P. 1
Angkatan Balai Pustaka

Angkatan Balai Pustaka

|Views: 213|Likes:
Dipublikasikan oleh baruna123
angkatan bali pustaka
angkatan bali pustaka

More info:

Published by: baruna123 on Aug 13, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2015

pdf

text

original

Angkatan Balai Pustaka

Abdul Muis sastrawan Indonesia Angkatan Balai Pustaka Angkatan Balai Pusataka merupakan karya sastra di Indonesia yang terbit sejak tahun 1920, yang dikeluarkan oleh penerbit Balai Pustaka. Prosa (roman, novel, cerita pendek dan drama) dan puisi mulai menggantikan kedudukan syair, pantun, gurindam dan hikayat dalam khazanah sastra di Indonesia pada masa ini. Balai Pustaka didirikan pada masa itu untuk mencegah pengaruh buruk dari bacaan cabul dan liar yang dihasilkan oleh sastra Melayu Rendah yang banyak menyoroti kehidupan pernyaian (cabul) dan dianggap memiliki misi politis (liar). Balai Pustaka menerbitkan karya dalam tiga bahasa yaitu bahasa Melayu-Tinggi, bahasa Jawa dan bahasa Sunda; dan dalam jumlah terbatas dalam bahasa Bali, bahasa Batak, dan bahasa Madura. Nur Sutan Iskandar dapat disebut sebagai "Raja Angkatan Balai Pustaka" oleh sebab banyak karya tulisnya pada masa tersebut. Apabila dilihat daerah asal kelahiran para pengarang, dapatlah dikatakan bahwa novel-novel Indonesia yang terbit pada angkatan ini adalah "novel Sumatera", dengan Minangkabau sebagai titik pusatnya.[2] Pada masa ini, novel Siti Nurbaya dan Salah Asuhan menjadi karya yang cukup penting. Keduanya menampilkan kritik tajam terhadap adat-istiadat dan tradisi kolot yang membelenggu. Dalam perkembangannya, tema-teman inilah yang banyak diikuti oleh penulis-penulis lainnya pada masa itu. Penulis dan Karya Sastra Angkatan Balai Pustaka:

Merari Siregar
• • •

Azab dan Sengsara (1920) Binasa kerna Gadis Priangan (1931) Cinta dan Hawa Nafsu

Tumpah Darahku (1928) Kalau Dewi Tara Sudah Berkata Ken Arok dan Ken Dedes (1934) • Nur Sutan Iskandar • • • • • • • Apa Dayaku karena Aku Seorang Perempuan (1923) Cinta yang Membawa Maut (1926) Salah Pilih (1928) Karena Mentua (1932) Tuba Dibalas dengan Susu (1933) Hulubalang Raja (1934) Katak Hendak Menjadi Lembu (1935) • Tulis Sutan Sati • • • • Tak Disangka (1923) Sengsara Membawa Nikmat (1928) Tak Membalas Guna (1932) Memutuskan Pertalian (1932) • Djamaluddin Adinegoro • • Darah Muda (1927) Asmara Jaya (1928) .• Marah Roesli • • • Siti Nurbaya (1922) La Hami (1924) Anak dan Kemenakan (1956) • Muhammad Yamin • • • • Tanah Air (1922) Indonesia.

menjadi salah satu novel yang sering diulas oleh para kritikus sastra Indonesia.1942). Masa ini ada dua kelompok sastrawan Pujangga baru yaitu : . nasionalistik dan elitis. Pada masa itu. beserta Amir Hamzah dan Armijn Pane. terbit pula majalah Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisjahbana. terutama terhadap karya sastra yang menyangkut rasa nasionalisme dan kesadaran kebangsaan. dipelopori oleh Sutan Takdir Alisyahbana. Selain Layar Terkembang. Karya sastra di Indonesia setelah zaman Balai Pustaka (tahun 1930 .• Abas Soetan Pamoentjak • Pertemuan (1927) • Abdul Muis • • Salah Asuhan (1928) Pertemuan Djodoh (1933) • Aman Datuk Madjoindo • • • Menebus Dosa (1932) Si Cebol Rindukan Bulan (1934) Sampaikan Salamku Kepadanya (1935) [sunting] Pujangga Baru Sutan Takdir Alisjahbana pelopor Pujangga Baru Pujangga Baru muncul sebagai reaksi atas banyaknya sensor yang dilakukan oleh Balai Pustaka terhadap karya tulis sastrawan pada masa tersebut. pada periode ini novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck dan Kalau Tak Untung menjadi karya penting sebelum perang. Karyanya Layar Terkembang. Sastra Pujangga Baru adalah sastra intelektual.

