Panduan Lulus PNS 2013

Subjek Materi : TEORI : Bahasa Indonesia

BAB I BAHASA INDONESIA

PanduanLulusPNS.com

1

PusatPengumumanCPNS.com

Daftar Isi
Pendahuluan ………………………………………………………………. Sejarah Bahasa Indonesia …………………………………………………. Karya Sastra Setiap Angkatan……………………………………………... - Angkatan Balai Pustaka …………………………………………………. - Angkatan Pujangga baru ………………………………………………... - Angkatan 1945 ………………………………………………………….. - Angkatan 1950 …………………………………………………………... - Angkatan 1966 ………………………………………………………….. Kalimat Majemuk …………………………………………………………. - Kalimat Majemuk Setara ………………………………………………... - Kalimat Majemuk Bertingkat ……………………………………………. - Kalimat Majemuk Rapatan ……………………………………………… Gaya Bahasa (Majas) ………………………………………………………. - Pengertian ………………………………………………………………... - Fungsi Gaya Bahasa ……………………………………………………… - Ragam Gaya Bahasa ……………………………………………………... - Majas Perbandingan ………………………………………………. - Majas Sindiran …………………………………………………….. - Majas Pertentangan ……………………………………………….. Idiom ………………………………………………………………………... Syair ………………………………………………………………………… Gurindam …………………………………………………………………… Balada 20 …………………………………………………………………… Puisi Modern ……………………………………………………………….. Kosakata yang sering muncul di TPA ……………………………………… Sinonim (Persamaan kata) ………………………………………………… . Antonim (lawan Kata) ……………………………………………………… Trik Menjawab Soal TPA: Sinonim, Antonim, Kosa Kata …………………. - Prefiks (Awalan kata) …………………………………………………….. - Sufiks (Akhiran Kata) ……………………………………………………. 1 3 5 5 5 6 6 6 7 7 8 10 10 10 10 11 12 13 14 14 18 19 20 20 21 30 34 37 38 39

-

-

-

PanduanLulusPNS.com

2

PusatPengumumanCPNS.com

Pendahuluan
Salah satu dari lima Atribut Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Bahasa Persatuan, yakni Bahasa Indonesia. (Atribut lain : Bendera, Lagu Kebangsaan, Ideologi Pancasila dan lambang negara). Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia yang sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Dasar RI 1945, Pasal 36.Ia juga merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia sebagaimana disiratkan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

SEJARAH BAHASA INDONESIA
Bahasa Indonesia diresmikan pada kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1945. Bahasa Indonesia merupakan bahasa dinamis yang hingga sekarang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan, maupun penyerapan dari bahasa daerah dan asing. Bahasa Indonesia adalah dialek baku dari bahasa Melayu yang pokoknya dari bahasa Melayu Riau sebagaimana diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam Kongres Bahasa Indonesia I tahun 1939 di Solo, Jawa Tengah Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu, sebuah bahasa Austronesia yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern, paling tidak dalam bentuk informalnya. Bentuk bahasa sehari-hari ini sering dinamai dengan istilah Melayu Pasar. Jenis ini sangat lentur sebab sangat mudah dimengerti dan ekspresif, dengan toleransi kesalahan sangat besar dan mudah menyerap istilah-istilah lain dari berbagai bahasa yang digunakan para penggunanya. Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional Indonesia telah mengalami peristiwa sejarah yang panjang sehingga yang pada akhirnya membawa Bahasa Indonesia selain menjadi bahasa nasional juga menjadi bahasa pemersatu masyarakat Indonesia. Lahirnya Bahasa Indonesia bermula dari digunakannya Bahasa Melayu sebagai Lingua Franca atau bahasa penghubung sejak beberapa abad yang lalu. Bahasa Melayu sendiri merupakan bahasa asli masyarakat di sekitar Malaka.

PanduanLulusPNS.com

3

PusatPengumumanCPNS.com

Sejarah perkembangan Bahasa Indonesia diawali dengan ditemukannya beberapa prasasti yang diperkirakan dibuat pada abad ke-7 saat jaman keemasan Kerajaan Sriwijaya di Palembang. Prasasti - prasasti yang bertuliskan bahasa Melayu tersebut diantaranya adalah Prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Talang Tuo, Prasasti Kota Kapur, dan Prasasti Karang Birahi. Sejarah perkembangan Bahasa Indonesia tidak pernah bisa lepas dari tahapan - tahapan peristiwa bersejarah berikut ini: 1. KONGRES PEMUDA 28 OKTOBER 1928 Lebih dikenal dengan peristiwa Sumpah Pemuda dimana salah satu ikrar dari Sumpah Pemuda berbunyi: Kami putra dan putri Indonesia, berbahasa satu bahasa Indonesia. Sejak peristiwa ini, Bahasa Melayu telah digantikan oleh Bahasa Indonesia . 2. KONGRES BAHASA INDONESIA PERTAMA KOngres Bahasa Indonesia Pertama diadakan di Solo pada 25 - 28 Juni 1938. Pada kongres ini dihasilkan kamus - kamus istilah serta rekomendasi agar Bahasa Indonesia digunakan dalam segala badan perwakilan sebagai bahasa pengantar 3. MASA KEDUDUKAN JEPANG Pada saat Jepang berkuasa di Indonesia, Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa utama untuk menggantikan penggunaan Bahasa Belanda 4. PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945 Peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945 telah menempatkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa negara yang tercantum dalam UUD 1945 pada Bab XV, pasal 36 yang sekaligus menjadi bahasa persatuan, bahasa resmi, dan bahasa pengantar di sekolah - sekolah 5. KONGRES BAHASA INDONESIA KEDUA Kongres Bahasa Indonesia kedua ini dilaksanakan di Medan pada tahun 1954. Pada kongres tersebut dibahas perkembangan dan pembinaan bahasa selanjutnya
PanduanLulusPNS.com 4 PusatPengumumanCPNS.com

