Anda di halaman 1dari 5

[Type the document title]

LAPORAN HASIL BIAYA

[Year]

Laporan hasil biaya atau hasil operasi akan disusun dalam bentuk Laporan Keuangan yaitu; Laporan Laba-Rugi, Laporan Neraca, Laporan Arus Kas. Penyusunan Neraca dan laporan Arus Kas pada prinsipnya sama seperti yang dipelajari dalam akuntansi keuangan perusahaan dagang, maupun perusahaan jasa. Perbedaan antara neraca perusahaan dagang dan perusahaan pabrikasi adalah pada persediaan. Perusahaan dagang hanya mempunyai satu persediaan, yaitu persediaan barang jadi, sedangkan pada perusahaan pabrikasi terdapat tiga persediaan, yaitu persediaan bahan baku, persediaan produk dalam proses dan persediaan produk selesai.

PERSEDIAAN PADA PERUSAHAAN PABRIKASI

Pada perusahaan pabrikasi seperti telah dijelaskan di atas terdiri dari tiga persediaan, yaitu: 1. Persediaan bahan baku 2. persediaan produk dalam proses 3. persediaan produk selesai Persediaan bahan baku adalah persediaan bahan yang belum dimasukkan ke dalam proses dan masih tersimpan di dalam gudang.

Persediaan produk dalam proses adalah persediaan bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang belum selesai dan masih tersimpan di dalam gudang pabrik.

Persediaan produk selesai adalah produk dalam proses bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang sudah diproses dan membentuk produk selesai belum terjual dan masih tersimpan di gudang pabrik.

Dari ketiga persediaan tersebut di atas masing-masing dipecah lagi menjadi persediaan awal dan persediaan akhir.

Persediaan awal adalah persediaan yang masih tersisa pada bulan, tahun atau periode yang lalu, sehingga merupakan persediaan awal pada periode berikutnya.

[Type the document title]

[Year]

Persediaan akhir adalah persediaan yang masih tersisa pada bulan, tahun atau pada periode yang bersangkutan.

Laporan Harga Pokok Produksi dan Laporan Harga Pokok Penjualan

Perbedaan Laporan Laba-Rugi perusahaan pabrikasi dan perusahaan dagang adalah pada harga pokok penjualan. Harga pokok penjualan perusahaan dagang terbentuk dengan menambahkan persediaan barang jadi awal dan mengurangkan dengan barang jadi akhir, sedangkan pada perusahaan pabrikasi dalam harga pokok penjualan akan dihitung harga pokok produksi.

Harga pokok produksi adalah kumpulan biaya produksi yang terdiri dari bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik ditambah persediaan produk dalam proses awal dan dikurang persediaan produk dalam proses akhir. Harga pokok produksi terikat pada periode waktu tertentu. Harga pokok produksi akan sama dengan biaya produksi apabila tidak ada persediaan produk dalam proses awal dan akhir.

Harga pokok penjualan adalah harga pokok produk yang sudah terjual dalam periode waktu berjalan yang diperoleh dengan menambahkan harga pokok produksi dengan persediaan produk selesai awal dan mengurangkan dengan persediaan produk selesai akhir. Harga pokok penjualan juga terikat pada periode waktu tertentu.

Susunan Laporan Harga Pokok Produksi dan Penjualan, serta Penyajian dalam Laporan Laba-Rugi Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa dalam penyajian laporan laba-rugi perusahaan pabrikasi terdapat laporan harga pokok produksi dan harga pokok penjualan kemudian dibandingkan dengan penjualan sehingga membentuk laba kotor atau marjin kotor. Laba kotor kemudian dikurangkan dengan biaya operasi atau biaya periode sehingga diperoleh laba operasi. Berikut ini adalah contoh Laporan harga pokok produksi dan penjualan.