kumpulan cerpen (1953) • • • Rindoe Dendam (1934) Fatimah Hasan Delais o Kehilangan Mestika (1935) o Said Daeng Muntu o o Pembalasan Karena Kerendahan Boedi (1941) o • Sanusi Pane o Karim Halim o Pancaran Cinta (1926) Palawija (1944) . Armijn Pane dan Rustam Effendi. Kelompok "Seni untuk Pembangunan Masyarakat" yang dimotori oleh Sutan Takdir Alisjahbana. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Pujangga Baru • Sutan Takdir Alisjahbana o o • Roestam Effendi o Dian Tak Kunjung Padam (1932) Tebaran Mega .1.Tatengkeng o Belenggu (1940) Jiwa Berjiwa Gamelan Djiwa . Kelompok "Seni untuk Seni" yang dimotori oleh Sanusi Pane dan Tengku Amir Hamzah 2.sandiwara (1950) Kisah Antara Manusia .kumpulan sajak (1960) Djinak-djinak Merpati .kumpulan sajak (1935) Layar Terkembang (1936) Anak Perawan di Sarang Penyamun (1940) • Bebasari: toneel dalam 3 pertundjukan Pertjikan Permenungan o o o Sariamin Ismail o o Kalau Tak Untung (1933) Pengaruh Keadaan (1937) • Hamka o o Di Bawah Lindungan Ka'bah (1938) Tenggelamnya Kapal van der Wijck (1939) Tuan Direktur (1950) Didalam Lembah Kehidoepan (1940) • Anak Agung Pandji Tisna o Ni Rawit Ceti Penjual Orang (1935) Sukreni Gadis Bali (1936) I Swasta Setahun di Bedahulu (1938) o o o o • Armijn Pane o o o • J.E.

[sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1945 . Karya-karya sastra pada angkatan ini banyak bercerita tentang perjuangan merebut kemerdekaan seperti halnya puisi-puisi Chairil Anwar. Selain Tiga Manguak Takdir. Konsep ini menyatakan bahwa para sastrawan angkatan '45 ingin bebas berkarya sesuai alam kemerdekaan dan hati nurani. Karya sastra angkatan ini lebih realistik dibanding karya Angkatan Pujangga baru yang romantik-idealistik. Sastrawan angkatan '45 memiliki konsep seni yang diberi judul "Surat Kepercayaan Gelanggang". pada periode ini cerpen Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma dan Atheis dianggap sebagai karya pembaharuan prosa Indonesia.o o o o • Puspa Mega (1927) Madah Kelana (1931) Sandhyakala Ning Majapahit (1933) Kertajaya (1932) Tengku Amir Hamzah o o o Nyanyi Sunyi (1937) Begawat Gita (1933) Setanggi Timur (1939) [sunting] Angkatan 1945 Chairil Anwar pelopor Angkatan 1945 Pengalaman hidup dan gejolak sosial-politik-budaya telah mewarnai karya sastrawan Angkatan '45.

1960-an . o o o Kasih Ta' Terlarai (1961) Mentjari Pentjuri Anak Perawan (1957) Pertjobaan Setia (1940) [sunting] Angkatan 1950 .drama satu babak (1962) • Suman Hs. Mihardja o Atheis (1949) • Trisno Sumardjo o Katahati dan Perbuatan (1952) • Utuy Tatang Sontani o o o Suling (drama) (1948) Tambera (1949) Awal dan Mira . bersama Rivai Apin dan Chairil Anwar o Tiga Menguak Takdir (1950) • Idrus o o o Dari Ave Maria ke Djalan Lain ke Roma (1948) Aki (1949) Perempuan dan Kebangsaan • Achdiat K.• Chairil Anwar o Kerikil Tajam (1949) o Deru Campur Debu (1949) • Asrul Sani.