Cintadan Hawa Nafsu Marah Roesli : Siti Nurbaya.0196/U/1975 Kepmen tersebut dikeluarkan pada 31 Agustus 1975 yang memuat tentang peresmian Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah 8.com . Binasa kerna Gadis Priangan.com 5 PusatPengumumanCPNS. Memutuskan Pertalian. Pertemuan Djodoh ANGKATAN PUJANGGA BARU (TAHUN 1930 . Tenggelamnya Kapal van der Wijck.Tuan Direktur PanduanLulusPNS.6. lndonesia Tumpah Darahku. Kalau DewiTara Sudah Berkata. Anak dan Kemenakan Muhammad Yamin : Tanah Air. Ken Arok dan Ken Dedes Tulis Sutan Sati : Tak Disangka.1942) SutanTakdir Alisjahbana : DianTak Kunjung Padam. KONGRES BAHASA INDONESIA KETIGA Kongres ini dilaksanakan pada 28 Oktober . Abdul Muis : SalahAsuhan. Tebaran Mega(kumpulan sajak). La Hami. DIKELUARKANNYA KEPMEN P & K NO. TakMembalas Guna. SIMPOSIUM BAHASA DAN KESUSASTRAAN Simposium ini dilaksanakan pada 28 Oktober 1966 di Jakarta.3 November 1978 di Jakarta dimana salah satu keputusan pentingnya penegasan kembali mengenai kebijaksanaan yang harus diambil dalam proses pengembangan bahasa Indonesia sebagai bagian dari pengembangan kebudayaan Indonesia KARYA SASTRA SETIAP ANGKATAN ANGKATAN BALAI PUSTAKA (DIMULAI PADA TAHUN 1920) Merari Siregar : Azab dan Sengsara. Simposium ini diselenggarakan oleh Lembaga Bahasa dan Kesusastraan 7. Layar Terkembang. Anak Perawan di Sarang Penyamun Hamka : Di Bawah Lindungan Ka'bah. Sengsara Membawa Nikmat.

laSudah Bertualang Subagio Sastrowardojo : Simphoni Toha Mochtar : Pulang. Gadis Pantai Sitor Situmorang : Dalam Sadjak.S.H : Priangan si Jelita W. SandhyakalaNing Majapahit. Mereka yang Dilumpuhkan. Djalan Mutiara (kumpulan tigasandiwara). Hujan Panas Ramadhan K.1970-an) Taufik lsmail : Malu (Aku) Jadi Orang lndonesia. Kertajaya Roestam Effendi : Bebasari: toneel dalam tiga pertundjukan. Gugurnya Komandan Gerilya. Perburuan. Cerita dariBlora. Tirani dan Benteng.Bianglala (kumpulan cerita pendek). lnterlude.1960an AnantaToer : Kranji dan Bekasi Jatuh. bersama Rivai Apin dan Chairil Anwar : TigaMenguakTakdir Idrus : Dari Ave Maria ke Djalan Lain ke Roma Suman Hs. Jiwa Berjiwa. SiDjamal Ali Akbar Navis : Robohnya Surau Kami (delapan cerita pendek pilihan). Kisah Antara Manusia (kumpulancerpen) Sanusi Pane : Pancaran Cinta. Mentjari Pentjuri Anak Perawan. Seks. Gamelan Djiwa (kumpulan sajak). Sastra. Pertempuran dan Saldju di Paris. Keluarga Gerilya. Surat Kertas Hidjau(kumpulan sadjak) Mochtar Lubis : Tak Ada Eso. Jalan Tak Ada Ujung. Puspa Mega.Buku Tamu Musim Perjuangan. Puisi-Puisi Langit Goenawan Mohamad : Parikesit. dan Kita PanduanLulusPNS.Pertjobaan Setia ANGKATAN 1950 .com 6 PusatPengumumanCPNS. Rendra : Balada Orang-orangTercinta (empat kumpulan sajak). Tanah Gersang. DaerahTak Bertuan ANGKATAN 1966 (1966 . PertjikanPermenungan ANGKATAN 1945 Chairil Anwar : Kerikil Tajam Deru Campur Debu Asrul Sani.- Armijn Pane : Belenggu.com . Sajak Ladang Jagung. : Kasih Ta'Terlarai.Djinak-djinak Merpati (sandiwara). Bukan Pasar Malam. Madah Kelana. Di Tepi KaliBekasi. Potret Seorang Penyair Mudasebagai Si Malin Kundang.

Contoh : Dewi anak yang pandai.com 7 PusatPengumumanCPNS. Kalimat majemuk setara pertentangan. KelirTanpaBatas. Dewi anak yang pandai dan rajin.- Umar Kayam : Seribu Kunang-Kunang di Manhattan. Dewi anak yang rajin. PanduanLulusPNS. melainkan ) Kalimat majemuk setara pilihan ( atau ) Kalimat majemuk setara menggabungkan. serta) Kalimat majemuk setara pertentangan (tetapi. KALIMAT MAJEMUK SETARA Kalimat majemuk setara ada 3 macam : Kalimat majemuk setara menggabungkan.Sri Sumarah danBawuk. Contoh : Tuti anak yang pandai. Para Priyayi KALIMAT MAJEMUK Pembagian kalimat Majemuk : Kalimat majemuk Setara Kalimat majemuk Bertingkat Kalimat majemuk Rapatan Pengertian Kalimat majemuk adalah : kalimat yang terdiri dari gabungan dua kalimat tunggal atau lebih.com . Pada Suatu Saat di Bandar Sangging. Kata Penghubung Kalimat Majemuk Setara Kalimat majemuk setara menggabungkan (dan . Kalimat majemuk setara pertentangan. Kalimat majemuk setara pilihan. Lebaran di Karet.

b.Tuti anak yang sombong. Kalimat majemuk dengan keterangan syarat. Saya membaca buku ilmu pengetahuan.karena . KALIMAT MAJEMUK BERTINGKAT Kalimat majemuk bertingkat ada bermacam-macam: Kalimat majemuk bertingkat dengan keterangan sebab. Kata gabung pada kalimat majemuk bertingkat Kata gabung anak kalimat dengan keterangan waktu : .sebelum Contoh : a.Ketika . Saya berangkat ke sekolah ketika ayah memperbaiki mobil.com . Tuti anak yang pandai tetapi sombong. (induk kalimat) PanduanLulusPNS.sebab Contoh : Rudi tidak masuk sekolah.Setelah . Kata gabung anak kalimat dengan keterangan sebab : . Contoh : Saya membaca buku dongeng. Saya membaca buku dongeng atau ilmu pengetahuan. Kalimat majemuk dengan keterangan waktu. Ayah memperbaiki sepeda motor. Saya berangkat ke sekolah.com 8 PusatPengumumanCPNS. Kalimat majemuk setara pilihan. Kalimat majemuk bertingkat dengan keterangan cara. c.