PT. Bali Indah adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri mainan anak-anak. Perusahaan merencanakan akan menyusun laporan Laba-Rugi dan laporan Harga Pokok Produksi dan Penjualan secara terpisah. Berikut ini data biaya yang diperlukan oleh perusahaan tersebut untuk tahun 2011:

[Type the document title]


Penjualan Pembelian bahan Ongkos angkut pembelian Retur dan potongan pembelian Bahan penolong Tenaga kerja langsung Tenaga kerja tidak langsung Listrik pabrik Penyusutan mesin dan peralatan pabrik Pajak bumi dan bangunan pabrik Asuransi pabrik BOP lain-lain Pendapatan piutang Beban bunga Biaya pemasaran Biaya administrasi dan umum Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 80.000.000 Rp. 14.000.000 Rp. Rp. Rp. 240.000 720.000 2.000.000

[Year]

Rp. 18.000.000 Rp. 3.000.000 Rp. Rp. Rp. 500.000 640.000 400.000

480.000 1.640.000 1.000.000 1.200.000

Rp. 10.000.000 Rp. 6.000.000

Data persediaan awal dan akhir: KETERANGAN Bahan Produk dalam proses Produk selesai Diminta: 1. Susunlah Laporan harga Pokok Produksi dan Penjualan untuk tahun 2011. 2. Susunlah Laporan Laba-Rugi perusahaan untuk tahun 2011. AWAL Rp. 800.000 Rp. 580.000 Rp. 840.000 AKHIR Rp. 600.000 Rp. 700.000 Rp. 500.000

[Type the document title]

[Year]

Penyelesaiaan: 1. Laporan Harga Pokok Produksi dan Penjualan


PT. BALI INDAH Laporan Harga Pokok Produksi dan Penjualan Untuk Tahun berakhir 31 Desember 2011 Rp. Rp. 14.000.000 Rp. 240.000 + Rp. 14.240.000 Rp. 720.000_Rp. 13.520.000 + Rp. 14.320.000 800.000

Persediaan bahan awal Pembelian bahan Ongkos angkut pembelian Retur dan potongan pembelian Pembelian bersih Bahan tersedia untuk dipakai Kurang: Bahan penolong Persediaan bahan akhir Bahan baku langsung digunakan Tenaga kerja langsung BOP: - Bahan penolong - Tenaga kerja tidak langsung - Listrik pabrik - Peny. Mesin dan per. Pabrik - Pajak bumi dan bangunan pabrik - Asuransi pabrik - BOP lain-lain Total BOP Biaya produksi Persediaan produk dalam proses awal Persediaan produk dalam proses akhir Harga pokok produksi Persediaan produk selesai awal HPP tersedia untuk dijual Persediaan produk selesai akhir Harga Pokok Penjualan

Rp. 2.000.000 Rp. 600.000 + Rp. 2.600.000 Rp. 11.720.000 Rp. 18.000.000 Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 2.000.000 3.000.000 500.000 640.000 400.000 480.000 1.640.000 + Rp. 8.660.000+ Rp. 38.380.000 Rp. 580.000+ Rp. 38.960.000 Rp. 700.000 Rp. 38.260.000 Rp. 840.000+ Rp. 39.100.000 Rp. 500.000 Rp. 38.600.000

[Type the document title]


2. Laporan Laba-Rugi PT. BALI INDAH Laporan Laba Rugi Periode berakhir 31 Desember 2011_

[Year]

Penjualan HPP Laba Kotor Beban Operasi: - Beban pemasaran - Beban administrasi Total Beban Operasi Laba Operasi Pendapatan lain-lain: - Pendapatan piutang Beban lain-lain: - Beban bunga Laba bersih sebelum pajak - Pajak 30% Laba bersih setelah pajak

Rp. 80.000.000 Rp. 38.600.000Rp. 41.400.000

Rp. 10.000.000 Rp. 6.000.000 + Rp. 16.000.000Rp. 25.400.000 Rp. 1.000.000+ Rp. 26.400.000 Rp. 1.200.000Rp. 25.200.000 Rp. 7.560.000Rp. 17.640.000