P. 1
BAB I_ Materi_Bahasa Indonesia

BAB I_ Materi_Bahasa Indonesia

|Views: 13|Likes:
Dipublikasikan oleh aldo_timotius_st

More info:

Published by: aldo_timotius_st on Aug 12, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/05/2014

pdf

text

original

Sections

  • SEJARAH BAHASA INDONESIA
  • KARYA SASTRA SETIAP ANGKATAN
  • ANGKATAN 1945
  • KALIMAT MAJEMUK
  • KALIMAT MAJEMUK SETARA
  • KALIMAT MAJEMUK BERTINGKAT
  • KALIMAT MAJEMUK RAPATAN
  • Fungsi Gaya Bahasa
  • Ragam Gaya Bahasa
  • MAJAS PERBANDINGAN
  • MAJAS SINDIRAN
  • MAJAS PERTENTANGAN
  • GURINDAM
  • PUISI MODERN
  • KOSAKATA YANG SERING MUNCUL DI TPA
  • SINONIM (PERSAMAAN KATA)
  • ANTONIM (LAWAN KATA)
  • Trik Menjawab Soal TPA: Sinonim, Antonim, Kosa Kata

Panduan Lulus PNS 2013

Subjek Materi : TEORI : Bahasa Indonesia

BAB I BAHASA INDONESIA

PanduanLulusPNS.com

1

PusatPengumumanCPNS.com

Daftar Isi
Pendahuluan ………………………………………………………………. Sejarah Bahasa Indonesia …………………………………………………. Karya Sastra Setiap Angkatan……………………………………………... - Angkatan Balai Pustaka …………………………………………………. - Angkatan Pujangga baru ………………………………………………... - Angkatan 1945 ………………………………………………………….. - Angkatan 1950 …………………………………………………………... - Angkatan 1966 ………………………………………………………….. Kalimat Majemuk …………………………………………………………. - Kalimat Majemuk Setara ………………………………………………... - Kalimat Majemuk Bertingkat ……………………………………………. - Kalimat Majemuk Rapatan ……………………………………………… Gaya Bahasa (Majas) ………………………………………………………. - Pengertian ………………………………………………………………... - Fungsi Gaya Bahasa ……………………………………………………… - Ragam Gaya Bahasa ……………………………………………………... - Majas Perbandingan ………………………………………………. - Majas Sindiran …………………………………………………….. - Majas Pertentangan ……………………………………………….. Idiom ………………………………………………………………………... Syair ………………………………………………………………………… Gurindam …………………………………………………………………… Balada 20 …………………………………………………………………… Puisi Modern ……………………………………………………………….. Kosakata yang sering muncul di TPA ……………………………………… Sinonim (Persamaan kata) ………………………………………………… . Antonim (lawan Kata) ……………………………………………………… Trik Menjawab Soal TPA: Sinonim, Antonim, Kosa Kata …………………. - Prefiks (Awalan kata) …………………………………………………….. - Sufiks (Akhiran Kata) ……………………………………………………. 1 3 5 5 5 6 6 6 7 7 8 10 10 10 10 11 12 13 14 14 18 19 20 20 21 30 34 37 38 39

-

-

-

PanduanLulusPNS.com

2

PusatPengumumanCPNS.com

Pendahuluan
Salah satu dari lima Atribut Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Bahasa Persatuan, yakni Bahasa Indonesia. (Atribut lain : Bendera, Lagu Kebangsaan, Ideologi Pancasila dan lambang negara). Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia yang sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Dasar RI 1945, Pasal 36.Ia juga merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia sebagaimana disiratkan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

SEJARAH BAHASA INDONESIA
Bahasa Indonesia diresmikan pada kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1945. Bahasa Indonesia merupakan bahasa dinamis yang hingga sekarang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan, maupun penyerapan dari bahasa daerah dan asing. Bahasa Indonesia adalah dialek baku dari bahasa Melayu yang pokoknya dari bahasa Melayu Riau sebagaimana diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam Kongres Bahasa Indonesia I tahun 1939 di Solo, Jawa Tengah Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu, sebuah bahasa Austronesia yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern, paling tidak dalam bentuk informalnya. Bentuk bahasa sehari-hari ini sering dinamai dengan istilah Melayu Pasar. Jenis ini sangat lentur sebab sangat mudah dimengerti dan ekspresif, dengan toleransi kesalahan sangat besar dan mudah menyerap istilah-istilah lain dari berbagai bahasa yang digunakan para penggunanya. Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional Indonesia telah mengalami peristiwa sejarah yang panjang sehingga yang pada akhirnya membawa Bahasa Indonesia selain menjadi bahasa nasional juga menjadi bahasa pemersatu masyarakat Indonesia. Lahirnya Bahasa Indonesia bermula dari digunakannya Bahasa Melayu sebagai Lingua Franca atau bahasa penghubung sejak beberapa abad yang lalu. Bahasa Melayu sendiri merupakan bahasa asli masyarakat di sekitar Malaka.

PanduanLulusPNS.com

3

PusatPengumumanCPNS.com

Sejarah perkembangan Bahasa Indonesia diawali dengan ditemukannya beberapa prasasti yang diperkirakan dibuat pada abad ke-7 saat jaman keemasan Kerajaan Sriwijaya di Palembang. Prasasti - prasasti yang bertuliskan bahasa Melayu tersebut diantaranya adalah Prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Talang Tuo, Prasasti Kota Kapur, dan Prasasti Karang Birahi. Sejarah perkembangan Bahasa Indonesia tidak pernah bisa lepas dari tahapan - tahapan peristiwa bersejarah berikut ini: 1. KONGRES PEMUDA 28 OKTOBER 1928 Lebih dikenal dengan peristiwa Sumpah Pemuda dimana salah satu ikrar dari Sumpah Pemuda berbunyi: Kami putra dan putri Indonesia, berbahasa satu bahasa Indonesia. Sejak peristiwa ini, Bahasa Melayu telah digantikan oleh Bahasa Indonesia . 2. KONGRES BAHASA INDONESIA PERTAMA KOngres Bahasa Indonesia Pertama diadakan di Solo pada 25 - 28 Juni 1938. Pada kongres ini dihasilkan kamus - kamus istilah serta rekomendasi agar Bahasa Indonesia digunakan dalam segala badan perwakilan sebagai bahasa pengantar 3. MASA KEDUDUKAN JEPANG Pada saat Jepang berkuasa di Indonesia, Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa utama untuk menggantikan penggunaan Bahasa Belanda 4. PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945 Peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945 telah menempatkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa negara yang tercantum dalam UUD 1945 pada Bab XV, pasal 36 yang sekaligus menjadi bahasa persatuan, bahasa resmi, dan bahasa pengantar di sekolah - sekolah 5. KONGRES BAHASA INDONESIA KEDUA Kongres Bahasa Indonesia kedua ini dilaksanakan di Medan pada tahun 1954. Pada kongres tersebut dibahas perkembangan dan pembinaan bahasa selanjutnya
PanduanLulusPNS.com 4 PusatPengumumanCPNS.com

