 Indonesia sehat 2015  kesehatan individu, keluarga,

dan masyarakat beserta lingkungannya.  Pertambahan penduduk, meningkatnya industri, pergeseran pola hidup ke arah pola hidup konsumtif
Peningkatan penyakit dengan gejala klinis ikterus. Pengaruh berbagai faktor. Masih kurangnya pengetahuan masyarakat.

Batasan Masalah
Jumlah pasien penyakit dengan gejala klinis ikterus yang di rawat inap di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar periode 01 April – 30 Juni 2013

Karakteristik pasien dengan gejala klinis ikterus yang dirawat inap di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar periode 01 April – 30 Juni 2013

 Tujuan Umum

Untuk mengetahui karakteristik pasien dengan gejala klinis ikterus yang dirawat inap di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar periode 01 April – 30 Juni 2013
 Tujuan Khusus a. b. c. d. e. f. g.

Karakteristik berdasarkan Jenis Kelamin Umur Pekerjaan Kadar Bilirubin Jenis Ikterus Diagnosa akhir Keadaan akhir penderita saat keluar dari rumah sakit

 Sumber informasi & masukan bagi instansi terkait dalam

menentukan arah kebijaksanaan untuk mencegah dan menanggulangi masalah ikterus
 Menjadi bahan bacaan dan acuan
 Pengalaman berharga bagi peneliti

 Defenisi Ikterus (jaundice). kata Perancis jaune = kuning. = perubahan warna kulit. . merupakan produk pemecahan heme terutama terbentuk dari degradasi hemoglobin eritrosit di dalam RES. sklera mata atau jaringan lainnya (membran mukosa) yang menjadi kuning karena pewarnaan oleh bilirubin yang meningkat kadarnya dalam sirkulasi darah. Bilirubin = suatu pigmen empedu.

 Tahapan Metabolisme Bilirubin Plasma Sel darah merah yang rapuh Sistem Retikuloendotelial Bilirubin bebas (terikat protein) Hati Urobilinogen Hati Ginjal Absorbsi Bilirubin terkonjugasi Kerja Bakteri Urobilin Urobilinogen Sterkobilinogen Urobilinogen Oksidasi Oksidasi Sterkobilin Isi Usus Urin .

Gangguan pengambilan bilirubin tak terkonjugasi oleh hati 3. Penurunan ekskresi bilirubin terkonjugasi . Gangguan konjugasi bilirubin 4. Mekanisme Patofisiologik terjadinya Ikterus 1. Pembentukan bilirubin secara berlebihan 2.

0)  Kolelithiasis dan kolesistitis (K80 dan K81)  Karsinoma Kaput Pankreas (C25. Beberapa Penyakit dengan Gejala Klinis Ikterus pada Pasien Dewasa  Ikterus Neonatorum (P58-P59)  Atresia Bilier (Q44.0) .2)  Malaria (B50-B54)  Leptospirosis (A27)  Hepatitis (B15-B19)  Sirosis Hati (K74)  Hepatoma (C22.

Jenis Kelamin Umur Pekerjaan Kadar bilirubin dalam darah Pasien dengan Gejala Klinis Ikterus Jenis Ikterus Gejala Klinis yang menyertai Penyakit yang mendasari Pengobatan Keadaan Akhir .

Wahidin Sudirohusodo periode 01 April – 30 Juni 2013 . Ikterus Semua pasien dengan gejala klinis ikterus yang tercantum direkam medik yang dirawat inap di RSUP Dr.1.

Umur = Lamanya seseorang hidup mulai saat pertama dilahirkan sampai usianya pada saat masuk rumah sakit yang dinyatakan dalam satuan tahun. Kriteria objektif :  0 – 28 hari  1 – 11 bulan  1 – 4 tahun  5 – 14 tahun  15 – 24 tahun  25 – 44 tahun  45 – 64 tahun  ≥ 65 tahun .2.

Kriteria Obyektif :  Laki-laki  Perempuan . Jenis Kelamin Menyatakan perbedaan seksual yang terdiri dari laki-laki dan perempuan sesuai yang tercantum di rekam medik pasien.3.

Pekerjaan = Jenis kegiatan sehari-hari pasien sebelum masuk rumah sakit sesuai dengan yang tercantum direkam medik pasien. Kriteria objektif :  Pegawai Negeri Sipil (PNS)  Petani  Wiraswasta  IRT/Tidak Bekerja  Pelajar/Mahasiswa .4.

