Kejelasan dan ketepatan tujuan, hasil dan indikator keberhasilan; Proporsi anggaran yang realistis

3. Tahap ketiga seleksi melalui verifikasi ke lapangan (jika dipandang perlu). a. Proposal yang lolos seleksi tahap pertama dan kedua akan diverifikasi ke lapangan. b. Proposal yang dipandang tidak layak berdasarkan hasil verifikasi lapangan akan dikeluarkan dari daftar lembaga calon penerima blockgrant, dan akan digantikan oleh lembaga lain dari ranking berikutnya yang dipandang lebih layak. Catatan: Setiap tahapan penilaian, mulai dari penilaian kelengkapan administrasi, penilaian teknis proposal, dan verifikasi lapangan harus dibuatkan Berita Acara Penilaian, yang ditandatangani oleh seluruh Tim Penilai

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

11

C. Penetapan Lembaga Penyelenggara 1. Berdasarkan hasil penilaian proposal, Kepala BP-PNFI Regional II Jayagiri menetapkan lembaga penerima blockgrant program rintisan KPP-Terpadu (Community College); 2. Setelah ditetapkan, Kepala BP-PNFI Regional II menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang lembaga penerima blockgrant College) dan Surat Perintah Kerja (SPK); 3. Surat Keputusan dan Surat Perintah Kerja tersebut dikirimkan kepada lembaga penerima blockgrant program rintisan KPP-Terpadu (Community College), dengan tembusan kepada Direktur Jenderal Pendidkan Non formal dan Informal, Direktur Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Propinsi; D. Penyaluran Dana Mekanisme penyaluran dana blockgrant program rintisan KPP-TCC dilakukan sebagai berikut: 1. Setelah SK penetapan lembaga dan Surat Perintah Kerja ditandatangani dan diterbitkan, kemudian Kepala BP-PNFI Regional II Jayagiri mengajukan usulan kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk membayarkan/mengirimkan dana blockgrant program rintisan KPP-Terpadu (Community College) berdasarkan SK dan SPK. 2. Setelah menerima dana, lembaga penyelenggara program rintisan KPP-Terpadu (Community College) yang bersangkutan secepatnya (paling lambat 1 minggu, setelah menerima dana) melaksanakan program/kegiatan pembelajaran sesuai dengan proposal yang telah disetujui. E. Pelaporan Kegiatan 1. Sebagai penerima dana, lembaga penyelenggara rintisan KPP-Terpadu (Community College) diwajibkan untuk membuat dan menyampaikan laporan secara tertulis kepada Kepala BP-PNFI Regional II Jayagiri. Laporan terbagi menjadi tiga jenis, yaitu: laporan awal, laporan perkembangan, dan laporan akhir kegiatan; 2. Laporan awal (preliminary report) disampaikan kepada Kepala BP-PNFI Regional II Jayagiri c.q. Tim Teknis rintisan KPP-Terpadu (Community College) maksimal 15 hari setelah penandatanganan SK dan SPK, yang isinya meliputi: a. Desain penyelenggaraan program b. Rencana aksi dan jadwal pelakanaan kegiatan c. Rancangan penggunaan anggaran didik, rekap biodata instruktur/NST, deskripsi pembelajaran, dan rancangan penjaminan kemandirian lulusan) 3. Laporan perkembangan ( midterm report ) program disampaikan 1 (satu) kali selama program berlangsung, yang isinya meliputi: d. Data-data pendukungan lainnya yang diperlukan (misalnya: rekap biodata peserta program rintisan KPP-Terpadu (Community

