Anda di halaman 1dari 19

MANIFESTASI ORAL INFEKSI HIV

Paper Ini Dibuat Sebagai Salah Satu Persaratan Dalam Mengikuti KKS Di Bagian Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut RSU. Dr. Pirngadi Medan. Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dan Universitas Baiturrahman. Baiturrahman.

Oleh,

DONNI OSMOND (1) JOKO PITOYO (1) FITRIA SY. (2)

NIM. 96310082 NIM. 97310019 NIM. 99310009

Pembimbing, Drg. TULUS PASARIBU, Sp. BM.

BAGIAN ILMU PENYAKIT GIGI DAN MULUT RSU. Dr. PIRNGADI MEDAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI (1) DAN UNIVERSITAS BAITURRAHMAN (2) AGUSTUS 2004

Manifestasi Oral Infeksi HIV

MANIFESTASI ORAL INFEKSI HIV

PENDAHULUAN (1,2,3)
Sejak ditemukan kasus AIDS di Amerika Serikat (AS) pada tahun 1981 hingga saat ini penyakit ini selalu menarik perhatian dunia kedokteran maupun masyarakat luas. Hal ini disebabkan oleh penyakit baru ini menyebabkan angka kematian yang tinggi, jumlah penderita yang meninggal dalam waktu singkat, dan sampai sekarang belum dapat ditanggulangi dengan tuntas. Meskipun demikian banyak hal yang telah dipelajari, di samping masih banyak yang belum jelas. Di Jakarta telah ditemukan kasus-kasus penyakit ini dalam bentuk ringan dan berat. Penyakit ini sudah merupakan pandemi yang menyerang seluruh dunia. Data epidemiologi menunjukkan peningkatan yang cepat pada tahun terakhir ini khususnya dikawasan Asia Tenggara. Perawal 1 Januari 1997 dilaporkan ada 40.320 kasus AIDS, yang diperkiran kasus AIDS sebenarnya di Asia Tenggara ada lebih dari 3,75 juta orang. Pada saat ini di Indonesia diperkirakan terdapat 80.000 120.000 ODHA (Orang Hidup dengan HIV/AIDS) dengan faktor-faktor yang mempermudah terjadinya epidemi, maka Indonesia sangat terancam bencana nasional HIV/AIDS di tahun 2010. Perkiraan jumlah penderita AIDS di Indonesia di tahun 2010 adalah 100.000 dengan pengidap HIV sebanyak 1.000.000

KKS SMF. Ilmu Penyakit Gigi & Mulut RSUPM 2004 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati & Universitas Baiturrahmah

Donni, Joko, & Fitria.

Manifestasi Oral Infeksi HIV

orang pada tahun 2010 kecuali apabila dilakukan tindakan pencegahan secara serius. (Sidang Kabinet sesi khusus HIV/AIDS Maret 2002). Penyakit infeksi HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan terbesar di dunia dewasa ini, terdapat hampir di semua negara di dunia tanpa kecuali Indonesia. Masalah yang berkembang sehubungan dengan penyakit infeksi HIV/AIDS adalah angka kejadiannya yang cenderung terus meningkat dengan angka kematian yang tinggi. Data tahun 2001 yang dilaporkan WHO dan UNAIDS, penduduk dunia yang terinfeksi HIV mencapai 40 juta jiwa, 12-18 juta orang menunjukkan gejala penyakit AIDS, 3 juta orang meninggal karena AIDS, serta setiap hari 5000 orang ketularan virus HIV (UNAIDS,2001). Di Indonesia penyakit HIV /AIDS juga sudah merupakan ancaman dan dan dalam 10 tahun terakhir telah merupakan the Emerging Infectious Disease . Sejak diketemukan kasus pertama pada tahun 1987, maka tahun 1999 tercatat 815 kasus HIV/AIDS, dan 112 penderita tsb diantaranya meninggal. Angka kejadian penderita HIV/AIDS di Jawa Timur tahun 2002 tercatat sejumlah 597 kasus ( Setyobhakti, 2002). Demikian pula angka kejadian Surabaya hingga bulan November 2002 tercatat 340 kasus HIV/AIDS dan di RSUD Dr. Soetomo hingga November 2002 telah dirawat 110 kasus, 39 (35%) diantaranya meninggal dalam perawatan di rumah sakit. Menurut estimasi WHO, di Indonesia angka tersebut sebenarnya sudah mendekati 35.000-50.000 orang. Penyakit ini dicirikan dengan timbulnya berbagai penyakit infeksi bakteri, jamur, parasit, dan virus yang bersifat oportunistik atau keganasan seperti sarkoma kaposi dan limfoma primer di otak. Dengan ditegakkannya penyakit-penyakit tersebut, meskipun hasil pemeriksaan laboratorium untuk infeksi HIV belum dilakukan atau tidak dapat diambil kesimpulan, maka diagnosis AIDS telah dapat ditegakkan.
KKS SMF. Ilmu Penyakit Gigi & Mulut RSUPM 2004 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati & Universitas Baiturrahmah Donni, Joko, & Fitria. 3