Jenis Ikterus : Jenis ikterus menyatakan fase dimana terjadi ikterus yang berhubungan dengan tahapan-tahapan metabolisme bilirubin.8 mg/dl  9 – 20 mg/dl  > 20 mg/dl 6. Kriteria obyektif :  Ikterus prehepatik  Ikterus intrahepatik  Ikterus posthepatik .5. Kadar Bilirubin Kriteria objektif :  < 3 mg/dl  3 .

7. Kriteria objektif :  Ikterus Neonatorum  Atresia Bilier  Malaria  Leptospirosis  Hepatitis Virus  Sirosis Hepatis  Hepatoma  Kolesistitis/Kolelithiasis  Karsinoma Kaput Pankreas  Ikterus pro Evaluasi . Diagnosa akhir = Jenis penyakit yang mendasari terjadinya ikterus sesuai dengan diagnosa yang tercantum dalam rekam medik pasien.

Kriteria objektif :  Diijinkan pulang (Sembuh/Membaik)  Pulang Paksa  Meninggal . Keadaan akhir = Kondisi terakhir pasien saat keluar dari rumah sakit.7.

 Jenis Penelitian Penelitian survey dengan pendekatan deskriptif  Lokasi dan Waktu Penelitian RS Wahidin Sudirohusodo Makassar dengan waktu pelaksanaan penelitian mulai tanggal 24 Juni – 13 Juli 2013  Populasi Semua pasien dengan gejala ikterus yang dirawat inap di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar 01 April – 30 Juni 2013 .

 Sampel Semua populasi dijadikan sampel (total sampling)  Pengumpulan Data Data sekunder yang diperoleh dari rekam medik pasien  Pengolahan dan Penyajian Data Data yang diperoleh diolah dengan bantuan SPSS dan microsoft exell dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi. dan disertai dengan penjelasan-penjelasan .

Rumah Sakit (0411) 583333.11. Wahidin Sudirohusodo Makassar. 584888  Fax : (0411) 587676  Pemilikan : Departemen Kesehatan Republik Indonesia . (0411) 584677. Tamalanrea Makassar (90245)  Telepon : Kantor (0411) 584675.  Alamat : Jl. Nama Rumah Sakit : RSUP Dr. Perintis Kemerdekaan Km.

 Barat : Terdapat perkuliahan dan perkantoran Unhas.RSUP Dr.  Selatan : Terdapat tanah milik dan bangunan Lembaga Penelitian Unhas yang diantarai DAM buatan.  Timur : Terdapat Kantor Dinas Departemen Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan. .372 m2 dengan batas-batas sebagai berikut :  Utara : Menuju ke Daya. Wahidin Sudirohusodo memiliki luas gedung 33. terdapat kantor dan asrama kodam VII dan jalan poros Makassar Parepare.

periode 01 April – 30 Juni 2013 sebanyak 40 orang hanya sebanyak 37 orang yang ditemukan status rekam mediknya Hanya sebanyak 34 orang yang memenuhi untuk dijadikan sampel penelitian .

Jenis Kelamin Laki-Laki Frekuensi 19 Persen (%) 55.88 Perempuan Total 15 34 44. Wahidin Sudirohusodo Makassar .11 100 Sumber : Rekam Medik RSUP Dr.

59 100 .Kelompok Umur 0 – 28 hari 1 – 11 bulan 1 – 4 tahun 5 – 14 tahun 15 – 24 tahun 25 – 44 tahun 45 – 64 tahun > 65 tahun Total Frekuensi 2 0 0 4 0 7 14 7 34 Persen (%) 5.59 41.76 0 20.18 20.88 0 0 11.

Pekerjaan PNS Petani Wiraswasta IRT/Tidak Bekerja Pelajar/Mahasiswa Total Frekuensi 5 7 3 16 Persen (%) 14.8 100 .6 8.8 47.7 20.1 3 34 8.

6 32.Kadar Bilirubin < 3 mg/dl 3 – 8 mg/dl 9 – 20 mg/dl > 20 mg/dl Total Frekuensi 7 11 12 4 34 Persen (%) 20.3 11.8 100 .4 35.

9 23.6 55.Jenis Ikterus Ikterus Pre Hepatik Frekuensi 7 19 8 34 Persen (%) 20.5 100 Ikterus Intrahepatik Ikterus Post Hepatik Total .