Rudi sakit perut.jika . (anak kalimat) Rudi tidak masuk sekolah karena sakit perut.Andaikan . (anak kalimat) Saya dibelikan sepeda motor jika lulus ujian. Rudi tidak masuk sekolah. ( anak kalimat ) PanduanLulusPNS.com 9 PusatPengumumanCPNS. Kata Gabung Anak Kalimat dengan Keterangan Pengandaian .Agar .).apabila Contoh : Saya dibelikan sepeda motor.Sehingga Kata gabung anak kalimat dengan keterangan syarat : .supaya Kata gabung anak kalimat dengan keterangan akibat : .Umpamanya Kata Gabung Anak Kalimat dengan Keterangan tujuan .Rudi sakit perut.Maka . maka setelah anak kalimat dibubuhi tanda baca koma (. Penjelasan Anak kalimat : keterangan kalimat Induk kalimat : bagian yang diterangkan Apabila anak kalimat terletak di awal kalimat.com . Contoh : Karena sakit perut . (induk kalimat) Saya lulus ujian.

b. Ayah memupuk pohon jeruk. b. Anto pandai bermain basket. GAYA BAHASA Pengertian Gaya Bahasa Gaya bahasa adalah bahasa indah yang digunakan untuk meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan serta membandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan dengan benda atau hal lain yang lebih umum. c. Pak Bahrum guru olah raga.( induk kalimat ) KALIMAT MAJEMUK RAPATAN 1. c. b.com 10 PusatPengumumanCPNS.com . 2. Asep dan Anto pandai bermain basket. Kalimat majemuk rapatan predikat Contoh : a. 4. c. Dalam liburan nanti saya akan pergi ke Medan. Pak Bahrum Guru olah raga dan ketua pemuda. Kalimat majemuk rapatan keterangan a. 3. c. Ayah memupuk dan menyiram pohon jeruk. Dalam liburan nanti adik akan pergi ke Banda Aceh. Ayah menyiram pohon jeruk. Pak Bahrum ketua pemuda. b. sedangkan Adik ke Banda Aceh. Dalam liburan nanti saya akan pergi ke Medan. Asep pandai bermain basket. Kalimat majemuk rapatan Subjek Contoh : a. Fungsi Gaya Bahasa PanduanLulusPNS. Kalimat majemuk rapatan objek a.Rudi tidak masuk sekolah.

Majas Pertautan Metonimia Sinekdoke Alusi Eufemisme Eponym Epitet Antonomasia Erotesis Parallelism Ellipsis PanduanLulusPNS. Majas Perulangan Majas perbandingan a. t. f. h. g. s. r. p. k. e. m. e. d. Pleonasme atau Tautologi h. o. c. l. Antithesis g. g. q. b. Metafora c. Antisipasi atau Prolepsis j. b. f. Personifikasi d. f. Alegori f. Perumpamaan b. Koreksi atau Epanortosis a. j. Majas Perbandingan 2. b. Majas Pertentangan Hiperbola Litotes Ironi Oksimoron Paronomasia Paralepsis Zeugma dan Silepsis Satire Innuendo Antifrasis Paradox Klimaks Antiklimaks Apostrof Anastrof atau Inversi Apofasis atau Preterisio Hysteron Proteron Hipalase Sinisme Sarkasme Majas Perulangan Aliterasi Asonansi Antanaklasis Kiasmus Epizeukis Tautotes Anaphora Epistrofa Simploke Mesodilepsis 11 PusatPengumumanCPNS.com a. n. g. Majas Pertautan 4. Depersonifikasi e. c. j. c.       Menunjang keterampilan menulis Menunjang keterampilan membaca Menunjang keterampilan berbicara Menunjang keterampilan menyimak Menunjang keterampilan pemahaman dan penghayatan karya sastra Menunjang pengembangan kosakata. h. d. e. j. i. i. Majas Pertentangan 3. Periphrasis i.com . d. i. h. Ragam Gaya Bahasa 1. a.

Contoh : "Kau ini seperti katak dalam tempurung. PanduanLulusPNS. Contoh : Sesekali engkau pulang ke desa. Asyndeton m.k. melalui kiasan atau penggambaran. mampirlah ke gubug kami. Gradasi l. Contoh : ''Apakah peristiwa Madiun akan terjadi di tempat ini?". Polisindeton MAJAS PERBANDINGAN k. hanya untuk menanyakan kapan kamu akan berangkat ke kantor. l.katanya Alusio : pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal. Contoh : Mana hondamu? Kenapa kau hanya berjalan kaki saja ke kampus? Lilotes : ungkapan berupa penurunan kualitas suatu fakta dengan tujuan merendahkan diri. Hiperbola : pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataantersebut menjadi tidak masuk akal. Epanalepsis Anadiplosis Sinestesia : majas yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indera yang dicurahkan melalui ungkapan rasa indera lainnya. Panas kuping ini mendengar kata. Contoh : Seratus orang menelponku hari ini. atau atribut.com . Metonimia : pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek. ciri khas.com 12 PusatPengumumanCPNS. Contoh : cerita Kancil dengan Buaya yang penuh pesan moral. Eufimisme: pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus." Alegori : menyatakan dengan cara lain. Contoh : Kata-katanya sangat pedas.

Contoh : Lima ekor kambing telah dipotong pada acara itu. dll. Simile : pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung. Contoh: Semangatnya sekeras baja. Contoh : Aku ini seperti binatang jalang. turunlah ke sungai. Contoh : Dalam pertandingan persahabatan itu lndonesia menang atas Malaysia dengan skor 4:1. Contoh : Pohon nyiur di pinggir pantai itu melambai-lambai diterpa angin. PanduanLulusPNS. Pars pro toto : pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan obiek. MAJAS SINDIRAN Sinisme : ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi). Contoh : Buku adalah jendela dunia. namun dinyatakan sama. Totem pro parte : pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian. Contoh : Bangau itu lalu berkata." Asosiasi : perbandingan terhadap dua hal yang berbeda.com . bagaikan. Contoh : Lama-lama aku bisa gila menghadapi tingkahmu itu.com 13 PusatPengumumanCPNS. "Hai Kera kalau berani. seperti layaknya. Fabel: menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.Metafora : pengungkapan berupa perbandingan analogis dengan menghilangkan kata seperti layaknya. bagaikan. Personifikasi : pengungkapan dengan menggunakan perilaku manusia yang diberikan kepada sesuatu yang bukan manusia.