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

12

a. Pencapaian kinerja b. Masalah dan kendala yang dihadapi serta upaya-upaya penanggulangannya, c. Rekomendasi 4. Laporan akhir untuk ( final penyelenggaraan report ), program KPP-Terpadu akhir ( Community program College ) ke depan; disampaikan pada masa pembelajaran, yang memuat: a. Capaian kinerja b. Analisa tentang kekuatan dan kelemahan program c. Tingkat keberhasilan program, dan KPP-Terpadu ( Community College ) untuk d. Rekomendasi penyelenggaraan

pendidikan kecakapan hidup di masa yang akan datang

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

13

VI. INDIKATOR KEBERHASILAN DAN PENGENDALIAN MUTU

A. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan penyaluran blockgrant program rintisan KPP-Terpadu (Community College) dapat dilihat dari: 1. Administrasi kelembagaan, pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, sarana prasarana dan keuangan lembaga dilakukan dengan benar dan baik. 2. Tersedianya sarana belajar (teori dan praktek) di lembaga yang menerima blockgrant . 3. Adanya data alumni KPP-Terpadu (Community College) yang sudah bekerja baik di dalam maupun di luar negeri. 4. Adanya minimal 50 orang per lembaga, anak putus sekolah, pengangguran dan miskin memperoleh kesempatan belajar, terlayani kebutuhan pendidikannya melalui kursus para-profesi dan memperoleh pekerjaan/penghasilan setelah selesai mengikuti program rintisan KPP-Terpadu (Community College). B. Pengendalian Mutu Pengendalian mutu terhadap pelaksanaan program rintisan KPP-Terpadu (Community College) perlu dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas dan pencitraan publik. Pengendalian mutu dilakukan melalui monitoring/pemantauan, evaluasi dan pelaporan. 1. Aspek pengendalian mutu meliputi: a. Manajemen lembaga b. Pengelolaan dana oleh lembaga c. Mutu layanan pembelajaran d. Mutu lulusan e. Program tindak lanjut terhadap penyelenggara KPP-Terpadu (Community College) dan lulusan 2. Pelaporan

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

14

a. Aspek yang dilaporkan: 1) 2) 3) 4) 5) Tingkat keberhasilan program; Daya serap anggaran; Masalah dan kendala yang dihadapi; Upaya penanggulangan permasalahan; Rekomendasi program di masa depan. laporan akhir. Laporan awal dibuat setelah dana diterima (maksimal 15 hari setelah penandatanganan SK dan SPK), laporan perkembangan dibuat 1 kali pelaksanaan program dan daya serap anggaran. 3. Petugas pengendali/pemantau a. Internal: BP-PNFI Regional II Jayagiri; b. Eksternal: 1) 2) 3) 4) Tim Teknis Inspektorat Jenderal Depdiknas; BPKP/BPK; Instansi lain yang berwenang selama proses pelaksanaan program, laporan akhir dibuat secara lengkap sesuai hasil

b. Laporan dibuat 3 (dua) tahap, laporan awal, laporan perkembangan program, dan

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

15

VII. PENUTUP

Dengan terbitnya panduan ini diharapkan dapat menjadi acuan, rujukan dan petunjuk bagi semua pihak yang berkepentingan dalam merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan dan mengendalikan penyelenggaraan penyaluran block grtant program rintisan KPP-Terpadu (Community College). Apabila ada hal yang belum jelas, dapat menghubungi Tim Teknis pada Balai Pengembangan Pendidikan Non Formal dan Informal (BP-PNFI) Regional II Jayagiri dengan nomor telepon (022) 2786017, fax (022) 2787474. Nomor ini termasuk untuk menampung seluruh pengaduan masyarakat apabila terjadi penyimpangan-penyimpangan atas penyelenggaraan penyaluran block grtant program rintisan KPP-Terpadu (Community College). Hal-hal yang belum diatur dalam pedoman ini, akan ditindak lanjuti dengan Surat Edaran atau surat resmi Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Non Formal dan Informal (BP-PNFI) Regional II Jayagiri.

Jayagiri, April 2008

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

16

LAMPIRAN Lampiran I: Sistematika Proposal KPP-Terpadu (Community College) Proposal sekurang-kurangnya memuat: 1. Lembar Judul Lembar judul (cover) pada dasarnya berisikan informasi tentang: a. judul program b. jenis keterampilan yang akan diselenggarakan c. karakteristik umum peserta didik d. nama, alamat, identitas dan perijinan lembaga Contoh:

PROPOSAL KURSUS PARA PROFESI TERPADU (COMMUNITY COLLEGE) Keterampilan: .................. Bagi Kelompok Pemuda Produktif di Desa .................. Kecamatan..........., Kabupaten ............. Provinsi ...............