Manifestasi Oral Infeksi HIV

DEFINISI
Berbagai definisi AIDS telah dikemukakan oleh para ahli, antara lain: (1,2,3,4,5) 1. Unandar Budimulja: AIDS adalah satu sindrom penyakit defisiensi imunitas seluler yang didapat, yang pada penderitanya tidak dapat ditemukan penyebab defisiensi tersebut. (1) 2. Arif Mansjoer: AIDS adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh secara bertahap yang disebabkan oleh infeksi Human

Immunodeficiency Virus (HIV). (2) 3. Http://www.info@infeksi.com.: AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome).
Acquired artinya didapat bukan penyakit keturunan. Immuno berarti sistem kekebalan tubuh. Deficiency artinya kekurangan, sedangkan syndrome kumpulan gejala. AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga tubuh mudah diserang penyakit-penyakit lain yang sangat berakibat fatal, padahal penyakit tersebut tidak akan menyebabkan gangguan yang sangat berarti pada orang yang sistem kekebalannya normal. (3)

4. Http://www.certi.org/CMA/training/module1-5-indonesian/Modul1HIV.htm.

AIDS

(Acquired Immuno Deficiency Syndrome). A (acquired) = didapat. Berarti HIV menular dari orang yang terinfeksi ke orang lain, I (immune) = kekebalan yaitu mengacu pada sistem imunitas/kekebalan tubuh yang terdiri atas sel-sel yang melindungi tubuh terhadap penyakit. HIV menjadi masalah karena sekali ia memasuki tubuh seseorang, ia akan menyerang dan membunuh sel-sel kekebalan tubuh, D (deficiency) = defisiensi/kekurangan, berarti sesuatu yang tidak tercukupi dalam hal ini tubuh tidak
KKS SMF. Ilmu Penyakit Gigi & Mulut RSUPM 2004 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati & Universitas Baiturrahmah Donni, Joko, & Fitria. 4

Manifestasi Oral Infeksi HIV

memiliki cukup jenis sel tertentu yang diperlukan untuk melindungi diri terhadap infeksi sel-sel ini disebut sel kekebalan atau T, helpen cell. Sejalan dengan waktu, HIV membunuh sel-sel ini sehingga sistim kekebalan tubuh menjadi terlalu benar untuk menjalankan tugasnya, S (syndrome) = sindrom, sindrom adalah kumpulan tanda-tanda dan gejala yang berhubungan dengan penyakit atau kondisi tertentu yang timbul bersamaan. HIV merupakan sindrom karena penderita AIDS memperlihatkan gejalagejala dan penyakit yang timbul bersamaan hanya pada orang yang menderita AIDS. (4) 5. Http://www.kesrepro.info. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrom) adalah sekumpulan gejala penyakit, yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang didapat, karena adanya virus HIV di dalam darah. (5)