besar-kecil. PanduanLulusPNS. kaya-miskin hadir memberikan penghormatan bagi kepala desa yang baru. Contoh : "Dasar kerbau dungu melakukan pekerjaan seperti ini saja tidak becus!" Satire: ungkapan yang menggunakan sarkasme.com 14 PusatPengumumanCPNS. Paradoks : Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan. IDIOM (UNGKAPAN) Idiom disebut juga ungkapan. ironi. Contoh: Begitukah jalan pikiran seorang sarjara cum laude dangkal sekali! MAJAS PERTENTANGAN Oksimoron: Paradoks dalam satu frase. Contoh : Ini baru siswa teladan. Sarkasme : sindiran langsung dan kasar. atau parodi. Penggantian nama tersebut tidak seratus persen benar. untuk mengecam atau menertawakan gagasan atau kebiasaan. tetapi cinta juga membuatnya menangis. namun sebenarnya keduanya benar. Antitesis: Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya. Contoh: Tua-muda. Contoh: Cinta membuatnya tertawa. Contoh : Aku merasa sepi di tengah keramaian ini. Pulangnya larut malam terus.Ironi : sindiran dengan menyembnyikan fakta sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut.com .

Idiom yang terdiri dari nama warna. panas. yaitu idiom yang dibentuk oleh kata dengan tanggapan indera.dilarang PanduanLulusPNS. pedas. berbicara tentang.Sebabnya adalah : idiom terdapat pula gabungan-gabungan kata yang salah satu unsurnya kata tugas. · Tertangkap basah = tertangkap ketika sedang melakukan perbuatan yang tidak baik. misalnya. Idiom Berdasarkan Unsur Pembentuknya Idiom yang terdiri dari bagian tubuh : · Berat hati = kurang suka melakukan · Lapang hati = sabar · Hati kecil = maksud yang tulus · Kecil hati = penakut · Tinggi hati = sombong · Rendah hati = pemurah. sejalan dengan. berdasarkan pada. gertakan. saling melontarkan isyu. Contohnya : selaras dengan.com . · Perang dingin = perang tanpa senjata. pahit. basah dsb. tidak angkuh · Setengah hati = ragu-ragu · Jatuh hati = terkena asmara · Mendua hati = bimbang Idiom yang terdiri kata indera. Contoh : · Kritik pedas = teguran yg keras dan tajam · Mandi basah = berbulan madu · Kopi pahit = marah.com 15 PusatPengumumanCPNS. teguran keras. Contoh : · Lampu merah = tanda peringatan yang membahayakan. kepada dsb.manis. Menurut Soejito Pengertian Idiom adalah: sebagai suatu ungkapan bahasa berupa gabungan kata (frase) yang maknanya sudah menyatu dan tidak dapat ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya.dingin.

pahit. gertakan.com 16 PusatPengumumanCPNS. · Kartu kuning = peringatan.dingin. panas. misalnya. basah dsb.· Lampu hijau = mendapat izin. · Merah muka = mendapat malu · Biru hati/ hati yang kelabu = merana. · Perang dingin = perang tanpa senjata. Idiom yang terdiri dari nama warna. Idiom yang terdiri dari nama-nama benda atau alam Contoh : · Kejatuhan bulan = mendapat keuntungan · Bulan terang = mujur · Tanah tumpah darah = tempat kelahiran · Perasa angin = mudah tersinggung · Memeluk gunung = mengharapkan sesuatu yang lebih tinggi · Berminyak air = bermuka – muka · Bintang terang = beruntung Idiom yang terdiri kata indera. pedas. Contoh : · Kritik pedas = teguran yg keras dan tajam · Mandi basah = berbulan madu · Kopi pahit = marah. pilu. Contoh : · Lampu merah = tanda peringatan yang membahayakan. · Tertangkap basah = tertangkap ketika sedang melakukan perbuatan yang tidak baik.com . yaitu idiom yang dibentuk oleh kata dengan tanggapan indera. teguran keras.manis. · Jago merah = api PanduanLulusPNS. sendu. · Jago merah = api · Buku hitam = buku yang memuat daftar orang-orang yang pernah melakukan kejahatan. saling melontarkan isyu.dilarang · Lampu hijau = mendapat izin.

· Buku hitam = buku yang memuat daftar orang-orang yang pernah melakukan kejahatan. membabi buta · Membabi buta = bertindak nekad · Tidur ayam = tidur. · Kartu kuning = peringatan. · Merah muka = mendapat malu · Biru hati/ hati yang kelabu = merana. tapi belum lelap benar · Kabar burung = kabar yang belum pasti · Ular kepala dua = munafik · Kuda hitam = pemenang yg tak diduga-duga · Kelas teri = penjahat kecil · Kelas kakap = penjahat ulung · Kelas kambing = kelas yang paling murah · Kulit badak = tidak tahu malu Idiom yang terdiri dari nama / bagian tumbuh-tumbuhan Contoh : · Batang air = sungai PanduanLulusPNS. Idiom yang terdiri dari nama-nama benda atau alam Contoh : · Kejatuhan bulan = mendapat keuntungan · Bulan terang = mujur · Tanah tumpah darah = tempat kelahiran · Perasa angin = mudah tersinggung · Memeluk gunung = mengharapkan sesuatu yang lebih tinggi · Berminyak air = bermuka – muka · Bintang terang = beruntung Idiom yang terdiri dari nama binatang Contoh : · Banteng ketaton = mengamuk.com 17 PusatPengumumanCPNS. sendu.com . pilu.

PanduanLulusPNS. lukisan atau sindiran. Syair berasal dari Arab. tetapai biasanya 10-11 suku kata. bahan pembicaraan · Buah dada = payudara · Buah pena = karangan · Buah tangan = karya · Naik daun = nasib baik.com 18 PusatPengumumanCPNS.com . Masuk ke Indonesia bersama masuknya Islam ke Indonesia. Tiap baris terdiri 8-13 suku kata. tenar Idiom dari kata bilangan Contoh : · Satu kata / satu hati / sehati = seia sekata · Mendua hati = ragu-ragu · Kaki lima = pedagang yg berjualan di muka pintu / tepi jalan · Diam seribu bahasa = tidak berkata sepatah katapun · Setengah tiang = tanda berduka cita · Berbadan dua = hamil · Empat mata = berdialog · Setengah baya = remaja SYAIR Syair berasal dari kata “Syuur” yang berarti perasaan.· Sebatang kara = hidup seorang diri · Lidah bercabang = tidak dapat dipercaya · Bunga api = petasan · Bunga desa = gadis · Buah bibir = bahan pergunjingan. baik cerita yg sebenarnya. Syarat syair : Tiap bait terdiri dari 4 baris.Syair adalah : cipta sastra yg dapat dipergunakan untuk melukiskan atau menceritakan berbagai cerita. maupun dongeng yang panjang.