com 5 PusatPengumumanCPNS.0196/U/1975 Kepmen tersebut dikeluarkan pada 31 Agustus 1975 yang memuat tentang peresmian Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah 8. Tenggelamnya Kapal van der Wijck. Binasa kerna Gadis Priangan. KONGRES BAHASA INDONESIA KETIGA Kongres ini dilaksanakan pada 28 Oktober . Kalau DewiTara Sudah Berkata. lndonesia Tumpah Darahku.com . Memutuskan Pertalian. La Hami.6.3 November 1978 di Jakarta dimana salah satu keputusan pentingnya penegasan kembali mengenai kebijaksanaan yang harus diambil dalam proses pengembangan bahasa Indonesia sebagai bagian dari pengembangan kebudayaan Indonesia KARYA SASTRA SETIAP ANGKATAN ANGKATAN BALAI PUSTAKA (DIMULAI PADA TAHUN 1920) Merari Siregar : Azab dan Sengsara. Tebaran Mega(kumpulan sajak). Layar Terkembang. SIMPOSIUM BAHASA DAN KESUSASTRAAN Simposium ini dilaksanakan pada 28 Oktober 1966 di Jakarta.Tuan Direktur PanduanLulusPNS. Sengsara Membawa Nikmat. Pertemuan Djodoh ANGKATAN PUJANGGA BARU (TAHUN 1930 . TakMembalas Guna. Cintadan Hawa Nafsu Marah Roesli : Siti Nurbaya. Ken Arok dan Ken Dedes Tulis Sutan Sati : Tak Disangka. DIKELUARKANNYA KEPMEN P & K NO. Simposium ini diselenggarakan oleh Lembaga Bahasa dan Kesusastraan 7. Anak Perawan di Sarang Penyamun Hamka : Di Bawah Lindungan Ka'bah.1942) SutanTakdir Alisjahbana : DianTak Kunjung Padam. Anak dan Kemenakan Muhammad Yamin : Tanah Air. Abdul Muis : SalahAsuhan.

Tanah Gersang. SandhyakalaNing Majapahit. Kertajaya Roestam Effendi : Bebasari: toneel dalam tiga pertundjukan. Jalan Tak Ada Ujung. Surat Kertas Hidjau(kumpulan sadjak) Mochtar Lubis : Tak Ada Eso.Pertjobaan Setia ANGKATAN 1950 . Gadis Pantai Sitor Situmorang : Dalam Sadjak. dan Kita PanduanLulusPNS. : Kasih Ta'Terlarai.Bianglala (kumpulan cerita pendek). PertjikanPermenungan ANGKATAN 1945 Chairil Anwar : Kerikil Tajam Deru Campur Debu Asrul Sani. Gugurnya Komandan Gerilya. Pertempuran dan Saldju di Paris. laSudah Bertualang Subagio Sastrowardojo : Simphoni Toha Mochtar : Pulang.S.H : Priangan si Jelita W. Cerita dariBlora. Mereka yang Dilumpuhkan.Djinak-djinak Merpati (sandiwara). Madah Kelana. Mentjari Pentjuri Anak Perawan. DaerahTak Bertuan ANGKATAN 1966 (1966 . Puspa Mega. Tirani dan Benteng. Rendra : Balada Orang-orangTercinta (empat kumpulan sajak). Sastra. Potret Seorang Penyair Mudasebagai Si Malin Kundang. Kisah Antara Manusia (kumpulancerpen) Sanusi Pane : Pancaran Cinta. Seks. Puisi-Puisi Langit Goenawan Mohamad : Parikesit. Bukan Pasar Malam. Keluarga Gerilya.1960an AnantaToer : Kranji dan Bekasi Jatuh. lnterlude. Jiwa Berjiwa. Hujan Panas Ramadhan K. Perburuan.- Armijn Pane : Belenggu. Djalan Mutiara (kumpulan tigasandiwara). SiDjamal Ali Akbar Navis : Robohnya Surau Kami (delapan cerita pendek pilihan). Di Tepi KaliBekasi.Buku Tamu Musim Perjuangan. bersama Rivai Apin dan Chairil Anwar : TigaMenguakTakdir Idrus : Dari Ave Maria ke Djalan Lain ke Roma Suman Hs.1970-an) Taufik lsmail : Malu (Aku) Jadi Orang lndonesia.com 6 PusatPengumumanCPNS. Gamelan Djiwa (kumpulan sajak). Sajak Ladang Jagung.com .

KelirTanpaBatas. Dewi anak yang rajin. PanduanLulusPNS. Kalimat majemuk setara pertentangan. Para Priyayi KALIMAT MAJEMUK Pembagian kalimat Majemuk : Kalimat majemuk Setara Kalimat majemuk Bertingkat Kalimat majemuk Rapatan Pengertian Kalimat majemuk adalah : kalimat yang terdiri dari gabungan dua kalimat tunggal atau lebih.com . Contoh : Tuti anak yang pandai.com 7 PusatPengumumanCPNS. Dewi anak yang pandai dan rajin. Kalimat majemuk setara pertentangan. Pada Suatu Saat di Bandar Sangging. KALIMAT MAJEMUK SETARA Kalimat majemuk setara ada 3 macam : Kalimat majemuk setara menggabungkan. melainkan ) Kalimat majemuk setara pilihan ( atau ) Kalimat majemuk setara menggabungkan.- Umar Kayam : Seribu Kunang-Kunang di Manhattan.Sri Sumarah danBawuk. Lebaran di Karet. Contoh : Dewi anak yang pandai. Kalimat majemuk setara pilihan. Kata Penghubung Kalimat Majemuk Setara Kalimat majemuk setara menggabungkan (dan . serta) Kalimat majemuk setara pertentangan (tetapi.