ETIOLOGI (3)
Penyebab AIDS adalah virus HIV (Human immunodeficiency virus) yang merupakan suatu retrovirus yang termasuk famili lentivirus. Jenis retrovirus memiliki kemampuan untuk menggunakan RNAnya dan DNA sel induk untuk membuat DNA virus baru dan terkenal pula karena masa inkubasi yang lama. Seperti retrovirus lain, HIV menginfeksi tubuh, memiliki masa inkubasi yang lama (masa laten klinis) dan pada akhirnya menimbulkan tanda dan gejala AIDS. HIV menyebakan kerusakan parah pada sistem imun dan menghancurkannya. Ini dilakukan dengan menggunakan DNA limfosit CD4+ untuk bereplikasi. Proses inilah yang menghancurkan limfosit CD4+. Human immunodeficiency virus (HIV) dibentuk oleh sebuah pusat atau inti silindris yang dikelilingi amplop lipid berbentuk bulat. Inti bagian tengah dari bulatan ini terdiri atas

KKS SMF. Ilmu Penyakit Gigi & Mulut RSUPM 2004 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati & Universitas Baiturrahmah

Donni, Joko, & Fitria.

Manifestasi Oral Infeksi HIV

dua rangakaian asam ribonukleat (RNA). HIV memiliki tiga gen utama yang mengkodekan komponen struktural dan fungsionalnya. Ketiga gen ini adalah h gag, pol dan env. Gen gag mengkodekan protein inti. Gen pol mengkodekan enzim reverse transcriptase, protease, dan integrase. Gen env mengkodekan komponen struktural yaitu glikoprotein. Gen lain yang juga penting bagi replikasi virus adalah rev, nef, vif, vpu, dan vpr.

Gambar 1: Struktur Virus HIV

PATOGENESIS (3,4,5)
Virus HIV masuk ke dalam tubuh melalui berbagai cara, antara lain: (5) 1. Lewat cairan darah. Melalui transfusi darah / produk darah yg sudah tercemar HIV. Lewat pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV, yang dipakai bergantian tanpa disterilkan, misalnya pemakaian jarum suntik dikalangan pengguna narkotika suntikan.

KKS SMF. Ilmu Penyakit Gigi & Mulut RSUPM 2004 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati & Universitas Baiturrahmah

Donni, Joko, & Fitria.

Manifestasi Oral Infeksi HIV

Melalui pemakaian jarum suntik yang berulangkali dalam kegiatan lain, misalnya: peyuntikan obat, imunisasi.

Pemakaian alat tusuk yang menembus kulit, misalnya alat tindik, tato, dan alat facial wajah.

2. Lewat cairan sperma dan cairan vagina Melalui hubungan seks penetratif (penis masuk kedalam vagina/anus), tanpa menggunakan kondom, sehingga memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan cairan vagina (untuk hubungan seks lewat vagina); atau tercampurnya cairan sperma dengan darah, yang mungkin terjadi dalam hubungan seks lewat anus. 3. Lewat Air Susu Ibu Penularan ini dimungkinkan dari seorang ibu hamil yang HIV positif, dan melahirkan lewat vagina; kemudian menyusui bayinya dengan ASI. Kemungkinan penularan dari ibu ke bayi (Mother-to-Child Transmission) ini berkisar hingga 30%, artinya dari setiap 10 kehamilan dari ibu HIV positif kemungkinan ada 3 bayi yang lahir dengan HIV positif.