com . atau balasan apa yg tersebut dalam kalimat pertama. Baris pertama merupakan sebab atau alasan. PanduanLulusPNS.com 19 PusatPengumumanCPNS. Abdul Muluk Putra Baginda Besarlah sudah bangsawan muda Cantik menjelis usulnya Syahda Tiga belas tahun umurnya ada Akan ramah putri bangsawan Parasnya elok sukar dilawan Sedap manis barang kelakuan Sepuluh tahun umurnya tuan GURINDAM Syarat Gurindam Tiap bait terdiri atas 2 baris Jumlah suku kata 10 – 14 tiap baris. Contoh Gurindam Kurang pikir kurang siasat Tentu dirimu kelak tersesat. dengan rumus a-a-a-a. Contoh syair : Berhentilah kisah raja Hindustan Tersebutlah pula suatu perkataan Abdul Hamid Syah Paduka Sultan Duduklah baginda bermuka-mukaan. (merupakan isi).Syair bersajak sama. sedangkan baris kedua merupakan akibat. Dua baris gurindam membentuk kalimat majemuk. Keempat baris tiap bait merupakan satu rangkaian cerita. Sajaknya a-a.

com . melainkan isi yang ditonjolkan.Pikir dahulu sebelum berkata Supaya terelak silang sengketa Jika kena penyakit kikir Sanak saudara lari menyingkir Orang malas jatuh sengsara Orang rajin banyak saudara Barang siapa berbuat jasa Mulia namanya segenap masa BALADA Balada ialah puisi atau sajak yang berisi cerita yang serius yang berakhir dengan tragis. PUISI MODERN Puisi modern adalah : puisi yang termasuk angkatan 45.com 20 PusatPengumumanCPNS. maka penulisan puisi modern. Oleh karena itu situasinya situasi yang merdeka. ditandai adanya kegiatan yang menghasilkan jiwa bebas dinamis realistis. misalnya kematian. revolusioner. bukan pula bentuk yang diutamakan. bukan irama. Dalam puisi modern bukanlah sajak.Dalam puisi modern yang penting adalah isi dari tulisan puisi tersebut. Aku PanduanLulusPNS. Pada mulanya balada berarti nyanyian rakyat. serta memancarkan seni sastra yang bernafaskan irama 45 pula. Jadi yang digambarkan atau dilukiskan dalam sebuah balada ialah sebuah kisah yang berakhir dengan tragis. dan mendapat musibah atau bencana lainnya. putus cinta. Tokoh penyair yang berperan sebagai pelopor angkatan 45 adalah Chairil Anwar.

Akurat : Cermat 3.com . Dehesi : Pandangan Keliru 11.com 21 PusatPengumumanCPNS. Promosi : Kenaikan Pangkat 12. Bonanza : Sumber Kesenangan 9. Baron : Gelar Bangsawan 8. Agitasi : Hasutan 4.Kalau sampai waktuku Kumau tak seorang „ kan merayu Tak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih perih Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi (Dari : Deru Campur Debu) KOSAKATA YANG SERING MUNCUL DI TPA 1. Ambiguitas : Bermakna Ganda 6. Gangsar : Lancar PanduanLulusPNS. Dikotomi : Dibagi Dua 5. Tendensi : Maksud 2. Amar : Perintah 7. Interim : Sementara 10.

Sado : Kereta Kuda 19. Salim : Sempurna 29.com . Bagak : Berani 20. Katastrope : Malapetaka Besar 34. Jambore : Pertemuan Resmi 21. Cendekia : Terpelajar PanduanLulusPNS. Kredibilitas : Andal 37. Telak : Mutlak 40. Minhaj : Cara 30. Senarai : Daftar 18.13. Kolokium : Pertemuan Keahlian 36. Marcapada : Dunia Nyata 14. Flasko : Kegagalan 23. Disparitas : Perbedaan 43. Ikamatra : Fisika 26. Noda : Noktah 31. Gancang : Cekatan 16. Tatami : Matras 17. Dalih : Alasan 42. Paralelisasi : Penyelarasan 39. Notabene : Catatan Tambahan 32. Ratifikasi : Pengesahan Dokumen 33. Absurd : Tidak Masuk Akal 38. Komunike : Pemberitahuan Resmi 35. Rumpun : Perindukan 28.com 22 PusatPengumumanCPNS. Hipokrisi : Kemunafikan 22. Distorsi : Pengurangan 24. Laik : Layak 25. Jengah : Malu 41. Inkognito : Tidak dikenal 27. Sedimentasi : Pengendapan 15.

Getas : Rapuh 49. Nisbi : Relatif 53. Kulminasi : Tingkatan Tertinggi 57. Lakon : Cerita 68. Rampung : Usai 50. Filantropi : Orang yang dermawan 73. Afeksi : Kasih Sayang 61. Register : Daftar yang disusun sistematis 65. Bebas 71. Konvergen : Memusat 59. Interpolasi : Penyisipan angka dalam suatu deret 64. Makzul : Turun Tahta 55. Artifisial : Buatan 58. Kredo : Pernyataan Keyakinan 63.44. Reguk : Teguk 69.com . Divergen : Memencar 60. Ekspansi : Meluas. Ekstensi : Perluasan 72. Prominensia : Orang yang terkemuka 46. Kapitulasi : Menyerah Kalah 54. Supremasi : Kekuasaan Tertinggi 56. Kartografi : Ilmu Pemetaan 47.com 23 PusatPengumumanCPNS. Mortalitas : Kematian 62. Lancung : Tiruan 48. Invektif : Makian PanduanLulusPNS. Inersia : Kelembaman 45. Ingsut : Geser 67. Gamang : Ragu-ragu 52. Akuisisi : Perolehan 66. Valediktorian : Orang yang berprestasi dalam suatu angkatan 74. Mutakhir : Terbaru 70. Laten : Tak terlihat 51.