UPTD BPKB/BP3LS/SKB............. Kerjasama dengan LEMBAGA PELATIHAN DAN KETERAMPILAN .................. Jl. No . Desa .., Kec. ......, Prov. ....... Telp. (......) .................... Izin operasional: Dinas Pendidikan ......................... No: ...............................

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

17

2. KATA PENGANTAR Berupa uraian singkat dari ketua lembaga pengusul proposal yang mengungkapkan latar belakang/permasalahan, tujuan program, dan harapan yang ingin dicapai. 3. HALAMAN REKOMENDASI Berupa surat rekomendasi yang menjelaskan bahwa proposal yang diajukan layak dipertimbangkan mendapatkan kesempatan untuk menjadi penyelenggara program rintisan KPP-Terpadu (Community College), surat rekomendasi dari: a. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota b. Sedapat mungkin dilengkapi dengan rekomendasi dari Asosiasi Profesi yang relevan. c. Surat kesanggupan dari lembaga/perusahaan mitra/negara untuk menerima lulusan dari program KPP ini dalam bentuk "demand letter Attacement/job order " baik lembaga/perusahaan /negara baik dari luar negeri atau dalam negeri (bukan MOU Magang).

4. DAFTAR ISI 5. BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan merupakan pembuka yang memaparkan signifikansi program yang akan dilaksanakan. Pendahuluan ini mencakup: A. Latar Belakang, yang menguraikan: 1) Analisis Situasi, Analisis data penduduk dan pencari kerja/pengangguran terutama usia dan latar belakang pendidikannya, dan data/informasi lainnya (permasalahanpermasalahan) yang relevan dengan bidang Pendidikan Kecakapan hidup yang akan diselenggarakan. 2) Analisis kebutuhan tenaga kerja/peluang kerja yang ada terkait dengan bidang kecakapan hidup yang akan diselenggarakan dalam program rintisan KPP-Terpadu (Community College): 3) Potensi yang mendukung lembaga baik internal maupun eksternal dalam melaksanakan program rintisan KPP-Terpadu (Community College): a) Internal : Sarana prasarana, Tenaga pendidik/ instruktur yang dimiliki lembaga, pengalaman lembaga yang relevan, dll. b) Eksternal : Lembaga mitra yang kompeten, kerjasama dengan instansi terkait, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam penyaluran lulusan B. Tujuan proposal Tujuan menguraikan tujuan pengajuan proposal ini yaitu untuk mendapatkan dana bantuan blockgrant

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

18

6. BAB II PROFIL LEMBAGA PENYELENGGARA Bagian ini menguraikan tentang analisis SWOT lembaga calon penyelenggara sehingga dinilai layak untuk mendapatkan dana blockgrant dan mampu menyelenggarakan program rintisan KPP-Terpadu (Community College). Bagian ini mencakup: A. Visi dan misi lembaga Visi adalah tujuan akhir yang ingin diraih oleh lembaga, sedangkan misi adalah langkah-langkah atau strategi yang diambil untuk meraih visi tersebut. B. Analisis kekuatan lembaga dan potensi wilayah Bagian ini menguraikan kekuatan lembaga penyelenggara baik dari aspek SDM, sarana dan prasarana, metoda dan teknik pembelajaran, dan aspek-aspek pendukungan lainnya, serta potensi wilayah yang mungkin dikembangkan terkait program yang diusulkan. Bagian ini sangat penting untuk pertimbangan layak tidaknya lembaga yang bersangkutan untuk menyelengarakan program rintisan KPP-Terpadu (Community College) C. Prestasi yang telah diraih Merupakan uraian tentang keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai, terutama dalam bidang yang serupa dengan program yang akan dilaksanakan. Prestasi ini akan memberikan nilai tambah dalam pertimbangan kelayakan lembaga. D. Jaminan pelaksanaan program Berupa uraian tentang kesiapan lembaga untuk menyelenggarakan program rintisan KPPTerpadu (Community College) yang baik, berhasil dan berkelanjutan. Kesiapan lembaga ini bisa ditandai oleh langkah-langkah inovatif (dalam proses pembelajaran dan penyaluran lulusan) serta pengembangan kerjasama dan kemitraan dengan user. 7. BAB III PROGRAM PEMANFAATAN DANA BLOCKGRANT A. Tujuan program Tujuan program menggambarkan hasil yang ingin diraih melalui pelaksanaan program rintisan KPP-Terpadu (Community College) bidang kecakapan hidup yang akan dibelajarkan. Rumusan tujuan harus singkat, jelas, padat dan terukur serta relevan dengan Pendidikan Kecakapan Hidup yang akan diselenggarakan B. Sasaran 1) Karakteristik sasaran/peserta didik; menjelaskan tentang kriteria calon peserta didik yang akan dibelajarkan. (dilampirkan data tentang peserta didik) 2) Teknik rekruitmen; menjelaskan tentang cara memperoleh peserta didik secara baik dan benar sehingga program ini benar-benar tepat sasaran. C. Pelaksana kegiatan Menjelaskan tentang susunan tim yang bertanggung jawab terhadap prposes pelaksanaan program