Infeksi primer menunjukkan waktu HIV pertama kali memasuki tubuh. Saat infeksi HIV primer, dalam darah seseorang tampak viral load yang sangat tinggi dan berarti ada banyak sekali virus dalam darah. Jumlah kopi virus per milliliter dalam plasma atau darah dapat melebihi 1,000,000. Orang dewasa yang baru terinfeksi akan mengalaim sindrom retroviral akut. Tanda dan gejalanya termasuk demam, mialgia atau nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, diare, keringat malam, berat badan turun serta timbul ruam. Tanda dan gejala ini umumnya terjadi dua sampai empat minggu setelah infeksi, mereda setelah beberapa
KKS SMF. Ilmu Penyakit Gigi & Mulut RSUPM 2004 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati & Universitas Baiturrahmah Donni, Joko, & Fitria. 7

Manifestasi Oral Infeksi HIV

hari, dan sering terdiagnosa sebagai influenza atau mononukleosis infeksiosa. Selama infeksi primer, jumlah limfosit CD4+ dalam darah turun secara nyata. Virus akan menargetkan limfosit CD4+ dalam KGB dan timus selama masa ini, membuat seseorang terinfeksi HIV rentan terhadap infeksi oportunistik serta membatasi kemampuan produksi limfosit T di timus. Tes antibodi HIV dengan menggunakan enzyme-linked

immunoabsorbent assay (ELISA) atau enzyme immunoassay (EIA) akan menunjukkan hasil positif. (3) Perjalanan penyakit AIDS oleh infeksi virus HIV terbagi dalam beberapa tahapan, antara lain: (4) 1. Window period (periode jendela). Orang yang terinfeksi HIV tidak langsung menjadi HIV Positif terdapat periode 3-6 minggu (kadangkala sampai 3 bulan) sebelum tubuh bereaksi terhadap keberadaan virus dan memproduksi zat antibodi yang yang dapat ditemukan pada pemeriksaan laboratorium darah. Bila zat ini ditemukan, hasil test dikatakan positif . Periode waktu yang berlalu selama hasil test masih negatif disebut periode jendela. Hal ini penting untuk dimengerti karena seseorang dapat menularkan infeksi pada minggu-minggu ini meskipun hasil testnya negatif. 2. Asympomatic period (periode tanpa gejala). Setelah seseorang terinfeksi HIV, biasanya tidak terjadi perubahan kesehatan. Selama beberapa tahun orang tersebut merasa sehat, dapat bekerja seperti biasa dan tidak memperlihatkan tanda-tanda kesakitan (ini yang dimaksud dengan "asimptomatik"). Dengan pengecualian memiliki HIV dalam tubuh, orang ini dalam keadaan sehat untuk bekerja. Periode asimptomatik ini biasanya sekitar 10 tahun dengan rata-rata 8-12 tahun
KKS SMF. Ilmu Penyakit Gigi & Mulut RSUPM 2004 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati & Universitas Baiturrahmah Donni, Joko, & Fitria. 8

Manifestasi Oral Infeksi HIV

lamanya. Jarang terjadi seseorang memperlihatkan gejala infeksi dalam waktu 5 tahun setelah infeksi. 3. Periode simptomatik saat orang tersebut menderita AIDS. Yang harus diingat adalah bahwa AIDS adalah suatu sindrom, suatu kumpulan kondisi yang terjadi bersamaan sehingga bisa mendapatkan diagnosa AIDS. Kondisi yang biasanya pertama kali terlihat adalah infeksi oportunistik, infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus yang biasanya tidak menyebabkan penyakit pada orang yang sistim kekebalan tubuhnya tidak menurun. Bisanya penyakit yang timbul seperti pneumonia, diare atau meningitis, dan dapat terjadi berulang-ulang. Tipe tumor tertentu juga dapat timbul pada orang yang sistem kekebalannya telah gagal akibat HIV. Pada poin ini diagnosa AIDS dapat dibuat.

MANIFESTASI KLINIS
Manifestasi klinis dari infeksi HIV dapat dibagi dalam beberapa kategori, antara laian: (3) 1. Latensi Klinis (Kategori Klinis A). Meskipun pasien yang baru terinfeksi HIV mengalami masa latensi klinis selama bertahun-tahun antara infeksi HIV dan timbulnya gejala klinis AIDS, telah terbukti bahwa replikasi dan rusaknya sistem imun terjadi sejak onset infeksi. Individu terinfeksi HIV mungkin tidak merasakan tanda dan gejala infeksi HIV. Pada dewasa, fase laten ini dapat berlangsung 8 sampai 10 tahun. Tes ELISA dand Western Blot atau

KKS SMF. Ilmu Penyakit Gigi & Mulut RSUPM 2004 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati & Universitas Baiturrahmah

Donni, Joko, & Fitria.