Cantrik : Orang Suruhan 84. Fluktuasi : Tidak Stabil 82. Konsolidasi : Pengabungan 99. Pagu : Plafon 95. Generik : Umum 97. Inkubasi : Proses Penentasan 80. Adiktif : Candu 87.75. Proksimal : Ke Pusat 105. Konjugasi : Tasrif 86. Eksodus : Keluaran 91. Anggaran : Aturan 98. Progresi : Kemajuan 93. Celopar : Banyak Mulut 76.com 24 PusatPengumumanCPNS. Daur : Siklus PanduanLulusPNS.com . Berengau : Gaduh 78. Veteran : Pensiunan 94. Karyah : Kampung 85. Pledoi : Pembelaan Terdakwa 81. Infra : Di bawah 79. Signifikan : Berarti 103. Tag : Label 88. Komuter : Ulang Alik 77. Friksi : Perpecahan 96. Wiweka : Hati-hati 102. Transendental : Abstrak 101. Karsa : Daya 83. Imun : Kebal 92. Kleptofobia : Takut Kecurian 104. Absorpsi : Penyerapan 89. Via : Melalui 90. Partikelir : Swasta 100.

Awesta : Nama buku suci 121. Zuriah : Keturunan 114. Maladiva : Nama gugus kepulauan atol 120. Sarat : Penuh 127. Cacah : Bilangan 124. Intrik : Penyebaran Kabar Bohong 126. Restriksi : Pembatasan 135. Bidar : Perahu Perang 118. Pragmatis : Bersifat Praktis 116.com . Pangsa : Bagian 128. Intuisi : Bisikan Hati 122. Konkaf : Cekung 130. Ilusi : Khayalan 131. Supervisor : Penyelia 110. Ekstase : Di bawah sadar 129. Getir 108. Nomadik : Berpindah-pindah 109. Pioner : Penganjur 115. Beaufort : Nama Sungai 119. Empiris : Pengalaman 111. Natur : Alamiah 132. Skeptis : Apatis 125. Insinuasi : Sindiran 123. Hibrida : Penyilangan 113. Evokasi : Penggugah Rasa 133. Anomali : Ketidaksesuaian 117. Ekskavasi : Penggalian 134. Virtual : Nyata 112. Militan : Agresif 136.com 25 PusatPengumumanCPNS.106. Mal : Harta Benda PanduanLulusPNS. Pedar : Tengik. Eklips : Gerhana 107.

Leco : Kerdil 145. Rivalitas : Persaingan 158. Karakteristik : Ciri 138. Promosi : Kenaikan Pangkat 164. Iterasi : Perulangan 159. Wahana : Sarana Transportasi 139. Gepuk : Gemuk 166. Seminari : Sekolah Pastor 154. Aksioma : Pernyataan yang pasti benar 142. Tulen : Asli 151.com . Konklusi : Kesimpulan 162.com 26 PusatPengumumanCPNS. Lebai : Pengurus Masjid 160. Premi : Angsuran 161. Rekognisi : Pengakuan 143. Deviasi : Penyimpangan 141. Jargon : Slogan 152.137. Angket : Pertanyaan untuk menyelidiki 165. Protatipe : Bentuk Dasar 140. Anbia : Nabi 155. Divestasi : Pelepasan 150. Masygul : Susah Hati 156. Abrasi : Pengikisan 163. Vandalisme : Destruktif 148. Disorientasi : Kekacauan Arah 144. Turus : Sokoguru 147. Ejawantah : Menjelma 167. Derivatif : Afiksasi 149. Loka : Tempat 146. Okupasi : Hunian PanduanLulusPNS. Tangkas : Cepat 153. Ofensif : Menyerang 157.

Kinantan : Ayam Putih 174. Fermentasi : Peragian 177. Gita : Lagu 191.168. Supernatural : Ilmu Gaib 170. Arestasi : Penahanan 179.com . Jejak : Telaah 195. Partitur : Not 182. Propossisi : Usul 192. Tendensi : Kecenderungan 181. Bisektris : Berpaham pada dua magzab 175. Abolisi : Anulir 197. Eksplisit : Tersurat 190. Aklamasi : Persetujuan 189. Introvert : Tertutup 194. Bonafid : Dapat dipercaya 196. Aral : Rintangan 186. Markah : Tanda 193. Konversi : Berganti 187. Padusi : Perempuan 172. Hegemoni : Pengaruh Kepemimpinan 171. Kanina : Lagu Daerah 173. Justifikasi : Pertimbangan berdasarkan hati nurani 185. Naratif : Prosa 180. Oposisi : Penentang 169.com 27 PusatPengumumanCPNS. Fragmentasi : Pertunjukan 176. Kisi-kisi : Terali PanduanLulusPNS. Piawai : Cakap 183. Alternasi : Pertukaran 188. Prudensial : Bersifat bijaksana 184. Chaos : Tidak Normal 198. Apokrifa : Diragukan Keasliannya 178.

Pemugaran : Renovasi 224. Goyah : Labil 221. Fluktuasi : Gejolak 210. Realita : Kenyataan 220. Stadium : Tingkatan 212. Tanur : Perapian 200. Sapta : Kurnia 217.com 28 PusatPengumumanCPNS. Rancu : Kacau 207. Kontemporer : Masa kini 209. Akselerasi : Percepatan 211.com . Burkak : Cadar 216. Daur : Siklus 203. Insting : Naluri 218. Sasana : Gelanggang 227. Residu : Sisa 222. Aulia : Orang Suci 201.199. Kontaminasi : Tercemar PanduanLulusPNS. Donor : Penderma 229. Talenta : bakat 206. Forum : Institusi 228. Pesunggrahan : Vila/bungalow 225. Kolektif : Bersama 219. Rabat : potongan harga 205. Ta‟aruf : Perkenalan 226. Klan : Kelompok 214. Poly : Banyak 202. Kampium : Juara 215. Hirarki : Tingkatan 213. Telatah : gerak-gerik 204. Virtual : Maya 223. Sinkron : serentak 208.

Konpetensi : Kemampuan 243. Pailit : Bangkrut 233. Agunan : Jaminan 244.230. Maya Pada : Dunia 258. Botani : Hewani 260.biak bakteri PanduanLulusPNS. Mukaddimah : Pembukaan 232. Hand Body : Calir Raga 248. Proteksi : Perlindungan 245. Tangkas : Gesit 250. Konvensi. Iluminasi : Penerangan 249. Kompatibel : Elastis 256. Prosedur : Tata laksana 247. Rendezvous : Pertemuan 240. Inokulasi : Pemasukan bakteri. Ilusi : Khayalan 237. Ritel : Eceran 253. Absen : Tidak Hadir 255. Keajegan : Statis 252. Kandidat : Calon 234. Indikasi : Gejala 241. Jajak : Telaah 239.com 29 PusatPengumumanCPNS. Mouse : Tetikus 259.com . Konsensus : Kesepakatan 235. Kelakar : canda 231. Piawai : Profesional 254. Reputasi : Nama baik 246. Konseling : Penasihat 242. Emisi : Gas Buangan 257. Analogi : Persamaan 236. Tangkal : Cegah 238. Komponis : Pencipta Nada 251.