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

19

D. Nara sumber Menjelaskan pihak-pihak yang menjadi pendidik/instruktur dalam proses pembelajaran (dilampiri data pendukung seperti biodata, pengalaman dengan kompetensi masingmasing Narasumber Teknis/Instruktur/Pendidik). Narasumber dan instruktur yang sudah bersertifikat menjadi pertimbangan penting E. Materi pembelajaran Menguraikan tentang materi-materi pendidikan kecakapan hidup yang akan dibelajarkan F. Strategi pembelajaran 1) Persentase Teori dan mekanisme/strateginya. 2) Persentase Praktek dan mekanisme/strateginya. Jika dilaksanakan pada DUDI yang merupakan mitra merupakan kerja lembaga agar dijelaskan bentuk kerjasama/kemitraan G. Penilaian dan uji sertifikasi [uji kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sangat diprioritaskan] 1) Uji penguasaan teori dan praktek 2) Uji kompetensi LSP/Assosiasi profesi/perusahaan untuk keterampilan khusus. H. Hasil, manfaat dan dampak 1) Hasil: menguraikan tentang keluaran yang aka dicapai pada akhir program 2) Manfaat: menguraikan tentang kebermaknaan program tersebut bagi peserta didik, lembaga penyelenggara, dan pihak terkait lainnya 3) Dampak: menguraikan akibat yang ditimbulkan oleh program tersebut bagi masyarakat secara umum I. Waktu, tempat dan jadual kegiatan 1) Waktu: menguraikan rentang waktu pelaksanaan program 2) Tempat: menguraikan lokasi penyelenggaraan dan proses sosialisasi dan identifikasi user 3) Jadual: menguraikan rencana aksi secara rinci dari kegiatan-kegiatan yang tercakup dalam prgram J. Rincian penggunaan dan sumber dana Menguraikan jumlah dana yang diperlukan, sumber pendanaan serta alokasi penggunaan dana scara rinci (lihat alokasi penggunaan dana) 8. BAB IV RENCANA TINDAK LANJUT Apa yang akan dilakukan setelah proses pembelajaran KPP-Terpadu (Community College) berakhir. Seperti: A. Pengurusan visa dan pasport bagi peserta didik yang akan dikirim bekerja keluar negeri. B. Penyaluran kepada DUDI, baik luar/dalam negeri. C. Pendampingan teknis bagi mereka yang sudah bekerja baik di dalam/luar negeri, dll.

