Anda di halaman 1dari 5

BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.

1 Desain Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian, penelitian ini merupakan penelitian eksperimental karena penelitian ini menggunakan individu atau kelompok sebagai bahan studi kemudian pada kelompok tersebut dilakukan suatu perlakuan untuk dicari tahu efek dari perlakuan tersebut dan hubungan antara keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental lapangan. Desain eksperimental lapangan merupakan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan latar yang realistis dimana peneliti melakukan campur tangan dan melakukan manipulasi terhadap variabel bebas (Sarwono, 2006). Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pararel, jadi kelompok akan dibagi menjadi dua, kelompok pertama menerima perlakuan berupa sirkumsisi dengan metode konvensional, kelompok kedua menerima perlakuan berupa sirkumsisi dengan metode elektrokauter. 3.2 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah sekelompok subjek dengan karakterisitik tertentu. Populasi dibagi menjadi 2 kelompok, yang pertama adalah populasi target ( target population). Target populasi disini adalah anak usia 8-12 tahun yang disirkumsisi. Kelompok kedua adalah populasi terjangkau ( accesible population) yaitu bagian populasi target yang dibatasi oleh tempat dan waktu. Populasi terjangkau pada penelitian ini adalah anak-anak di desa Puger Kulon dan Puger Wetan yang berusia antara 8-12 tahun yang mengikuti sirkumsisi pada tanggal 19 Februari 2011 di pondok pesantren Darus Solichin. Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan cara tertentu hingga dianggap mewakili populasinya. Sampel yang dikehendaki ( intended sampel) merupakan bagian populasi target yang akan diteliti secara langsung. Kelompok ini meliputi subjek yang memenuhi kriteria pemilihan, yakni kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi adalah kriteria yang menjelaskan kepada siapa perlakuan akan dilakukan. Kriteria eksklusi adalah kebalikan dari kriteria inklusi, yaitu semua kriteria yang tidak memenuhi kriteria inklusi dan

subjek yang tidak bersedia ikut dalam penelitian. Kriteria inklusi dan ekslusi dalam penelitian ini terdapat dalam tabel 3.1. Tabel 3.1. Kriteria Pemilihan Sampel Kriteria Inklusi Berusia 8-12 tahun Tidak darah Tidak sedang mengonsumsi obat-obatan antikoagulan, aspirin, steroid, antibiotik Tidak menderita KEP Tidak memiliki edema di sekitar kakinya. menderita kelainan pembekuan Kriteria Eksklusi Tidak minum obat-obatan pasca sirkumsisi yang diberikan (antalgin dan amoxicillin) Menderita penyakit infeksi sistemik ditengah-tengah penelitian (contoh : DBD, demam thypoid, diare) Mengalami infeksi sekunder pada luka pasca sirkumsisi

Pengambilan sampel dilakukan secara non-probability dengan consecutive sampling, jadi setiap pasien yang memenuhi kriteria penelitian dimasukkan sampai kurun waktu tertentu sehingga jumlah pasien yang diperlukan terpenuhi (Sastroasmoro dan Ismael, 1995). Jumlah sampel yang akan diteliti adalah 30 orang. Subjek yang diteliti adalah subjek yang ikut serta dan diteliti. Kelompok ini adalah bagian dari sampel yang dikehendaki serta memenuhi kriteria inklusi dikurangi dengan drop out serta yang menolak berpartisipasi. 3.3 Variabel Penelitian 3.3.1 Variabel bebas Variabel yang merupakan variabel stimulus atau variabel yang mempengaruhi variabel lain. Variabel bebas merupakan variabel yang variabelnya diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungannya dengan suatu gejala yang diobservasi. Pada penelitian ini variabel bebasnya adalah metode sirkumsisi yang dipakai yaitu metode konvensional dan metode kauterisasi. 3.3.2 Variabel tergantung Variabel yang memberikan reaksi atau respon jika dihubungkan dengan variabel bebas. Pada penelitian ini variabel tergantung adalah respon dari percepatan penyembuhan luka post sirkumsisi dan kualitas penyembuhan luka post sirkumsisi. 3.4 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Darus Solichin Puger Kulon, Desa Puger Kulon, dan Desa Puger Wetan Kecamatan Puger, kabupaten Jember. Waktu pelaksanaan penelitian ini adalah tanggal 19-24 Februari 2011. 3.5 Teknik Pengumpulan Data Untuk mengumpulkan data penelitian akan menggunakan metode wawancara, anamnesa, pemeriksaan fisik secara langsung yang akan direkam di lembar rekam medis pasien yang menjadi sampel. 3.6 Rancangan Penelitian Subjek penelitian ini pasien post sirkumsisi di Pondok pesantren Darus Solichin Puger Kulon. Pasien pasien post sirkumsisi di ekslusi. Uji klinis ini akan dilakukan dengan desain pararel. Subjek penelitian akan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan berupa sirkumsisi dengan metode konvensional dan kelompok perlakuan berupa sirkumsisi dengan metode elektrokauter. Setelah mendapatkan perlakukan maka akan dilakukan pengamatan terhadap luka post sirkumsisi dengan kedua metode diatas pada hari pertama sampai hari kelima setiap hari. Ada 8 indikator yang diamati, yang merupakan indikasi penyembuhan luka diantaranya adalah nyeri, bengkak, merah, kelainan fungsi, demam sistemik, panas lokalis, basah, bleeding; dikatakan indikasi penyembuhan luka yang yang baik dan cepat menyembuh adalah bila makin tinggi point negatif dari kedelapan indikator tersebut. Dalam penelitian ini, metode blinding yang digunakan adalah single blinding, yakni subjek studi tidak mengetahui perlakuan yang mereka terima sedangkan peneliti mengetahui kelompok studi mana yang menjadi kelompok eksperimen dengan metode elektrokauter atau dengan dengan metode konvensial. 3.7 Definisi Operasional Definisi operasional: a. Indikator penyembuhan luka adalah suatu indikator yang dipakai dalam penelitian ini untuk menilai derajat penyembuhan luka sirkumsisi yang dilihat dari kalor (panas lokalis), dolor (nyeri), rubor (kemerahan), tumor (bengkak), bleeding (perdarahan), demam sistemik, perubahan fungsi (functio laesa), dan luka tersebut basah ataukah Pondok pesantren Darus Solichin yang dimaksudkan adalah pasien telah memenuhi kriteria inklusi dan tidak memiliki kriteria