Dini . Rendra o Balada Orang-orang Tercinta (1957) Empat Kumpulan Sajak (1961) o • Nh. Timbullah perpecahan dan polemik yang berkepanjangan di antara kalangan sastrawan di Indonesia pada awal tahun 1960.kumpulan sajak 19501955 (1958) Ramadhan K. Majalah tersebut bertahan sampai tahun 1956 dan diteruskan dengan majalah sastra lainnya.1960-an • Pramoedya Ananta Toer o o o o o o o o • Toto Sudarto Bachtiar o o Kranji dan Bekasi Jatuh (1947) Bukan Pasar Malam (1951) Di Tepi Kali Bekasi (1951) Keluarga Gerilya (1951) Mereka yang Dilumpuhkan (1951) Perburuan (1950) Cerita dari Blora (1952) Gadis Pantai (1965) • • Etsa sajak-sajak (1956) Suara . Sastra. Ciri angkatan ini adalah karya sastra yang didominasi dengan cerita pendek dan kumpulan puisi. menyebabkan mandegnya perkembangan sastra karena masuk kedalam politik praktis dan berakhir pada tahun 1965 dengan pecahnya G30S di Indonesia.H o Priangan si Jelita (1956) W.B.S. Pada angkatan ini muncul gerakan komunis dikalangan sastrawan. yang bergabung dalam Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra) yang berkonsep sastra realisme-sosialis. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1950 .Pramoedya Ananta Toer novelis generasi 1950-1960 Angkatan 50-an ditandai dengan terbitnya majalah sastra Kisah asuhan H. Jassin.

o o • Dua Dunia (1950) Hati jang Damai (1960) Sitor Situmorang o o Dalam Sadjak (1950) Djalan Mutiara: kumpulan tiga sandiwara (1954) Pertempuran dan Saldju di Paris (1956) Surat Kertas Hidjau: kumpulan sadjak (1953) Wadjah Tak Bernama: kumpulan sadjak (1955) • • o Ia Sudah Bertualang (1963) Subagio Sastrowardojo o o Simphoni (1957) • Nugroho Notosusanto o o o o Hujan Kepagian (1958) Rasa Sajangé (1961) Tiga Kota (1959) o • Mochtar Lubis o o o o Trisnojuwono o o o Tak Ada Esok (1950) Jalan Tak Ada Ujung (1952) Tanah Gersang (1964) Si Djamal (1964) • Angin Laut (1958) Dimedan Perang (1962) Laki-laki dan Mesiu (1951) Toha Mochtar o o • Marius Ramis Dayoh o o Pulang (1958) Gugurnya Komandan Gerilya (1962) Daerah Tak Bertuan (1963) Putra Budiman (1951) Pahlawan Minahasa (1957) • Ajip Rosidi o o o o • Tahun-tahun Kematian (1955) Ditengah Keluarga (1956) Sebuah Rumah Buat Hari Tua (1957) Cari Muatan (1959) Pertemuan Kembali (1961) Purnawan Tjondronagaro o Mendarat Kembali (1962) • Bokor Hutasuhut o Datang Malam (1963) o o • Ali Akbar Navis .

dan absurd. Goenawan Mohamad. arus kesadaran. H.o Robohnya Surau Kami . Penerbit Pustaka Jaya sangat banyak membantu dalam menerbitkan karya-karya sastra pada masa ini.[3] Semangat avant-garde sangat menonjol pada angkatan ini. Wing Kardjo. Sapardi Djoko Damono dan Satyagraha Hoerip Soeprobo dan termasuk paus sastra Indonesia. Beberapa satrawan pada angkatan ini antara lain: Umar Kayam.8 cerita pendek pilihan (1955) Bianglala . Sastrawan pada angkatan 1950-an yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah Motinggo Busye. Budi Darma. Wisran Hadi. Leon Agusta.1970-an Taufik Ismail sastrawan Angkatan 1966 Angkatan ini ditandai dengan terbitnya Horison (majalah sastra) pimpinan Mochtar Lubis. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1966 • Taufik Ismail o o o • Djamil Suherman o o Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia Tirani dan Benteng Buku Tamu Musim Perjuangan Perjalanan ke Akhirat (1962) Manifestasi (1963) . Hamsad Rangkuti. Bur Rasuanto. Arifin C. Putu Wijaya. Banyak karya sastra pada angkatan ini yang sangat beragam dalam aliran sastra dengan munculnya karya sastra beraliran surealistik.kumpulan cerita pendek (1963) Hujan Panas (1964) Kemarau (1967) o o o [sunting] Angkatan 1966 . Jassin. Arief Budiman. Noer. Ikranegara. Djamil Suherman. Goenawan Mohamad. Taufik Ismail. arketip.B. dan banyak lagi yang lainnya. Purnawan Tjondronegoro. Darmanto Jatman.

