Anda di halaman 1dari 28

ASUHAN KEPERAWATAN PERIOPERATIF PADA Tn.

M DENGAN CVD INFARK STENOSIS CAROTIS RUMAH SAKIT PUSAT ANGKATAN DARAT GATOT SOEBROTO
Oleh : Arga Indera Wahyudi Imam Maula Fikri Nurfatimah Wensil Okta Promalia

Latar belakang
Penderita Stroke saat ini menjadi penghuni terbanyak di bangsal atau ruangan pada hampir semua pelayanan rawat inap penderita penyakit syaraf. Angka kejadian stroke dunia diperkirakan 200 per 100.000 penduduk, dalam setahun. Plaque arteri karotis merupakan langkah awal faktor resiko terhadap terjadinya penyakit vaskuler, 20% lebih besar dibanding faktor resiko konvensional yang yang terangkum Framingham Stroke Risk Score.

Tujuan Penulisan
Tujuan Umum Memperoleh gambaran dalam melakukan asuhan keperawatan pada klien Tn. M dengan CVD Infark stenosis carotis.

Tujuan Khusus Mampu melakukan pengkajian keperawatan pada klien Tn. M dengan CVD Infark stenosis carotis Mampu membuat perencanaan keperawatan pada klien Tn. M dengan CVD Infark stenosis carotis Mampu melakukan tindakan keperawatan pada klien Tn. M dengan CVD Infark stenosis carotis Mampu melaksanakan evaluasi keperawatan pada klien Tn. M dengan CVD Infark stenosis carotis Mampu mendokumentasikan asuhan keperawatan pada klien Tn. M dengan CVD Infark stenosis carotis

Ruang Lingkup
Merupakan pembahasan pemberian asuhan keperawatan pada Tn. M dengan CVD Infark stenosis carotis di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto Jakarta yang dilaksanakan tanggal 3 Juli 2013

Metode Penulisan
Metode penulisan yang digunakan dalam makalah ini adalah menggunakan metode deskriptif dengan cara mengumpulkan data, menganalisa dan menarik kesimpulan.

Anatomi dan Fisiologi


System kardiovaskuler ialah system transport tubuh yang membawa gas-gas pernapasan, nutrisi, hormon-hormon, dan zat-zat lain dari dan ke jaringan tubuh lain. Aorta adalah arteri sistemik utama. Aorta membawa darah yang kaya akan oksigen.

Cabang utama aorta di dada adalah : Arteri subklavia : menuju thoraks dan lengan. Arteri ini bercabang menjadi dua yaitu arteri vertebralis dan arteri aksilaris yang kemudian bercabang brankhialis yang memperdarahi lengan. Arteri brankhialis kemudian bercabang menjadi arteri radialis dan arteri ulnaris Arteri karotis : menuju otak, kepala dan leher Arteri koronaria : menuju jantung

aorta abdominalis memiliki tiga cabang: Arteri seliaka Arteri mesenterika superior dan inferior Arteri renalis aorta abdominalis akan bercabang menjadi dua : Arteri iliaka komunis : terdiri dari arteri iliaka interna dan arteri iliaka eksterna yang memperdarahi organ-organ pelvis Arteri femoralis : arteri ini memperdarahi daerah tungkai

Sedangkan arteri pulmonaris yang tidak berhubungan dengan arteri-arteri lain. Arteri ini mengangkut darah dari jantung ke paru-paru.

Definisi
Stenosis arteri karotis atau biasa disebut juga penyakit arteri karotis terjadinya penyempitan arteri karotis yang disebabkan oleh plak yang berasal dari penumpukan lemak dalam arteri karotis yang kemudian menyebabkan suplai darah ke otak terhambat. Hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke bagi penderitanya. Kondisi lain yang dapat menyebabkan stenosis karotis ialah arterosklerosis. Yaitu kondisi arteri yang mengeras dan menebal secara abnormal sehingga elastisitaas dari arteri hilang.

Etiologi
Dalam beberapa sumber aterosklerosis, tromboemboli, dan dysplasia fibromuskular. Dalam referensi lain masih dalam pengembangan medis.

Faktor Resiko
Usia. Hipertensi Merokok Hiperkolesterol Penyakit DM Obesitas.

Patofisiologi

Manifestasi klinis
Gejala serebral (kontralateral) : kelemahan, kecanggungan, dan paralisis ekstremitas; parestesia; disfasia reseptif atau ekpresif. Gejala ocular (ipsilateral) : kehilangan lapang pandang sementara yang digambarkan sebagai selubung yang menutupi lapang pandang Gejala serebral : serangan stroke sementara atau TIA, stroke permanen Gejala vertebrobasilar : vertigo, ataksia, sakit kepala, sinkop, parestesia bilateral, halusinasi visual Bruit dapat terdengar di sekitar arteri karotis.