Fusi : Gabungan 280.com 30 PusatPengumumanCPNS. Bangsal : Aula. Portal : Pintu Gerbang 266.barak. Auditorium. Kompleksitas : Kerumitan 275.Tonggak 277.261. Service : Layanan 268. Stigma : Ciri negatif 264. Faksi : Partai 271.gabungan SINONIM (PERSAMAAN KATA) Algoritma : prosedur pemecahan Aporisma : maksimal ampera = perjuangan PanduanLulusPNS. Residen : Pasien 262.gudang 285. Adagium : Pepatah 276. Egaliter : Sederajat 272. iskriminasi : Pembedaan perlakuan 265. Tataran : Tingkatan 279. Artifisial : Buatan 273. Ranking : Peringkat 269. Tandem : Berduaan 283. Benchmark : Patokan. Penjangkauan : Outreach 263.com . Komposit : Agregat.Campuran. Union : Kesatuan. Mudun : Beradab 284. Komplemen : Pelengkap 274.Perkumpulan 282. Brand : Merk 267. Domain : Daerah 278. Interseksi : Persimpangan 281. Wangsit : Gaib 270.kamar.

com .com 31 PusatPengumumanCPNS.bala = bencana contigous zone = zona perbatasan dikotomi = dibagi dua edifikasi = sikap dan teladan elan vital = semangat utama everlasting = langgeng evokasi = penggugah rasa forstenlanden = daerah utama holistik = keseluruhan Bagak : pemberani Bibliograf : daftar pustaka Boga : makanan nikmat Bonafide : dapat dipercaya Bonanza : sumber kesenangan Bonus : diskon Bubut : cabut Bulat : bundar Canggih : sophisticated Class : group Dedikasi : pengabdian Dehidrasi : kehilangan cairan tubuh Dehidrasi : kekurangan cairan tubuh Delik : pelanggaran hukum Distorsi : penyimpangan Donasi : kontribusi Ekamatra : fisika Eklips : gerhana Ekskavasi : penggalian Eksodus : pengusiran inflasi = kemerosotan represif = menindas PanduanLulusPNS.

com .com 32 PusatPengumumanCPNS.mitra = sahabat inisiasi = penobatan interinsuler = antarpulau intrik = sekongkol kaldera = kawah kaolin = bahan porselin karakteristik = cirri konkurensi = persengketaan koreografi = tata laksana pementasan kronik = catatan peristiwa kulminasi = tingkat yang tertinggi mudun = beradab Elaborasi : penjelasan terperinci Evokasi : menggugah rasa Friksi : desakan Gaji : honor Galat : keliru Gasal : ganjil Genjah : cepat berbuah Hayati : hidup Hibrida : bibit unggul Hukuman : denda Identitas : ciri-ciri Insinuasi : sindiran Insomnia : tak bisa tidur Interpelasi : hak bertanya Iterasi : perulangan Izin : biar Kampiun : juara Kleptofobia : takut kecurian Kolusi : kongkalikong PanduanLulusPNS.

penambahan vokal/konsonan pada awal kata untuk memudahkan lafal puspita = bunga rudder = sayap tegak belakang sine quo non = harus ada steril = mandul subversif = perlawanan Otodidak : maju dengan belajar sendiri Porto : biaya Promosi : kenaikan pangkat Promovendus : calon doktor Proteksi : perlindungan Provokasi : pancingan Registrasi : pendaftaran Residu : sisa Serebrum : otak besar Sine qua non : harus ada sukatan = timbangan PanduanLulusPNS.com .com 33 PusatPengumumanCPNS.Kontras : perbedaan nyata Konvensi : kesepakatan Koordinator : ketua Latif : indah Mobilitas : gerak Mukjizat : karamah Negosiasi : perundingan Nuansa : perbedaan makna non = syarat mutlak pangestu = aliran kebatinan paradoksal = pertentangan perestroika = penataan kembali philogenyc = mata keranjang premi = uang hadiah protesis = buatan.

gagah. robek.sumir = singkat supremasi = kedaulatan tarbiyah = pendidikan teknokrat = ahli Tangkal : cegah Tuna grahita : cacat menta Virtual : impian Zenit : puncak Askar : perajurit. cendekia.com 34 PusatPengumumanCPNS. usang Carik : cabik. Daya : akal.com . soldadu. sama. hemat. waspada Azab : derita. pandai Buruk : hodoh. sah. seksaan. ikhtiar. lama. setuju. koyak. jalan. tepat. pintar Cocok : akur. jujur Akurat : saksama ANTONIM (LAWAN KATA) Abadi :: fana Absurd :: masuk akal Amal :: mal PanduanLulusPNS. tipu (memperdaya) menipu Erat Handal Khayal : karib. bijak. setia : angan-angan Tulus : ikhlas. pintar. bijak. sungguh Bijak : berakal. rapat. tentera Awas : hati-hati. sepakat. Benar : betul. muslihat. sengsara. kuat. pengaruh. kekuatan. ingat-ingat. kemampuan. penderitaan. pandai. sepadan. cerdik. sejati. sesuai. sobek Cerdik : berakal. teguh : cekap. kesengsaraan. tenaga.

com .com 35 PusatPengumumanCPNS.Amatir :: kampiun Antipati :: simpati Antagonis :: sepihak Anggara :: sengsara Antipati :: simpati Apriori :: aposteriori Asli :: duplikat Bukit :: lembah Bulat :: pasca Canggih :: sederhana Cucu :: kakek Curang :: sportif Deduksi :: induksi Eklektik :: tidak pilih-pilih Ekspresi :: impresi Elastis :: kaku Fonem :: morfem Gegai :: kuat Ibu :: anak Imigrasi :: emigrasi Maya :: nyata Kebijakan :: kecerobohan Khas:: umum Konkaf :: konveks Konklusif :: proposisi PanduanLulusPNS.