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

20

9. BAB V INDIKATOR HASIL Rumusan indikator untuk mengukur keberhasilan program rintisan KPP-Terpadu (Community College) baik secara kuantitatif dan kualitatif, dengan menjelaskan hal-hal sebagai berikut: A. Jumlah peserta didik yang berhasil menyelesaikan kegiatan pembelajaran sampai tuntas. (Bersertifikat dari LSP dengan prosentase 100%) B. Tingkat kompetensi yang dikuasai oleh peserta didik C. Persentase peserta didik disalurkan bekerja baik ke luar negeri maupun di dalam negeri 10. BAB VI PENUTUP Berisi uraian singkat tentang seluruh rangkaian kegiatan yang direncanakan, dilengkapi dengan kesimpulan dan saran-saran. 11. LAMPIRAN Akta notaris pendirian lembaga Rekening atas nama lembaga (tidak boleh ada c.q. nama orang) Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama lembaga Surat Pernyataan Kesanggupan Lembaga untuk menyelenggarakan program rintisan KPP-TCC secara sungguh-sungguh sesuai proposal yang disetujui dan bermeterai secukupnya Struktur organisasi penyelenggaraan Kursus Para-Profesi (KPP), termasuk struktur/mekanisme kemitraan. Surat akad kerjasama/MOU bila lembaga bekerjasama dengan lembaga kursus dalam penyelenggaraan KPP-Terpadu (Community College). Surat akad kerjasama/MOU bila lembaga bekerjasama dengan pihak lain dalam pelaksanaan magang. Surat "job order atau Demand Letter Attachement" (pesanan tenaga kerja) dari DUDI Profil lembaga mitra (lembaga kursus, perusahaan) Calon peserta didik (dilengkapi dengan surat pernyataan, foto terakhir dan ijazah terakhir) Calon Narasumber/Instruktur dilengkapi dengan surat pernyataan, foto terakhir dan CV (Ijazah, Kompetensi dan pengalaman) Foto-foto dokumentasi yang diperlukan

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

21

Lampiran 2: Surat Pernyataan

KOP SURAT LEMBAGA SURAT PERNYATAAN

Yang bertandatangan di bawah ini, saya Nama Tempat/tanggal lahir Alamat(Rumah) Alamat (Lembaga) : ................................................... : ................................................... : ...................Tlp/HP................. : ....................Tlp/Fax: ...............

Jabatan dalam lembaga: ...............................................

Sesuai dengan proposal yang diajukan, lembaga kami ditetapkan sebagai penerima Block Grant Rintisan Program KPP-Terpadu (Community College) yang menyelenggarakan Program Kecakapan Hidup bidang ....................., melalui Surat Keputusan Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Non Formal dan Informal (BP-PNFI) Regional II Jayagiri dengan ini kami menyatakan hal sebagai berikut: 1. Kami sanggup dan bersedia menyelenggarakan program rintisan KPP-Terpadu (Community College), dengan jenis keterampilan..................... bagi ............orang Peserta Didik selama ......... bulan, mulai ...........bulan s.d bulan.............2008 dengan biaya penyelenggaraan program keseluruhan senilai Rp....................... 2. Peserta Didik tersebut pada butir 1 kami rekrut sesuai sasaran dan telah melalui prosedur yang ditetapkan, serta akan kami berikan pelatihan bidang ......................,dengan didukung oleh kurikulum, sarana, dan tenaga pelatih, untuk mencapai kompetensi, tujuan dan indikator hasil yang telah diuraikan/ditetapkan, serta penyaluran ke DUDI, sesuai dengan usulan dalam proposal. 3. Bertanggungjawab atas keberhasilan program sebagaimana dimaksud pada butir 2 (dua) dengan melakukan penyaluran ke DUDI, pendampingan dan pembinaan kepada lulusan program. 4. Melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Propinsi dan Kabupaten/Kota untuk mengantisipasi timbulnya kendala yang berpotensi dapat menggagalkan tujuan program. 5. Kami bertanggungjawab sepenuhnya bila dikemudian hari sesuai keputusan Pengadilan, secara hukum kami terbukti melakukan penyimpangan atas penggunaan dana maupun dalam pelaksanaan program.

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

22

6. Pernyataan

ini

dibuat

dengan

sebenar-benarnya

penuh

kesadaran

dan

tanggungjawab, tanpa paksaan dari pihak manapun. Mengetahui, Ka. Dinas Pendidikan Kab/Kota ................. Yang menyatakan,

......................................... ................................... NIP. Ketua

Pedoman Penyaluran Blockgrant KPPTCC BP-PNFI Regional II Jayagiri 2008

23