Anda di halaman 1dari 3

SARAF OTAK VI ( NERVUS ABDUSEN N.

VI )

KELUMPUHAN LESI VI Lesi N VI melumpuhkan otot rektus lateralis, jadi melirik kearah luar ( lateral, temporal) terganggu pada mata yang terlibat, yang mengakibatkan diplopia horisontal. Bila pasien melihat lurus kedepan, posisi mata yang telibat sedikit mengalami aduksi, disebabkan oleh aksi yang berlebihan dari otot rektus medialis yang tidak terganggu. PENYEBAB GANGGUAN N VI Beberapa penyebab gangguan N VI adalah : 1. Vaskuler, misalnya pada : - Infark - Arteritis - Anerisma (a.basilaris) 2. Trauma, misalnya : - Fraktur os petrosum 3. Tekanan intrakranial tinggi 4. Mastoiditis 5. Meningitis 6. Sarkidosis 7. Glioma di pons

Saraf ini panjang jalanya intrakranial, yang membuatnya rawan terhadap gangguan, misalnya oleh fraktur dasar tulang tengkorak, tumor otak, meningitis basalis, lesi di sinus lavernosus, atau fisura orbitalis superior. Kelumpuhan abdusen dapat terjadi pada tekanan intrakranial yang tinggi, dan dengan demikian tidak mempunyai nilai lokalisasi. Kelumpuhan otot mata multipel Pada parases otot yang multipel, perlu dipikirkan kelumpuhan lebih dari satu saraf, misalnya oleh proses di sinus kavernosus atau fisura orbitalis superior. Kelumpuhan ini dapat juga disebabkan miasrenia gravis. Pada miastenia gravis, disamping proses otot penggerak bola mata dapat pula dijumpai ptosis. Melihat ganda dapat pula terjadi oleh miopati karena penyakit Graves. Fungsi N III, IV, VI saling berkaitan dan diperiksa secara bersama-sama. Fungsinya ialah menggerakkan otot mata ekstraokular dan mengangkat kelopak mata. Cara pemeriksaan : Selagi wawancara dengan pasien perhatikan celah matanya, apakah ada ptosis, eksoftalmus, enoftalmus dan apakah ada strasbismus (jereng). Selain itu , apakah cenderung memejamkan matanya yang kemungkinan disebabkan oleh diplopia. Setelah itu lakukan pemeriksaan yang lebih teliti mengenai ptosis, besar pupil, reaksi cahaya pupil, reaksi akomodasi, kedudukan bola mata, gerakan bola mata dan nistagmus.

Kerusakan nervus VI saja biasanya tidak mempunyai nilai lokalisasi; ia mudah terganggu karena jalan sarafnya yang panjang. Ia dapat lumpuh pada tekanan intrakranial yang tinggi. Dibatang otak, letak inti-inti serta serabutserabut sangat berdekatan, karenanya jarang dijumpai lesi yang tersendiri. Kita mengenal beberapa macam sindrom. Sindrom Millard Gubler adalah salah satu sindrom yang ditandai oleh kelumpuhan nervus VI dan VII ipsilateral jenis lower motor neuron dan hemiplegi kontralateral jenis upper motor neuron, yang disebabkan oleh lesi didaerah pons.