9 35.9 5.9 5.8 17.8 11.Diagnosa penyakit Ikterus Neonatorum Atresia Bilier Malaria Leptospirosis Hepatitis Virus Sirosis Hepatis Hepatoma Kolesistitis/Kolelithiasis Ca Caput Pankreas Ikterus pro evaluasi Total Frekuensi 1 1 2 4 6 4 1 2 1 12 34 Persen (%) 2.9 2.3 100 .6 11.8 2.8 2.

5 2.5 Pulang Paksa Meninggal Total 24 1 34 70.9 100 .Cara Keluar Membaik/Sembuh Frekuensi 9 Persen (%) 26.

4 tahun 5 .11 bulan 1 .28 hari 1 .3 0 0 15.5 100 Perempuan n % 1 6.44 tahun 45 .7 0 0 3 20.24 tahun 25 .8 0 21.4 10.7 0 0 0 0 1 6.3 5 33.64 tahun >=65 tahun Total n 1 0 0 3 0 4 9 2 19 Laki-laki % 5.1 47.3 25 100 .Jenis Kelamin Kelompok Umur 0 .0 5 33.14 tahun 15 .

0 3-8 mg/dl n 7 4 % 36.8 26.5 19 0 10 13.Kadar Bilirubin Jenis Kelamin < 3 mg/dl n Laki-laki Perempuan 4 3 % 21.20 mg/dl n 6 6 % 31.6 40.7 9 .3 15 0 .0 > 20 mg/dl n 2 2 % Total n % 10 10.1 20.

4 0 0 0 4 0 7 14 7 0 0 100 0 100 100 100 .Kelompok Umur 0 .3 21.11 bulan 1 .14 tahun 15 .4 tahun 5 .8 mg/dl 9 .28 hari < 3 mg/dl n % 0 0 0 0 0 0 1 2 2 Kadar Bilirubin 3 .9 0 0 0 0 1 3 0 0 0 0 0 14.0 0 14.0 0 57.3 14.20 mg/dl > 20 mg/dl n % n % n % 0 0 2 100 0 0 Total n 2 % 100 1 .1 28.7 42.6 0 0 3 0 4 4 2 0 0 75.6 28.64 tahun >=65 tahun 0 0 0 0 14.44 tahun 45 .3 35.3 28.24 tahun 25 .6 0 0 1 0 1 5 3 0 0 25.

6 1 1 20.3 25.Pekerjaan < 3 mg/dl N % 0 42.9 Kadar Bilirubin 3-8 9 .3 6.3 Total n 5 7 % 100 100 PNS Petani 0 3 Wiraswasta IRT/Tidak Bekerja Pelajar/Mahasiswa 0 3 0 0 18.3 0 3 100 16 100 3 100 .0 28.0 66.3 1 1 0 33.0 33.0 14.3 50.8 0 1 4 2 33.7 1 8 1 33.20 mg/dl mg/dl n % n % 3 2 60.0 14.3 > 20 mg/dl n % 1 1 20.

Kadar Bilirubin Keadan Akhir <3 mg/dl n % 3-8 mg/dl n % 9 .20 mg/dl n 5 6 0 > 20 mg/dl n % 0 Total % n 9 % 100 Membaik/Sem buh Pulang Paksa Meninggal 2 22.3 0 0 0 0 55.2 6 25.0 4 16.5 0 25.2 2 22.7 24 100 0 1 100 1 100 .0 8 33.

1 Ikterus Ikterus Intrahepatik Posthepatik n 9 % 47.4 n 6 % 75.9 100 10 19 52.6 100 2 8 25.0 100 .0 3 7 42.Jenis Ikterus Jenis Kelamin Ikterus Prehepatik N Laki-laki Perempuan Total 4 % 57.

8 7 36.44 tahun 45 .14 tahun 15 .5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 50.64 tahun >=65 tahun Ikterus Pre-hepatik n % 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 57.11 bulan 1 – 4 tahun 5 .0 3 37.5 .3 0 0 0 0 4 21.9 Jenis Ikterus Ikterus Intrahepatik n % 1 5.8 4 21.1 Ikterus Post-hepatik n % 1 12.1 0 0 3 15.Kelompok Umur 0 .28 hari 1 .24 tahun 25 .1 3 42.

