Anda di halaman 1dari 11

Model Quantity Order Ekonomis (EOQ) Dan Inventory Safety Stock

Rudini Mulya Daulay Program Teknik Industri, Fakultas TeknikUniversitas Mercu Buana 2010 email: rudinimenteri@gmail.com

Abstrak

1. MODEL STATIS ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) Model quantity order ekonomis (economic order quantity, EOQ) adalah salah satu teknik pengendalian inventory yang paling dikenal secara luas. Teknik ini secara relatif mudah untuk digunakan tetapi didasarkan pada beberapa asumsi : Hanya satu item barang (produk) yang diperhitungkan. Demand diketahui, tetap, dan independent. Lead time (ancang-ancang) yaitu waktu antara ordering dan penerimaan order diketahui dan konstan. Barang yang dipesan diasumsikan dapat segera tersedia (instantaneously) atau tingkat produksi (production rate) barang yang dipesan berlimpah (tak terhingga). Penerimaan inventory bersifat seketika dan lengkap. Dengan kata lain, inventory dari sebuah order tiba dalam satu batch sekaligus. Setiap order diterima dalam sekali pengiriman dan langsung dapat digunakan. Biaya variabel yang ada hanyalah biaya pengaturan atau ordering (setup cost) dan holding cost atau menyimpan inventory dari waktu ke waktu (holding cost atau penggudangan). Kosongnya inventory (kekurangan) dapat dihindari sepenuhnya jika ordering dilakukan pada waktu yang tepat. Tidak ada order ulang (back order) karena kehabisan inventory (shortage). Tidak ada diskon untuk jumlah pembelian yang banyak ( quantity discount).

13

Production Planning and Control [PPC]) Rudini Mulya Daulay

Teknik Industri Universitas Mercu Buana 2010

Tujuan model tersebut adalah untuk menentukan jumlah ekonomis setiap kali ordering (EOQ) sehingga meminimasi biaya total inventory di mana : Biaya Total inventory = Ordering Cost + Holding Cost + Purchasing Cost Parameter-parameter yang dipakai dalam metode tersebut adalah : D = jumlah kebutuhan barang selama satu periode (misalnya: 1 tahun) S = ordering cost setiap kali pesan H = holding cost per-satuan nilai inventory per-satuan waktu c = purchasing cost per-satuan nilai inventory t = waktu antara satu ordering ke ordering berikutnya

Gambar Model Inventory EOQ sederhana Sejumlah Q unit barang dipesan secara periodik. Order point merupakan saat siklus persediaan (inventory cycle) yang baru dimulai dan yang lama berakhir karena pesanan diterima. Setiap siklus persediaan berlangsung selama siklus waktu t, artinya setiap t hari (atau mingguan, bulanan dsb) dilakukan pemsanan kembali. Lamanya t sama dengan proporsi kebutuhan satu perioda (D) yang dapat dipenuhi oleh Q, sehingga dapat ditulis t = Q/D. Gradien negatif Dt (-Dt) dapat dipakai untuk menunjukkan jumlah persediaan dari waktu ke waktu. Karena barang yang dipesan diasumsikan dapat segera tersedia (instaneously), maka setiap siklus persediaan dapat dilukiskan dalam bentuk segitiga dengan alas t dan tinggi Q. Tujuan secara matematis model tersebut dimulai dengan komponen biaya ordering cost yang bergantung kepada jumlah (frekuensi) pemesanan dalam 1 perioda, di mana frekuensi pemesanan bergantung kepada :

Jumlah kebutuhan barang selama 1 perioda (D) Jumlah setiap kali pemesanan (Q)

Dari keterangan di atas, dapat dituliskan bahwa frekuensi pemesanan = D/Q Ordering cost per-perioda = (D/Q)S

13

Production Planning and Control [PPC]) Rudini Mulya Daulay

Teknik Industri Universitas Mercu Buana 2010

Komponen biaya kedua, yaitu holding cost dipengaruhi oleh jumlah barang yang disimpan dan lamanya barang disimpan. Setiap hari jumlah barang yang disimpan akan berkurang karena dipakai/terjual, sehingga lama penyimpanan antara satu unit barang dan barang yang lain juga berbeda. Karena itu perlu diperhatikan tingkat persediaan rata-rata. Karena persediaan bergerak dari Q unit ke nol unit dengan tingkat pengurangan konstan (gradien D) selama waktu t, maka persediaan ratarata untuk setiap siklus adalah:

Q0 Q 2 2
sehingga: Holding cost per perioda = H(Q/2) Komponen biaya ketiga, yaitu purchasing cost merupakan natar kebutuhan barang selama perioda (D) dengan harga barang per-unit (c) sehingga: Purchasing cost per perioda = Dc Dengan menggabungkan ketiga komponen biaya persediaan di atas, maka: Biaya Total Persediaan (TC) = (D/Q)S + H(Q/2) + Dc Tujuan model EOQ tersebut adalah untuk menentukan nilai Q sehingga

meminimumkan biaya total persediaan. Tetapi yang perlu diperhitungkan dalam penentuan nilai Q adalah biaya-biaya yang relevan saja (Biaya Incremental). Komponen biaya ketiga, yaitu purchasing cost dapat diabaikan karena biaya tersebut akan timbul tanpa bergantung kepada frekuensi pemesanan, sehingga tujuan model EOQ tersebut dalah meminimasi biaya total persediaan dengan komponen biaya ordering cost dan holding cost saja, atau : Biaya persediaan: Incremental (TC) = (D/Q) S + H(Q/2) Jumlah pemesanan yang optimal (EOQ) secara matematis dihitung dengan mendeferensialkan persamaan tersebut terhadap Q, dan persamaan diferensial itu diberi harga nol, sehingga: TC = (D/Q) S + H (Q/2) dTC/dQ = -D/Q S + H/2 = 0 D/Q S = H/2 Q = 2DS/H
13 3 Production Planning and Control [PPC]) Rudini Mulya Daulay Teknik Industri Universitas Mercu Buana 2010

Maka : Q0 = Q* = 2DS/H Bila (Q optimal = EOQ) telah diperoleh, maka t optimal diperoleh sebagai berikut: t0 = Q0/D Besarnya TC dapat diperoleh dengan memasukkan harga Q0 sebelumnya sehingga diperoleh persamaan: TC = 2D S H Gambar berikut menunjukkan posisi titik EOQ yang membentuk kurva TC minimum. pada persamaan

Gambar Kurva TC Minimum Biaya total relevan (TC) merupakan penjumlahan 2 komponen biaya ordering cost dan holding cost, sehingga tinggi (jarak) kurva TC pada setiap titik Q merupakan hasil penjumlahan tinggi (jarak) kedua kurva komponen biaya tersebut secara tegak lurus. Ordering cost mempunyai bentuk geometris hiperbola di mana makin kecil Q, berarti makin sering pemesanan dilakukan dan makin besar biaya pemesanan yang dikeluarkan. Sebaliknya bila Q makin besar, berarti makin jarang pemesanan dialkukan dan makin kecil biaya pemesanan yang dikeluarkan. Bila digambarkan secara grafis, maka semakin besar Q, semakin menurunlah kurva ordering cost. Holding cost mempunyai bentuk garis lurus karena komponen biaya tersebut bergantung kepada tingkat persediaan rata-rata. Garis tersebut dimulai dari titik Q = 0, di mana tingkat persediaan rata-rata semakin membesar secara proporsional dengan gradien yang sama.

13

Production Planning and Control [PPC]) Rudini Mulya Daulay

Teknik Industri Universitas Mercu Buana 2010

Contoh Soal - Sharp, Inc., sebuah perusahaan yang menjual jarum suntik tanpa rasa sakit ke rumah sakit, bermaksud mengurangi biaya persediaannya dengan menentukan jumlah jarum suntik yang optimum untuk setiap pemesanan. Demand tahunan adalah 1,000 unit; setup atau ordering cost adalah $10 setiap order; dan holding cost per unit per tahun adalah $0.50. Dengan menggunakan angka ini, jumlah unit yang optimum per order dapat dihitung:

Q* Q*

2 DS H 2(1,000)(10) 40,000 200 0.50

Jumlah order yang diharapkan sepanjang tahun (N) dan waktu antar ordering yang diharapkan (T) juga dapat ditentukan,sebagai berikut :

Jumlah pesanan yang diharapkan N

Demand D Kuantitas pemesanan Q *

Waktu antar pemesanan yang diharapkan T

Jumlah hari kerja per tahun N

Contoh Soal - Dengan menggunakan data dari Sharp, Inc sebelumnya, dan menggunakan asumsi bahwa hari kerja per tahun adalah 250 hari, maka banyaknya order (N) dan waktu antara ordering yang diharapkan (T) didapatkan sebagai berikut:

Demand 1,000 5 order per tahun Kuantitas pemesanan 200

Jumlah hari kerja per tahun 250 hari kerja 50 hari antar ordering Jumlah pesanan yang diharapkan 5 pesanan

Seperti yang telah disebutkan pada awal bagian ini, biaya inventory variabel tahunan total adalah penjumlahan dari setup cost dan holding cost: Biaya tahunan total = Setup cost + Holding cost Dalam kaitannya dengan variabel dalam model, biaya total TC dapat dinyatakan sebagai

TC

D Q S H Q 2
Teknik Industri Universitas Mercu Buana 2010

13

Production Planning and Control [PPC]) Rudini Mulya Daulay

Contoh Soal - Dengan menggunakan data Sharp, Inc., sebelumnya, didapatkan biaya inventory tahunan total adalah

TC

D Q S H Q 2

1,000 200 ($10) ($0.50) 200 2 (5)($10) (100)($0.50) $50 $50 $100
Persamaan biaya inventory total juga dapat ditulis dengan memasukkan price bahan yang dibeli sebenarnya. Jika diasumsikan bahwa demand tahunan dan price setiap jarum diketahui nilainya (sebagai contoh, 1,000 injeksi setiap tahun senilai P= $10) dan biaya tahunan total harus mencakup biaya pembelian, maka :

TC

D Q S H PD Q 2

Oleh karena biaya bahan tidak bergantung pada kebijakan order tertentu, maka masih terjadi biaya bahan tahunan sebesar D x P = (1,000) ($10) = $10,000. 2. Robustness Manfaat model EOQ adalah bahwa EOQ robust. Robust berarti ia memberikan jawaban yang memuaskan meskipun terdapat beragam variasi dalam parameternya. Seperti yang telah diamati, seringkali sulit untuk menentukan ordering cost dan holding cost yang akurat. Sebagai konsekuensinya, sebuah model yang robust merupakan sebuah keberuntungan. Biaya total EOQ berubah sedikit secara minimal. Kurvanya sangat dangkal. Hal ini berarti bahwa variasi pada setup cost, holding cost, demand, atau bahkan EOQ relatif sedikit dalam biaya total. Contoh - Jika manajemen dalam contoh Sharp, Inc., meremehkan total demand tahunan sebesar 50% (misalnya demand sebenarnya 1,500 jarum bukannya 1,000 jarum) dengan menggunakan Q yang sama, maka biaya inventory tahunan hanya akan meningkat sebesar $25 ($100 dibandingkan $125), atau 25%. Inilah penyebabnya. Jika demand dalam Contoh benar-benar 1,500 jarum bukannya 1,000, tetapi manajemen menggunakan quantity order Q = 200 (yang seharusnya Q = 244.9 didasarkan pada D = 1,500), maka jumlah holding cost dan ordering meningkat 25%:

13

Production Planning and Control [PPC]) Rudini Mulya Daulay

Teknik Industri Universitas Mercu Buana 2010

Biaya tahunan

Q D S H Q 2
1,500 200 ($10) ($0.50) 200 2 $75 $50 $125

Bagaimanapun, kalau saat itu demand telah diketahui sebesar 1,500 dengan EOQ 244.9 unit, maka akan dibelanjakan $122.48, seperti ditunjukkan di bawah:

Biaya tahunan

1,500 244.9 ($10) ($0.50) 244.9 2


= 6.125 ($10) + 122.45 ($0.50) = $61.24 + $61.24 = $ 122.48

Perhatikan bahwa pembelanjaan $125.00, ditentukan dengan sebuah perkiraan demand yang pada hakikatnya salah, yaitu hanya sebesar 2% ($ 2.52/$ 122.48) yang lebih tinggi dari yang seharusnya dibayarkan jika demand dan order yang sebenarnya telah diketahui sebelumnya. Dapat disimpulkan bahwa EOQ benar-benar robust dan kesalahan yang signifikan tidak terlalu besar biayanya. Atribut model EOQ ini paling mudah digunakan karena terbatasnya kemampuan untuk meramalkan demand, holding cost, dan ordering cost secara teliti. 3. Reorder point Setelah berapa banyak order telah diputuskan, maka akan dilihat pertanyaan inventory yang kedua, kapan ordering dilakukan. Model inventory sederhana menggunakan asumsi bahwa penerimaan sebuah order bersifat seketika. Dengan kata lain, diasumsikan (1) bahwa suatu perusahaan akan menempatkan sebuah order ketika tingkat inventory untuk item tertentu tersebut mencapai nol, dan (2) bahwa ia akan menerima item yang dipesan dengan segera. Pada kondisi nyata di lapangan,