Kalimat majemuk setara pilihan. Saya berangkat ke sekolah. Kalimat majemuk dengan keterangan waktu. c. b.Setelah . Kalimat majemuk bertingkat dengan keterangan cara. Contoh : Saya membaca buku dongeng. Tuti anak yang pandai tetapi sombong.Ketika . Kata gabung anak kalimat dengan keterangan sebab : . Kalimat majemuk dengan keterangan syarat. (induk kalimat) PanduanLulusPNS. Saya membaca buku ilmu pengetahuan.com .Tuti anak yang sombong.sebab Contoh : Rudi tidak masuk sekolah. Saya membaca buku dongeng atau ilmu pengetahuan.com 8 PusatPengumumanCPNS. Kata gabung pada kalimat majemuk bertingkat Kata gabung anak kalimat dengan keterangan waktu : .karena . KALIMAT MAJEMUK BERTINGKAT Kalimat majemuk bertingkat ada bermacam-macam: Kalimat majemuk bertingkat dengan keterangan sebab.sebelum Contoh : a. Ayah memperbaiki sepeda motor. Saya berangkat ke sekolah ketika ayah memperbaiki mobil.

Rudi sakit perut.Maka .Agar . ( anak kalimat ) PanduanLulusPNS.com 9 PusatPengumumanCPNS.supaya Kata gabung anak kalimat dengan keterangan akibat : . Penjelasan Anak kalimat : keterangan kalimat Induk kalimat : bagian yang diterangkan Apabila anak kalimat terletak di awal kalimat. maka setelah anak kalimat dibubuhi tanda baca koma (. (anak kalimat) Saya dibelikan sepeda motor jika lulus ujian. Rudi sakit perut.).Umpamanya Kata Gabung Anak Kalimat dengan Keterangan tujuan .com .jika . Kata Gabung Anak Kalimat dengan Keterangan Pengandaian .Andaikan .apabila Contoh : Saya dibelikan sepeda motor. (induk kalimat) Saya lulus ujian. Rudi tidak masuk sekolah.Sehingga Kata gabung anak kalimat dengan keterangan syarat : . Contoh : Karena sakit perut . (anak kalimat) Rudi tidak masuk sekolah karena sakit perut.

Asep dan Anto pandai bermain basket.( induk kalimat ) KALIMAT MAJEMUK RAPATAN 1. c. b. Ayah memupuk pohon jeruk. Kalimat majemuk rapatan objek a. c. Ayah menyiram pohon jeruk. Ayah memupuk dan menyiram pohon jeruk. Kalimat majemuk rapatan keterangan a. 4. Dalam liburan nanti saya akan pergi ke Medan.com . b. Fungsi Gaya Bahasa PanduanLulusPNS. Dalam liburan nanti saya akan pergi ke Medan. Pak Bahrum Guru olah raga dan ketua pemuda. 2. sedangkan Adik ke Banda Aceh. 3.com 10 PusatPengumumanCPNS. Kalimat majemuk rapatan predikat Contoh : a.Rudi tidak masuk sekolah. Pak Bahrum ketua pemuda. c. Asep pandai bermain basket. b. b. Anto pandai bermain basket. c. Kalimat majemuk rapatan Subjek Contoh : a. Dalam liburan nanti adik akan pergi ke Banda Aceh. Pak Bahrum guru olah raga. GAYA BAHASA Pengertian Gaya Bahasa Gaya bahasa adalah bahasa indah yang digunakan untuk meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan serta membandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan dengan benda atau hal lain yang lebih umum.

Personifikasi d. i. Majas Pertentangan Hiperbola Litotes Ironi Oksimoron Paronomasia Paralepsis Zeugma dan Silepsis Satire Innuendo Antifrasis Paradox Klimaks Antiklimaks Apostrof Anastrof atau Inversi Apofasis atau Preterisio Hysteron Proteron Hipalase Sinisme Sarkasme Majas Perulangan Aliterasi Asonansi Antanaklasis Kiasmus Epizeukis Tautotes Anaphora Epistrofa Simploke Mesodilepsis 11 PusatPengumumanCPNS. Periphrasis i. f. s. f. l. Majas Perulangan Majas perbandingan a. d. Pleonasme atau Tautologi h. t. j. e.com a. Antisipasi atau Prolepsis j. Majas Perbandingan 2.       Menunjang keterampilan menulis Menunjang keterampilan membaca Menunjang keterampilan berbicara Menunjang keterampilan menyimak Menunjang keterampilan pemahaman dan penghayatan karya sastra Menunjang pengembangan kosakata. j. f. g. Antithesis g. h. c. Perumpamaan b. Majas Pertentangan 3. d. o. b.com . g. a. Koreksi atau Epanortosis a. e. i. d. b. p. r. Majas Pertautan Metonimia Sinekdoke Alusi Eufemisme Eponym Epitet Antonomasia Erotesis Parallelism Ellipsis PanduanLulusPNS. m. Majas Pertautan 4. g. h. Alegori f. k. e. Ragam Gaya Bahasa 1. c. n. j. h. Metafora c. i. c. Depersonifikasi e. q. b.

Contoh : "Kau ini seperti katak dalam tempurung. Eufimisme: pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus." Alegori : menyatakan dengan cara lain. Contoh : Kata-katanya sangat pedas. l. melalui kiasan atau penggambaran.k. Gradasi l. hanya untuk menanyakan kapan kamu akan berangkat ke kantor. Contoh : cerita Kancil dengan Buaya yang penuh pesan moral.com . Panas kuping ini mendengar kata. Polisindeton MAJAS PERBANDINGAN k. Contoh : Mana hondamu? Kenapa kau hanya berjalan kaki saja ke kampus? Lilotes : ungkapan berupa penurunan kualitas suatu fakta dengan tujuan merendahkan diri. atau atribut. Contoh : Seratus orang menelponku hari ini.katanya Alusio : pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal. Hiperbola : pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataantersebut menjadi tidak masuk akal.com 12 PusatPengumumanCPNS. Contoh : Sesekali engkau pulang ke desa. Contoh : ''Apakah peristiwa Madiun akan terjadi di tempat ini?". PanduanLulusPNS. ciri khas. Metonimia : pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek. Epanalepsis Anadiplosis Sinestesia : majas yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indera yang dicurahkan melalui ungkapan rasa indera lainnya. mampirlah ke gubug kami. Asyndeton m.