dan Kita (1980) • • M. Hotel.A Salmoen o o • Masa Bergolak (1968) Umar Kayam o Parakitri Tahi Simbolon o Seribu Kunang-kunang di Manhattan Sri Sumarah dan Bawuk Lebaran di Karet • Ibu (1969) o o Chairul Harun o Warisan (1979) . Sastra.o o o o • Sajak Ladang Jagung Kenalkan Saya Hewan Puisi-puisi Langit • Titis Basino o Dia. Surat Keputusan (1963) Lesbian (1976) Bukan Rumahku (1976) Pelabuhan Hati (1978) Pelabuhan Hati (1978) o o o o • Sutardji Calzoum Bachri o o o O Amuk Kapak Leon Agusta o o o • Abdul Hadi WM o o Monumen Safari (1966) Catatan Putih (1975) Di Bawah Bayangan Sang Kekasih (1978) Hukla (1979) Meditasi (1976) Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975) Tergantung Pada Angin (1977) • o • o Sapardi Djoko Damono o o Iwan Simatupang o o o o o o Dukamu Abadi (1969) Mata Pisau (1974) Ziarah (1968) Kering (1972) Merahnya Merah (1968) Keong (1975) RT Nol/RW Nol Tegak Lurus Dengan Langit • Goenawan Mohamad o o o Parikesit (1969) Interlude (1971) Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin Kundang (1972) Seks.

Balfas o Danarto o o o Godlob Adam Makrifat Berhala • • Lingkaran-lingkaran Retak (1978) Mahbub Djunaidi o Dari Hari ke Hari (1975) • Nasjah Djamin o o Wildan Yatim o Hilanglah si Anak Hilang (1963) Gairah untuk Hidup dan untuk Mati (1968) • Pergolakan (1974) Harijadi S.1990an .o o o o • Pada Suatu Saat di Bandar Sangging Kelir Tanpa Batas Para Priyayi Jalan Menikung • • Kuntowijoyo o Khotbah di Atas Bukit (1976) M. Hartowardojo o • Putu Wijaya o Perjanjian dengan Maut (1976) Bila Malam Bertambah Malam (1971) Telegram (1973) Stasiun (1977) Pabrik Gres Bom • Ismail Marahimin o o o o o o Dan Perang Pun Usai (1979) • Wisran Hadi o o Empat Orang Melayu Jalan Lurus [sunting] Angkatan 1980 .