asumsi barang bersifat instantaneous sulit diterapkan karena diperlukan suatu tenggang waktu tertentu untuk mengirimkan barang yang dipesan karena mungkin produsen barang yang dipesan tidak mempunyai cukup persediaan pada saat pesanan datang. Tenggang waktu antara saat dilakukan pemesanan dengan saat barang datang disebut lead time.

13

Production Planning and Control [PPC]) Rudini Mulya Daulay

Teknik Industri Universitas Mercu Buana 2010

Saat di mana pemesanan kembali harus dilakukan agar barang yang dipesan datang tepat pada saat dibutuhkan disebut titik pemesanan kembali (reorder point = R).
Reorder point ditentukan berdasarkan 2 variabel, yaitu Lead time (L) dan tingkat kebutuhan selama lead time. Ada 2 kemungkinan Lead time (L) bila kita bandingkan dengan waktu antara satu pemesanan ke pemesanan berikut (t), yaitu: a. b. Gambar Perbandingan L dan t Untuk kondisi L < t, maka R = L x D dan untuk kondisi L > t, maka R = (L-t) x D Contoh - Permintaan harian suatu jenis barang diperkirakan 100 unit. Biaya pemesanan diketahui USD 100 setiap kali pesan. Biaya penyimpanan harian setiap unit persediaan USD 0.02. Bila diketahui lead time-nya 12 hari, tentukan EOQ dan Rnya! Jawab: L<t L>t

Diketahui:

D = USD 100 /unit/hari S = USD 100 /pesan H = USD 0.02 /unit/hari

Dari rumus Wilson, maka : EOQ = 2D S/H = (2) (100)(100)/(0.02) = 1000 unit Waktu antar pemesanan (siklus) optimal adalah : t0 = EOQ/D = 1000/100 = 10 hari karena lead time-nya 12 hari dan waktu siklus optimalnya 10 hari, maka R dilakukan pada saat tingkat persediaan = (12 10) (100) = 200 unit, yaitu 2 hari sebelum persediaan baru datang. Hal tersebut membutuhkan bahwa bila L > t, maka efektif lead time-nya L-t.
13 Production Planning and Control [PPC]) Rudini Mulya Daulay Teknik Industri Universitas Mercu Buana 2010

Gambar Kondisi Grafis Contoh Keterangan: 12 hari sebelum beroperasi, perusahaan memesan barang untuk kebutuhan siklus pertama dan 2 hari sebelum beroperasi, perusahaan memesan barang lagi untuk kebutuhan siklus berikutnya. Contoh - Suatu perusahaan membutuhkan bahan baku sebanyak 6400 unit setahun dengan harga per unit USD 10. Biaya-biaya yang terlibat dalam pembelian bahan baku tersebut dicatat sebagai berikut : Biaya pengiriman USD 10 Biaya pemeriksaan bahan baku yang datang USD 70 Biaya administrasi USD 20 Biaya untuk menyelesaikan pemesanan USD 20 Biaya penyimpanan di gudang 20% dari nilai rata-rata barang yang dibeli Biaya modal 10% dari modal rata-rata yang tertanam dalam persediaan Dari rata-rata di atas, tentukan :
a. EOQ dan frekuensi pemesanan dalam 1 tahun b. R, bila diketahui lead time pengadaan bahan baku tersebut satu minggu. c. Biaya Total persediaan yang relevan (TC)

Jawab:

Diketahui: S = 10 + 70 + 20 + 20 = 120 / pesan H = (20% + 10%) 10 = USD 3 /unit/tahun D = 6400 unit/tahun a. Dari rumus Wilson, maka : EOQ = 2Dk/H = 2(6400)(120)/3 716 unit
13