Simile : pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung.com . seperti layaknya. Contoh : Dalam pertandingan persahabatan itu lndonesia menang atas Malaysia dengan skor 4:1. Contoh: Semangatnya sekeras baja.Metafora : pengungkapan berupa perbandingan analogis dengan menghilangkan kata seperti layaknya. dll. Contoh : Bangau itu lalu berkata. Fabel: menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata. "Hai Kera kalau berani. turunlah ke sungai. Contoh : Buku adalah jendela dunia." Asosiasi : perbandingan terhadap dua hal yang berbeda. PanduanLulusPNS. Personifikasi : pengungkapan dengan menggunakan perilaku manusia yang diberikan kepada sesuatu yang bukan manusia. Contoh : Lima ekor kambing telah dipotong pada acara itu. Totem pro parte : pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian. bagaikan.com 13 PusatPengumumanCPNS. bagaikan. namun dinyatakan sama. Contoh : Lama-lama aku bisa gila menghadapi tingkahmu itu. Contoh : Pohon nyiur di pinggir pantai itu melambai-lambai diterpa angin. Contoh : Aku ini seperti binatang jalang. Pars pro toto : pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan obiek. MAJAS SINDIRAN Sinisme : ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi).

atau parodi. Contoh: Cinta membuatnya tertawa. Penggantian nama tersebut tidak seratus persen benar. untuk mengecam atau menertawakan gagasan atau kebiasaan. Contoh : "Dasar kerbau dungu melakukan pekerjaan seperti ini saja tidak becus!" Satire: ungkapan yang menggunakan sarkasme. Contoh : Ini baru siswa teladan. besar-kecil.com . Sarkasme : sindiran langsung dan kasar. namun sebenarnya keduanya benar.Ironi : sindiran dengan menyembnyikan fakta sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut. Contoh: Tua-muda. IDIOM (UNGKAPAN) Idiom disebut juga ungkapan. tetapi cinta juga membuatnya menangis. Pulangnya larut malam terus. Contoh : Aku merasa sepi di tengah keramaian ini. kaya-miskin hadir memberikan penghormatan bagi kepala desa yang baru. Paradoks : Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan. Contoh: Begitukah jalan pikiran seorang sarjara cum laude dangkal sekali! MAJAS PERTENTANGAN Oksimoron: Paradoks dalam satu frase.com 14 PusatPengumumanCPNS. Antitesis: Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya. ironi. PanduanLulusPNS.

saling melontarkan isyu.com . basah dsb. teguran keras. Contohnya : selaras dengan. Idiom yang terdiri dari nama warna. panas. misalnya. sejalan dengan. berbicara tentang. Idiom Berdasarkan Unsur Pembentuknya Idiom yang terdiri dari bagian tubuh : · Berat hati = kurang suka melakukan · Lapang hati = sabar · Hati kecil = maksud yang tulus · Kecil hati = penakut · Tinggi hati = sombong · Rendah hati = pemurah. pedas. Contoh : · Kritik pedas = teguran yg keras dan tajam · Mandi basah = berbulan madu · Kopi pahit = marah. Contoh : · Lampu merah = tanda peringatan yang membahayakan.dingin. yaitu idiom yang dibentuk oleh kata dengan tanggapan indera. kepada dsb.dilarang PanduanLulusPNS. gertakan. · Tertangkap basah = tertangkap ketika sedang melakukan perbuatan yang tidak baik. berdasarkan pada.com 15 PusatPengumumanCPNS.manis. pahit.Sebabnya adalah : idiom terdapat pula gabungan-gabungan kata yang salah satu unsurnya kata tugas. · Perang dingin = perang tanpa senjata. tidak angkuh · Setengah hati = ragu-ragu · Jatuh hati = terkena asmara · Mendua hati = bimbang Idiom yang terdiri kata indera. Menurut Soejito Pengertian Idiom adalah: sebagai suatu ungkapan bahasa berupa gabungan kata (frase) yang maknanya sudah menyatu dan tidak dapat ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya.

Idiom yang terdiri dari nama-nama benda atau alam Contoh : · Kejatuhan bulan = mendapat keuntungan · Bulan terang = mujur · Tanah tumpah darah = tempat kelahiran · Perasa angin = mudah tersinggung · Memeluk gunung = mengharapkan sesuatu yang lebih tinggi · Berminyak air = bermuka – muka · Bintang terang = beruntung Idiom yang terdiri kata indera.com . Contoh : · Kritik pedas = teguran yg keras dan tajam · Mandi basah = berbulan madu · Kopi pahit = marah. basah dsb.manis. · Tertangkap basah = tertangkap ketika sedang melakukan perbuatan yang tidak baik.· Lampu hijau = mendapat izin. yaitu idiom yang dibentuk oleh kata dengan tanggapan indera. · Jago merah = api · Buku hitam = buku yang memuat daftar orang-orang yang pernah melakukan kejahatan. gertakan. · Merah muka = mendapat malu · Biru hati/ hati yang kelabu = merana. misalnya. pedas. pahit. saling melontarkan isyu. Contoh : · Lampu merah = tanda peringatan yang membahayakan. teguran keras. · Jago merah = api PanduanLulusPNS.dingin. Idiom yang terdiri dari nama warna.dilarang · Lampu hijau = mendapat izin.com 16 PusatPengumumanCPNS. pilu. panas. · Perang dingin = perang tanpa senjata. · Kartu kuning = peringatan. sendu.

pilu.com 17 PusatPengumumanCPNS.com . · Merah muka = mendapat malu · Biru hati/ hati yang kelabu = merana. sendu. Idiom yang terdiri dari nama-nama benda atau alam Contoh : · Kejatuhan bulan = mendapat keuntungan · Bulan terang = mujur · Tanah tumpah darah = tempat kelahiran · Perasa angin = mudah tersinggung · Memeluk gunung = mengharapkan sesuatu yang lebih tinggi · Berminyak air = bermuka – muka · Bintang terang = beruntung Idiom yang terdiri dari nama binatang Contoh : · Banteng ketaton = mengamuk.· Buku hitam = buku yang memuat daftar orang-orang yang pernah melakukan kejahatan. · Kartu kuning = peringatan. tapi belum lelap benar · Kabar burung = kabar yang belum pasti · Ular kepala dua = munafik · Kuda hitam = pemenang yg tak diduga-duga · Kelas teri = penjahat kecil · Kelas kakap = penjahat ulung · Kelas kambing = kelas yang paling murah · Kulit badak = tidak tahu malu Idiom yang terdiri dari nama / bagian tumbuh-tumbuhan Contoh : · Batang air = sungai PanduanLulusPNS. membabi buta · Membabi buta = bertindak nekad · Tidur ayam = tidur.