Manifestasi Oral Infeksi HIV

immunofluorescencecassay (IFA) akan positif. Jumlah limfosit CD4+ lebih besar dari 500 cells/uL. 2. Tanda dan Gejala Awal HIV (Kategori Klinis B). Orang yang terinfeksi HIV mungkin tampak sehat selama bertahun tahun namun kemudian berbagai tanda dan gejala minor mulai muncul. Pasien akan mengalami kandidiasis, limfadenopati, karsinoma serviks, herpes zoster, dan/atau neuropati perifer. Viral load meningkat dan jumlah limfosit CD4+ turun menjadi sekitar 500 cells/uL. 3. Tanda dan Gejala Lanjut HIV (Kategori klinis C). Individu terinfeksi HIV akan mengalami berbagai infeksi yang mengancam nyawa serta keganasan. Terjadinya pneumonia oleh Pneumocystis carinii, toxoplasmosis,

cryptosporidiosis, dan infeksi oportunis lain sering dijumpai. Ia dapat pula kehilangan berat badan. Viral load terus meningkat dan jumlah limfosit CD4+ turun sampai di bawah 200 cells/uL. Berarti ia telah memenuhi definisi AIDS. 4. Penyakit HIV Parah/Advanced HIV Disease (Kategori Klinis C). Individu terinfeksi HIV terus mengalami infeksi oportunistik baru seperti

cytomegalovirus, Mycobacterium avium complex, cryptococcal meningitis, progressive multifocal leukoencephalopathy, dan penyakit lain yang muncul pada sistem imun yang telah rusak parah. Viral load sangat tinggi dan jumlah limfosit CD4 + adalah < 50 cells/uL. Kematian sudah tak terelakkan.

KKS SMF. Ilmu Penyakit Gigi & Mulut RSUPM 2004 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati & Universitas Baiturrahmah

Donni, Joko, & Fitria. 10

Manifestasi Oral Infeksi HIV

MANIFESTASI ORAL (6,7,8,9,10,11)


Infeksi akut dari infeksi HIV akan berpengaruh pada sistem limfatik, kulit, traktus gastrointestinal, traktus genitourinaria, sumsum tulang, dan saraf. Manifestasi oral infeksi HIV dapat berupa: (1) candidiasis oral yang persisten, (2) oral hairy leukoplakia, (3) herpes simpleks virus yang persisten, (4) reaktifasi virus herpes zoster, (5) ulkus aphthous dangkal. 1. Candidiasis Oral. Candidiasis oral (thrush) adalah infeksi pada mulut dan atau kerongkongan yang disebabkan oleh jamur. Candidiasis oral kadang-kadang dapat terjadi tanpa gejala, gejala yang paling umum adalah rasa tidak enak dan terbakar pada mulut serta perubahan rasa. Candidiasis oral tergolong dalan mucocutaneous candidiasis. Mucocutaneous

candidiasis pada infeksi HIV terdiri atas tiga bentuk antara lain: oropharyngeal, esophageal, dan vulvovaginal. Oropharyngeal candidiasis (OPC) adalah manifestasi yang pertama kali muncul dari infeksi HIV dan secara umum terdapat pada mayoritas penderita HIV yang tidak diobati. Pada beberapa bulan sampai tahun setelah terinfeksi virus HIV muncul infeksi oportunistik berupa orofaringeal candidiasis yang mungkin merupakan suatu tanda atau indikasi dari kehadiran/munculnya virus HIV, walaupun pada umumnya tidak mempengaruhi keadaan umum pasien. OPC secara klinis adalah penting untuk mencurigai adanya infeksi virus HIV. OPC tidak berespons dengan pengobatan atau dengan upaya peningkatan gizi (pemberian gizi yang adekuat) dan dapat menyebar ke esophagus.