5 0 100 .3 71.5 PNS Petani Wiraswasta IRT/Tidak Bekerja Pelajar/Mahasiswa Total 1 5 0 7 14.3 0 1 Ikterus Intrahepatik n 4 3 % 21.5 37.Jenis Ikterus Pekerjaan Ikterus Pre-hepatik n % 0 14.1 15.4 0 100 1 8 3 19 5.8 Ikterus Post-hepatik n 1 3 % 12.3 42.8 100 1 3 0 8 12.5 37.1 15.

1 47.3 100 % 25.5 100 .8 mg/dl 9 .4 26.Jenis Ikterus Kadar Bilirubin Ikterus Pre-hepatik Ikterus Intrahepatik n 4 9 5 1 19 Ikterus Post-hepatik n 2 2 3 1 8 n < 3 mg/dl 3 .3 0 57.3 5.0 37.20 mg/dl > 20 mg/dl Total 1 0 4 2 7 % 14.0 25.5 12.1 28.6 100 % 21.

7 0 100 Ikterus Intrahepatik n 5 14 0 19 % 26.0 12.3 85.5 100 Membaik/Sembuh Pulang Paksa Meninggal Total 1 6 0 7 .7 0 100 Ikterus Post-hepatik n 3 4 1 11 % 37.5 50.3 73.Jenis Ikterus Keadaan Akhir Ikterus Pre-hepatik n % 14.

Umur 0 .14 tahun 15 .1 78.24 tahun 25 .4 tahun Keadaan Akhir Membaik/sembuh Pulang Paksa n % n % 1 50.4 0 0 0 1 0 0 0 0 7.6 3 0 4 11 5 75.0 1 50.44 tahun 45 .11 bulan 1 .0 0 0 0 0 0 0 0 0 Meninggal n % 0 0 0 0 0 0 Total n 2 0 0 % 100 0 0 5 .0 0 57.0 0 42.9 14.28 hari 1 .3 28.1 0 4 0 7 14 7 100 0 100 100 100 .64 tahun >=65 tahun 1 0 3 2 2 25.6 71.

angka kejadiannya tidak berhubungan langsung dengan jenis kelamin. Jenis Kelamin sebagian besar penyakit → prevalensi Lk >> Pr Pd sirosis hepatis. dan karsinoma kaput pankreas → Lk >> Pr kolesistitis/kolelithiasis → Pr >> Lk Ikterus neonatorum dan malaria. hepatoma. leptospirosis. .1. hepatitis.

kolesistitis dan kolelithiasis → usia 40-50 tahun. karsinoma kaput pankreas → umur > 50 tahun.4 tahun. Umur Ikterus dapat terjadi pada semua usia. Kebanyakan penyakit yang menjadi variabel penelitian → angka kejadian tinggi pada ± 25 – 64 tahun. Hepatoma → usia 50-60 tahun. . Leptospirosis → usia 10-39 tahun. hasil penelitian → total 34 sampel → ± usia 46.2.

serta yang mempunyai hobi melakukan aktivitas di danau atau sungai.3. Pekerjaan Jenis pekerjaan tertentu → para pekerjanya akan terkena bahan hepatotoksik. Para petani dan pembersih saluran limbah. dapat terinfeksi Leptospira yang habitat alaminya terdapat dalam saluran kemih tikus. . Staff rumah sakit → resiko terkena virus hepatitis B. misalnya dalam pabrik pembuatan insektisida dan bahan pelarut industri.

Malaria dan leptospirosis.4. . ikterus bukan gejala utama → gejala tambahan → menunjukkan keparahan penyakit. kadar bilirubin ›› 10 mg/dl. Kadar Bilirubin Pada bayi-bayi yg mengalami ikterus neonatorum.

Semakin berat ikterus → kerusakan hati yang semakin berat. Pada kolesistitis dan kolelithiasis.Hepatitis. ikterus hanya dapat dijumpai pada 20% pasien. tidak nyata/subklinis. . Adapun pada Ca kaput pankreas → ikterus gejala utama. sirosis hepatis & hepatoma → episode dengan klinis anikterik.

Ikterus post hepatik → ikterus berasal dari gangguan pada proses ekskresi bilrubin seperti pada kasus batu pada saluran empedu. .5. Ikterus pre-hepatik → berasal dari proses metabolisme bilirubin sebelum mengalami konjugasi oleh hati. hal ini terutama disebabkan oleh proses hemolisis sel darah merah yang berlebihan. Ikterus intrahepatik → ikterus berasal dari gangguan pada proses pengambilan bilirubin ataupun gangguan proses konjugasi yang terjadi di hati seperti pada kasus hepatitis. Jenis Ikterus Umumnya yg sering ditemukan di RS → ikterus intrahepatik.