Masuk ke Indonesia bersama masuknya Islam ke Indonesia. PanduanLulusPNS. bahan pembicaraan · Buah dada = payudara · Buah pena = karangan · Buah tangan = karya · Naik daun = nasib baik. lukisan atau sindiran. Tiap baris terdiri 8-13 suku kata. Syarat syair : Tiap bait terdiri dari 4 baris. maupun dongeng yang panjang. tetapai biasanya 10-11 suku kata.com 18 PusatPengumumanCPNS. baik cerita yg sebenarnya.com .Syair adalah : cipta sastra yg dapat dipergunakan untuk melukiskan atau menceritakan berbagai cerita. Syair berasal dari Arab. tenar Idiom dari kata bilangan Contoh : · Satu kata / satu hati / sehati = seia sekata · Mendua hati = ragu-ragu · Kaki lima = pedagang yg berjualan di muka pintu / tepi jalan · Diam seribu bahasa = tidak berkata sepatah katapun · Setengah tiang = tanda berduka cita · Berbadan dua = hamil · Empat mata = berdialog · Setengah baya = remaja SYAIR Syair berasal dari kata “Syuur” yang berarti perasaan.· Sebatang kara = hidup seorang diri · Lidah bercabang = tidak dapat dipercaya · Bunga api = petasan · Bunga desa = gadis · Buah bibir = bahan pergunjingan.

Sajaknya a-a.Syair bersajak sama. (merupakan isi).com . Contoh Gurindam Kurang pikir kurang siasat Tentu dirimu kelak tersesat. Dua baris gurindam membentuk kalimat majemuk. atau balasan apa yg tersebut dalam kalimat pertama. Abdul Muluk Putra Baginda Besarlah sudah bangsawan muda Cantik menjelis usulnya Syahda Tiga belas tahun umurnya ada Akan ramah putri bangsawan Parasnya elok sukar dilawan Sedap manis barang kelakuan Sepuluh tahun umurnya tuan GURINDAM Syarat Gurindam Tiap bait terdiri atas 2 baris Jumlah suku kata 10 – 14 tiap baris. dengan rumus a-a-a-a. Baris pertama merupakan sebab atau alasan. Keempat baris tiap bait merupakan satu rangkaian cerita. PanduanLulusPNS. sedangkan baris kedua merupakan akibat.com 19 PusatPengumumanCPNS. Contoh syair : Berhentilah kisah raja Hindustan Tersebutlah pula suatu perkataan Abdul Hamid Syah Paduka Sultan Duduklah baginda bermuka-mukaan.

com 20 PusatPengumumanCPNS. ditandai adanya kegiatan yang menghasilkan jiwa bebas dinamis realistis. Oleh karena itu situasinya situasi yang merdeka. Tokoh penyair yang berperan sebagai pelopor angkatan 45 adalah Chairil Anwar. putus cinta. PUISI MODERN Puisi modern adalah : puisi yang termasuk angkatan 45. Pada mulanya balada berarti nyanyian rakyat.com . serta memancarkan seni sastra yang bernafaskan irama 45 pula. melainkan isi yang ditonjolkan. bukan pula bentuk yang diutamakan. Aku PanduanLulusPNS. revolusioner. Dalam puisi modern bukanlah sajak. maka penulisan puisi modern. bukan irama. misalnya kematian. Jadi yang digambarkan atau dilukiskan dalam sebuah balada ialah sebuah kisah yang berakhir dengan tragis.Dalam puisi modern yang penting adalah isi dari tulisan puisi tersebut. dan mendapat musibah atau bencana lainnya.Pikir dahulu sebelum berkata Supaya terelak silang sengketa Jika kena penyakit kikir Sanak saudara lari menyingkir Orang malas jatuh sengsara Orang rajin banyak saudara Barang siapa berbuat jasa Mulia namanya segenap masa BALADA Balada ialah puisi atau sajak yang berisi cerita yang serius yang berakhir dengan tragis.

Dehesi : Pandangan Keliru 11. Amar : Perintah 7.Kalau sampai waktuku Kumau tak seorang „ kan merayu Tak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih perih Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi (Dari : Deru Campur Debu) KOSAKATA YANG SERING MUNCUL DI TPA 1. Baron : Gelar Bangsawan 8. Tendensi : Maksud 2. Agitasi : Hasutan 4. Dikotomi : Dibagi Dua 5.com 21 PusatPengumumanCPNS. Interim : Sementara 10. Bonanza : Sumber Kesenangan 9. Akurat : Cermat 3. Promosi : Kenaikan Pangkat 12. Ambiguitas : Bermakna Ganda 6. Gangsar : Lancar PanduanLulusPNS.com .

Cendekia : Terpelajar PanduanLulusPNS. Jambore : Pertemuan Resmi 21.com 22 PusatPengumumanCPNS. Distorsi : Pengurangan 24. Sedimentasi : Pengendapan 15. Komunike : Pemberitahuan Resmi 35. Inkognito : Tidak dikenal 27. Jengah : Malu 41. Telak : Mutlak 40. Marcapada : Dunia Nyata 14. Gancang : Cekatan 16. Noda : Noktah 31. Laik : Layak 25. Senarai : Daftar 18. Minhaj : Cara 30. Bagak : Berani 20. Flasko : Kegagalan 23. Katastrope : Malapetaka Besar 34. Disparitas : Perbedaan 43.13. Notabene : Catatan Tambahan 32. Paralelisasi : Penyelarasan 39. Kolokium : Pertemuan Keahlian 36. Sado : Kereta Kuda 19. Salim : Sempurna 29. Rumpun : Perindukan 28. Kredibilitas : Andal 37. Absurd : Tidak Masuk Akal 38. Tatami : Matras 17. Hipokrisi : Kemunafikan 22.com . Dalih : Alasan 42. Ratifikasi : Pengesahan Dokumen 33. Ikamatra : Fisika 26.

Lancung : Tiruan 48.44. Reguk : Teguk 69. Mortalitas : Kematian 62.com . Gamang : Ragu-ragu 52. Kartografi : Ilmu Pemetaan 47. Filantropi : Orang yang dermawan 73. Rampung : Usai 50. Ingsut : Geser 67. Inersia : Kelembaman 45. Supremasi : Kekuasaan Tertinggi 56. Interpolasi : Penyisipan angka dalam suatu deret 64. Kredo : Pernyataan Keyakinan 63. Makzul : Turun Tahta 55. Divergen : Memencar 60. Afeksi : Kasih Sayang 61. Laten : Tak terlihat 51. Artifisial : Buatan 58. Lakon : Cerita 68.com 23 PusatPengumumanCPNS. Getas : Rapuh 49. Prominensia : Orang yang terkemuka 46. Kulminasi : Tingkatan Tertinggi 57. Kapitulasi : Menyerah Kalah 54. Invektif : Makian PanduanLulusPNS. Valediktorian : Orang yang berprestasi dalam suatu angkatan 74. Register : Daftar yang disusun sistematis 65. Nisbi : Relatif 53. Bebas 71. Akuisisi : Perolehan 66. Mutakhir : Terbaru 70. Ekspansi : Meluas. Konvergen : Memusat 59. Ekstensi : Perluasan 72.