di mana tokoh utama biasanya mempunyai konflik dengan pemikiran timur. Micky Hidayat. dan Hati Yang Damai. Noor Aini Cahya Khairani. Pipiet Senja. Kurniawan Junaidi. Tarman Effendi Tarsyad. Bertolak belakang dengan novel-novel Balai Pustaka yang masih dipengaruhi oleh sastra Eropa abad ke-19 dimana tokoh utama selalu dimatikan untuk menonjolkan rasa romantisme dan idealisme. Noorca Mahendra. Pada umumnya. Seno Gumira Ajidarma. Arifin Noor Hasby. Ahmad Fahrawie. Mira W dan Marga T adalah dua sastrawan wanita Indonesia yang menonjol dengan fiksi romantis yang menjadi ciri-ciri novel mereka. Beberapa sastrawan yang dapat mewakili angkatan dekade 1980-an ini antara lain adalah: Remy Sylado. karya-karya pada era 1980-an biasanya selalu mengalahkan peran antagonisnya.Hilman Hariwijaya penulis cerita remaja pada dekade 1980 dan 1990 Karya sastra di Indonesia pada kurun waktu setelah tahun 1980. dan Tajuddin Noor Ganie. La Barka. Yudistira Ardinugraha. Dini (Nurhayati Dini) adalah sastrawan wanita Indonesia lain yang menonjol pada dekade 1980-an dengan beberapa karyanya antara lain: Pada Sebuah Kapal. Karya sastra Indonesia pada masa angkatan ini tersebar luas diberbagai majalah dan penerbitan umum. dengan sastrawan wanita yang menonjol pada masa tersebut yaitu Marga T. Salah satu ciri khas yang menonjol pada novelnovel yang ditulisnya adalah kuatnya pengaruh dari budaya barat. Namaku Hiroko. tokoh utama dalam novel mereka adalah wanita. ditandai dengan banyaknya roman percintaan. . Pertemuan Dua Hati. Nh.

[sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1980 . Lastri Fardhani. Yvonne de Fretes. antara lain: La Rose. Ada nama-nama terkenal muncul dari komunitas Wanita Penulis Indonesia yang dikomandani Titie Said. dan Oka Rusmini. Diah Hadaning.B Mangunwijaya o Burung-burung Manyar (1981) • Darman Moenir o o Bako (1983) Dendang (1988) • Budi Darma o o Olenka (1983) Rafilus (1988) • Sindhunata o Anak Bajang Menggiring Angin (1984) • Arswendo Atmowiloto o Canting (1986) • Hilman Hariwijaya o Lupus .Namun yang tak boleh dilupakan. pada era 1980-an ini juga tumbuh sastra yang beraliran pop.1990an • Ahmadun Yosi Herfanda o Ladang Hijau (1980) o o o o Sajak Penari (1990) Sebelum Tertawa Dilarang (1997) Fragmen-fragmen Kekalahan (1997) Sembahyang Rumputan (1997) • Y. yaitu lahirnya sejumlah novel populer yang dipelopori oleh Hilman Hariwijaya dengan serial Lupusnya.28 novel (1986-2007) . Justru dari kemasan yang ngepop inilah diyakini tumbuh generasi gemar baca yang kemudian tertarik membaca karya-karya yang lebih berat.

11 novel (1995-2005) Dorothea Rosa Herliany o o o o o Nyanyian Gaduh (1987) Matahari yang Mengalir (1990) Kepompong Sunyi (1993) Nikah Ilalang (1995) Mimpi Gugur Daun Zaitun (1999) • Gustaf Rizal o o o o Segi Empat Patah Sisi (1990) Segi Tiga Lepas Kaki (1991) Ben (1992) Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta (1999) • Remy Sylado o o Ca Bau Kan (1999) Kerudung Merah Kirmizi (2002) • Afrizal Malna o o o o o o o Tonggak Puisi Indonesia Modern 4 (1987) Yang Berdiam Dalam Mikropon (1990) Cerpen-cerpen Nusantara Mutakhir (1991) Dinamika Budaya dan Politik (1991) Arsitektur Hujan (1995) Pistol Perdamaian (1996) Kalung dari Teman (1998) [sunting] Angkatan Reformasi .13 novel (1989-2003) Olga Sepatu Roda (1992) Lupus ABG .o o o • Lupus Kecil .