6 hingga 7 juta orang Indonesia mengidap virus hepatitis. Hepatitis virus → juga sering ditemukan.6. Diperkirakan 6. Hingga tahun 2000. khususnya di negara tropis. . Prevalensi di Indonesia berkisar antara 220% dari total jumlah penduduk. Penyakit yang mendasari Sirosis hepatis → Angka kejadian Masih tinggi di Indonesia. WHO → Indonesia: Negara dengan tingkat endemisitas hepatitis B sedang–tinggi. dan merupakan penyakit hati yang sering ditemukan dalam ruang perawatan bagian Ilmu Penyakit Dalam.

Tingginya jumlah pasien dengan ikterus pro evaluasi (12 orang :35. melainkan dapat pula disebabkan karena obatobatan ataupun kurangnya waktu untuk menegakkan diagnosis disebabkan pasien sudah keluar dari Rumah sakit di atas permintaan sendiri . dari hasil penelitian ditemukan pasien dengan diagnosa ikterus neonatorum sebesar 2.9%. Namun.Ikterus neonatorum → 60% bayi cukup bulan & 80% pd bayi kurang bulan.3%) →bisa jadi karena gejala klinis ikterus tidak hanya disebabkan oleh penyakit-penyakit yang telah disebutkan.

7. sirosis hati : penyebab kematian ke-3 pd pasien usia 45 – 46 tahun (setelah penyakit kardiovaskuler dan kanker). Sekitar 25.000 orang meninggal setiap tahun akibat penyakit ini.9%). . Keadaan Akhir → terbanyak : pulang paksa sebanyak 43 orang (58. Diseluruh dunia → urutan ke-7 penyebab kematian. Di negara maju. Pada beberapa penyakit yang mendasari terjadinya ikterus. → angka kesakitan dan kematian masih ↑↑. → dihubungkan dengan prognosis pasien.

8%).18%) terendah → kelompok umur 1-11 bulan.88%) dibanding jenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 15 orang (44. 2) Umur terbanyak → kelompok umur 45 – 64 tahun sebanyak 14 orang (41. . 1-4 tahun dan 15-24 tahun sebanyak 0 pasien (0%).1%) terendah → pelajar/mahasiwa dan wiraswasta sebanyak 3 orang (8.Berdasarkan : 1) Jenis kelamin laki-laki >> Perempuan Laki-laki sebanyak 19 orang (55. 3) Pekerjaan terbanyak → IRT/tidak bekerja sebanyak 16 orang (47.11%).

8%) 5) Penyakit yang mendasari terjadinya ikterus → terbanyak : diagnosa ikterus pro evaluasi yaitu sebanyak 27 orang (37. . hepatoma dan karsinoma kaput pankreas yang masing masing hanya 1 orang dengan persentase 2.9%.0%) → terendah : ikterus neonatorum.3%) → terendah : > 20 mg/dl yaitu sebanyak 4 orang (11. atresia bilier.4) Kadar bilirubin → terbanyak : kadar bilirubin 9-20 mg/dl sebanyak 12 orang (35.

Diharapkan adanya penelitian yang lebih lanjut mengenai karakteristik pasien dengan gejala klinis ikterus.1. 2. pemeriksaan lanjutan yang cepat dan tepat untuk menegakkan diagnosis serta penanganan yang lebih baik terhadap penderita dengan gejala klinis ikterus oleh pihak rumah sakit mengingat masih banyaknya jumlah pasien yang keluar rumah sakit dengan cara pulang paksa serta masih seringnya timbul komplikasi yang dapat menyebabkan kematian. . Diharapkan dokter yang merawat pasien melengkapi diagnosa pasien lengkap dengan kode penyakit menurut ICD-10 WHO pada status rekam medik pasien agar tidak terjadi kesalahan pada saat penginputan data di rekam medik. 3. Diharapkan adanya peningkatan pelayanan.

6) Jenis Ikterus → terbanyak : ikterus intrahepatik sebanyak 19 orang (55.9%) → terendah : jenis ikterus pre-hepatik sebanyak 7 orang (20.6%).5%) → terendah : meninggal sebanyak 1 orang (2. 7) Keadaan Akhir Penderita → terbanyak : pulang paksa sebanyak 24 orang (70.9%). .