KKS SMF. Ilmu Penyakit Gigi & Mulut RSUPM 2004 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati & Universitas Baiturrahmah

Donni, Joko, & Fitria. 11

Manifestasi Oral Infeksi HIV

Candidiasis persisten dengan eksudat berwarna putih yang sering disertai dengan eritematous pada mukosa. Candidiasis secara umum mudah dilihat pada palatum mole. Pada awalnya dapat pula terlihat lesi pada sepanjang perbatasan gingival. Untuk menegakkan diagnosis dilakukan pemeriksaan langsung dan akan ditemukan unsurunsur pseudohypal yang merupakan karakteristik dari candida (Candida albicans). Pada keadaan yang berat dapat melibatkan esophagus sehingga menyebabkan disfagia atau odinofagia. Gejala OPC terdiri atas rasa sakit membakar, sensasi rasa yang diubah, dan kesukaran untuk menelan cairan atau padat. Pada banyak pasien dapat asymptomatik. Kebanyakan orang dengan OPC akan menampilkan suatu pseudomembranous candidiasis (berupa plak berwarna putih pada mukosa buccal, gusi atau lidah) dan hanya sedikit orang yang menunjukkan atropik akut candidiasis (erythematous mukosa) atau hyperplastic kronis candidiasis (leukoplakia, cheilitis pada sudut mulut). 2. Oral Hairy Leukoplakia. Leukoplakia adalah suatu bercak berwarna putih pada lidah atau lapisan mulut (di dalam pipi, atap, atau dasar mulut). Leukoplakia mungkin disebabkan oleh iritasi berulang pada bagian dalam mulut. Merokok dan mengkomsumsi alkohol akan meningkatkan risiko leukoplakia. Oral hairy leukoplakia adalah suatu bentuk leukoplakia yang hanya terdapat pada individu HIV positif. Pada oral hairy leukoplakia tampak sebagai lesi filamen-filamen berwarna putih yang biasanya terdapat sepanjang garis lateral lidah. Oral hairy leukoplakia biasanya berkaitan dengan infeksi Epstein-Barr Virus (EBV). Keadaan ini sangat wajar terjadi karena pada penderita HIV terjadi kemunduran sistem imun yang
KKS SMF. Ilmu Penyakit Gigi & Mulut RSUPM 2004 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati & Universitas Baiturrahmah Donni, Joko, & Fitria. 12

Manifestasi Oral Infeksi HIV

biasanya terjadi pada pasien dengan 200 500 CD4 + sell/mL. Sehingga pada penderita HIV dan AIDS sangat sensitif untuk memperoleh penyakit ini. Pada beberapa kasus, leukoplakia dapat berkembang menjadi kanker. Keadaan ini mungkin menyerupai suatu candidiasis oral yang juga berhubungan dengan infeksi HIV dan AIDS. Hairy leukoplakia mungkin merupakan salah satu tanda pertama dari infeksi HIV. 3. Herpes Simpleks. Lesi akibat virus herpes simpleks. Pada umumnya lesi tersebut terdapat pada mulut dan genitalia, tetapi dapat juga terdapat pada perianal dan periinguinal. Lesi herpetik tampak menyerupai garis bergerombol berupa vesikel dengan dasar yang eritematous. Dengan ditemukannya (herpes simpleks virus) HSV pada lesi mencerminkan buruknya sistem kekebalan pasien karena infeksi virus HIV. 4. Herpes Zoster. Reaktifasi kembali herpes zoster: Pada pengamatan terhadap pasien yang terinfeksi virus HIV, terdapat 10 20 % yang menderita ini. Penyakit ini biasanya terjadi oleh karena kemunduran sistem imun dan sering merupakan tanda klinik yang muncul pertama kali akibat keadaan defisiensi imun. Reaktifasi kembali herpes zoster yang merupakan kelanjutan dari infeksi varicella zoster virus (VZV) berupa lesi yang meluas pada beberapa dermatom. 5. Ulkus Aphtous. Ulkus aphtous yang dangkal dan terasa sakit pada umumnya terdapat pada bagian posterior orofaring. Ini terjadi pada 10 20 % penderitan yang terinfeksi HIV. Etiologi