Friksi : Perpecahan 96. Pagu : Plafon 95.75. Konjugasi : Tasrif 86. Adiktif : Candu 87. Pledoi : Pembelaan Terdakwa 81. Veteran : Pensiunan 94. Cantrik : Orang Suruhan 84. Absorpsi : Penyerapan 89. Anggaran : Aturan 98. Karyah : Kampung 85. Daur : Siklus PanduanLulusPNS.com . Fluktuasi : Tidak Stabil 82. Partikelir : Swasta 100. Inkubasi : Proses Penentasan 80. Transendental : Abstrak 101. Celopar : Banyak Mulut 76. Eksodus : Keluaran 91. Via : Melalui 90. Infra : Di bawah 79.com 24 PusatPengumumanCPNS. Komuter : Ulang Alik 77. Wiweka : Hati-hati 102. Berengau : Gaduh 78. Konsolidasi : Pengabungan 99. Proksimal : Ke Pusat 105. Tag : Label 88. Kleptofobia : Takut Kecurian 104. Progresi : Kemajuan 93. Signifikan : Berarti 103. Karsa : Daya 83. Imun : Kebal 92. Generik : Umum 97.

Bidar : Perahu Perang 118. Restriksi : Pembatasan 135. Maladiva : Nama gugus kepulauan atol 120. Konkaf : Cekung 130. Skeptis : Apatis 125. Ekskavasi : Penggalian 134. Pragmatis : Bersifat Praktis 116. Hibrida : Penyilangan 113.106.com . Ekstase : Di bawah sadar 129. Intrik : Penyebaran Kabar Bohong 126. Getir 108. Pangsa : Bagian 128. Anomali : Ketidaksesuaian 117. Nomadik : Berpindah-pindah 109. Beaufort : Nama Sungai 119. Zuriah : Keturunan 114. Virtual : Nyata 112. Mal : Harta Benda PanduanLulusPNS. Pedar : Tengik.com 25 PusatPengumumanCPNS. Cacah : Bilangan 124. Empiris : Pengalaman 111. Militan : Agresif 136. Evokasi : Penggugah Rasa 133. Eklips : Gerhana 107. Awesta : Nama buku suci 121. Ilusi : Khayalan 131. Insinuasi : Sindiran 123. Intuisi : Bisikan Hati 122. Supervisor : Penyelia 110. Natur : Alamiah 132. Pioner : Penganjur 115. Sarat : Penuh 127.

Deviasi : Penyimpangan 141. Abrasi : Pengikisan 163.com . Ejawantah : Menjelma 167. Leco : Kerdil 145. Protatipe : Bentuk Dasar 140. Premi : Angsuran 161. Disorientasi : Kekacauan Arah 144. Iterasi : Perulangan 159. Jargon : Slogan 152. Divestasi : Pelepasan 150. Wahana : Sarana Transportasi 139. Tulen : Asli 151.com 26 PusatPengumumanCPNS. Angket : Pertanyaan untuk menyelidiki 165. Derivatif : Afiksasi 149. Gepuk : Gemuk 166. Konklusi : Kesimpulan 162.137. Rivalitas : Persaingan 158. Tangkas : Cepat 153. Vandalisme : Destruktif 148. Aksioma : Pernyataan yang pasti benar 142. Anbia : Nabi 155. Masygul : Susah Hati 156. Rekognisi : Pengakuan 143. Okupasi : Hunian PanduanLulusPNS. Seminari : Sekolah Pastor 154. Loka : Tempat 146. Ofensif : Menyerang 157. Lebai : Pengurus Masjid 160. Karakteristik : Ciri 138. Promosi : Kenaikan Pangkat 164. Turus : Sokoguru 147.

Apokrifa : Diragukan Keasliannya 178. Fragmentasi : Pertunjukan 176. Gita : Lagu 191. Kisi-kisi : Terali PanduanLulusPNS. Prudensial : Bersifat bijaksana 184. Hegemoni : Pengaruh Kepemimpinan 171. Bisektris : Berpaham pada dua magzab 175. Chaos : Tidak Normal 198. Justifikasi : Pertimbangan berdasarkan hati nurani 185. Partitur : Not 182.com 27 PusatPengumumanCPNS. Aral : Rintangan 186. Jejak : Telaah 195. Bonafid : Dapat dipercaya 196. Supernatural : Ilmu Gaib 170. Tendensi : Kecenderungan 181. Aklamasi : Persetujuan 189. Abolisi : Anulir 197. Kinantan : Ayam Putih 174. Kanina : Lagu Daerah 173. Arestasi : Penahanan 179. Naratif : Prosa 180.168. Oposisi : Penentang 169. Konversi : Berganti 187. Eksplisit : Tersurat 190.com . Propossisi : Usul 192. Markah : Tanda 193. Alternasi : Pertukaran 188. Fermentasi : Peragian 177. Padusi : Perempuan 172. Piawai : Cakap 183. Introvert : Tertutup 194.

Aulia : Orang Suci 201. Donor : Penderma 229. Daur : Siklus 203. Pemugaran : Renovasi 224. Kontemporer : Masa kini 209. Pesunggrahan : Vila/bungalow 225. Ta‟aruf : Perkenalan 226. Rancu : Kacau 207. Forum : Institusi 228.com 28 PusatPengumumanCPNS. Sinkron : serentak 208. Hirarki : Tingkatan 213. Residu : Sisa 222. Akselerasi : Percepatan 211. Virtual : Maya 223. Tanur : Perapian 200. Sapta : Kurnia 217. Telatah : gerak-gerik 204. Realita : Kenyataan 220.com . Fluktuasi : Gejolak 210. Kolektif : Bersama 219.199. Stadium : Tingkatan 212. Kontaminasi : Tercemar PanduanLulusPNS. Poly : Banyak 202. Goyah : Labil 221. Klan : Kelompok 214. Talenta : bakat 206. Sasana : Gelanggang 227. Kampium : Juara 215. Insting : Naluri 218. Burkak : Cadar 216. Rabat : potongan harga 205.

Maya Pada : Dunia 258. Konseling : Penasihat 242. Kelakar : canda 231. Prosedur : Tata laksana 247. Kandidat : Calon 234. Proteksi : Perlindungan 245. Mouse : Tetikus 259. Emisi : Gas Buangan 257. Tangkal : Cegah 238. Konvensi. Piawai : Profesional 254. Indikasi : Gejala 241. Konpetensi : Kemampuan 243. Agunan : Jaminan 244. Absen : Tidak Hadir 255. Mukaddimah : Pembukaan 232. Tangkas : Gesit 250. Jajak : Telaah 239. Kompatibel : Elastis 256. Konsensus : Kesepakatan 235.com . Hand Body : Calir Raga 248. Iluminasi : Penerangan 249. Inokulasi : Pemasukan bakteri. Ilusi : Khayalan 237. Rendezvous : Pertemuan 240. Ritel : Eceran 253.biak bakteri PanduanLulusPNS. Reputasi : Nama baik 246. Komponis : Pencipta Nada 251. Keajegan : Statis 252.230.com 29 PusatPengumumanCPNS. Botani : Hewani 260. Analogi : Persamaan 236. Pailit : Bangkrut 233.

