Anda di halaman 1dari 7

Nama : Nim :

Jenis Lekosit Granulosit : Lekosit yang di dalam sitoplasmanya memiliki butir-butir kasar (granula). Jenisnya adalah eosinofil, basofil dan netrofil. Lekosit yang sitoplasmanya tidak memiliki granola. Jenisnya adalah limfosit dan monosit. mengandung granola berwama merah (Warna Eosin)disebut juga Asidofil. Berfungsi pada reaksi alergi (terutama infeksi cacing). mengandung granula berwarna biru (Warna Basa).Berfungsi pada reaksi alergi. (ada dua jenis sel yaitu Netrofil Batang dan Netrofil Segmen). Disebut juga sebagai sel-sel PMN (Poly Morpho Nuclear). Berfungsi sebagai fagosit. (ada dua jenis sel yaitu sel T dan sel B). Keduanya berfungsi untuk menyelenggarakan imunitas (kekebalan) tubuh. sel T4 imunitas seluler sel B4 imunitas humoral merupakan lekosit dengan ukuran paling besar

Agranulosit Eosinofil Basofil Netrofil

: : : :

Limfosit

Monosit

Diff count / Hitung Jenis Leukosit : Basofil : 0 1 (%) /Eosinofil : 1 3 (%)/Neutrofil Batang : 2 6 (%)/Neutrofil Segmen : 50 70 (%)/Limfosit : 20 40 (%)/Monosit : 2 8 (%) 1. Basofil : diameter: 9 12 mikron, nukleus: tak lebih dari 2 lobus, sitoplasma: penuh dengan granula basofilik, granula tidak sama besar, letak tidak teratur, mengimpit inti sehingga batas nukleus & sitoplasma tak jelas

2. Eosinofil : diameter: 10-15 mikron, nukleus: 2 lobus, biasanya > nukleus neutrofil, kromatin kurang basofilik, sitoplasma: penuh dg granula eosinofilik, granulanya besar-besar, sama besar, letak tidak teratur, tidak ada yang mengimpit inti.

3. Neutrofil Batang : diameter: 9 -16 mikron, nukleus: berlekuk, kromatin kasar, sitoplasma: banyak dengan granula spesifik

4. Neutrofil Segmen : diameter: 9-15 mikron , nukleus: 2 -5 lobus ( bgn terkecil < 1/3 bgn terlebar), kromatin kasar, warna biru keunguan , sitoplasma: banyak, granula halus, berwarna pucat dg pengecatan wright

5. Limfosit : bentuk: bulat, kadang-kadang oval , warna sitoplasma: biru, granularitas: tidak ada , bentuk inti: bulat atau agak oval, tipe kromatin: homogen, padat , Rasio inti/sitoplasma: tinggi atau sangat tinggi , Nukleolus: tidak terlihat, kadang-kadang hampir tidak terlihat , satu nukleolus kecil

6. Monosit : Ukuran: 15 - 25 m , Bentuk: bulat, oval atau tidak teratur , Warna sitoplasma: abu-abu biru, Granularitas: tidak ada atau sedikit granul azurofilik halus, Bentuk inti: biasanya tidak teratur , Tipe kromatin: kromatin kasar, berkelompok , Rasio inti/sitoplasma: sedang atau rendah , Nukleolus: tak terlihat

Hasil Pemeriksaan KOH : 1. Jamur candida ditemukan pseudo hifa (ex: vulvovaginitis et causa candidiasis)

2. Jamur Trichophyton concentricum tinea

Tinea, KOH: Tampak hifa dan spora (mikrokonidia)

3. Jamur Malazessia furfur ptyriasis vesikolor, Secara mikroskopik ditemukan hifa pendek pendek dan spora bergerombol (gambaran Spaghetty and meat balls)

4. Cladosporium werneckii Tinea NIGRA PALMARIS

Hasil pemeriksaan Gram :

Gram positif : violet (biru) Gram negatif : merah (red)\ 1. Staphylococcus aureus (gram positif)

2. Pseudomonas putida (gram negatif)

3. Neisseria gonorrhoeae

Pemeriksaan Tzank : 1. Cytopathic effect caused by VZV (Varicella Zoster Virus) in cell culture.

2. Herpes zoozter