kering. Skor yang digunakan pada penelitian ini dilihat dari ada tidaknya indikator penyembuhan luka pada luka sirkumsisi, semakin banyak indikator yang terlihat maka semakin kecil skor penyembuhan luka yang didapat. b. Kemerahan (rubor) adalah terlihatnya warna kemerahan pada luka sirkumsisi, hal ini terjadi karena berdilatasinya arteriol pada daerah luka sirkumsisi. c. Panas lokalis (kalor) adalah daerah luka sirkumsisi teraba lebih hangat dari sekelilingnya karena lebih banyak darah yang dialirkan ke permukaan daerah luka daripada daerah yang normal. d. Nyeri (dolor) adalah nyeri lokalis pada luka sirkum yang dirasakan oleh pasien. e. Bengkak (tumor) adalah pembekakan lokal pada luka sirkumsisi yang dihasilkan oleh cairan dan sel sel yang berpindah dari aliran darah ke jaringan interstisial. f. Perubahan fungsi (fungsio laesa) adalah adanya gangguan fungsi pada penis penderita sirkumsisi setelah dilakukan sirkumsisi. g. Demam sistemik adalah suhu tubuh yang menunjukkan angka lebih dari 37,2 oC pada pengukuran termometer di aksila pasien sirkumsisi. h. Luka sirkumsisi basah adalah tanda populasi perlambatan penyembuhan luka yang ditandai Penentuan luka yang tidak mengering, terdapat pus, bula ataupun keluarnya cairan serus dan mukus disekitar luka. i. Pemilihan sampel Perdarahan (bleeding) adalah keluarnya darah dari sistem peredaran darah sehingga terlihat darah terdapat pada luka sirkumsisi. 3.8 Alat Penelitian Inform Consent Penelitian ini menggunakan alat-alat Anamnesis dan sebagai berikut Inform Consent, lembar pemeriksaan fisik pemantauan, rekam medis, peralatan perawatan rawat luka (betadin, Nacl, Kassa, Oksitetrasiklin), alat tulis, tensimeter, stetoskop, timbangan berat badan. 3.9 Alur Penelitian Pengelompokan Sampel

Kelompok elektrokauter

Kelompok konvensiol

Penilaian indiakator percepatan penyembuhan luka

Analisis Data

Gambar 3.1 Alur Penelitian 3.10 Teknik Analisis Data

Data yang diambil adalah data kuantitatif, yakni berupa angka hasil pengukuran indikator percepatan penyembuhan luka antara metode elektrokauter dan metode konvensional. Perbedaan skor dari indicator percepatan penyembuhan luka antara kedua metode pada masing-masing kelompok dianalisis dengan uji statistic Ttest berpasangan menggunakan piranti lunak SPSS versi 17 dengan Confidence Interval 95%.

Anda mungkin juga menyukai