Wangsit : Gaib 270. Auditorium.gabungan SINONIM (PERSAMAAN KATA) Algoritma : prosedur pemecahan Aporisma : maksimal ampera = perjuangan PanduanLulusPNS. Service : Layanan 268. Egaliter : Sederajat 272. Tataran : Tingkatan 279.Tonggak 277. Mudun : Beradab 284. Brand : Merk 267. iskriminasi : Pembedaan perlakuan 265. Penjangkauan : Outreach 263. Tandem : Berduaan 283.com . Adagium : Pepatah 276. Domain : Daerah 278. Faksi : Partai 271. Union : Kesatuan. Kompleksitas : Kerumitan 275. Stigma : Ciri negatif 264. Artifisial : Buatan 273. Fusi : Gabungan 280.Perkumpulan 282.261.com 30 PusatPengumumanCPNS. Interseksi : Persimpangan 281. Benchmark : Patokan. Residen : Pasien 262. Bangsal : Aula. Portal : Pintu Gerbang 266.gudang 285.barak.kamar. Komposit : Agregat. Ranking : Peringkat 269.Campuran. Komplemen : Pelengkap 274.

com .com 31 PusatPengumumanCPNS.bala = bencana contigous zone = zona perbatasan dikotomi = dibagi dua edifikasi = sikap dan teladan elan vital = semangat utama everlasting = langgeng evokasi = penggugah rasa forstenlanden = daerah utama holistik = keseluruhan Bagak : pemberani Bibliograf : daftar pustaka Boga : makanan nikmat Bonafide : dapat dipercaya Bonanza : sumber kesenangan Bonus : diskon Bubut : cabut Bulat : bundar Canggih : sophisticated Class : group Dedikasi : pengabdian Dehidrasi : kehilangan cairan tubuh Dehidrasi : kekurangan cairan tubuh Delik : pelanggaran hukum Distorsi : penyimpangan Donasi : kontribusi Ekamatra : fisika Eklips : gerhana Ekskavasi : penggalian Eksodus : pengusiran inflasi = kemerosotan represif = menindas PanduanLulusPNS.

com .mitra = sahabat inisiasi = penobatan interinsuler = antarpulau intrik = sekongkol kaldera = kawah kaolin = bahan porselin karakteristik = cirri konkurensi = persengketaan koreografi = tata laksana pementasan kronik = catatan peristiwa kulminasi = tingkat yang tertinggi mudun = beradab Elaborasi : penjelasan terperinci Evokasi : menggugah rasa Friksi : desakan Gaji : honor Galat : keliru Gasal : ganjil Genjah : cepat berbuah Hayati : hidup Hibrida : bibit unggul Hukuman : denda Identitas : ciri-ciri Insinuasi : sindiran Insomnia : tak bisa tidur Interpelasi : hak bertanya Iterasi : perulangan Izin : biar Kampiun : juara Kleptofobia : takut kecurian Kolusi : kongkalikong PanduanLulusPNS.com 32 PusatPengumumanCPNS.

com .Kontras : perbedaan nyata Konvensi : kesepakatan Koordinator : ketua Latif : indah Mobilitas : gerak Mukjizat : karamah Negosiasi : perundingan Nuansa : perbedaan makna non = syarat mutlak pangestu = aliran kebatinan paradoksal = pertentangan perestroika = penataan kembali philogenyc = mata keranjang premi = uang hadiah protesis = buatan. penambahan vokal/konsonan pada awal kata untuk memudahkan lafal puspita = bunga rudder = sayap tegak belakang sine quo non = harus ada steril = mandul subversif = perlawanan Otodidak : maju dengan belajar sendiri Porto : biaya Promosi : kenaikan pangkat Promovendus : calon doktor Proteksi : perlindungan Provokasi : pancingan Registrasi : pendaftaran Residu : sisa Serebrum : otak besar Sine qua non : harus ada sukatan = timbangan PanduanLulusPNS.com 33 PusatPengumumanCPNS.

lama. kekuatan. sama. pengaruh. hemat. pintar Cocok : akur. pintar. penderitaan. Daya : akal. bijak. sepadan. jalan. tipu (memperdaya) menipu Erat Handal Khayal : karib. rapat. robek. cendekia. sepakat. sah.com . kuat. koyak. sengsara. sejati. muslihat. jujur Akurat : saksama ANTONIM (LAWAN KATA) Abadi :: fana Absurd :: masuk akal Amal :: mal PanduanLulusPNS.com 34 PusatPengumumanCPNS. Benar : betul. bijak. teguh : cekap. kemampuan. sesuai. usang Carik : cabik. tepat. ingat-ingat. sobek Cerdik : berakal. gagah. tentera Awas : hati-hati. sungguh Bijak : berakal.sumir = singkat supremasi = kedaulatan tarbiyah = pendidikan teknokrat = ahli Tangkal : cegah Tuna grahita : cacat menta Virtual : impian Zenit : puncak Askar : perajurit. cerdik. ikhtiar. soldadu. kesengsaraan. pandai Buruk : hodoh. setuju. seksaan. tenaga. waspada Azab : derita. pandai. setia : angan-angan Tulus : ikhlas.

com .Amatir :: kampiun Antipati :: simpati Antagonis :: sepihak Anggara :: sengsara Antipati :: simpati Apriori :: aposteriori Asli :: duplikat Bukit :: lembah Bulat :: pasca Canggih :: sederhana Cucu :: kakek Curang :: sportif Deduksi :: induksi Eklektik :: tidak pilih-pilih Ekspresi :: impresi Elastis :: kaku Fonem :: morfem Gegai :: kuat Ibu :: anak Imigrasi :: emigrasi Maya :: nyata Kebijakan :: kecerobohan Khas:: umum Konkaf :: konveks Konklusif :: proposisi PanduanLulusPNS.com 35 PusatPengumumanCPNS.

com 36 PusatPengumumanCPNS.Konveks :: cekung Kohesi :: adhesi Mortalitas :: natalitas Steril :: fertile Nomaden :: menetap Canggih :: sederhana Legislatif :: eksekutif Longgar :: tegas Makar :: muslihat Mandiri :: bergantung Monoton :: berubah-ubah Muskil :: mungkin Monoton :: berubah-ubah Sporadis :: kerap Utopia :: empiris Mortal :: natal Lancung :: asli Prolog :: epilog Nomadik :: menetap Pasti :: spekulasi Perintis :: pewaris Pertemuan :: perpisahan Prominen :: biasa Rawan :: aman Sekarang :: esok PanduanLulusPNS.com .