KKS SMF. Ilmu Penyakit Gigi & Mulut RSUPM 2004 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati & Universitas Baiturrahmah

Donni, Joko, & Fitria. 13

Manifestasi Oral Infeksi HIV

dari ulkus ini belum diketahui, ulkus ini akan memberi keluhan sakit atau nyeri hebat dan dapat menyebabkan disfagia jika tidak ditangani.

DIAGNOSIS (1,2)
1. Diagnosis dini infeksi HIV Diagnosis dini ditegakkan melalui pemeriksaan laboratorium dengan petunjuk gejala klinis atau adanya perilaku berisiko tinggi. Untuk diagnosis HIV, yang lazim dipakai adalah ELISA, Western blot, dan PCR. 2. Diagnosis AIDS AIDS merupakan stadium akhir infeksi HIV. Pasien dinyatakan sebagai penderita AIDS bila dalam perkembangan infeksi HIV selanjutnya menunjukkan infeksi dan kanker oportunistik yang mengancam jiwa penderita. Selain itu, termasuk juga ensefalopati, sindrom kelelahan yang berkaitan dengan AIDS dan hitungan CD4 < 200/mm3.

PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan AIDS terdiri atas terapi medikamentosa dan nonmedikamentosa, antara lain: (2) 1. Medikamentosa. Peningkatan survival pada pasien dengan manifestasi klinis dapat dicapai dengan diagnosis dini, pemberian zidovudin, pengobatan komplikasi, serta penggunaan antibiotik sebagai profilaksis secara luas, khususnya untuk pneumonia karena P. carinii.

KKS SMF. Ilmu Penyakit Gigi & Mulut RSUPM 2004 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati & Universitas Baiturrahmah

Donni, Joko, & Fitria. 14

Manifestasi Oral Infeksi HIV

a. Infeksi dini. Zidovudin (ZDV) Zidovudin merupakan analog nukleosida yang telah terbukti menurunkan angka kematian, insidens infeksi oportunistik, dan gejala-gejala umum pada penderita AIDS yang telah muncul gejala. Dosis yang diberikan adalah 500 600 mg/hari, pemberian 100 mg/4jam sewaktu penderita terjaga. Didanosin (DDI) Didanosin digunakan bila penderita tidak toleran terhadap ZDN, atau sebagai pengganti bila ZDV sudah amat lama digunakan, atau bila pengobatan dengan ZDV tidak menunjukkan hasil. Dosis 2 x 100 mg/12 jam (BB < 60 kg) atau 2 x 125 mg/12 jam(BB > 60 kg). b. Profilaksis Indikasi pemberian profilaksis untuk PCP (Pneumocystis carinii pneumoniae) adalah bila CD4 < 200/mm3, terdapat candidiasis oral yang berlangsung lebih dari 2 minggu, atau pernah mengalami infeksi PCP di masa lalu. Sedangkan profilaksis pada tuberculosis diberikan jika tes kulit PPD 5 mm dengan indurasi. c. Stadium Lanjut Pada stadium ini banyak yang dapat terjadi, umumnya infeksi oportunistik yang mengancam jiwa. Oleh karena itu diperlukan penanganan multidisipliner. Obat yang dapat diberikan adalah ZDV dengan dosis awal 1000 mg/hari dalam 4 5 kali pemberian (BB: 70 kg).