Production Planning and Control [PPC]) Rudini Mulya Daulay

Teknik Industri Universitas Mercu Buana 2010

Frekuensi pemesanan (f) = D/EOQ = 6400/716 = 8.94 9 kali pertahun b. R = L x D , di mana L = 1 minggu Karena L dinyatakan dalam 1 minggu, maka harus dicari kebutuhan bahan baku selama 1 minggu dengan cara sebagai berikut: Kebutuhan /tahun = 6400 unit/tahun, maka: Kebutuhan /bulan = 6400 unit/12 533 unit/bulan, maka: Kebutuhan selama lead time = x 533 unit = 133,25 134 unit/minggu Jadi, R = 1 x 134 = 134 unit c. TC = 2 D S H = 2(6400)(120)(3) = USD 2,146.63 Contoh Soal - Electronic Asembler, Inc., memiliki demand 8,000 VCR setiap tahun. Perusahaan beroperasi selama 250 hari kerja per tahun. Secara rata-rata, pengiriman sebuah order membutuhkan waktu selama 3 hari kerja. Reorder point dihitung sebagai berikut:

D 8,000 = 32 unit Jumlah hari kerja dalam satu tahun 250

ROP = Reorder point = d x L = 32 unit per hari x 3 hari = 96 unit Dengan demikian, ketika inventory mencapai titik 96 unit, maka ordering harus dilakukan. Order akan tiba 3 hari kemudian, saat inventory perusahaan habis. Contoh - Praktek - Inventory Safety Stock di San Miguel Corporation Filipina Di San Miguel Corporation (SMC), yang menghasilkan dan mendistribusikan lebih dari 300 jenis produk ke setiap sudut kepulauan di Filipina, bahan baku yang ada meliputi sekitar 10% aset total. Jumlah uang yang signifikan yang tertanam dalam bentuk inventory mendukung manajer untuk mengembangkan serangkaian model inventory untuk meminimasi biaya. Satu produk utama SMC, yaitu es krim, penggunaan susu dan dadih keju yang diimport dari Australia, Selandia Baru, dan Eropa. Bentuk pengiriman yang normal dilakukan melalui laut, dan frekuensi pengiriman ditentukan oleh jadwal pemasok, bukan oleh San Miguel. Bagaimanapun, kosongnya inventory, dapat dihindarkan dengan percepatan menggunakan pengiriman udara.
13 Production Planning and Control [PPC]) Rudini Mulya Daulay Teknik Industri Universitas Mercu Buana 2010

10

Model inventory SMC untuk es krim menyeimbangkan biaya-biaya untuk memesan, membawa, dan kosongnya inventory sekaligus mempertimbangkan keterbatasan frekuensi pengiriman dan jumlah order minimum. Modifikasi pada mode pengiriman menunjukkan bahwa inventory pengaman yang sekarang yang berjumlah 30 hingga 51 hari dapat dikurangi hingga setengahnya untuk pabrik susu dan dadih keju. Bahkan dengan peningkatan biaya pengiriman udara yang mahal, SMC dapat menghemat $170,000 setiap tahun dengan kebijakan baru tersebut.

Produk SMC yang lain, bir, terdiri atas tiga ramuan utama: gandum yang dikeringkan, hops, dan bahan-kimia. Karena memiliki karakter biaya pengiriman yang rendah dan biaya unit yang tinggi, maka pemodelan inventory ditujukan pada kebijakan optimum yang mengurangi tingkat inventory pengaman, yang dapat menghemat $180,000 lagi setiap tahunnya. Sumber: Businessworld (May 24, 2000): 1; dan OR/MS Today (April 1999): 44-45. Tiap faktor dalam model dasar EOQ dapat berubah sesuai dengan kondisi yang dihadapi oleh perusahaan. Kondisi-kondisi tersebut dapat mengubah nilai EOQ sebelumnya. Perubahan-perubahan model dasar EOQ dapat saja terjadi sebagai berikut : Adanya potongan harga (quantity discount) yang ditawarkan pemasok jika membeli dalam jumlah banyak. Adanya kondisi kehabisan persediaan (storage cost). Adanya macam-macam biaya simpan, seperti pembebanan biaya proporsional terhadap luas lantai penyimpanan barang atau volume ruang yang digunakan.

13

11

Production Planning and Control [PPC]) Rudini Mulya Daulay

Teknik Industri Universitas Mercu Buana 2010

Anda mungkin juga menyukai