Anda di halaman 1dari 16

Assalamualaikum Wr.

Wb

Sikap Sosial di Tengah Perbedaan dalam Masyarakat


Oleh:
KELOMPOK II BEBEN WIJAYA AGUSTINA WATI DELA NOPITA SARI PUTRI IGA UNTARI RIBKA SIRAIT SITI NUR AISYAH MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2011

1. Manusia Sebagai Makhluk Sosial dan Individu


A. Manusia sebagai Makhluk Sosial

Manusia sejak awal lahirnya adalah sebagai makhluk sosial (ditengah keluarganya). Makhluk yang tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain. Manusia memerlukan mitra untuk mengembangkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan. Sebagai individu, manusia dituntut untuk dapat mengenal serta memahami tanggung jawabnya bagi dirinya sendiri, masyarakat dan kepada Sang Pencipta. Manusia disebut sebagai makhluk sosial, juga dapat diartikan bahwa manusia memiliki kebutuhan dan kemampuan serta kebiasaan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia yang lain, selanjutnya interaksi ini berbentuk kelompok.

B. Manusia sebagai Makhluk Individu


Individu dalam bahasa Perancis berarti orang seorang. Kata ini mengacu pada manusia atau satu orang manusia. "In-dividere" berarti makhluk individual yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Kata sifatnya "individual", menunjuk pada satu orang dengan ciri-ciri khas yang melekat pada dirinya dan sekaligus untuk membedakan dengan masyarakat. Ciri-ciri watak seorang individu yang konsisten, yang memberikan kepadanya identitas khusus. Karakter khusus yang dimiliki setiap manusia, meliputi fisik, kepribadian, dan sifat khas yakni sikap, tempramen, watak (karakter), tipe, dan minat yang berbeda dengan manusia lain. Pengertian manusia sebagai makhluk individu juga mengarah kepada karakteristik khas yang dimiliki manusia sebagai makhluk hidup yang membedakan dirinya dengan makhluk hidup yang lain, serta dengan manusia yang lain. Ciri-ciri watak seorang individu yang konsisten, yang memberikan kepadanya identitas khusus, disebut sebagai "kepribadian".

Jadi setiap individu mempunyai kepribadian sendirisendiri yang berbeda dengan kepribadian individu lain

Individu dan Konteksnya dalam Masyarakat


Manusia sebagai individu selalu berada di tengah-tengah kelompok individu lain yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi. Proses dari individu untuk menjadi pribadi tidak hanya didukung dan dihambat oleh dirinya, tetapi juga oleh kelompok sekitarnya.

Dalam proses untuk menjadi pribadi, individu dituntut mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana ia berada. Dalam proses menyesuaikan diri dengan lingkungan itulah di butuhkan adanya interaksi dan sikap sosial ditengah masyarakat.

Sikap sosial adalah kesadaran individu yang menentukan perbuatan yang nyata dalam kegiatan-kegiatan sosial. Maka, sikap sosial adalah kesadaran individu yang menentukan perbuatan yang nyata, yang berulang-ulang terhadap objek sosial. Hal ini terjadi bukan hanya pada orang-orang lain dalam satu masyarakat majemuk.

Faktor terbentuknya suatu sikap sosial banyak dipengaruhi perangsang oleh lingkungan sosial dan kebudayaan misalnya: Keluarga Norma golongan agama dan adat istiadat.

Sikap sosial sangatlah dibutuhkan dalam masyarakat Indonesia yang majemuk. Dalam beragam etnis, selalu ada potensi bahaya dimana konflik ketenagakerjaan, pertanahan, atau konflik atas sumber daya alam akan muncul ke permukaan sebagai konflik antar etnis dan konflik antar agama.

Sikap Sosial di tengah Perbedaan Masyarakat


Umat Muslim yang berjabat tangan pd Bikshu mengucapkan selamat pada perayaan keagamaan umat Buddha Masyarakat etnis Tionghoa yang menjual makanan untuk berbuka puasa

Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis di Singkawang pada Tahun 2009

Kerukunan Umat Beragama

Konflik akibat kurangnya sikap sosial menghadapi perbedaan

Konflik suku Dayak dan Madura pada tahun 2001

Kesimpulan

Sikap adalah kesadaran individu yang menentukan perbuatan yang nyata dalam kegiatan-kegiatan sosial. Maka sikap sosial adalah kesadaran individu yang menentukan perbuatan yang nyata, yang berulang-ulang terhadap objek sosial. Hal ini terjadi bukan saja pada orang-orang lain dalam satu masyarakat. Terbentuknya suatu sikap itu banyak dipengaruhi perangsang oleh lingkungan sosial dan kebudayaan misalnya: keluarga, norma, golongan agama, dan adat istiadat. Dalam hal ini keluarga mempunyai peranan yang besar dalam membentuk sikap putraputranya. Sebab keluargalah sebagai kelompok primer bagi anak merupakan pengaruh yang paling dominan.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Tiap-tiap sikap mempunyai 3 aspek : 1. Aspek Kognitif yaitu yang berhubungan dengan gejala mengenal pikiran. Ini berarti berwujud pengolahan, pengalaman, dan keyakinan serta harapan-harapan individu tentang objek atau kelompok objek tertentu. 2. Aspek Afekit berwujud proses yang menyangkut perasaan-perasaan tertentu seperti ketakutan, kedengkian, simpati, antipati, dan sebagainya yang ditujukan kepada objek-ojek tertentu. 3. Aspek Konatif: berwujud proses tendensi/kecenderungan untuk berbuatu sesuatu objek, misalnya kecenderungan memberi pertolongan, menjauhkan diri dan sebagainya