Pemeriksaan penunjang
Scan dupleks : scan mode-B dan velositometer ultrasonic Doppler. Metode ini merupakan metode pilihan untuk menilai derajat stenosis karotis Angiografi karotis : pada saat ini sering digunakan MRA yang memiliki tingkat keamanan lebih tinggi dibandingkan angografi standar. CT Scan atau MRI otak : berfungsi untuk menampilkan adanya infark serebral.

Penatalaksanaan
Aspirin. Dengan dosis 75 mg per hari. Obat ini diberikan untuk menghambat agregasi platelet Klopidogril. Dosis 75 mg per hari memiliki cara kerja sama seperti aspirin Obat statin Antikoagulan untuk pasien dengan emboli jantung. Penatalaksanaan bedah endarterektomi karotis dan carotid stenting and angioplasty. Namun untuk jenis operasi yang kedua masih dalam proses pengembangan sehingga jarang dilakukan.

Endarterektomi Carotid
Endarterektomi carotid atau CEA adalah proses pembedahan yang dilakukan untuk menghilangkan plak yang ada pada arteri karotis. Anastesi yang diberikan sebelum operasi biasnya ialah anastesi umum.

Setelah anastesi diberikan, dilakukan insisi pada leher pasien untuk melihat bagian yang terdapat sumbatan, setelah itu dilakukan klem pada pembuluh darah untuk mengurangi perdarahan. Selama operasi berlangsung, otak akan mendapaikan suplai darah dan oksigen dari arteri karotis yang sehat. Setelah itu, dokter akan membuka arteri yang tersumbat lalu mengangkat plak yang ada dalam arteri karotis tersebut. Kemudian arteri dijahit untuk menutup luka insisi.

TINJAUAN KASUS
Tanggal pengkajian No. Registrasi Diagnosa medik : 3 Juli 2013 : 703644 : CVD infack Stenosis Carotis

Identitas Diri Pasien Nama Umur Jenis kelamin Alamat Status perkawinan Agama Diagnosa medik Rencana tindakan Jenis anestesi

: dr. M, Sp.B : 64 tahun : laki-laki : Jl. Cempaka Putih Tengah 4A No. 10 Jakarta Pusat : menikah : Islam : CVD infack Stenosis Carotis : Carotid Endorterectomi : umum

Pengkajian
Status Kesehatan Saat Ini Alasan kunjungan / keluhan utama : Klien rujukan dari RS Boromeus dengan diagnosa medis stroke infark. Klien mengalami kelemahan ekstremitas kanan, bicara pelo, sakit kepala, pundak terasa sakit dengan skala nyeri 2, mata kiri susah melihat dan sakit kepala dengan skala nyeri 2 6 bulan SMRS Klien datang ke ruang operasi pada pukul 10.30. klien telah mendapatkan perawatan dari tanggal 26 Juni 2013. Kesadaran CM. Klien mengatakan takut menghadapi operasi, klien tampak gelisah dan tegang. TD : 150/90 mmHg, Nadi : 60x/menit, RR : 20x/menit, suhu : 36oC. Riwayat kesehatan yang lalu DM (-), hipertensi (-), asma (-) Riwayat penyakit keluarga DM (-), hipertensi (-), asma (-) Riwayat alergi Alergi obat : Tidak ada Alergi makanan : Tidak ada Alergi lainya : Tidak ada

Pemeriksaan Fisik dan penunjang

ASKEP

PEMBAHASAN KASUS
Karotid endarterektomi Operasi yang dilakukan sebagai pencegahan untuk Stroke. Operasi ini dilakukan ketika ada penumpukan plak di arteri karotis

Penumpukan plak umumnya disebabkan oleh artherosclerosis. Biasanya terjadi penumpukan plak di arteri garpu dari karotis; titik di mana ia terbagi menjadi dua (internal dan eksternal arteri karotid). Plak terbentuk di lumen yang mengakibatkan penyempitan daerah arteri.

Sebuah sayatan kulit ditempatkan miring di sisi leher. Diperdalam sepanjang perbatasan otot sternomastoideus untuk mencapai arteri karotid, cabang-cabangnya dan vena jugularis internal yang menyertainya. Cabang-cabang arteri dan arteri karotid sebelum dan setelah daerah penyempitan dijepit. Sayatan membujur (arteriotomi) kemudian dibuat di atas plak yang kemudian dibedah bebas, mengakibatkan dinding dalam yang sangat halus. Arteriotomi kemudian diperbaiki dengan jahitan sangat halus. Selanjutnya, penjepit arteri dikeluarkan untuk mengembalikan aliran darah ke otak. Prosedur ini dapat dilakukan dengan pengawasan EEG atau TCD (Doppler transkranial) untuk memantau resiko penjepitan arteri. Jika ada tanda-tanda asupan darah kurang memadai, tube karotid "shunt" dimasukkan untuk mengembalikan aliran darah ke otak selama endarterektomi.

Komplikasi Potensial :
Stroke Serangan jantung hematoma leher Kulit mati rasa Infeksi luka Cedera pada struktur di sekitarnya, misalnya syaraf hypoglossal

TERIMA KASIH