Berbagai pentas pembacaan sajak dan penerbitan buku antologi puisi juga didominasi sajak-sajak bertema sosial-politik. dan Hartono Benny Hidayat dengan media online: duniasastra(dot)com -nya. cerpen. penyair-penyair yang semula jauh dari tema-tema sosial politik.puisi. Ahmadun Yosi Herfanda. juga ikut meramaikan suasana dengan sajak-sajak sosial-politik mereka. Di rubrik sastra harian Republika misalnya.Seiring terjadinya pergeseran kekuasaan politik dari tangan Soeharto ke BJ Habibie lalu KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Sukarnoputri. seperti Sutardji Calzoum Bachri. yang bertema sosial-politik. selama berbulan-bulan dibuka rubrik sajak-sajak peduli bangsa atau sajak-sajak reformasi. muncul wacana tentang "Sastrawan Angkatan Reformasi". cerpen. Bahkan. khususnya seputar reformasi. dan novel -pada saat itu. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan Reformasi • Widji Thukul o Puisi Pelo o Darman [sunting] Angkatan 2000-an Andrea Hirata salah satu novelis tersukses pada dekade pertama abad ke-21 . maupun novel. seiring dengan jatuhnya Orde Baru. puisi. Sastrawan Angkatan Reformasi merefleksikan keadaan sosial dan politik yang terjadi pada akhir tahun 1990-an. Proses reformasi politik yang dimulai pada tahun 1998 banyak melatarbelakangi kelahiran karya-karya sastra -. Munculnya angkatan ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra. Acep Zamzam Noer.

Seratus lebih penyair. Jakarta pada tahun 2002. Sebuah buku tebal tentang Angkatan 2000 yang disusunnya diterbitkan oleh Gramedia.1: Akar (2002) Supernova 2. seperti Ayu Utami dan Dorothea Rosa Herliany. Korrie Layun Rampan pada tahun 2002 melempar wacana tentang lahirnya "Sastrawan Angkatan 2000". dan kritikus sastra dimasukkan Korrie ke dalam Angkatan 2000. namun tidak berhasil dikukuhkan karena tidak memiliki juru bicara. Ahmadun Yosi Herfanda dan Seno Gumira Ajidarma. Puteri dan Bintang Jatuh (2001) Supernova 2. eseis. seperti Afrizal Malna.2: Petir (2004) • Raudal Tanjung Banua o o o o Pulau Cinta di Peta Buta (2003) Ziarah bagi yang Hidup (2004) Parang Tak Berulu (2005) Gugusan Mata Ibu (2005) • Habiburrahman El Shirazy o o o Ayat-Ayat Cinta (2004) Diatas Sajadah Cinta (2004) Ketika Cinta Berbuah Surga (2005) . [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 2000 • Ayu Utami o Saman (1998) o Larung (2001) • Seno Gumira Ajidarma o o o Atas Nama Malam Sepotong Senja untuk Pacarku Biola Tak Berdawai • Dewi Lestari o o o Supernova 1: Ksatria. cerpenis. serta yang muncul pada akhir 1990-an. termasuk mereka yang sudah mulai menulis sejak 1980-an. novelis.Setelah wacana tentang lahirnya sastrawan Angkatan Reformasi muncul.

o o o o • Pudarnya Pesona Cleopatra (2005) Ketika Cinta Bertasbih 1 (2007) Ketika Cinta Bertasbih 2 (2007) Dalam Mihrab Cinta (2007) Andrea Hirata o o o o o Laskar Pelangi (2005) Sang Pemimpi (2006) Edensor (2007) Maryamah Karpov (2008) Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas (2010) • Ahmad Fuadi o o Negeri 5 Menara (2009) Ranah 3 Warna (2011) • Tosa o o Lukisan Jiwa (puisi) (2009) Melan Conis (2009) [sunting] Cybersastra Era internet memasuki komunitas sastra di Indonesia. 117.cybersastra. hlm. maupun situs pribadi. Ada beberapa situs Sastra Indonesia di dunia maya semisal : duniasatra(dot)com.C. organisasi non-profit. M. Banyak karya sastra Indonesia yang tidak dipublikasi berupa buku namun termaktub di dunia maya (Internet). [sunting] Pranala luar • • http://www. . ^ Ricklefs. London: MacMillan.net/ [sunting] Referensi 1. A History of Modern Indonesia 1200-2004. baik yang dikelola resmi oleh pemerintah.com/ (lihat link sastra) http://www. (6 Oktober 1991).sumpahpalapa.

Jakarta: Grasindo. hlm. Jakarta: Grasindo. 370. hlm. Ringkasan dan Ulasan Novel Indonesia Modern. ^ Yudiono (6 Oktober 2007). Pengantar Sejarah Sastra Indonesia. . Oyon Sofyan (6 Oktober 1991). 167. 3. ^ Mahayana.2. Maman S.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->