Belanda.create lanskap .Sekuler :: keagamaan Sekuler :: keagamaan Sporadis :: jarang Takzim :: acuh Teks :: konteks Tetiran :: asli Tinggi :: rendah Universal :: parsial Trik Menjawab Soal TPA: Sinonim. Bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain. sebagian besar kata-kata yang keluar merupakan kata serapan. Kosa Kata 1. dan Sanskerta. Antonim. Arab. baik dari bahasa daerah di Indonesia maupun dari bahasa asing seperti Inggris. maka kita akan lebih mudah dalam menebak arti atau maksud kata yang tidak kita ketahui sama sekali PanduanLulusPNS.Memahami makna awalan dan akhiran kata Dengan mengerti awalan (prefiks) atau akhiran (sufiks) kata.claim kreasi . kemudian artikan Contoh: inflasi .alliance 2.landscape aliansi .keeper klaim . Bila dilihat dengan seksama.inflation kiper . Kembalikan kata tersebut ke bahasa aslinya.com 37 PusatPengumumanCPNS. entah itu dari bahasa asing atau dari bahasa daerah.com .

"berhubungan dengan") 4. "mengandung dua . "berlawanan") 5.("ke atas".("ketiadaan".("lepas". "tanpa") 3. ak. am-.("di dalam") 16.("bertentangan dengan") 7. abs.("dalam". ex. dia. dll PanduanLulusPNS.com .("dua kali". ec-. "menjauhkan dari") 2. kon. con. "lewat". ab-.. exo-.("dengan". ante. aut-. "bertindak sendiri") 9. de.("dari".("sebelum". ex. "melekat pada") 2. "berdekatan dengan". "mengeluarkan") 7.? kontra. kom-.("bawah".("menentang". "depan") 6. "super") 11. auto.") 12. endo.("memindahkan".("lingkungan hidup") 6. eko. di.? ek-.? eks. "mengandung enam") 10.("sekeliling".? kata. contra.? heksa. "terbalik") 5.("sebelah luar". "sesuai dengan") 3. ad-. extra.? ad-.("di atas". ac. a-. hexa. "terpisah". "mengurangi") 11. "menyimpang dari". amb. dll Dengan perubahan 1. "tidak") 14.("di luar") 8. apo.("enam". eks.Prefiks (awalan) *Tanpa perubahan 1. eco.("tidak".? hiper. co-.("di luar") 9. anti-.? ekso-.? ko-.("sendiri".("ke". dis. com-. em-. ana-. bi. "bersama-sama".? ekstra. cata. ant. a-. "di dalam") 15. "berhubungan dengan") 8. "melintas") 13. "ke belakang".("pada kedua sisi". "keduanya") 4. an.("melalui". hyper. "dua") 10.. an. en. "bukan".com 38 PusatPengumumanCPNS.

Karakteristik. bi-.? swa-. Maoisme. Teori yang dikembangkan oleh orang tertentu (Marxisme. anamorfisme.Hal-hal yang memiliki akhiran isme: 1. Doktrin atau filosofi (pasifisme. nihilisme. Leninisme) 4. ante. Gerakan politis (feminisme. dll • -logi PanduanLulusPNS. Contoh: demultiplexing ? awa-pemultipleksan 6. bi. Contoh: asymetric ? tak simetri 2. de. egalitarianisme.? dwi-.com . Contoh: international ? antarbangsa 8. dll) 6. Beberapa agama yang bersumber kepada kepercayaan tertentu memiliki sufiks -isme.? purba-. Contoh: antibiotics ? pratirasa 4. inter.? prati-.? antar-. heroisme. Contoh: autobiography ? swariwayat 5. Contoh: bilingual ? dwibahasa 7.com 39 PusatPengumumanCPNS. Gerakan artistik (kubisme. dll) 5.? tak-. Mormonisme) 2. Yudaisme. dll)7. olimpisme. kualitas.*Penyerapan dengan penerjemahan 1. a. atau bersumber dari (nasionalisme. Contoh: antedate ? purbatanggal 3.? awa-. dll) 3.operasi bedah untuk mengangkat sebuah kelenjar • -isme Akhiran ini menandakan suatu faham atau ajaran atau kepercayaan. dll Sufiks (akhiran) • -ektomi Akhiran -ektomi dalam ilmu kedokteran berarti "membuang"Ex: Adenektomi . Agama (Buddhisme. auto. anti. inter-.

Thorakoskopi dan mediastinoskopi . dari kata graphein.com . Akhiran ini dapat memiliki arti 1. akhiran sebagai pembentuk nama ilmu atau pengetahuan (misalnya teologi atau sosiologi) 2. Sitoskopi .com 40 PusatPengumumanCPNS. Bronkoskopi . "menulis" yang kemudian diserap oleh bahasa Latin menjadi -graphia. akhiran yang berhubungan dengan tulisan atau kumpulan tulisan (misalnya eulogi atau trilogi) • -oskopi istilah kedokteran berakhiran -oskopi diturunkan dari endoskopi yang berarti "melihat ke dalam" yang mengacu ke proses melihat ke dalam tubuh manusia untuk berbagai keperluan medis. Akhiran ini dapat memiliki arti sebagai berikut: 1.operasi/irisan yang dilakukan pada hewan PanduanLulusPNS. Penggunaannya kemudian dipopulerkan lewat bahasa Perancis (-logie) dan kemudian bahasa Inggris (-logy). Penggunaannya kemudian dipopulerkan lewat bahasa Perancis (-graphie) dan kemudian bahasa Inggris (-graphy).saluran pernapasan bawah 2.Sufiks -logi berasal dari bahasa Yunani -????a (-logia) yang kemudian diserap oleh bahasa Latin -logia. Tulisan atau salinan yang dibuat dengan cara atau proses tertentu 2. Tulisan mengenai bidang studi / subyek tertentu • -otomi Akhiran "-otomi" dalam ilmu kedokteran umumnya berarti "memotong" atau "memisahkan" Zootomi . 1.organ di dalam dada • -grafi Sufiks -grafi berasal dari bahasa Yunani -graphia.saluran kandung kemih 3.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->