com .com 36 PusatPengumumanCPNS.Konveks :: cekung Kohesi :: adhesi Mortalitas :: natalitas Steril :: fertile Nomaden :: menetap Canggih :: sederhana Legislatif :: eksekutif Longgar :: tegas Makar :: muslihat Mandiri :: bergantung Monoton :: berubah-ubah Muskil :: mungkin Monoton :: berubah-ubah Sporadis :: kerap Utopia :: empiris Mortal :: natal Lancung :: asli Prolog :: epilog Nomadik :: menetap Pasti :: spekulasi Perintis :: pewaris Pertemuan :: perpisahan Prominen :: biasa Rawan :: aman Sekarang :: esok PanduanLulusPNS.

sebagian besar kata-kata yang keluar merupakan kata serapan. Bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain.com 37 PusatPengumumanCPNS. baik dari bahasa daerah di Indonesia maupun dari bahasa asing seperti Inggris. Bila dilihat dengan seksama. Arab.landscape aliansi . Kembalikan kata tersebut ke bahasa aslinya.com . Antonim.keeper klaim . Belanda.create lanskap . Kosa Kata 1. entah itu dari bahasa asing atau dari bahasa daerah. dan Sanskerta. kemudian artikan Contoh: inflasi .alliance 2.Memahami makna awalan dan akhiran kata Dengan mengerti awalan (prefiks) atau akhiran (sufiks) kata. maka kita akan lebih mudah dalam menebak arti atau maksud kata yang tidak kita ketahui sama sekali PanduanLulusPNS.claim kreasi .inflation kiper .Sekuler :: keagamaan Sekuler :: keagamaan Sporadis :: jarang Takzim :: acuh Teks :: konteks Tetiran :: asli Tinggi :: rendah Universal :: parsial Trik Menjawab Soal TPA: Sinonim.

com 38 PusatPengumumanCPNS. ana-.("melalui".("bertentangan dengan") 7. "di dalam") 15. ak.? kontra. apo.("di luar") 8. "super") 11. de. ex. amb.. "melintas") 13. a-.("di dalam") 16.("ke". ad-. eco. "bersama-sama". am-. exo-.("enam". ac. "terpisah".("lepas".? kata. eks. "depan") 6. "berdekatan dengan".("lingkungan hidup") 6. eko.com .("sendiri". hexa. "bertindak sendiri") 9. ec-. ab-.("dua kali". endo. en.? ek-. aut-.? ko-.Prefiks (awalan) *Tanpa perubahan 1.("sebelum". a-. ante. "keduanya") 4. "ke belakang". "mengandung enam") 10. "tidak") 14. dia.? ad-. cata.("memindahkan".("bawah".? heksa.? hiper. "lewat". di. com-. "mengeluarkan") 7. hyper.("menentang". an.("sebelah luar". ant. auto. "berlawanan") 5. bi. kon. "menjauhkan dari") 2. em-. "dua") 10. "bukan". extra.("di atas". contra. "berhubungan dengan") 4.("sekeliling". kom-. "melekat pada") 2.? eks. "tanpa") 3. "sesuai dengan") 3.("tidak". dll PanduanLulusPNS.") 12.("dengan". abs.("dari". con. "mengandung dua . anti-. "menyimpang dari". co-.? ekso-.("ketiadaan".("ke atas". ex.("dalam". "mengurangi") 11.("pada kedua sisi". dll Dengan perubahan 1.? ekstra. "terbalik") 5. dis.("di luar") 9.. an. "berhubungan dengan") 8.

*Penyerapan dengan penerjemahan 1. Contoh: bilingual ? dwibahasa 7. bi-. inter. Agama (Buddhisme.? tak-. olimpisme. anti. dll • -logi PanduanLulusPNS. Contoh: autobiography ? swariwayat 5. Mormonisme) 2. dll) 6. Karakteristik.? antar-. Teori yang dikembangkan oleh orang tertentu (Marxisme.? prati-. Contoh: antibiotics ? pratirasa 4. Contoh: international ? antarbangsa 8.operasi bedah untuk mengangkat sebuah kelenjar • -isme Akhiran ini menandakan suatu faham atau ajaran atau kepercayaan. Gerakan artistik (kubisme. Contoh: demultiplexing ? awa-pemultipleksan 6.? swa-. Contoh: antedate ? purbatanggal 3. dll Sufiks (akhiran) • -ektomi Akhiran -ektomi dalam ilmu kedokteran berarti "membuang"Ex: Adenektomi . a. inter-. heroisme.? dwi-.Hal-hal yang memiliki akhiran isme: 1. dll) 5. de. Maoisme.? purba-. dll) 3. nihilisme.com . Contoh: asymetric ? tak simetri 2. Gerakan politis (feminisme.com 39 PusatPengumumanCPNS. dll)7. atau bersumber dari (nasionalisme. bi. Leninisme) 4. auto. Yudaisme. ante. Doktrin atau filosofi (pasifisme. Beberapa agama yang bersumber kepada kepercayaan tertentu memiliki sufiks -isme. egalitarianisme. anamorfisme. kualitas.? awa-.

com 40 PusatPengumumanCPNS.saluran kandung kemih 3. akhiran yang berhubungan dengan tulisan atau kumpulan tulisan (misalnya eulogi atau trilogi) • -oskopi istilah kedokteran berakhiran -oskopi diturunkan dari endoskopi yang berarti "melihat ke dalam" yang mengacu ke proses melihat ke dalam tubuh manusia untuk berbagai keperluan medis. Bronkoskopi . Akhiran ini dapat memiliki arti 1.operasi/irisan yang dilakukan pada hewan PanduanLulusPNS.Sufiks -logi berasal dari bahasa Yunani -????a (-logia) yang kemudian diserap oleh bahasa Latin -logia. Akhiran ini dapat memiliki arti sebagai berikut: 1.saluran pernapasan bawah 2. akhiran sebagai pembentuk nama ilmu atau pengetahuan (misalnya teologi atau sosiologi) 2. Tulisan mengenai bidang studi / subyek tertentu • -otomi Akhiran "-otomi" dalam ilmu kedokteran umumnya berarti "memotong" atau "memisahkan" Zootomi . Penggunaannya kemudian dipopulerkan lewat bahasa Perancis (-logie) dan kemudian bahasa Inggris (-logy). 1.organ di dalam dada • -grafi Sufiks -grafi berasal dari bahasa Yunani -graphia.com . Tulisan atau salinan yang dibuat dengan cara atau proses tertentu 2. "menulis" yang kemudian diserap oleh bahasa Latin menjadi -graphia. dari kata graphein. Penggunaannya kemudian dipopulerkan lewat bahasa Perancis (-graphie) dan kemudian bahasa Inggris (-graphy). Thorakoskopi dan mediastinoskopi . Sitoskopi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.