KKS SMF. Ilmu Penyakit Gigi & Mulut RSUPM 2004 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati & Universitas Baiturrahmah

Donni, Joko, & Fitria. 15

Manifestasi Oral Infeksi HIV

d. Pada fase terminal, yakni penyakit sudah tidak teratasi, pengobatan yang diberikan hanya simtomatik dengan tujuan pasien merasa cukup enak, bebas dari rasa mual dan sesak, mengatasi infeksi yang ada, dan mengurangi rasa cemas. 2. Nonmedikamentosa Upaya pencegahan merupakan cara yang paling tepat untuk menurunkan insidens penyakit ini, cara-cara yang dapat dilakukan sebagai berikut: Pendidikan kepada kelompok yang berisiko tinggi terkena AIDS. Anjuran bagi yang telah terinfeksi virus ini untuk tida menyumbangkan darah, organ atau cairan semen, dan mengubah kebiasaan seksualnya guna mencegah terjadinya penularan. Skrining darah donor terhadap adanya antibody HIV.

KKS SMF. Ilmu Penyakit Gigi & Mulut RSUPM 2004 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati & Universitas Baiturrahmah

Donni, Joko, & Fitria. 16

Manifestasi Oral Infeksi HIV

DAFTAR RUJUKAN

1. Budimulja U. AIDS. Dalam: Djuanda A. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi Ketiga. Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. 1999; 401 5. 2. Mansjoer A., Suprohaita, Wardhani WI., Setiowulan W., AIDS. Dalam: Kapita Selekta Kedokteran. Edisi Ketiga Jilid 2. Penerbit Media Aeskulapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. 2000; 162 6. 3. 4. Http://www.info@infeksi.com. Http://www.certi.org/CMA/training/module1-5-indonesian/Modul1HIV.htm.

5. Http://www.kesrepro.info. 6. Lopez FA., Talavera F., John JF., Mylonakis E., Cunha BA. In:

Http://www.emedicine.com/search/Early_Symptomatic_HIV_Infection Last_Updated: November 4, 2002. 7. Http://www.mayoclinic.com/search/oral_thrush. 8. Http://hivinsite.ucsf.edu/InSite.jsp?page=kb-05-02-03. 9. http://www.projinf.org/fs/candida.html. 10. http://www.symptomtracker.com/page1331.htm. 11. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001046.htm.

KKS SMF. Ilmu Penyakit Gigi & Mulut RSUPM 2004 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati & Universitas Baiturrahmah

Donni, Joko, & Fitria. 17

Manifestasi Oral Infeksi HIV

KATA PENGANTAR

Dengan rasa syukur dan hati lega, Penulis telah selesai menyusun paper ini guna memenuhi persyaratan mengakhiri Kepanitraan Klinik Senior di Bagian Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut RSU. Dr. Pirngadi Medan dengan judul Manifestasi Oral Infeksi HIV. Pada kesempatan ini tidak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada pembimbing, yaitu Drg. Tulus Pasaribu, Sp.BM. atas bimbingan dan arahannya selama mengikuti Kepaniteraan Klinik Senior di Bagian Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut RSU Dr. Pirngadi Medan serta dalam penyusunan paper ini. Bahwasanya hasil usaha penyusunan paper ini masih banyak kekurangannya, tidaklah mengherankan karena keterbatasan pengetahuan yang ada pada penulis. Kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan, guna perbaikan penyusunan paper lain di kemudian kesempatan. Harapan penulis semoga paper ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan serta dapat menjadi arahan dalam mengimplementasikan Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut dalam klinik dan masyarakat.

Medan, Agustus 2004

Penulis

KKS SMF. Ilmu Penyakit Gigi & Mulut RSUPM 2004 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati & Universitas Baiturrahmah

Donni, Joko, & Fitria. 18

Manifestasi Oral Infeksi HIV

DAFTAR ISI

Halaman Kata Pengantar . Daftar Isi .. Pendahuluan . Definisi . Etiologi . Patogenesis Manifestasi Klinis Manifestasi Oral . Diagnosis .. Penatalaksanaan .. Daftar Rujukan . i ii 1 3 4 5 8 10 13 13 16

KKS SMF. Ilmu Penyakit Gigi & Mulut RSUPM 2004 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati & Universitas Baiturrahmah

Donni, Joko, & Fitria. 19

ii